• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBAHASAN TEMUAN PENELITIAN

5.2. Serpihan Positif - Frase

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dikatakan bahwa frase adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif. Sama seperti dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kridalaksana, dalam bukunya Kamus Linguistik, mengatakan bahwa frase adala gabungan dua kata atau lebih yang sifatnya tidak produktif; gabungan itu dapat rapat, dapat renggang. Berikut ini adalah beberapa contoh serpihan frase BI dalam berbagai kelas.

5.2.1 Frase Kelas Nomina

Kridalaksana mengatakan bahwa frase nominal terdiri atas frase apositif, frase eksosentris, frase endosentris. Frase apositif adalah frase endosentris berinduk banyak yang bagian-bagiannya tidak dihubungkan dengan penghubung ( sering kali dengan jeda) dan yang masing-masing menunjuk pada referen yang sama dalam alam di luar bahasa. Frase eksosentris adalah frase yang keseluruhannya tidak mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan salah satu kionstituennya. Frase ini mempunyai dua bagain, yang pertama disebut perangkai berupa preposisi atau (dalam BI antara lain) partikel si atau partikel yang, yang kedua disebut sumbu berupa kata atau kelompok kata . Frase endosentris adalah frase yang keseluruhannya mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan salah satu konstituennya . Frase endosentris ini terbagi atas frase berinduk banyak dan frase berinduk satu. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dikatakan bahwa frase endosentris adalah frase yang keseluruhannya mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan salah satu konstituennya. Frase apositif adalah frase endosentris berinduk banyak yang

bagian-bagiannya tidak dihubungkan dengan penghubung (seringkali dengan jeda) dan yang masing-masing menunjuk pada referen yang sama dalam alam di luar bahasa. Frase eksosentris frase yang keseluruhannya tidak mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan salah satu konstituennya.

Pada contoh-contoh 6, 8, 10, 21, 56, 58, 68 berikut, serpihan-serpihan masa

depan, zaman globalisasi, prinsip hukum, situasi sosial, ekonomi, politik, agama,

berbagai kategorial, penelaahan Alkitab, daerah zending adalah merupakan

serpihan-serpihan frase BI.

NO KLAUSA 6. 8. 10. 21. 56. 58.

Mansai dao do ditatap Tuhan Jesus masa depan…

Tuhan Yesus menatap sangat jauh ke masa depan

Lam tu ragat do pangalaho na so gabeak di zaman globalisasi on….

Semakin banyak perilaku yang tidak benar di zaman globalisasi ini

Pangkeon do prinsip hukum na mandok …..

Pakailah prinsip hukum yang berbunyi/mengatakan

Di situasi sosial, ekonomi, politik dohot agama…..

Pada situasi sosial, ekonomi, politik dan agama

di tongatonga ni huria di berbagai kategorial….

di tengah-tengah gereja dalam berbagai kategorial asa lam tumangkas dipatupa penelaahan Alkitab,….. agar semakin jelas diadakan penelaahan Alkitab

68 manang na di daerah zending

atau di daerah zending

5.2.2 Frase Kelas Verba

Kridalaksana, dalam bukunya Kamus Linguistik, mengatakan frase verbal adalah frase endosentris berinduk satu yang induknya verba dan modifikatornya berupa partikel modal seperti BI dapat, mau, partikel ingkar seperti tidak; frase adverbial seperti dengan teliti, ke atas, dsb.; adverbia seperti seadanya, dsb. Di dalam Transformasi Generatif dikatakan, frase verbal adalah bagian dari mkalimat yang berupa verba dengan atau tanpa obyek dan/atau keterangan dalam kaidah struktur frase dan yang berfungsi sebagai predikat. Kamus Besar Bahasa Indonesia juga mengatakan hal yang senada dengan Kridalaksana.

Pada contoh-contoh 55, 66, 81, 91, 97, 133, 143, 155 berikut, serpihan-serpihan meningkatkan kelompok pembacaan Alkitab, bersifat spontan jala

situasional, tidak mementingkan diri sendiri, terjadi ketidak adilan, menghargai

hak-hak, menganut nilai-nilai, mencairkan salju di musim dingin, merasa aman adalah

merupakan serpihan BI yang terdapat di dalam buku Impola ni Jamita.

NO KLAUSA 55.

66.

