PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
4.1 Temuan Penelitian
4.1.2 Serpihan Bentuk Frase
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dikatakan bahwa frase adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif. Sama seperti dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kridalaksana, dalam bukunya Kamus Linguistik, mengatakan bahwa frase adala gabungan dua kata atau lebih yang sifatnya tidak produktif; gabungan itu dapat rapat, dapat renggang. Berikut ini adalah beberapa contoh serpihan frase BI dalam berbagai kelas.
4.1.2.1 Frase Kelas Nomina
Kridalaksana mengatakan bahwa frase nominal terdiri atas frase apositif, frase eksosentris, frase endosentris. Frase apositif adalah frase endosentris berinduk banyak yang bagian-bagiannya tidak dihubungkan dengan penghubung ( sering kali dengan jeda) dan yang masing-masing menunjuk pada referen yang sama dalam alam di luar bahasa. Frase eksosentris adalah frase yang keseluruhannya tidak mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan salah satu kionstituennya. Frase ini mempunyai dua bagain, yang pertama disebut perangkai berupa preposisi atau (dalam BI antara lain) partikel si atau partikel yang, yang kedua disebut sumbu berupa kata atau kelompok kata . Frase endosentris adalah frase yang keseluruhannya mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan salah satu konstituennya . Frase endosentris ini terbagi atas frase berinduk banyak dan frase berinduk satu. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dikatakan bahwa frase endosentris adalah frase yang keseluruhannya mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan salah satu konstituennya. Frase apositif adalah frase endosentris berinduk banyak yang bagian-bagiannya tidak dihubungkan dengan penghubung (seringkali dengan jeda) dan yang masing-masing menunjuk pada referen yang sama dalam alam di luar bahasa. Frase eksosentris frase yang keseluruhannya tidak mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan salah satu konstituennya.
Pada contoh-contoh 6, 8, 10, 21 berikut, serpihan-serpihan masa depan,
zaman globalisasi, prinsip hukum, situasi sosial, ekonomi, politik, agama adalah
NO KLAUSA 6.
8.
10.
21.
Mansai dao do ditatap Tuhan Jesus masa depan…
Mansai dao do ditatap Tuhan Jesus ari sogot
Tuhan Yesus menatap sangat jauh ke masa depan
Lam tu ragat do pangalaho na so gabeak di zaman globalisasi on….
Lam tu ragat do pangalaho na so gabeak di partingkian globalisasion
Semakin banyak perilaku yang tidak benar di zaman globalisasi ini
Pangkeon do prinsip hukum na mandok …..
Pangkeon do prinsip uhum na mandok..
Pakailah prinsip hukum yang berbunyi/mengatakan
Di situasi sosial, ekonomi, politik dohot agama…..
Di rumang ni hajolmaon, sibahenon, politik dohot ugamo
Pada situasi sosial, ekonomi, politik dan agama
4.1.2.2 Frase Kelas Verba
Kridalaksana, dalam bukunya Kamus Linguistik, mengatakan frase verbal adalah frase endosentris berinduk satu yang induknya verba dan modifikatornya berupa partikel modal seperti BI dapat, mau, partikel ingkar seperti tidak; frase adverbial seperti dengan teliti, ke atas, dsb.; adverbia seperti seadanya, dsb. Di dalam Transformasi Generatif dikatakan, frase verbal adalah bagian dari mkalimat yang berupa verba dengan atau tanpa obyek dan/atau keterangan dalam kaidah struktur
frase dan yang berfungsi sebagai predikat. Kamus Besar Bahasa Indonesia juga mengatakan hal yang senada dengan Kridalaksana.
Pada contoh-contoh 55, 66, 81, 91, 97 berikut, serpihan-serpihan
meningkatkan kelompok pembacaan Alkitab, bersifat spontan jala situasional, tidak
mementingkan diri sendiri, terjadi ketidak adilan, menghargai hak-hak, adalah
merupakan serpihan BI yang terdapat di dalam buku Impola ni Jamita.
NO KLAUSA 55. 66. 81. 91. 97.
