4. SISTEM MANAJEMEN MUTU
4.3 Visi, Misi dan Tujuan Jurusan Keteknikan Pertanian
Visi, Misi dan Tujuan Jurusan Keteknikan Pertanian dapat dilihat di dokumen Visi, Misi dan Tujuan Jurusan Keteknikan Pertanian (kode dokumen: UN10/F10/12/HK.00.a) . 4.4 Proses Utama Sistem Manajemen Mutu di Jurusan Keteknikan Pertanian
Pelaksanaan penjaminan mutu di Jurusan Keteknikan Pertanian dilakukan oleh Unit Jaminan Mutu dalam bentuk struktur fungsional organisasi penjaminan mutu akademik yang terintegrasi dengan non akademik. Struktur tersebut tercakup dalam organisasi penjaminan mutu di tingkat fakultas dan universitas, dan mempunyai garis koordinasi dengan unsur pimpinan jurusan (Gambar 2). Pimpinan unit kerja menjamin mutu kinerja organisasi yang menjadi tanggung jawabnya.
Sesuai dengan tujuan Manual Mutu dari Jurusan Keteknikan Pertanian, maka proses utama Sistem Manajemen Mutunya adalah mengikuti salah satu siklus Sistem Penjamin Mutu Internal Universitas Brawijaya, seperti ditunjukkan pada Gambar 3.
Proses sistem manajemen mutu dilakukan mengikuti satu siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal Universitas Brawijaya. Proses tersebut dilakukan dalam rangka memberikan rekomendasi dan rumusan perbaikan sehingga dapat dilakukan perbaikan mutu secara kontinyu hingga dapat dicapai standar mutu yang baik. Sedangkan proses utama (bisnis proses) dalam penyediaan jasa layanan pendidikan sumber daya manusia di bidang Keteknikan Pertanian digambarkan seperti Gambar 4.
14
Gambar 2. Struktur Organisasi UJM dalam hubungannya dengan GJM dan PJM Unit Jaminan Mutu mempunyai tugas, antara lain:a. Melakukan monevin Jurusan.
b. Melaksanakan langkah strategis dalam rangka menghadapi akreditasi Jurusan.
c. Mengembangkan dokumen Audit Internal Mutu Akademik Jurusan.
d. Mempersiapkan kelembagaan dan melaksanakan audit sistem dan kepatuhan.
Gambar 3. Siklus Sistem Penjamin Mutu Internal Universitas Brawijaya
Operasional manajemen mengikuti siklus PDCA (Plan, Do, Check, Act). Termasuk dalam input, adalah calon mahasiswa baru dan pemerintah, masyarakat serta pengguna lulusan. Perencanaan dilakukan terhadap daya tampung mahasiswa dan kompetensi yang diinginkan. Perencanaan didasarkan pada informasi yang diperoleh dari evaluasi diri dan tracer study meliputi permintaan pasar kerja pengguna lulusan, perkembangan masyarakat dan kebijakan pemerintah. Pelaksanaannya dikordinasikan dengan pihak fakultas dan universitas. Tahapan pengecekan terhadap kualitas input adalah dari nilai mahasiswa yang diterima (passing grade) dan angka keketatan masuk jurusan. Apabila rendah, maka selanjutnya harus dilakukan evaluasi. Dari hasil evaluasi maka dapat
15
dirumuskan tindakan misalnya adalah dengan meningkatkan upaya promosi, jalinan kerjasama dengan stakeholder dan lain-lain.Manajemen di jurusan meliputi manajemen untuk pelayanan pendidikan, administrasi dan penunjang yang dijabarkan lebih detail meliputi: layanan pada Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan dan Ketua Program Studi, layanan administrasi (akademik, kemahasiswaan dan umum), layanan fasilitas penunjang (laboratorium) dan layanan penjaminan mutu. Manajemen di tingkat jurusan saling mengisi dan terkait dengan manajemen di tingkat fakultas meliputi layanan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat serta kerjasama, administrasi, dan layanan penunjang dan jaminan mutu.