Mansai porlu do huria meningkatkan kelompok pembacaan Alkitab

Gereja sangat perlu meningkatkan kelompok pembacaan Alkitab

81. 91. 97. 133. 143. 155.

memohon pembabtisan itu sebenarnya bersifat spontan dan situasional tidak mementingkan diri sendiri

tidak mementingkan diri sendiri

gabe terjadi ketidakadilan…

mengakibatkan terjadi ketidakadilan

Ingkon pasidingonta sian dirinta fanatisme agama, eksklusifisme,

arrogansi

keagamaan, alai menghargai hak-hak

Kita harus menghindarkan fanatisme agama, eksklusifisme,arogansi keagamaan, tetapi menghargai hak-hak

mangolu nasida di jaman globalisasi na menganut nilai-nilai na maralo

mereka hidup di jaman globalisasi yang menganut nulai-nilai yang bertentangan

songon i nang mencairkan salju di musim dingin

dan juga untuk mencairkan salju di musim dingin

umbahen na torus ndang merasa aman sisean ni Jesus di Indonesia on

sehingga murid Tuihan Jesus selamanya tidak merasa aman di Indonesia ini

5.2.3 Frase Kelas Ajektiva

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dikatakan bahwa frase ajektival adalah frase endosentris berinduk satu yang induknya ajektiva dan midifikatornya adverbia. Sama seperi KBBI di atas, Kridalaksana juga mengatakan bahwa frase

ajektival adalah frase endosentris berinduk satu yang induknya ajektiva dan modifikatornya adverbia, seperti sangat, lebih, kurang.

Pada contoh-contoh 342, 383, 425, 490, 526 berikut, serpihan-serpihan

semakin modern, sangat timpang, semakin berat, sangat kontras, lebih adil, adalah

contoh-contoh serpihan BI yang dapat ditemukan dalam buku Impola ni Jamita.

NO KLAUSA 342. 383. 425. 522. 526.

Hita ma na mamereng angka na boi patupaonta di masyarakat na plural

jala semakin modern on.

Kitalah yang dapat melihat hal-hal yang dapat kita lakukan dalam masyarakat yang plural dan semakin modern ini.

Dibahen i tama do tergerak jala ungkap rohanta marnida, mencermati

kesenjangan sosial na sangat timpang nuaeng di bangsonta honorhon ni teknologi na modern on.

Karena itu wajarlah tergerak dan terbuka hati kita melihat, mencermati kesenjangan social yang sangat timpang sekarang di Negara kita karena teknologi yang modern

Tung dipatuduhon nasida do “semakin berat, semakin cepat merambat”

Mereka menunjukkan “semakin berat, semakin cepat merambat Keadaan na sangat kontras.

Keadaan yang sangat kontras

Yaitu dunia yang lebih damai, lebih tenang, lebih adil

5.2.4 Frase Kelas Adverba

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, frasa adverbial adalah frasa endosentris berinduk satu yang induknya adverbia dan modifikatornya adverbia lain atau partikel. Sama halnya nseperti KBBI, Kridalaksana mengatakan bahwa frase adverbial adalah frase endosentris berinduk satu yang induknyan adverbia dan modifikatornya adverbia lain atau partikel, seperti amat, sangat, dsb.

Pada contoh-contoh 53, 65, 66, 72, 227 berikut, serpihan-serpihan secara

sosial ekonomi, secara ritual, bersifat spontan, secara administratif,secara langsung,

secara tidak langsung, adalah serpihan-serpihan BI yang ditemukan pada buku

Impola ni Jamita. NO KLAUSA 53. 65. 66. 72.

manang ala termasuk na gale nasida secara sosial ekonomi….

atau karena mereka termasuk orang yang lemah secara sosial ekonomi

ndang apala na marpardomuan tu pandidion secara ritual…..

bukanlah hal yang berhubungan dengan pembabtisan secara ritual...

mangido pandidion i sasintongna bersifat spontan do i jala situasional,…

memohon pembabtisan itu sebenarnya bersifat spontan dan situasional

Haimbaruon ni ngolu i ndada secara administratif…

227. jala tongtong do hita dipangkulingi langsung manang secara tidak

langsung

dan kita tetap disapa secara langsung atau tidak langsung

5.2.5 Frase Kelas Partikel

Pada contoh 502 berikut, serpihan dengan materi, adalah merupakan serpihan frase kelas partikel BI yang dapat ditemukan dalam buku Impola ni Jamita.

NO KLAUSA 502. ndang na mandok mambahen langit dohot tano dengan materi na imbaru

tidak berarti membangun langit dan tanah dengan materi yang baru

Dokumen terkait