HASIL DAN PEMBAHASAN
4. Sangat Tidak Setuju 5 10%
Total 50 100%
Sumber :P.20/FC.23
Tabel 4.22 menyatakan hasil survei tentang keinginan untuk mengubah ukuran dan bentuk tubuh anggota Komunitas Cosplay Medan.Sebanyak 7 orang atau 14% menyatakan sangat setuju.Adapun cukup banyak yang menyatakan setuju, yaitu 15 orang atau 23%.Namun, frekuensi tertinggi adalah yang manyatakan tidak setuju untuk mengubah ukuran dan bentuk tubuh mereka yaitu sebayak 23 orang atau dengan persentase 46%.Sisanya, 5 orang atau 10% menyatakan sangat tidak setuju.
Dapat terlihat bahwa anggota Komunitas Cosplay Medan sebagian besar memandang diri mereka saat ini secara positif. Mereka bangga dengan
keadaan tubuh mereka saat ini dan tidak memiliki keinginan untuk mengubah ukuran dan bentuk tubuh mereka.
Tabel 4.23
Bangga Dengan Diri Secara Keseluruhan
No. Bangga Dengan Diri Secara Keseluruhan
F %
1. Sangat Tidak Setuju 1 2%
2. Tidak Setuju 8 16%
3. Setuju 30 60%
4. Sangat Setuju 11 22%
Total 50 100%
Sumber :P.21/FC.24
Tabel 4.23 adalah hasil survei mengenai rasa bangga anggota Komunitas Cosplay Medan dengan diri mereka secara keseluruhan.Sebanyak 30 orang atau 60% menyatakan setuju. 11 orang menyatakan sangat setuju, yaitu dengan persentase 22%. Namun, ada pula yang tidak setuju atau tidak merasa bangga dengan diri mereka sendiri, yaitu sebanyak 8 orang atau 16% dan hanya satu orang (2%) menyatakan sangat tidak setuju.
Dapat terlihat bahwa lebih dari separuh (60%) anggota Komunitas Cosplay Medan merasa bangga dengan keadaan diri mereka secara keseluruhan atau memiliki harga diri yang tinggi. Menurut, Baron dan Byrne (2005 : 173), Harga Diri (Self Esteem) adalah evaluasi diri yang dibuat oleh individu; sikap seseorang terhadap dirinya sendiri dalam rentang dimensi positif-negatif.
Berdasarkan teori tersebut dapat dikatakan bahwa mereka menyukai diri mereka dan menghargai diri mereka secara positif.
Tabel 4.24
Bangga Bisa Memiliki Kemiripan Dengan Orang Lain
No. Bangga Bisa Memiliki Kemiripan Dengan Orang Lain
F %
1. Sangat Setuju 4 8%
2. Setuju 16 32%
3. Tidak Setuju 24 48%
4. Sangat Tidak Setuju 6 12%
Total 50 100%
Sumber :P.22/FC.25
Menurut tabel 4.24, sebanyak 24 anggota Komunitas Cosplay Medan dengan persentase 48% menyatakan tidak setuju bahwa mereka bangga bisa memiliki kemiripan dengan orang lain. Adapun yang menyatakan sangat tidak setuju berjumlah 6 orang (12%). Sedangkan 16 orang lainnya atau 32% setuju, yaitu mereka bangga bisa memiliki kemiripan dengan orang lain. Sisanya, ada 4 orang yang menyatakan sangat setuju dengan pernyataan tersebut.
Dapat dianalisis bahwa sebagian besar, yaitu sebanyak 48% orang anggota Komunitas Cosplay Medan tidak merasa bangga bisa memiliki kemiripan dengan orang lain. Ini berarti bahwa mereka lebih bangga menjadi diri mereka sendiri yang berbeda dengan orang lain. Adapun, dalam kaitannya dengan hobi Cosplay yang mereka tekuni yaitu kemiripan yang mereka
usahakan agar tampil sama dengan tokoh/karakter Cosplay adalah hanya sebagai bentuk permainan saja. Kemiripan karakter cosplayer dengan karakter asli saat bercosplay adalah sebuah tuntutan yang harus dijalani agar menjadi seorang cosplayer yang baik.