Selain itu juga dengan manajemen di tingkat universitas yaitu layanan manajerial, administrasi, umum, penunjang dan jaminan mutu. Siklus PDCA untuk proses dalam manajemen didasarkan pada kebijakan pemerintah, Statuta UB, Organisasi dan tata kelola serta renstra yang dibuat pada masing-masing unit kerja. Cakupannya meliputi Sumberdaya manusia, dana, sistem informasi serta sarana dan prasarana. Perencanaan dirumuskan secara bersama dalam Rapat Pimpinan (Rapim) yang dikoordinir di tingkat fakultas dan disahkan oleh Senat Fakultas. Pelaksanaan, ditetapkan berdasarkan organisasi dan tupoksi, bisnis proses dan dokumen mutu, standar mutu nasional BAN PT, standar pelayanan minimum BLU-UB, dan standar ISO. Mekanisme check (C) dilakukan melalui audit baik oleh internal maupun eksternal yang dikoordinir oleh Manajer representative (MR). Tindakan koreksi sebagai hasil audit kemudian dilakukan perbaikan dan tindak lanjut untuk peningkatan mutu oleh Jurusan.
Produk yang dihasilkan dari proses bisnis organisasi adalah Lulusan, layanan pendidikan, inovasi penelitian dan pengabdian masyarakat yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah, masyarakat dan pengusaha.
Bisnis di Jurusan TEP merupakan bisnis jasa pelayanan pendidikan sumberdaya manusia yang terdiri dari tiga proses utama yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Proses pendukung meliputi manajemen sumberdaya dan manajemen layanan. Sebagai pelanggan adalah mahasiswa, orangtua mahasiswa dan pengguna lulusan. Penetapan pelanggan, persyaratan pelanggan, dan kepuasan pelanggan seperti tercantum dalam Tabel 1. Persyaratan pelanggan terdiri dari persyaratan input pelanggan dan persyarata output pelanggan. Persyaratan input pelanggan mengikuti ketetapan Rektor Universitas Brawijaya yang tertulis pada SELMA UB (http://selma.ub.ac.id/) sesuai sistem penjaringan dan seleksi mahasiswa yang berlaku di tingkat Universitas.
16
Gambar 4. Proses Utama (Bisnis Proses) Jasa Pelayanan Pendidikan Sumber DayaManusia Di Jurusan Keteknikan Pertanian
Proses utama Jurusan TEP sebagai jasa pelayanan pendidikan Sumberdaya Manusia bidang Keteknikan Pertanian meliputi mahasiswa baru, pemerintah, masyarakat dan pengguna lulusan sebagai input. Dalam proses, yang bertanggungjawab langsung kepada mahasiswa adalah proses manajemen di jurusan TEP yang terintegrasi dengan manajemen di FTP dan UB. Sebagai output adalah lulusan, layanan pendidikan, penelitian dan pengabdian, inovasi penelitian bagi pemerintah, masyarakat dan pengusaha.
Proses bisnis penelitian dilaksanakan dalam bentuk penyusunan roadmap penelitian dan integrasi pelaksanaan tugas akhir dalam roadmap penelitian jurusan (Gambar 5).
Proses bisnis penelitian berkaitan dengan proses yang dilaksanakan di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dan Badan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BP2M) FTP.
17
Gambar 5. Proses bisnis penelitian di Jurusan Keteknikan PertanianProses bisnis pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dalam bentuk kerjasama dengan instansi yang pengaturannya dilakukan di tingkat fakultas (gambar 6). Proses bisnis pengabdian kepada masyarakat berkaitan dengan proses yang dilaksanakan di LPPM dan BP2M FTP.
