• Tidak ada hasil yang ditemukan

BOGOR

2013

2. Perlunya penelitian lebih lanjut informasi pustaka yang sangat dibutuhkan oleh para pengguna.

3. Perlunya komitmen para pimpinan yang terkait, dalam rangka peningkatan

SDM dan infrastruktur yang tersedia di PUSTAKA, sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini, yaitu penggunaan perpustakaan digital.

DAFTAR PUSTAKA

[Balitbangtan] Badan Litbang Pertanian. 2011. Rencana Strategis Badan

Penelitian dan Pengembangan Pertanian Tahun 2010 – 2014. Jakarta (ID): Balitbangtan.

[Balitbangtan] Badan Litbang Pertanian. 2011. Statistik Badan Penelitian dan

Pengembangan Pertanian. Jakarta (ID): Balitbangtan.

Bungin B. 2007. Penelitian Kualitatif “Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik

dan Ilmu Sosial Lainnya”. Jakarta (ID): Kencana Prenada Media Group.

Chapman RI, Frederic NC. 1973. The Change Character of The Public Service

and The Administrator of the 1980’s. Delphi, Washington (US): Academy of Public Administration.

Dervin B. 1999. On Studying Information Seeking Methodologically: The Implication of Connecting Meta Theory to Method. Information Processing

and Management: An International Journal – Spesial Issue on Information

Seeking in Contact (ISIC). Vol. 35. Issue 6, 35.

Gooch P. 1994. Information Flows in Agricultural Research in Vietnam: Stages

and Prospects. International Association of Agricultural Information

Specialists - Quarterly Bulletin. 39 (4): 312-318.

Hartinah S. 2009. Pemanfaatan Alih Media untuk Pengembangan Perpustakaan

Digital. Jurnal Visi Pustaka. Vol. 11 Nomor 3, Edisi Desember.

Hasugian J. 2009. Dasar-dasar Ilmu perpustakaan dan Informasi. Jakarta (ID):

Gramedia Pustaka.

Hermawan R, Zulfikar Z. 2006. Etika Kepustakawanan: Suatu Pendekatan

Terhadap Profesi dan Kode Etik Pustakawan Indonesia. Jakarta (ID): Sagung Seto.

Hajatullah I, Mansjur S, Maksum. 2002. Perjalanan 100 Tahun Bibliotheca

Bogoriensis. Bogor (ID): Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian.

Ma‟arif MS, Kartika L. 2012. Manajemen Kinerja Sumber Daya Manusia Implementasi Menuju Organisasi Berkelanjutan. Bogor (ID): IPB Press.

Maarif MS, Tanjung H. 2003. Teknik-Teknik Kuantitatif untuk Manajemen.

Jakarta (ID): Gramedia Widiasarana Indonesia.

Maclean J, Janagap C. 1993. The publication productivity of International

Majid S, Anwar MA, Eisenchitz T. 2001. User Perceptions of Library

Effectiveness in Malaysian Agricultural Libraries. Library Review. Vol. 50

Iss: 4, pp. 176 - 186.

Maksum. 2007. Pedoman Perpustakaan Model Unit Kerja Departemen

Pertanian. Bogor (ID) : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian.

Maksum. 2009. Supervisi, Implementasi Perpustakaan Digital, Laporan Akhir

Tahun Kegiatan. Bogor (ID) : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian.

Marimin, Maghfiroh N. (2010). Aplikasi Teknik Pengambilan Keputusan dalam

Manajemen Rantai Pasok. Bogor (ID) : IPB Press.

Marimin. 2008. Teknik dan Aplikasi Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk.

Jakarta (ID) : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Moenir HAS. 2008. Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia. Jakarta (ID) :

Bumi Aksara.

Nengtyas, SW. 2010. Strategi Pelayanan Perpustakaan di Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Surakarta [Tesis]. Surakarta (ID) : Universitas Negeri Surakarta.

[PUSTAKA] Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian. 2011.

Laporan Tahunan Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian . Bogor (ID) : PUSTAKA.

[PUSTAKA] Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian. 2011.

Rencana Strategis Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian 2010-2014. Bogor (ID) : PUSTAKA.

Ramsden P. 2006. Leading Academics. Buckingham (GB) : Society for Research

Into Higher Education and the Open University Press.

Redioka. 2009. Pelayanan Publik pada Unit terpadu Pemerintah Kota Denpasar.

