MASYARAKAT DI SARIBUDOLOK
2.1. Sejarah Singkat Saribudolok
Saribudolok berasal dari kata saribu artinya seribu dan dolok artinya bukit. Jadi Saribudolok dapat diartikan sebagai suatu daerah yang terdiri dari seribu bukit. Wilayah Saribudolok terbentuk sekitar tahun 1928 yang dipimpin oleh Marga Girsang. Lokasi yang pertama sekali ditempati oleh Sipungka Huta (pembuka kampung) disebut dengan Sardolok Atas. Dikatakan Sardolok Atas karena letaknya berada ditempat yang paling tinggi.
Akibat pertumbuhan penduduk dan adanya orang-orang yang datang merantau, dengan pertambahan penduduk yang banyak mengakibatkan penduduk memperluas areal pemukiman yang akhirnya perluasan areal pemukiman ini menyebabkan nama baru yaitu disebut dengan Kampung Kristen karena yang menempati lokasi tersebut terdiri dari keluarga-keluarga pendeta.
Selain nama Kampung Kristen, masih ada tempat yang dinamakan dengan Kampung Toba, dan Kampung Kopi. Alasan dari pemberian nama tersebut adalah di Kampung Toba ini dulunya yang menempati adalah para pendatang-pendatang yang berasal dari daerah Samosir yang bertujuan untuk
20 bekerja sebagai Haroan (orang upahan yang bekerja khususnya di bidang pertanian).
Seiring dengan perjalanan waktu maka jumlah penduduk di Kampung Toba semakin bertambah dimana sampai saat ini sudah mencapai jumlah 437 jiwa. Jumlah ini hanya yang terdata di kelurahan Saribudolok, sementara pendatang lainnya yang tidak menetap tidak dicatatkan di kantor kelurahan karena biasanya mereka datang dan pergi tanpa ada waktu yang pasti. Mereka yang memilih untuk hidup menetap di Kelurahan Saribudolok ini memiliki alasan bahwa mereka berharap bisa mendapatkan kehidupan yang layak dengan kesuburan tanah yang ada dan dapat mereka kelola.
Alasan mengapa dikatakan Kampung Kopi karena pada awalnya kampung ini banyak ditanami kopi,namun pada saat sekarang tanaman ini tidak ditemukan lagi di lokasi ini karena sudah berubah menjadi pemukiman penduduk. Kepadatan penduduk Saribudolok ini mengakibatkan nama-nama kampung yang disebutkan diatas menjadi kabur karena batas-batas perumahan penduduk hampir tidak dapat dipastikan lagi. pada saat sekarang ini yang menjadi tanda pembagian Kelurahan Saribudolok ini adalah adanya yang disebut dengan Jalan Sutomo, Jalan Kartini, Jalan Merdeka, Jalan Singgalang, Jalan Pematang Siantar, Jalan Kabanjahe dan lain sebagainya.
21 2.1.1. Letak dan Keadaan Wilayah
2.1.1.1.Kondisi Iklim dan Letak Geografis
Ditinjau dari letak geografisnya, Kelurahan Saribudolok diapit oleh dua pegunungan, yaitu sebelah utara pegunungan Sipiso-piso dan sebelah barat pegunungan Singgalang. Oleh sebab itu Kelurahan Saribudolok terletak di dataran tinggi derngan ketinggian tempat dari permukaan laut 1400 meter. Dimana 59,99% (1440,25 Ha) keadaan topografinya merupakan daratan dan 39,99% (960,17 Ha) merupakan perbukitan/pegunungan. Rata-rata suhunya sekitar 26-28 0C dan keadaan curah hujan 1.150 mm/tahun.
2.1.1.2. Batas Wilayah dan Luas Wilayah
Adapun batas-batas Kelurahan Saribudolok adalah sebagai berikut :
Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Dolok Silau
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Dairi
Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Karo
Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Purba
Berdasarkan topografi kemiringan tanah, Kelurahan Saribudolok berada pada kawasan dataran tinggi sehingga menyebabkan masyarakat cenderung lebih memilih menjadi petani dan pedagang (agen sayur-mayur). Untuk lebih jelas dapat dilihat dari tabel dibawah ini.
22 Tabel 1
Luas Wilayah Menurut Nagori/Kelurahaan di Kecamatan Silimakuta Tahun 2006
No. Nagori/Kelurahan Luas (Km)
Rasio terhadap luas kecamatan (%) 1 Ujung Saribu 6.64 4.24 2 Sibangun Meriah 16.93 10.80 3 Silimakuta Barat 11.09 7.08 4 Saribudolok 20.60 13.15 5 Purbsa Sinombah 24.77 15.81 6 Purba Tua 12.22 7.80 7 Siboras 14.50 9.25 8 Ujung Meriah 9.96 6.36 9 Mardinding 9.30 5.93 10 Naga Saribu 8.23 5.25
11 Purba Tua Baru 11.20 7.15
12 Saribujandi 11.26 7.19
Jumlah 156.70 100.00 Sumber: Kantor Kelurahan Saribudolok, 2014
Dari tabel di atas kita dapat melihat bahwa Kecamatan Silimakuta terdiri dari 12 Kelurahan atau Nagori. Ditinjau dari Luasnya wilayah Kecamatan Silimakuta dengan populasi yang cukup padat maka dalam hal ini penulis membatasi lokasi penelitian yaitu di Nagori/Kelurahan Saribudolok. Daerah Saribudolok dianggap mampu mewakili unit analisis penelitian yang dibutuhkan dengan mayoritas penduduknya adalah suku Simalungun dan luas Wilayah 20,60 Km atau 13,15%.