Gambar 6. Proses bisnis pengabdian kepada masyarakat di Jurusan Keteknikan Pertanian
18
Proses bisnis pendukung merupakan Manajemen Sumber Daya dan Layanan yang terdiri dari proses manajemen sumber daya dan manajemen layanan. Manajemen sumber daya terdiri dari pengembangan staf dan perencanaan pengembangan sarana dan prasarana. Sedangkan manajemen layanan berupa layanan laboratorium di lingkungan Jurusan Keteknikan Pertanian.Pengembangan staf yang dilakukan di Jurusan Keteknikan Pertanian meliputi pemetaan kompetensi dosen dan karyawan, analisis kebutuhan dan peningkatan kualitas melalui program kerja yang dibuat setiap tahun. Adapun peningkatan kuantitas dilaksanakan di tingkat fakultas dan universitas. Perencanaan pengembangan sarana dan prasarana dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan tiap unit dan proses bisnis, analisis SWOT dalam evaluasi diri program studi, hasil monitoring dan evaluasi tiap proses bisnis, serta ketersediaan dana dari fakultas. Berdasarkan keempat hal tersebut, dilakukan suatu siklus PDCA melalui perencanaan yang dituangkan dalam Rencana Bisnis Anggaran (RBA) yang diajukan ke fakultas. Pelaksanaan selanjutnya akan dilakukan oleh Jurusan. Monitoring dan evaluasi diberikan untuk mendapatkan perbaikan dari aktivitas yang telah berlangsung.
Gambar 7. Proses bisnis manajemen sumber daya di Jurusan Keteknikan Pertanian Proses bisnis layanan laboratorium berfungsi melayani penelitian dan abdimas dosen/mahasiswa serta praktikum. Monitoring dan evaluasi layanan laboratorium dilakukan secara periodic sebagai bahan dasar untuk pemetaan fasilitas dan SDM. Berdasarkan pemetaan tersebut dibuat suatu analisis kebutuhan untuk perbaikan dan berkaitan dengan perencanaan pengembangan sumber daya. Proses bisnis tersebut dapat dilihat pada Gambar 8.
19
Gambar 8. Proses bisnis manajemen sumber daya di Jurusan Keteknikan Pertanian Adapun Penetapan dan persyaratan pelanggan sesuai dengan bagian yang terdapat di Jurusan Keteknikan Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini.20
Tabel 1. Penetapan dan persyaratan pelanggan sesuai dengan bagian yang terdapat di Jurusan Keteknikan Pertanian, Fakultas TeknologiPertanian, Universitas Brawijaya.
Bagian Penetapan pelanggan dan persyaratan input I. Pendidikan A. Program Studi S1 (Teknik Pertanian, Teknik Lingkungan, Teknologi Bioproses)
a. Mahasiswa
• Lulusan SMA IPA/ SMK IPA atau Sederajat
• Lolos ujian masuk di Universitas Brawijaya
• Mendaftar ulang dengan memenuhi persyaratan daftar ulang
• Mentaati semua peraturan yang berlaku di Jurusan TEP, FTP, dan UB.
• Mengikuti prosedur yang berlaku di Jurusan TEP, FTP, dan UB.
• Mengikuti proses belajar mengajar sesuai standar yang ditetapkan.
• Menyelesaikan tugas akhir sesuai standar yang ditetapkan.
• Mengikuti Yudisium sarjana
• Pelayanan pendidikan yang baik
• Masa studi tepat waktu
• Masa tunggu
b. Orang tua Mahasiswa
• Mendukung pemenuhan
• Menjalin kerjasama yang baik dengan Jurusan TEP, FTP, dan UB dalam fungsi koordinasi
pengawasan proses studi.
21
Bagian Penetapan pelanggan danpersyaratan input
Teknologi Bioproses.
• Memberikan masukan dalam pengembangan kurikulum sesuai perkembangan
permintaan pasar kerja.
• Ikut serta terlibat dalam akreditasi program studi.
• Kompetensi sesuai yang dibutuhkan
• Kinerja lulusan yang memuaskan.
• Umpan Balik pengguna lulusan.
