• Tidak ada hasil yang ditemukan

KeTeranGan 30 april 2020 2019 31 Desember 2018 2017 raSIO KeUanGan (%)

C. rISIKO UmUm

6. Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary)

Perseroan telah membentuk Sekretaris Perusahaan sebagaimana disyaratkan dalam Peraturan OJK No. 35/2014. Perseroan telah menunjuk Meli Tantri sebagai Sekretaris Perseroan (Corporate Secretary) berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 002/SK-DIR/VI/2020 tanggal 8 Juni 2020 tentang penunjukan Sekretaris Perusahaan di Perseroan.

Berikut adalah riwayat hidup dari Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) adalah sebagai berikut: meli Tantri

Sekretaris Perusahaan

Keterangan tentang Ibu Meli Tantri adalah sebagaimana telah disampaikan pada subbab 5 Pengurusan dan Pengawasan Perseroan.

Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut: 1. Mengikuti perkembangan Pasar Modal khususnya peraturan perundang-undangan yang berlaku di

bidang Pasar Modal.

2. Memberikan masukan kepada Direksi dan Dewan Komisaris untuk mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang Pasar Modal.

3. Membantu Direksi dan Dewan Komisaris dalam pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang meliputi: a. Keterbukaan informasi kepada masyarakat, termasuk ketersediaan informasi pada Situs Web

Perseroan;

b. Penyampaian laporan kepada OJK tepat waktu;

c. Penyelenggaraan dan dokumentasi Rapat Umum Pemegang Saham;

d. Penyelenggaraan dan dokumentasi rapat Direksi dan/atau Dewan Komisaris; dan

e. Pelaksanaan program orientasi terhadap perusahaan bagi Direksi dan/atau Dewan Komisaris. 4. Sebagai penghubung Perseroan dengan pemegang saham Perseroan, OJK, dan pemangku kepentingan

umum lainnya.

5. Sekretaris Perusahaan dan pegawai dalam unit kerja yang menjalankan fungi Sekretaris Perusahaan wajib menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi yang bersifat rahasia kecuali dalam rangka memenuhi kewajiban sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau ditentukan lain dalam peraturan perundang-undangan.

6. Sekretaris Perusahaan dan pegawai dalam unit kerja yang menjalankan fungsi Sekretaris Perusahaan dilarang mengambil keuntungan pribadi secara langsung maupun tidak langsung, yang merugikan Perseroan.

7. Dalam rangka mengingkatkan pengetahuan dan pemahaman untuk membantu pelaksanaan tugasnya, Sekretaris Perusahaan harus mengikuti pendidikan dan/atau pelatihan.

8. Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab kepada Direksi.

9. Setiap infromasi yang disampaikan oleh sekretaris perusahaan kepada masyarakat merupakan informasi resmi Perusahaan.

10. Mengelola Rapat Gabungan Komisaris dan Direksi dan merecord Agenda, Minute, Kebijakan, Keputusan, dan data-data yang dihasilkan didalam Rapat Gabungan Komisari dan Direksi.

11. Membantu Direksi dalam pemecahan masalah-masalah Perusahaan secara umum.

12. Mengawasi jalannya aplikasi peraturan yang berlaku dengan tetap berpedoman pada prinsip GCG. 13. Menata-usahakan serta menyimpan dokumen-dokumen Perusahaan.

14. Memberikan pelayanan kepada masyarakat atau shareholder atas informasi yang dibutuhkan pemodal yang berkaitan dengan kondisi perusahaan:

a. Laporan Keuangan Tahunan (Audited);

b. Laporan Kinerja Perseroan Tahunan (Annual Report); c. Informasi Fakta Materi;

d. Produk atau penemuan yang berarti (penghargaan, proyek unggulan, penemuan metode khusus, dll);

e. Perubahan dalam sistem pengendalian atau perubahan penting dalam manajemen.

Untuk menghubungi Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) Perseroan, dapat disampaikan ke:

Nama : Meli Tantri

Jabatan : Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary)

Alamat : Rukan Exclusive Bukit Golf Mediterania Blok I – 09, RT. 004 RW. 003, Pantai Indah Kapuk, Kel. Kamal Muara, Kec. Penjaringan, Jakarta Utara 14470. DKI Jakarta No. Telepon : (021) 5596 6133, 5596 5869, 5596 5870

E-mail : [email protected]

Sampai saat ini belum ada program pelatihan yang diikuti oleh Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) dalam rangka meningkatkan kompetensi Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary). Kedepannya Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) akan mengikuti program pelatihan yang berkaitan dengan: · Perkembangan pasar modal khususnya peraturan perundang-undangan yang berlaku.

