• Tidak ada hasil yang ditemukan

BOGOR

2012

DAFTAR PUSTAKA

Agresti A, Finlay B. 2009. Statistical Methods for The Social Science. Ed ke-4. New Jersey: Pearson E.

Ali M. 2003. Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Ibu Bekerja dan Ibu Tidak Bekerja Tentang Imunisasi. Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Sumatera Utara: Universitas Sumatera Utara.

Allen KM, Blascovich J, Mendes WB. 2002. Cardiovascular reactivity and the presence of pets, friends and spouses. Psyc Med 64: 727–739.

[AWAC] Animal Welfare Advisory Committee. 1993. Code of Recommendations and Minimum Standards for the Welfare of Animals in Boarding Establishments. Code of Animal Welfare No. 9. Ministry of Agriculture New Zealand.

Animal Welfare Act. 2006. United Kingdom: The Stationery Office

Azwar. 2003. Sikap Manusia. Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Liberty. Bauman AE, Russell SJ, Furber SE, Dobson AJ. 2001. The Epidemiology of Dog

Walking. MedJ Austral 175: 632–634.

Beerda B, Schilder MBH, Bernadina W, Van Hoof JARAM, De Vries HW, Mol JA. 2000. Behavioral and hormonal indicators of enduring environmental stress in dogs. Anim Welfare 9:49–62.

Billaud J, Lesslie T. 2007. Avian Influenza Knowledge, Attitude and Practices (KAP) Survey. Kabul: Sayara Media.

[BPS] Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta. 2011. Hasil Sensus Penduduk 2010. Data Agregat Per Kabupaten/Kota Provinsi DKI Jakarta.

Brown SG, Rhodes RE. 2006. Relationships among dog ownership and leisure- time walking in western canadian adults. American J Prev Med 30: 131– 136.

Duncan IJD. 1993. Welfare is to do with what animals feel. J Agric Environ Ethics (Special Suppl 2): 8-14.

[DEFRA] Department for Environtment Food and Rural Affairs. 2009. Code of practice for the welfare of dogs. United Kingdom: Crown

Feldman RS. 1985. Social Psychology: Theories, Research, and Application. New York: McGraw-Hill.

Fox MW. 1965. Environmental factors influencing stereotyped and allelomimetic behaviour in animals. Lab Anim Care 15: 363-370.

Fox MW. 1986. Laboratory Animal Husbandry. State University of New York: Pr Albany

Fraser, AF Broom DM. 1990. Farm Animal Behaviour and Welfare, 3rd ed. Bailliere Tindall, London, England

Gerungan. 1996. Psikologi Sosial. Bandung: Eresco

Giuseppe GD, Abbate R, Albano L, Marinelli P, Angelillo IF. 2008. A survey of knowledge, attitudes and practices toward avian influenza in an adult population of italy. J Bio Med Central Infect Dis 8: 36.

Gosling SD, John OP. 1999. Personality dimensions in non-human animals: a cross-species review. Current Direc in Psychological Sci 8:69-75.

Gosling SD. 2001. From mice to men: what can we learn about personality from animal research? Psychol Bul 127: 45-86.

Gosling SD, Vazire S. 2002. Are we barking up the right tree? evaluating a comparative approach to personality. J Res in Personality 36: 607-614. Gosling SD, Kwan VSY, John OP. 2003. A dog’s got personality: a cross-species

comparative approach to evaluating personality judgments. J Personality Soci Psych 85:1161-1169.

Harihanto. 2001. Persepsi, Sikap dan Perilaku Masyarakat Terhadap Air Sungai. [Disertasi] Doktor. Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Hart MB, Cathy MS, Neumann M, Veltri AT. 2007. Hand injury prevention

training: assessing knowledge, attitude, and behavior. J SH & E Res 3: 1- 23

Hetts S, Clark JD, Calpin JP, Arnold CE, Mateo JM. 1992. Influence of housing conditions on beagle behaviour. App Anim Behav Sci 34: 137-155.

Hubrecht RC, Serpell JA, Poole TB. 1992. Correlates of pen size and housing conditions on the behavior of kenneled dogs. App Anim Behav Sci 34: 365–383.