B. Program Studi S2 Keteknikan Pertanian a. Mahasiswa
• Lolos seleksi masuk di Universitas Brawijaya
• Mendaftar ulang dengan memenuhi persyaratan daftar ulang
• Mentaati semua peraturan yang berlaku di Jurusan TEP, FTP, dan UB.
• Mengikuti prosedur yang berlaku di Jurusan TEP, FTP, dan UB.
• Mengikuti proses belajar mengajar sesuai standar yang ditetapkan.
• Menyelesaikan tugas akhir sesuai standar yang ditetapkan.
• Mengikuti Yudisium pascasarjana
• Pelayanan pendidikan yang baik
• Masa studi tepat waktu
• Masa tunggu mendapatkan pekerjaan pertama yang pendek bagi yang belum bekerja
• Evaluasi studi
• Tracer studi
• Umpan balik untuk PBM dan layanan pendidikan
b. Orang tua/wali mahasiswa
• Mendukung pemenuhan
• Menjalin kerjasama yang
• Masa tunggu
22
Bagian Penetapan pelanggan danpersyaratan input
pengawasan proses studi.
c. Instansi asal mahasiswa
• Menggunakan/
• Menjalin kerjasama yang baik dengan Jurusan TEP, FTP, dan UB dalam fungsi koordinasi
pengawasan proses studi.
• Kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan
• Kinerja lulusan yang memuaskan.
• Umpan Balik pengguna lulusan.
d. Pengguna lulusan (industri, pemerintah, swasta, dll.)
• Menggunakan/
membawahi lulusan S2 Keteknikan Pertanian.
• Memberikan masukan dalam pengembangan kurikulum sesuai perkembangan
permintaan pasar kerja.
• Ikut serta terlibat dalam akreditasi program studi.
• Kompetensi sesuai yang dibutuhkan
• Kinerja lulusan yang memuaskan.
• Umpan Balik pengguna lulusan.
II. Penelitian a. Dosen
• Dosen di Universitas Brawijaya
• Mentaati semua peraturan yang berlaku di
laboratorium.
• Mengikuti prosedur yang berlaku di laboratorium.
• Umpan Balik/ kuisioner layanan laboratorium.
23
Bagian Penetapan pelanggan danpersyaratan input
• Dosen di Universitas Brawijaya
• Mentaati semua peraturan yang berlaku di
laboratorium dan Jurusan.
• Mengikuti prosedur yang berlaku di laboratorium
• Umpan Balik/ kuisioner layanan laboratorium.
IV. Manajemen Sumberdaya dan Layanan
A. Manajemen Sumberdaya a. Pengembangan staf
• Dosen di Jurusan Keteknikan Pertanian
• Mentaati peraturan yang berlaku di Jurusan Keteknikan Pertanian.
• Pengembangan sesuai dengan kompetensi keilmuan.
• Evaluasi kinerja dosen.
• Karyawan di Jurusan Keteknikan Pertanian (Administrasi, PPLP)
• Mentaati peraturan yang berlaku di Jurusan
b. Perencaaan dan Pengembangan Sarana dan prasarana
• Bisnis proses di Jurusan Keteknikan Pertanian
• Sarana dan prasarana yang memadai.
• Umpan balik kepuasan layanan Jurusan
24
Bagian Penetapan pelanggan danpersyaratan input
Persyaratan proses pelanggan
Persyaratan output pelanggan
Kepuasan pelanggan
• Fakultas Teknologi Pertanian
• Menyediakan anggaran. • Anggaran tersedia sesuai kebutuhan
• Evaluasi terhadap serapan anggaran B. Manajemen Layanan
a. Laboratorium
• Mahasiswa yang
memprogram MK dengan praktikum.
• Mahasiswa yang
mendapat dana Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)
• Mahasiswa yang
melaksanakan penelitian untuk skripsi (S1) dan thesis (S2)
• Mahasiswa luar Jurusan TEP – UB
• Mahasiswa luar UB
• Dosen yang melakukan penelitian
• Mentaati semua peraturan yang berlaku di
laboratorium.