Adanya kemiripan responden dengan orang lain dapat dilihat dari dua sisi, positif dan negatif. Positifnya adalah jika responden memandang orang lain mulai dari sifat serta kepribadiannya yang mereka sukai ada dalam diri mereka maka akan menjadi motivasi mereka untuk mewujudkan pribadi mereka yang lebih baik. Adapun dari sisi negatifnya, kemiripan responden dengan orang lain, baik itu sifat maupun kepribadiannya, dipandang bahwa responden tidak memiliki konsep diri yang baik atau memiliki konsep diri yang rendah. Ini disebabkan karena kurangnya rasa bangga untuk menjadi diri sendiri sebagai pribadi yang berbeda.
Tabel 4.25
Rasa Percaya Diri Meningkat dengan Hobi Cosplay
No. Rasa Percaya Diri meningkat dengan Hobi Cosplay
F %
1. Sangat Tidak Setuju 1 2%
2. Tidak Setuju 2 4%
3. Setuju 34 68%
4. Sangat Setuju 13 26%
Total 50 100%
Tabel 4.25 menunjukkan pendapat anggota Komunitas Cosplay Medan tentang pernyataan bahwa rasa percaya diri meningkat dengan menekuni hobi Cosplay.Frekuensi terbesar, yaitu 34 orang (68%) menyatakan setuju.Adapun sebanyak 13 orang (26%) menjawab sangat setuju dengan pernyataan itu. Sedangkan 2 orang (4%) menyatakan tidak setuju dan hanya 1 orang (2%) saja yang menyatakan sangat tidak setuju bahwa rasa percaya diri mereka meningkat dengan hobi Cosplay.
Terlihat bahwa sebagian besar anggota Komunitas Cosplay Medan merasa bahwa hobi Cosplay yang mereka tekuni memberikan hal yang positif bagi harga diri mereka yaitu dapat meningkatkan rasa percaya diri. Ini terjadi karena dengan bercosplay mereka merasa lebih percaya diri dan berani tampil berbeda. Hal ini senada dengan apa yang dikatakan Burns bahwa
“Dengan hobi yang dikembangkan secara baik dan terarah, didukung oleh diri, keluarga, dan lingkungan, individu akan termotivasi untuk mengembangkannya dan mempengaruhi rasa percaya dirinya serta pandangan dari lingkungan. (Burns,1993:209–210)
.Sesuai dengan teori di atas bahwa hobi Cosplay yang dikembangkan dengan baik oleh responden akan meningkatkan rasa percaya diri mereka, terutama saat mereka tampil dengan Cosplay mereka di depan umum.
Tabel 4.26
Bakat yang Dimiliki Terasah dengan Hobi Cosplay
No. Bakat yang Dimiliki Terasah dengan Hobi Cosplay
F %
1. Sangat Tidak Setuju 0 0%
3. Setuju 36 72%
4. Sangat Setuju 12 24%
Total 50 100%
Sumber :P.24/FC.27
Tabel 4.26 menunjukkan hasil survei mengenai apakah bakat terasah dengan hobi Cosplay yang ditekuni anggota Komunitas Cosplay Medan. Sebanyak 36 orang (72%) menyatakan setuju. Adapun yang menyatakan sangat setuju bahwa Hobi Cosplay dapat mengasah bakat adalah berjumlah 12 orang (24%).Sisanya, yaitu 2 orang (4%) saja yang menyatakan tidak setuju dan tak ada seorang pun di antara mereka yang menyatakan sangat tidak setuju.
Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar Anggota Komunitas Cosplay Medan merasa bahwa hobi Cosplay yang mereka tekuni dapat mengasah bakat yang dimiliki. Adapun bakat yang terasah dengan hobi Cosplay yaitu bakat dalam mendesain kostum beserta aksesorisnya, melakukan tata rias wajah dan tubuh, serta seni peran yang mereka lakukan saat memperagakan aksi karakter Cosplay.
Hobi yang dikembangkan dengan baik oleh yang menekuninya akan membuat bakat atau potensi diri terasah sehingga kepribadian mereka akan berkembang ke arah yang lebih baik. Hal ini adalah positif dan memberikan penghargaan yang tinggi bagi diri mereka sendiri.
