• Tidak ada hasil yang ditemukan

I II III TPC < BMCM 2 3 2

D. Seksi Pengawas Obat Hewan

Kegiatan Seksi Pengawasan Obat Hewan pada tahun 2005 adalah :

1. Pelatihan kemampuan tenaga Medis dan Paramedis di RSH IPB Bogor

Tujuan

 Meningkatkan profesionalisme dan keahlian dalam bekerja.  Menambah wawasan dan keterampilan dalam bekerja.

Pelaksanaan

pelatihan kemampuan Petugas Medis dan Paramedis dilaksanakan pada tanggal 22 – 29 Desember 2005 di RSH IPB Bogor. Tenaga yang dilatih terdiri dari 1 (satu) orang tenaga Medis dan 2 (dua) orang tenaga Paramedis. Hasil yang diharapkan :

1. Petugas Medis dan Paramedis yang profesional.

2. Petugas Medis dan Paramedis yang mempunyai skill (keahlian) yang lebih.

3. Petugas Medis dan Paramedis yang lebih terampil. Manfaat

Meningkatnya profesionalisme dan keahlian petugas dalam bekerja baik di kantor maupun di lapangan.

2. Pelatihan PPNS untuk Petugas Teknis Peternakan

Tujuan

 Meningkatkan kemampuan petugas teknis peternakan dalam penyidikan terhadap pelanggaran atas Perda.

 Memberikan pemahaman terhadap perkembangan peraturan perundangan yang terkait dengan proses penyidikan dan penegakan hukum seiring dengan tuntutan reformasi.

Pelaksanaan

pelatihan dilaksanakan pada tanggal 3 – 25 Juli 2005 di Balai Diklat Pegawai Depdagri Jl. Kemang Raya Semplak Bogor.

Hasil yang diperoleh :

2) Petugas memahami prosedur penuntutan terhadap pelanggaran atas Perda dalam acara peradilan.

2. Operasional pelaksanaan aktiv servis

Medis dan Paramedis Tujuan :

a. Pos Keswan dapat melaksanakan pelayanan kesehatan hewan yang profesional kepada masyarakat.

b. Pemberdayaan Pos Keswan akan semakin cepat terwujud dengan semakin profesionalnya pelayanan Pos Keswan.

c. Merangsang kegairahan petugas dalam bekerja.

Pelaksanaan pemberian insentif aktif servis Petugas Medis dan Paramedis terhitung mulai bulan Maret s/d bulan Desember 2005 untuk 25 Pos Keswan.

Hasil yang diperoleh :

 Diperolehnya laporan yang baik terhadap pelaksanaan aktif servis di lapangan sebagai antisipasi atau rencana pengobatan terhadap ternak masyarakat untuk kegiatan yang akan datang.

 Proses pelayanan kesehatan hewan di Pos Keswan dapat berjalan lebih baik dengan terlaksananya aktif servis.

4. Pengembangan dan pelayanan Pos Keswan ke Jawa Timur

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menambah wawasan dalam pengembangan dan peningkatan pelayanan Pos Kesehatan Hewan.

Kegiatan pengembangan dan pelayanan Pos Keswan ini tanggal 19 – 24 September 2005 ke Pos Kesehatan Hewan (Pos Keswan) Kandat Kab. Kediri, Propinsi Jawa Timur.

Hasil yang diperoleh :

 Pos Keswan dalam memberikan pelayanan harus mengutamakan kepuasan peternak secara profesional.

 Pelayanan kesehatan hewan di Pos Keswan sudah saatnya menerapkan cara user pay system.

 Pos Keswan Kandat juga dapat memberikan kontribusi untuk PAD Kabupaten Kediri. Besar kontribusi disesuaikan dengan kemampuan Pos Keswan, untuk tahun 2003 disetor sebesar Rp. 475.000,- (lunas), tahun 2004 sebesar Rp. 760.000,- (lunas) dan untuk tahun 2005 ditargetkan sebesar Rp. 775.000,-.

Manfaat :

 Pos Keswan diharapkan selalu melakukankan kegiatan yang inovatif sesuai kondisi wilayah kerjanya.

 Setiap Pos Keswan agar membuat daftar inventaris barang dan peralatan yang dimiliki.