• Mengikuti prosedur yang berlaku di laboratorium.
• Fasilitas Laboratorium yang memadai
• Pelayanan
laboratorium yang memuaskan
• Umpan balik terhadap layanan laboratorium
25
4.5 Sistem Dokumen dan AuditSistem dokumen di Jurusan Keteknikan Pertanian mengikuti sistem dokumen yang ada di universitas, baik jenis dokumen maupun sistem kodifikasinya. System yang dianut adalah hirarki kerucut terbalik : Dokumen Induk (Visi, Misi dan Tujuan; Renstra;
Program Kerja; Pedoman Pendidikan), dan dokumen Mutu (Manual Mutu; Standard Mutu; Manual Prosedur; Instruksi Kerja; Borang dan Dokumen Pendukung). System dokumen tersebut dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Sistem Dokumen di Jurusan Keteknikan Pertanian
No Dokumen Kode Dokumen
I Dokumen Induk
1 Visi, Misi dan Tujuan Jurusan Keteknikan Pertanian UN10/F10/12/HK.00.a 2 Rencana Strategis Jurusan Keteknikan Pertanian UN10/F10/12/PR.01.02.d 3 Program Kerja Jurusan Keteknikan Pertanian UN10/F10/12/PR.02.00.a 4 Pedoman Pendidikan Jurusan Keteknikan Pertanian UN10/F10/12/HK.00.02.a
5 Manual Mutu UN10/F10/12/HK.01.02.b
II Standard Operasional Prosedure (SOP)
1 Pelaksanaan Perkuliahan UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/001
2 Jasa Analisa UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/002
3 Perbaikan Sarana dan Prasarana Jurusan UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/003 4 Penetapan Dosen Pembimbing Akademik UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/004 5 Penetapan Dosen Pembimbing PKL UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/005 6 Penetapan Dosen Pembimbing Skripsi UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/006 7 Perancangan dan Pengembangan Kurikulum UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/007
8 Verifikasi Soal UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/008
9 Pengendalian Dokumen dan Rekaman UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/009 10 Survey Kepuasan Mahasiswa Terhadap Kuliah UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/010
11 Peminjaman Fasilitas UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/011
12 Pengadaan Sarana Prasarana UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/012 13 Penyusunan dan Monitoring Materi Kuliah UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/013
14 Seminar Tugas Akhir UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/014
15 Penggunaan Laboratorium UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/015
16 Sumbangan Alat UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/016
17 Pengajuan Dana Praktikum UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/017
18 Manajemen Keuangan UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/018
19 Pengembangan Staf UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/019
20 Pengendalian Produk Yang Tidak Sesuai UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/020 21 Indikator Capaian Kinerja UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/021 22 Penyampaian Penangan Keluhan Pelanggan UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/022 23 Pemantauan Mutu Input Mahasiswa UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/023
26
No Dokumen Kode Dokumen
24 Tindakan Korektif dan Pencegahan UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/024
25 Tracer Study UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/025
26 Plotting Dosen Semester Antara UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/026 27 Rapat Tinjauan Manajemen UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/027 28 Penyusunan Renstra Jurusan UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/028 29 Evaluasi Sasaran Kinerja Pegawai UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/029 30 Pengendalian Alat Pemantauan dan Pengukuran
Pendidikan
UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/030
31 Peminjaman Dokumen UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/031
32 Surat Menyurat UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/032
33 Pengajuan Ujian Khusus UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/033 34 Penghapusan Mata Kuliah UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/034
35 Pengajuan KHS UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/035
36 Pelaksanaan Ujian PKL UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/036
37 Pelaksanaan Seminar Proposal Skripsi UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/037 38 Pengajuan Surat Ijin Penelitian UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/038 39 Pelaksanaan Ujian Skripsi UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/039
40 Pelaksanaan Yudisium UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/040
41 Legalisir Sertifikat Akreditasi UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/041
42 Peminjaman Ruang UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/042
III Instruksi Kerja
1 Rencana Bisnis
2 Evaluasi Proses Belajar Mengajar
Daftar keseluruhan dokumen tercantum dalam SOP Pengendalian Dokumen dan Rekaman (UN10/F10/12/99/HK.01.02.a/009)
Audit mutu dilakukan secara internal dan eksternal berdasarkan dokumen audit mutu UB. Audit internal dilaksanakan secara rutin, minimal satu tahun sekali untuk mengeukur terpenuhinya persyaratan SMM dan Standard Mutu yang diterapkan universitas.
