• Tidak ada hasil yang ditemukan

BOGOR

2013

58

DAFTAR PUSTAKA

Ali MR. 2005. Hubungan Pelatihan dengan Peningkatan Kompetensi Pegawai Dinas Pertanian dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. [tesis] Bogor: Sekolah Pascasarjana IPB.

Amanah S. 2003. Perencanaan Program Penyuluhan Perikanan di Desa Anturan, Buleleng, Bali. Buletin Ekonomi Perikanan Vol. 5(1).

Babbie E. 1989. The Practice of Social Research. Sixth edition. California. Wadsworth Publishing Company.

[BBRVBD] Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Bisa Daksa Cibinong. 2011.

Profil Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Bina Daksa (BBRVBD)

Cibinong. Bogor: BBRVBD Cibinong.

Bray T. 2009. Training Design Manual : The complete practical guide to creating effective and successful training programmes 2nd Edition. London : Kogan Page

[UN] United Nations. 2006. Convention of the Rights of Persons with Disabilities. Darling-Hammond L, Holtzman DJ, Gatlin SJ, & Heilig JV. 2005. Does Teacher

Preparation Matter? Evidence About Teacher Certification, Teach for America, and Teacher Effectiveness. Education Policy Analysis Archives. 13(42). Tersedia pada http://epaa.asu.edu/epaa/v13n42/

Dutta et al. 2008. Vocational Rehabilitation Services and Employment Outcomes for People with Disabilities: A United States Study. Journal of Occupational Rehabilitation.

Ellison C. 2012. Person Centered Approach for Persons with Disabilities. Adelaide: Flinders University.

Figel I. 2007. Key Competences for Lifelong Learning, European Reference

Framework. European Community: Luxemburg.

Griffin T, Nechvoglod L. 2008. Vocational Education and Training and People With a Disability: A Review of the Research. National Centre for Vocational Education Research

Grosu MR. 2011. The Role of Innovative Teaching and Learning Methods in Legal Education.[terhubung berkala]. Tersedia pada http://www.pixel- online.net/edu_future/common/download/Paper_pdf/ITL34-Grosu.pdf. [15 Februari 2012]

Hartoyo. 2003. Pengaruh Pengalaman dan Pelatihan terhadap Kompetensi Auditor pada Inspektorat Jenderal Kementerian Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI. [tesis] Depok: Universitas Indonesia.

Hickerson FJ, Middleton J. 1975. Helping People Learn: A Modul for Trainers. Honolulu: East-West Communication Institute.

Irianto J. 2001. Prinsip Dasar Manajemen Pelatihan. Surabaya: Insan Cendekia. Irwanto, Kasim ER, Fransiska A, Lusli M, & Siradj O. 2010. Analisis Situasi

Penyandang Disabilitas di Indonesia: Sebuah Desk Review. Depok: Pusat Kajian Disabilitas Universitas Indonesia.

[Kemensos] Kementerian Sosial R.I. 2009. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2009 Tentang Kesejahteraan Sosial. Jakarta: Sekretariat Negara RI.

. 2009. Peraturan Pemerintah No. 43 tentang Upaya Peningkatan Kesejahteraan Penyandang Cacat. Jakarta: Sekretariat Negara RI.

. 1997. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1997 Tentang Penyandang Cacat. Jakarta: Sekretariat Negara RI.

Knowles M. 1973. The Adult Learner: A Neglected Species. Second Edition. Houston, Texas: Gulf Publishing Company.

Kusnendi. 2008. Model-Model Persamaan Struktural. Bandung: Alfabeta.

Manish, P. (2010). Relevant Vocational Trainings for the Persons with Disabilities in Nepal. [internet]. Tersedia di http:// rcrdnepa.files.wordpress.com/2011/07/relevant-vocational-trainings-for- persons-with-disabilities-in-nepal.pdf

Mangkuprawira S, Hubeis AV. 2007. Manajemen Mutu Sumber Daya Manusia.

Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.

Mavromaras K, Polidano C. 2011. Improving the Employment Rates of People with Disabilities through Vocational Education. [Paper] Bonn: The Institute for The Study of Labor (IZA).

