4. SISTEM MANAJEMEN MUTU
4.1 Sekilas Tentang Jurusan Keteknikan Pertanian
Keberadaan program studi Keteknikan Pertanian di Universitas Brawijaya telah ada sejak tahun 1974 dimana waktu itu disebut Mekanisasi Pertanian menjadi Departemen Teknologi Pertanian yang kemudian berubah nama menajdi Departemen Teknologi Hasil Pertanian pada tahun 1975. Departemen tersebut menjadi salah satu bagian yang mendukung aktivitas pendidikan di Fakultas Pertanian. Peran utama departemen baru ini adalah melayani perkuliahan dan praktikum pada departemen-departemen lain di dalam fakultas. Sejak tahun 1982, Departemen Teknologi Hasil Pertanian dikukuhkan menjadi Jurusan Teknologi Hasil Pertanian melalui SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (SK Menteri P dan K No.
0211/U/1982), dimana Program Studi Mekanisasi Pertanian merupakan salah satu minat studi di dalamnya di samping PS Teknologi Hasil Pertanian (THP). Mulai tahun tersebut Mekanisasi Pertanian telah menyelenggarakan pendidikan program S1 minat Mekanisasi Pertanian bagi mahasiswa Fakultas Pertanian.
Tahun 1984, berdasarkan keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (SK Dirjen DIkti Depdikbud No.
118/DIKTI/Kep/84), jurusan Teknologi Hasil Pertanian berubah nama menjadi Jurusan Teknologi Pertanian (TP) yang mengelola dua program studi (PS) yaitu PS Teknologi Hasil Pertanian dan Mekanisasi Pertanian. Sejak tahun tersebut, Jurusan Teknologi Pertanian telah menerima pendaftaran mahasiswa baru melalui seleksi penerimaan mahasiswa baru (SIPENMARU) yang digelar untuk perguruan tinggi negeri se Indonesia. Pada tahun 1994, nama PS Mekanisasi Pertanian berubah menjadi PS Teknik Pertanian sesuai Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (SK Mendikbud No. 0411/U/1994). Dan sejak tanggal 26 Januari 1998, melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (SK Mendikbud RI No.
012a/O/1988) terbentuk fakultas baru yaitu Fakultas Teknologi Pertanian dengan tiga jurusan yaitu Teknologi Hasil Pertanian (THP), Teknik Pertanian (TEP) dan Teknologi Industri Pertanian (TIP) dimana masing masing jurusan membawahi PS dengan nama yang sama.
Perkembangan keilmuan Keteknikan Pertanian selanjutnya semakin luas sehingga ditindaklanjuti oleh Jurusan Keteknikan Pertanian untuk mengembangkan minat studi melalui usulan yang kemudian ditetapkan berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Brawijaya Nomor 381/SK/2010 yaitu Minat Studi Teknik Sumberdaya Alam dan Lingkungan (TSAL) sebagai pengembangan dari minat studi TTA dan Minat Studi Teknik Bioproses sebagai pengembangan dari minat studi TPHP.
Selanjutnya pada tahun 2013 berdirilah Program Magister Keteknikan Pertanian dengan ijin penyelenggaraan berdasarkan SK Mendikbud Nomor 499/E/O/2013.
