• Tidak ada hasil yang ditemukan

Siapa Yang Bertanggung Jawab melakukan Sosialisasi?

Dalam dokumen PANDUAN MANAJEMEN SUPLEMENTASI VITAMIN A (Halaman 28-0)

C. Pencatatan dan pelaporan

IV. SOSIALISASI SUPLEMENTASI VITAMIN A

6. Siapa Yang Bertanggung Jawab melakukan Sosialisasi?

Di tingkat kabupaten/kota: pengelola program Promkes dan Gizi Di tingkat puskesmas: penanggung jawab Promkes dan Gizi 7. Siapa yang berperan dalam melakukan sosialisasi

Aparat desa, kader, Tokoh masyarakat, Tokoh agama, guru, anak sekolah

BAB V Kegiatan pemantauan dan evaluasi dilakukan di posyandu sampai

Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Hasilnya dilaporkan secara berjenjang dan disertai umpan balik. Kegiatan ini dibutuhkan untuk mengatur kegiatan suplementaasi vitamin A agar berjalan sesuai dengan rencana, sehingga bila ada masalah dapat ditemukan dan ditangani sejak dini.

Indikator yang digunakan dalam evaluasi adalah:

1. Input :

Logistik (jumlah dan ketersediaan kapsul vitamin A di setiap tempat pelayanan dan formulir pencatatan-pelaporan) SDM (Petugas kesehatan dan kader)

Dana operasional Sarana dan prasarana 2. Proses

Jumlah sasaran yang datang dan menerima Ketepatan sasaran menerima dosis yang sesuai Ketepatan pencatatan

Ketepatan pelaporan

Ketepatan jadwal sosialisasi

Koordinasi dalam pencatatan, pelaporan, dan umpan balik (PWS KIA-Gizi)

3. Output

Cakupan suplementasi kapsul Vitamin A sesuai sasaran pemberian kapsul.

EVALUASI

BAB VI

LAMPIRAN

HUBUNGAN PERMINTAAN DAN DISTRIBUSI SUPLEMENTASI VITAMIN A Hal-hal yang diperhatikan

Pusat

- Ada Koordinasi antara Direktorat Bina Gizi Masyarakat dan Ditjen Bina Kefarmasian dan Alkes dalam hal perencanaan kebutuhan kapsul vitamin A - Ditjen Bina Kefarmasian dan Alkes bertugas

melaksanakan pengadaan kapsul vitamin A dan mendistribusikan ke daerah

- Pusat menerima surat permintaan dari Dinas Kesehatan Propinsi

dan pusat hanya menyediakan buffer stock kapsul - Pengiriman kapsul vitamin A melalui 1 pintu yaitu

Ditjen Bina Kefarmasian dan Alkes.

PUSAT

Surat Permintaan dari Propinsi ke Pusat

Surat Permintaan dari Kabupaten/Kota

Formulir Permintaan menggunakan formulir obat yang lainnya dari

puskesmas ke kabupaten/kota

Keterangan :

- Ada koordinasi antara seksi gizi dengan farmasi dalam hal perencaan alokasi dan distribusi kebutuhan untuk masing-masing Kabupaten/Kota - Propinsi diharapkan untuk menyediakan buffer

stock suplementasi vitamin A, dan mengusulkan ke Pusat bila terdapat kekurangan.

Kabupaten/Kota

- Pengelolaan kapsul vitamin A melalui 1 pintu.

- Penanngung jawab program gizi Dinkes kab/Kota membuat perencanaan kebutuhan Vitamin A, berkoordinasi dengan penanngung jawab pengadaan obat .

