• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh Fenny Zulvia, S.Pd

Di Indonesia saat ini sedang gencar-gencarnya menerapkan Sekolah Ramah Anak. Apa sih Sekolah Ramah anak itu ? Sekolah Ramah Anak atau yang biasa disingkat SRA merupakan program untuk mewujudkan kondisi aman, bersih, sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup yang menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak dari kekerasan diskriminasi dan perlakuan lainnya, selama anak berada di satuan pendidikan serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran dan pengawasan. Sekolah Ramah Anak bukanlah membangun sekolah baru, namun mengkondisikan sebuah sekolah menjadi nyaman bagi anak, serta memastikan sekolah memenuhi hak anak dan melindunginya, karena sekolah menjadi rumah kedua bagi anak, setelah rumahnya sendiri (Panduan Sekolah Ramah Anak, KPPPAI 2015).

90

Dalam Panduan Sekolah Ramah Anak (2015), terdapat enam komponen penting dalam penerapan Sekolah Ramah Anak di sekolah, yaitu adanya komitmen tentang kebijakan SRA, adanya proses pembelajaran yang ramah anak, adanya Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang terlatih hak anak, adanya sarana dan prasarana yang ramah anak, partisipasi anak, partisipasi orang tua, lembaga masyarakat, dunia usaha, pemangku kepentingan lainnya dan alumni. Pada komponen ketiga yaitu adanya pendidik dan tenaga kependidikan terlatih hak-hak anak, dimana disini pendidik dan tenaga pendidik harus memiliki ilmu pengetahuan tentang apa saja hak-hak anak tersebut. Ilmu tersebut bisa didapatkan dari pelatihan-pelatihan yang biasa diadakan baik di lingkungan dinas pendidikan maupun dari masing-masing sekolah.

Terutama guru dan lebih mengerucut lagi yaitu Guru BK.

Mengapa guru menjadi salah satu komponen penting dalam penerapan SRA terutama guru BK? disini guru juga sangat memiliki peran penting, dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menegaskan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,

91

mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Pernyataan tersebut memaparkan bahwa tugas seorang guru cukup berat, karena bukan hanya sekedar mengajar dan memberikan ilmu pengetahuan kesiswa tetapi juga harus mendidik, membimbing, mengarahkan dan banyak hal lainnya.

Salah satu guru yang bertugas membimbing siswa adalah guru Bimbingan dan Konseling. Guru Bimbingan dan Konseling atau bisa di sebut Guru BK atau dulunya dikenal dengan istilah guru BP (Bimbingan Penyuluhan) adalah salah satu guru yang memiliki tugas membantu siswa memfasilitasi dan memandirikan perkembangan potensi diri serta bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa.

Bimbingan dan Konseling sendiri merupakan bagian integral dari pendidikan, dimana tujuan utamanya ialah membantu, memfasilitasi dan memandirikan peserta didik atau siswa dalam rangka agar terciptanya perkembangan potensi peserta didik atau siswa secara utuh atau optimal . BK juga memiliki program layanan

92

yaitu layanan dasar, layanan peminatan dan perencanaan individual, layanan responsif dan dukungan sistem.

Dimana layanan dasar berisi layanan-layanan yang biasa dilakukan oleh guru BK kepada siswa.

Bentuk program layanan BK yang dilakukan Guru BK adalah Layanan dasar berupa asesmen kebutuhan (untuk mngetahui kebutuhan materi apa yg dibutuhkan siswa), layanan bimbingan klasikal (disini guru BK bisa memberikan materi kecakapan hidup kepada siswa dalam bentuk layanan informasi di kelas) dan layanan lainnya.

Layanan peminatan dan perencanaan individual berupa layanan yang diberikan berupa pemberian layanan klasikal, kelompok atau individu untuk mengetahui minat dan potensi siswa kearah mana serta mengarahkan siswa agar mampu mengambil keputusan untuk perencanaan masa depan atau studi lanjut siswa. Layanan responsif berupa konseling individu, konseling kelompok, kunjungan rumah dan lainnya. Yang terakhir adalah dukungan sistem dimana layanan ini diberikan secara tidak langsung, yang membantu memfasilitasi proses layanan yang diberikan.