Wacana. Vol. 12, No. 3, Juli.

Pemerintah Republik Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Jakarta (ID) : Sekretariat Negara.

Rogers. 2004. Increasing Job Satisfaction of Service Personnel. The journal of

Service Marketing. Vol. 8, no. 1, h. 14.

Rufaidah VW. 2010. Produktifitas Publikasi Peneliti Badan Litbang Pertanian.

Jurnal Perpustakaan Pertanian. Vol. 19, Nomor 1.

Saaty TL. 1993. Pengambilan Keputusan Bagi Para Pemimpin, Proses Hirarki

Analitik untuk Pengambilan Keputusan dalam Situasi Kompleks. Seri Manajemen No. 134. Jakarta (ID) : PT. Pustaka Binaman Pressindo.

Safrudin A. (2010). Strategi Peningkatan Layanan Perpustakaan Perguruan

Tinggi. Jurnal Visi Pustaka, Vol.12. No.2 – Agustus.

Salusu J. 1996. Pengambilan Keputusan Stratejik untuk Organisasi Publik dan

Sastraatmadja T. 2006. Pidato Pengukuhan Pustakawan Utama Perpustakaan Nasional. http://pustakawan.pnri.go.id. (3 Juni 2013).

Schatz K, Schatz L. 1986. Managing by Influence. New Jersey (US): Prentice-

Hall Inc. Englewood Cliffs.

Steer RM. 1985. Efektifitas Organisasi. Jakarta (ID): Erlangga.

Sulistyo B. 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta (ID): Gramedia Pustaka.

Sumardji P. 1999. Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan. Jakarta (ID):

Grasindo.

Suryantini H, Rufaidah VW, Maksum. 2010. Efektifitas Layanan Penyebaran

Informasi Terseleksi. Jurnal Perpustakaan Pertanian. Vol. 19, Nomor 2.

Sutopo. 2011. Analisis dan Strategi Peningkatan Pelayanan Publik One Stop Service dalam Kerangka Pembangunan Daerah Kota Bogor [Tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Trimo S. 1992. Pedoman Pelaksanaan Perpustakaan. Bandung (ID): Remaja

Rosdakarya.

Yusheri. 2011. Peningkatan Mutu Pelayanan Perpustakaan.

http:Yushery.blogspot.com. (27 Maret 2013).

Zainab AN. 2000. Publication productivity, focus on institutional,

collaborativennd communicational correlates: A review of literature.

Lampiran 1. Kuesioner AHP

PROGRAM MAGISTER ILMU MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

=================================================

Kepada Yang Terhormat Bogor, Februari 2013

Bapak/Ibu/Saudara/i di Tempat

Sehubungan dengan penelitian yang berjudul „Strategi Peningkatan Pelayanan

Perpustakaan Pada Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian,

Bogor‟, bersama ini saya menyampaikan permohonan kepada

Bapak/Ibu/Saudara/i untuk dapat memberikan pendapat dan informasi yang akurat pada kuesioner berdasarkam pemikiran, pengalaman, pengetahuan dan intuisi masing-masing.

Kuesioner ini merupakan analisis AHP (Analytical Hierarchy Process), dimana akan dilakukan perbandingan menurut intensitas kepentingan pada setiap level dari struktur hirarki keputusannya. Informasi yang didapatkan dari penelitian ini akan dirahasiakan dan hanya digunakan untuk keperluan analisis penelitian. Analisis dan tabulasi akan dilakukan secara gabungan sehingga informasi setiap pakar tidak akan diketahui.

Atas bantuan dan kesediaan dari Bapak/Ibu/Saudara/i saya mengucapkan terima kasih.

Hormat saya,

Sri Utami

Lanjutan Lampiran 1.

KUESIONER PENELITIAN

STRATEGI PENINGKATAN PELAYANAN PERPUSTAKAAN PADA PUSAT PERPUSTAKAAN DAN PENYEBARAN TEKNOLOGI PERTANIAN, BOGOR =============================================================== IDENTITAS PAKAR 1. Nama : ... 2. Jabatan : ... 3. Instansi : ... PETUNJUK PENGISIAN

1. Landasan utama pengisian kuesioner ini adalah sebuah struktur hirarki keputusan dengan komponen-komponen lengkap yang disusun berdasarkan literatur, hasil observasi dan pendapat pihak terkait.