Hubrecht RC. 1993. Enrichment in puppyhood and its effects on later behavior of dogs. Lab Anim Sci 45(1): 70–75.

Hubrecht RC. 1995. The Welfare of Dogs in Human Care. Di dalam Serpell JA, editor. The Domestic Dog: Its Evolution, Behavior and Interactions with People.Cambridge: Cambridge University Pr.

Katcher AH. 1981. Interactions Between People and Their Pets: Form and Function. Di dalam Fogle B, editor. Interrelationships between People and Pets. Springfield: Charles C. Thomas.

Ledger R. 2004. Assessing the welfare of kenneled dogs: biological functioning, natural living and affective states: http://homepage.psy.utexas.edu /homepage/group/animpersinst/RLNov2Talk.html. [22 Desember 2011]

Lin Y, Huang L, Nie S, Liu Z, Yu H, Yan W, Xu Y. 2011. Knowledge, attitudes, and practices (KAP) related to the pandemic (H1N1) among Chinese general population: a telephone survey 2009. J Bio Med Central Infect Dis

11: 128.

Lindsay SR. 2000. Handbook of applied dog behavior and training. Vo1. 1: Adaptation and learning. Ames: Iowa State University Pr.

Loveridge GG. 1998. Environmentally enriched dog housing. Appl Anim Behav Sci 59: 101-113.

Morton DB. 2000. A systematic approach for establishing humane endpoints.

Institute for Lab Anim Res J 41:80-86.

Notoatmodjo S. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

[OIE] Office Internationale des Epizootique. 2011. The OIE’s achievements in animal welfare. [terhubung berkal

Palaian S, Acharya LD, Rao PGM, Ravi P, Nair NM, Nair NP. 2006. Knowledge, attitude, and practices outcomes: evaluating the impact of counseling in hospitalized diabetic patiens in india. J Pharmacol 7: 383-396.

[PERDA] Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta. 2008. Tentang Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2007-2012. Peraturan

Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 1 Tahun 2008. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

[PERGUB] Peraturan Gubernur Daerah Provinsi DKI Jakarta. 2011. Tentang

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2007-2012.

Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 1 Tahun 2008. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

[PERKIN] Perkumpulan Kinologi Indonesia Jaya. 2011. Laporan Tahunan

Pfeil A, Mutsch M, Hatz C, Szucs TD. 2010. A cross-sectional survey to evaluate knowledge, attitudes and practices (KAP) regarding seasonal influenza vaccination among european travelers to resource-limited destinations. J Bio Med Central Pub Health 10: 402.

Rahayuningsih SU. 2008. Psikologi Umum Bab. I. Jakarta: Universitas Gunadarma

Reid P, Goldman J, Zawistowski S. 2004. Animal shelter behavior programs. In: Miller L, Zawistowski S. Shelter Medicine for Veterinarians and Staff. Ames: Blackwell

Richeson NE. 2003. Effects of Animal-Assisted Therapy on Agitated Behaviors and Social Interactions of Older Adults with Dementia. American Journal of Alzheimers Disease and Other Dementia 18: 353–358.

Rollin B. 1993. Animal welfare, science and value. J Agric Environ Ethics (Special Suppl 2): 8-14

Sarwono SW. 2002. Psikologi Sosial: Individu dan Teori-Teori Psikologi Sosial.

Jakarta: Balai Pustaka

Seamer JH. 1993. Farm animal welfare in Britain. SCAW (Scientists for Animal Welfare) Newsletter 14(4): 13-14

Serpell JA. 1991. Beneficial Effects of Pet Ownership on Some Aspects of Human Health and Behaviour. J Soc Med 84: 717–720.

Shiloh S, Sorek G, Terkel J. 2003. Reduction of state-anxiety by petting animals in a controlled laboratory experiment. Anxiety, Stress and Coping 16: 387–395.

Suparta N. 2002. “Perilaku Agribisnis dan Kebutuhan Penyuluhan Peternakan Ayam Ras Pedaging”. Disertasi Doktor. Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Supriyadi. 1993. Pendekatan psikologi dalam pengukuran KAP dibidang kesehatan. sosiomedika. 1 (03). Denpasar.

