• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAGIPENIDIKAN ISLAM SECARA UMUM

B. Sifat-Sifat Pendidik

1. Ibu Muslimah dan Pak Harfan adalah pendidik yang mengajar dengan ikhlas, tanpa pamrih, dan penuh ketulusan. Mereka mendidik dengan gaji yang amat minim, namun tidak membuat semangat mengajamya luntur.

Seorang guru menduduki tempat yang tinggi dan suci, maka ia harus tahu kewajiban yang sesuai dengan posisinya, sehingga ia harus benar-benar zuhud. Ia mengajar dengan maksud mencari keridaan Allah SWT., bukan karena mencari mencari uang balas jasa.6 Allah SWT. berfirman:

iZ ,\

5 Depag RI, op.cit., him. 1099.

6 Bustami A. Gani, Al-Tarbiyah Al-Islamiyah, terj. M. Athiyah al-Abrasyi, cet.Ke-7, Bulan Bintang, Jakarta, 1993, him. 137.

"Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka Tidakkah kamu memikirkan(nya)?" (Q.S. Hud: 51)7 *

Berdasarkan sifat yang dimiliki Pak Harfan dan Bu Mus, maka seorang pendidik hendaknya memiliki sifat zuhud, Mendidik dengan hati yang ikhlas, dan motivasi mengajamya bertujuan untuk mencerdaskan peserta didiknya ju g a semata-mata hanya mengharap rida dari Allah SWT. 2. Ibu Mus dan Pak Harfan merupakan pendidik yang sangat sabar dalam

menghadapi peserta didiknya, meskipun peserta didiknya memiliki keterbelakangan mental, dan setiap pertanyaan yang diajukaxmya maupun jawaban yang diberikannya tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya.

Abdurrahman an-Nahlawi menyebutkan bahwa seorang pendidik hendaknya bersabar dalam mengajarkan berbagai pengetahuan kepada peserta didik, sehingga materi yang diajarkan terserap dalam jiw a peserta

.fr. if

-didiknya. Finnan Allah SWT.:

- f a '& \

1IjjJtj Ijkjijj i lj£ i;„

"Hai orang-orang yang beriman, Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung." (Q.S.Ali-‘Imran:200)9

Oleh sebab itu, seorang pendidik harus mampu mendidik dengan sabar sampai peserta didiknya menguasai betul materi yang diajarkannya,

7 Depag RI, op.cit., him. 335.

* Herry Noer AH, Prinsip-Prinsip dan Metoda Pendidikan Islam, teij. Abdurrahman an-Nahlawi, CV. Diponegoro, Bandung, 1989, him. 241.

tanpa membeda-bedakan kemampuan dasar yang dimiliki masing-masing peserta didik yang sanagat bervariasi.

3. Pak Harfan sangat pandai merangkai kata bagaimana agar peserta didiknya mudah memahami m ated dan beliau sangat piawai dalam bercerita, terutama ketika menceritakan kisah para pejuang Islam.

Pengulangan suatu cerita menunjukkan bahwa cerita sangat besar manfaatnya bagi manusia untuk dijadikan peringatan yang diambil hikmahnya bagi generasi berikutnya. Dari segi psikologis, metode cerita mengandung makna reinforcem ent (penguatan).10 11 Prinsip metode cerita sesuai dengan firman Allah SWT.:

A ' 4 ^

b<?£

4

<S-l a j y j * CM

"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang- orang yang mempunyai akal. A1 Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman."(Q.S. Yusuf: 111)"

Seorang pendidik harus menguasai materi, kreatif, dan mampu merangkai kata ketika menghadapi peserta didik, agar mereka merasa senang dengan ilmu dan memiliki rasa keingintahuan yang tinggi, sehingga timbul semangat dalam belajar.

4. Bu Mus bukan hanya seorang pendidik yang pandai dan menguasai seluruh mata pelajaran, akan tetapi beliau rela materi yang sedang disampaikannya

10 M. Arifin. Ilmu Pendidikan Suatu Tinjauan Teoritis & Praktis Berdasarkan pendekatan Interdisipliner, cet. Ke-3, Bumi Aksara, Jakarta, 2008, him. 156.

dipotong oleh peserta didiknya, karena beliau ingin memfasilitasi kecerdasan peserta didiknya dengan bertindak sebagai fasilitator diskusi di kelas.

Metode diskusi juga diperhatikan oleh al-Qur’an dalam mendidik dan megajar manusia dengan tujuan untuk lebih memantapkan pengertian dan sikap pengetahuan mereka terhadap sesuatu masalah.12 Sebagaimana firman Allah SWT.:

A*

(GjO ty p - ^ I u jkJLPI - 4f,

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.."(Q.S. Al-Nahl: 125)13

Oleh sebab itu, seorang pendidik juga harus mampu memfasilitasi kemampuan yang dimiliki peserta didik dengan mengembangkan metode-metode yang inovatif, sesuai dengan potensi yang dimiliki peserta didik. 5. Pak Harfan dan Bu Mus mengajarkan materi kepada peserta didiknya mulai

dari awal ketika mereka belum mengenal huruf, hingga mereka pandai membaca dan menulis, sesuai dengan tingkat perkembangannya.