4.3 ANALISIS TABEL SILANG
Berikutnya, pada bagian ini peneliti akan melakukan analisis data dalam bentuk tabel silang. Analisis tabel silang merupakan teknik yang digunakan untuk menganalisis dan mengetahui variabel yang satu memiliki
hubungan dengan yang lainnya, sehingga dapat diketahui apakah variabel tersebut bernilai positif atau negatif. (Singarimbun, 1995 : 273). Analisis tabel ini bukan dijadikan sebagai penentu utama untuk melihat hubungan variabel yang diteliti, akan tetapi dimaksudkan untuk melihat bagaimana penilaian data yang satu dengan hubungannya dengan data yang lain.
Adapun kumpulan data yang ingin disajikan dan dianalisis dalam tabel silang yaitu sebagai berikut.
1. Hubungan antara tahun permulaan menekuni hobi Cosplay dengan sosok yang dianggap ideal
2. Hubungan antara tampil percaya diri dengan kostum Cosplay denganpercaya diri dengan cara berpenampilan sehari-hari.
3. Hubungan antara berusaha menjiwai karakter secara mendalam dengan bangga dengan diri secara keseluruhan.
Tabel 4.27
Hubungan Antara Tahun Permulaan Menekuni Hobi Cosplay dengan Sosok Yang Dianggap Ideal
Tahun Permulaan Menekuni Hobi
Cosplay
Sosok Yang Dianggap Ideal
Total Artis/ Selebritis Orang Tua Tokoh/ karakter Cosplay Lainnya 2014 F % 2 4% 3 6% 1 2% 0 0% 6 12% 2013 F % 0 0% 6 12% 5 10% 0 0% 11 22% 2012 F % 1 2% 5 10% 8 16% 1 2% 15 30% <2012 F 1 7 8 2 18
% 2% 14% 16% 4% 36% Total F % 4 8% 21 42% 22 44% 3 6% 50 100% Sumber : : P.1/FC.4 & P.15/FC.18
Dari tabel silang 4.27, memperlihatkan hubungan antara tahun permulaan menekuni hobi Cosplay dengan sosok yang dianggap ideal bagi Anggota Komunitas Cosplay Medan. Dapat diketahui bahwa yang baru menekuni hobi Cosplay yaitu tahun 2014 yang menganggap artis atau selebritis sebagai sosok ideal sebanyak 2 orang (4%), orang tua sebanyak 3 orang (6%), sedangkan yang sosok idealnya adalah Tokoh Cosplay hanya 1 orang. Adapun yang menekuni Hobi Cosplay sejak tahun 2013, tidak ada seorangpun menjawab artis/selebritis sebagai sosok yang ideal, ada 6 orang (12%) yang menjawab orang tua sebagai sosok ideal mereka, sedangkan yang sosok idealnya adalah tokoh Cosplay berjumlah 5 orang (10%). Sebanyak 1 orang yang menekuni hobi Cosplay sejak tahun 2012 memilih artis/selebritis sebagai sosok yang ideal, 5 orang (10%) menjawab orang tua, sedangkan yang menekuni hobi cosplay pada tahun 2012 dan menjawab tokoh Cosplay sebagai sosok idealnya berjumlah 8 orang (16%), sisanya yaitu 1 orang menjawab lainnya, yaitu berdasarkan penelitian adalah Tuhan Yesus. Kemudian yang menekuni Hobi Cosplay sejak tahun 2012, yang menganggap bahwa sosok idealnya adalah artis/selebritis ada sebanyak 1 orang, yang menjawab orang tua sebanyak 7 orang (14%), dan yang menjawab bahwa sosok idealnya adalah tokoh/karakter Cosplay ada sebanyak 8 orang (16%), sisanya yaitu 2 orang berdasarkan penelitian menjawab Rasulullah SAW.
Frekuensi tertinggi tahun permulaan anggota Komunitas Cosplay Medan dalam menekuni hobi Cosplay adalah tahun 2012 ke bawah dan sebagian besar menjawab sosok yang dianggap ideal bagi mereka adalah Tokoh/Karakter Cosplay. Dapat terlihat bahwa yang menekuni hobi Cosplay
lebih lama yaitu sejak tahun 2012 atau 2012 ke bawahmemilih tokoh/karakter Cosplay sebagai sosok ideal mereka. Ini berarti anggota Komunitas Cosplay Medan yang telah lama menekuni hobi Cosplay memiliki kekaguman terhadap tokoh/karakter Cosplay yang lebih mendalam sehingga menjadikannya sebagai sosok yang dianggap ideal.