 Beberapa Pos Keswan di Kab/Kota secara bertahap diharapkan bisa mandiri dan dapat menyumbangkan PAD pada Pemda setempat. 5. Sertifikasi dan izin usaha obat hewan

Keberhasilan usaha peternakan sangat ditentukan oleh kondisi kesehatan ternak. Untuk mengoptimalkan kondisi kesehatan ternak, peranan obat hewan dan vaksin sangat menentukan sekali diantaranya dalam pencegahan dan pemberantasan penyakit baik berupa produk biologik yaitu vaksin, sera dan antigen maupun farmasetik yaitu antibiotik/antibakteri, obat cacing, horman, vitamin dan sejenisnya serta premik (imbuhan pakan pelengkap). Demi menjamin tersedianya obat hewan sesuai yang diperlukan masyarakat khususnya petani peternak, maka obat hewan perlu dikelola dengan baik yang meliputi aspek pembuatan, penyediaan dan peredaran obat hewan. Pemerintah telah mengeluarkan berbagai peraturan untuk memberikan dorongan bagi pengembangan penyediaan obat hewan serta menjamin tertibnya proses penanganan obat hewan. Dengan adanya peraturan izin usaha obat hewan maka obat hewan yang terdapat pada produsen, importir,

diedarkan sehingga obat hewan yang beredar terjamin mutu dan kualitasnya serta penyalahgunaan obat keras dapat dicegah.

Kegiatan ini bertujuan dalam rangka penertiban dan pembinaan usaha obat hewan serta memonitor obat hewan yang beredar di Sumatera Barat. Sedangkan sasarannya adalah :

 Pengusaha yang belum mempunyai izin usaha diharuskan untuk mengurusnya, dimana dalam pengurusan akan dibantu oleh petugas Dinas Pertanian/Peternakan setempat.

 Mengurus izin usaha obat hewan untuk toko/depo yang belum memiliki izin di Kab. Agam, Solok, Solok Selatan, Sawahlunto/Sijunjung, Dharmasraya, Pasaman, Kota Solok dan Sawahlunto sebanyak 65 buah perusahaan obat hewan.

Kegiatan ini dilaksanakan mulai bulan Agustus sampai Desember 2005. Hasil dari kegiatan ini hanya terealisasi sebanyak 32 buah toko obat hewan yang dapat dikeluarkan izin usahanya, dengan rincian di Kab. Agam sebanyak 4 buah, Kab. Solok sebanyak 15 buah, Kab. Sawahlunto/Sijunjung sebanyak 6 buah dan Kota Sawahlunto sebanyak 7 buah, serta 3 buah depo masing-masing 1 buah depo di Kab. Tanah Datar, 1 buah di Kota Bukittinggi dan 1 buah di Kota Padang. Data selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 5.30. Daftar Depo dan Toko Obat Hewan yang Dikeluarkan Izin Usahanya Tahun 2005

No. Kabupaten/Kota Jumlah Perusahaan Realisasi

1. Kab. Agam 4 buah toko obat 4 buah toko obat

2. Kab. Pasaman 10 buah toko obat nihil

3. Kab. Solok 15 buah toko obat 15 buah toko obat

4. Kab. Solok Selatan 5 buah toko obat Nihil

5. Kota Solok 5 buah toko obat Nihil

6. Kota Sawahlunto 7 buah toko obat 7 buah toko obat

8. Kab. Dharmasraya 10 buah toko obat Nihil

9. Kab. Tanah Datar 1 buah Depo 1 buah Depo

10. Kota Bukittinggi 1 buah Depo 1 buah Depo

11. Kota Padang 1 buah Depo 1 buah Depo

Jumlah 65 Toko 3 Depo 32 Toko 3 Depo

Hal ini disebabkan karena beberapa persyaratan yang diperlukan tidak dapat dipenuhi oleh toko di daerah bersangkutan, sehingga Kepala Dinas belum mau menandatangani izin toko obat hewan yang sudah diurus oleh petugas Kabupaten.

Disarankan toko tersebut melengkapi persyaratan terlebih dahulu, dan kepada petugas di Kab/Kota agar selalu memberikan pembinaan dan pengawasan. 6. Pengambilan dan pemeriksaan sampel

Tujuan kegiatan ini adalah :

1. Pos Keswan dapat melaksanakan pelayanan kesehatan hewan yang profesional kepada masyarakat.

2. Pemberdayaan Pos Keswan akan semakin cepat terwujud dengan semakin profesionalnya pelayanan Pos Keswan.

3. Pos Keswan dapat memantau kejadian penyakit secara terus menerus dan berkesinambungan.

Pelaksanaan pemberian operasional pengambilan dan pemeriksaan sampel oleh Pos Keswan mulai bulan Januari s/d bulan Desember 2005 sebanyak 30.000 sampel.

Hasil yang diperoleh ternyata dari 30.000 sampel feses sapi yang diperiksa pada umumnya ditemukan cacing.

Dokumen terkait