URAIAN INFORMASI
2.4 Kejaksaan Agung Republik Indonesia Kurun Waktu Kurun Waktu
2.5.4 Kementerian Sekretariat Negara Kurun Waktu Kurun Waktu
2.5.4.7 Sekretariat Kabinet Kurun Waktu Kurun Waktu
1945-2012
Cakupan (Jumlah) dan Media Unit Deskripsi Arsip Konvensional
Arsip Tekstual : 889 Boks Besar, 843 Boks Kecil
Arsip Media Baru
Optical Disc : 9 Keping
Kondisi Arsip
Sebagian rusak ringan.
Profil
Sekretariat Kabinet tidak dibentuk bersamaan dengan Sekretariat Negara karena pada awal pembentukannya susunan Organisasi Sekretariat Negara sangatlah sederhana. Sekretariat Kabinet pertama kali dibentuk pada masa sistem pemerintahan Parlementer. Organisasi ini pada awalnya bernama Kabinet Perdana Menteri yang dipimpin oleh Direktur Kabinet Perdana Menteri yang memiliki tugas membantu Perdana Menteri dan beranggotakan dari kalangan partai politik. Ketika sistem perintahan Indonesia berubah dari Parlementer menjadi Presidensil, Kabinet Perdana Menteri berubah nama menjadi Kabinet Perdana Menteri, dan kemudian berubah lagi menjadi Kabinet Menteri Pertama.
Perubahan kembali dilakukan ketika Musyawarah Kabinet Kerja pada 12 dan 19 Juni 1962 selesai dilaksanakan. Presiden Sukarno memutuskan untuk menyatukan lembaga pemerintah ini
|Guide Khazanah Arsip Statis Lembaga Negara RI Periode 1945-2018| 110 menjadi Sekretariat Negara Gaya Baru. Untuk memperlancar integrasi Sekretariat Negara ke dalam Sekretariat Negara Gaya Baru, diangkat dua orang pejabat Sekretariat Negara berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 281 Tahun 1962, yaitu Mr. Mohammad Ichsan menjabat sebagai Sekretaris Negara (yang memimpin Sekretariat Negara) dan Abdul Wahab Surjoadiningrat sebagai Sekretaris Presidium Kabinet Kerja. Sekretariat Presidium Kabinet memiliki tugas untuk menyelenggarakan administrasi pemerintahan dalam arti luas.
Pergantian Presiden dari Sukarno kepada Soeharto, Sekretariat Kabinet masuk dalam susunan organisasi Sekretarian Negara dan jabatan Sekretaris Kabinet merangkap sebagai Wakil Sekretaris Negara. Tugas dari Sekretariat Kabinet pada saat itu adalah menyelenggarakan pelayanan terhadap kegiatan pemerintahan dari Presiden selaku Kepala Pemerintahan.
Perkembangan terjadi ketika Sekretariat Negara dipimpin oleh Sudharmono, jabatan Sekretaris Negara merangkap sebagai Sekretaris Kabinet yang mengakibatkan penggabungan tugas antara Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet. Tugas pokok Sekretariat Negara pada masa ini adalah membantu Presiden dalam memperlancar pelaksanaan tugasnya yang bersangkutan dengan penyelenggaraan kekuasaan negara dan pemerintahan yang meliputi administrasi kenegaraan serta pemerintahan dalam arti yang luas dan menyelenggarakan pelayanan administrasi dari Lembaga-Lembaga Pemerintah Non-Departemen.
Pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, dan Sekretaris Pengendalian Pemerintahan dipisahkan. Kebijakan ini membuat kedudukan ketiga organisasi ini sejajar karena masing-masing berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Sekretariat Kabinet pada masa ini memiliki tugas memberi dukungan staf dan pelayanan administrasi kepada Presiden selaku Kepala Pemerintahan dalam menyelenggarakan kekuasaan Pemerintahan Negara, terutama di bidang peraturan perundang-undangan dan pengambilalihan
|Guide Khazanah Arsip Statis Lembaga Negara RI Periode 1945-2018| 111 keputusan pemerintah. Pada pemerintahan Presiden Megawati kedudukan jabatan Sekretaris Negara lebih tinggi dari sekretaris lainnya dan menjadikan Sekretaris Negara sebagai koordinator dari seluruh sekretariat yang ada di lingkungan pemerintahan.
Pada Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 31 Tahun 2005, Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet memiliki tugas yang berbeda.