Dalam perjalanannya, minat studi pada PS TEP semakin menguat hingga dapat memenuhi syarat untuk ditingkatkan menjadi program studi. Minat Studi TSAL kemudian diusulkan menjadi PS Teknik Lingkungan (TL) yang dikukuhkan dengan diterbitkannya Surat Keputusan Pendirian Program Studi Baru dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 595/E/O/2014. Sedangkan
9
PS Teknik Bioproses dikukuhkan dengan diterbitkannya SK Menristekdikti Nomor 63/KPT/I/2016. Dalam rangka menampung perkembangan keilmuan di jurusan TEP, jumlah laboratorium telah bertambah sebanyak 3 laboratorium, sehingga saat ini terdapat 7 laboratorium di Jurusan TEP yang masuk dalam kategori OTK Jurusan dan OTK Fakultas. Untuk Laboratotium yang ber OTK Jurusan meliputi: (1) Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian, (2) Laboratorium Daya dan Mesin Pertanian, (3) Laboratorium Teknik Sumberdaya Alam dan Lingkungan, (4) Laboratorium Mekatronika Alat dan Mesin Pertanian, (5) Laboratorium Rekayasa Bioproses. Sedangkan laboratorium yang ber OTK fakultas adalah (1) Laboratorium Pengolahan Limbah, (2) Laboratorium Remediasi Lingkungan.Dalam hal penyelenggaraan kelembagaan serta pengelolaan Jurusan, Program Studi, dan Laboratorium yang ada, TEP UB telah mengikuti statuta Universitas Brawijaya sesuai Surat Keputusan Mendikbud RI Nomor: 0444/O/1992.
Program Studi S-1 dan S-2 di Jurusan TEP telah terakreditasi oleh BAN-PT.
Program Studi S1 Teknik Pertanian memiliki status aktif dengan akreditasi A berdasarkan Keputusan BAN-PT No.5146/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2017 tanggal 27 Desember 2017 dan berlaku hingga 27 Desember 2022. Program Studi S1 Teknik Lingkungan memiliki status aktif dengan akreditasi A berdasarkan Keputusan BAN-PT No.0090/SK/BAN-BAN-PT/Akred/S/II/2016 tanggal 26 Februari 2016 dan berlaku hingga 26 Februari 2021. Program Studi S1 Teknologi Bioproses sebagai program studi baru memiliki status aktif dengan akreditasi C berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 1296/SK/BAN-PT/Akred/S/V/2017 tanggal 2 Mei 2017 berlaku hingga 2 Mei 2022. Program Studi S2 Keteknikan Pertanian memiliki status aktif dengan akreditasi B berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 005/SK/BAN-PT/Akred/M/I/2015 tanggal 9 Januari 2015 dan berlaku hingga 9 Januari 2020. Bahkan PS S-1 TEP sudah mendapatkan akreditasi internasional dari ASEAN University Network Quality Assurance (AUN-QA) dengan Nomer sertifikat: AP115UBJUN15 sejak 10 Juni 2015 dan valid hingga 09 Juli 2019.
2. Spesifikasi Jurusan dan Kompetensi Lulusan
Jurusan Keteknikan Pertanian sebagai penyelenggara kelembagaan akademik di bawah Fakultas Teknologi Pertanian merupakan unit layanan pendidikan untuk PS-PS di bawahnya. Spesifikasi jurusan mencakup spesifikasi dan kompetensi lulusan dari masing-masing program studi di dalammya. Memberikan layanan pendidikan di bidang Keteknikan Pertanian untuk menghasilkan Sarjana Teknik Pertanian, Sarjana Teknik Lingkungan, Sarjana Teknik Bioproses, serta Magister Teknik Pertanian sesuai dengan spesifikasi dan kompetensi masing-masing program studi.
a. Spesifikasi dan Kompetensi lulusan PS S1 Teknik Pertanian
Kompetensi utama lulusan PS S1 Teknik Pertanian (Borang 3A Akreditasi PS tahun 2017) yaitu bahwa Sarjana Teknik Pertanian adalah sarjana yang:
1. Mempunyai kemampuan dalam menggunakan prinsip-prinsip keteknikan untuk melakukan perancangan (design) produk teknologi yang terkait dengan bidang ilmu keteknikan pertanian.
2. Mempunyai keahlian dalam mengidentifikasi, memformulasikan, menganalisis, dan memecahkan permasalahan di bidang keteknikan pertanian melalui pendekatan sistem.
3. Mempunyai keahlian dalam melakukan penelitian, mengeksplorasi, mengembangkan, dan mengaplikasikan IPTEK dalam bidang ilmu keteknikan pertanian.
