• Tidak ada hasil yang ditemukan

C.2. EKSKAVASI DI SITUS PAGAR BATU

3. Sektor Pagar Bolak

Areal ini adalah bagian dari pengembangan perkampungan, yang masih lokasinya berhimpitan dengan pagar batu areal yang berbentuk persegi ini juga dibatasi dengan pagar batu, hanya saja tidak terlalu tinggi dan juga tidak berundak. Adapun tinggalan arkeologi yang masih ada di areal ini yaitu:

Lesung Marante, yaitu batu lesung yang di bagian salah satu sisinya terdapat lubang

yang diinformasikan sebagai tempat merantai lesung ini. Pada bagian lubang tersebut tampak seperti hidung kerbau sehingga ada kesan bahwa lubang tersebut merupakan lubang hidung kerbau yang bisanyasebagai tempat mengikat tali untuk mengikat. Namuan pada bagian tersebut tampak juga bagian dari muka manusia, jadi secara umum

dapat dikatakan bahwa lesung ini dihiasi dengan muka manusia yang berpadu dengan muka kerbau. Secara umum bentuk keseluruhan Lesung Marantepersegi empat dengan diameter lubang lesung, yang pertama berdiameter 23 cm dengan kedalaman 18 cm (sebelah selatan), yang kedua berdiameter 23 cm dengan kedalaman 18 cm (sebelah barat), yang ketiga berdiameter 13 cm dengan kedalaman 3 cm (sebelah utara), dan yang ke empat berdiameter 25 cm dengan kedalaman 21 cm (sebelah timur). Batu

Lesung Marante ini terletak di sebelah barat daya Kubur Batu Parholian, Pagar Bolak.

Ukuran panjangnya berkisar 210 cm, lebar 160 cm, dan tinggi 200 cm.

Lesung Batu dengan sebuah lubang di barat daya Kubur Batu Parholian. Bentuknya

hampir membuilat dengan diameter 106 cm tinggi 75 cm dan diatasnya terdapat lubang yang dipahat berbentuk oval berdiameter 21 cm, kedalaman 19 cm. Tidak terdapat pahatan ataupun motif hias, dilihat dari bentuknya yang hampir sama dengan lesung batu dengan satu lubang di Pagar Batu yang berfungsi sebagai tempat menumbuk padi. Lesung Batu dengan satu lubang yang lainnya terletak di barat daya Kubur Batu

Parholian.. Bentuknya hampir segitiga dengan ukuran panjang berkisar 170 cm, lebar

170 dan tinggi 70 cm dan diatasnya terdapat lubang pahatan berbentuk oval berdiameter 21 cm, kedalaman 24 cm. Tidak terdapat pahatan ataupun motif hias, lesung ini digunakan sebagai tempat menumbuk padi.

4. Ekskavasi

Adapun kotak ekskavasi yang dibuka pada areal Bottean meliputi 3 (tiga) buah kotak gali yang masing masing berukuran 1 x 6 meter yang disebut TP 1, TP 2 dan TP 3. Sedangkan di areal Pagar Batu dibuka 4 (empat) kotak gali yaitu 1 (satu) buah di buka pada undak pertama, yang merupakan undak terbawah, 1 (satu) buah di undak tiga dan 2 (dua) buah di undak empat yang merupakan undak tertinggi.

Sektor :Bottean Kotak TP I

Kotak ekskavasi TP I ini dilakukan dengan sistem trench/parit memanjang utara selatan berukuran 1 m x 6 m. Ekskavasi dilakukan dengan sistem spit yang berinterval 10 cm dengan keletakan DPS di titik tenggara kotak gali. Kondisi permukaan kotak miring ke arah utara dengan perbedaan tinggi bagian utara dan bagian selatan adalah 50 cm. Oleh karena itu, ekskavasi dilakukan dari bagian selatan. Tujuan pembukaan kotak ekskavasi ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan lokasi tersebut, terutama pada bagian di struktur tonggak yang ditemukan pada lokasi tersebut, yang sering disebut oleh warga sebagai lokasi bottean atau tambatan sampan.

