DESKRIPSI TEORI, KERANGKA BERFIKIR/ASUMSI DASAR PENELITIAN
HASIL PENELITIAN
4. GAMBARAN UMUM DINAS TATA KOTA KOTA SERANG Berdasarkan Peraturan Pemerintah Daerah Kota Serang Nomor 14
4.2 Deskripsi Data
4.2.2 Analisis DataPenelitian
4.2.2.5 Sikap Para Pelaksana
Sikap penerimaan atau penolakan dari agen pelaksana kebijakan sangat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan implementasi kebijakan public. Sebaliknya, penerimaan yang menyebar dan mendalam terhadap standar dan tujuan kebijakan diantara mereka yang bertanggung jawab untuk melaksanakan kebijakan tersebut, adalah merupakan suatu potensi yang besar terhadap kebehasilan implementasi kebijakan. Hal ini seperi yang diungkapkan oleh I1-1:
“Untuk Perda Nomor 10 Tahun 2010 Mengenai K-3 ini saya rasa semua pihak setuju dengan kebijakan tersebut, kerena manfaatnya juga dapat kita rasakan bersama…” (Wawancara oleh Bpk. Abdul Khodir selaku Kasi Pertamanan dan Pemakaman Kota Serang, Pada tanggal 8 Oktober 2015, jam 11:35 WIB di Kantor Bidang Pertamanan dan Pemakaman Kota Serang)
Dari wawancara tersebut dapat diketahui bahwa para agen pelaksana yang terlibat dalam perda K-3 ini setuju dengan kebijakan tersebut, karena manfaatnya dapat dirasakan bersama.
Dalam hal ini tidak hanya sikap menerima dan menolak dari para agen pelaksana saja. Namun juga dilihat dari kemampuan pegawai dalam menjalankan tugas, pemahaman pelaksana kebijakan dan juga mengetahui harapan yang ingin dicapai bersama.
1) Kemampuan Pegawai
Dalam hal ini kemampuan pegawai sangatlah penting untuk dapat melaksanakan tugas yang diberikan agar berjalan lancar dan tepat sasaran. Hal ini disampaikan oleh I6-1 :
“Kami menempatkan orang-orang yang cukup kompeten untuk masalah kebersihan, jadi tiap tim pembersih ini mempunyai mentor yang bertanggung jawab langsung atas anak buahnya di lapangan termasuk juga di alun-alun Timur Kota Serang ada tim pembersih kami disana…” (Wawancara oleh Bpk Wasid selaku Kasi Operasional dan Angkutan Kebersihan Kota Serang pada tanggal 26 November 2015 jam 10:45 WIB di Kantor Bidang Kebersihan Kota Serang – DTK Kota Serang)
Dari hasil wawancara tersebut dapat kita ketahui bahwa Dinas Kebersihan memliliki tim pembersih dan untuk setiap timnya mempunyai mentor yang bertanggung jawab langsung kepada anak buahnya termasuk juga tim pembersih yang ada di alun-alun Timur Kota Serang. Hal ini juga ditanggapi oleh I7:
“Kami bekerja setiap hari, mulai dari jam 14:00 WIB hingga sore sekitar jam 16:00 WIB. Walaupun cuaca hujan kami tetap kerja. Untuk upah, kami dibayar sebesar Rp 1juta per bulannya, karena kita PHL jadi jika tidak bekerja, tidak akan bisa mendapatkan gaji”. (Wawancara oleh Hasan (Tim Penyapu/Pembersih Bidang Kebersihan Kota Serang), pada tanggal 02 Februari 2016, jam 13:38 WIB di Alun-alun Timur Kota Serang)
