• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sektor yang Berperan dalam Pencemaran Udara

Dalam dokumen Media Lingkungan Air Udara Pangan Vektor (Halaman 43-49)

2.2 UDARA

2.2.8 Sektor yang Berperan dalam Pencemaran Udara

Sebenarnya saat ini sangat banyak masalah pencemaran di Indonesia, mulai dari pencemaran air, udara, tanah, suara, dan lain-lain. Sudah banyak regulasi yang mengatur mengenai pengendalian pencemaran udara khususnya pada sektor-sektor yang terlibat di dalam pencemaran udara. Peraturan mengenai pengendalian pencemaran udara ini sayangnya kurang diterapkan oleh sektor-

sektor yang terlibat di dalamnya, seperti sektor pertanian, pertambangan, industri, peternakan, rumah tangga, dan lain-lain :

1. Sektor Industri

Berikut ini merupakan beberapa regulasi yang mengatur tentang pengendalian pencemaran udara pada sektor ini, antara lain :

a. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.13 Tahun 1995 tentang baku mutu emisi sumber tidak bergerak membahas tentang baku mutu emisi yang merupakan kadar atau dosis yang diperbolehkan untuk dimasukkan ke lingkungan.

b. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.45 Tahun 1997 tentang indeks standar pencemar udara menjelaskan tentang indeks standar pencemaran udara, yaitu angka yang tidak mempunyai satuan yang menggambarkan kondisi kualitas udara ambien di lokasi dan waktu tertentu yang didasarkan kepada dampak terhadap kesehatan manusia, nilai estetika dan makhluk hidup lainnya yang digunakan sebagai bahan informasi serta menjadi pertimbangan pemerintah dalam melakukan pengelolaan dan pengendalian pencemaran udara.

c. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.7 Tahun 2007 tentang baku mutu emisi sumber tidak bergerak bagi ketel uap membahas tentan ketel uap yang merupakan sebuah alat penghasil panas yang menggunakan bahan baku air atau minyak yang dipanaskan. Emisi dari ketel uap berupa zat, energi, dan komponen lain yang dihasilkan oleh ketel uap dari kegiatan industri.

d. Undang Undang No. 5 Tahun 1984 tentang perindustrian yang membahas mengenai apa yang harus dilakukan dan diketahui oleh perusahaan industri. Perusahaan industri harus mampu melaksanakan upaya pencegahan timbulnya kerusakan dan pencemaran oleh limbah industri.

Kebijaksanaan dasar penanggulangan pencemaran udara untuk sumber bergerak (kendaraan bermotor) dapat dilakukan dengan cara penggunaan bahan bakar bebas timbal dan kadar belerang rendah untuk kendaraan bermotor baru dan lama, penggunaan catalitic converter (peralatan yang dapat mereduksi polutan gas buang kendaraan bermotor sampai dengan 90%), dan meningkatkan penggunaan bahan bakar gas serta meningkatkan partisipasi swasta dan masyarakat untuk merawat kendaraan bermotornya sehingga emisi gas buangnya menjadi rendah.

a. Peraturan Pemerintah No 41 Tahun 1999 Tentang Pengendalian Pencemaran Udara

Pasal 16

Pengendalian pencemaran udara meliputi pencegahan dan penanggulangan pencemaran, serta pemulihan mutu udara dengan melakukan inventarisasi mutu udara ambien, pencegahan sumber pencemar, baik dari sumber bergerak maupun sumber tidak bergerak termasuk sumber gangguan serta penanggulangan keadaan darurat. Pasal 31 (Sumber Bergerak)

Penanggulangan pencemaran udara dari sumber bergerak meliputi pengawasan terhadap penaatan ambang batas emisi gas buang, pemeriksaan emisi gas buang untuk kendaraan bermotor tipe baru dan kendaraan bermotor lama, pemantauan mutu udara ambien di sekitar jalan, pemeriksaan emisi gas buang kendaraan bermotor di jalan dan pengadaan bahan bakar minyak bebas timah hitam serta solar berkadar belerang rendah sesuai standar intemasional.