Spit 1

Ekskavasi pada spit ini dilakukan pada bagian selatan saja. Kondisi tanah pada spit ini adalah berwarna coklat tua dengan ukuran butir pasir kasar dengan struktur lepas. Pada spit ini masih banyak ditemukan akar-akar tanaman. Pada spit ini ekskavasi dilakukan pada bagian selatan saja. Pada spit ini ditemukan data arkeologis berupa fragmen gerabah.

Ekskavasi masih dilakukan pada bagian selatan dengan sedikit bertambah luasannya pada bagian tengah kotak. Kondisi tanah pada spit ini berbeda dengan kondisi pada lapisan atas. Lapisan tanah pasir kasar berwarna coklat muda dengan struktur kompak.Pada lapisan ini temuan arkeologis yang didapat adalah fragmen gerabah. Spit 3.

Kondisi tanah pada spit ini masih relatif sama dengan spit 2, namun terdapat sedikit perubahan kondisi tanah pada bagian sudut tenggara dan bagian tengah dekat dinding selatan. Pada spit ini ditemukan fragmen gerabah serta temuan arang pembakaran yang merata dan membentuk lapisan tanah baru berwarna abu-abu kehijauan berukuran butir lempung di seluruh bagian kotak.

Spit 4

Kondisi tanah pada bagian selatan spit ini adalah pada bagian selatan adalah tanah dengan warna abu-abu kehijauan dengan tekstur lempung berstruktur kompak, sedangkan pada bagian utara tanah masih sama seperti kondisi pad spit 1 dan 2 karena masih pada bagian permukaan. Tidak ditemukan adanya temuan arkeologi pada bagaian tanah lempung abu-abu kehijauan tersebut, temuan fragmen gerabah ditemukan hanya pada lapisan tanah coklat muda.

Spit 5

Kondisi tanah relatif sama dengan spit sebelumnya. Bagian paling utara dari kotak ekskavasi ini mulai dibuka dan ditemukan batuan dan akar tanaman ingulyang melintang dari barat ke timur dan batu tersebut menutup bagian dinding sudut tengggara.Fragmen gerabah dan fragmene logam ditemukan pada lapisan pertama ini. Pada bagian selatan lapisan tanahnya sama dengan spit sebelumnya dan tidak ditemukan tinggalan arkeologi.

Spit 6

Kondisi tanah relatif sama dengan spit sebelumnya. Bagian paling utara dari kotak ekskavasi ini mulai dibuka dan ditemukan batuan dan akar tanaman inulyang melintang dari barat ke timur dan batu tersebut menutup bagian dinding sudut tengggara.Fragmen gerabah ditemukan pada lapisan pertama ini. Pada bagian selatan lapisan tanahnya sama dengan spit sebelumnya dan tidak ditemukan data arkeologi. Pada bagian dinding barat dekat dengan sudut barat daya ditemukan sebuah batu besar.

Spit 7

Kondisi tanah relatif sama dengan spit sebelumnya. Bagian paling utara dari kotak ekskavasi ini mulai dibuka dan ditemukan batuan dan akar tanaman ingulyang melintang dari barat ke timur dan batu tersebut menutup bagian dinding sudut tengggara.Temuan arkeologi ditemukan pada lapisan pertama ini. Pada bagian selatan lapisan tanahnya sama dengan spit sebelumnya dan tidak ditemukan data arkeologi. Pada bagian dinding barat dekat dengan sudut barat daya ditemukan sebuah batu besar. Spit 8

Ekskavasi pada spit ini dilakukan hanya pada bagian utara saja sebesar 1 m x 2 m. Hal ini dilakukan karena sudah tidak ditemukannya data arkeologis pada lapisan lempung abu-abu kehijauan, dan masih ditemukan data arkeologi pada lapisan berwarna coklat

tua dan coklat muda. Temuan yang didapatkan adalah fragmen gerabah dan fragmen logam.

Spit 9

Kondisi tanah pada spit ini relatif sama dengan spit sebelumnya, hanya sedikit telah mengalami perubahan kondisi tanah pad abagian sudut tenggara. Lapisan tanah lempung abu-abu kompak mulai ditemukan.Temuan yang didapatkan adalah fragmen gerabah.

