METROPOLITAN CIREBON RAYA
D. Sektor Jaringan Air Bersih
Sarana dan prasarana di suatu wilayah, seperti sarana dan prasarana air bersih merupakan komponen penting yang perlu diperhatikan dan diupayakan agar kegiatan pada wilayah tersebut dapat berjalan lancar sesuai dengan kebutuhan. Sarana penyediaan air bersih merupakan salah satu kebutuhan bagi masyarakat, dan pemerintah berkewajiban untuk mengupayakan pemenuhannya, mengingat air bersih adalah faktor penting dalam kehidupan dan kesehatan masyarakat. Pertumbuhan populasi penduduk dan berkembangnya aktifitas ekonomi di suatu wilayah berdampak pada makin meningkatnya kebutuhan air bersih, termasuk di wilayah Metropolitan Cirebon Raya. Perkembangan aktivitas perkotaan di wilayah metropolitan memungkinkan pertumbuhan akan permintaan air bersih menjadi
54
meningkat tajam. Hal ini seiring dengan perkembangan aktivitas industri, pariwisata, perdagangan, jasa, dan sebagainya.
Secara umum, sektor jaringan air bersih terbagi menjadi 2 (dua) yaitu jaringan air baku untuk air minum dan jaringan air minum. Sektor jaringan air baku untuk air minum yang selanjutnya disebut air baku adalah air yang dapat berasal dari sumber air permukaan, cekungan air tanah dan/atau air hujan yang memenuhi baku mutu tertentu sebagai air baku untuk air minum. Sementara itu, jaringan air minum adalah jaringan air bersih (yang sudah diolah) yang menghubungkan antara sistem pengelolaan air minum dengan para pengguna atau konsumen air minum untuk digunakan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan pada kedua sistem jaringan tersebut, persoalan penyediaan air bersih di Metropolitan Cirebon Raya juga dapat dilihat baik dari sistem jaringan air baku maupun jaringan air minum. Bertambahnya jumlah penduduk mengakibatkan menurunnya debit sumber air sedangkan kebutuhan akan air semakin meningkat di beberapa sektor. Ditambah lagi dengan berkurangnya luas lahan di hutan, beralihnya fungsi lahan menjadi tempat tinggal dan pengambilan air tanah yang tidak terkendali. Hal ini semakin menjadi masalah apabila dihadapkan pada pengembangan pusat kegiatan baru di Metropolitan Cirebon Raya yang memungkinkan peningkatan akan pemanfaatan air baku. Sementara itu, produksi air yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) masing-masing Kabupaten/Kota di Metropolitan Cirebon Raya belum dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan masyarakat dan sisanya mengandalkan air sumur, air tanah dalam (artesis) dan mata air.
55
TABEL 23
CAKUPAN PELAYANAN AIR MINUM PDAM DI METROPOLITAN CIREBON RAYA
No Kabupaten/Kota PDAM Cakupan Pelayanan terhadap Penduduk Perkotaan Cakupan Pelayanan Terhadap Penduduk Wil Layanan Cakupan pelayanan terhadap Penduduk Administrasi