2. Pakar memberikan nilai berdasarkan tingkat kepentingannya.

3. Penilaian dilakukan dengan mengisi titik-titik pada kolom yang tersedia.

4. Dalam memberikan penilaian dimohon untuk membandingkan tingkat kepentingan antar hirarki yang ada. Berdasarkan pendapat dan kepentingan Bapak/Ibu/Saudara/i diharapkan memberikan penilaian terhadap pilihan tersebut, relatif terhadap pilihan yang lain. Perbandingan didasarkan pada tingkat kepentingan setiap strategi terhadap strategi lainnya dengan aturan pemberian nilai tersaji pada tabel berikut :

Nilai perbandingan (A dibandingkan B)

Definisi

1 Elemen A sama penting dengan B 3 Elemen A sedikit lebih penting dari B

1/3 Kebalikannya : Elemen B Sedikit lebih penting dari A 5 Elemen A jelas lebih penting dari B

1/5 Kebalikannya : Elemen B jelas lebih penting dari A 7 Elemen A sangat lebih penting dari B 1/7 Kebalikannya : Elemen B sangat lebih penting dari A

9 Elemen A mutlak lebih penting dari B 1/9 Kebalikannya : Elemen B mutlak lebih penting dari A 2,4,6,8 atau

1/2, 1/4, 1/6, 1/8

Nilai tengah diantara dua nilai berdekatan/ diberikan apabila ada perbedaan sedikit dengan standar yang diuraikan di atas

Lanjutan Lampiran 1. STRUKTUR HIRARKI FOKUS FAKTOR AKTOR TUJUAN STRATEGI

Strategi Peningkatan Pelayanan Perpustakaan PUSTAKA Meningkatkan kemampuan SDM Meningkatkan ketersediaan sumberdaya informasi Memperkuat image PUSTAKA sebagai lembaga pelayanan informasi terdepan dan

terpercaya Menjamin tersedianya dan tersebarnya publikasi hasil Litbang Pertanian Kemampuan SDM dalam pelayanan Jumlah Peneliti yang

menggunakan layanan PUSTAKA

Pendanaan

Kabid Penyebaran Teknologi Pertanian

Mengembangkan berbagai jenis layanan perpustakaan dan

informasi baru Meningkatkan infrastruktur dan TI Melakukan sosialisasi secara intensif Kepala Badan Litbang Kepala PUSTAKA Kabid Program dan Evaluasi Dukungan Pengambil Keputusan di tingkat UK/UPT Ketersediaan info hasil penelitian Meningkatkan jumlah pemustaka dari kalangan peneliti internal Badan Litbang

Pertanian Keunikan Pustaka Kondisi Internal PUSTAKA Ket. Kelompok Pustakawan Kabid Perpustakaan Meningkatkan Produktifitas peneliti

Lanjutan Lampiran 1.

I. HIRARKI FAKTOR TERHADAP FOKUS

1.1 Membandingkan tingkat kepentingan elemen-elemen faktor di bawah ini berdasarkan Fokus “Strategi Peningkatan Pelayanan Perpustakaan pada Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian”.

Keunikan Pustaka Kondisi Internal PUSTAKA

Jumlah Peneliti yang menggunakan layanan PUSTAKA Kemampuan SDM dalam pelayanan Dukungan pengambil keputusan di tingkat UK/UPT Ketersediaan info hasil penelitian Pendanaan Keunikan Pustaka 1 ... ... ... ... ... ...

Kondisi Internal

PUSTAKA 1 ... ... ... ... ... Jumlah Peneliti yang

menggunakan layanan PUSTAKA 1 ... ... ... ... Kemampuan SDM dalam pelayanan 1 ... ... ... Dukungan pengambil keputusan di tingkat UK/UPT 1 ... ... Ketersediaan info hasil

penelitian 1 ...

Pendanaan 1

Elemen Faktor A

Elemen Faktor B

II. HIRARKI AKTOR TERHADAP FAKTOR

2.1 Membandingkan tingkat kepentingan elemen-elemen aktor di bawah ini berdasarkan faktor “Keunikan PUSTAKA”.

Kepala Badan

Litbang Kepala PUSTAKA

Kabid Penyebaran Teknologi Pertanian

Kabid Program dan

Evaluasi Kabid Perpustakaan

Ketua Kelompok Pustakawan

Kepala Badan Litbang 1 ... ... ... ... ...