Spit 10

Kondisi tanah pad spit ini relatif sama dengan spit 9. Hanya saja tanah lempung abu-abu kompak tersebeut semakin banyak ditemukan dan hampir merata ke seluruh bagian kotak ekskavasi.Tidak ditemukan lagi adanya tinggalan arkeologi.

Spit 11

Kondisi tanah pada spit ini relatif sama dengan spit sebelumnya, hanya terdapat sedikit perbedaan lapisan pada bagian timur yaitu dengan adanya lapisan pasir sedang berstruktur kompak berwarna coklat muda. Pada spit ini ekskavasi pada kotak ini karena sudah tidak ditemukan data arkeologi pada kotak ekskavasi tersebut.

Secara umum, kotak ekskavasi ini mempunyai empat lapisan tanah yaitu:

1. Lapisan tanah berwarna coklat tua dengan tekstur pasir kasar, berstruktur lepas.

2. Lapisan tanah berwarna coklat muda dengan tekstur pasir kasar, struktur kompak

3. Lapisan tanah berwarna abu-abu kehijauan dengan tekstur lempung, struktur kompak

4. Lapisan tanah berwarna coklat muda dengan tekstur pasir sedang, tekstur kompak

G a m b a r 2 0 . D en a h A k h ir E k sk a v a si d a n S tr a ti g ra fi K o ta k T P 1 B o tt ea n

Sektor: Bottean Kotak TP 2

Kotak ekskavasi TP 2 ini dilakukan dengan sistem box memanjang utara selatan berukuran 1 m x 2 m. Ekskavasi dilakukan dengan sistem spit interval 10 cm dengan keletakan DPS di barat daya kotak gali. Kondisi permukaan kotak miring ke arah utara dengan perbedaan tinggi bagian utara dan bagian selatan adalah 32 cm. Oleh karena itu, ekskavasi dilakukan dari bagian selatan. Tujuan pembukaan kotak ekskavasi ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan lokasi tersebut, terutama pada bagian di struktur tonggak yang ditemukan pada lokasi tersebut, yang sering disebut oleh warga sebagai lokasi bottean atau tambatan sampan.

Spit 1

Ekskavasi dilakukan di pada bagian selatan terlebih dahulu karena kondisi tanah miring ke arah utara.Kondisi tanah pada awal ekskavasi ini berwarna coklat muda berstruktur lepas dengan tekstur lepas.Pada lapisan ini banyak dijumpai akar-akar tanaman dan batu-batu kerikil. Pada spit ini tidak ditemukan tinggalan arkeologi.

Spit 2

Kondisi tanah pada spit ini berubah menjadi tanah lempung dengan warna abu-abu kehijauan dengan struktur kompak. Tidak ditemukan tinggalan arkeologi.

Spit 3

Kondisi tanah pada spit ini masih relatif sama dengan spit sebelumnya. Tidak ditemukan tinggalan arkeologi.

Spit 4

Kondisi tanah pada spit ini masih relatif sama dengan spit sebelumnya. Tidak ditemukan tinggalan arkeologi.

Spit 5

Kondisi tanah pada spit ini masih relatif sama dengan spit sebelumnya. Tidak ditemukan tinggalan arkeologi.

Secara umum, kotak ekskavasi ini mempunyai dua lapisan tanah yaitu:

1. Lapisan tanah berwarna coklat muda dengan tekstur pasir kasar, struktur kompak

2. Lapisan tanah berwarna abu-abu kehijauan dengan tekstur lempung, struktur kompak

Sektor: Bottean Kotak TP 3

Kotak ekskavasi TP 3 ini dilakukan dengan sistem box memanjang barat-timurberukuran 1 m x 2 m. Ekskavasi dilakukan dengan sistem spit interval 10 cm dengan DPS diletakkan di barat daya kotak gali. Kondisi permukaan kotak miring ke arah utara dengan perbedaan tinggi bagian utara dan bagian selatan adalah 15 cm. Oleh karena itu, ekskavasi dilakukan dari bagian selatan. Tujuan pembukaan kotak ekskavasi ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan lokasi tersebut, terutama pada bagian di struktur tonggak yang ditemukan pada lokasi tersebut, yang sering disebut oleh warga sebagai lokasi botteanatau tambatan sampan.