Metzler J, Woessmann L. 2010. The Impact of Teacher Subject Knowledge onStudent Achievement: Evidence from Within-Teacher Within-Student Variation. CESifoWorking Paper No. 3111. Munich:CESifo Group.

Nazir M. 2003. Metode Penelitian. Jakarta. Penerbit Ghalia Indonesia.

Nuri MRP, Hoque MT, Waldron SM, & Akand MMK. 2012. Impact Assessment of a Vocational Training Programme for Persons with Disabilities in Bangladesh. DCIDJ. Vol. 23 (12).

Pozzan E. 2011. Disability and International Standards. Jakarta: ILO Jakarta.

Pool LD, Sewell P. 2007. The Key to Employability: Developing A Practical Model of Graduate Employability. Journal of Education and Training, Vol. 49 (4): 277-289. Emerald Group Publishing Limited.

60

Pusdatin. 2009. Sistem Informasi Kecacatan, [terhubung berkala]. Tersedia di http://www.simcat.depsos.go.id. [12 Februari 2011]

Putra AH. 2009. Nasib buruh perempuan lebih buruk dari kaum laki-laki.

[internet] Tersedia di

http://permalink.gmane.org/gmane.culture.region.indonesia.ppi- india/67257. [15 Maret 2012]

Rasul MS, Ismail MY, Ismail N, Rajuddin MR, & Abd. Rauf RA. 2010. Development of Employability Skills Assessment Tool for Manufacturing Industry.Jurnal Mekanikal. 30: 48-61.

Roebyantho H, Sumarno S, Mujiyadi. 2010. Penelitian Pola Multi Layanan Pada

Panti Sosial Penyandang Cacat. Linting PT, Editor. Jakarta:

PUSLITBANG Kementerian Sosial RI

Rose J. 2009. Developing a Training Program Framework: Determining the

Structure of Corporate Education. Tersedia di

http://www.suite101.com/content/developing-a-training-program- framework-a120858. [11 Maret 2011]

Santrock JW. 2008. Psikologi Pendidikan, Edisi Kedua. Tri Wibowo BS, penterjemah. Jakarta (ID): Kencana Prenada Media Group. Terjemahan dari: Educational Peychology, 2nd Edition.

Schempp PG, Manross D, Steven KST, & Fincher MD. 1998. Subject Expertise and Teachers' Knowledge. Journal of Teaching in Physical Education. Human Kinetic Publishers, Inc.

Singarimbun M, Sofian E. 1989. Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES

Smith E. 2010. A Review of Twenty Years of Competency-Based Training in the Australian Vocational Education and Training System. International Journal of Training and Development 14(1). 54.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.Cetakan ke- 12. Bandung: Alfabeta.

Sujudi A. 2003. Standar Akreditasi Lembaga Pelatihan. Jakarta: Departemen Kesehatan

Tight M. 2002. Key Concepts in Adult Education and Training 2nd Edition. London and New York: Routledge Falmer, Taylor & Francis Group

Wen L, Chen L, Wu M. 2010. A Study of Enhancing Students’ Employability in Vocational Higher Education. International Journal of Technology and Engineering Education. Vol.7(3): 33-42.

Yoshimitsu, K. 2003. Rehabilitasi Sosial Bagi Penyandang Cacat. Jakarta: Japan International Cooperation Agency.

62

Lampiran 1 Lokasi BBRVBD Cibinong

Sumbe r: G oogle M aps, 2013 ( diol ah )

Lampiran 2 Lokasi Sebaran Asal Provinsi Responden B B R V B D C ib ino ng , Ja w a Ba ra t

64 L am p iran 3 Dok u m en tasi

Asrama Kantin

Perpustakaan Poliklinik

Aksesibilitas Aula

66

Kelas Jurusan Penjahitan

Kegiatan Siswa Jurusan Penjahitan

68

Produk PT. Mattel Indonesia.

Lulusan Pelatihan BBRVBD di PT. Mattel Indonesia, menjahit pakaian boneka Barbie

70

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Sukabumi pada tanggal 10 Juli 1982 dari Ayah M. Madrodji dan Ibu Icah. Penulis adalah putri kedua dari tiga bersaudara. Pada tahun 2001 penulis di terima di STKIP Siliwangi Bandung jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dan lulus pada tahun 2006. Sambil menjalankan kuliah, penulis bekerja sebagai guru Bahasa Inggris di SLTP Sejahtera 2 Cileungsi, Bogor dan sebagai Auditor dan Trainer Good Manufacturing Practices (GMP) di PT Yupi Indo Jelly Gum, Bogor.