Walgito B. 2002. Psikologi Sosial: Suatu Pengantar. Yogyakarta: Aditya Media. Webster J. 2005. Animal Welfare. Limping towards Eden. Blackwell, Oxford. Wells DL and Hepper PG. 2000. The influence of environmental change on the

behavior of sheltered dogs. Appl Anim Behav Sci 68:151–162.

Wells DL. 2004. The facilitation of social interactions by domestic dogs.

Anthrozoos 17: 340–352.

Wells DL, Lawson SW, Siriwardena N. 2008. Canine responses to hypoglycaemia in patients with type 1 diabetes. J Alternative and Complementary Med 14:1235–1241.

Wilson C. 1991. The pet as an anxiolytic intervention. J NervMentl Dis 179: 482– 489.

Lampiran 1 Kuesioner pemilik kennel

KAP Tentang Kesejahteraan Hewan Pada No Kuesioner :

Kennel Di Wilayah DKI Jakarta Enumerator :

Tanggal :

Waktu : s/d P e rn ya ta a n p e rs e tu ju a n

Kami mahasiswa S2 Pascasarjana IPB ingin melakukan wawancara mengenai kesejahteraan hewan di kennel. Kami akan menanyakan tentang perilaku dan kebiasaan Bapak/Ibu dalam penanganan anjing. Informasi ini akan membantu kami dalam menyelesaikan tugas akhir kuliah dan sebagai gambaran terkait manajemen pemeliharaan. Wawancara berlangsung sekitar ± 30 menit dan hasil wawancara ini akan dijaga kerahasiaannya. Partisipasinya di dalam wawancara ini bersifat sukarela dan kami menganggap informasi dari Bapak/Ibu sangat penting. Apakah Bapak/Ibu bersedia diwawancarai? Ya Tidak Jika tidak, mohon berikan alasannya, mengapa Bapak/Ibu tidak bersedia diwawancara A. Data Responden A.1 Nama : Nama kennel : ……….

Nama pemilik : ……….

A.2 Alamat : Alamat kennel : ………...

Alamat rumah : ………...

A.3 No. telp/HP : ………. A.4 Jenis kelamin : Laki-laki Perempuan A.5 Umur : ………. tahun

B. Karakteristik Pemilik Kennel

B.1 Apakah pendidikan formal Bapak/Ibu ? : Tidak sekolah

SD SMP SMU

B.2 Sudah berapa lama Bapak/Ibu mempunyai usaha kennel ? (sejak tahun : …..… s/d sekarang) ……… tahun

B.3 Apakah usaha kennel tersebut merupakan usaha sampingan ? Ya, merupakan usaha sampingan

Tidak, merupakan pekerjaan utama (lanjut ke B.5) B.4 Apakah pekerjaan utama Bapak/Ibu ?

Pegawai negeri Wiraswasta Pegawai swasta Polisi/TNI Lainnya, sebutkan : ……….

B.5 Jenis anjing apa saja yang dipelihara saat ini ?

NO Jenis Anjing Jumlah

Induk Jumlah Anak Keterangan 1. 2. 3. 4. 5, Total

B.6 Dari mana Bapak/Ibu mendapatkan indukan anjing ? (Jawaban boleh lebih dari 1)

Pet shop Pedagang eceran Impor Kennel orang lain Lainnya, sebutkan : ……... Kennel sendiri

B.7 Berapa rata-rata jumlah anak anjing yang lahir dalam setahun ?

NO Jenis Anjing Jumlah

Induk Jumlah Anak Keterangan 1. 2. 3. 4. 5, Total B. Manajemen Pemeliharaan

B.8 Bagaimana cara Bapak/Ibu memelihara anjing ? (Jawaban boleh lebih dari 1)

Dilepas Dikandangkan terpisah Dikandangkan berkelompok Diikat

Lainnya, sebutkan : ……...

B.9 Apakah dalam memelihara anjing Bapak/ibu dibantu perawat anjing ? Ya, ………. Orang Tidak

B.10 Dimanakah tempat Bapak/ibu memelihara anjing ? (Jawaban boleh lebih dari 1)

Tempat khusus Dalam rumah Pekarangan rumah Dalam toko

Pekarangan toko Lainnya, sebutkan : ………. B.11 Jika Bapak/Ibu memelihara anjing lebih dari 1 jenis, apakah

kandangnya terpisah setiap jenisnya ?