1 Kota Cirebon PDAM Tirta
Darma 91% 77% 88%
2 Kabupaten Cirebon PDAM Kab.
Cirebon - 36,27% 10,81%
3 Kabupaten Majalengka PDAM Kab.
Majalengka 6,03% 29,06% 19,64%
4 Kabupaten Kuningan PDAM Tirta
Kamuning 46,40% 33,32% 10,26%
5 Kabupaten Indramayu PDAM Tirta
Darma Ayu - 39,01% 22,18%
Sumber: Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI), 2010
Untuk mengatasi peningkatan kebutuhan akan penyediaan air baku, beberapa rencana pengembangan jaringan air baku untuk air bersih yang dilakukan oleh masing-masing Kabupaten/Kota di Metropolitan Cirebon Raya, antara lain:
TABEL 24
RENCANA PENGEMBANGAN JARINGAN AIR BAKU METROPOLITAN CIREBON RAYA
No Kabupaten/Kota Rencana Pengembangan Jaringan Air Baku untuk Air Bersih
1 Kota Cirebon Meningkatkan kemampuan dalam penyediaan air baku yang berasal dari air permukaan dan mata air
Mewujudkan keseimbangan ketersediaan air pada musim hujan dan kemarau melalui pembangunan penampungan dan embung/dam
Melestarikan daerah resapan air untuk menjaga ketersediaan sumberdaya air
2 Kabupaten Cirebon Pengembangan dan pengembangan sumber air baku untuk dimanfaatkan di kecamatan di bagian utara, meliputi: Sungai Kumpul Kuista, Sungai Jamblang, dan Sungai Ciwaringi Pembangunan dan pengembangan sumber air baku untuk
dimanfaatkan di kecamatan di bagian timur meliputi: Sungai Cisanggarung, Sungai Condong, Sungai Kalijaga, Sungai Kanci, Sungai Ciberes, dan Sungai Bangkaderes
Pelestarian 44 sumber mata air
56
No Kabupaten/Kota Rencana Pengembangan Jaringan Air Baku untuk Air Bersih
Pemanfaatan air sungai, rawa, dan embung secara proporsional
3 Kabupaten Majalengka
Pemanfaatan sumber air dari mata air
Optimalisasi waduk jatigede sebagai sumber air alternative 4 Kabupaten
Kuningan
Pengembangan jaringan air baku diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan air permukaan
Upaya penanganan untuk meningkatkan sediaan air baku dilakukan dengan cara: perlindungan terhadap sumber mata air dan daerah resapan air; dan perluasan daerah tangkapan air
Pemanfaatan potensi air baku meliputi: Mata Air Telaga Nilem, Mata Air Cipujangga, Mata Air Telaga Bogo, Mata Air Cisamaya, dan Waduk Darma
5 Kabupaten Indramayu
Pengembangan jaringan air baku diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan air permukaan
Upaya penanganan untuk sediaan air baku dilakukan dengan cara: pengembangan sistem longstorage Indramayu di Sungai Cipanas; perlindungan terhadap daerah resapan air; dan perluasan daerah tangkapan air
Pemanfaatan sumber air baku dilakukan dengan memanfaatkan sungai yang berada di Kabupaten, meliputi: Sungai Ciamanuk, Sungai Cipanas, Sungai Cipunegara, Sungai Cilalanang, Sungai Kumpulkuista, Sungai Pamengkang, dan Sungai Cimanis
Sumber: Rencana Tata Ruang Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu 2011-2031
Berdasarkan tabel di atas, pemanfaatan sumber air baku dari mata air merupakan langkah yang direncanakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Metropolitan Cirebon Raya. Pemanfaatan sumber mata air tersebut dapat dilakukan mengingat banyaknya mata air yang tersebar di masing-masing Kabupaten/Kota terkait, selain juga terdapat potensi aliran sungai, waduk, dan dam. Melalui pembangunan jaringan pipa air baku, maka air baku yang berasal dari berbagai mata air potensial tersebut dapat disalurkan dan dijadikan sumber dasar air minum di Metropolitan Cirebon Raya. Akan tetapi, upaya pelestarian kawasan lindung harus tetap dilakukan karena berbagai sumber air baku tersebut sangat tergantung pada besarnya daerah tangkapan air.