Spit 1

Ekskavasi dilakukan di pada bagian selatan terlebih dahulu karena kondisi tanah miring ke arah utara.Kondisi tanah pada awal ekskavasi ini berwarna coklat muda berstruktur lepas dengan tekstur lepas.Pada lapisan ini banyak dijumpai akar-akar tanaman dan batu-batu kerikil. Pada spit ini tidak ditemukan tinggalan arkeologi.

Spit 2

Kondisi tanah pada spit relatif sama dengan spit diatasnya. Tidak ditemukan tinggalan arkeologi.

Kondisi tanah pada spit ini masih relatif sama dengan spit sebelumnya. Tidak ditemukan tinggalan arkeologi.

Spit 4

Kondisi tanah pada spit ini masih relatif sama dengan spit sebelumnya. Tidak ditemukan tinggalan arkeologi.

Spit 5

Kondisi tanah pada spit ini masih relatif sama dengan spit sebelumnya. Tidak ditemukan tinggalan arkeologi.

Spit 6

Kondisi tanah pada spit ini masih relatif sama dengan spit sebelumnya. Pada sudut barat laut tanah lempung abu-abu kehijauan kompak. Tidak ditemukan tinggalan arkeologi.

Spit 7

Kondisi tanah sebagian besar masih sama dengan spit sebelumnya. Lapisan lempung yang ditemukan di sudut barat laut semakin luas ditemukan.Tidak ditemukan tinggalan arkeologi.

Spit 8

Kondisi tanah pada spit ini masih sama dengan spit sebelumnya. Tidak ditemukan data arkeologi. Oleh karena itu, kotak ini tidak dilanjutkan ekskavasinya karena tidak adanya tinggalan arkeologis yang ditemukan dari spit 1.

Secara umum, kotak ekskavasi ini mempunyai dua lapisan tanah yaitu:

1. Lapisan tanah berwarna coklat muda dengan tekstur pasir kasar, struktur kompak

2. Lapisan tanah berwarna abu-abu kehijauan dengan tekstur lempung, struktur kompak

Sektor: Pagar Batu Undak IV Kotak TP 1

Kotak ekskavasi Undak IV TP 1 ini dilakukan dengan sistem box berukuran 2 m x 2 m. Ekskavasi dilakukan dengan sistem spit interval 10 cm dengan DPS diletakkan pada bagian timur laut kotak gali. Permukaan kotak ekskavasi ini relatif datar dan berada pada bagian tengah dari lokasi yang berdasarkan informasi merupakan bagian halaman dari Huta Pagar Batu.Oleh karena itu, tujuan pembukaan kotak ekskavasi ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan lokasi tersebut, terutama pada bagian tengah dari lokasi tersebut.

Spit 1

Kondisi tanah pada spit ini berwarna coklat tua dengan struktur lepas dan tekstur pasir halus hingga kasar. Pada spit ini ditemukan fragmen gerabah, fragmen tulang, dan fragmen gigi. Pada bagian selatan kotak ekskavasi ini ditemukan batu besar yang memanjang dari sisi barat ke timur.

Spit 2

Kondisi tanah relatif sama dengan spit 1 dengan jenis temuan yang masih didominisi oleh fragmen gerabah. Pada spit ini batu yang berada pada bagian selatan dari kotak ini semakin terlihat dan batu-batu kerakal juga mulai ditemukan dan sepertinya batu-batu tersebut terlihat seperti disusun untuk dimanfaatkan sebagai media perkerasan halaman. Spit 3

Kondisi tanah relatif sama dengan spit sebelumnya, hanya saja batu-batu kerakal yang ditemukan di spit 2 semakin merata dan hampir menutupi seluruh bagian kotak

ekskavasi. Temuan arkeologi masih ditemukan di antara sela-sela batu yang memperkeras halaman tersebut.

Spit 4.

Kondisi tanah masih relatif sama dan bagian yang terekskavasi hanya dibagian tengah saja, karena ukuran-ukuran batu yang memperkeras bagian halaman tersebut semakin besar-besar.