Mansai porlu do huria meningkatkan kelompok pembacaan Alkitab
Mansai ringkot do huria pagandahon punguan si jaha Bibel
Gereja sangat perlu meningkatkan kelompok pembacaan Alkitab
mangido pandidion i sasintongna bersifat spontan do i jala situasional,…
mangido pandidion i sasintongna bersifat spontan do i sian roha jala
situasional,
memohon pembabtisan itu sebenarnya bersifat spontan dan situasional tidak mementingkan diri sendiri
ndang mangahut tu diri
tidak mementingkan diri sendiri
gabe terjadi ketidakadilan…
gabe masa paruhuman na geduk
mengakibatkan terjadi ketidakadilan
keagamaan, alai menghargai hak-hak
Ingkon pasidingonta sian dirinta fanatisme ugama, eksklusifisme, arrogansi
parugamoon, alai menghargai hak-hak
Kita harus menghindarkan fanatisme agama, eksklusifisme,arogansi keagamaan, tetapi menghargai hak-hak
4.1.2.3 Frase Kelas Ajektiva
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dikatakan bahwa frase ajektival adalah frase endosentris berinduk satu yang induknya ajektiva dan midifikatornya adverbia. Sama seperi KBBI di atas, Kridalaksana juga mengatakan bahwa frase ajektival adalah frase endosentris berinduk satu yang induknya ajektiva dan modifikatornya adverbia, seperti sangat, lebih, kurang.
Pada contoh-contoh 342, 383, 425, 490, 526 berikut, serpihan-serpihan
semakin modern, sangat timpang, semakin berat, sangat kontras, lebih adil, adalah
contoh-contoh serpihan BI yang dapat ditemukan dalam buku Impola ni Jamita. NO KLAUSA 342. Hita ma na mamereng angka na boi patupaonta di masyarakat na plural
jala semakin modern on.
Hita ma na mamereng angka na boi patupaonta di hajolmaon na marragam
jala lam tu hinsat na on
383.
425.
522.
526.
masyarakat yang plural dan semakin modern ini.
Dibahen i tama do tergerak jala ungkap rohanta marnida, mencermati
kesenjangan sosial na sangat timpang nuaeng di bangsonta honorhon ni teknologi na modern on.
Dibahen i tama do taronjar jala ungkap rohanta marnida, manulingkiti
parngoluon ni jolma na mansai telpang nuaeng di bangsonta hinorhon ni teknologi si nuaeng on.
Karena itu wajarlah tergerak dan terbuka hati kita melihat, mencermati kesenjangan social yang sangat timpang sekarang di Negara kita karena teknologi yang modern
Tung dipatuduhon nasida do “semakin berat, semakin cepat merambat”
Tung dipatuduhon nasida do “lam maol, lam humatop mangararati”
Mereka menunjukkan “semakin berat, semakin cepat merambat Keadaan na sangat kontras.
Rumang na mansai maralo. Keadaan yang sangat kontras
I ma portibi na dumame, sumonang, lebih adil,
I ma portibi na dumame, sumonang, sumintong di uhum,
4.1.2.4 Frase Kelas Adverba
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, frasa adverbial adalah frasa endosentris berinduk satu yang induknya adverbia dan modifikatornya adverbia lain atau partikel. Sama halnya nseperti KBBI, Kridalaksana mengatakan bahwa frase adverbial adalah frase endosentris berinduk satu yang induknyan adverbia dan modifikatornya adverbia lain atau partikel, seperti amat, sangat, dsb.
Pada contoh-contoh 53, 65, 66, 72, 227 berikut, serpihan-serpihan secara
sosial ekonomi, secara ritual, bersifat spontan, secara administratif,secara langsung,
secara tidak langsung, adalah serpihan-serpihan BI yang ditemukan pada buku
Impola ni Jamita.
NO KLAUSA 53.
65.
66.
manang ala termasuk na gale nasida secara sosial ekonomi….
manang ala horong na gale nasida di sibahenon
atau karena mereka termasuk orang yang lemah secara sosial ekonomi
ndang apala na marpardomuan tu pandidion secara ritual…..
ndang apala na marpardomuan tu pandidion ulaon partondion
bukanlah hal yang berhubungan dengan pembabtisan secara ritual...
mangido pandidion i sasintongna bersifat spontan do i jala situasional,…
mangido pandidion i sasintongna bersifat spontan do i sian roha jala
situasional,
72.
227.
Haimbaruon ni ngolu i ndada secara administratif…
Haimbaruon ni ngolu i ndada di bagasan na pasurathon goar sambing
Hidup baru itu bukanlah secara administratif
jala tongtong do hita dipangkulingi langsung manang secara tidak
langsung
jala tongtong do hita tumpol dipangkulingi manang marparhitean
dan kita tetap disapa secara langsung atau tidak langsung
4.1.2.5 Frase Kelas Partikel
Pada contoh 502 berikut, serpihan dengan materi, adalah merupakan serpihan frase kelas partikel BI yang dapat ditemukan dalam buku Impola ni Jamita.
NO KLAUSA