Kepala PUSTAKA 1 ... ... ... ...

Kabid Penyebaran

Teknologi Pertanian 1 ... ... ...

Kabid Program dan

Evaluasi 1 ... ... Kabid Perpustakaan 1 ... Ketua Kelompok Pustakawan 1 Elemen Aktor B Elemen Aktor A

Lanjutan Lampiran 1.

2.2 Membandingkan tingkat kepentingan elemen-elemen aktor di bawah ini berdasarkan faktor “Kondisi Internal (Infrastruktur & TI)”.

Kepala Badan

Litbang Kepala PUSTAKA

Kabid Penyebaran Teknologi Pertanian

Kabid Program dan

Evaluasi Kabid Perpustakaan

Ketua Kelompok Pustakawan

Kepala Badan Litbang 1 ... ... ... ... ...

Kepala PUSTAKA 1 ... ... ... ...

Kabid Penyebaran

Teknologi Pertanian 1 ... ... ...

Kabid Program dan

Evaluasi 1 ... ... Kabid Perpustakaan 1 ... Ketua Kelompok Pustakawan 1 Elemen Aktor B Elemen Aktor A

2.3 Membandingkan tingkat kepentingan elemen-elemen aktor di bawah ini berdasarkan faktor “Jumlah Peneliti yang menggunakan layanan PUSTAKA”.

Kepala Badan

Litbang Kepala PUSTAKA

Kabid Penyebaran Teknologi Pertanian

Kabid Program dan

Evaluasi Kabid Perpustakaan

Ketua Kelompok Pustakawan

Kepala Badan Litbang 1 ... ... ... ... ...

Kepala PUSTAKA 1 ... ... ... ...

Kabid Penyebaran

Teknologi Pertanian 1 ... ... ...

Kabid Program dan

Evaluasi 1 ... ... Kabid Perpustakaan 1 ... Ketua Kelompok Pustakawan 1 Elemen Aktor B Elemen Aktor A

Lanjutan Lampiran 1.

2.4 Membandingkan tingkat kepentingan elemen-elemen aktor di bawah ini berdasarkan faktor “Kemampuan SDM dalam pelayanan”.

Kepala Badan

Litbang Kepala PUSTAKA

Kabid Penyebaran Teknologi Pertanian

Kabid Program dan

Evaluasi Kabid Perpustakaan

Ketua Kelompok Pustakawan

Kepala Badan Litbang 1 ... ... ... ... ...

Kepala PUSTAKA 1 ... ... ... ...

Kabid Penyebaran

Teknologi Pertanian 1 ... ... ...

Kabid Program dan

Evaluasi 1 ... ... Kabid Perpustakaan 1 ... Ketua Kelompok Pustakawan 1 Elemen Aktor B Elemen Aktor A

2.5 Membandingkan tingkat kepentingan elemen-elemen aktor di bawah ini berdasarkan faktor “Dukungan pengambil keputusan di tingkat UK/UPT”.

Kepala Badan

Litbang Kepala PUSTAKA

Kabid Penyebaran Teknologi Pertanian

Kabid Program dan

Evaluasi Kabid Perpustakaan

Ketua Kelompok Pustakawan

Kepala Badan Litbang 1 ... ... ... ... ...

Kepala PUSTAKA 1 ... ... ... ...

Kabid Penyebaran

Teknologi Pertanian 1 ... ... ...

Kabid Program dan

Evaluasi 1 ... ... Kabid Perpustakaan 1 ... Ketua Kelompok Pustakawan 1 Elemen Aktor B Elemen Aktor A

Lanjutan Lampiran 1.

2.6 Membandingkan tingkat kepentingan elemen-elemen aktor di bawah ini berdasarkan faktor “Ketersediaan info hasil penelitian”.

Kepala Badan

Litbang Kepala PUSTAKA

Kabid Penyebaran Teknologi Pertanian

Kabid Program dan

Evaluasi Kabid Perpustakaan

Ketua Kelompok Pustakawan

Kepala Badan Litbang 1 ... ... ... ... ...

Kepala PUSTAKA 1 ... ... ... ...

Kabid Penyebaran

Teknologi Pertanian 1 ... ... ...

