C. Pencatatan dan pelaporan
IV. SOSIALISASI SUPLEMENTASI VITAMIN A
6. Siapa Yang Bertanggung Jawab melakukan Sosialisasi?
Di tingkat kabupaten/kota: pengelola program Promkes dan Gizi Di tingkat puskesmas: penanggung jawab Promkes dan Gizi 7. Siapa yang berperan dalam melakukan sosialisasi
Aparat desa, kader, Tokoh masyarakat, Tokoh agama, guru, anak sekolah
BAB V Kegiatan pemantauan dan evaluasi dilakukan di posyandu sampai
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Hasilnya dilaporkan secara berjenjang dan disertai umpan balik. Kegiatan ini dibutuhkan untuk mengatur kegiatan suplementaasi vitamin A agar berjalan sesuai dengan rencana, sehingga bila ada masalah dapat ditemukan dan ditangani sejak dini.
Indikator yang digunakan dalam evaluasi adalah:
1. Input :
Logistik (jumlah dan ketersediaan kapsul vitamin A di setiap tempat pelayanan dan formulir pencatatan-pelaporan) SDM (Petugas kesehatan dan kader)
Dana operasional Sarana dan prasarana 2. Proses
Jumlah sasaran yang datang dan menerima Ketepatan sasaran menerima dosis yang sesuai Ketepatan pencatatan
Ketepatan pelaporan
Ketepatan jadwal sosialisasi
Koordinasi dalam pencatatan, pelaporan, dan umpan balik (PWS KIA-Gizi)
3. Output
Cakupan suplementasi kapsul Vitamin A sesuai sasaran pemberian kapsul.
EVALUASI
BAB VI
LAMPIRAN
HUBUNGAN PERMINTAAN DAN DISTRIBUSI SUPLEMENTASI VITAMIN A Hal-hal yang diperhatikan
Pusat
- Ada Koordinasi antara Direktorat Bina Gizi Masyarakat dan Ditjen Bina Kefarmasian dan Alkes dalam hal perencanaan kebutuhan kapsul vitamin A - Ditjen Bina Kefarmasian dan Alkes bertugas
melaksanakan pengadaan kapsul vitamin A dan mendistribusikan ke daerah
- Pusat menerima surat permintaan dari Dinas Kesehatan Propinsi
dan pusat hanya menyediakan buffer stock kapsul - Pengiriman kapsul vitamin A melalui 1 pintu yaitu
Ditjen Bina Kefarmasian dan Alkes.
PUSAT
Surat Permintaan dari Propinsi ke Pusat
Surat Permintaan dari Kabupaten/Kota
Formulir Permintaan menggunakan formulir obat yang lainnya dari
puskesmas ke kabupaten/kota
Keterangan :
- Ada koordinasi antara seksi gizi dengan farmasi dalam hal perencaan alokasi dan distribusi kebutuhan untuk masing-masing Kabupaten/Kota - Propinsi diharapkan untuk menyediakan buffer
stock suplementasi vitamin A, dan mengusulkan ke Pusat bila terdapat kekurangan.
Kabupaten/Kota
- Pengelolaan kapsul vitamin A melalui 1 pintu.
- Penanngung jawab program gizi Dinkes kab/Kota membuat perencanaan kebutuhan Vitamin A, berkoordinasi dengan penanngung jawab pengadaan obat .