Setelah meraih gelar sarjananya, penulis bekerja menjadi guru pada sekolah inklusi, Sekolah Alam dan Sains Al-Jannah Islamic Fullday School Jakarta Timur sampai dengan tahun 2008. Lalu kemudian bergabung sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Sosial dengan ditempatkan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) rehabilitasi penyandang disabilitas yaitu di Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Bina Daksa (BBRVBD) Cibinong. Pada tahun 2010 penulis berkesempatan memperoleh beasiswa tugas belajar dari Kementerian Sosial untuk melanjutkan studi pada program magister Ilmu Penyuluhan Pembangunan Sekolah Pascasarjana IPB.

Semasa studi magisternya, penulis pernah terlibat aktif dalam beberapa kegiatan seperti menjadi Moderator dan Penterjemah pada acara Third Country Training Program bidang Rehabilitasi Vokasional Penyandang Disabilitas yang diikuti oleh negara-negara berkembang di kawasan Asia Pasifik Afrika atas kerjasama Pemerintah Republik Indonesia dan Japan International Cooperation Agency (JICA), menjadi fasilitator pada kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa (LKMM) IPB tahun 2011-2012 dan Pengembangan

Softskill Senior Resident Mahasiswa Tahap Persiapan Belajar (TPB) IPB Tahun 2012 yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan IPB, sebagai Asisten Peneliti pada Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB yang bekerjasama dengan World Bank dalam kajian Studi Kualitatif Efek Rembesan Pilot PNPM-Lingkungan Mandiri Pedesaan di Indonesia tahun 2012, sebagai

Minutes Taker pada Climate Leadership Program yang diselenggarakan oleh

Center for Climate Risk and Opportunity Management in Southeast Asia Pasific

(CCROM-SEAP) IPB dan Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) tahun 2012, dan sebagai peserta pada program Australian Leadership Award

Fellowship (ALAF) di bidang disabilitas dan masyarakat inklusi yang

diselenggarakan oleh AusAID di Flinders University, Australia Selatan tahun 2012.

Semasa studi magisternya pula, penulis pernah menjadi peserta pada beberapa kegiatan seminar dan workshop, seperti Workshop on Employment of Persons with Disabilities yang diselenggarakan oleh ILO dan AusAID tahun 2011, Seminar on Promoting Persons with Disabilities Livelihood yang diselenggarakan oleh Universitas Padjajdjaran Bandung tahun 2011, Seminar on Human Right of Persons with Disabilities in Indonesia-Barriers and Hope yang diselenggarakan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta tahun 2012,

Evaluation Forum for Promotion of Rural Women’s Livelihood with ICT Use

tahun 2013.

Sebagian dari hasil penelitian tesis ini akan dipublikasikan pada Jurnal Sosiokonsepsia - Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial RI.

RINGKASAN

SANTI UTAMI DEWI. Pengembangan Kompetensi Penyandang Disabilitas melalui Pelatihan Vokasional: Kasus Penyandang Disabilitas Alumni Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Bina Daksa (BBRVBD) Cibinong. Dibawah bimbingan: SITI AMANAH dan EVA RAHMI KASIM.

Penguasaan kompetensi diperlukan oleh penyandang disabilitas agar penyandang disabilitas dapat memperoleh pekerjaan di pasar kerja terbuka. Pelatihan vokasional yang diselenggarakan oleh Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Bina Daksa (BBRVBD) Cibinong merupakan salah satu upaya untuk membekali penyandang disabilitas dengan kompetensi yang dibutuhkan di tempat kerja. Program pelatihan terdiri dari 6 (enam) bidang keterampilan, yaitu: penjahitan, komputer, desain grafis, elektronika, pekerjaan logam, dan otomotif. Bidang penjahitan merupakan bidang keterampilan dengan jumlah lulusan tertinggi yang diserap oleh perusahaan.