· Pemahaman tata kelola Perseroan yang berpedoman pada prinsip GCG.

· Kemampuan sebagai penghubung antara pemegang saham Perseroan, OJK, dan Pemangku kepentingan umum lainnya.

9. SUmBer DaYa manUSIa

Perseroan melaksanakan program-program untuk meningkatkan sumber daya manusia melalui pelatihan, mempertahankan kepuasan karyawan melalui remunerasi yang kompetitif, dan menanamkan motivasi melalui program manajemen kinerja.

Perseroan menyadari bahwa keberhasilan operasional dan keuangan secara berkelanjutan sangat tergantung dari tim SDM yang tepat (karyawan yang tepat pada peran yang tepat pula). Untuk itu, Perseroan akan selalu berupaya untuk menjaga hubungan industrial yang produktif, melakukan proses perekrutan dari bakat-bakat terbaik serta mempertahankan bakat-bakat tersebut.

Sumber daya manusia merupakan aset utama Perseroan dan memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan kegiatan usaha Perseroan. Menyadari hal tersebut Perseroan berkeyakinan bahwa untuk mencapai misi perusahaan, maka mutlak diperlukan usaha-usaha yang dapat menunjang pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sehingga dapat dicapai pendayagunaan Sumber Daya Manusia secara optimal.

Untuk mencapai tujuan pengembangan SDM tersebut, Perseroan melaksanakan program-program untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kebijakan pengembangan pegawai dijelaskan di dalam buku peraturan perusahaan sebagai berikut:

1. Perseroan memberikan program pelatihan sesuai dengan kebutuhan bisnis Perseroan.

2. Identifikasi kebutuhan pelatihan merupakan tanggung jawab atasan bersama dengan Departemen Sumber Daya Manusia.

3. Pegawai yang menolak untuk mengikuti pelatihan atau tidak dengan sungguh-sungguh melaksanakan tugas dalam pelatihan tanpa alasan yang dapat diterima Perseroan dianggap telah menolak perintah kerja dan akan dikenakan sanksi sesuai Peraturan Perusahaan.

Diluar sarana pendidikan dan pelatihan pegawai, peningkatan kualitas pegawai dilakukan melalui supervisi/ pendampingan/coaching, pemberian proyek dan pengiriman karyawan pada program pelatihan yang dilakukan oleh penyelenggara luar/pihak ketiga.

Selain itu, Perseroan juga memberikan fasilitas kesejahteraan karyawan meliputi: standar gaji memenuhi ketentuan upah minimum kota/kabupaten, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, pemberian insentif, fasilitas kesehatan (rawat inap dan rawat jalan) untuk level manajerial, dan fasilitas pinjaman untuk keperluan darurat melalui departemen Sumber Daya Manusia.

Perseroan juga telah memenuhi peraturan di bidang ketenagakerjaan, antara lain pemberian standar gaji memenuhi ketentuan upah minimum kota/kabupaten, pembayaran gaji dan THR tepat waktu, program BPJS untuk seluruh karyawan baik kesehatan maupun ketenagakerjaan, hak-hak cuti karyawan telah diatur di dalam Peraturan Perusahaan.

Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, Perseroan mempekerjakan 3.609 (tiga ribu enam ratus sembilan) orang karyawan yang terbagi atas 1.901 (seribu sembilan ratus satu) orang karyawan tetap, dimana untuk kategori karyawan tetap diklasifikasikan hingga posisi jabatan Pegawai Bulanan (PB) atau Karyawan Harian Tetap (KHT), dan 1.708 (seribu tujuh ratus delapan) orang Karyawan Harian Lepas (KHL). Seluruh karyawan Perseroan merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) karena Perseroan tidak mempekerjakan tenaga kerja asing.