- Usulan pengadaan kapsul vitamin A harus memperhatikan stok yang ada
- Pengiriman kapsul vitamin A ke puskesmas berdasarkan rencana distribusi yang dibuat oleh penangung jawab gizi di Dinkes Kabupaten/Kota - Tenaga Gizi Puskesmas berkoordinasi dengan
penanggung jawab KIA dalam membuat rencana kebutuhan Vitamin A dan distribusi kapsul vitamin A ke sasaran
DINKES PROPINSI
DINKES KABUPATEN/KOTA
PUSKESMAS KOORDINATOR
PEMBINA DESA
POSYANDU
Klinik, RS,dst TK, Kel. Bermain
SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN DISTRIBUSI VITAMIN A
Penanggung jawab Program Gizi
Penanggung jawab Program Gizi
TPG PUSKESMAS
BIDAN/PEMBINA DESA
DEPARTEMEN KESEHATAN
Keterangan
Laporan Rekapitulasi Suplementasi Vitamin A Tingkat Propinsi
Laporan Rekapitulasi Suplementasi Vitamin A di Kabupaten
Laporan Rekapitulasi Suplementasi Vitamin A di Puskesmas
Laporan Rekapitulasi Suplementasi Vitamin A di Desa
LAPORAN SUPLEMENTASI VITAMIN A
(Format laporan sesuai dengan system R/R yang ada) PENANGGUNG JAWAB
Lampiran 2:
Lampiran 3:
Berikut adalah contoh formulir bagaimana mengevaluasi kegiatan pemberian kapsul Vitamin A.
Formulir
Pemantauan kegiatan pemberian kapsul vitamin A tingkat Puskesmas
Tanggal : ...
Puskesmas : ...
Kecamatan : ...
Kabupaten : ...
Propinsi : ...
Pelaksana pemantauan:
Petugas gizi kabupaten/kota
No Aktivitas Capaian*) Catatan
Ya/tidak
Menghitung/mendata jumlah sasaran yang akan memperoleh kapsul vitamin A (bayi, anak balita dan ibu nifas)
Memperoleh data stok kapsul vitamin A sesuai dengan jenisnya (kapsul biru dan kapsul merah) Menghitung kebutuhan kapsul vitamin A (sesuai perhitungan stok dan kebutuhan)
Mengirim permintaan kapsul vitamin A sesuai kebutuhan ke kab/kota
Ya/tidak
Memastikan kapsul vitamin A sudah ada di
puskesmas sebelum pelaksanaan distribusi Ya/tidak Memastikan tempat-tempat pendistribusian kapsul
vitamin A, dan jumlah kebutuhan kapsul vitamin A untuk setiap tempat pendistribusian
Menyiapkan/memastikan ketersediaan formulir pelaporan
Merencanakan jadwal kegiatan pemberian kapsul vitamin A (termasuk tenaga, logistik, waktu)
Ya/tidak 9.
No Aktivitas Capaian Catatan
Ya/tidak
Ya/tidak
Ya/tidak 10.
11.
12.
...
...
...
...
...
...
...
...
Memastikan laporan pendistribusian kapsul vitamin A dikirim tepat waktu dengan jumlah sasaran yang sesuai perencanaan
Melakukan sweeping untuk sasaran yang belum menerima kapsul vitamin A
Memastikan laporan untuk sasaran sweeping
Mengirim laporan pemberian kapsul vitamin A ke kabupaten/kota tepat waktu dengan jumlah sasaran sesuai
*) coret salah satu
Lampiran 4:
Berikut adalah contoh formulir bagaimana mengevaluasi kegiatan sosialisasi.
Formulir
Pemantauan kegiatan sosialisasi program vitamin A tingkat Puskesmas (Sosialisasi dimulai satu bulan sebelum bulan pembagian kapsul vitamin A) Tanggal : ...
Puskesmas : ...
Kecamatan : ...
Kabupaten : ...
Propinsi : ...
Pelaksana pemantauan:
Petugas gizi kabupaten/kota
No
Spanduk telah terpasang sesuai jumlah sasaran disejumlah tempat strategis.
Poster telah terpasang sesuai jumlah sasaran disejumlah tempat strategis.
Memberitahukan kepada semua kepala desa tentang bulan pembagian vitamin A, waktu dan tempat, dan meminta partisipasi mereka untuk
mensosialisasikan informasi tersebut ke warganya.
Penyebarluasan informasi melalui pertemuan formal disetiap desa atau kecamatan.
Penyebarluasan informasi melalui pertemuan informal disetiap desa atau kecamatan.
Pemberitahuan di posyandu atau tempat - tempat pembagian vitamin A lainnya jika bulan depan akan dilakukan pembagian kapsul vitamin A.
