DESKRIPSI TEORI, KERANGKA BERFIKIR/ASUMSI DASAR PENELITIAN
HASIL PENELITIAN
4. GAMBARAN UMUM DINAS TATA KOTA KOTA SERANG Berdasarkan Peraturan Pemerintah Daerah Kota Serang Nomor 14
4.2 Deskripsi Data
4.2.2 Analisis DataPenelitian
4.2.2.1 Standar dan sasaran kebijakan
Pemahaman tentang maksud umum dari suatu standar dan tujuan kebijakan adalah penting. Implementor bisa jadi gagal dalam melaksanakan kebijakan, dikarenakan mereka menolak atau tidak mengerti apa yang menjadi tujuan suatu kebijakan.
Dari hasil wawancara penelti dapat diketahui bahwa pada dasarrnya Perda Kota Serang Nomor 10 Tahun 2010 Tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan Kota Serang adalah untuk mewujudkan visi Kota Serang dan Dinas Tata Kota – Kota Serang sebagai salah satu dari pelaksana Perda tersebut. Untuk menjadikan Kota Serang menjadi Kota Madani dan menjunjung tinggi ketertiban, kebersihan dan keindahan. Maka dilakukan pengaturan dan penataan wilayah Kota Serang. Meski belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat namun pemerintah telah berusaha untuk menciptakan ruang public yang nyaman dan aman untuk masyarakat Kota Serang. Hal ini diungkapkan oleh I3:
“Pemerintah sudah berusaha untuk menyediakan ruang public untuk masyarakat Serang, walaupun belum cukup untuk menampung dan meenuhi kebutuhan masyarakat akan tempat yang nyaman untuk berkumpul namun pemerintah tetap terus berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk tujuan bersama seperti Visi Kota Serang bersama Bapak Walikota” (Wawancara oleh Bpk.Sigit
Julian selaku Kasi DTK Kota Serang pada tanggal 25 November 2015, jam 11:17 WIB di Dinas Tata Kota – Kota Serang.)
Dari hasil wawancara tersebut dapat diketahui standar dan sasaran dari suatu kebijakan harus dipahami oleh seluruh pelaksana yang terlibat dalam kebijakan Perda tersebut. Dalam hal ini standar dan sasaran dari Perda Nomor 10 Tahun 2010 Tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K-3) sudah cukup dipahami dan dimengerti oleh para implementor. Seperti yang diungkapkan oleh I1-1 :
“Kalau menurut saya yang namanya Undang-Undang, kebijakan atau peraturan lainnya yang sudah sah, bagaimanapun juga harus mengetahui apa saja isi dan tujuan dari Perda tersebut. Walaupun pelaksana belum pernah membaca dari kebijakan tersebut. Tetapi mereka dituntut untuk mengetahui dan mencari tahu serta memahami isi serta tujuan dari kebijakan yang sudah dibuat” (Wawancara oleh Bpk. Abdul Khodir selaku Kasi Pertamanan dan Pemakaman Kota Serang, Pada tanggal 8 Oktober 2015, jam 11:35 WIB di Kantor Bidang Pertamanan dan Pemakaman Kota Serang)
Dari hasil wawancara diatas dapat kita ketahui bahwa undang-undang atau kebijakan yang sudah dibuat para implementor harus mengetahui isi dan tujuan dari kebijakan tersebut dengan mencari tahu dan juga memehami isi dan juga sasaran dari peraturan yang sudah sah. Hal yang sama juga diungkapkan I2-1 dan I2-2:
“Kalau untuk pemhaman kita hanya mengetahui mengenai apa yang harus dilakukan saja, untuk pemehaman lebihnya ada di Dinas Tata Kota – Kota Serang. Sedangkan Dispora sendiri hanya pngelolaan
fasilitasnya saja. Tapi sejauh ini kami sudah memahami”. (Wawancara oleh Bpk Sumardi pada tanggal 23 November 2015, jam 14:43 WIB di Kantor Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Serang) Dari hasil wawancara tersebut dapat diketahui bahwa pemahaman isi dari kebijakan Perda K-3 telah dipahami dan dijalankan oleh Dispora, namun untuk pemahaman lebih mendalamnya dipahami di Dinas Tata Kota –Kota Serang. Hal tersebut juga disampaikan oleh I5:
“Untuk pemehaman K-3 itu sendiri sudah cukup paham, mengingat perda ini sudah berjalan mulai dari tahun 2011. Dan kami juga termasuk salah satu penegak dari kebijakan tersebut”. (Wawancara oleh Bpk. Bambang Gartika Toyib selaku Kabid Penegakan Satpol-PP Kota Serang pada tanggal 27 November 2015 jam 10:53 WIB di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kota Serang)
Dari wawancara tersebut dapat diketahui bahwa Satpol-PP sebagai penegak kebijakan sudah cukup paham mengenai K-3. Karena sudah berjalan cukup lama yaitu mulai dari tahun 2011.