Komposisi Karyawan

Tabel berikut ini menunjukkan perkembangan komposisi karyawan Perseroan dan Entitas Anak berdasarkan jenjang jabatan, pendidikan, usia dan status kepegawaian untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019, 2018 dan 2017:

Perseroan

Komposisi Karyawan menurut Jenjang Jabatan

KaTeGOrI 2019 31 Desember 2018 2017

Komisaris 7 6 6

Direksi 5 5 4

Manajer 28 34 32

Supervisor 146 140 134

Pelaksana (Pegawai Bulanan (PB) dan Karyawan

Harian Tetap (KHT)) 1.715 1.689 1.671

Pelaksana (karyawan Harian Lepas (KHL)) 1.708 2.060 1.885

Jumlah 3.609 3.934 3.732

Komposisi Karyawan menurut Jenjang Pendidikan

KaTeGOrI 2019 31 Desember 2018 2017 Doktor (S3) 1 1 1 Magister (S2) 7 7 8 Sarjana (S1) 100 110 92 Sarjana Muda (D3) 35 29 33 Non Sarjana 3.466 3.787 3.598 Jumlah 3.609 3.934 3.732

Komposisi Karyawan menurut Jenjang Usia KaTeGOrI 2019 31 Desember 2018 2017 <18 Tahun 665 732 675 26 – 35 Tahun 1451 1625 1522 36 – 45 Tahun 972 990 986 46 – 55 Tahun 440 512 461 > 56 Tahun 81 75 88 Jumlah 3.609 3.934 3.732

Komposisi Karyawan menurut Status Kepegawaian

KaTeGOrI 2019 31 Desember 2018 2017

Tetap 1.901 1.874 1.847

Kontrak/Pegawai Tidak Tetap 1.708 2.060 1.885

Jumlah 3.609 3.934 3.732

Komposisi Karyawan menurut aktivitas Utama

KaTeGOrI 2019 31 Desember 2018 2017

Komisaris 7 6 6

Direksi 5 5 4

Finance & Accounting (DKI Jakarta) 2 2 2

Finance & Accounting (Palembang) 20 21 20

GIS (Geography Information System) 6 6 6

IT Dept. 4 4 4

HRD 8 8 8

GA, Legal & Plasma 63 67 64

Sustainability 5 7 7

Training 2 4 2

Purchasing 15 15 14

Export 7 7 6

Commercial 5 6 6

Internal Audit Dept 12 11 10

Community Development 7 2 1

Automotive & Civil engineering 78 163 98

Plantation 2.615 2.856 2.671

Pabrik Pengolahan 748 744 813

Jumlah 3.609 3.934 3.732

Komposisi Karyawan menurut Lokasi

KaTeGOrI 2019 31 Desember 2018 2017

DKI Jakarta 5 5 5

Sumatera Selatan 3.604 3.929 3.727

Jumlah 3.609 3.934 3.732

Untuk komposisi karyawan Perseroan menurut jabatan, jenjang pendidikan, jenjang usia dan status kepegawaian, Perseroan mengklasifikasikan sudah termasuk Karyawan Harian Lepas (KHL).

entitas anak

i. PT Sriwijaya Nusantara Sejahtera (“SNS”)

Komposisi Karyawan menurut Jenjang Jabatan

KaTeGOrI 2019 31 Desember 2018 2017

Komisaris 1 1 1

Direksi 2 1 1

Manajer 1 1

-Supervisor 12 8 11

Pelaksana (Pegawai Bulanan (PB) / Karyawan

Harian Tetap (KHT)) 57 54 45

Pelaksana (Karyawan Harian Lepas (KHL)) 544 502 394

Jumlah 617 567 452

Komposisi Karyawan menurut Jenjang Pendidikan

KaTeGOrI 2019 31 Desember 2018 2017 Doktor (S3) 0 0 0 Magister (S2) 1 1 1 Sarjana (S1) 10 6 6 Sarjana Muda (D3) 1 1 2 Non Sarjana 605 559 443 Jumlah 617 567 452

Komposisi Karyawan menurut Jenjang Usia

KaTeGOrI 2019 31 Desember 2018 2017 <18 Tahun 123 92 40 26 – 35 Tahun 238 227 176 36 – 45 Tahun 167 155 144 46 – 55 Tahun 76 80 79 > 56 Tahun 13 13 13 Jumlah 617 567 452

Komposisi Karyawan menurut Status Kepegawaian

KaTeGOrI 2019 31 Desember 2018 2017

Tetap 73 65 58

Kontrak/Pegawai Tidak Tetap 544 502 394

Jumlah 617 567 452

Komposisi Karyawan menurut aktivitas Utama

KaTeGOrI 2019 31 Desember 2018 2017

Komisaris 1 1 1

Direksi 2 1 1

Plantation 614 565 450

Komposisi Karyawan menurut Lokasi

KaTeGOrI 2019 31 Desember 2018 2017

Sumatera Selatan 617 567 452

Jumlah 617 567 452

Untuk komposisi karyawan SNS menurut jabatan, penjang pendidikan, jenjang usia dan status kepegawaian, Perseroan mengklasifikasikan sudah termasuk Karyawan Harian Lepas (KHL).