Ya Ada beberapa yang dipisah

Tidak Lainnya, sebutkan : ……… B.12 Apakah Bapak/Ibu menggunakan hormon agar induk anjing birahi ? Ya, jenis apa : ……….

Tidak

B.13 Berapa kali dalam setahun rata-rata induk-induk anjing Bapak/Ibu mengalami kebuntingan ?

Satu kali Dua kali Tiga kali Lainnya,sebutkan :………. B.14 Berapa rata-rata maksimal umur induk anjing di kennel Bapak/Ibu tidak bunting lagi ?

3-4 tahun 5-6 tahun 7-8 tahun 9-10 tahun > 10 tahun

B.15 Pada umur berapa hari rata-rata anak anjing di kennel Bapak/Ibu disapih dari induknya ?

Dibawah 14 hari 15 hari s/d 21 hari 22 hari s/d 30 hari 31 hari s/d 45 hari 46 hari s/d 60 hari Diatas 60 hari B.16 Apakah wadah pakan dan wadah minum terpisah ?

Ya Tidak

B.17 Darimana asal air minum untuk anjing di kennel Bapak/Ibu ? Sumur PAM / Air ledeng

Tampungan air hujan Air isi ulang Lainnya, sebutkan : ………..

B.18 Kapan saja dibersihkan tempat makan dan minum ?

Setiap hari Beberapa kali seminggu Seminggu sekali Sebulan sekali

Tidak tentu Sebulan dua kali B.19 Terbuat dari bahan apa sajakah kandang anjing ? (Jawaban boleh lebih dari 1)

Beton Kayu

Besi Kawat

Lainnya, sebutkan : ……… Tripleks

B.20 Apakah Bapak/Ibu pernah mendapatkan pelatihan mengenai cara memelihara dan merawat anjing ?

B.21 Darimanakah Bapak/Ibu mendapat pelatihan/pengetahuan tersebut ? (Jawaban boleh lebih dari 1)

Dinas Peternakan PERKIN Sekolah Otodidak Lainnya, sebutkan : ……….

B.22 Apakah anjing Bapak/Ibu pernah diberi obat/vitamin ?

Jika Ya, isi tabel dibawah ini Jika Tidak, lanjut ke B.22

NO Jenis Obat/ Vitamin/jamu Pemberian (lihat keterangan) Yang Memberikan 1. 2. 3. 4. 5. Keterangan : 1 = setiap hari

2 = beberapa kali seminggu 3 = seminggu sekali

4 = jika sakit saja 5 = tidak teratur

B.23 Gejala sakit apakah yang sering ditemui ? (Jawaban boleh lebih dari 1)

Lemas/lesu Gemetar Nafsu makan turun Batuk/bersin

Muntah Diare

Demam Terluka Lainnya, sebutkan : ………..

C. Kesejahteraan Hewan

Bebas dari rasa haus dan lapar

C.1 Apakah frekwensi pemberian pakan yang Bapak/Ibu berikan untuk anak anjing dengan anjing dewasa berbeda ?

Ya Tidak Tidak tentu

C.2 Seberapa sering Bapak/Ibu memeriksa air minum di kandang ? Hanya saat memberi makan Setiap 8 jam sekali Setiap 6 jam sekali Setiap 4 jam sekali

C.3 Siapakah yang menentukan jenis dan takaran makanan untuk anjing Bapak/Ibu ?

Menentukan sendiri sesuai selera Menentukan sendiri sesuai aturan Menentukan sendiri sesuai kebutuhan pakai

Lainnya, sebutkan : ………

C.4 Sebutkan gejala-gejala yang biasanya tampak pada anjing Bapak/Ibu yang diberi makanan mentah ? (Jawaban boleh lebih dari 1)

Feses agak cair & berbau Bau mulut Mual/muntah Lainnya, sebutkan : ……….. Tidak tahu

Bebas dari rasa tidak nyaman

C.5 Bahan-bahan apa saja yang biasa Bapak/Ibu gunakan untuk alas pada tempat tidur anjing ? (Jawaban boleh lebih dari 1)