Dari hasil wawancara diatas dapat diketahui bahwa Tim Pembersih dari Bagian Kebersihan Kota Serang bekerja setiap harinya untuk membersihkan dan menyapu dalam alun-alun Timur mulai dari 14:00 WIB hingga 16:00 WIB, walapun cuaca turun hujan mereka tatap bekerja. Upah yang diterima oleh PHL setiap bulannya adalah sebesar Rp 1 juta rupiah, karena tim pembersih adalah PHL jika mereka tidak bekerja maka tidak akan mendapatkan upah.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh I2-1 dan I1-2 : “Kami memiliki tim kontroling atau monitoring untuk mengecek fasilitas yang menjadi tanggung jawab kai di alun-alun Timur Kota Serang, jadi
tim monitoring kami ini akan melaporkan keadaan yang ada disana dan melaporkannya…” (Wawancara oleh Bpk Amirul Mukminin pada tanggal 19 November 2015, jam 13:49 WIB di Kantor Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Serang)
Sedangkan menurut I1-2 :
“Tim perawatan dari kami biasanya akan melaporkan kondisi yang ada disana apa saja yang rusak, yang perlu diganti dan dibersihkan. Untuk fasilitas yang rusak tim kami juga akan melaporkannya pada yang bertanggunng jaawab dalam pengelolaannya yaitu Dispora…”. (Wawancara oleh Bpk. M. Fajri selaku Prasarana Pertamanan dan Pemakaman Kota Serang, Pada tanggal 17 November 2015, jam 12:50 WIB di Kantor Bidang Pertamanan dan Pemakaman Kota Serang)
Dari hasil wawancara tersebut dapat diketahui bahwa kemampuan pegawai yang dimiliki oleh para agen pelaksana sudah cukup baik. Masing-masing pelaksana juga memiliki tim dan kelompok khusus untuk membersihkan, merawat dan memonitoring keadan yang ada di alun-alun Timur Kota Serang
2) Pemahaman Pelaksana kebijakan
Pemahaman pelaksana kebijakan penting dimiliki oleh tiap agen pelaksana dalam melaksanakan dan menjalankan tugasnya. Hal yang sana juga diungkapkan oleh I4 :
“Memahami perda yang telah dibuat akan membantu pelaksanaan implementasi perda, dalam kondisi ini semua lapisan terutama para
agen pelaksna perda ini harus mengerti…” (Wawancara oleh Bpk Wasid selaku Kasi Operasional dan Angkutan Kebersihan Kota Serang pada tanggal 26 November 2015 jam 10:45 WIB di Kantor Bidang Kebersihan Kota Serang – DTK Kota Serang)
Dari hasil wawancara tersebut dapat kita diketahui bahwa pemahaman sangatlah penting untuk membantu pelaksana dalam menjalankan tugasnya. Hal yang sama juga diungkapkan oleh I5 :
“Setiap peraturan atau kebijakan yang sudah dibuat kami pasti selalu dapat mengetahui apa saja isi dari kebijakan tersebut dan tujuan dari kebijakan tersebut, tidak hanya kami saja namun kami juga memberikan informasi tersebut kepada bawahan kami yang berada di lapangan agar dapat mengkondisikan situasi khususnya di alun-alun, karena biasanya ada saja PKL yang membandel dari relokasi sebelumnya… “ (Wawancara oleh Bpk Bambang Gartika Toyib selaku Kabid Penegakan Satpol-PP Kota Serang pada tanggal 27 November 2015 jam 10:53 WIB di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kota Serang)
Dari hasil wawancara di tersebut dapat kita ketahui bahwa setiap kebijakan yang telah di buat oleh pemerintah akan diinformasikan dan diberitahukan kepada anggota lapangan agar dapat mengkondisikan sesuai dengan perda yang berlaku terutama di kawasan alun-alun yang sering menjadi lahan PKL yang membandel.