Sosok yang dianggap ideal akan membuat seorang individu termotivasi untuk dapat mengarahkan perilakunya agar dapat menjadi seperti sosok yang diharapkan tersebut. Kekaguman diri terhadap sosok tertentu dalam hidup sesorang dalam menjadi pedoman bagi perilakunya dalam menjalani kehidupan sebagai manusia.
Tabel 4.28
Hubungan Antara Tampil Percaya Diri dengan Kostum Cosplay dan Percaya Diri dengan Cara Berpenampilan Sehari-hari
Tampil Percaya Diri dengan Kostum Cosplay
Percaya Diri dengan Cara Berpenampilan Sehari-hari Total Tidak Setuju Setuju Sangat Setuju Tidak Setuju F % 0 0% 1 2% 0 0% 1 2% Setuju F % 1 2% 24 48% 3 6% 28 56% Sangat Setuju F % 2 4% 12 24% 7 14% 21 42%
Total F % 3 6% 37 74% 10 20% 50 100% Sumber : P.9/FC.12 & P.18/FC.21
Tabel 4.28 adalah tabel silang yang menunjukkan hubungan antara tampil percaya diri dengan Kostum Cosplay dan Percaya diri dengan cara berpenampilan sehari-hari anggota Komunitas Cosplay Medan. Dapat diketahui bahwa ada 1 responden yang tidak setuju tampil percaya diri dengan Kostum Cosplay namun setuju merasa percaya diri dengan cara berpenampilan sehari-hari. Ada satu responden menyatakan setuju tampil percaya diri dengan Kostum Cosplay namun tidak merasa percaya diri dengan cara berpenampilan sehari-hari. Adapun yang setuju merasa percaya diri baik itu saat memakai kostum Cosplay maupun dengan cara berpenampilan sehari-hari ada sebanyak 24 orang (48%). Sedangkan yang setuju tampil percaya diri dengan kostum Cosplay dan sangat percaya diri dengan cara berpenampilan sehari-hari mereka ada 3 orang (6%).
Berikutnya, ada 2 orang (4%) yang merasa sangat setuju tampil percaya diri dengan Cosplay namun merasa tidak percaya diri dengan cara berpenampilan mereka. Sebanyak 12 orang (24%) responden menjawab sangat percaya diri tampil dengan kostum Cosplay dan setuju merasa percaya diri dengan cara berpenampilan mereka sehari-hari. Sisanya, yang sangat setuju dengan keduanya ada 7 orang (14%).
Dapat dianalisis bahwa sebagian besar anggota Komunitas Cosplay Medan yang merasa setuju tampil percaya diri dengan kostum Cosplay merasa percaya diri pula dengan cara berpenampilan mereka sehari-hari, yaitu dengan persentase tertinggi 48%. Artinya, anggota Komunitas Cosplay Medan selalu memiliki citra diri yang positif mengenai cara berpenampilan mereka, mulai dari cara mereka berpakaian, menggunakan tata rias, serta aksesoris tubuh
mereka. Mereka selalu merasa percaya diri dengan cara berpenampilan mereka, baik itu ketika sedang bercosplay maupun di kehidupan sehari-hari mereka.
Rasa Percaya diri atau tidaknya seseorang dapat dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya yaitu dalam hal cara berpenampilan. Penampilan yang dimaksud di sini adalah penampilan mereka secara fisik, seperti cara mereka memakai pakaian, aksesoris, serta atribut-atribut tubuh lain yang mereka kenakan. Cara berpenampilan yang baik dan disukai oleh seseorang tersebut akan membuat mereka merasa nyaman dalam menjalani aktivitas yang secara langsung maupun tidak akan membuat mereka merasa lebih percaya diri.