Audit eksternal dilaksanakan untuk seluruh lembaga dan unit kerja di UB dalam mengukur pemenuhan terhadapt SMM ISO9001:2008 yang dinyatakan dalam kepatuhan, ada tidaknya temuan dan atau perolehan sertifikat. Penyesuaiannya mengikuti daftar periksa SPMI dengan ISO (Lampiran 2). Selain itu universitas dan PS-PS di UB dinilai Asesor dari BAN-PT untuk menentukan tingkat akreditasi institusi atau PS. Prosedur pengusulan, pelaksanaan dan perolehan akreditasi harus mengikuti ketentuan dan memenuhi persyaratan BAN-PT.
5. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 5.1 Komitmen Manajemen
Dalam rangka menjamin mutu pelayanan pendidikan dalam menyediakan sumber daya manusia di bidang Keteknikan Pertanian, maka Ketua Jurusan Keteknikan Pertanian berkomitmen untuk menjalankan Sistem Penjaminan Mutu secara sungguh-sungguh dengan jalan :
27
1. Mengangkat Sekretaris Jurusan Keteknikan Pertanian sebagai Manajer Representative (MR) dalam menjalankan manajemen mutu sehari-hari. Dalam rangka membantu MR, menunjuk tim Unit Jaminan Mutu (UJM) di Jurusan Keteknikan Pertanian.2. Membudayakan sistem mutu di lingkungan Jurusan Keteknikan Pertanian dengan cara mensosialisasikan kepada dosen, karyawan, laboran, mahasiswa dan pelanggan yang berkaitan.
3. Berkoordinasi secara rutin dengan MR dan tim UJM dalam implementasi Sistem Penjamin Mutu.
4. Menyiapkan segala sumber daya dalam mendukung implementasi Sistem Penjaminan Mutu.
5. Melakukan audit internal implementasi system penjaminan mutu di Jurusan Keteknikan Pertanian dan mematuhi Audit Internal Mutu (AIM) yang dilakukan oleh Universitas melalui Pusat Jaminan Mutu (PJM).
6. Mengukur kinerja organisasi guna memantau pemenuhan kebijakan dan sasaran mutu yang ditetapkan.
5.2 Kepuasan Pelanggan
Selain untuk mencapai visi dan misi, Jurusan Keteknikan Pertanian akan memberikan pelayanan kepada pelanggan yang meliputi mahasiswa, pengguna lulusan dan orangtua mahasiswa. Kepada pelanggan utama yaitu mahasiswa. Kepuasan mahasiswa dilakukan dengan :
1. Setiap mahasiswa mendapatkan dosen pembimbing akademik (dosen wali)
2. Setiap mahasiswa disediakan fasilitas bimbingan dan konseling non akademik serta kakak asuh yang dikoordinir oleh BKPA di bawah Fakultas Teknologi Pertanian.
3. Setiap mahasiswa yang berprestasi dan kurang mampu akan mendapatkan beasiswa.
4. Dalam proses belajar mengajar disiapkan sarana prasarana sesuai dengan standard Badan Akreditasi Nasional Perguruan TInggi (BAN-PT).
5. Setiap akhir semester diedarkan borang kepuasan mahasiswa terhadap proses belajar mengajar di bawah koordinasi Fakultas Teknologi Pertanian dan layanan pendidikan di Jurusan Keteknikan Pertanian.