Kabid Program dan

Evaluasi 1 ... ... Kabid Perpustakaan 1 ... Ketua Kelompok Pustakawan 1 Elemen Aktor B Elemen Aktor A

2.7 Membandingkan tingkat kepentingan elemen-elemen aktor di bawah ini berdasarkan faktor “Pendanaan”.

Kepala Badan

Litbang Kepala PUSTAKA

Kabid Penyebaran Teknologi Pertanian

Kabid Program dan

Evaluasi Kabid Perpustakaan

Ketua Kelompok Pustakawan

Kepala Badan Litbang 1 ... ... ... ... ...

Kepala PUSTAKA 1 ... ... ... ...

Kabid Penyebaran

Teknologi Pertanian 1 ... ... ...

Kabid Program dan

Evaluasi 1 ... ... Kabid Perpustakaan 1 ... Ketua Kelompok Pustakawan 1 Elemen Aktor B Elemen Aktor A

Lanjutan Lampiran 1.

III. HIRARKI TUJUAN TERHADAP AKTOR

3.1 Membandingkan tingkat kepentingan elemen-elemen tujuan di bawah ini berdasarkan aktor “Kepala Badan Litbang”.

Meningkatkan jumlah pemustaka dari kalangan

peneliti internal Badan Litbang Pertanian

Memperkuat image PUSTAKA sebagai lembaga pelayanan informasi terdepan dan

terpecaya

Menjamin tersedianya dan tersebarnya publikasi hasil

litbang pertanian

Meningkatkan Produktivitas Peneliti

Meningkatkan jumlah pemustaka dari kalangan

peneliti internal Badan Litbang Pertanian

1 ... ... ...

Memperkuat image PUSTAKA sebagai lembaga pelayanan informasi terdepan dan

terpecaya

1 ... ...

Menjamin tersedianya dan tersebarnya publikasi hasil

litbang pertanian 1 ... Meningkatkan Produktivitas Peneliti 1 Elemen Tujuan B Elemen Tujuan A

3.2 Membandingkan tingkat kepentingan elemen-elemen tujuan di bawah ini berdasarkan aktor “Kepala PUSTAKA”.

Meningkatkan jumlah pemustaka dari kalangan

peneliti internal Badan Litbang Pertanian

Memperkuat image PUSTAKA sebagai lembaga pelayanan informasi terdepan dan

terpecaya

Menjamin tersedianya dan tersebarnya publikasi hasil

litbang pertanian

Meningkatkan Produktivitas Peneliti

Meningkatkan jumlah pemustaka dari kalangan

peneliti internal Badan Litbang Pertanian

1 ... ... ...

Memperkuat image PUSTAKA sebagai lembaga pelayanan informasi terdepan dan

terpecaya

1 ... ...

Menjamin tersedianya dan tersebarnya publikasi hasil

litbang pertanian 1 ... Meningkatkan Produktivitas Peneliti 1 Elemen Tujuan B Elemen Tujuan A

Lanjutan Lampiran 1.

3.3 Membandingkan tingkat kepentingan elemen-elemen tujuan di bawah ini berdasarkan aktor “Kabid Penyebaran Teknologi Pertanian”.

Meningkatkan jumlah pemustaka dari kalangan

peneliti internal Badan Litbang Pertanian

Memperkuat image PUSTAKA sebagai lembaga pelayanan informasi terdepan dan

terpecaya

Menjamin tersedianya dan tersebarnya publikasi hasil

litbang pertanian

Meningkatkan Produktivitas Peneliti

Meningkatkan jumlah pemustaka dari kalangan

peneliti internal Badan Litbang Pertanian

1 ... ... ...

Memperkuat image PUSTAKA sebagai lembaga pelayanan informasi terdepan dan

terpecaya

1 ... ...

Menjamin tersedianya dan tersebarnya publikasi hasil

litbang pertanian 1 ... Meningkatkan Produktivitas Peneliti 1 Elemen Tujuan B Elemen Tujuan A

3.4 Membandingkan tingkat kepentingan elemen-elemen tujuan di bawah ini berdasarkan aktor “Kabid Program dan Evaluasi”.

Meningkatkan jumlah pemustaka dari kalangan

peneliti internal Badan Litbang Pertanian

Memperkuat image PUSTAKA sebagai lembaga pelayanan informasi terdepan dan

terpecaya

Menjamin tersedianya dan tersebarnya publikasi hasil

litbang pertanian

Meningkatkan Produktivitas Peneliti

Meningkatkan jumlah pemustaka dari kalangan

peneliti internal Badan Litbang Pertanian

1 ... ... ...

