• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV DATA DAN ANALISIS DATA

A. PELAKSANAAN PENELITIAN

2. Selama Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan untuk setiap kelasnya. Alokasi waktu dalam satu kali pertemuan adalah 2 x 40 menit. Tabel 9 dan 10 merupakan jadwal dan proses pengambilan data yang dilakukan di kelas VIII A sebagai kelas kontrol dan kelas VIII B sebagai kelas eksperimen.

Tabel 9. Proses Pelaksanaan Penelitian Kelas Kontrol No Hari/tanggal Pukul Kegiatan Peneliti 1 Selasa, 22

April 2014

09.30-10.50 a. Peneliti berkenalan dengan siswa dan memberikan pre-test kepada siswa

b. Peneliti mulai mengajar mengenai pembiasan,

khususnya pembiasan pada air menggunakan metode ceramah. 2 Rabu, 23

April 2014

09.30-10.50 a. Peneliti melanjutkan mengajar mengenai pembiasan,

khususnya pembiasan pada kaca plan paralel menggunakan metode ceramah.

b. Peneliti memberikan kuesioner minat belajar kepada siswa. 3 Selasa, 29

April 2014

09.30-10.10 Peneliti memberikan post-test kepada siswa

Tabel 10. Proses Pelaksanaan Penelitian Kelas Eksperimen

No Hari/tanggal Pukul Kegiatan Peneliti

1 Rabu, 23 April 2014

11.05-12.25 a. Peneliti berkenalan dengan siswa dan memberikan pre-test kepada siswa

b. Peneliti mulai mengajar mengenai pembiasan, khususnya pembiasan pada air menggunakan metode inkuiri. 2 Selasa, 29 April 2014 11.05-12.25 a. Peneliti melanjutkan mengajar mengenai pembiasan, khususnya pembiasan pada kaca plan paralel menggunakan metode inkuiri. b. Peneliti memberikan

kuesioner minat belajar kepada siswa.

3 Rabu, 30 April 2014

11.05-11.45 Peneliti memberikan post-test kepada siswa.

Penelitian tidak berjalan sesuai rencana dikarenakan ada beberapa siswa yang tidak mengikuti seluruh proses penelitian. Ada siswa yang mempersiapkan acara Paskahan, ada siswa yang sakit, juga ada yang tidak hadir tanpa keterangan. Oleh karena itu, sampel siswa kelas VIII A yang awalnya berjumlah 30 orang berkurang menjadi 25 orang. Sedangkan sampel siswa kelas VIII B yang awalnya berjumlah 29 orang berkurang menjadi 24 orang.

Adapun proses pelaksanaan penelitian dijelaskan sebagai berikut:

a. Penelitian di kelas kontrol

Penelitian di kelas kontrol dilaksanakan di kelas VIII A. Penelitian di kelas ini dilaksanakan 3 kali pertemuan. Pada penelitian ini peneliti dibantu oleh guru untuk mengambil gambar.

Penelitian pertama di kelas kontrol dilaksanakan pada Selasa, 22 April 2014. Peneliti masuk kelas bersama dengan guru pada jam pelajaran ke-4 yaitu pukul 09.30. Saat itu siswa masuk kelas setelah jam istirahat pertama. Sebelum masuk kelas, siswa baris terlebih dahulu di luar kelas dipimpin oleh ketua kelas. Setelah semua siswa masuk kelas, guru kemudian memberi informasi kepada siswa mengenai pembelajaran yang akan dilakukan bersama dengan peneliti selama beberapa hari.

Di awal pembelajaran, peneliti berkenalan dengan siswa secara singkat. Peneliti kemudian menyampaikan maksud kedatangan peneliti di kelas mereka. Setelah itu peneliti mengecek kehadiran siswa. Pada waktu itu ada 3 siswa yang tidak hadir. Dua siswa tanpa keterangan dan satu siswa mohon izin untuk menyiapkan kegiatan Paskahan.