ii. PT Hamparan Mutiara Hijau (“HMH”)

Komposisi Karyawan menurut Jenjang Jabatan

KaTeGOrI 2019 31 Desember 2018 2017

Komisaris 1 1 1

Direksi 2 1 1

Manajer 1 -

-Supervisor 5 4 3

Pelaksana (Pegawai Bulanan (PB) / Karyawan

Harian Tetap (KHT)) 39 27 14

Pelaksana (Karyawan Harian Lepas (KHL)) 141 138 88

Jumlah 189 171 107

Komposisi Karyawan menurut Jenjang Pendidikan

KaTeGOrI 2019 31 Desember 2018 2017 Doktor (S3) 0 0 0 Magister (S2) 1 1 1 Sarjana (S1) 3 2 3 Sarjana Muda (D3) 2 2 2 Non Sarjana 183 166 101 Jumlah 189 171 107

Komposisi Karyawan menurut Jenjang Usia

KaTeGOrI 2019 31 Desember 2018 2017 <18 Tahun 35 35 11 26 – 35 Tahun 89 86 62 36 – 45 Tahun 48 37 21 46 – 55 Tahun 13 10 9 > 56 Tahun 4 3 4 Jumlah 189 171 107

Komposisi Karyawan menurut Status Kepegawaian

KaTeGOrI 2019 31 Desember 2018 2017

Tetap 48 33 19

Kontrak/Pegawai Tidak Tetap 141 138 88

Komposisi Karyawan menurut aktivitas Utama KaTeGOrI 2019 31 Desember 2018 2017 Komisaris 1 1 1 Direksi 2 1 1 Plantation 186 169 105 Jumlah 189 171 107

Komposisi Karyawan menurut Lokasi

KaTeGOrI 2019 31 Desember 2018 2017

Sumatera Selatan 189 171 107

Jumlah 189 171 107

Untuk komposisi karyawan HMH menurut jabatan, jenjang pendidikan, jenjang usia dan status kepegawaian, Perseroan mengklasifikasikan sudah termasuk Karyawan Harian Lepas (KHL).

iii. PT Musi Andalan Sumatera (“MAS”)

Komposisi Karyawan menurut Jenjang Jabatan

KaTeGOrI 2019 31 Desember 2018 2017

Komisaris 1 1 1

Direksi 2 1 1

Manajer - 1 1

Supervisor 5 3 3

Pelaksana (Pegawai Bulanan (PB) / Karyawan

Harian Tetap (KHT)) 9 4 4

Pelaksana (Karyawan Harian Lepas (KHL)) 125 11 9

Jumlah 142 21 19

Komposisi Karyawan menurut Jenjang Pendidikan

KaTeGOrI 2019 31 Desember 2018 2017 Doktor (S3) 0 0 0 Magister (S2) 1 1 1 Sarjana (S1) 4 4 2 Sarjana Muda (D3) 1 0 0 Non Sarjana 136 16 16 Jumlah 142 21 19

Komposisi Karyawan menurut Jenjang Usia

KaTeGOrI 2019 31 Desember 2018 2017 <18 Tahun 41 - -26 – 35 Tahun 49 8 6 36 – 45 Tahun 31 4 4 46 – 55 Tahun 17 6 6 > 56 Tahun 4 3 3 Jumlah 142 21 19

Komposisi Karyawan menurut Status Kepegawaian

KaTeGOrI 2019 31 Desember 2018 2017

Tetap 17 10 10

Kontrak/Pegawai Tidak Tetap 125 11 9

Jumlah 142 21 19

Komposisi Karyawan menurut aktivitas Utama

KaTeGOrI 2019 31 Desember 2018 2017

Komisaris 1 1 1

Direksi 2 1 1

Plantation 139 19 17

Jumlah 142 21 19

Komposisi Karyawan menurut Lokasi

KaTeGOrI 2019 31 Desember 2018 2017

Sumatera Selatan 142 21 19

Jumlah 142 21 19

Untuk komposisi karyawan MAS menurut jabatan, jenjang pendidikan, jenjang usia dan status kepegawaian, Perseroan mengklasifikasikan sudah termasuk Karyawan Harian Lepas (KHL).

Sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan memiliki pegawai yang memiliki keahlian khusus di bidangnya. Hal ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

nO nama UmUr KerJaLama PerIZInan / SerTIFIKaT PenGaLaman KerJa PeKerJaan

1. Burhanuddin Lubis 55 Tahun 2 Bulan 2 Tahun 10 Bulan Lulusan Sarjana Program Studi Agronomi 31 tahun di Perkebunan Kelapa Sawit mulai dari Field Assistant S/D Director Plantation

Senior Manager Estate Departement – Keahlian Khusus Teknis Agronomi Kelapa Sawit, Karet dan Quality Control.

2. Andy Mirza Samosir 42 Tahun 8 Bulan 6 Tahun 5 Bulan Lulusan Sarjana Program Studi Agronomi

17 tahun di Perkebunan Karet nulai dari Field Assistant S/D Gm Plantation

General Manager. Plantation Karet Pinago Utama – Keahlian Khusus Teknis Agronomi Karet, Produksi Karet dan Quality Control Karet.

3. Zulkifli 50 Tahun 7 Bulan 2 Tahun 7 Bulan

Lulusan Magister Pertanian (S-2) 5 tahun di Perkebunan Karet sebagai Field Assistant dan 25 tahun di Perkebunan Kelapa Sawit mulai dari Field Assistant S/D Gm Plantation

General Manager Plantation Sawit Pinago Utama – Keahlian Khusus Teknis Agronomi dan Produksi Kelapa Sawit.

4. Imbalo Ammar Dani 52 Tahun 1 Bulan 1 Tahun

Lulusan Sarjana Jurusan Budidaya Pertanian 27 tahun di Perkebunan Kelapa Sawit mulai dari Field Assistant S/D Gm Plantation

General Manager. Plantation Sawit SNS, HMH dan MAS – Keahlian Khusus Teknis Agronomi, Produksi Kelapa Sawit dan Pengembangan Areal Baru.

5. Jahorman Silalahi 51 Tahun 6 Bulan 18 Tahun 5 Bulan Lulusan Sarjana Program Studi Teknik Mesin 18 tahun di Pabrik Pengolahan Pupuk Organic (Kompos) & Pmks

Senior Manager. Pabrik Minyak Kelapa Sawit & Pabrik Pupuk Organik Improbio ™ & Biogas – Keahlian Khusus Teknis Tenaga Ahli Komposting, Biogas dan Pabrik

Sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan memiliki serikat pekerja yang dibentuk oleh karyawan Perseroan. Perseroan sudah memiliki Perjanjian Kerja Bersama dan Peraturan Perusahaan yang telah disahkan oleh Kementrian Ketenagakerjaan. Peraturan ini bersama dan Peraturan Perusahaan Perseroan lainnya telah menjadi landasan dalam menjamin hak dan kewajiban Perseroan maupun karyawan agar tercipta suatu kondisi dan hubungan kerja yang harmonis antara Perseroan dan karyawan, yang pada akhirnya dapat mendukung kelancaran dan kemajuan usaha demi tercapainya tujuan bersama.

10. KeTeranGan TenTanG enTITaS anaK I. PT Sriwijaya nusantara Sejahtera (“SnS”)

- riwayat Singkat

SNS didirikan dengan nama PT Sriwijaya Nusantara Sejahtera berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Sriwijaya Nusantara Sejahtera No. 37 tanggal 15 Desember 2007 dibuat oleh Evi Syarkowi, S.H., Notaris di Palembang, yang telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-08246.AH.01.01.Tahun 2008 tanggal 20 Februari 2008 dan telah didaftarkan di Daftar Perseroan No. AHU-0012254.AH.01.09 Tahun 2008 tanggal 20 Februari 2008 (“akta Pendirian SnS”)

Perubahan Anggaran Dasar terakhir dilakukan sehubungan dengan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar (Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha), perubahan pengurus dan perubahan struktur modal SNS, berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat SNS No. 4422 tanggal 16 Desember 2019, yang dibuat dihadapan Merliansyah, S.H., M.Kn., Notaris di Palembang dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar SNS No. AHU-0108553.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 24 Desember 2019 yang telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan dengan No. AHU-0249880.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 24 Desember 2019 (“akta no. 4422/2019”).

Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, SNS beralamat di Jl. Basuki Rahmat No. 23, Kel. Talang Aman, Kec. Kemuning, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.