Tabel 4.29
Hubungan Antara Berusaha Menjiwai Karakter Secara Mendalam dengan Bangga dengan Diri Secara Keseluruhan
Berusaha Menjiwai Karakter Secara
Mendalam
Bangga Dengan Diri Secara Keseluruhan Total Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Setuju Sangat Setuju Tidak Setuju F % 0 0% 0 0% 0 0% 2 4% 2 4% Setuju F % 1 2% 3 6% 21 42% 3 6% 28 56% Sangat Setuju F % 0 0% 5 10% 9 18% 6 12% 20 40% Total F % 1 2% 8 16% 30 60% 11 22% 50 100% Sumber : P.12/FC.15 & P.21/FC.24
Tabel silang 4.29 menunjukkan hubungan antara berusaha menjiwai karakter secara mendalam dengan bangga dengan diri secara keseluruhan bagi anggota Komunitas Cosplay Medan. Ada 2 orang (4%) yang tidak berusaha menjiwai karakter secara mendalam dan merasa sangat bangga dengan diri mereka sendiri. 1 orang (2%) menjawab setuju berusaha menjiwai karakter secara mendalam namun sangat tidak bangga dengan diri secara keseluruhan. Ada 3 orang (6%) yang berusaha menjiwai karakter secara mendalam namun tidak bangga dengan diri mereka secara keseluruhan. Adapun yang setuju dengan keduanya yaitu yang berusaha menjiwai karakter secara mendalam dan bangga dengan diri mereka ada 21 orang (42%). 3 orang (6%) sangat berusaha menjiwai karakter secara mendalam dan sangat bangga pula dengan diri mereka. Sedangkan yang sangat berusaha menjiwai karakter secara mendalam namun tidak bangga dengan diri mereka ada 5 orang (10%).Sedangkan responden yang menjawab sangat setuju berusaha menjiwai karakter secara mendalam dan setuju jika bangga dengan diri mereka ada 9 orang (18%). Kemudian ada 6 (12%) orang yang sangat setuju dengan keduanya.
Dapat dianalisis bahwa mayoritas Anggota Komunitas Cosplay Medan yang menjawab setuju berusaha menjiwai karakter Cosplay secara mendalam memiliki rasa bangga dengan diri mereka secara keseluruhan, yaitu sebanyak 21 (42%).
Penjiwaan karakter secara mendalam akan membuat cosplayer merasa yakin bahwa mereka bisa berakting atau bermain seni peran. Itu artinya, ada suatu kebanggaan tersendiri bagi mereka jika dapat benar-benar menjiwai karakter cosplay secara baik. Ini adalah suatu bentuk hal yang positif dari Hobi ini, yaitu dapat membuat mereka lebih menghargai diri mereka sendiri melalui penjiwaan karakter yang dilakukan.
4.4 UJI HIPOTESIS
Uji Hipotesis adalah pengujian data statistik untuk mengetahui data hipotesis yang diajukan dapat diterima atau ditolak. Sebelum melakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu peneliti menguji tingkat hubungan antara kedua variabel yang dikorelasikan, yaitu dengan menggunakan rumus Koefisien Korelasi oleh Spearman, yaitu :
࣋= ( σ ࢊ ²)
Diketahui bahwa :
σ ࢊ² = 17.094
= 50
Maka, dapat dimasukkan ke dalam rumus :
࣋= ( σ ࢊ ²) ࣋= ܠ ૠ(.ૢ) ࣋= (.. ) ࣋= (..ૢૢ) ࣋= ..ૢ ࣋= ,ૡૡ ࣋= ,ૠૢ
Jadi, berdasarkan perhitungan manual telah didapatkan koefisien korelasi Spearmanߩ(baca : rho) adalah sebesar0,179.
Hasil uji hipotesis tingkat hubungan kedua variabel dengan korelasi Spearman menggunakan bantuan piranti lunak SPSS (Statistical Product and System Solution) dapat dilihat melalui tabel berikut.
Tabel 4.30
Hasil Uji Korelasi Spearman (SPSS)
Berdasarkan Tabel Hasil Uji Korelasi Spearman pada tabel 4.32 di atas,dapat dilakukan 3 interpretasi sebagai berikut.
1. Melihat kekuatan hubungan antara kedua variabel yaitu hobi Cosplay dan konsep diri. Besar koefisien korelasi pada tabel tersebut menunjukkan angka 0,179. Menurut skala Guilford, angka korelasi 0,179 terletak pada <0,20 yang menyatakanhubungan rendah sekali.
2. Melihat arah hubungan. Tanda koefisien korelasi menunjukkan +179 atau positif yang berarti mempunyaiarah hubungan yang sama.
