• Tidak ada hasil yang ditemukan

Senyawa Organik

Dalam dokumen BSB TIK KFA BAB XI (Kimia Farm) (Halaman 34-39)

CH 3 COO↓ + COOH + H +

2. Metode non H2S

11.3 Senyawa Organik

11.3.1Identifikasi Senyawa Obat

Tahapan dalam identifikasi senyawa organik/ senyawa obat:

I. Organoleptis

Bentuk: Kristal atau serbuk

Warna: Putih, Kuning, Coklat atau Jingga

Bau: Terutama penting pada zat-zat yang mempunyai bau spesifik

Rasa: Manis, Asin, Pahit, Masam, Anaesthetis ( rasa tebal di lidah ), Dingin, Panas atau tidak berasa

II. Pemanasan pada cawan porselin :

Pada pemanasan, zat-zat tersebut dapat mencair, memadat dan menguap atau segera menyublim. Ada zat yang akan terbakar pada pemanasan. Kalau uap itu

membirukan kertas lakmus merah, hendaknya diselidiki terhadap NH3.

Uap tersebut juga dapat berbau: Phenol, Rambut terbakar, karamel, dsb.

Kalau pada pemanasan setelah penambahan HNO3 pekat

meninggalkan sisa di atas cawan porselin, maka menunjukkan adanya oksida logam (mungkin zat yang diselidiki merupakan suatu garam).

Perlu diingat bahwa untuk senyawa-senyawa NH4 , Hg dan

As akan menguap seluruhnya pada pemanasan. Jadi harus diadakan pemeriksaan pendahuluan terhadap unsur-unsur tersebut.

Kalau pada sisa pemanasan itu dalam keadaan: - panas dan dingin putih: K, Na, Ca, Ba, Mg, Al, Sr - panas dan dingin coklat hitam: Ag, Sb, As, Cu, Fe, Mn - panas kuning, dingin putih: Zn

- panas dan dingin kuning: Pb

- panas kuning coklat, dingin kuning: Bi, Sn

III. Kelarutan :

Lihat kelarutannya dalam keadaan dingin dan panas, dalam Air, Asam, Basa dan Alkohol.

IV. Penyelidikan Constanta Physis (yang mungkin dilakukan )

Terutama untuk zat tunggal, biasanya hasil tidak dapat tepat tetapi lebih rendah dari pada ketentuan-ketentuan yang ada.

- Titik lebur (Melting Point)

Untuk zat yang mudah terurai pada pemanasan, tidak dapat ditentukan dengan cara ini.

Alat: MELTING BLOCK dari THIEF - Bobot Jenis

Perbandingan bobot zat terhadap air pada volume yang sama dan suhu yang sama yang ditimbang di udara.

Alat: PIGNOMETER - Index Bias

Perbandingan kecepatan cahaya dalam hampa udara dengan kecepatan cahaya dalam zat terse- but.

Harga Index Bias ini berubah-ubah tergantung dari panjang gelombang yang digunakan dalam pengukuran.

Alat : REFRAKTOMETER

- Rotasi Optik

Besar sudut pemutaran bidang polarisasi yang terjadi, jika sinar terpolarisasi dilewatkan melalui cairan.

Kecuali dinyatakan lain, pengukuran dilakukan dengan menggunakan sinar pada lapisan cairan setebal 1 dm pada suhu 20 0 C.

Alat : POLARIMETER

V. Fluorescensi : dengan sinar Ultra Violet

- Zat padat

- Dengan H2SO4 encer

- Dengan NaOH encer

VI. Penyelidikan terhadap unsur :

Pada umumnya zat organik mengandung unsur-unsur: C, H, O, N, S, P, Halogen, Logam. Untuk dapat menganalisis unsur-unsur tersebut maka zat organik harus dirusak dulu dengan cara:

1. Pemijaran / Pengarangan

Zat di dalam cawan porselen dipanaskan, hasil pemijaran menunjukkan adanya: uap/gas, bau, warna dsb bila hasil pemijaran hitam maka C positif. 2. Penfield

Zat + Pb2CrO4 dipanaskan akan keluar gas CO2,

bila dialirkan dalam air barit/air kapur akan menjadi keruh.

3. Castellana

Zat yang akan diselidiki dicampur dengan serbuk Castellana (terdiri dari campuran Na2CO3 dan

Magnesium 2: 1 ) dengan perbandingan 1: 5. Masukkan dalam pipa kapiler hampir penuh, panas- kan di api bebas sampai berpijar. Masukkan ke dalam aquadest (untuk melarutkan zat-zat organik yang telah dirusak) diaduk lalu didiamkan sampai terbentuk endapan. Kemudian disaring, filtrat digunakan untuk menyelidiki unsur-unsur seperti : N, S, P, As dan Halogen.