23 2.2. Keadaan Penduduk
2.2.1. Keadaan Penduduk Berdasarkan Suku
Mayoritas penduduk Kelurahan Saribudolok adalah Suku Simalungun. Hal ini dikeranakan yang pertama-tama menempati daerah ini adalah Suku Simalungun (penduduk Asli). Akan tetapi pada masa sekarang selain penduduk asli banyak juiga suku perantauan yang datang seperti: Suku Karo, Batak Toba, Jawa, dan Etnis Cina. Untuk lebih jelasnya perbandingan daripada jumlah penduduk berdasarkan suku dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 2
Komposisi Penduduk Berdasarkan Suku
No. Suku Jumlah Jiwa Presentase
1 Simalungun 6.006 orang 78,0 % 2 Karo 914 orang 12,0 % 3 Toba 473 orang 6,0 % 4 Jawa 278 orang 3,5 % 5 China 21 orang 0,5 % Jumlah 7692 orang 100 %
Sumber: Kantor Kelurahan Saribudolok, 2014
Dari tabel di atas, ada beberapa suku bangsa yang terdapat di daerah Saribudolok yaiu: Simalungun sebesar 78 %, Batak Karo 12 %, Batak Toba 6 %, Jawa 3,5 %, dan Etnis China 0,5 %. Dilihat dari tabel, suku pendatang yang
24 paling dominan adalah Suku Karo sekitar 12 % dibandingkan dengan suku battak toba yang hanya 6 % saja.
Satu hal yang perlu di ketahui, diantara suku Batak Toba dan Karo tidak ingin disebutkan sebagai pendatang. Hal ini dikarenakan mereksa sudah menjadi bagian dari warga Saribudolok. Adapun yang menjadi alasannya adalah karena mereka sudah turun temurun tinggal di daerah Saribudolok atau dengan kata lain sudah lahir di Kelurahan Saribudolok.
2.2.2. Keadaan Penduduk Berdasarkan Umur
Dengan memperhatikan data yang diperoleh peneliti dari data statistic dari lapangan (Kantor Kelurahan Saribudolok) maka komposisi penduduk terdidi dari beberapa klasifikasi menurut umur dan kelompok tenaga kerja. Berdasarkan jumlah penduduk yang sebanyak 7.692 jiwa, maka jumlah laki-laki adalah sebesar 3.659 jiwa dan perempuan 4.033 jiwa. Berdasarkan jumlah ini jelas terlihat jumlah perbandingan antara penduduk laki-laki dengan perempuan. Dimana jumlah yang paling banyak itu adalah perempuan.
Jumlah penduduk kelurahan Saribudolok yang dominan usia angkatan kerja yaitu, 27 tahun sampai dengan 57 tahun. Hal ini dsebabkan oleh penduduk yang berusia 4 tahun sampai dengan 25 tahun masih terikat dengan pendidikan masing-masing, dan kebanyakan penduduk Saribudolok yang masih bersekolah menempuh pendidikan di luar Kota misalnya, Medan, Siantar, Jakarta, dan Kota lainnya.
25 Pada umumnya penduduk Saribudolok yang masih berusia 14 tahun sudah melanjutkan pendidikan di luar daerah sampai bekerja. Tidak jarang juga dari antara mereka yang tidak kembali kekampung halaman dan menetap di kota. Sementara yang berumur 50 tahun ke atas mereka biasanya menghabiskan masa tua mereka di Saribudolok.
Tabel 3
Komposisi Penduduk Berdasarkan Umur dan Kelompok Tenaga Kerja
No. Umur Laki-laki Perempuan Jumlah
1 0 – 12 bulan 65 72 137 2 1 – 4 tahun 102 115 217 3 5 – 6 tahun 205 211 416 4 7 – 12 tahun 354 365 719 5 13 – 15 tahun 537 606 1.133 6 16 – 18 tahun 429 503 932 7 19 – 25 tahun 328 375 703 8 26 – 35 tahun 496 536 1.032 9 36 – 45 tahun 457 496 953 10 46 – 50 tahun 312 378 690 11 51 – 60 tahun 247 246 493 12 61 – 75 tahun 103 98 201 13 76 tahun ke atas 45 51 96
26 2.2.3. Keadaan Penduduk Berdasarkaan Pendidikan
Masyarakat Saribudodlok sebenarnya adalah masyarakat yang sangat peduli dengan pendidikan. Akan tetapi banyak sekali anak-anak sekolah yang putus sekolah hanya samapi jenjang pendidikan SMA sederajat. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: keadaan ekonomi dan kurangnya minat belajar pemuda setempat untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Untuk lebih jelasnya melihat keadaan penduduk berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4
Keadaan Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan
No. Tingkat Pendidikan Jumlah
1 Tidah/belum sekolah 760 2 Tidak tamat SD 1.031 3 SD 1.487 4 SMP 1.762 5 SMA 1.757 6 Perguruan Tinggi 619 7 Lain-lain 279 Jumlah 7.692