- Usulan pengadaan kapsul vitamin A harus memperhatikan stok yang ada

- Pengiriman kapsul vitamin A ke puskesmas berdasarkan rencana distribusi yang dibuat oleh penangung jawab gizi di Dinkes Kabupaten/Kota - Tenaga Gizi Puskesmas berkoordinasi dengan

penanggung jawab KIA dalam membuat rencana kebutuhan Vitamin A dan distribusi kapsul vitamin A ke sasaran

DINKES PROPINSI

DINKES KABUPATEN/KOTA

PUSKESMAS KOORDINATOR

PEMBINA DESA

POSYANDU

Klinik, RS,dst TK, Kel. Bermain

SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN DISTRIBUSI VITAMIN A

Penanggung jawab Program Gizi

Penanggung jawab Program Gizi

TPG PUSKESMAS

BIDAN/PEMBINA DESA

DEPARTEMEN KESEHATAN

Keterangan

Laporan Rekapitulasi Suplementasi Vitamin A Tingkat Propinsi

Laporan Rekapitulasi Suplementasi Vitamin A di Kabupaten

Laporan Rekapitulasi Suplementasi Vitamin A di Puskesmas

Laporan Rekapitulasi Suplementasi Vitamin A di Desa

LAPORAN SUPLEMENTASI VITAMIN A

(Format laporan sesuai dengan system R/R yang ada) PENANGGUNG JAWAB

Lampiran 2:

Lampiran 3:

Berikut adalah contoh formulir bagaimana mengevaluasi kegiatan pemberian kapsul Vitamin A.

Formulir

Pemantauan kegiatan pemberian kapsul vitamin A tingkat Puskesmas

Tanggal : ...

Puskesmas : ...

Kecamatan : ...

Kabupaten : ...

Propinsi : ...

Pelaksana pemantauan:

Petugas gizi kabupaten/kota

No Aktivitas Capaian*) Catatan

Ya/tidak

Menghitung/mendata jumlah sasaran yang akan memperoleh kapsul vitamin A (bayi, anak balita dan ibu nifas)

Memperoleh data stok kapsul vitamin A sesuai dengan jenisnya (kapsul biru dan kapsul merah) Menghitung kebutuhan kapsul vitamin A (sesuai perhitungan stok dan kebutuhan)

Mengirim permintaan kapsul vitamin A sesuai kebutuhan ke kab/kota

Ya/tidak

Memastikan kapsul vitamin A sudah ada di

puskesmas sebelum pelaksanaan distribusi Ya/tidak Memastikan tempat-tempat pendistribusian kapsul

vitamin A, dan jumlah kebutuhan kapsul vitamin A untuk setiap tempat pendistribusian

Menyiapkan/memastikan ketersediaan formulir pelaporan

Merencanakan jadwal kegiatan pemberian kapsul vitamin A (termasuk tenaga, logistik, waktu)

Ya/tidak 9.

No Aktivitas Capaian Catatan

Ya/tidak

Ya/tidak

Ya/tidak 10.

11.

12.

...

...

...

...

...

...

...

...

Memastikan laporan pendistribusian kapsul vitamin A dikirim tepat waktu dengan jumlah sasaran yang sesuai perencanaan

Melakukan sweeping untuk sasaran yang belum menerima kapsul vitamin A

Memastikan laporan untuk sasaran sweeping

Mengirim laporan pemberian kapsul vitamin A ke kabupaten/kota tepat waktu dengan jumlah sasaran sesuai

*) coret salah satu

Lampiran 4:

Berikut adalah contoh formulir bagaimana mengevaluasi kegiatan sosialisasi.

Formulir

Pemantauan kegiatan sosialisasi program vitamin A tingkat Puskesmas (Sosialisasi dimulai satu bulan sebelum bulan pembagian kapsul vitamin A) Tanggal : ...

Puskesmas : ...

Kecamatan : ...

Kabupaten : ...

Propinsi : ...

Pelaksana pemantauan:

Petugas gizi kabupaten/kota

No

Spanduk telah terpasang sesuai jumlah sasaran disejumlah tempat strategis.

Poster telah terpasang sesuai jumlah sasaran disejumlah tempat strategis.

Memberitahukan kepada semua kepala desa tentang bulan pembagian vitamin A, waktu dan tempat, dan meminta partisipasi mereka untuk

mensosialisasikan informasi tersebut ke warganya.

Penyebarluasan informasi melalui pertemuan formal disetiap desa atau kecamatan.

Penyebarluasan informasi melalui pertemuan informal disetiap desa atau kecamatan.