3) Harapan yang dimiliki agen pelaksana
Harapan-harapan yang dimiliki oleh para agen pelaksana untuk mensukseskan perda sangatlah penting. Karena untuk tujuan yang sama diperlukan harapan dan usaha yang sesuai dan sejalan. Seperti yang di ungkapkan oleh I1-1 :
“Harapan kami semoga tahun depan kami dapat merealisasikan pos jaga pertamanan untuk mengawasi taman yang ada di alun-alun Timur Kota Serang agar keindahan alun-alun tetap terjaga dan juga penambahan trotoar untuk sekitar tugu dan alun-alun Barat agar lebih rapih”. (Wawancara oleh Bpk. Abdul Khodir selaku Kasi Pertamanan dan Pemakaman Kota Serang, Pada tanggal 8 Oktober 2015, jam 11:35 WIB di Kantor Bidang Pertamanan dan Pemakaman Kota Serang)
Dari hasil wawancara tersebt dapat kita lihat bahwa harapan dari Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kota Serang memiliki tujuan yang sama dengan tujuan dari perda Nomor 10 Tahun 2010 Tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K-3) di alun-alun Timur Kota Serang. Untuk menambahkan pos jaga dan juga trotoar untuk mengawasi dan menjaga keindahan yang ada di alun-alun Timur Kota Serang. Hal yang sama diungkapkan oleh I5:
“Semoga tidak hanya pelaksana saja yang ikut menjaga dan mensukseskan kebijakan ini, namun juga dukungan dan keikutsertaan masyarakat dalam mengontrol lingkungan agar tidak
bertindak yang tidak sesuai dengan peraturan. Karena control masyarakat sangatlah berperan untuk menekan para pelanggar peraturan” (Wawancara oleh Bpk Bambang Gartika Toyib selaku Kabid Penegakan Satpol-PP Kota Serang pada tanggal 27 November 2015 jam 10:53 WIB di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kota Serang)
Dari wawancara diatas dapat diketahui bahwa harapan dari penegak kebijakan yaitu tidak hanya pelaksana kebijakan saja yang menjaga dan mensukseskan kebijakan. Namun juga dukungan dari masyarakat dalam mengontrol lingkungan agar tidak melakukan pelanggaran. Karena control masyarakat sangat berperan untuk menekan para pelanggar peraturan. Hal ini juga diungkapkan oleh I3:
“Harapan untuk kebijakan ini agar semua para pelaksana dapat saling berkoordinasi dengan baik dalam menangani alun-alun Timur Kota Serang. karena alun-alun ini juga termasuk salah satu icon Kota Serang jadi kita harus menjaga dan merawatnya sebaik mungkin, sebagai salah satu tujuan untuk mensukseskan Perda K-3” (Wawancara oleh Bpk Sigit Julian selaku Kasi DTK Kota Serang pada tanggal 25 November 2015, jam 11:17 WIB di Dinas Tata Kota – Kota Serang.)
Dari hasil wawancara peneliti dapat diketahui bahwa harapan DTK untuk kebijakan ini agar semua agen pelaksana dapat saling berkoordinasi dengan lebih baik lagi dalam menangani alun-alun Timur Kota Serang. Semua pihak ikut merawat dan juga menjaga fasilitas yang sudah
tersedia untuk mensukseskan tujuan dari Perda K-3. Hal ini juga di tanggapi oleh I4:
“Semoga pemerintah juga dapat membantu kami dalam mensukseskan perda ini, dengan melihat kendala-kendala dan segala kekuranganya. Karena bagaimanapun kami juga ingin mensukseskan peraturan ini dengan menciptakan lingkungan yang sehat dan juga bersih seperti slogan dari Kota Serang” (Wawancara oleh Bpk Wasid selaku Kasi Operasional dan Angkutan Kebersihan Kota Serang pada tanggal 26 November 2015 jam 10:45 WIB di Kantor Bidang Kebersihan Kota Serang – DTK Kota Serang)
Dari hasil wawancara diatas dapat diketahui bahwa pemerintah juga harus ikut serta dalam membantu pelaksanaan dan mensukseskan Perda yang sudah dibuat dengan melihat kendala dan kekurangan para pelaksana. Karna para agen pelaksana juga ingin mensukseskan dan mewujudkan Perda tersebut untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan juga bersih seperti slogan Kota Serang. Hal yang sama juga diungkapkan oleh I2-2 :