93

Dalam proses pemberian layanan tersebut juga ada banyak tantangan dan kendala yang dirasakan oleh guru BK. Kendala tersebut mulai dari diri guru BK sendiri, dari siswa yang dibantu, dari lingkungan sekitar dan orang tua siswa. Kendala yang dirasakan guru bk itu sendiri adalah ada pada dirinya, bagaimana ia bisa menerima siswa tanpa syarat, dapat menjaga rahasia permasalahan siswa. Dari siswa itu sendiri, bagaimana siswa bisa menumbuhkan rasa percaya pada guru BK mengingat tidak semua siswa bisa mempercayai guru BK. Dari lingkungan sekitar, adanya istilah BK adalah polisi sekolah, sehingga dimata siswa ketika ia berurusan dengan BK maka ia bermasalah, padahal tidak seperti itu, BK bukan hanya tempat orang yang bermasalah tetapi juga siapapun yang ingin berbagai cerita juga bisa bertemu dengan guru BK. Dan dari orang tua, karena masih banyak orang tua yang tidak peduli dengan permasalahan anaknya, hal ini yang banyak terjadi di sekolah, kebanyakan dari siswa yang bermasalah ialah siswa yang memiliki masalah dirumahnya ada yang kekurangan perhatian, ada yang kekurangan ekonomi dan banyak masalah lainnya.

94

Selain kendala yang dirasakan guru BK dalam hal pemberian layanan, banyak juga permasalahan siswa yang beranekaragam masalah. Mulai dari permasalahan yang ada dirumah (perceraian orang tua, pertengkaran orang tua didepan anak), ada yang kekurangan perhatian, ada yang kelebihan perhatian sehingga menjadikannya siswa/anak yang manja. Permasalahan yang ada disekolah (bertengkar dengan teman karena masalah sepele, dimarahi gurunya karena tidak mengerjakan tugas atau membolos sekolah). Permasalahan yang ada dilingkungan sekitar (berbeda pendapat dengan tetangga, tawuran antar kampung, mengikuti unjuk rasa padahal umurnya masih dibawah 17 tahun dan banyak masalah lainnya).

Dari permasalahan-permasalahan yang beranekaragam tersebut, dari berbagai penyebab dan latar belakang yang membuat siswa bermasalah (asesmen) itulah guru BK bisa memikirkan dan merencanakan bantuan apa yang bisa diberikan kepada siswa untuk membantunya menyelesaikan permasalahan tersebut.

Mengingat permasalahan siswa yang terjadi disekolah kebanyakan karena ia memiliki masalah di rumah atau lingkungan sekitar yang ia lampiaskan di sekolah.

95

Bagi guru yang awam dan tidak tahu permasalahan siswa yang sebenarnya malah akan memberikan label yang tidak baik pada siswa tersebut.

Oleh karena itu, kita sebagai guru tidak harus selalu langsung melabel siswa,contohnya saja siswa ini tidak mengerjakan tugas, siswa ini membolos dan label lainnya yang membuat siswa makin down. Karena kita tidak pernah tahu hal sulit apa yang sudah siswa tersebut lalui yang menjadi penyebab siswa tersebut bermasalah.

Disini pentingnya peran seorang guru BK, bagaimana ia mengasesmen siswa mencari tahu kebutuhan siswa itu apa, mencari penyebab terjadinya masalah dan memberikan pengertian pada lingkungan sekitar tentang apa yang sudah terjadi.

Lalu apa peran guru BK dalam mewujudkan sekolah ramah anak ? Sekolah ramah anak seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya adalah sekolah yang mampu mengkondisikan sebuah sekolah menjadi aman dan nyaman bagi siswa, memenuhi hak-hak anak dan melindunginya. Intinya adalah sekolah yang ramah untuk anak-anak sekolah, yaitu tidak adanya kekerasan, sarana dan prasarana yang mendukung, guru yang memahami

96

siswa dan siswa merasa aman dan nyaman ketika berada disekolah. Ketika siswa merasa tidak nyaman disekolah, merasa tidak terlindungi maka itu artinya siswa tersebut memiliki masalah yang sedang ia rasakan. Dan disinilah peran penting guru BK yang bertanggung jawab untuk membantu permasalahan siswa tersebut. Membantu memandirikan siswa, mengarahkan siswa untuk bisa mengambil keputusan sendiri dalam hal penyelesaian permasalahannya dan membantu menemukan potensi yang dimiliki siswa agar dapat berkembang seoptimal mungkin.

Daftar Rujukan :

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. 2015.

Panduan Sekolah Ramah Anak. Jakarta : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun

2005 tentang Guru dan

Dosen.(online),(https://jdih.kemenkeu.go.id/fulltext/

97

2005/14TAHUN2005UU.htm), diakses 23 Oktober 2020.

Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 Tentang Bimbingan dan Konseling Pada Pendidikan dasar

dan Menengah. (online).

(https://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2014/1

1/permendikbud-no-111-tahun-2014-tentang-bimbingan-dan-konseling.pdf), diakses 23 Oktober 2020.

98

GAUNG GAMELAN BERKUMANDANG