3.2 Kerangka Pemikiran Operasional
6.5.2 Sifat Produk
Kondisi Udang windu yang diperjual belikan oleh petambak sebagian besar masih dalam keadaan hidup. Petambak dapat mentrnsformasikan udang windu kebeberapa lembaga pemasaran yang ada di Desa Panimbang mulai dari pedagang pengumpu, pedagang pengcer, eksporti langsung dan konsumen lembaga. Transaksi yang dilakukan petambak dengan pedagang pengumpul pada umumnya dalam keadaan hidu. Sementara size pada udang windu dapat menetukan kemana udang windu tersebut dipasarkan. Berdasarkan wawancara terhadap pedagang pengumpul, bahwa udang windu dengan size 30 akan dijual kepada eksportir yang ada di Serang, atau diluar Serang. Sedangkan yang size kurang dari 30 akn dijual langsung ke konsumen lembaga terdekat atau konsumen lembaga yang telah menjadi rekanan bagi para pedagang pengumpul di Desa Panimbang, Serang, Banten. Size udang windu dapat menjadi patokan harga udang, dimana masing- masing size memiliki silisih harga yang berbeda. Tergatung dari biaya pendistribusianpada masing-masing lembaga dilihat dari permintaan udang windu untuk harga beli udang windu berdasarkan ukuran dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel 11. Harga Beli Udang Windu Berdasarkan Ukuran di Masing-Masing
Lembag Pemasaran di Desa Panimbang, Serang.Banten
Ukuran (Size)
Hagra Beli (Rp/Kg)
Pengumpul Pengecer Konsumen
50 40.000 43.000 47.000
30 70.000 73.000 78.000
20 95.000 98.000 105.000
6.5.3 Syarat Keluar Masuk Pasar
Sebagian besar petambak memiliki keinginan untuk menjual langsung hasil panennya kepada konsumen lembaga dan eksporti, namun keterbatasan dana dan jaringan informasi yang minim menghambat keinginan petambak dalam memasarkan hasil panennya tersebut. Hambatan utama yang dihadapi setiap lembaga pemasaran yang ada di Desa Panimbang adalah masalah permodalan. Besaran modal yang dimiliki dapat menentukan posisi rebut tawar seseorang atau
55 komunitas tertentu dalam hal penentuan harga, begitu juga dengan hambatan permodalan yang dihadapi oleh pedagang pengumpul dapat menentukan seberapa besar kemampuan atau daya tampum pedagang pengumpu terhadap hasil panen petambak. Semakin besar modal yang dimiliki pedagang pengumpul semakin besar pula pedagang pengumpul dapat menanpung hasil panenn petambak, sehingga tidak jarang aktifitas pemanenan yang dilakukan petambak dibiayai oleh pedagang pengumpul agar hasil panen tersebut dijual kepada pedagang pengumpul tersebut atau pedagang pengumpul memberi bantuan subsidi pakan dan benur, serta pinjaman modal yang akan ditawarkan pedagang pengumpul terhadap para petambak, selain hambatan modal yang dihadapi oleh petambak dan pedagang pengumpul, sementara pedagang pengecer juga memiliki hambatan yang sama yaitu dari segi madal.
Modal pedagang pengecer yang diperlihatkan untuk membiayai beberapa hal penting termasuk dalam hal pemasaran udang windu hingga ke tangan konsumen akhir, hanya saja modal yang dibutuhkan pedagang pengecer jauh lebih kecil dibandingkan dengan pedagang pengumpul. Hal ini disebabkan kapasitas penjualan pedagang pengecer yang juga relatif lebih kecil.
6.5.4 Informasi Pasar
Pemasaran udang windu yang dilakukan oleh lembaga pemasaran di Desa Panimbang, Serang dapat melalui berbagai media, seperti media cetak dan informasi anntar individu. Untuk petambak, informasi harga dan pasar dapat diperoleh dari pedagang pengumpul atau masyarakat sekir sehingga petambak mengetahiu dengan jelas perkembangan harga udang windu dipasaran. Sedangkan pedagang pengumpul memperoleh informasi dari pedagang penggecer atau pedagang pengumpul lainnya.