Kain handuk Kertas koran Karet Plastik

Lainnya, sebutkan : …..…………. Tidak pakai alas

C.6 Bagaimana cara Bapak/Ibu membuat agar tempat tidur anjing tetap kering ? (Jawaban boleh lebih dari 1)

Melatih anjing membuang kotoran di satu tempat dalam kandang Menyediakan tempat anjing membuang kotoran di dalam kandang Lainnya, sebutkan : ……….. C.7 Apa yang Bapak/Ibu lakukan agar udara dalam kennel tetap segar ? (Jawaban boleh lebih dari 1)

Segera membuang kotoran dilantai

Membersihkan lantai dengan karbol/pembersih lantai

Menyalakan alat pembersih udara (jika tersedia air purifier & exhaust) Membuat ventilasi kennel yang cukup

Lainnya, sebutkan : ………. C.8 Bagaimanakah cara Bapak/Ibu mencegah agar anjing tidak cidera karena terpeleset didalam kandang ? (Jawaban boleh lebih dari 1)

Melapis lantai dengan karet/plastik Mencegah adanya genangan air Lainnya, sebutkan : ……… Membuat lantai kasar

Bebas dari rasa sakit, cidera dan penyakit

C.9 Apa yang Bapak/Ibu lakukan, jika melihat anjing sakit atau terluka? (Jawaban boleh lebih dari 1)

Mengobati sendiri Membiarkan sembuh sendiri

Memeriksakan ke Dokter Hewan Lainnya, sebutkan : ………. C.10 Siapakah yang melakukan vaksinasi terhadap anjing Bapak/Ibu ?

Melakukan sendiri Dokter Hewan

Menyuruh karyawan Lainnya, sebutkan : ……… C.11 Jika anjing mengalami cacingan, kulit gatal-gatal atau bulu rontok, apakah yang akan Bapak/Ibu lakukan ? (Jawaban boleh lebih dari 1)

Mengobati sendiri Membiarkan sembuh sendiri Memeriksakan ke dokter hewan Lainnya, sebutkan : ……….. C.12 Bagaimana cara Bapak/Ibu memegang anjing-anjing di kennel ?

Pakai sarung tangan, Tidak perlu pakai sarung tangan Kadang dipakai, kadang tidak Lainnya, sebutkan : ………

Bebas mengekspresikan perilaku normal

C.13 Apakah upaya Bapak/Ibu dalam mengatasi keterbatasan lingkungan

kennel ? (Jawaban boleh lebih dari 1)

Mengajak bermain/berlatih Mendengarkan musik

Memberi mainan Menyediakan lapangan bermain Lainnya, sebutkan : ………..

C.14 Bagaimana cara Bapak/ibu mengikat anjing agar tidak tercekik/terluka ? (Jawaban boleh lebih dari 1)

Bahan ikatan pada leher dari kain Bahan ikatan leher dari rantai Ikatan leher tidak ketat Tali/rantai tidak pendek Lainnya, sebutkan : ……….

C.15 Anjing di kennel memerlukan latihan/bermain di luar kandang, seberapa sering Bapak/ibu menyalurkan keinginannya tersebut ?

Satu kali dalam seminggu Dua kali dalam sebulan Beberapa kali dalam seminggu Jarang sekali

Lainnya, sebutkan : ………

C.16 Langkah apa yang Bapak/Ibu lakukan agar anjing-anjing di kennel saat barhadapan satu dengan yang lainnya tidak saling menggonggong ? (Jawaban boleh lebih dari 1)

Membawa jalan beberapa ekor anjing bersamaan Menyatukan beberapa ekor anjing di dalam satu kandang besar

Membiarkan saja, dengan sendirinya akan bergaul Lainnya, sebutkan : ……….