4. Sikap dan pemikiran yang inovatif dan kreatif dalam berkarya dengan memegang kuat etika profesi keteknikan.
5. Mempunyai keahlian dan mengelola dan memanfaatkan sumberdaya alam dan sumber daya pendukung secara optial dan berkelanjutan.
10
6. Sikap dan perilaku profesional serta memiliki leadership yang kuat dankemampuan berkomunikasi ilmiah yang efektif.
7. Mempunyai keahlian dalam mengembangkan bidang entrepreneurship yang sekaligus sebagai pelaku utama dengan berorientasi pada agribisnis dan agroindustri.
b. Spesifikasi dan Kompetensi lulusan PS S1 Teknik Lingkungan
Kompetensi utama lulusan PS S1 Teknik lingkungan (Borang 3A Akreditasi PS tahun 2015) yaitu bahwa Sarjana Teknik Lingkungan adalah sarjana yang mampu mengembangkan dan menggunakan ilmu teknik dalam pemanfaatan sumberdaya alam (natural) dan pelestarian lingkungan hidup untuk keberlanjutan (sustainabilitas) dengan profil sebagai lulusan yang:
1) Mampu bersikap sebagai manusia agamis yang berbudi luhur dan berfikir rasional ilmiah serta berekspresi sesuai ilmu yang dikuasai dalam pergaulan internasional.
2) Mampu melakukan survei potensi dan asesmen lingkungan untuk pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya alam baik biotik maupun abiotik,
3) Mampu melakukan perencanaan melalui tahap mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi dan desain pengelolaan sumber daya alam berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
4) Mampu merancangbangun unit pengolahan limbah dan penyediaan air bersih.
5) Mampu menginterpretasi dan memprediksi kerusakan lingkungan dan bencana serta mampu merumuskan konsep solusi pencegahan, usaha perbaikan dan manajemen serta penanggulangannya.
6) Menguasai dasar-dasar kewirausahaan, standarisasi dan manajemen mutu.
7) Mampu mengkritisi (bersikap tanggap dan peka) kebijakan pemerintah dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang bertentangan dengan pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
8) Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkaitan dengan bidang teknik lingkungan.
Profil lulusan tersebut merupakan sasaran pencapaian pembelajaran (Learning Outcomes – LO) PS S1 Teknik Lingkungan.
c. Spesifikasi dan Kompetensi lulusan PS S1 Teknologi Bioproses
Kompetensi utama lulusan PS S1 Teknologi Bioproses (Borang 3A Akreditasi PS tahun 2018) yaitu bahwa Sarjana Teknik Bioproses adalah sarjana yang memiliki kemampuan:
1. Mengembangkan dan memutakhirkan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di bidang Teknologi Bioproses dengan cara menguasai dan memahami, pendekatan, metode, kaidah ilmiah disertai keterampilan penerapannya, 2. Mengembangkan kinerja profesional di bidang Teknologi Bioproses yang
ditunjukkan dengan ketajaman analisis permasalahan, keserbacakupan tinjauan, kepaduan pemecahan masalah atau profesi yang serupa.
3. Memecahkan permasalahan di bidang Teknologi Bioproses melalui kegiatan penelitian dan pengembangan berdasarkan kaidah ilmiah.
Dengan profil utama sebagai lulusan yang:
1. Mampu menerapkan prinsip-prinsip teknik, matematika, dan sains dalam melakukan identifikasi, perumusan dan pemecahan masalah dalam bidang teknologi bioproses dengan mempertimbangkan aspek keteknikan, ekonomi, sosial, keamanan, dan lingkungan.