Secara umum, kotak ekskavasi ini mempunyai dua lapisan tanah yaitu:

1. Lapisan tanah berwarna coklat tua dengan tekstur pasir kasar, struktur lepas

Kotak TP 2

Kotak ekskavasi undak IV TP 2 ini dilakukan dengan sistem box memanjang barat--timur berukuran 1 m x 2 m. Ekskavasi dilakukan dengan sistem spit interval 10 cm dengan DPS diletakkan di bagianbaratlaut kotak gali. Permukaan kotak ekskavasi ini relatif datar dan berada pada bagian utara dari Kotak Undak VI TP 1 dan juga dekat dengan batu parholian.Oleh karena itu, tujuan pembukaan kotak ekskavasi ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan lokasi tersebut, terutama pada lokasi yang disebut dengan batu parholian.

Spit 1

Kondisi tanah pada spit ini berwarna coklat tua dengan struktur lepas dan tekstur pasir halus hingga kasar. Pada spit ini ditemukan fragmen gerabah, fragmen tulang, dan fragmen gigi, fragmen logam (paku). Pada bagian selatan kotak ekskavasi ini ditemukan batu besar yang memanjang dari sisi barat ke timur.

Spit 2

Kondisi tanah relatif sama dengan spit 1 dengan jenis temuan yang masih didominisi oleh fragmen gerabah. Pada spit ini batu yang berada pada bagian selatan dari kotak ini semakin terlihat dan batu-batu kerakal juga mulai ditemukan dan sepertinya batu-batu tersebut terlihat seperti disusun untuk dimanfaatkan sebagai media perkerasan halaman. Secara umum, kotak ekskavasi ini mempunyai dua lapisan tanah yaitu:

1. Lapisan tanah berwarna coklat tua dengan tekstur pasir kasar, struktur lepas

2. Lapisan batu kerakal

Sektor Pagar Batu undak III Kotak TP 1

Kotak ekskavasi undak III TP 1 ini dilakukan dengan sistem box memanjang utara--selatan berukuran1 m x 2 m. Ekskavasi dilakukan dengan sistem spit yang berinterval 10 cm dengan keletakan DPS dibagian baratdaya kotak gali. Permukaan kotak ekskavasi ini miring ke timur laut dengan perbedaan tinggi 13 cm dan berada pada bagian utara sarkofagus.

Spit 1

Ekskavasi dilakukan pada sisi bagian selatan dengan kondisi tanah yang didominasi oleh lapisan akar-akar rumput dan juga tanah berwarna cokelat muda. Pada dinding utara tersebut terdapat satu batu yang besar yang menutupi kotak ekskavasi ini sehingga

ekskavasi hanya dapat dilakukan pada bagian utara saja. Data arkeologi yang ditemukan pada spit ini adalah fragmen gerabah.

Spit 2

Kondisi tanah spit ini relatif sama dengan spit 1. Ekskavasi hanya dilakukan pada bagian utara saja. Kondisi tanah pada spit ini adalah tanah berwarna cokelat tua dengan struktur lepas dengan tekstur pasir kasar. Akar-akar tanaman cukup menyulitkan proses ekskavasi .data arkeologi yang ditemukan pada spit ini adalah fragmen gerabah, fragmen tulang, dan juga fragmen logam.

Spit 3

Kondisi tanah pada spit ini relatif sama dengan kondisi tanah pada spit 2. Ekskavasi hanya bisa dilakukan pada sisi utara saja, karena batu yang ditemukan di bagian selatan semakin luas ditemukan dan menutupi hampir setengah kotak ekskavasi.Data arkeologi yang ditemukan adalah fragmen gerabah, fragmen kaca, fragmen logam, fragmen tulang, dan mata uang logam.

Spit 4

Kondisi tanah pada spit ini masih rekatif sama dengan spit sebelumnya. Batu-batu kerakal banyak ditemukan dan sepertinya juga merupakan bagian yang sengaja disusun untuk pengerasan lahan tersebut.Data arkeologi yang ditemukan adalah fragmen gerabah, fragmen kaca, dan fragmen tulang.

Spit 5

Kondisi tanah yang ditemukan pada spit ini relatif sama dengan spit diatasnya. Data arkeologi yang ditemukan adalah fragmen gerabah dan fragmen tulang. Frekuensi temuan pada spit ini mulai menurun.