Bebas dari ketakutan dan tertekan

C.17 Bagaimana cara Bapak/Ibu melatih anjing agar patuh pada perintah ? (Jawaban boleh lebih dari 1)

Perintah keras Perintah tegas tanpa isyarat

Perintah tegas dengan isyarat Lainnya, sebutkan : ……… C.18 Apakah Bapak/Ibu menempatkan kandang berisi anjing besar berhadapan dengan kandang berisi anjing kecil ? (Jawaban boleh lebih dari 1) Ya, karena keterbatasan jumlah kandang

Ya, karena tidak begitu berpengaruh Tidak

C.19 Bagaimana pendekatan Bapak/Ibu agar anjing tidak takut ? (Jawaban boleh lebih dari 1)

Membujuk dengan mainan Memberikan perhatian lebih Membujuk dengan makanan Lainnya, sebutkan ? …………. C.20 Jika anjingnya pernah mengalami stres, tindakan apa saja yang Bapak/Ibu lakukan ? (Jawaban boleh lebih dari 1)

Konsultasi dengan Dokter hewan Menjauhkan dari penyebab stres

Memenuhi kebutuhan dalam upaya penyembuhan Lainnya, sebutkan :……….

PENGETAHUAN PEMILIK KENNEL

Untuk mengisi form pengetahuan pemilik Kennel, Bapak/Ibu dimohon membaca pertanyaan-pertanyaan berikut dengan teliti. Setelah membaca setiap pertanyaan, silahkan berikan jawaban sejujurnya terhadap pertanyaan tersebut. Jawaban dilakukan dengan memberi tanda silang (X) pada salah satu kolom jawaban, yakni “benar”, “salah”, atau “tidak tahu”.

NO PERTANYAAN

JAWABAN Benar Salah Tidak

Tahu

1.

Bebas dari rasa haus dan lapar

Kebutuhan makan anjing tidak hanya ditentukan dari jumlah berapa kali pemberian pakan dalam sehari

2. Air minum didalam kandang diperiksa bersamaan dengan pemberian makan

3. Kandungan gizi dalam pakan menyebabkan obesitas

4. Makanan mentah (ikan, daging bertulang) tidak berpengaruh secara langsung pada kesehatan anjing, karena alamiahnya anjing adalah hewan karnivora

5.

Bebas dari rasa tidak nyaman

Pada saat anjing memerlukan tempat untuk istirahat, anjing dapat tidur dimana saja dalam kandang

6. Anjing yang dikurung bebas membuang kotoran di dalam kandang

7. Ventilasi berpengaruh mengurangi bau dan lembab didalam kandang anjing, walaupun bukan yang utama

8. Lantai kandang licin sangat mudah untuk dibersihkan, sehingga anjing merasa nyaman

9.

Bebas dari rasa sakit, cidera dan penyakit

Anjing sakit atau cidera dapat diobati sendiri 10. Vaksinasi bukan satu-satunya cara untuk

mengendalikan penyakit menular

11. Obat cacing tidak boleh sering diberikan. Cukup saat anjing mengalami cacingan

12. Kesehatan anjing tidak ada hubungannya dengan kesehatan pemilik anjing, karena jenis penyakitnya berbeda

13.

Bebas mengekspresikan perilaku normal

Ukuran kandang menentukan performa anjing

14. Anjing tidak begitu masalah jika diikat / ditambat dengan tali / rantai yang pendek 15. Anjing tidak perlu kontak dengan lingkungan

luar karena fasilitas di kennel sudah tersedia 16. Di dalam kennel, anjing harus dibatasi

berinteraksi dengan anjing lain karena dapat merugikan kesehatannya

17.

Bebas dari ketakutan dan tertekan

Mendidik anjing dengan ketegasan menimbulkan rasa kasih sayang

18. Bangunan/ruangan yang berisikan kandang anjing ras besar dan kandang anjing ras kecil tidak perlu dipisahkan karena kandangnya sudah terpisah dan untuk efisiensi tempat 19. Anjing mampu bertahan dalam segala kondisi

sehingga sulit untuk trauma

20. Anjing di kennel memerlukan perhatian dari siapa saja

SIKAP PEMILIK KENNEL

Untuk mengetahui bagaimana sikap Bapak/Ibu terhadap penanganan anjing di kennel, dimohon membaca pernyataan-pernyataan berikut secara teliti. Setelah itu Bapak/Ibu dapat memberikan tanggapan yang paling sesuai menurut pendapatnya, dengan memberikan tanda silang (X) pada salah satu jawaban

“setuju”, “ragu-ragu”, atau “tidak setuju”.

NO PERNYATAAN TANGGAPAN/ PENILAIAN Setuju Ragu- ragu Tidak Setuju 1.