3. Melihat signifikansi hubungan dan hipotesis.Signifikansi hubungan dapat dilihat dengan membandingkan nilai probabilitas dan melihat tanda
Correlations 1.000 .179 . .213 50 50 .179 1.000 .213 . 50 50 Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Hobi Cosplay Konsep Diri Spearman's rho
bintang (*) pada tabel yang diberikan oleh SPSS. Pada tabel tersebut tidak ada tanda bintang (*) atau flag of significantyang menunjukkan besar signifikansi, maka secara otomatis nilai signifikansinya berlaku pada 0,05. Jika nilai probabilitas > 0,05 maka tidak menunjukkan adanya signifikansi dan Ha ditolak, adapun jika probabilitas < 0,05 maka menunjukkan adanya signifikansi dan Ha diterima. Hasil tabel menunjukkan angka signifikansi 0,213> 0,05 yang berarti hubungan tidak signifikandan hasil penelitian ini menolak Hasekaligus menerima H0 yang menyatakan tidak ada pengaruh antara hobi costume play
(Cosplay) dengan konsep diri anggota Komunitas Cosplay Medan.
Berdasarkan dari interpretasi di atas, maka dapat dirangkum bahwa hasil uji hipotesis pada Anggota Komunitas Cosplay Medan adalah
0,179.Sesuai dengan kaidah dari korelasi Spearman rs bahwa jika rs>0 maka hipotesis diterima.
4.5 PEMBAHASAN
Di dalam kehidupan sosial ini, manusia tidak bisa terlepas dari adanya interaksi dan komunikasi dengan orang lain. Adanya interaksi dan komunikasi antar manusia dalam perilaku sosialnya akan melahirkan suatu keadaan atau gejala sosial tertentu. Manusia yang merupakan makhluk dengan sifat yang berbeda, namun cenderung kepada hal-hal yang menuju kesamaan ini menjadikan manusia gemar untuk meniru. Oleh karena itu, ketika suatu gejala sosial ditiru oleh beberapa kelompok manusia, terjadi berulang-ulang, dan semakin banyak, maka gejala itu menjadi suatu fenomena sosial. Salah satu fenomena sosial yang tengah menarik perhatian masyarakat terutama di kalangan anak muda saat ini adalah fenomena hobiCostume Play(Cosplay).
Hobi Cosplay merupakan sebuah hobi unik yang membuat orang yang menekuninya (Cosplayer) menunjukkan rasa kekagumannya terhadap sosok atau karakter dari Anime, Manga,Game, atau lainnya secara realistis. Mereka akan memakai kostum beserta aksesorisnya dan berakting semirip mungkin dengan tokoh yang diperankan. Seperti yang telah dijelaskan bahwa hobi cosplay ini merupakan sebuah bentuk penjiwaan karakter dari tokoh atau sosok yang dikagumi tersebut. Adapun penjiwaan karakter dalam hobi ini biasanya dilakukan secara berulang-ulang dengan tingkat intensitas yang sering dan dapat berhubungan dengan bagaimana seseorang memandang dirinya secara personal atau berhubungan dengan konsep diri mereka.
Konsep diri merupakan bagian dari psikologi komunikasi yang berarti kumpulan keyakinan dan persepsi diri mengenai diri sendiri yang terorganisasi. (Baron dan Byrne, 2005 : 165). Adapun menurut Burns, isi daripada konsep diri dapat dilihat dari karakteristik fisik, cara berpenampilan, serta hobi yang individu lakukan.
Pandangan orang yang menekuni hobi Cosplay terhadap konsep diri mereka secara psikologis dilakukan dengan cara komunikasi dengan dirinya sendiri atau melalui komunikasi intrapersonal. Komunikasi intrapersonal tersebut dilihat melalui beberapa tahapan, yaitu persepsi (pandangan), atensi (perhatian), memori (ingatan), dan cara berpikir, terutama mengenai dirinya berdasarkan hobi yang ditekuninya dan kehidupan mereka sehari-hari.