Standar dan tujuan kebijakan juga dapat dilihat dari kinerja para pelaksana implementasi yaitu penilalian atas tingkat tercapainya standar dan sasaran tujuan tersebut dan sudah sejauh mana tindakan para pelaksana terkait dalam mencapai tujuan dari Peraturan tersebut. Hal ini di ungkapkan oleh I2.1 :
“Secara teknis untuk Dispora sendiri sudah melakukan yang terbaik, secara pengelolaannya, kita berangkat dari landasan hukum tentang status penggunaan barang milik daerah Kota Serang, pada Surat Keputusan Walikota No.031/Kep.45-Hub/2009 tentang penetapan status penggunaan barang milik daerah Kota Serang pada Dispora Kota Serang. Tetapi dalam kasus alun-alun
Timur ini ada juga spot-spot yang menjadi tanggung jawab Dinas Tata Kota. Secara De Jure pengelolaan fasilitas tersebut menjadi kewenangan kami, kami sangat memperhatikan keamanan dan kenyamanan. Oleh karena itu secara rutin dan berkala kami melakukan monitoring. Fasilitas yang berada di alun-alun Timur Kota Serang dibuat untuk digunakan bersama sebagai fasilitas public”. (Wawancara oleh Bpk Amirul Mukminin pada tanggal 19 November 2015, jam 13:49 WIB di Kantor Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Serang)
Dari hasil wawancara tersebut dapat diketahui bahwa kepemilikan fasilitas yang ada di alun-alun Timur Kota Serang dimiliki oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Serang. Fasilitas tersebut dibuat untuk kepentingan bersama dan pengelolaannya dilakukan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata.
Hal yang sama juga ditanggapi oleh Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Serang dalam melaksanakan peran dan tanggung jawabnya sebagai pelaku pelaksana dalam Peraturan Daerah Kota Serang Nomor 10 Tahun 2010 Mengenai Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K-3) di alun-lun Timur Kota Serang I1-1:
“ Sejauh ini kami sudah melakukan yang terbaik karena DKP hanya mengurusi pemeliharaan tamannya saja, namun untuk sarana prasarana yang ada di alun-alun Timur Kota Serang merupakan kepunyaan Dispora, bahkan untuk alat permainan yang ada disana secara fisik fasilitas yang ada disana sebagian besar dimiliki oleh Dispora, kita hanya merawat tanaman sekitarnya saja, adapun kekurangan mengenai perawatan fasilitas kita tidak bisa ikut campur karena tidak mempunyai hak dan dananya. Seperti tugu pahlawan yang berada di tengah alun-alun Barat dan alun-alun Timur yang sudah tidak sehat lagi fisiknya, namun kami tidak bisa mengecatnya walaupun bisa, karena tugu tersebut kepunyaan TNI jadi
kita hanya bisa merapikan taman dan tanaman di sekitar tugu saja agar tidak terlihat kumuh dan berbau tidak sedap. Termasuk juga kolam yang ada di alun-alun Timur Kota Serang merupakan kepunyaan Dispora namun mau tidak mau kita juga yang merawatnya karena kondisi fisiknya yang mencemaskan. Jadi kamilah yang merawatnya dari Dinas Pertamanan Kota Serang”.
(Wawancara oleh Bpk Abdul Kodir pada tanggal 8 Oktober 2015 jam 11:35 WIB di Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kota Serang)
Dari hasil wawancara tersebut dapat kita ketahui bahwa Dinas Pertamanan Kota Serang bertanggung jawab atas perawatan pertamanan dan tanaman yang ada di alun-alun Timur Kota Serang. Untuk perawatan fasilitas Dinas Pertamanan Kota Serang tidak bisa ikut campur dalam menanganinya karena diluar tanggung jawab mereka. Seperti tugu pahlawan yang fisiknya sudah tidak sehat lagi dan juga kolam-kolam yang ada di alun-alun Timur Kota Serang. Bisa diperbaiki namun tidak memiliki kuasa dan dana untuk membenahi dan memperbaikinya. Berikut adalah gambaran kondisi tugu yang ada di alun-alun Kota Serang.