Pasal 37

Penanggulangan pencemaran udara dari kegiatan sumber gangguan meliputi pengawasan terhadap penaatan baku tingkat gangguan, pemantauan gangguan yang keluar dari kegiatannya dan pemeriksaan penaatan terhadap ketentuan persyaratan teknis pengendalian pencemaran udara.

3. Sektor Pertanian

1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2001 Tentang Pengendalian Kerusakan Dan Atau Pencemaran Lingkungan Hidup Yang Berkaitan Dengan Kebakaran Hutan Dan Atau Lahan.

a. Pasal 11. Kegiatan yang menimbulkan kebakaran hutan dan atau lahan adalah antara lain kegiatan penyiapan lahan untuk usaha di bidang kehutanan, perkebunan, pertanian, transmigrasi, pertambangan dan pariwisata yang dilakukan dengan cara membakar.

b. Pasal 16. Yang dimaksud dengan pejabat yang berwenang memberikan izin melakukan usaha adalah pejabat dari instansi yang bertanggung jawab di bidang yang dimintakan permohonan izin usahanya. Contohnya pejabat yang bertanggung jawab di bidang kehutanan dan pejabat yang bertanggung jawab di bidang pertanian.

c. Pasal 18. Yang dimaksud dengan Menteri lain yang terkait adalah antara lain Menteri Pertanian dalam hal kegiatan perkebunan.

4. Sektor Transportasi

a. Peraturan Pemerintah No.41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Pasal 16

Pengendalian pencemaran udara meliputi pencegahan dan penanggulangan pencemaran, serta pemulihan mutu udara dengan melakukan inventarisasi mutu udara ambien, pencegahan sumber pencemar, baik dari sumber bergerak maupun sumber tidak bergerak termasuk sumber gangguan serta penanggulangan keadaan darurat.

Sumber Bergerak Pasal 31

Penanggulangan pencemaran udara dari sumber bergerak meliputi pengawasan terhadap penaatan ambang batas emisi buang, pemeriksaan emisi gas buang untuk kendaraan bermotor tipe baru dan kendaraan bermotor lama, pemantauan mutu udara ambien di sekitar jalan, pemeriksaan emisi gas buang kendaraan bermotor di jalan dan pengadaan bahan bakar minyak bebas timah hitam serta solar berkadar belerang rendah sesuai standar internasional.

Pasal 33

Kendaraan bermotor tipe baru dan bermotor lama yang mengeluarkan emisi gas buang wajib memenuhi ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor.

Pasal 34

1) Kendaraan bermotor tipe baru wajib menjalani uji tipe emisi

2) Bagi kendaraan bermotor tipe baru yang dinyatakan lulus uji tipe emisi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberi tanda lulus uji tipe emisi.

Pasal 40

Kendaraan bermotor tipe baru dan kendaraan bermotor lama yang mengeluarkan kebisingan wajib memenuhi ambang batas kebisingan. 5. Sektor Peternakan

a. Peraturan Bupati Kulon Progo No. 19 Tahun 2011 tentang pedoman pengelolaan budidaya ternak pada pasal 7 ayat 2 mengenai upaya pencegahan pencemaran lingkungan yang menjelaskan bahwa setiap usaha peternakan harus membuat unit pengolahan limbah peternakan baik padat, cair, maupun gas yang harus sesuai dengan kapasitas produksi limbah yang dihasilkan.

6. Sektor Rumah Tangga

a. Peraturan Pemerintah No.41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

- Pasal 1 ayat 15

Sumber tidak bergerak spesifik adalah sumber emisi yang tetap pada suatu tempat yang berasal dari hutan dan pembakaran sampah

- Pasal 28

Penanggulangan pencernaran udara sumber tidak bergerak meliputi pengawasan terhadap penaatan baku mutu emisi yang telah ditetapkan, pemantauan emisi yang keluar dari kegiatan dan mutu udara ambien di sekitar lokasi kegiatan, dan pemeriksaan penaatan terhadap ketentuan persyaratan teknis pengendalian pencemaran udara.

Dalam dokumen Media Lingkungan Air Udara Pangan Vektor (Halaman 43-49)

Dokumen terkait