KeTeranGan 30 april 2020 2019 31 Desember 2018 2017 raSIO KeUanGan (%)
1) Kegiatan Usaha Utama
a. Pertanian, Peternakan dan Kehutanan. i) Perkebunan Buah Kelapa Sawit (01262)
ii) Perkebunan Karet dan Tanaman Penghasil Getah Lainnya (01291) iii) Pertanian Cemara Dan Tanaman Tahunan Lainnya (01299) iv) Pembibitan dan Budidaya Sapi Potong (01411)
v) Pembibitan dan Budidaya Sapi Perah (01412) vi) Pembibitan Dan Budidaya Kerbau Potong (01413) vii) Pembibitan Dan Budidaya Kerbau Perah (01414) viii) Pembibitan dan Budidaya Domba (01441)
ix) Pembibitan dan Budidaya Kambing Potong (01442) x) Pembibitan Dan Budidaya Kambing Perah (01443) xi) Pengusahaan Hutan Jati (02111)
xii) Pengusahaan Hutan Pinus (02112) xiii) Pengusahaan Hutan Mahoni (02113) xiv) Pengusahaan Hutan Sonokeling (02114)
xv) Pengusahaan Hutan Sengon/Albasia/Jeunjing (02115) xvi) Pengusahaan Hutan Cendana (02116)
xvii) Pengusahaan Hutan Akasia (02117) xviii) Pengusahaan Hutan Ekaliptus (02118) xix) Pengusahaan Hutan Lainnya (02119) xx) Pemanenan Kayu (02201)
xxi) Usaha Pemungutan Kayu (02202) xxii) Usaha Kehutanan Lainnya (02209) xxiii) Pemungutan Getah Karet (02301) xxiv) Pemungutan Getah Pinus (02303) xxv) Pemungutan Damar (02306) b. Industri
i) Industri Minyak Mentah Kelapa Sawit (Crude Palm Oil) (10431)
ii) Industri Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (Crude Palm Kernel Oil) (10432)
iii) Industri Pemisahan/Fraksinasi Minyak Mentah Kelapa Sawit Dan Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (10433)
iv) Industri Pemurnian Minyak Mentah Kelapa Sawit Dan Minyak Mentah Inti Kelapa Sawit (10434)
v) Industri Pemisahan/Fraksinasi Minyak Murni Kelapa Sawit (10435) vi) Industri Pemisahan/Fraksinasi Minyak Murni Inti Kelapa Sawit (01436) vii) Industri Minyak Goreng Kelapa Sawit (10437)
viii) Industri Karet Buatan (20132)
ix) Industri Ban Luar dan Ban Dalam (22111) x) Industri Vulkanisir Ban (22112)
xi) Industri Pengasapan Karet (22121) xii) Industri Remilling Karet (22122)
xiv) Industri Barang Dari Karet Untuk Keperluan Rumah Tangga (22191) xv) Industri Barang Dari Karet Untuk Keperluan Industri (22192) xvi) Industri Barang Dari Karet Lainnya YTDL (22199)
c. Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah, Pengelolaan dan Daur-Ulang Sampah dan Aktivitas Remediasi
i) Pengelolaan Dan Pembuangan Air Limbah Tidak Berbahaya (37021) ii) Pengelolaan Dan Pembuangan Air Limbah Berbahaya (37022) iii) Pengelolaan Dan Pembuangan Sampah Tidak Berbahaya (38211) iv) Produksi Kompos Sampah Organik (38212)
v) Daur Ulang Barang Logam (38301) vi) Daur Ulang Barang Bukan Logam (38302)
vii) Aktivitas Remediasi Dan Pengelolaan Sampah Lainnya (39000) d. Perdagangan
i) Perdagangan Besar Buah yang Mengandung Minyak (46202) ii) Perdagangan Besar Binatang Hidup (46205)
iii) Perdagangan Besar Pupuk dan Produk Agrokimia (46692)
iv) Perdagangan Besar Karet dan Plastik Dalam Bentuk Dasar (46694) v) Perdagangan Eceran Pupuk dan Pemberantas Hama (47763) vi) Perdagangan Eceran Bahan Bakar Kendaraan di SPBU (47301) vii) Perdagangan Eceran Premium, Premix dan Solar di Toko (47302) viii) Perdagangan Eceran Hasil Peternakan (47214)
e. Jasa
i) Jasa Pengolahan Lahan (01611)
ii) Jasa Pemupukan, Penanaman Bibit/Benih dan Pengendalian Hama Dan Gulma (01612) iii) Jasa Pemanenan (10613)
iv) Jasa Penunjang Pertanian Lainnya (01619) v) Jasa Pasca Panen (01630)
vi) Pemilihan Benih Tanaman Untuk Pengembangbiakan (01640) vii) Jasa Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (02402) viii) Jasa Rehabilitasi Dan Restorasi Kehutanan Sosial (02403) ix) Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (70209)
f. Ketenagalistrikan
i) Pembangkitan Tenaga Listrik (35101) ii) Transmisi Tenaga Listrik (35102) 2) Kegiatan Usaha Penunjang
a. Pertambangan dan penggalian
i) Pertambangan Batu Bara (05101)
ii) Gasifikasi Batu Bara Di Lokasi Penambangan (05102) iii) Pertambangan Minyak Bumi (06100)