Gambar 4.2
Gambar diatas diambil oleh peneliti di alun-alun Kota Serang, seperti inilah kondisi tugu yang ada. Berlumut dan banyak coretan di setiap sisinya. Dan jika lebih didekati lagi akan tercium aroma yang tidak sedap akibat perbuatan masyarakat yang tidak bertanggung jawab.
Dari wawancara kedua Pelaksana Perda (K-3) tersebut diatas dapat kita temukan perbedaan pendapat ditiap badan pelaksana, yang sama-sama mengatakan bahwa sudah melakukan yang terbaik. Namun pada kenyataannya ada saja pelaksana yang benar-benar melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan benar dan ada juga yang tidak. Sedangkan kekurangan dari pelaksana lain tertutupi oleh pelaksana lainnya, yang seharusnya bukan bagian dari tanggung jawabnya secara financial maupun pelaksanaannya. Hal ini juga di temukan di agen pelaksana lainnya, yang diterangkan oleh I4 :
“Sejauh ini Dinas Kebersihan Kota Serang sudah melakukan pencapaian sebaik mungkin, karena kita hanya bertanggung jawab atas kebersihannya saja. Setiap hari kami melakukan penyapuan jalan juga termasuk alun-alun Kota Serang. Kemudian di kumpulkan di TPSA. Untuk alun-alun sendiri terbagi menjadi 2 SKPD, alun-alun Barat dari kebersihan Pemerintah Kabupaten Serang, dan alun-alun Timur dari kebersihan Pemerintah Kota Serang. Walaupun berbeda nemun pembuangan tetap ke kontainer yang dimiliki Pemerintah Kota Serang. Karena setiap Sabtu dan Minggu dari pihak kebersihan Pemerintah Kabupaten Serang libur namun dari kebersihan Pemerintah Kota Serang tidak ada hari libur, sehinga untuk hari libur dari Kebersihan Pemerintah Kota Serang juga ikut membersihkan alun-alun Barat yang setiap weekend selalu ada acara dan
pasar malam. Untuk alun-alun Timur Kota Serang kami memiliki tim khusus. Sedangkan untuk sanksi membuang sampah sembarangan dikenakan denda sebesar Rp 50.000-, namun tidak ada ketegasan. Untuk penindakan sanksi tersebut oleh Satpol-PP, namun hingga saat ini tidak ada ketegasan dan sanksi yang tegas dari Satpol-pp. Masyarakat umumnya membuang sampah sembarangan saat subuh sedangkan Satpol-PP datangnya dan mulai beroperasi saat pagi menjelang siang. Jelas saja pelanggar tersebut tidak terkena sanksi dan terus melakukannya berulang-ulang kali”. (Wawancara oleh Bpk Wasid selaku Kasi Operasional dan Angkutan Kebersihan Kota Serang pada tanggal 26 November 2015 jam 10:45 WIB di Kantor Bidang Kebersihan Kota Serang – DTK Kota Serang)
Dari hasil wawancara tersebut dapat kita ketahui bahwa Dinas Kebersihan Kota Serang sudah berupaya penuh untuk melaksanakan tugasnya. Mereka juga memiliki tim khusus untuk membersihkan alun-alun Timur Kota Serang. Karena terdapat 2 (Surat Keputusan Pemerintah Daerah) SKPD di wilayah yang sama namun Dinas Kebersihan Kota Serang tetap ikut menjaga dalam hal kebersihan yang ada di Kota Serang. Dari wawancara tersebut juga kita temukan bahwa terdapat denda sebesar Rp 50.000 -, untuk pelanggar sanksi kebersihan seperti buang sampah sembarangan yang dilaksanakan oleh Satpol-PP Kota Serang.