“Kami berharap masyarat mau ikut bekerja sama dalam menjaga kebesihan dan mensukseskan tujuan perda K-3 ini, karena di alun-alun Timur banyak masyarakat yang datang tidak hanya berasal dari Kota Serang saja namun juga dari kota lain, mengingat alun-alun manjadi icon Kota Serang dibutuhkan kerjasama untuk mencapai tujuan perda ini seperti visi dari Bapak Walikota Kota Serang”. (Wawancara oleh Bpk Sumardi selaku Sarana dan Prasarana Olahraga Dispora Kota Serang pada tanggal 11 Desember 2015 jam 11:49 WIB di Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Serang)
Dari hasil wawancara tersebut dapat diketahui bahwa harapan yang sama untuk mencapai tujuan perda K-3 sebagai salah satu perwujudan dari visi Kota Serang. Diperlukan kerjasama dengan masyarakat agar dapat mensukseskan tujuan bersama. Berikut gambaran alun-alun Timur Kota Serang sebagai icon Kota Serang :
Gambar 4.6
Gardu Alun-alun Timur Kota Serang Gambar diatas diambil oleh peneliti di alun-alun Timur Kota Serang. Gambar tersebut merupakan gardu alun-alun Timur Kota Serang dan sebagai salah satu icon Kota Serang yang dikenal oleh pengunjung dari luar Kota Serang. Hal ini juga diungkapkan oleh I7:
“Harapan saya untuk kedepannya semoga masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan, ikut menjaga kebersihan dan juga keindahan alun-alun. dan prasarana kebersihannya juga ditambah agar kami bisa menyelesaikan tugas dengan lebih cepat”
(Wawancara oleh Hasan (Tim
Serang), pada tanggal 02 Februari 2016, jam 13:38 WIB di Alun-alun Timur Kota Serang)
Dari hasil wawancara tersebut dapat diketahui bahwa harapan tim pebersih yang ada di alun-alun tidak jauh berbeda dengan pelaksana lainnya. Agar masyarakat ikut turut serta menjaga kebersihan alun-alun dan juga penambahan sarana untuk mengefisienkan waktu.
Hal ini juga diungkapkan oleh I6-6 :
“Saya datang kesini untuk berolahraga, saya sering kesini saat malam hari bersama-sama teman saya untuk bermain basket. Harapan saya untuk alun-alun kedepannya semoga lebih diperhatikan lagi fasilitasnya, diperluas lagi lahannya karena saat malam Minggu lebih banyak lagi masyarakat yang datang dan penambahan pencahayaan di lapangan dan juga di area kolam yang saat ini kondisinya semakin memprihatinkan karena beberapa ubinnya retak-retak”. (Wawancara oleh Gilang Senja Tanggal 30 November 2015, Jam 18.45 WIB di Alun-alun Timur Kota Serang)
Dari hasil wawancara dengan pengunjung alun-alun Timur Kota Serang mengatakan bahwa harapannya untuk alun-alun Timur Kota Serang kedepannya dapat lebih memperhatikan lagi fasilitas-fasilitas yang teah disediakan, memperluas lahan alun-alun karena pada saat hari libur akan lebih banyak lagi masyrakat dan pengunjung yang akan datang, dan juga penambahan pencahayaan untuk lapangan dan juga sekitar kolam karena sangat gelap saat malam hari, dan pembenahan keramik-keramik yang sudah
mulai retak-retak karena dapat membahayakan pengunjung. Berikut adalah gambaran tempat duduk taman yang tersedia di alun-alun Timur Kota Serang.
Gambar 4.7
Gambaran Tempat Duduk Taman yang ada di Alun-alun Timur Kota Serang
Gambar diatas diambil oleh peneliti di alun-alun Tiur Kota Serang. Dari gambar ini terlihat jelas bagaimana kondisi dari tempat duduk taman yang mulai retak bahkan beberapa ubin disana sudah tidak berada di tempatnya. Kondisi ini juga semakin memprihatinkan karena kurangnya pencahayaan saat malam hari.