iv) Pertambangan Gas Alam (06201)
v) Pengusahaan Tenaga Panas Bumi (06202) b. Real Estat
i) Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa (68110) ii) Kawasan Industri (68130)
iii) Real Estat Atas Dasar Balas Jasa (Fee) Atau Kontrak (68200) c. Konstruksi
i) Konstruksi Gedung Tempat Tinggal (41011) ii) Konstruksi Gedung Perkantoran (41012) iii) Konstruksi Gedung Industri (41013) iv) Konstruksi Gedung Perbelanjaan (41014) v) Konstruksi Gedung Kesehatan (41015)
vi) Pemasangan Bangunan Prafabrikasi Untuk Gedung (41020)
vii) Pemasangan Bangunan Prafabrikasi Untuk Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya (42920) viii) Pembongkaran (43110)
d. Pengangkutan dan pergudangan
i) Angkutan Bermotor Untuk Barang Umum (49431) ii) Angkutan Bermotor Untuk Barang Khusus (49432)
iii) Angkutan Sungai Dan Danau Untuk Barang Umum dan/atau Hewan (50221) iv) Angkutan Sungai Dan Danau Untuk Barang Khusus (50222)
v) Pergudangan dan Penyimpanan (52101)
vi) Aktivitas Bounded Warehousing atau Wilayah Kawasan Berikat (52103) vii) Pergudangan dan Penyimpanan Lainnya (52019)
viii) Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Laut (52221)
ix) Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Sungai dan Danau (52222) e. Aktivitas Kesehatan Manusia
i) Aktivitas Poliklinik Swasta (86104) ii) Aktivitas Praktik Dokter Umum (86201) iii) Aktivitas Praktik Dokter Spesialis (86202) iv) Aktivitas Praktik Dokter Gigi (86203)
v) Aktivitas Pelayanan Kesehatan Yang Dilakukan Oleh Paramedis (86901)
Perseroan berkantor pusat di Rukan Exclusive Bukit Golf Mediterania Blok I – 09, RT. 004 RW. 003, Pantai Indah Kapuk, Kel. Kamal Muara, Kec. Penjaringan, Jakarta Utara 14470, DKI Jakarta dan memiliki kantor operasional di Jl. Basuki Rahmat No. 23 RT. 015, Kel. Talang Aman, Kec. Kemuning, Palembang 30127, Sumatera Selatan.
Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kondisi Keuangan dan Hasil Operasi Perseroan
Manajemen Perseroan memiliki beberapa pandangan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi bisnis, kondisi keuangan, hasil operasi dan prospek usaha Perseroan adalah sebagai berikut:
• Kondisi Perekonomian Indonesia
Perekonomian Indonesia tidak dapat lepas dari bayang-bayang kondisi ekonomi global. Hal ini dapat dilihat jika terjadi perlambatan pemulihan ekonomi di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang maupun kawasan Eropa, hal ini membawa dampak yang cukup signifikan kepada perekonomian nasional Indonesia. Selain itu, tekanan negative campaign dari Uni Eropa terhadap industri kelapa sawit secara keseluruhan, dapat memberikan tekanan kepada pemerintah dalam hal mengeluarkan kebijakan kebijakan bagi industri kelapa sawit. Kebijakan Uni Eropa yang secara bertahap akan melarang produk Biodiesel yang berasal dari minyak kelapa sawit, untuk diimport ke Uni Eropa, akan memberikan tekanan kepada permintaan minyak kelapa sawit yang pada akhirnya akan memberikan tekanan terhadap harga. Kondisi makro ekonomi pada tahun 2020 terdampak sangat signifikan karena dipengaruhi ketidakpastian dengan adanya penyebaran virus COVID-19. Dimulai dari Tiongkok pada akhir tahun 2019, penyebaran virus ini telah berdampak langsung pada penurunan volume perdagangan global akibat tertahannya aktivitas ekspor impor di sejumlah negara. Indonesia sebagai negara yang aktif dalam melakukan perdagangan dengan Tiongkok segera merasakan dampaknya dan mengakibatkan terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi. Penyebaran virus yang sangat masif hingga ke Indonesia telah mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan realokasi anggaran guna menanggulangi penyebaran virus beserta dampak ekonominya. Perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan nasional tidak dapat dielakkan hingga penyebaran virus beserta dampaknya dapat diatasi.