Unsur N: N diubah menjadi CN

- Filtrat + HCl + FeSO4 jenuh  Fe4(Fe(CN)6)3

biru berlin

- Filtrat + Pb Ac  PbS  hitam coklat

- Filtrat + Na Nitropruside kristal  violet

Unsur P:

- Filtrat + Mg Mixture  MgNH4PO4  putihat

+ HNO3 pk  + NH4 Molybdat  (NH4)3PO412MoO3

Ammonium fosfomolybdat  kuning

Unsur As:

- Filtrat + HNO3 p  + NH4 Molybdat 

(NH4)3AsO412MoO3 Ammonium arsenomolybdat 

kuning

- Test Gutzeit:

Zat direduksi dengan serbuk Zn + H2SO4 terbentuk

AsH3 yang dapat ditunjukkan dengan:

+ kristal AgNO3 kuning + larutan AgNO3 

hitam

AsH3 + 6 AgNO3 Ag3As.3AgNO3 + 3 HNO3

Ag3As.3AgNO3 + H2O  H3AsO3 + 6 Ag + 6 HNO3

Unsur Cl:

- Filtrat + HNO3 + AgNO3   AgCl putih yang larut

dalam NH4OH dan mengendap kembali dengan

penambahan HNO3

- Filtrat + H2SO4 + K2Cr2O7 kertas o. Toluidin  biru

Unsur Br:

- Filtrat + HNO3 + AgNO3   AgBr putih

kekuningan sedikit larut dalam NH4OH berlebihan

- Filtrat + HCl + NaNO2 + CHCl3  CHCl3

coklat

- Filtrat + H2SO4 + K2Cr2O7  kertas

Fluorescein merah

Unsur I:

- Filtrat + HNO3 + AgNO3   AgI kuning tidak larut

dalam NH4OH berlebihan

- Filtrat + HCl + NaNO2 + CHCl3 CHCl3 violet

- Filtrat + HNO3 + Pb Ac  PbI2 kuning

- Filtrat + H2SO4 pk + K2Cr2O7 kertas Amylum biru

VII. Penyelidikan terhadap gugus : 1. Aldehid : O

- C H - Reaksi Pendamaran

Zat + larutan NaOH / KOH  larutan kuning yang

kemudian mengendap merah kekuningan - Mereduksi larutan Ag-Amoniakal

Zat + AgNO3 + NH4OH berlebihan  Ag yang mem-

bentuk cermin perak pada dinding tabung - Zat + Schiff  merah jambon

- Zat + Barfoed  merah coklat

- Zat + Fehling A & B   Cu2O merah bata

- Zat + Nessler  abu-abu

- Zat + Tollens  lemah terjadi lapisan perak abu-abu

2. Keton :

- Zat + Na Nitropruside + NH4Cl + NH4OH  violet

(pereaksi Legal Rothera)

3. Karboksilat :

- Gugus karboksilat bersifat asam yang dapat ditunjukkan dengan indikator/lakmus

- Esterifikasi:

Zat + Alkohol + H2SO4 p  bau harum

4. Sulfon : - SO3H

- S dari filtrat Castellana + Pb Ac  PbS hitam coklat

- Bila dioksidasi keluar ion Sulfat

Zat + H2O2 3 % + 1 tetes FeCl3 0,5 N; setelah reaksi

selesai + HNO3 + lar. BaCl2 0,5 N   putih dari

BaSO4

5. Amina : Ada 3 macam

a. Amina primer: R – C – NH2

b. Amina sekunder:

NH R c. Amina tersier: R N - R R Reaksi umum:

- Zat + NaOH  gas NH3 yang dapat

ditunjukkan dengan kertas lakmus merah basah atau dengan Nessler  coklat

- Zat + As. Pikrat  endapan

a. Amina primer

1. Reaksi Isonitril:

R-NH2 + CHCl3 + NaOH  R-N=C + NaCl + H2O

Isonitril ( dikenal baunya )

Reaksi ini kepekaannya berkurang dengan adanya gugus karboksil sulfon atau OH fenolis

2. Reaksi Parri ( baik untuk amin alifatis ) R-NH2 + HNO3  ROH + H2O + N2

3. Remini test:

Zat + aceton + Na-Nitroprusid r.p  merah ungu

4. Reaksi Erlich ( DAB.HCl) = Dimetil Amino Benzaldehide dalam HCl.

Amine primer aromatis + DAB.HCl  jingga/kuning

b. Amina sekunder

Dalam dokumen BSB TIK KFA BAB XI (Kimia Farm) (Halaman 34-39)

Dokumen terkait