Pemberitahuan di posyandu atau tempat - tempat pembagian vitamin A lainnya jika bulan depan akan dilakukan pembagian kapsul vitamin A.

Kader atau bidan menginformasikan kembali tanggal pembagian vitamin A dan meminta semua ibu untuk memberitahukan kepada ibu yang lain.

Capaian Catatan Aktivitas

Penyebarluasan informasi dengan strategi khusus untuk daerah- daerah yang sulit terjangkau, kurang terpapar, belum mendapat informasi melalui media komunikasi.

Pengulangan informasi tentang jadwal pembagian vitamin A oleh bidan desa dan kader beberapa hari sampai 1 hari sebelum pembagian vitamin A.

Ya/tidak 9.

No Aktivitas Capaian Catatan

Ya/tidak

Ya/tidak

Ya/tidak Pemberitahuan adanya pembagian vitamin A pada

hari pemberian (tersebut) oleh bidan desa dan kader dengan menggunakan media yang efektif menjangkau masyarakat banyak (pengeras suara di masjid, kentongan, dan lain - lain) pada hari pembagian vitamin A.

10.

Jika mungkin mengadakan penyuluhan tentang vitamin A pada hari pendistribusian kapsul vitamin A. Kader, perangkat desa maupun bidan bisa berbagi tugas, atau minimal memberitahukan ibu untuk datang kembali guna mendapatkan kapsul vitamin A pada periode berikutnya.

11.

Memberitahu ibu-ibu yang telah mendapatkan vitamin A untuk mengajak ibu-ibu balita lain di wilayahnya yang belum mendapatkan kapsul vitamin A.

12.

...

...

...

...

...

...

...

...

Lampiran 5. Contoh Pelaporan ditingkat Puskesmas

Lampiran 6. Contoh Pelaporan ditingkat Puskesmas

Lampiran 7. Contoh Pelaporan di Tingkat Kabupaten Kota

emakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO)

Lampiran 9. Formulir Perencanaan Mikro

Penjelasan Formulir Perencanaan Mikro

Tanda tangan penanggung jawab kegiatan

Nama setiap posyandu atau poskesdes, polindes, paud dll yang ada di desa tsb

Penanggung jawab distribusi di setiap posyandu atau pos lainnya

Tanggal distribusi kepada target yang akan di lakukan di setiap Posyandu atau pos lainnya Nama Posyandu/Pos lainnya

Nama Petugas/Kader

Waktu dan Tanggal Distribusi

Perkiraan jumlah sasaran 6-11 bulan Jumlah sasaran bayi di area distribusi (disetiap Posyandu atau pos lainnya)

Perkiraan jumlah sasaran 12-59 bulan Jumlah sasaran balita di area distribusi (disetiap Posyandu atau pos lainnya)

Perkiraan jumlah sasaran ibu nifas Jumlah sasaran ibu nifas di area distribusi (disetiap Posyandu atau pos lainnya) Kapsul biru yang di perlukan

berdasarkan sasaran Jumlah suplementasi biru berdasarkan jumlah sasaran yang di perlukan untuk masing-masing target (bayi/balita/ibu nifas) di setiap posyandu + 10% sebagai cadangan

Persediaan/stock suplementasi (bila ada)

Kapsul biru yang di mintakan untuk

bulan Februari atau Agustus (Jumlah suplementasi biru/merah berdasarkan sasaran - sisa suplementasi yang ada)

Catatan Keterangan tambahan mengenai suplementasi

vitamin A (bila perlu)

Total Jumlah keseluruhan di desa tsb yang di isi

pada kolom penduduk, jumlah sasaran, jumlah kapsul biru dan merah

Tanda tangan petugas gizi Petugas gizi puskesmas menandatangani formulir yang telah terisi dari desa tsb

Penanggung jawab program vitamin A desa menanda tangani formulir yang telah di isi Sisa suplementasi biru dari periode distribusi yang lalu di setiap posyandu/pos lainnya

Suplementasi merah yang di

perlukan berdasarkan sasaran Jumlah suplementasi merah berdasarkan jumlah sasaran yang di perlukan untuk masing-masing target (bayi/balita/ibu nifas) di setiap posyandu + 10% sebagai cadangan

Persediaan/stock suplementasi (bila ada) Sisa suplementasi merah dari periode distribusi yang lalu di setiap posyandu/pos lainnya Suplementasi merah yang di mintakan

untuk bulan Februari atau Agustus (Jumlah suplementasi merah berdasarkan sasaran - sisa suplementasi yang ada)

No. Nomor urut

15.