Bebas dari rasa haus dan lapar

Menurut pendapat saya memberi makan anjing berapa kali sehari tidak masalah asalkan memenuhi kebutuhannya

2. Memastikan ketersediaan air minum bersamaan dengan saat memberi makan anjing

3. Saya percaya, kandungan gizi dalam pakan dapat menyebabkan anjing obesitas

4. Saya tidak percaya, anjing yang memakan makanan mentah seperti ikan/ daging bertulang mempengaruhi kesehatan anjing. Karena anjing memiliki naluri

5.

Bebas dari rasa tidak nyaman

Tempat tidur tidak berpengaruh pada anjing. Karena anjing dapat tidur di dalam kandang sesuka hatinya

6. Tersedianya kandang yang luas membuat anjing lebih bebas membuang kotoran

7. Bau dan lembab didalam kandang anjing merupakan hal biasa meskipun tersedianya ventilasi sehingga tidak begitu berpengaruh terhadap anjing

8. Pada kenyataannya, membersihkan kotoran pada lantai kandang licin lebih cepat bersih, sehingga anjing merasa nyaman

9.

Bebas dari rasa sakit, cidera dan penyakit

Pemilik kennel berkewajiban mengobati sendiri jika anjingnya sakit atau terluka

10. Menurut pendapat saya, vaksinasi pada anjing bukan yang utama dalam pencegahan terhadap penyakit. tetapi harus diperhatikan kebersihan lingkungan kennel

11. Saya menganggap perlu memberikan obat cacing saat anjing kecacingan. Karena jika berlebih dapat menimbulkan efek samping

12. Saya tidak melihat adanya pengaruh negatif kesehatan anjing terhadap kesehatan manusia sebagai masalah serius. Karena penyakitnya berbeda

13.

Bebas mengekspresikan perilaku normal

Meskipun perlu ukuran kandang yang sesuai, tetapi kennel masih dapat menyesuaikan dengan kondisi lahan

14. Anjing diikat/ditambat dengan tali/rantai yang pendek menghindari leher anjing terlilit

15. Menurut pendapat saya, dengan fasilitas kennel

yang lengkap anjing sudah dapat mengekspresikan nalurinya sehingga tidak perlu dibawa jalan/bermain di luar kennel

16. Saya tidak melihat adanya manfaat interaksi antara anjing yang satu dengan anjing lainnya di dalam kennel. Karena berpotensi menyebarkan penyakit

17.

Bebas dari ketakutan dan tertekan

Saya merasa bahwa kemampuan anjing untuk memahami manusia sangat baik, sehingga dengan ketegasan saja anjing sudah mengerti 18. Saya memperhatikan sifat dari setiap jenis anjing

yang dikandangkan, biasanya anjing ukuran besar senang bergaul dengan anjing ukuran kecil 19. Saya yakin akan kemampuan adaptasi anjing

yang cepat. Sehingga anjing sulit stres

20. Saya tidak pernah merisaukan jika anjing di

kennel jarang saya jenguk, karena anjing

Checklist Observasi

No Kondisi pada saat wawancara Hasil observasi Komentar

1 Apakah tersedia tempat makan dan minum yang bersih di dalam kandang ?

Ya Tidak NA 2 Bagaimana performa tubuh anjing

?

Obesitas Ideal Kurus 3 Bagaimana kondisi kebersihan di

dalam kandang ?

Kotor & lembab Bersih & kering NA

4 Bagaimana sistim kandang ? Tertutup (AC) Terbuka Semi 5 Bagaimana sirkulasi udara dalam

kandang ?

Baik Tidak baik NA

6 Apakah ada ruang isolasi/ruang perawatan anjing sakit ?

Ya Tidak NA 7 Apakah tersedia tempat bermain/

berlatih anjing ?

Ya Tidak NA 8 Apakah ada buku vaksin dan

riwayat penyakit untuk setiap anjing di kennel ?

Ya Tidak NA 9 Apakah luas kandang sesuai

ukuran dan jenis anjing ?

Ya Tidak NA 10 Bagaimana kondisi anjing dalam

kandang ? Sehat Sakit Penyakit kulit Cacat Takut Cemas Stres

Dokumen terkait