Perolehan informasi juga berdasarkan banyak sedikitnya permintaan udang windu dipasar konsumen sehingga berkorelasi dengan penetapan harga. Jika permintaan meningkat supply normal, maka harga akan meningkat, sementara jika permintaan mengalami penurunan dan supply tetap maka harga juga akan mengalami penurunan. Selain itu, naik turunnya permintaan terhadap udang windu dapat pula didasari oleh kunjungan para wisatawan asing ke
56 beberapa Daerah yang menjadi tujuan berlibur, sehingga berpengaruh terhadap permintaan udang windu pada, hotel, restoran.
6.6. Perilaku Pasar
Perilaku pasar menunjukkan tingkah laku perusahaan dalam struktur pasar tertentu, terutama bentuk-bentuk keputusan apa yang harus diambil dalam menghadapi berbagai struktur pasar. Perilaku pasar meliputi kegiatan penjualan, pembelian, penentuan harga dan strategi tataniaga (Azzaino, 1982). Perilaku pasar dapat diamati melalui kegiatan pembelian dan penjualan yang dilakukan oleh setiap lembaga pemasaran, sistem pembayaran, sistem penentuan harga, dan kerjasama yang terjadi antara lembaga tataniaga.
6.6.1 Kegiatan Penjualan dan Pembelian
Penjualan dan pembelian merupakan kegiatan dalam proses pemasaran yang digunakan untuk mengalihkan barang/hak milik dari pihak penjual ke pihak pembeli. Perpindahan hak milik atas barang merupakan suatu langkah yang diperlukan dan resmi di dalam pemasaran yang disesuaikan dengan kesepakatan antara penjualan dan pembeli. Kegiatan penjualan dan pembelian di setiap lembaga pemasaran berbeda-beda.
a. Kegiatan Pembelian dan Penjualan di Tingkat Petambak
Hampir seluruh petambak udang windu yang ada di Desa Panimbang menjual hasil panennya kepada pedagang pengumpul yang ada di Desa Panimbang, Serang. Banten. Jarak lokasi yang sangat dekat dapat meminimalkan biaya pemasaran (transportasi) serta resiko yang dihadapi. Petambak udang windu yang ada di Desa Panimbang, juga membeli atau menampung bibit udang windu dari petambak pembenihan yang ada di Desa Panimbang.
b. Kegiatan Pembelian dan Penjualan di Tingkat Pedagang Pengumpul Satu-satunya sumber pedagang pengumpul dalam mendapatkan/udang windu adalah dari petambak udang windu yang ada di Desa Panimbang. Biasanya pedagang pengumpul mendatangi petambak untuk membeli hasil panen petambak, atau justru sebaliknya petambak menawarkan udang windu yang siap panen untuk dijual ke pedagang pengumpul. Pedagang pengumpul memasarkan udang windu kepada pedagang pengecer atau eksportir.
57 c. Kegiatan Pembelian dan Penjualan di Tingkat Pedagang Pengecer
Pedagang pengecer udang windu membeli uadang windu dari para pedagang pengumpul yang ada di Desa Panimbang. Tidak seluruhnya penjual yang ada di Serang adalah pedagang pengumpul, ada juga sebagai petambak yang langsung menjual hasil panennya sendiri. Begitu juga dengan udang windu yang diperjualbelikan di Serang tidak seluruhnya hasil produksi dari Desa Panimbangan. Pedagang pengecer yang diamati dalam transaksi jual beli adalah pedagang pengumpul yang membeli udang windu dari pedagang pengumpul dari Desa Panimbang. Setelah Pedagang pengumpul mendapatkan udang windu, kemudian pedagang pengecer menjualnya kepada konsumen lembaga yang ada di Serang, hotel laidien, hotel pertama karakatau, hotel patra anyer, restauran jasa boga, restauran sari kuning indah, dan restauran riski.