Kader atau bidan menginformasikan kembali tanggal pembagian vitamin A dan meminta semua ibu untuk memberitahukan kepada ibu yang lain.
Capaian Catatan Aktivitas
Penyebarluasan informasi dengan strategi khusus untuk daerah- daerah yang sulit terjangkau, kurang terpapar, belum mendapat informasi melalui media komunikasi.
Pengulangan informasi tentang jadwal pembagian vitamin A oleh bidan desa dan kader beberapa hari sampai 1 hari sebelum pembagian vitamin A.
Ya/tidak 9.
No Aktivitas Capaian Catatan
Ya/tidak
Ya/tidak
Ya/tidak Pemberitahuan adanya pembagian vitamin A pada
hari pemberian (tersebut) oleh bidan desa dan kader dengan menggunakan media yang efektif menjangkau masyarakat banyak (pengeras suara di masjid, kentongan, dan lain - lain) pada hari pembagian vitamin A.
10.
Jika mungkin mengadakan penyuluhan tentang vitamin A pada hari pendistribusian kapsul vitamin A. Kader, perangkat desa maupun bidan bisa berbagi tugas, atau minimal memberitahukan ibu untuk datang kembali guna mendapatkan kapsul vitamin A pada periode berikutnya.
11.
Memberitahu ibu-ibu yang telah mendapatkan vitamin A untuk mengajak ibu-ibu balita lain di wilayahnya yang belum mendapatkan kapsul vitamin A.
12.
...
...
...
...
...
...
...
...
Lampiran 5. Contoh Pelaporan ditingkat Puskesmas
Lampiran 6. Contoh Pelaporan ditingkat Puskesmas
Lampiran 7. Contoh Pelaporan di Tingkat Kabupaten Kota
emakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO)
Lampiran 9. Formulir Perencanaan Mikro
Penjelasan Formulir Perencanaan Mikro
Tanda tangan penanggung jawab kegiatan
Nama setiap posyandu atau poskesdes, polindes, paud dll yang ada di desa tsb
Penanggung jawab distribusi di setiap posyandu atau pos lainnya
Tanggal distribusi kepada target yang akan di lakukan di setiap Posyandu atau pos lainnya Nama Posyandu/Pos lainnya
Nama Petugas/Kader
Waktu dan Tanggal Distribusi
Perkiraan jumlah sasaran 6-11 bulan Jumlah sasaran bayi di area distribusi (disetiap Posyandu atau pos lainnya)
Perkiraan jumlah sasaran 12-59 bulan Jumlah sasaran balita di area distribusi (disetiap Posyandu atau pos lainnya)
Perkiraan jumlah sasaran ibu nifas Jumlah sasaran ibu nifas di area distribusi (disetiap Posyandu atau pos lainnya) Kapsul biru yang di perlukan
berdasarkan sasaran Jumlah suplementasi biru berdasarkan jumlah sasaran yang di perlukan untuk masing-masing target (bayi/balita/ibu nifas) di setiap posyandu + 10% sebagai cadangan
Persediaan/stock suplementasi (bila ada)
Kapsul biru yang di mintakan untuk
bulan Februari atau Agustus (Jumlah suplementasi biru/merah berdasarkan sasaran - sisa suplementasi yang ada)
Catatan Keterangan tambahan mengenai suplementasi
vitamin A (bila perlu)
Total Jumlah keseluruhan di desa tsb yang di isi
pada kolom penduduk, jumlah sasaran, jumlah kapsul biru dan merah
Tanda tangan petugas gizi Petugas gizi puskesmas menandatangani formulir yang telah terisi dari desa tsb
Penanggung jawab program vitamin A desa menanda tangani formulir yang telah di isi Sisa suplementasi biru dari periode distribusi yang lalu di setiap posyandu/pos lainnya
Suplementasi merah yang di
perlukan berdasarkan sasaran Jumlah suplementasi merah berdasarkan jumlah sasaran yang di perlukan untuk masing-masing target (bayi/balita/ibu nifas) di setiap posyandu + 10% sebagai cadangan
Persediaan/stock suplementasi (bila ada) Sisa suplementasi merah dari periode distribusi yang lalu di setiap posyandu/pos lainnya Suplementasi merah yang di mintakan
untuk bulan Februari atau Agustus (Jumlah suplementasi merah berdasarkan sasaran - sisa suplementasi yang ada)
No. Nomor urut
15.