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menggambarkan kompetensi penyandang disabilitas lulusan pelatihan vokasional bidang penjahitan; (2) menganalisis faktor-faktor yang berkorelasi dengan kompetensi lulusan; dan (3) memberikan rekomendasi bagi pengembangan pelatihan vokasional yang lebih efektif bagi penyandang disabiltas di bidang penjahitan.

Penelitian dengan metode sensus terhadap 42 penyandang disabilitas lulusan BBRVBD Cibinong bidang keterampilan penjahitan tahun 2006-2012 yang bekerja di 3 (tiga) perusahaan garmen di Jawa Barat telah dilaksanakan pada bulan Juni-Desember 2012. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, pengisian kuesioner, dan wawancara mendalam. Data dianalisa dengan menggunakan statistik deskriptif (distribusi frekuensi) dan statistik inferensia (korelasi Rank Spearman) dengan didukung oleh perangkat lunak SPSS 20.0.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi lulusan berada dalam kategori tinggi. Performa instruktur dalam memberikan motivasi kepada peserta berkorelasi positif signifikan terhadap kompetensi lulusan. Sedangkan urutan substansi materi, proporsi waktu teori dan praktek, jumlah instruktur, dan sarana prasarana pelatihan mempunyai korelasi positif sangat signifikan dengan kompetensi lulusan.

Keefektifan pelatihan dapat ditingkatkan dengan meningkatkan performa instruktur dalam memotivasi peserta melalui pelatihan bagi instruktur (ToT), meningkatkan kurikulum materi pelatihan dan meningkatkan sarana prasarana pelatihan. Sebuah program baru berupa penyaluran kerja dapat diselenggarakan BBRVBD untuk memfasilitasi penyandang disabilitas yang sudah memiliki kompetensi yang baik hasil pelatihan sebelumnya di daerah tapi membutuhkan bantuan penyaluran kerja dari BBRVBD. Koordinasi antara Kementerian Sosial, BBRVBD, dan PSBD/LBK diperlukan agar kurikulum yang ada tidak tumpang tindih.

Kata kunci: pelatihan vokasional, rehabilitasi vokasional, penyandang disabilitas, kompetensi menjahit.

SUMMARY

SANTI UTAMI DEWI. The Competence Development of Persons with Disabilities through Vocational Training at National Vocational Rehabilitation Center (NVRC) Cibinong. Supervised by: SITI AMANAH and EVA RAHMI KASIM.

A competence mastery is needed by persons with disabilities to enable persons with disabilities having a job in open employment. Vocational training conducted by National Vocational Rehabilitation Center (NVRC) Cibinong is one of the efforts to equip persons with disabilities with the competence needed by the workplace. The training program consists of 6 (six) main skills, i.e.: sewing, computer, graphic design, electro, metal work, and automotive. Sewing class has the highest number of graduated trainess that employed by the companies.

The study has three main objectives: (1) to describe the competence of persons with disabilities graduated from NVRC Cibinong -sewing class; (2) to analyze the factors that correlated to competence of graduated trainees; and (3) to formulate a recomendation for developing vocational training approach for persons with disabilities that could ensure its effectiveness.

A sensus to 42 persons with disabilities graduated from sewing class of NVRC Cibinong year 2006-2012 that employed by 3 (three) garment companies in West Java province has already conducted on June-December 2012. The data was collected by using observation, questionnaires and in-depth interview techniques and analyzed by using descriptive statistics (distribution of frequency) and inferencial statistics (Rank Spearman correlation) supported by SPSS 20.0 Software.

The results show that the competence of graduated trainees is categoryzed in high level. The instructors’ performance in motivating the trainees has a significant positive correlation on competence. Meanwhile, the gradually contents of subjects, the proportion of duration for theory and practice, the number of instructors, and the facilities of Center have a very significant positive correlation on competence.

The effectiveness of training could be increased by improving the performance of instructor in motivating the trainees, reinforcing the curriculum and maintaining the facilities of Center. A new program –Job placement- can be implemented by NVRC to support persons with disabilities who have already had a high competence from previous training but need support in finding job. Coordination among Ministry of Social Affairs, NVRC, and PSBD/LBK is needed to make the curriculum in line.

Keywords: vocational training, vocational rehabilitation, person with disabilities, sewing competence.

Dokumen terkait