Spit 6

Kondisi tanah pada spit ini relatif sama dengan kondisi tanah pada lapisan spit 5. Batu-batu kerakal makin banyak dan terdapat rongga diantara Batu-batu-Batu-batu tersebut yang mengakibatkan ekskavasi pada kotak ekskavasi ini tidak dilanjutkan.

Secara umum, kotak ekskavasi ini mempunyai dua lapisan tanah yaitu:

1. Lapisan tanah berwarna coklat tua dengan tekstur pasir kasar, struktur lepas

2. Lapisan batu kerakal

Sektor : Pagar Batu Undak I Kotak TP 1

Kotak ekskavasi undak I TP 1 ini dilakukan dengan sistem box 2 m x 2 m. Ekskavasi dilakukan dengan sistem spit yang berinterval 10 cm dengan DPS diletakan di baratlaut kotak gali. Permukaan kotak ekskavasi ini relatif datar dan berada di depan parik

debata. Oleh karena itu, tujuan pembukaan kotak ekskavasi ini adalah untuk

mengetahui pemanfaatan lokasi tersebut, terutama pada lokasi yang disebut dengan

parik debata.

Spit 1

Ekskavasi dilakukan pada sisi bagian selatan dengan kondisi tanah yang didominasi oleh lapisan akar-akar rumput dan juga tanah berwarna cokelat tua. Data arkeologi yang ditemukan pada spit ini adalah fragmen gerabah.

Spit 2

Kondisi tanah spit ini relatif sama dengan spit 1. Akar-akar tanaman cukup menyulitkan proses ekskavasi data arkeologi yang ditemukan pada spit ini adalah fragmen gerabah, fragmen tulang, dan juga fragmen keramik, fragmen kaca.

Spit 3

Kondisi tanah spit ini relatif samasebelumnya. Akar-akar tanaman cukup menyulitkan proses ekskavasi data arkeologi yang ditemukan pada spit ini adalah fragmen gerabah, fragmen tulang fragmen gerabah, fragmen tulang, dan juga fragmen keramik, fragmen kaca.

Spit 4

Kondisi tanah spit ini relatif sama sebelumnya. Akar-akar tanaman cukup menyulitkan proses ekskavasi data arkeologi yang ditemukan pada spit ini adalah fragmen gerabah, fragmen tulang fragmen gerabah, fragmen tulang, dan juga fragmen keramik, fragmen kaca, dan fragmen rahang dan gigi.

Spit 5

Kondisi tanah spit ini relatif sama sebelumnya. Akar-akar tanaman cukup menyulitkan proses ekskavasi data arkeologi yang ditemukan pada spit ini adalah fragmen gerabah, fragmen tulang fragmen gerabah, fragmen tulang, dan juga fragmen keramik,fragmen kaca,danfragmen rahang dan gigi..

Spit 6

Kondisi tanah spit ini relatif sama sebelumnya. Akar-akar tanaman cukup menyulitkan proses ekskavasi data arkeologi yang ditemukan pada spit ini adalah fragmen gerabah, fragmen tulang fragmen gerabah, fragmen tulang, dan juga fragmen keramik, fragmen tulang, dan fragmen rahang dan gigi.

Spit 7

Kondisi tanah spit ini relatif sama sebelumnya. Akar-akar tanaman cukup menyulitkan proses ekskavasi data arkeologi yang ditemukan pada spit ini adalah fragmen gerabah, fragmen tulang fragmen gerabah, fragmen tulang, dan juga fragmen keramik, dan fragmen rahang dan gigi. Ekskavasi pada kotak ini diakhiri pada spit ini karena keterbatasan waktu peelitian. Kotak ekskavasi ini sangat potensial untuk di lanjutkan ekskavasi mengingat data arkeologi yang masih ditemukan sampai akhir spit, bahkan frekuensinya semakin besar.

Secara umum, kotak ekskavasi ini hanya mempunyai satu lapisan tanah yaitu Lapisan tanah berwarna coklat tua dengan tekstur pasir kasar bercampur rumput struktur lepas

BAB III