Setelah memberitahukan topik dan tujuan pembelajaran, siswa kemudian diminta untuk mengerjakan pre-test. Pada saat mengerjakan pre-test terlihat beberapa siswa tidak banyak

menulis. Hanya beberapa siswa saja yang terlihat banyak menulis. Tidak berapa lama, siswa kemudian mengumpulkan jawaban mereka. Banyak siswa yang mengeluh karena tidak dapat mengerjakan pre-test tersebut.

Gambar 3. Siswa Kelas Kontrol Mengerjakan Soal Pre-Test. Kegiatan penelitian dilanjutkan dengan mengajar siswa dengan metode ceramah. Metode ceramah yang dilakukan merupakan ceramah aktif, yakni disertai dengan tanya jawab dengan siswa. Di awal pembelajaran, peneliti bertanya kepada siswa mengenai proses melihat. Sebagian besar siswa sudah memahami bahwa manusia dapat melihat benda karena ada cahaya yang datang dari benda dan sampai ke mata. Ketika siswa ditanya mengenai apa itu pembiasan cahaya, tidak ada siswa yang menjawab pertanyaan. Peneliti kemudian menyuruh siswa untuk membuka buku. Setelah membuka buku ada siswa yang masih

salah menjawab dengan menyebutkan hukum pemantulan cahaya. Peneliti kemudian menjelaskan kepada siswa apa itu pembiasan cahaya. Peneliti mengamati bahwa hanya sedikit siswa yang memiliki buku paket.

Pertanyaan peneliti yang dilemparkan pada kelas terkadang tidak dijawab siswa. Peneliti kemudian bertanya dengan memanggil nama siswa yang dilihat dari presensi. Cara ini efektif untuk menarik perhatian siswa lain yang tidak memperhatikan peneliti. Ketika peneliti menyuruh siswa mengerjakan soal di papan tulis, ada siswa yang tidak mau maju. Untuk mengatasi hal itu peneliti menyuruh siswa untuk mengajak salah satu temannya. Dengan cara tersebut siswa itu akhirnya mau mengerjakan soal di papan tulis.

Gambar 4. Dua Orang Siswa Kelas Kontrol Mengerjakan Soal Di Papan Tulis

Di akhir pembelajaran, suasana kelas mulai ramai karena jam berikutnya mereka akan mengikuti acara lomba-lomba dalam rangka merayakan Paskah bersama. Peneliti kemudian berusaha menarik perhatian mereka dengan mengajak siswa untuk mengulangi kembali apa yang sudah dipelajari. Setelah pembelajaran selesai peneliti kemudian mengucapkan terima kasih kepada siswa yang sudah mau menjawab pertanyaan.

Penelitian kedua di kelas kontrol dilaksanakan pada Rabu, 23 April 2014. Pada awal pembelajaran peneliti mengucapkan salam kepada siswa dan mengecek kehadiran siswa. Pada

penelitian kedua ini ada 2 siswa yang tidak hadir tanpa keterangan. Satu siswa yang tidak hadir merupakan siswa yang tidak hadir juga pada penelitian pertama.

Pada pertemuan kedua ini peneliti melanjutkan materi pembiasan cahaya. Dalam pertemuan ini perhatian siswa lebih terfokus jika dibandingkan dengan pertemuan pertama. Peneliti mengajar siswa dengan metode yang sama, yaitu ceramah dan tanya jawab. Pada pertemuan kedua ini peneliti juga bertanya dengan memberikan pilihan jawaban kepada siswa yaitu jika cahaya dari udara ke kaca apakah akan mendekati garis normal atau menjauhi garis normal. Siswa kemudian diminta untuk mengacungkan tangannya sesuai dengan jawabannya masing-masing. Beberapa siswa terlihat percaya diri mengacungkan tangan, sedangkan beberapa siswa lain terlihat melirik teman lainnya kemudian ikut mengacungkan tangan. Cara ini efektif untuk menarik perhatian siswa. Sebagian siswa yang jawabannya benar nampak senang.

Di akhir pelajaran pada pertemuan kedua ini, peneliti mengajak siswa untuk mengulang kembali apa yang dipelajari hari itu. Setelah itu peneliti mengajak siswa untuk mengisi lembar kuesioner minat. Setelah mengisi lembar kuesioner minat, peneliti memberitahu siswa bahwa pada pertemuan berikutnya peneliti akan mengadakan post-test.