Harapan yang sama juga diungkapkan oleh I6-5 : “Saya datang kesini untuk rekreasi, harapan saya kedepan untuk alun-alun Timur Kota Serang ini semoga dapat menyediakan tempat sampah diluar alun-alun karena saya sempat kebingungan membuang tempat es dan puntung rokok saat diluar, dan penempatan fasilitasnya semoga lebih terkoordinir lagi karena sepertinya kurang tepat jika alat olahraga ini ada diatas tribun berkeramik” (Wawancara oleh Akhmad Atqo
tanggal 30 November 2015, jam 19.10 WIB di Alun-alun Timur Kota Serang)
Dari hasil wawancara oleh Akhmad Atqo mengatakan bahwa harapannya untuk alun-alun kedepan yaitu dapat membuat tempat sampah diluar alun-alun, karena sebagian masyrakat maupun pengunjung lainnya mengalami kesulitan menemukan tempat sampah dan membuang sampah milik mereka yang akhirnnya dibuang sembarangan. Dan fasilitas olahraga yang baru saja diberikan penempatannya kurang tepat karena berada di tribun yang berkeramik, yang biasanya disana banyak digunakan pengunjung yang bemain laptop dan internetan. Alat tersebut dapat membuat keramik-keramik menjadi tidak kuat penopang dan retak.
Hal ini ditanggapi oleh I2-2:
“Untuk alat olahraga yang baru, alat olahraga yang ada di tribune itu adalah hibahan dari BPJS Serang. Kami kira mereka ingin memberikan alat-alat outdoor. Namun ternyata alat-alat-alat-alat indoor, yang kemudian kami letakkan disana untuk menjaganya agar tetap terawat dan tidak cepat rusak terkena hujan dan panas matahari” (Wawancara oleh Bpk Sumardi selaku Sarana dan Prasarana Olahraga Dispora Kota Serang pada tanggal 11 Desember 2015 jam 11:49 WIB di Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Serang)
Dari hasil wawancara diatas dapat diketahui bahwa alat olahraga baru yang diberada di tribune alun-alun Timur
Kota Serang merupakan hibahan dari BPJS Serang, untuk menjaga alat-alat olahraga indoor tersebut agar tidak cepat rusak karena hujan dan panas matahari oleh karena itu ditempatkan di tribune. Berikut gambaran fasilitas olahraga yang ada di tribune alun-alun Timur Kota Serang:
Gambar 4.8
Fasilitas Olahraga dari BPJS Serang Gambar diatas diambil oleh peneliti di alun-alun Timur Kota Serang. Dari gambar diatas dapat diketahui bahwa fasilitas alat olahraga dari BPJS diletakkan diatas tribune alun-alun Timur Kota Serang yang sering digunakan pengunjung untuk bermain laptop.
Dapat dilihat dari analisis wawancara peneliti bahwa kemampuan pegawai sudah sangat cukup untuk melaksanakan Perda K-3 ini, pemahaman pelaksana kebijakan oleh para agen pelaksana juga sudah dipahami dan dimengerti oleh seluruh pegawai dan juga pelaksana
lainnya. Harapan para agen pelaksana juga sudah sesuai dengan visi Kota Serang dan juga tujuan dari Perda K-3. Dalam hal ini sikap para pelaksana merespon dengan baik Peraturan Daerah Kota Serang Nomor 10 Tahun 2010 Mengenai Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K-3) di alun-alun Timur Kota Serang.
Namun ada beberapa aspek yang mungkin masih luput dari perhatian para pelaksana yang juga dampaknya dirasakan oleh beberapa masyarakat dan pengunjung karena mereka yang secara langsung merasakan. Harapan masyarakat juga sejalan dengan harapan para pelaksana untuk mewujudkan keindahan dan juga kenyamanan ruang public dalam Peraturan Daerah Kota Serang Nomor 10 Tahun 2010 Tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K-3) di Alun-alun Timur Kota Serang.