Sekretariat Kabinet bertugas memberikan dukungan teknis administrasi serta analisis kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam menyelenggarakan kekuasaan Pemerintahan. Pada perkembangan berikutnya, dengan dibuatnya Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2007, terdapat penambahan susunan organisasi di Sekretariat Kabinet, yaitu jabatan Wakil Sekrataris Kabinet yang kembali diaktifkan.
Sekretariat Kabinet mempunyai tugas untuk memberi dukungan staf, administrasi teknis, dan pemikiran kepada Presiden selaku Kepala Pemerintahan.
Pada era Presiden Joko Widodo, berdasarkan Peraturan Sekretaris Kabinet Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2015, Sekretariat Kabinet dipimpin oleh Sekretaris Kabinet. Adapun tugas Sekretaris Kabinet yaitu memberikan dukungan pengelolaan manajemen kabinet kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Riwayat Akuisisi
Arsip Sekretariat Kabinet diserahkan beberapa kali ke ANRI sejak tahun 1973 hingga 2019, baik dengan berita acara dan Daftar Pertelaan Arsip (DPA) maupun tidak disertai keduanya, dengan rincian sebagai berikut:
1. Pada tahun 1973 (tanpa Berita Acara Serah Terima maupun DPA).
2. Pada tahun 1992 (tanpa Berita Acara Serah Terima maupun DPA).
|Guide Khazanah Arsip Statis Lembaga Negara RI Periode 1945-2018| 112 3. Pada tahun 2004, yaitu penyerahan pada 25 Oktober 2004
sejumlah 4 meter linear berupa arsip Litsus, pada 7 Desember 2004 sejumlah 2 meter linear berupa arsip personal file pejabat berbagai departemen, dan pada 20 Desember 2004 sejumlah 15 meter linear berupa data pensiun pegawai dari berbagai departemen.
4. Pada tahun 2007, yaitu penyerahan pada 27 Agustus 2007 berupa arsip perundang-undangan, Keputusan Presiden, Instruksi Presiden, dan lain-lain, dan pada 28 November 2007 sejumlah 968 berkas berupa arsip pejabat negara, Ketua dan Wakil Ketua MPR RI dan Anggota DPR-RI periode 1999-2004.
5. Pada tahun 2008, yaitu penyerahan pada 26 November 2008 berupa arsip peraturan perundang-undangan, Peraturan Pemerintah, Keputusan Presiden dan Instruksi Presiden, serta pada 28 November 2008 berupa arsip peraturan perundang-undangan, Peraturan Pemerintah, Keputusan Presiden, Instruksi Presiden, dan berkas pejabat negara (anggota DPR-RI, Gubernur dan Wakil Gubernur, dan lain-lain).
6. Pada tahu 2009, yaitu penyerahan pada 21 April 2009, 22 Mei 2009, dan 21 Desember 2009 dengan disertai Berita Acara Serah Terima dan DPA, berisi arsip mengenai Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Keputusan Presiden, Instruksi Presiden, risalah sidang dan rapat, bahan sidang kabinet lengkap dan terbatas tahun, dan lain-lain.
7. Pada 20 Desember 2010.
8. Pada 8 Desember 2011 dengan dilengkapi Berita Acara Serah Terima Arsip No. BA.1989/Setkab/Pusdatin/XII/2011 dan No.
HK.09/07/2011 disertai DPA, berisi arsip mengenai usulan pengangkatan dalam pangkat dan pemberhentian PNS Gol IV/c ke atas sebanyak 126 berkas.
9. Pada 29 Mei 2013.
|Guide Khazanah Arsip Statis Lembaga Negara RI Periode 1945-2018| 113 10. Pada tahun 2014, yaitu penyerahan pada 20 Mei 2014 dengan
dilengkapi Berita Acara Serah Terima No. BA.3/Setkab/V/2014 dan No. KN.00.00/38/2014 disertai DPA, berisi arsip mengenai kumpulan peraturan perundang-undangan (Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Keputusan Presiden, Instruksi Presiden), arsip mengenai pengangkatan dalam pangkat dan pemberhentian PNS Golongan IV/c ke atas, dan lain-lain sebanyak 659 boks. Selain itu, terdapat penyerahan arsip pada 28 Oktober 2014 dengan dilengkapi Berita Acara Serah Terima No.