Penelitian ketiga di kelas kontrol dilaksanakan pada Selasa, 29 April 2014. Pada pertemuan ketiga ini ternyata peneliti tidak dapat melaksanakan kegiatan di ruang kelas VIII A karena ruang tersebut digunakan untuk try out Ujian Nasional kelas IX. Kegiatan penelitian kemudian dilaksanakan di ruang baca Perpustakaan.

Di awal pembelajaran peneliti mengucapkan salam dan mengecek kehadiran siswa. Sebelum membagikan soal post-test banyak siswa yang meminta kesempatan untuk belajar terlebih dahulu. Melihat hal itu peneliti kemudian memberi waktu 10 menit kepada siswa untuk belajar terlebih dahulu. Setelah siswa belajar, peneliti memberi post-test kepada siswa. Saat siswa mengerjakan post-test peneliti melihat siswa tidak nyaman karena di ruang baca tersebut tidak ada kursi, hanya ada karpet dan meja, sehingga siswa mengerjakan post-test dengan duduk di karpet. Walaupun demikian peneliti tetap menyemangati siswa untuk mengerjakan post-test. Selama pengerjaan post-test, beberapa siswa terlihat saling meminjam alat tulis seperti penggaris, correction pen, dan penghapus.

Gambar 5. Siswa Kelas Kontrol Mengerjakan Soal Post-Test Setelah waktu pengerjaan habis, peneliti kemudian meminta siswa mengumpulkan pekerjaannya. Di akhir pertemuan ini peneliti mengucapkan terima kasih kepada siswa dan mengucapkan perpisahan dengan siswa. Pengalaman mengajar di kelas VIII A ini sungguh berharga bagi peneliti.

b. Penelitian di kelas eksperimen

Penelitian di kelas eksperimen dilaksanakan di kelas VIII B. Penelitian di kelas ini dilaksanakan 3 kali pertemuan. Pada penelitian ini peneliti dibantu oleh guru untuk mengambil gambar dan melaksanakan observasi.

Penelitian pertama di kelas eksperimen dilaksanakan pada Rabu, 23 April 2014. Pada awal pelajaran, peneliti masuk kelas bersama dengan guru. Di kelas ini guru menyampaikan maksud kedatangan peneliti. Setelah itu guru memberikan waktu dan

kesempatan kepada peneliti. Peneliti kemudian mengecek kehadiran siswa, ternyata ada 4 siswa yang tidak hadir sehingga sampel yang digunakan berkurang. Peneliti kemudian menyampaikan topik dan tujuan pembelajaran. Setelah itu peneliti mengadakan pre-test. Pada saat pengerjaan pre-test banyak siswa yang mengeluh karena tidak dapat mengerjakan soal tersebut. Namun peneliti tetap memberikan dorongan kepada siswa.

Gambar 6. Siswa Kelas Eksperimen Mengerjakan Soal Pre-Test Setelah melaksanakan pre-test, peneliti membagi siswa ke dalam 6 kelompok. Peneliti membagi kelompok berdasarkan nomor urut absen. Setelah itu peneliti mengajak siswa ke laboratorium IPA yang letaknya bersebelahan dengan ruang kelas mereka. Kegiatan pertama yaitu mengamati pembiasan cahaya dari udara air. Awalnya, peneliti menjelaskan apa yang harus dilakukan, kemudian peneliti mengajukan persoalan. Setelah itu

peneliti mengajak siswa menulis hipotesis mereka dalam secarik kertas lalu dikumpulkan. Setelah mengisi hipotesis mereka, peneliti membagikan LKS dan siswa diminta melakukan percobaan. Pada percobaan ini siswa harus membuat larutan susu agar jejak sinar laser dapat terlihat. Namun larutan susu ini tidak boleh terlalu jernih dan tidak boleh terlalu keruh. Beberapa kelompok perlu mengulang berkali-kali untuk memperoleh larutan yang pas. Setelah memperoleh larutan yang pas, siswa mulai mengarahkan laser ke arah permukaan larutan dan melihat jejak sinarnya dari udara ke air dengan bantuan kertas putih. Terlihat bahwa terjadi pembelokan cahaya atau pembiasan. Peneliti memperingatkan siswa untuk tidak bermain-main dengan laser karena bisa berbahaya bila langsung disorotkan ke mata.