Memperkuat image PUSTAKA sebagai lembaga pelayanan informasi terdepan dan

terpecaya

1 ... ...

Menjamin tersedianya dan tersebarnya publikasi hasil

litbang pertanian 1 ... Meningkatkan Produktivitas Peneliti 1 Elemen Tujuan B Elemen Tujuan A

Lanjutan Lampiran 1.

3.5 Membandingkan tingkat kepentingan elemen-elemen tujuan di bawah ini berdasarkan aktor “Kabid Perpustakaan”.

Meningkatkan jumlah pemustaka dari kalangan

peneliti internal Badan Litbang Pertanian

Memperkuat image PUSTAKA sebagai lembaga pelayanan informasi terdepan dan

terpecaya

Menjamin tersedianya dan tersebarnya publikasi hasil

litbang pertanian

Meningkatkan Produktivitas Peneliti

Meningkatkan jumlah pemustaka dari kalangan

peneliti internal Badan Litbang Pertanian

1 ... ... ...

Memperkuat image PUSTAKA sebagai lembaga pelayanan informasi terdepan dan

terpecaya

1 ... ...

Menjamin tersedianya dan tersebarnya publikasi hasil

litbang pertanian 1 ... Meningkatkan Produktivitas Peneliti 1 Elemen Tujuan B Elemen Tujuan A

3.6 Membandingkan tingkat kepentingan elemen-elemen tujuan di bawah ini berdasarkan aktor “Ketua Kelompok Pustakawan”.

Meningkatkan jumlah pemustaka dari kalangan

peneliti internal Badan Litbang Pertanian

Memperkuat image PUSTAKA sebagai lembaga pelayanan informasi terdepan dan

terpecaya

Menjamin tersedianya dan tersebarnya publikasi hasil

litbang pertanian

Meningkatkan Produktivitas Peneliti

Meningkatkan jumlah pemustaka dari kalangan

peneliti internal Badan Litbang Pertanian

1 ... ... ...

Memperkuat image PUSTAKA sebagai lembaga pelayanan informasi terdepan dan

terpecaya

1 ... ...

Menjamin tersedianya dan tersebarnya publikasi hasil

litbang pertanian 1 ... Meningkatkan Produktivitas Peneliti 1 Elemen Tujuan B Elemen Tujuan A

Lanjutan Lampiran 1.

IV. HIRARKI ALTERNATIF STRATEGI TERHADAP TUJUAN

4.1 Membandingkan tingkat kepentingan elemen-elemen alternatif strategi di bawah ini berdasarkan tujuan “Meningkatkan jumlah pemustaka dari kalangan peneliti internal badan Litbang Pertanian”. Melakukan sosialisasi secara intensif Meningkatkan infrastruktur dan TI Meningkatkan kemampuan SDM Meningkatkan ketersediaan sumberdaya informasi Mengembangkan berbagai jenis layanan

perpustakaan dan informasi baru Melakukan sosialisasi secara intensif 1 ... ... ... ... Meningkatkan infrastruktur dan TI 1 ... ... ... Meningkatkan kemampuan SDM 1 ... ... Meningkatkan ketersediaan sumberdaya informasi 1 ... Mengembangkan berbagai jenis layanan

perpustakaan dan informasi baru

1 Elemen Alternatif

Strategi A

Elemen Alternatif Strategi B

4.2 Membandingkan tingkat kepentingan elemen-elemen alternatif strategi di bawah ini berdasarkan tujuan “Memperkuat image PUSTAKA sebagai lembaga pelayanan informasi terdepan dan terpecaya”.

Melakukan sosialisasi secara intensif Meningkatkan infrastruktur dan TI Meningkatkan kemampuan SDM Meningkatkan ketersediaan sumberdaya informasi Mengembangkan berbagai jenis layanan

perpustakaan dan informasi baru Melakukan sosialisasi secara intensif 1 ... ... ... ... Meningkatkan infrastruktur dan TI 1 ... ... ... Meningkatkan kemampuan SDM 1 ... ... Meningkatkan ketersediaan sumberdaya informasi 1 ... Mengembangkan berbagai jenis layanan

perpustakaan dan informasi baru

1 Elemen Alternatif

Strategi A

Lanjutan Lampiran 1.