BA.4/Setkab/X/2014 dan No. KN.00.00/106/2014 sebanyak 439 boks, berupa arsip mengenai kumpulan peraturan perundang-undangan (Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Keputusan Presiden, Instruksi Presiden), pengangkatan dalam pangkat dan pemberhentian PNS Golongan IV/c ke atas Tahun 2008-2010, dan lain-lain;
11. Pada tahun 2016, diantaranya yaitu penyerahan pada 11 Februari 2016 dengan dilengkapi Berita Acara Serah Terima No.
BA.1/adm/2/2016, No. KN.00.04/172/2016, dan No.
KN.00.04/05/2016 disertai DPA, penyerahan pada 5 Oktober 2016 sebanyak 458 nomor berupa arsip mengenai Peraturan Perundang-undangan, Ketetapan MPRS, Resolusi dan Keputusan MPRS, Peraturan Bank Indonesia, dan lain-lain, serta penyerahan pada 22 Desember 2016 disertai Berita Acara Serah Terima No.
BA.5/Adm/12/2016 dan No. KN.00.04/173/2016.
12. Pada 23 November 2017 disertai dengan Berita Acara Serah terima.
13. Pada 3 April 2018 sebanyak 168 berkas dan 1 CD, berupa arsip mengenai Peraturan Presiden, Keputusan Presiden, dan Instruksi Presiden.
|Guide Khazanah Arsip Statis Lembaga Negara RI Periode 1945-2018| 114 14. Pada 26 September 2019 sebanyak 1.883 nomor dan 6.068
rekaman suara, berupa transkripsi dan kaset rekaman sidang kabinet dan rapat terbatas.
Lingkup dan Isi
Arsip Sekretariat Kabinet berisi infomasi mengenai kegiatan fasilitatif dan substantif antara lain kegiatan hukum dan perundangan termasuk berbagai jenis produk hukum, kepegawaian umum, keuangan negara, hubungan dengan lembaga-lembaga, kunjungan, urusan dalam dan dokumentasi, berbagai naskah yang tercipta di beberapa bagian Kabinet Presiden seperti Bagian Ketatanegaraan dan Umum seperti berbagai peraturan perundang-undangan, administrasi kepegawaian, agama, agraria, anggaran dan perpajakan, hubungan luar negeri, kependudukan, otonomi daerah, hingga transmigrasi. Ada pula arsip Bagian Dinas Khusus berisi informasi mengenai keprotokoleran, permintaan hadiah, dan surat-surat terkait keluarga presiden.
Sedangkan Bagian Administrasi, arsip pada bagian ini terdiri dari arsip kegiatan organisasi dan tata laksana, kepegawaian, perbendaharaan, kesejahteraan pegawai dan perlengkapan. Bagian informasi dan dokumentasi, berisi berbagai artikel, majalah, ikhtisar berita, berita-berita dari berbagai surat kabar.
Sarana Bantu Temu Kembali Arsip (Finding Aids)
1. Inventaris Arsip Sekretariat Kabinet Periode 1966-1971 (terbit 1986).
2. Inventaris Arsip Kabinet Presiden Republik Indonesia 1950-1959 (terbit 1995).
3. Daftar Arsip Statis Sekretariat Kabinet RI: Seri Produk Hukum Tahun 2000-2010 (terbit 2016).
4. Inventaris Arsip Kabinet Presiden Republik Indonesia Serikat (20 Desember 1949-6 September 1950) (terbit 1998).
|Guide Khazanah Arsip Statis Lembaga Negara RI Periode 1945-2018| 115 Contoh Deskripsi
1. Berkas mengenai kembalinya Indonesia menjadi anggota PBB. 16 September-22 Oktober 1966, asli, tembusan, 1 sampul. (No. 135);
2. Laporan-laporan mengenai sepak terjang kegiatan-kegiatan:
latihan, taktik, sebab-sebab terjadinya peristiwa G.30 S/PKI. 30 November 1966, asli/tembusan/salinan, 1 lembar. (No. 200) 3. Berkas mengenai persiapan menghadapi kunjungan Presiden
Philipina, Ferdinand Marcos, tanggal 12-15 Januari 1968, dari Direktorat Protokol Departemen Luar Negeri. 2 Desember 1967-12 Januari 1968, konsep/asli/tembusan, 1 sampul. (No. 391) 4. Undang-Undang Republik Indonesia Serikat Nomor 11 Tahun
1949 tentang Penetapan Undang-Undang mengenai pengesahan konstitusi Republik Indonesai Serikat. 14 Desember 1949, konsep, 8 lembar. (No. 1)
2.5.4.8 Asisten Menteri Urusan Administrasi Pemerintahan dan