Abdurrahman an-Nahlawi menyebutkan bahwa seorang pendidik hendaknya mempelajari kehidupan p sikis para peserta didik selaras dengan masa perkembangannya ketika ia mengajar, sehingga dia dapat

12 Abudin Nata, Filsafat Pendidikan Islam, cet. Ke-1, Logos Wacana Ilmu, Jakarta, 1997, him. 107.

memperlakukan mereka sesuai dengan kemampuan akal dan kesiapan p sikis

mereka. Sesuai dengan petunjuk Ali bin Abi Talib k.w.:

“Berbicaralah kepada manusia sesuai dengan apa yang mereka ketahui (appersepsi). Apakah kalian suka jik a Allah dan rasul-Nya didustakan?14

Berdasarkan pandangan di atas, maka seorang pendidik harus mengetahui kondisi psikis peserta didik sesuai dengan tingkat perkembangannya, dimulai dari tingkatan pengetahuan yang paling rendah,

sampai memberikan pencerahan pada hatinya yang masih galau.

C. K om petensi-K om petensi P en d id ik

1. Pak Harfan menanamkan nilai keikhlasan berkorban untuk sesama, sehingga para anggota Laskar Pelangi tetap semangat dalam belajar dalam belajar dan tidak pem ah lagi protes dengan keadaan.

Abdul Mujib Muhaimin menyebutkan bahwa kompetensi utama bagi pendidik adalah menyangkut kepribadian agamis. Pada dirinya melekat nilia-nilai lebih yang hendak ditransfer kepada peserta didiknya.15

Anjuran untuk ikhlas disebutkan dalam Firman Allah SWT.:

a jfo lj ..L i l li}

{^ ) Q jly u JU \S S

4

l** * * \ * -f . (

"Katakanlah: "Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan". dan (katakanlah): "Luruskanlah muka (diri)mu di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. sebagaimana Dia telah

14 Herry Noer Ali, Op.Cit.

menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepadaNya)." (Q.S.Al-A’raf: 29)16

Oleh sebab itu, seorang pendidik harus memiliki kepribadian agamis yang kuat, agar dapat memberikan contoh kepada peserta didik terutama yang berkaitan dengan kepribadian, karena setiap tingkah laku pendidik merupakan model bagi peserta didiknya.

2. Pak Harfan dan Bu Mus menanamkan nilai kedermawanan kepada peserta didiknya sebagai wujud tolong-menolong, dengan menanamkan prinsip memberi sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya.

Selanjutnya Abdul Mujib M uhaimin menjelaskan kompetensi yang kedua bagi pendidik adalah menyangkut kepeduliannya terhadap masalah- masalah sosial selaras dengan ajaran Islam. Toleransi juga perlu dimiliki oleh pendidik dalam rangka transaksi sosial antara pendidik dan peserta didik.17 Allah SWT. berfirman:

* * -(3 jJ l y j

"...D an siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka Itulah orang orang yang beruntung." (Q.S.Al-Hasyr: 9 )18

Berdasarkan pandangan tersebut, maka seorang pendidik hendaknya memiliki sifat dermawan, senang berbagi, suka gotong-royong, dan gemar toleransi kepada sesama pendidik maupun kepada peserta didik, sehingga timbul rasa persamaan deraj at dan tidak teqadi diskriminasi antara pendidik dan peserta didik.

16 Depag RI, op.cit., him, 225. 17 Abdul Mujib Muhaimin, Op.cit.

B A B Y PENUTU P

A. K esim pulan

Dari berbagai deskripsi yang telah penulis paparkan mengenai konsep dedikasi pendidik dalam tetralogi Laskar Pelangi kaiya Andrea Hirata, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Tetralogi Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata menceritakan tentang masa kecil 10 orang Melayu pedalaman yang bersekolah di SD Muhammadiyah, SD yang siang harinya untuk sekolah, dan malam harinya dijadikan sebagai kandang kambing. Mereka bersepuluh sangat bersemangat dalam menuntut ilmu, meskipun dengan keterbatasan sarana dan jarak tempuh dari rumahnya yang sangat jauh, menghadapi panasnya musim kemarau, karena atapnya banyak yang berlubang dan pada musim hujan kelasnya kebanjiran, akan tetapi mereka tak pemah membolos sekolah. Hingga pada suatu ketika Lintang harus berhenti sekolah karena ayahnya kecelakaan ketika melaut, dan ia adalah anak tertua yang harus merawat adik-adiknya.