16.

17.

Daftar Pustaka

1. Apa dan Mengapa Tentang Vitamin A, Pedoman Praktis Untuk Praktisi Kesehatan, Departemen Kesehatan, Juli 2005

2. Deteksi dan Tatalaksana Kasus Xeroftalmia, Pedoman Bagi Tenaga Kesehatan, Departemen Kesehatan, 2003

3. Modul Pelaksanaan Desa Siaga, 2006

4. Pedoman Akselerasi Cakupan Kapsul Vitamin A, Departemen Kesehatan, 5. Pedoman Pemberian Kapsul Vitamin A Dosis Tinggi, Departemen2000

Kesehatan, 2000

6. Pemberian Kapsul Vitamin A Untuk Bayi, Balita, Anak-anak dan Ibu Nifas, Helen Keller International, April 2005

7. The SIGHT AND LIFE. Guidebook on Vitamin A in Health and Disease.

Donald S. McLaren, Martin Frigg. 2001

8. The SIGHT AND LIFE. Guidebook slides on Vitamin A deficiency disorders (VADD) Donald S. McLaren, Martin Frigg. 1998

9. Studi Masalah Gizi Mikro di Indonesia, Puslitbang Gizi Depkes 2006 10. Peraturan Menteri Kesehatan No. 741/Menkes/PER/VII/2008 tentang

Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota 11. Kepmenkes No. 828/Menkes/SK/IX/2008 tentang Petunjuk Teknis

SPM Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota

12. http://www.sightandlife.org/aaHTMallg/Tool.html (Accessed 4/8/2007)

13. http://www.hki-indo.org/Vitamina (Accessed 17/7/2007)

Pelindung:

Dr. Ina Hernawati, MPH (Direktur Bina Gizi Masyarakat) Tim Penyusun:

1. Rita Kemalawati, MCN (Direktorat Bina Gizi Masyarakat)

2. Drg Rosnani Verba Pangaribuan MPH, PhD (SEAMEO-TROPMED RCCN-UI) 3. Yulianti Wibowo, MSc (SEAMEO-TROPMED RCCN-UI)

4. Otte Santika, MSc (SEAMEO-TROPMED RCCN-UI)

5. Luh Ade Wiradnyani, MSc (SEAMEO-TROPMED RCCN-UI) 6. Andi Mariyasari Septiari, MSc (SEAMEO-TROPMED RCCN-UI) 7. Ir. Kresnawan, MSc (Direktorat Bina Gizi Masyarakat) 8. Iip Syaiful, SKM., M.Kes (Direktorat Bina Gizi Masyarakat) 9. Ir. Laksmi Palupi, MSc (Direktorat Bina Gizi Masyarakat)

10. Dhian Probhoyekti, SKM., MA (Direktorat Bina Gizi Masyarakat) 11. Ichwan Arbie, SKM (Direktorat Bina Gizi Masyarakat)

12. Kartini Herawati, SKM (Direktorat Sepim-Kesma)

13. Eli Zabet, SKM., M.Kes (Direktorat Bina Kesehatan Anak) 14. Dr. Bagus Satriya Budi, M.Kes (Direktorat Bina Kesehatan Anak) 15. Adriati Adnan, SKM (Direktorat Bina Kesehatan Ibu)

16. Dr. Sukmawati (Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung) 17. Evarini Ruslina, SKM (Direktorat Bina Gizi Masyarakat)

18. Sri Nurhayati, SKM (Direktorat Bina Gizi Masyarakat) 19. Witrianti, AMG (Direktorat Bina Gizi Masyarakat)

Dalam dokumen PANDUAN MANAJEMEN SUPLEMENTASI VITAMIN A (Halaman 28-0)

Dokumen terkait