4.3 Membandingkan tingkat kepentingan elemen-elemen alternatif strategi di bawah ini berdasarkan tujuan “Menjamin tersedianya dan tersebarnya publikasi hasil Litbang Pertanian”. Melakukan sosialisasi secara intensif Meningkatkan infrastruktur dan TI Meningkatkan kemampuan SDM Meningkatkan ketersediaan sumberdaya informasi Mengembangkan berbagai jenis layanan

perpustakaan dan informasi baru Melakukan sosialisasi secara intensif 1 ... ... ... ... Meningkatkan infrastruktur dan TI 1 ... ... ... Meningkatkan kemampuan SDM 1 ... ... Meningkatkan ketersediaan sumberdaya informasi 1 ... Mengembangkan berbagai jenis layanan

perpustakaan dan informasi baru

1 Elemen Alternatif

Strategi A

Elemen Alternatif Strategi B

4.4 Membandingkan tingkat kepentingan elemen-elemen alternatif strategi di bawah ini berdasarkan tujuan “Meningkatkan Produktifitas Peneliti”.

Melakukan sosialisasi secara intensif Meningkatkan infrastruktur dan TI Meningkatkan kemampuan SDM Meningkatkan ketersediaan sumberdaya informasi Mengembangkan berbagai jenis layanan

perpustakaan dan informasi baru Melakukan sosialisasi secara intensif 1 ... ... ... ... Meningkatkan infrastruktur dan TI 1 ... ... ... Meningkatkan kemampuan SDM 1 ... ... Meningkatkan ketersediaan sumberdaya informasi 1 ... Mengembangkan berbagai jenis layanan

perpustakaan dan informasi baru

1 Elemen Alternatif

Strategi A

Lampiran 2. Hasil kombinasi pengolahan vertikal AHP

a. Bobot Faktor

Faktor Bobot Prioritas

Keunikan PUSTAKA (F1) 0,055 7

Kondisi Internal PUSTAKA (F2) 0,182 2 Jumlah Peneliti yang menggunakan layanan PUSTAKA (F3) 0,155 3 Kemampuan SDM dalam pelayanan (F4) 0,296 1 Dukungan Pengambil Keputusan di tingkat UK/UPT (F5) 0,113 5 Ketersediaan Info Hasil Penelitian (F6) 0,056 6

Pendanaan (F7) 0,143 4

b. Bobot Aktor

Aktor Faktor Bobot

Faktor Bobot Aktor Prioritas F1 F2 F3 F4 F5 F6 F7 Ka. Badan 0,401 0,052 0,081 0,051 0,277 0,08 0,385 0,055 0,150 3 Ka. Pustaka 0,25 0,452 0,404 0,38 0,372 0,266 0,27 0,182 0,367 1 Kabid Penyebaran 0,072 0,085 0,094 0,066 0,075 0,133 0,06 0,155 0,078 6 Kabid Program 0,055 0,065 0,074 0,066 0,071 0,057 0,166 0,296 0,081 5 Kabid Perpustaan 0,154 0,203 0,18 0,23 0,148 0,25 0,077 0,113 0,183 2 Ket. Kel. Pustakawan 0,068 0,143 0,167 0,207 0,057 0,214 0,043 0,056 0,141 4 0,143

Lanjutan Lampiran 2.

c. Bobot Tujuan

Tujuan Aktor Bobot

Aktor Bobot Tujuan Prioritas A1 A2 A3 A4 A5 A6 Meningkatkan jumlah pemustaka 0,171 0,53 0,519 0,454 0,443 0,462 0,150 0,444 1 Memperkuat image PUSTAKA 0,541 0,132 0,073 0,08 0,089 0,083 0,367 0,170 3 Menjamin tersd & tersbr

publikasi 0,078 0,145 0,212 0,195 0,19 0,192 0,078 0,159 4 Meningkatkan Prod.Peneliti 0,21 0,193 0,196 0,272 0,279 0,262 0,081 0,228 2

0,183 0,141 d. Bobot Alternatif Strategi

Alternatif Startegi Bobot Prioritas Melakukan sosialisasi secara intensif 0,071 5 Meningkatkan infrastruktur dan TI 0,202 3 Meningkatkan kemampuan SDM 0,312 2 Meningkatkan ketersediaan Sumber Daya informasi 0,314 1 Mengembangkan berbagai jenis layanan perpustakaan dan

informasi baru

0,102 4

RINGKASAN

Sri Utami. Strategi Peningkatan Pelayanan Perpustakaan pada Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA), Bogor. Dibimbing oleh