- maksud dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha

Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar SNS, maksud dan tujuan SNS adalah berusaha dalam bidang sebagai berikut:

a. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. b. Pertambangan dan Penggalian. c. Industri Pengolahan.

d. Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin.

e. Pengelolaan Air, Pengelolaan Air limbah, Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah, Remediasi. f. Konstruksi.

g. Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor. h. Pengangkutan dan Pergudangan.

i. Informasi dan Komunikasi. j. Aktivitas Keuangan dan Asuransi. k. Real Estat.

l. Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan. m. Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas Sosial

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas SNS dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:

1.1 Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan.

a. Pertanian Tanaman, Peternakan, Perburuan dan Kegiatan Yang Bersangkutan dengan itu. i. Pertanian Tanaman Semusim.

a) Pertanian Padi; b) Pertanian Padi Hibrida; c) Pertanian Padi Inbrida; d) Perkebunan Tebu; e) Perkebunan Tembakau; f) Pertanian Tanaman Berserat;

g) Pertanian Tanaman Semusim Lainnya;

h) Pertanian Tanaman Rumput-Rumputan dan Tanaman Pakan Ternak; i) Pembibitan Bit (bukan bit gula) dan Bibit Tanaman Pakan Ternak; j) Pertanian Tanaman Bunga;

k) Pertanian Pembibitan Tanaman Bunga; l) Pertanian Tanaman Semusim Lainnya Ytdl. ii. Pertanian Tanaman Tahunan

a) Perkebunan Buah-buahan Penghasil Minyak (Oleaginous); b) Perkebunan Buah Kelapa;

c) Perkebunan Buah Kelapa Sawit; d) Perkebunan Buah Oleaginous Lainnya; e) Pertanian tanaman Untuk Bahan Minuman; f) Perkebunan Tanaman Tahunan Lainnya;

g) Perkebunan Karet dan Tanaman Penghasil Getah Lainnya; h) Pertanian Cemara dan Tanaman Tahunan Lainnya. iii. Pertanian Tanaman Hias dan Pengembangbiakan Tanaman.

a) Pertanian Tanaman Hias;

b) Pertanian Pengembangbiakan Tanaman. iv. Peternakan

a) Peternakan Sapi dan Kerbau;

b) Pembibitan dan Budidaya Sapi Potong; c) Pembibitan dan Budidaya Sapi Perah; d) Pembibitan dan Budidaya Kerbau Potong; e) Pembibitan dan Budidaya Kerbau Perah; f) Peternakan Domba dan Kambing; g) Pembibitan dan Budidaya Domba;

h) Pembibitan dan Budidaya Kambing Potong; i) Pembibitan dan Budidaya Kambing Perah. v. Jasa Penunjang Pertanian dan Pasca Panen

a) Jasa Penunjang Pertanian; b) Jasa Pengolahan Lahan;

c) Jasa Pemupukan, Penanaman Bibit/Benih dan Pengendalian Hama dan Gulma; d) Jasa Pemanenan;

e) Jasa Penyemproan dan Penyerbukan Melalui Udara; f) Jasa Penunjang Pertanian Lainnya;

g) Jasa Pasca Panen;

h) Pemilihan Benih Tanaman untuk Pengembangbiakan. b. Kehutanan dan Pemanenan Kayu dan Hasil Hutan selain Kayu

i. Pengusahaan Hutan

a) Pengusahaan Hutan Tanaman; b) Pengusahaan Hutan Jati; c) Pengusahaan Hutan Pinus; d) Pengusahaan Hutan Mahoni; e) Pengusahaan Hutan Sonokeling;

f) Pengusahaan Hutan Sengon/Abasia/Jeunjing; g) Pengusahaan Hutan Cendana;

h) Pengusahaan Hutan Alkasia; i) Pengusahaan Hutan Ekaliptus; j) Pengusahaan Hutan Lainnya; k) Pengusahaan Hutan Alam;

l) Pengusahaan Hasil Hutan bukan Kayu; m) Pengusahaan Rotan;

n) Pengusahaan Getah Pinus; o) Pengusahaan Daun Kayu Putih; p) Pengusahaan Bambu;

q) Pengusahaan Damar; r) Pengusahaan Gaharu;

s) Pengusahaan Hutan Bukan Kayu Lainnya; t) Pengusahaan Pembibitan Tanaman Kehutanan; u) Pengusahaan Pembibitan Tanaman Jati;

v) Pengusahaan Pembibitan Tanaman Pinus; w) Pengusahaan Pembibitan Tanaman Mahoni; x) Pengusahaan Pembibitan Tanaman Sonokeling;

y) Pengusahaan Pembibitan Tanaman Sengon/Abasia/Jeunjing; z) Pengusahaan Pembibitan Tanaman Jabon;