Dalam hal penegakan sanksi dikatakan Oleh I5 :
“Sejauh ini kami dari Satpol-PP Kota Serang sudah berusaha yang terbaik, mulai dari penataan para PKL yang ada disekitar alun-alun Kota Serang hingga merapikan bangunan-bangunan tak layak ataupun tak memiliki izin resmi dari pemerintah setempat. Namun untuk penegakan pelanggaran atau sanksi bagi para masyarakat yang membuang sampah sembarangan dengan mengenakan denda sebesar Rp 50.000-, belum
bisa kami laksanakan. Sejauh ini kami hanya akan memberikan sanksi berupa teguran saja, dikarenakan sanksi tersebut tidak bisa diterima oleh masyarakat yang akhirnya akan melawan petugas. Sedangkan untuk menjaga para PKL yang membandel di sekitar alun-alun Timur Kota Serang mereka memperainkan para petugas kami. Kita jaga di bagian Barat mereka datang dari bagian Selatan. Kita juga tidak bisa menjaga 24 jam nonstop disetiap bagian alun-alun karena masih ada wilayah yang harus kami jaga dan bereskan, sehingga kami tidak bisa maksimal mengawasi PKL yang membandel di sekitar alun-alun Timur Kota Serang”.
(Wawancara oleh Bpk Bambang Gartika Toyib selaku Kabid Penegakan Satpol-PP Kota Serang pada tanggal 27 November 2015 jam 10:53 WIB di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kota Serang)
Dari hasil wawancara tersebut dapat kita pahami bahwa Satpol-PP Kota Serang sebagai penegak Peraturan Daerah Kota Serang Nomor 10 Tahun 2010 Mengenai Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K-3) yang mempunyai wewenang untuk memberikan sanksi bagi pelanggar peraturan seperti buang sampah sembarangan belum mampu memberikan denda Rp 50.000-, untuk para pelanggar, selama ini sanksi yang digunakan hanya sebatas sanksi ringan seperti teguran. Para PKL yang ditertibkan pun tetap saja membandel dan selalu memiliki cara untuk kembali. Berikut adalah tabel sanksi/denda dari pelanggaran Perda Kota Serang No.10 Tahun 2010 Tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan:
Tabel 4.5
Ketentuan Pidana Perda Kota Serang No.10 Tahun 2010Tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan NO
URUT PELANGGARAN TERHADAP KEWAJIBAN, KEHARUSAN DAN LARANGAN
SANKSI/DENDA
1. Kewajiban memelihara bangunan dan perkarangan dengan cara mengapur, mengecat pagar, benteng, bangunan bagian luar
secara berkala dan
berkesinambungan.
Rp 50.000-, (Lima Puluh Ribu Rupiah)
2. Membuang benda yang berbau busuk yang dapat mengganggu sekitar
Rp 50.000-, (Lima Puluh Ribu Rupiah) 3. Mengotori permukaan jalan,
drainase, jalur hijau dan fasilitas umum lainnya
Rp 100.000-, (Seratus Ribu Rupiah) 4. Berusaha atau berdagang ditrotoar,
jalan atau badan jalan, taman jalur hijau dan tempat-tempat lain yang bukan peruntukannya
Rp 100.000-, (Seratus Ribu Rupiah) 5. Mendirirkan kios dan berjualan di
trotoar, taman dan jalur hijau Rp 2.000.000 -, (Dua Juta Rupiah)
(Sumber : Perda Kota Serang No.10 Tahun 2010)
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa setiap pelanggaran terhadap Perda Kota Serang No.10 Tahun 2010 Tentang K-3 pada Pasal 29 mempunyai sanksi/denda dari masing-masing pelanggran yang sudah ditetapkan.
Dari hasil wawancara peneliti dapat diketahui bahwa tiap pelaksana sudah memaksialkan pelaksanaan Perda dengan caranya masing-masing. Karena banyaknya para implemetor yang terlibat dalam melaksanakan kebijakan ini maka diperlukannya kesamaan pendapat dalam pelaksanaan dalam Peraturan mengenai (K-3) ini
untuk mewujudkan dan juga mensukseskan tujuan dari kebijakan yang dimaksud.
Untuk melakukan pengawasan dan perbaikan di alun-alun Timur Kota Serang dibutuhkan 5 petugas dari tim pembersih Dinas Kebersihan Kota Serang, yang dimana 2 petugas untuk menyapu bagian dalam alun-alun. Dan 3 petugas lainnya menyapu bagian luar dari alun-alun. Di butuhkan 3-5 petugas dan 1 armada siram dari dinas Kebersihan Pertamanan Kota Serang untuk merawat dan menyiram tanaman yang ada di alun-alun Timur Kota Serang. Kemudian 1 petugas kontroling untuk fasilitas yang ada di Alun-alun Timur dari Dispora Kota Serang. Dan 2-3 petugas dari Satpol-PP Kota Serang untuk mengawasi kawasan alun-alun Timur di Kota Serang.