2. Tetralogi Laskar Pelangi yang ditulis oleh Andrea Hirata menggambarkan tentang pendidik yang berdedikasi tinggi. Mereka mendidik dengan sepenuh hati demi mempertahankan syi’ar Islam. Kriteria-kriteria yang mereka miliki sebagai wujud dedikasi terhadap pendidikan antara lain sebagai berikut: a. Pak Harfan dan Ibu Muslimah dalam mendidik dengan ketulusan, penuh

b. Pak Harfan dan Ibu Muslimah adalah seorang motivator yang pandai merangkai kata agar peserta didiknya mudah memahami materi.

c. Bu Mus pantang menyerah menyikapi kenyataan tertinggal dan terbelakang secara positif.

d. Dengan bekal cinta, Bu Mus dan Pak Harfan sepenuh hati membimbing peserta didiknya, tidak membedakan-bedakan peserta didiknya.

e. Pak Harfan dan Ibu Bu Mus menjadi pendidik yang hebat karena para anggota Laskar Pelangi dibuat mencintai ilmu, bukan terbebani.

f. Bu Mus dan Pak Harfan adalah sosok “Pahlawan tanpa Tanda Jasa” yang Sesungguhnya, karena juga bertindak sebagai guru spiritual.

3. Hikmah yang dapat diambil dari pemikiran Andrea Hirata tentang konsep dedikasi pendidik dalam tetralogi Laskar Pelangi, yakni bahwa pendidik yang berdedikasi adalah pendidik yang mampu melaksanakan tugas dan kewajiban, memiliki sifat-sifat khusus sebagai pendidik, dan memiliki kompetensi-kompetensi sesuai dengan bidangnya sebagai pendidik.

Dedikasi pendidik yang tertulis dalam tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata tidak bertentangan dengan konsep pendidikan Islam secara umum, karena juga menanamkan nilai-nilai akhlak yang sesuai dengan tuntunan Islam.

Berdasarkan pembahasan skripsi ini, tampak jelas bahwa karya Andrea Hirata banyak kaitannya dengan pendidikan Islam secara umum. Dalam hal ini, karena Andrea Hirata adalah seorang penulis, maka disajikan dalam bentuk karya sastra.

Analisis dari berbagai tugas dan kewajiban pendidik, sifat pendidik, dan kompetensi-kompetensi pendidik sesuai dengan konsep dedikasi pendidik dalam pendidikan Islam secara umum, dan sejalan dengan universalitas misi Islam sendiri yaitu sebagai agama untuk sekalian alam, dan semakin memperkaya khazanah keilmuan keislaman di Indonesia.

B. S aran

Penelitian ini hanya menampilkan profil para pendidik melalui karya sastra Andrea Hirata. Menurut hemat penulis, masih banyak sifat yang harus ditiru dari sosok pendidik dalam Laskar Pelangi. Pada bagian ini, penulis memberikan sesuatu yang bersifat anjuran atau saran sebagai perhatian bagi pengelola pendidikan, khusunya pendidik dalam menjalankan fungsinya.

1. Kepada para pendidik, hendaklah selalu konsisten melaksanakan tugasnya dengan berpegang teguh pada akhlak al-karim ah yang berkaitan dengan keilmuannya. Pelajarilah disiplin ilmu pendidikan Islam, agar dapat mengetahui karakteristik peserta didik, dan dapat menentukan altem atif solusi jik a menemukan problematika pada peserta didik. Aktualisasikanlah ilmu yang dimiliki ke dalam tindakan yang nyata. Jagalah interaksi sosial baik terhadap sesama profesi, peserta didik, dan komunitas masyarakat lingkungannya dengan berlandaskan akhlak mulia.

2. Kepada para pemerhati pendidikan, supaya lebih memperkaya kajian karya- karya para sastrawan masa lalu atau masa kini, sebagai altem atif pemikiran dalam pendidikan Islam.

3. Untuk STAIN Salatiga, hendaknya lebih memperkaya perbendaharaan kepustakaan termasuk biografi tokoh-tokoh pendidikan Islam Indonesia, sebagai referensi dalam mengadakan penelitian literatur.

4. Untuk mahasiswa tarbiyah khususnya, supaya lebih giat mempelajari pemikiran tokoh-tokoh pendidikan Islam, dalam rangka menambah wawasan, sehingga dapat diaktualisasikan pada masing-masing lembaga.

C. K a ta P en u tu p

Seraya melafalkan tahmid untuk selalu memuja-Nya, atas semua limpahan rahman dan rahim-Nya yang tak dapat dikalkulasikan , skripsi ini telah selesai penulis susun. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih sangat jauh dari kesempumaan. Pepatah mangatakan “no body is p erfect”, “tak ada manusia yang sempuma”, karena hanya Dia-lah yang pantas memiliki Kesempumaan. Oleh sebab itu, kritik yang mengevaluasi, dan saran yang merekonstruksi sangat penulis harapkan dari semua pihak, demi kemajuan pengetahuan penulis.

Akhir kata, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya, bagi para pendidik pada umunya, dan semoga dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia.

Dokumen terkait