aa) Pengusahaan Pembibitan Tanaman Akasia; ab) Pengusahaan Pembibitan Tanaman Ekaliptus;

ac) Pengusahaan Pembibitan Tanaman Kehutanan Lainnya. ii. Pemanenan dan Pemungutan Kayu

a) Pemanenan dan Pemungutan Kayu; b) Pemanenan Kayu;

c) Usaha Pemungutan Kayu; d) Usaha Kehutanan Lainnya. iii. Pemungutan Hasil Hutan Bukan Kayu

a) Pemungutan Hasil Hutan Bukan Kayu; b) Pemungutan Getah Karet;

c) Pemungutan Rotan; d) Pemungutan Getah Pinus; e) Pemungutan Daun Kayu Putih;

f) Pemungutan Kokon/Kempompong Ulat Sutera; g) Pemungutan Damar;

h) Pemungutan Madu; i) Pemungutan Bambu;

j) Pemungutan Bukan Kayu Lainnya. iv. Jasa Penunjang Kehutanan

a) Jasa Penunjang Kehutanan;

b) Jasa Penggunaan Kawasan Hutan di Luar Sektor Kehutanan; c) Jasa Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam;

d) Jasa Rehabilitasi dan Resortasi Kehutanan Sosial; e) Jasa Kehutanan Bidan Perencanaan Kehutanan; f) Jasa Sertifikasi, Inspeksi, dan Verifikasi Produk Kehutan; g) Jasa Penunjang Kehutanan Lainnya;

1.2 Pertambangan dan Penggalian

a. Pertambangan Batu Bara dan Lignit i. Pertambangan Batu Bara

a) Pertambangan Batu Bara;

b) Gasifikasi Batu Bara di Lokasi Penambangan; ii. Pertambangan Lignit

a) Pertambangan Lignit.

b. Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam dan Panas Bumi

i. Pertambangan Minyak Bumi a) Pertambangan Minyak Bumi

ii. Pertambangan Gas Alam dan Pengusahaan Tenaga Panas Bumi

a) Pertambangan Gas Alam dan Pengusahaan Tenaga Panas Bumi; b) Pertambangan Gas Alam;

c) Pengusahaan Tenaga Panas Bumi. c. Pertambangan dan Penggalian Lainnya

i. Penggalian Batu, Pasir dan Tanah Liat a) Penggalian Batu, Pasir dan Tanah Liat; b) Penggalian Batu Kapur/Gamping; c) Penggalian Kerikil (Sirtu); d) Penggalian Pasir;

e) Penggalian Tanah dan Tanah Liat; f) Penggalian Gips;

g) Penggalian Tras; h) Penggalian Batu Apung;

i) Penggalian Batu Pasir dan Tanah Liat lainnya.

ii. Pertambangan dan Penggalian Lainnya Ytdl

a) Pertambangan Mineral, Bahan Kimia dan Bahan Pupuk; b) Pertambangan Belerang;

c) Pertambangan Fosfat; d) Pertambangan Nitrat;

e) Pertambangan Yodium;

f) Pertambangan Potash (Kalium Karbonat);

g) Pertambangan Mineral, Bahan Kimia dan Bahan Pupuk Lainnya; h) Ekstraksi Tanah Gemuk (Peat);

i) Ekstraksi Garam;

j) Pertambangan dan Penggalian Lainnya Ytdl; k) Pertambangan Batu Mulia;

l) Penggalian Feldspar dan Kalsit; m) Pertambangan Aspal Alam; n) Penggalian Asbes;

o) Penggalian Kuarsa/Pasir Kuarsa;

p) Pertambangan dan Penggalian Lainnya Ytdl. d. Aktivitas Jasa Penunjang Pertambangan

i. Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam a) Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam.

ii. Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian Lainnya.

a) Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian Lainnya. 1.3 Industri Pengolahan

a. Industri Makanan

i. Industri Minyak dan Lemak Nabati dan Hewani

a) Industri Minyak dan Lemak Nabati dan Hewani (Bukan Kelapa dan Kelapa Sawit); b) Industri Minyak Mentah dan Lemak Nabati;

c) Industri Margarine;

d) Minyak Mentah dan Lemak Hewani selain Ikan; e) Industri Minyak Ikan;

f) Industri Minyak Goreng bukan Minyak Kelapa dan Minyak Kelapa Sawit;

g) Industri Kopra, Minyak Mentah dan Minyak Goreng Kelapa, Tepung dan Pelet Kelapa;