Kepada pelanggan pengguna lulusan, kepuasan yang diberikan yaitu berupa;
1. Menyediakan mahasiswa yang ahli di bidang keteknikan pertanian.
2. Menyediakan mahasiswa yang memiliki soft skil meliputi komunikasi, penguasaan IT bidang keteknikan, dan bahasa inggris.
3. Menjalin kerjasama dalam bidang penelitian dan pengabdian pada masyarakat, pengembangan sumberdaya manusia, dan pengembangan institusi.
Kepada pelanggan yaitu orangtua mahasiswa, kepuasan yang diberikan yaitu:
1. Memberikan jaminan kelulusan tepat waktu minimal 20%.
2. Memberikan fasilitas pendidikan dan pengajaran yang sesuai dengan standar akreditasi BAN PT.
3. Memberikan soft skill tambahan kepada mahasiswa sebagai bekal berkehidupan di masyarakat baik komunikasi, penguasaan IT maupun bahasa.
5.3 Kebijakan Mutu
Jurusan Keteknikan Pertanian mempunyai kebijakan mutu sebagai berikut Jurusan Keteknikan Pertanian melaksanakan proses belajar mengajar dalam rangka
menyediakan sumber daya manusia dibidang Keteknikan pertanian yang dapat memenuhi kebutuhan stakeholders dengan menjamin mutu lulusan sesuai persyaratan, melalui realisasi system penjaminan mutu secara terus menerus dan
melakukan peningkatan mutu secara bertahap.
Dalam usaha merealisasikan kebijakan di atas, dinyatakan dalam dokumen Manual Mutu Jurusan Keteknikan Pertanian kode UN10/F10/12/HK.01.02.b.
28
5.4 Perencanaan Sistem MutuPerencanaan system mutu dimulai dari dokumen Visi dan Misi (UN10/F10/12/HK.00.a). Untuk mencapai visi dan misi tersebut, maka disusunlah dokumen Rencana Strategis (Renstra) kode : UN10/F10/12/PR.01.02.d, Manual Mutu kode : UN10/F10/12/HK.01.02.b dan atau Sasaran Mutu (Quality Objective), Standar Operasional Prosedur (SOP) dan dokumen pendukung lainnya.
Standard Mutu Jurusan disusun berdasarkan standard Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN_PT), dengan maksud agar memperlancar eprsiapan jurusan atau Program Studi dalam menghadapai akreditasi.
Sasaran Mutu Jurusan mengikuti Sasaran Mutu yang telah ditetapkan oleh Jurusan Keteknikan Pertanian :