M. SYAMSUL MA‟ARIF dan SUKISWO DIRDJOSUPARTO.

Keberadaan perpustakaan pada suatu lembaga penelitian merupakan tuntutan yang tidak terelakkan. Perpustakaan mempunyai peran penting dalam mendukung lembaga induknya, utamanya dalam penyediaan informasi ilmiah baik yang bersumber dari hasil penelitian nasional maupun internasional. Pertumbuhan penelitian tidak dapat dicapai tanpa memperbaiki akses ke informasi yang dibutuhkan untuk memperkuat penelitian pertanian. Perkembangan perpustakaan tidak pernah lepas dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi informasi. Ketiganya saling mendukung satu dengan lainnya, perpustakaan memberikan kontribusi terhadap ilmu pengetahuan melalui penyimpan berbagai informasi dan sejarah perkembangan ilmu pengetahuan, sedangkan teknologi informasi memberikan dukungan pada kemudahan akses dan sistem informasi dalam sebuah perpustakaan.

PUSTAKA menetapkan visi untuk menjadi lembaga pelayanan informasi terdepan dan terpercaya dalam mendukung penelitian dan pengembangan inovasi teknologi pertanian. Visi ini dapat tercapai apabila didukung adanya perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta sumber daya manusia yang handal. Selain itu dalam upaya mendapatkan pelayanan perpustakaan yang ideal perlu strategi yang tepat, agar dapat memenuhi kebutuhan & kepuasan pengguna jasa perpustakaan yang ditentukan oleh variabel kecepatan dan ketepatan.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi alternatif strategi peningkatan pelayanan untuk perpustakaan PUSTAKA, serta memformulasikan alternatif strategi yang paling memberikan pengaruh terhadap peningkatan pelayanan pada perpustakaan PUSTAKA.

Penelitian ini dilaksanakan di kantor Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA), Bogor. Penelitian ini menggunakan alat

analisis deskriptif dan Analytical Hierarcy Process (AHP). Dari hasil yang

diperoleh dapat disimpulkan bahwa layanan perpustakaan PUSTAKA saat ini dilakukan dengan menggunakan sistem layanan tertutup, letak koleksi buku jauh dari tempat pelayanan, pustakawan 23 orang sudah mencukupi apabila kompetensi ditingkatkan, keterbatasan sarana dan prasarana, sosialisasi kepada pengguna internal dan eksternal belum optimal, peneliti dan penyuluh masih perlu meningkatkan kemampuannya dalam rangka mengakses info dari web. Peningkatan ketersediaan Sumber Daya Informasi (0,314) sesuai dengan kebutuhan pemustaka serta peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia (0,312), merupakan strategi terpilih dalam rangka peningkatan pelayanan perpustakaan PUSTAKA. Selain itu juga perlu dukungan infrastruktur/ sarana prasarana dan teknologi informasi yang handal sehingga pelayanan mampu menjadi efektif.

SUMMARY

Sri Utami. The Strategy of Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination (PUSTAKA), Bogor. Supervised by M. SYAMSUL

MA‟ARIF dan SUKISWO DIRDJOSUPARTO.

The existence of the library at a research institute is an inevitable requirement. Libraries play an important role in supporting their parent institutions, especially in the provision of scientific information both from national and international research. Research growth cannot be achieved without improving the access of information needed to strengthen agricultural research. Library development can never be separated from the development of science and technology, particularly information technology. They support to each other, the library contributes to knowledge through a variety of information storage and the historical development of science, while information technology gives support to the ease of access and a library information system.

PUSTAKA sets a vision to become the leading and reliable information service agency in supporting research and development of agricultural technology innovation. This vision can be achieved if supported by the library-based information and communication technology (ICT),and qualified human resources. In addition, to obtain the ideal library services, it is needed the right strategy to meet the needs and satisfaction of library user determined by the variable of speed and accuracy.

The purposes of this study were to identify strategy alternative for service improvement strategy for library PUSTAKA, and to formulate the strategy alternative that was very influencila to the increase of library services PUSTAKA.

The research was conducted at the office of Indonesian Center for

Dokumen terkait