Perseroan yang merupakan bagian dari unit pelaku ekonomi nasional melihat hal tersebut sebagai suatu pertimbangan dalam menyusun perencanaan dalam melakukan kegiatan usaha.
• risiko Fluktuasi Suku Bunga
Seluruh penjualan Perseroan, meski didominasi oleh mata uang Rupiah tetap mengacu kepada harga minyak kelapa sawit dalam mata uang Dolar Amerika Serikat.
Perseroan dan Entitas Anak juga menghadapi risiko yang diakibatkan dari fluktuasi tingkat suku bunga. Pinjaman bank Perseroan terdiri dari utang dengan tingkat suku bunga variabel yang berhubungan dengan suku bunga bank yang berlaku. Tingkat suku bunga bank akan dikaji ulang dan disesuaikan secara berkala sesuai dengan suku bunga yang berlaku. Kenaikan pada suku bunga juga akan meningkatkan beban bunga yang berkaitan dengan pinjaman bersuku bunga mengambang dan kenaikan biaya atas utang yang baru. Fluktuasi suku bunga juga dapat menyebabkan fluktuasi yang signifikan pada nilai wajar kewajiban utang Perseroan.
Dengan demikian, fluktuasi yang terjadi pada nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat terhadap mata uang Rupiah dan fluktuasi suku bunga bank dapat mempengaruhi hasil usaha Perseroan, secara tidak langsung Perseroan melakukan natural hedging karena harga karet masih dipengaruhi oleh pasar internasional, dengan pelemahan Rupiah atas mata uang Dollar Amerika Serikat, akan meningkatkan harga jual karet.
• Hasil dari perkebunan dan pabrik kelapa sawit
Peningkatan efisiensi dan produktivitas dari kebun kebun yang dimiliki Perseroan merupakan suatu proses yang senantiasa dilakukan, dalam rangka peningkatan produksi Tandan Buah Segar (TBS) maupun Crude Palm Oil (CPO). Selain itu efisiensi harga pokok produksi juga senantiasa menjadi prioritas Perseroan Semua itu dalam rangka mengantisipasi fluktuasi harga jual CPO yang semakin sulit terprediksi dalam beberapa tahun belakangan ini.
• Kondisi Cuaca
Perubahan ikilm yang semakin ekstrim dan tidak terprediksi juga merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi bisnis Perseroan secara signifikan. Tanaman kelapa sawit merupakan tanaman yang memerlukan ketersediaan air yang sangat tinggi. Oleh sebab itu musim kering yang berkepanjangan, yang semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini, dapat sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman kelapa sawit secara keseluruhan.
Selain itu, faktor perubahan cuaca global di berbagai negara yang berdampak pada semakin tidak menentunya waktu produksi puncak, trek (gugur daun sehingga produksi turun) dan musim hujan (hujan lebat sehingga petani berhenti menyadap) yang mempengaruhi hasil sadapan karet sehingga pasokan menjadi lebih sulit diprediksi.
• Harga karet di bursa global
Selain sebagai komoditas dunia yang diperdagangkan, karet alam juga merupakan salah satu instrumen investasi dan spekulasi oleh para investor dan spekulan dunia. Akibatnya, harga karet fluktuatif dan ditentukan oleh berbagai macam faktor dan kondisi perekonomian dan perdagangan di bursa global dunia.
• Harga minyak mentah dunia
Karet sintetis, yang berfungsi sebagai barang substitusi karet alam, dihasilkan dari polimerasi bahan baku turunan minyak bumi sehingga harga karet sintetis sangat tergantung pada harga minyak mentah dan pada akhirnya berkompetisi dengan harga karet alam. Pada umumnya, harga karet sintetis dan harga karet alam memiliki korelasi positif.
2. IKHTISar KeBIJaKan aKUnTanSI PenTInG
a. Dasar Penyusunan & Pengukuran Laporan Keuangan Konsolidasian dan pernyataan Kepatuhan
Pernyataan Kepatuhan Terhadap Standar akuntansi Keuangan (SaK)
Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (SAK) yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI), serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (sebelumnya Bapepam-LK) No. VIII.G.7 tentang “Pedoman Penyajian Laporan Keuangan” sesuai Keputusan No. KEP-347/BL/2012 tentang perubahan atas Peraturan No. VIII.G.7 dan ketentuan akuntansi lainnya yang lazim berlaku di Pasar Modal.
Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian telah disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) serta peraturan regulator pasar modal untuk entitas yang berada di bawah pengawasannya.
Efektif tanggal 1 Januari 2018, Grup menerapkan Amandemen PSAK No. 2 (2016), “Laporan Arus Kas: Prakarsa Pengungkapan”.
Amandemen ini, mensyaratkan entitas untuk menyediakan pengungkapan yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan, termasuk perubahan yang timbul dari arus kas maupun perubahan non-kas.
Pengungkapan yang disyaratkan Amandemen PSAK No. 2 (2016) diungkapkan pada Catatan 31 atas laporan keuangan konsolidasian.
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan PSAK No. 1 (2015), “Penyajian Laporan Keuangan”.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan selaras dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 kecuali bagi penerapan beberapa PSAK yang telah direvisi. Seperti diungkapkan dalam catatan-catatan terkait, beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2018.
Laporan keuangan konsolidasian kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun berdasarkan konsep akrual dan dasar pengukuran dengan menggunakan konsep harga historis, kecuali beberapa akun tertentu yang disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Grup.
Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik atas kinerja keuangan Grup, karena sifat dan jumlahnya yang signifikan, beberapa item pendapatan dan beban telah disajikan secara terpisah. Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup. Area yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area dimana asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian.
b. Perubahan Pernyataan Standar akuntansi Keuangan dan Interpretasi Standar akuntansi Keuangan
Efektif 1 Januari 2018, Grup secara retrospektif menerapkan
- PSAK No. 69 “Agrikultur”, PSAK 69 diterapkan untuk aktivitas agrikultur yang berkaitan dengan aset biologis, produk agrikultur dan hibah pemerintah.
Karena revisi atas PSAK ini diterapkan secara retrospektif, Kelompok Usaha telah menyajikan kembali laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2017 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut dan laporan posisi keuangan tanggal 1 Januari 2017 / 31 Desember 2016 .
Aset biologis diukur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual. Nilai wajar ditentukan berdasarkan nilai kini dari arus kas bersih yang diharapkan dari aset biologis, arus kas bersih yang diharapkan diperkirakan dari harga aset biologis dikurangi biaya untuk menjual.
Aset biologis terdiri dari tandan buah segar (TBS) yang tumbuh dari pohon kelapa sawit, biji kelapa sawit untuk dijual, kecambah kelapa sawit dan bibit untuk dijual.
Pohon kelapa sawit adalah tanaman produktif (bearer plants) dan dibukukan sebagai aset tetap. Namun, Tandan Buah Segar (TBS) yang tumbuh pada pohon kelapa sawit dibukukan sebagai aset biologis hingga titik panen. Tandan Buah Segar yang telah dipanen akan ditransfer ke persediaan pada nilai wajar dikurangi biaya untuk dijual pada saat dipanen.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan atas nilai wajar dikurangi biaya untuk dijual diakui pada laba rugi.
Dampak terhadap item baris laporan keuangan Grup dari penerapan pertama kali retrospektif dari amendemen tanaman produktif.
- Amandemen PSAK 2 (2016): “Laporan Arus Kas tentang Prakarsa Pengungkapan". - Amandemen PSAK 13: “Properti Investasi".
- Amandemen PSAK 16 (2015) - “Agrikultur: Tanaman Produktif”.
- Amandemen PSAK 46 (2016): “Pajak Penghasilan tentang Pengakuan Aset Pajak Tangguhan untuk Rugi yang Belum Direalisasi".
- PSAK 15 (Penyesuaian 2017) - “Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama”. - PSAK 67 (Penyesuaian 2017) - “PSAK 67: Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain”. Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2019:
- ISAK 33 - “Transaksi Valuta Asing dan Imbalan di Muka".
Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2020:
- PSAK 71 - “Instrumen Keuangan".
- PSAK 72 - “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan". - PSAK 73 - “Sewa".
- Amandemen PSAK 62 - “Kontrak Asuransi - Menerapkan PSAK 71: Instrumen Keuangan dengan
PSAK 62: Kontrak Asuransi".
- Amandemen PSAK 15 - “Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama tentang
Kepentingan Jangka Panjang pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama".
- Amandemen PSAK 71 - “Instrumen Keuangan tentang Fitur Percepatan Pelunasan dengan
Kompensasi Negatif".