1. Menjamin bahwa akreditasi seluruh Program Studi (PS) di Jurusan Keteknikan Pertanian mendapatkan nilai A
2. Memastikan bahwa kepatuhan terhadap setiap Audit Internal Mutu (AIM) minimal adalah 80 %.
3. Menjamin persiapan untuk sertifikasi ISO9001:2008 telah mencapai 80 %.
4. Menjamin persiapan untuk menuju World Class University telah mencapai 30 %.
5. Menjamin bahwa 90 % pelanggan utama (mahasiswa) puas terhadapt layanan pendidikan yang telah diberikan.
6. Memastikan bahwa kepatuhan terhadap pelayanan pada setiap unit di Jurusan Keteknikan Pertanian terhadap Audit Pelayanan Prima mencapai angka minimal 700 poin
Sasaran mutu di Jurusan Keteknikan Pertanian ditetapkan secara terukur dan ditinjau secara periodik. Penetapan sasaran mutu sebagai berikut :
A. Pengembangan dan pelaksanaan pendidikan tinggi
Terdiri dari standar input, standar proses, standar output, standar outcome seperti yang dicantumkan dalam Tabel 3-6 sebagai berikut:
Tabel 3. Standar Input
Standar Parameter Indikator Keberhasilan
Bahan Ajar Kompetensi Kurikulum lengkap Silabus Pembelajar, SAP, RPS, daftar hadir
Kuantitas & Kualitas Dosen
Dosen pakar cukup 1 : 30 mhs
Fasilitator cukup ≥ 4 fasilitator /modul
Tutor cukup ≥ 1 tutor
Sarana & Prasarana PBM
Ruang kuliah/diskusi memadai 30 - 60 mahasiswa per kelas Perpustakaan memadai 1 unit lengkap
Perangkat Skill Lab 1 unit lengkap Teknologi Informasi Kemudahan akses informasi Hot spot
Sistem Pendukung PBM Administrasi Akademik memadai SIAKAD, SIAM, SIMPEL, SIREGI berfungsi
Tabel 4. Standar Proses
Standar Parameter Indikator
Kualitas Pembelajaran Kualitas diskusi Rasio Tutor:Mahasiswa ≥ 1:30
Ketersediaan Modul 1 modul/MK/semester Efektivitas Pembelajaran Ada mata kuliah terintegrasi Setiap semester ada mata
kuliah integrasi Proporsi kompetensi utama,
pedukung dan penunjang
Ada mekanisme “Curriculum Mapping”
29
yang membentuknyaKuliah tamu dari praktisi Sekali dalam setahun Kepuasan mahasiswa
Tabel 5. Standar Output
Standar Parameter Indikator
Sarjana Lama studi 50% dari total mahasiswa per angkatan
≤ 5 tahun Indeks Prestasi Kumulatif 25%
dari total mahasiswa per angkatan
≥ 3,0
Lulus Matakuliah Wajib PS dalam 3 tahun
75% dari total mahasiswa per angkatan
Selesai magang kerja pada tahun ke 4
75%
Memperoleh pengakuan dari para pihak terhadap skripsi
Pengakuan kualitas skripsi dari yang berwenang terkait dengan topik skripsi
Tabel 6. Standar Outcome
Standar Parameter Indikator
Kepuasan “Pasar” Hasil Tracer Study Alumni Tingkat kepuasan 70%
Penetrasi Pasar Tinggi Lama tunggu ≤ 3 bulan Kepuasan “Penggunaan
Lulusan”
Evaluasi pengunaan lulusan Tingkat kepuasan pengguna lulusan 65%
Kepuasan Pemerintah Akreditasi BAN PT Akreditasi A 1. Proses Penelitian
Sasaran mutu untuk proses penelitian dijelaskan dalam Tabel 7.
Tabel 7. Proses Penelitian
Standar Parameter Indikator
Karya ilmiah yang tidak dipublikasikan
Laporan hasil penelitian Satu buah per mahasiswa yang dibimbing oleh dosen Karya ilmiah yang
dipublikasikan
Artikel ilmiah dalam seminar ilmiah
7 karya ilmiah, 8 prosiding Bagian dari Jurnal Jurnal publikasi nasional
terakreditasi= 3 artikel/tahun Jurnal publikasi internasional
= 1 artikel/tahun
Buku 1 buku per tahun
Hasilkan karya ilmiah Paket Teknologi 1 paket teknologi per 3 tahun 2. Proses pengabdian kepada masyarakat dan kegiatan usaha yang berorientasi
pada peningkatan pelayanan masyarakat di bidang pertanian
Tabel 8 menjelaskan sasaran mutu untuk proses pengabdian kepada masyarakat sebagai berikut:
Tabel 8. Proses Pengabdian
30
Standar Parameter Indikator Keberhasilan
1. Pengembangan Pengabdian kepada Masyarakat
1. Pendidikan kepada masyarakat
85% masyarakat yang menggunakan jasa merasa puas
2. Pelayanan kepada masyarakat
60% masyarakat yang dilayani merasa puas
3. Masyarakat sebagai tempat belajar
Tersedia
3. Proses pengembangan kerjasama institusional
Untuk sasaran mutu proses pengembangan kerjasama institusional dijelaskan dalam Tabel 9.
Tabel 9. Proses Pembinaan dan Kerjasama Civitas Akademika
Standar Parameter Indikator
Standar Parameter Indikator