16.
17.
Daftar Pustaka
1. Apa dan Mengapa Tentang Vitamin A, Pedoman Praktis Untuk Praktisi Kesehatan, Departemen Kesehatan, Juli 2005
2. Deteksi dan Tatalaksana Kasus Xeroftalmia, Pedoman Bagi Tenaga Kesehatan, Departemen Kesehatan, 2003
3. Modul Pelaksanaan Desa Siaga, 2006
4. Pedoman Akselerasi Cakupan Kapsul Vitamin A, Departemen Kesehatan, 5. Pedoman Pemberian Kapsul Vitamin A Dosis Tinggi, Departemen2000
Kesehatan, 2000
6. Pemberian Kapsul Vitamin A Untuk Bayi, Balita, Anak-anak dan Ibu Nifas, Helen Keller International, April 2005
7. The SIGHT AND LIFE. Guidebook on Vitamin A in Health and Disease.
Donald S. McLaren, Martin Frigg. 2001
8. The SIGHT AND LIFE. Guidebook slides on Vitamin A deficiency disorders (VADD) Donald S. McLaren, Martin Frigg. 1998
9. Studi Masalah Gizi Mikro di Indonesia, Puslitbang Gizi Depkes 2006 10. Peraturan Menteri Kesehatan No. 741/Menkes/PER/VII/2008 tentang
Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota 11. Kepmenkes No. 828/Menkes/SK/IX/2008 tentang Petunjuk Teknis
SPM Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota
12. http://www.sightandlife.org/aaHTMallg/Tool.html (Accessed 4/8/2007)
13. http://www.hki-indo.org/Vitamina (Accessed 17/7/2007)
Pelindung:
Dr. Ina Hernawati, MPH (Direktur Bina Gizi Masyarakat) Tim Penyusun:
1. Rita Kemalawati, MCN (Direktorat Bina Gizi Masyarakat)
2. Drg Rosnani Verba Pangaribuan MPH, PhD (SEAMEO-TROPMED RCCN-UI) 3. Yulianti Wibowo, MSc (SEAMEO-TROPMED RCCN-UI)
4. Otte Santika, MSc (SEAMEO-TROPMED RCCN-UI)
5. Luh Ade Wiradnyani, MSc (SEAMEO-TROPMED RCCN-UI) 6. Andi Mariyasari Septiari, MSc (SEAMEO-TROPMED RCCN-UI) 7. Ir. Kresnawan, MSc (Direktorat Bina Gizi Masyarakat) 8. Iip Syaiful, SKM., M.Kes (Direktorat Bina Gizi Masyarakat) 9. Ir. Laksmi Palupi, MSc (Direktorat Bina Gizi Masyarakat)
10. Dhian Probhoyekti, SKM., MA (Direktorat Bina Gizi Masyarakat) 11. Ichwan Arbie, SKM (Direktorat Bina Gizi Masyarakat)
12. Kartini Herawati, SKM (Direktorat Sepim-Kesma)
13. Eli Zabet, SKM., M.Kes (Direktorat Bina Kesehatan Anak) 14. Dr. Bagus Satriya Budi, M.Kes (Direktorat Bina Kesehatan Anak) 15. Adriati Adnan, SKM (Direktorat Bina Kesehatan Ibu)
16. Dr. Sukmawati (Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung) 17. Evarini Ruslina, SKM (Direktorat Bina Gizi Masyarakat)
18. Sri Nurhayati, SKM (Direktorat Bina Gizi Masyarakat) 19. Witrianti, AMG (Direktorat Bina Gizi Masyarakat)