57
Besarnya cakupan air bersih di Metropolitan Cirebon Raya tidak hanya disebabkan oleh persoalan pengelolaan jaringan air baku yang mempengaruhi besarnya potensi sumber air yang dapat dimanfaatkan, tetapi juga disebabkan oleh persoalan sistem jaringan air minum. Adanya kebocoran dan belum terpasangnya pipa transmisi dan pipa distribusi di wilayah pelayanan, teknologi sistem pengaliran, jumlah dan kondisi instalasi pengolahan juga mempengaruhi besarnya pemenuhan atas kebutuhan air minum. Untuk itu diperlukan rencana pengembangan sistem jaringan air minum yang mampu menyelesaikan berbagai kendala tersebut. Berbagai rencana pengembangan sistem jaringan air minum di Kabupaten/Kota di Metropolitan Cirebon Raya antara lain:
TABEL 25
RENCANA PENGEMBANGAN JARINGAN AIR MINUM METROPOLITAN CIREBON RAYA
No Kabupaten/Kota Rencana Pengembangan Jaringan Air Minum
1 Kota Cirebon Meningkatkan pemerataan pelayanan air minum di wilayah kota
Mengembangka prasarana pengolahan air bersih untuk dikonsumsi secara langsung (langsung diminum) dari jaringan (kran)
2 Kabupaten Cirebon Peningkatan pelayanan air minum dengan menggunakan sistem jaringan perpipaan dan pengembangan sistem baru pada kawasan perkotaan yang belum terlayani jaringan air bersih
3 Kabupaten Majalengka
Pengembangan sumber distribusi air minum perpipaan meliputi: Kecamatan Majalengka, Kecamatan Kadipaten, Kecamatan Ligung, Kecamatan Rajagaluh, Kecamatan Talaga, Kecamatan Cikijing, Kecamatan Lemahsugih
Pengembangan jaringan perpipaan air minum meliputi: Kecamatan Majalengka, Kecamatan Kadipaten, Kecamatan Kertajati, Kecamatan Rajagaluh, Kecamatan Talaga, Kecamatan Ligung, Kecamatan Dawuan, Kecamatan Cikijing, Kecamatan Maja, dan Kecamatan Cigasong
Pengembangan sarana dan prasarana air minum terhadap wilayah yang belum terlayani
4 Kabupaten Kuningan
Pengembangan jaringan air minum kepada kelompok pengguna berupa peningkatan pelayanan dan pengelolaan air minum
Pengembangan jaringan air minum kepada kelompok pengguna berupa peningkatan kapasitas sambungan langganan dengan lokasi meliputi: Kecamatan Cilimus,
58
No Kabupaten/Kota Rencana Pengembangan Jaringan Air Minum
Kecamatan Japara, Kecamatan Jalaksana, Kecamatan Cipicung, Kecamatan Kramatmulya, Kecamatan Cigugur, Kecamatan Ciawigebang, Kecamatan Kalimanggis, Kecamatan Cidahu, Kecamatan Luragung, Kecamatan Maleber, dan Kecamatan Lebakwangi
5 Kabupaten Indramayu
Pengembangan jaringan air minum kepada kelompok pengguna berupa peningkatan pelayanan dan pengelolaan air minum meliputi Peningkatan kapasitas sambungan langganan dan pemasangan sambungan langganan baru Sumber: Rencana Tata Ruang Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka,
Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu 2011-2031
GAMBAR 22 RENCANA PENGEMBANGAN SPAM REGIONAL CIAYUMAJAKUNING Sumber: Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat, 2011
Dalam upaya penyediaan air minum, dapat disadari bahwa tidak semua Kabupaten/Kota memiliki potensi sumber daya air yang besar. Terdapat daerah dengan jumlah penduduk besar namun dengan potensi sumber air bersih yang tidak mampu menampung kebutuhan penduduk tersebut, sementara di sisi lain terdapat daerah dengan potensi sumber daya air bersih dengan demand yang
59
rendah. Oleh karena itu, kerja sama antara Kabupaten/Kota dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air semua penduduk di daerah setempat. Hal yang sama dapat dilakukan dalam pemenuhan sistem air bersih di Metropolitan Cirebon Raya. Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Regional (SPAM) dapat menjadi langkah yang tepat untuk memenuhi kebutuhan perkembangan demand di Metropolitan Cirebon Raya selain daripada meningkatkan nilai efisiensi dalam penyediaan sarana infrastruktur strategis air bersih.