Salah satu cara melihat bagaimana konsep diri seorang individu adalah dengan melihat hobi yang mereka tekuni. Terlebih jika hobi itu berbentuk permainan kepribadian berupa cara berpenampilan dan penjiwaan karakter, seperti hobi Cosplay ini. Anggota Komunitas Cosplay Medan merupakan suatu bentuk nyata dari para pelaku hobi Cosplay dimana peneliti telah menjadikan mereka sebagai sampel penelitian. Peneliti telah melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mencari tahu ada atau tidaknya hubungan
antara Hobi Cosplay dengan konsep diri anggota Komunitas Cosplay Medan ini
Sebanyak 50 rangkap kuesioner telah disebar sesuai dengan jumlah sampel yang dibutuhkan dan telah diisi oleh responden.Kuesioner tersebut memuat beberapa pertanyaan yang berisi mengenai informasi karakteristik responden, hobi Cosplay (minat, kostum, dan penjiwaan), serta konsep diri (ideal diri, citra diri, dan harga diri). Pengolahan data pun telah dilakukan mulai dari penghitungan skor, pengelompokkan data mentah melaluiFormula Translator Common Bussiness Language (Fortran Cobol), tabulasi data (tabel tunggal dan tabel silang) serta analisis data.
Peneliti juga telah melakukan pengujian hipotesis untuk mengetahui tingkat hubungan antara kedua variabel yang dikorelasikan yaitu variabel X (hobi Cosplay) dan variabel Y (konsep diri) dengan menggunakan rumus koefisien korelasi oleh Spearman secara manual dan melalui bantuan dari perangkat lunak SPSS.Penggunaan rumus koefisien korelasi Spearman ini dilakukan dengan alasan sebaran data tidak diketahui atau tidak normal.
Dari hasil pengujian hipotesis yang dilakukan, maka diharapkan dapat mengetahui adanya hubungan antara Hobi Cosplay dan konsep diri anggota Komunitas Cosplay Medan. Peneliti telah melakukan pemberian skor pada masing-masing jawaban kuesioner, lalu menghitung total keseluruhan skor, serta memberikan ranking pada hasil skor sesuai dengan kaidah Spearman melalui aplikasi SPSS. Berdasarkan hasil analisis SPSS, maka telah berhasil mendapatkan koefisien korelasi rs= 0,179. Berdasarkan pernyataan rs>0 maka, hipotesis diterima. Adapun karena nilai probabilitas yang lebih besar dari 0,05 maka hal ini tidak menunjukkan adanya signifikansi, artinya hipotesis yang diterima adalah H0 (hipotesis nol) yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh antara hobi cosplay dan konsep diri anggota Komunitas Cosplay Medan. Adapun tidak adanya tanda bintang (*) yang diberikan oleh
aplikasi SPSS dan karena nilai probabilitas >0,05 maka dengan jelas memperlihatkan bahwahubungan kedua variabel tidak signifikan.
Selanjutnya untuk mengetahui kuat atau lemahnya hubungan maka digunakan skala Guilford. Hasil rs =0,179 yang terletak pada skala <0,20 Hal ini menunjukkan bahwa hubungan yang rendah sekali antara hobi cosplay dan konsep diri anggota Komunitas Cosplay Medan. Besarnya kekuatan hubungan dapat dicari dengan menggunakan rumus berikut.
Kp = (rs)2 x 100% Kp = (0,179)2 x 100% Kp = (0,179)2 x 100% Kp = 0,0320 x 100% Kp = 3,20%
Jadi, dapat disimpulkan bahwa kekuatan hubungan antara variabel X dan variabel Y dalam penelitian ini yaitu 3,20% yang berarti bahwa hanya 3,20% anggota Komunitas Cosplay Medan yang menekuni hobi cosplay dan mempengaruhi konsep diri mereka. Selebihnya, yaitu 96,80% responden memiliki konsep diri yang dipengaruhi bukan dari hobi Cosplay yang mereka tekuni, melainkan karena faktor lain di luar dari hobi Cosplay seperti keluarga, lingkungan, serta pendidikan.
Hobi Cosplay yang mereka tekuni mulai dari cara berpenampilan dan penjiwaan karakter, hanyalah sebagai permainan peran untuk menghibur diri (refreshing) dan tidak mempengaruhi konsep diri mereka yang sebenarnya. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka tetap memandang diri mereka apa adanya sesuai dengan karakter atau kepribadian mereka masing-masing tanpa adanya pengaruh dari penjiwaan karakter cosplay yang mereka lakukan.