2. Mampu mendesain proses konversi bioproduk untuk pengembangan produk pangan dan non-pangan.
3. Mampu mengidentifikasi sifat bahan biologis untuk dikembangkan menjadi bio-based material.
11
4. Mampu melakukan rancang bangun bioreaktor beserta komponen, sistem danprosesnya.
Profil pendukung meliputi:
1. Memiliki ketrampilan dalam pengoperasian instrumen/peralatan teknik modern yang berkaitan dengan teknologi bioproses
2. Mampu berkomunikasi secara efektif dan bekerja sama dalam tim
3. Mengaplikasikan kontrol otomatis pada alat dan mesin industri di bidang Teknologi Bioproses baik dalam bentuk perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software)
4. Mampu merancang penelitian serta menganalisis dan menginterpretasikan data.
Dan profil lainnya meliputi:
1. Memiliki moral, etika, dan sikap sesuai dengan norma kehidupan bermasyarakat serta perilaku profesional dan inovatif dalam berkarya dan berkarir.
2. Memiliki jiwa enterpreneur dan kepemimpinan.
3. Mampu menuangkan gagasan secara lisan maupun tulisan baik dalam Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Inggris untuk kegiatan akademik dan non akademik.
4. Mampu berfikir secara logis dan analitis dalam menyelesaikan masalah di bidang teknologi bioproses
d. Spesifikasi dan Kompetensi lulusan PS S2 Keteknikan Pertanian
Kompetensi yang disusun untuk magister lulusan Program Studi (PS) S2 Keteknikan Pertanian (Borang 3A PS S2 Keteknikan Pertanian tahun 2014), sesuai dengan SK KEPMENDIKNAS 045/U/2002 dan Perpres No. 8 Tahun 2012 mengenai KKNI terutama level 8 yaitu:
1) Landasan kepribadian, maka lulusan:
a. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b. Memiliki moral, etika dan kepribadian yang baik di dalam menyelesaikan tugasnya.
c. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cintatanah air serta mendukung perdamaian dunia.
d. Mampu bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat dan lingkungannya.
e. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, kepercayaan, dan agama serta pendapat/temuan original orang lain.
f. Menjunjung tinggi penegakan hukum serta memiliki semangat untuk mendahulukan kepentingan bangsa serta masyarakat luas
2) Kompetensi Umum
a. Mampu berfikir rasional ilmiah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai kaidah dan etika ilmiah.
b. Mampu berekspresi sesuai ilmu yang dikuasai dalam pergaulan masyarakat ilmiah internasional.
3) Kompetensi Utama
a. Mampu memahami dan mengembangkan ilmu-ilmu rekayasa untuk diterapkan dalam bidang sistem agrokomplek atau biosistem.
b. Mampu menginventarisasi, mengidentifikasi, menganalisis/mengevaluasi, dan mendesain proses komoditi pertanian dan pengelolaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan,
c. Mampu melakukan asesmen dan audit lingkungan serta melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan dari adanya penurunan dan kerusakan lingkungan akibat dari adanya industrialisasi pertanian.
d. Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkaitan dengan bidang Teknik Pertanian dan Biosistem
12
e. Mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi, dan/atau seni dalam bidang Keteknikan Pertanian atau praktek profesionalnya melalui riset, hingga menghasilkan karya inovatif dan teruji.f. Mampu memecahkan permasalahan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni di dalam bidang ilmu Keteknikan Pertanian melalui pendekatan inter atau multidisipliner.
g. Mampu mengelola riset dan pengembangan yang bermanfaat bagi masyarakat dan keilmuan, serta mampu mendapat pengakuan nasional dan internasional.
4) Kompetensi Pendukung
Mampu memahami dan mengembangkan dasar-dasar kewirausahaan serta standarisasi dan manajemen mutu.
5) Kompetensi Lainnya
a. Mampu bekerjasama dalam tim dan berkomunikasi secara efektif
b. Mampu memahami tanggungjawab profesi, etika dan sosial, serta responsif terhadap isu-isu mutakhir
c. Memiliki kesadaran akan pentingnya belajar yang terus menerus (life-long learning)
d. Berwawasan lingkungan dan memiliki kesadaran pengembangan agroindustri berkelanjutan