Gambar 7. Siswa Melakukan Percobaan Pembiasan Cahaya dari Udara ke Air

Setelah melakukan percobaan, banyak siswa yang pada akhirnya memainkan lasernya sembarangan. Peneliti kemudian mengajak siswa untuk kembali ke kelas agar suasana kelas lebih kondusif. Kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan mengerjakan soal-soal pada LKS dan membahas bersama. Beberapa siswa menulis jawabannya di papan tulis, peneliti menguatkan jawaban siswa yang benar serta mengklarifikasi jawaban siswa yang salah. Di akhir pelajaran peneliti mengajak siswa untuk mengecek hipotesis mereka apakah benar atau tidak. Setelah itu guru mengajak siswa mengulang kembali apa yang dipelajari. Kegiatan pembelajaran kemudian ditutup dengan doa dipimpin oleh salah satu siswa.

Penelitian kedua di kelas eksperimen dilaksanakan pada Selasa, 29 April 2014. Seperti biasa siswa baris terlebih dahulu sebelum masuk kelas. Setelah masuk kelas, peneliti mengecek kehadiran siswa kemudian mengajak siswa ke laboratorium. Pada pertemuan kedua ini siswa diajak untuk memgamati pembiasan cahaya melalui kaca plan paralel. Seperti pada pertemuan sebelumnya, pada pertemuan kedua ini pun siswa diajak untuk menuliskan hipotesis mereka. Namun banyak siswa yang tidak mengerti. Maka peneliti menjelaskan secara rinci langkah-langkah kegiatan yang harus dikerjakan. Ternyata siswa masih tetap

bingung. Melihat kondisi seperti itu peneliti kemudian memberikan contoh hipotesisnya. Akhirnya siswa mengerti.

Gambar 8. Siswa Menulis Hipotesis Sebelum Melakukan Percobaan Selama pembelajaran banyak siswa yang bertanya. Sebelumnya pada rencana pembelajaran akan dilakukan variasi sudut datang, namun karena banyaknya pertanyaan siswa maka waktu menjadi berkurang sehingga variasi sudut datang tidak dapat dilaksanakan. Setelah melakukan percobaan, siswa diajak untuk mengerjakan LKS dan mengecek hipotesis mereka apakah benar atau tidak. Setelah itu siswa menuliskan jawabannya di papan tulis.

Peneliti membimbing mereka menemukan jawaban yang tepat. Setelah pelajaran selesai peneliti mengajak siswa menyebutkan kembali apa yang telah dipelajari. Setelah itu peneliti mengajak siswa untuk mengisi lembar kuesioner minat.

Kegiatan pembelajaran kemudian ditutup dengan doa. Peneliti juga memberi tahu kepada siswa bahwa pertemuan selanjutnya akan diadakan post-test.

Penelitian ketiga di kelas eksperimen dilaksanakan pada Rabu, 30 April 2014. Di awal pembelajaran peneliti memberi waktu 10 menit kepada siswa untuk belajar terlebih dahulu. Setelah siswa belajar, peneliti memberi post-test kepada siswa. Selama mengerjakan post-test ada siswa yang mencoba membuka buku, namun sebelum peneliti melihatnya, teman yang lain menegurnya dan langsung memberi tahu kepada peneliti, sehingga suasana kelas menjadi ribut. Peneliti kemudian mengingatkan siswa untuk mengerjakan soal sendiri-sendiri dan tidak melihat catatan apa pun.

Setelah waktu pengerjaan habis, peneliti kemudian meminta siswa mengumpulkan pekerjaannya. Di akhir pertemuan ini peneliti mengucapkan teima kasih kepada siswa dan mengucapkan perpisahan dengan siswa. Pengalaman mengajar di kelas VIII B ini sungguh berharga bagi peneliti.

B. DATA DAN ANALISIS DATA

Dokumen terkait