h) Industri Kopra;

i) Industri Minyak Mentah Kelapa; j) Industri Minyak Goreng Kelapa; k) Industri Tepung dan Pelet Kelapa;

l) Industri Minyak Mentah/Murni Kelapa Sawit (Crude Palm Oil) dan Minyak Goreng Kelapa Sawit;

m) Industri Minyak Mentah Kelapa Sawit (Crude Palm Oil);

n) Industri Mintah Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil);

o) Industri Pemisahan/Fraksinasi Minyak Mentah Kelapa Sawit dan Minyak Mentah inti Kelapa Sawit;

p) Industri Pemurnian Minyak Mentah Kelapa Sawit dan Minyak Mentah inti Kelapa Sawit;

q) Industri Pemisahan/Fraksinasi Minyak Murni inti Kelapa Sawit; r) Industri Minyak Goreng Kelapa Sawit;

s) Industri Minyak Mentah dan Lemak Nabati dan Hewani Lainnya.

ii. Industri Penggilingan Padi-Padian, Tepung dan Pati

a) Industri Penggilingan Serelia dan Biji-bijian Lainnya (Bukan Beras dan Jagung); b) Industri Penggilingan Gandum dan Serelia Lainnya;

c) Industri Penggilingan Aneka Kacang (termasuk Legumininous) d) Industri Penggilingan Aneka Umbi dan Sayuran (termasuk Rhizoma); e) Industri Tepung Campuran dan Adonan Tepung;

f) Industri Makanan Sereal; g) Industri Tepung Terigu;

h) Industri Pati dan Produk Pati (Bukan Beras Jagung); i) Industri Pati Ubi Kayu;

j) Industri Berbagai Macam Pati Palma; k) Industri Glukosa dan Sejenisnya; l) Industri Pati Lainnya;

m) Industri Penggilingan Beras dan Jagung dan Industri Tepung Beras dan Jagung; n) Industri Penggilingan Padi dan Penyosohan Beras;

q) Industri Pati Beras dan Jagung.

b. Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus (Tidak Termasuk Furnitur) dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan sejenisnya

i. Industri Penggergajian dan Pengawetan Kayu, Rotan, Bambu dan sejenisnya a) Industri Penggergajian dan Pengawetan Kayu, Rotan, Bambu dan sejenisnya; b) Industri Penggergajian Kayu;

c) Industri Pengawetan Kayu;

d) Industri Pengawetan Rotan, Bambu dan sejenisnya; e) Industri Pengolahan Rotan;

ii. Industri Barang dari Kayu, Industri Barang dari Gabus dan Barang Anyaman dari Jerami,

Rotan, Bambu dan sejenisnya

a) Industri Kayu Lapis, Veneer dan sejenisnya; b) Industri Kayu Lapis;

c) Industri Kayu Lapis Laminasi, termasuk Decorative Plywood; d) Industri Panel Kayu Lainnya;

e) Industri Veneer;

f) Industri Barang Bangunan dari Kayu; g) Industri Bangunan Prafabrikasi dari Kayu; h) Industri Wadah dari Kayu;

i) Industri Barang Lainnya dari Kayu;

j) Industri Barang dari Gabus dan Barang Anyaman dari Jerami, Rotan, Bambu dan sejenisnya;

k) Industri Barang Anyaman dari Rotan dan Bambu;

l) Industri Barang Anyaman dari Tanaman Bukan, Rotan dan Bambu; m) Industri Kerajinan Ukiran dari Kayu bukan Mebeller;

n) Industri Alat Dapur dari Kayu, Rotan dan Bambu; o) Industri Kayu Bakar dan Pelet Kayu;

p) Industri Barang dari Kayu, Rotan, Gabus Lainnya Ytdl. c. Industri Produk Batu Bara dan Pengilangan Minyak Bumi

i. Industri Produk dari Batu Bara a) Industri Produk dari Batu Bara

ii. Industri Produk Pengilangan Minyak Bumi

a) Industri Bahan Bakar dan Minyak Pelumas Hasil Pengilangan Minyak Bumi; b) Industri Bahan Bakar dari Pemurnian dan Pengilangan Minyak Bumi; c) Industri Pembuatan Minyak Pelumas;

d) Industri Pengolahan Kembali Minyak Pelumas Bekas; e) Industri Produk Pengilangan Minyak Bumi Lainnya; f) Industri Produk dari Hasil Kilang Minyak Bumi; g) Industri Briket Batu Bara.

d. Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik