• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DATA

5.3. Respon Peserta BPJS Kesehatan Mandiri Terhadap

5.3.2. Sikap

1. Keberadaan RSUD Lukas Hilisimaetano sebagai Partner BPJS Kesehatan Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan di lapangan oleh peneliti mengenai sikap responden terhadap keberadaan RSUD Lukas Hilisimaetano sebagai partner BPJS Kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan, keseluruhan responden menjawab setuju atas hal tersebut. Menurut hasil observasi dan wawancara peneliti dengan beberapa responden, sikap responden yang demikian dikarenakan RSUD Lukas Hilisimaetano yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan sangat membantu responden dalam menikmati pelayanan kesehatan tingkat lanjutan yang dibutuhkan apabila pelayanan kesehatan primer tidak mampu menangani penyakit yang diderita. Selain itu, dapat membantu responden dalam menghadapi biaya kesehatan karena telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan (dengan syarat membayar iuran/bulan/orang sesuai kemampuan). Hal ini didasari ketika responden tiba-tiba terserang penyakit dan harus berobat ke Rumah Sakit, responden tidak perlu memikirkan biaya kesehatan dan tidak perlu merasa cemas.

98 2. Pemberian Obat oleh Dokter

Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan di lapangan oleh peneliti mengenai tanggapan responden bahwa pemberian obat oleh dokter dalam pelayanan kesehatan telah berhasil meningkatkan kesembuhan peserta, yaitu keseluruhan responden menjawab setuju atas hal tersebut. Menurut hasil kuesioner dan wawancara peneliti dengan beberapa responden diketahui bahwa tanggapan responden yang demikian alasannya adalah karena mereka sudah pernah merasakan kesembuhan dari penyakit yang diderita setelah mengkonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter di RSUD Lukas Hilisimaetano. Ketika diserang penyakit yang sama seperti sebelumnya, mereka menganggap hal itu terjadi karena kelalaian diri sendiri yang tidak menjaga kondisi kesehatan dengan baik, bukan karena obat yang dikonsumsi sebelumnya atas resep dokter tidak mujarab untuk menyembuhkan penyakitnya. Sehingga, responden setuju bahwa pemberian obat yang diberikan oleh dokter bermanfaat untuk memulihkan kembali atau menyembuhkan kondisi kesehatan yang sebelumnya sakit.

3. Proses Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan

Data distribusi responden berdasarkan proses pelaksanaan pelayanan kesehatan bagi peserta di RSUD Lukas Hilisimaetano disajikan dalam tabel 5.16 berikut ini :

99 Tabel 5.16

Distribusi berdasarkan Proses Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan bagi Peserta di RSUD Lukas Hilisimaetano

No. Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)

1. 2. 3. Baik Kurang Baik Tidak Baik 37 1 14 71,15 1,92 26,92 Jumlah 52 100,00 Sumber : Kuesioner, 2015

Kesembuhan pasien merupakan hal yang penting dalam mengukur kualitas pelayanan kesehatan Rumah Sakit. Berdasarkan data yang disajikan dalam tabel 5.14 menunjukkan bahwa terdapat 37 responden yang memberikan tanggapan baik terhadap proses pelaksanaan pelayanan kesehatan di RSUD Lukas Hilisimaetano. Indikator proses pelaksanaan pelayanan kesehatan yang baik meliputi tingginya angka kesembuhan pasien, rendahnya efek samping yang dialami, rendahnya kematian pasien, dan tingginya angka kepuasan pasien. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti dengan beberapa responden, sebagian besar responden berpendapat bahwa proses pelayanan kesehatan di RSUD Lukas Hilisimaetano sudah sesuai dengan indikator. Sehingga, mereka memberikan tanggapan yang baik terhadap proses pelaksanaan pelayanan kesehatan bagi peserta yang dilaksanakan di RSUD Lukas Hilisimaetano.

Tabel di atas juga menyajikan data dimana terdapat 1 responden yang memberikan tanggapan kurang baik. Proses pelayanan kesehatan yang kurang baik dalam hal ini maksudnya yaitu ada hal-hal yang tidak sesuai dengan indikator. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan responden, hal yang tidak

100

sesuai tersebut adalah rendahnya angka kesembuhan dan kepuasan pasien. Responden tidak merasakan adanya tingkat kesembuhan yang dialami setelah 3 kali melakukan proses pelayanan kesehatan di RSUD Lukas Hilisimaetano. Sehingga hal ini berpengaruh pada rendahnya tingkat kepuasan responden terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan oleh dokter dan petugas kesehatan lainnya. Hal inilah yang menyebabkan responden memberikan tanggapan kurang baik terhadap proses pelaksanaan pelayanan kesehatan.

Responden yang memberikan tanggapan tidak baik terhadap proses pelaksanaan pelayanan kesehatan, yaitu berjumlah 14 orang. Proses pelaksanaan pelayanan kesehatan yang tidak baik berarti secara keseluruhan tidak memenuhi indikator. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti, sikap responden yang demikian didukung alasan yang kuat yaitu alat-alat medis di RSUD Lukas Hilisimaetano masih kurang lengkap, sehingga proses pelaksanaan pelayanan kesehatan yang dikerjakan tidak maksimal. Selain karena kurangnya kelengkapan alat-alat medis, alasan lainnya yaitu dalam proses pelaksanaan pelayanan kesehatan tidak tersedia dokter spesialis yang memadai untuk menangani berbagai macam penyakit. Tersedia atau tidak tersedianya dokter spesialis di setiap Rumah Sakit juga menjadi tolak ukur untuk menilai kualitas dari pelayanan kesehatan yang dilaksanakan.

3. Kesesuaian Pelayanan Kesehatan dengan Kebutuhan Peserta

Data distribusi responden berdasarkan kegiatan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh dokter di RSUD Lukas Hilisimaetano sudah sesuai dengan kebutuhan peserta disajikan dalam tabel 5.17 berikut ini :

101 Tabel 5.17

Distribusi berdasarkan Kegiatan Pelayanan Kesehatan oleh Dokter Sudah Sesuai dengan Kebutuhan Peserta

No. Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)

1. 2. 3. Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju 13 17 22 25 32,69 42,31 Jumlah 52 100,00 Sumber : Kuesioner, 2015

Berdasarkan data yang disajikan dalam tabel 5.17 dapat diketahui bahwa responden mempunyai sikap yang berbeda-beda tentang pelayanan kesehatan yang diberikan oleh dokter sudah sesuai dengan kebutuhan. Sikap setuju berjumlah 13 responden. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara terhadap beberapa responden yang mempunyai sikap ini alasannnya adalah karena setiap mereka menerima pelayanan kesehatan dari dokter atau petugas lainnya di RSUD Lukas Hilisimaetano sudah sesuai dengan kebutuhan. Kebutuhan yang dimaksud dalam hal ini adalah dari kebutuhan akan penjelasan dokter tentang penyakit yang dideritanya, kesigapan dokter dalam memberikan pelayanan, dan kebutuhan rasa nyaman ketika sedang menerima pelayanan kesehatan. Sehingga, responden ini memiliki sikap setuju bahwasanya kegiatan pelayanan kesehatan oleh dokter sudah sesuai dengan kebutuhan.

Responden yang memiliki sikap kurang setuju yaitu 17 orang. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan responden yang memiliki sikap kurang setuju bahwa kegiatan pelayanan kesehatan oleh dokter sudah sesuai kebutuhan, alasan mereka adalah karena dokter di RSUD Lukas Hilisimaetano

102

kurang disiplin dalam hal waktu. Responden yang pada saat itu membutuhkan pertolongan medis, namun dokternya belum datang, sehingga, responden tidak bisa langsung ditangani penyakitnya dan harus menunggu beberapa menit atau jam kemudian untuk menerima pelayanan kesehatan oleh dokter. Hal ini yang menyebabkan responden kurang setuju bahwa pelayanan kesehatan oleh dokter sudah sesuai dengan kebutuhan.

Responden yang tidak setuju sedikit lebih banyak dari responden yang kurang setuju, yaitu 22 responden. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa responden yang tidak setuju, alasan mereka adalah tenaga dokter spesialis di RSUD Lukas Hilisimaetano. Selama ini responden hanya ditangani oleh dokter umum saja, sehingga kebutuhan responden untuk berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis yang ahli dibidangnya tidak dapat terealisasi. Sebagian responden berharap di RSUD Lukas Hilisimaetano tersedia Dokter Spesialis yang ahli dibidangnya. Hal ini merupakan salah satu kebutuhan yang segera mungkin harus diperhatikan dan dipenuhi oleh RSUD Lukas Hilisimaetano.

4. Konsultasi Medis oleh Dokter

Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan di lapangan oleh peneliti mengenai sikap responden terhadap kegiatan konsultasi medis oleh dokter di RSUD Lukas Hilisimaetano telah bermanfaat untuk meningkatkan kondisi kesehatan, yaitu keseluruhan responden menjawab setuju atas hal tersebut. Konsultasi medis dalam hal ini meliputi penjelasan dokter tentang penyebab penyakit yang diderita oleh pasien, proses penyembuhan yang harus dilakukan oleh pasien untuk sembuh dari penyakitnya, dan pemberian resep

103

obat kepada pasien untuk mengurangi rasa sakit sampai pasien sembuh total. Hasil kuesioner dan wawancara peneliti dengan beberapa responden, diketahui bahwasanya sikap responden yang demikian didukung oleh cara dokter menyampaikan masalah kesehatan yang dihadapi responden sangat baik, sehingga dapat dimengerti dan dipahami dengan jelas oleh responden. Hasil konsultasi ini kemudian menjadi suatu pola hidup yang dipercaya oleh responden untuk dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kondisi kesehatan yang lebih baik.

6. Kesejahteraan Peserta

Data distribusi responden berdasarkan pelaksanaan pelayanan kesehatan di RSUD Lukas Hilisimaetano telah berhasil meningkatkan kesejahteran peserta disajikan dalam tabel 5.18 berikut ini :

Tabel 5.18

Distribusi berdasarkan Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan telah Berhasil Meningkatkan Kesejahteraan Peserta

No. Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)

1. 2. Setuju Tidak Setuju 34 18 65,38 34,62 Jumlah 52 100,00 Sumber : Kuesioner, 2015

Berdasarkan data yang disajikan dalam tabel 5.18 diketahui mayoritas responden mempunyai sikap setuju bahwa pelaksanaan pelayanan kesehatan di RSUD Lukas Hilisimeatano telah berhasil meningkatkan kesejahteraan. Berdasarkan hasil kuesioner dan wawancara peneliti dengan beberapa responden yang mempunyai sikap setuju, alasannya adalah apabila tidak terdapat sarana dan

104

prasarana kesehatan di daerah mereka maka kesejahteraan mereka pun terancam. Mereka sadar bahwa kesehatan merupakan hal yang penting, sebab kondisi yang sehat mendukung produktivitas yang tinggi pula. Produktivitas yang tinggi akan berdampak pada hasil kerja yang memuaskan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Apabila kebutuhan hidup terpenuhi, maka kesejahteraan hidup pun semakin meningkat.

Responden yang tidak setuju bahwa pelaksanaan pelayanan kesehatan telah berhasil meningkatkan kesejahteraan peserta, yaitu berjumlah 18 orang. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan beberapa responden yang tidak setuju, peneliti mengambil kesimpulan bahwa responden yang demikian tidak memahami konsep kesejahteraan yang sebenarnya. Mereka hanya mengetahui bahwa kesejahteraan terjadi apabila semakin meningkatnya penghasilan sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidup. Padahal sebenarnya kesehatan juga merupakan hal yang penting, bagaimana seseorang memiliki penghasilan yang besar jika kondisi kesehatannya tidak baik. Pemahaman yang demikian terjadi karena rendahnya pendidikan dan kurangnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan agar tetap mendukung produktivitas yang tinggi pula.

7. Kepuasan Peserta

Data distribusi responden berdasarkan pelaksanaan pelayanan kesehatan di RSUD Lukas Hilisimaetano telah berhasil meningkatkan kepuasan peserta disajikan dalam tabel 5.19 berikut ini :

105 Tabel 5.19

Distribusi berdasarkan Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan telah Berhasil Meningkatkan Kepuasan Peserta

No. Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)

1. 2. 3. Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju 13 22 17 25 42,31 32,69 Jumlah 52 100,00 Sumber : Kuesioner, 2015

Berdasarkan data yang disajikan dalam tabel 5.19 diketahui bahwa responden mempunyai sikap yang berbeda-beda terhadap pelaksanaan pelayanan kesehatan di RSUD Lukas Hilisimeatano telah berhasil meningkatkan kepuasan peserta. Berdasarkan hasil kuesioner dan wawancara peneliti dengan beberapa responden yang mempunyai sikap setuju yakni berjumlah 13 orang, alasannya adalah karena pelayanan kesehatan yang diberikan oleh dokter dan petugas kesehatan lainnya meningkatkan angka kesembuhan pasien serta rendahnya efek samping yang dialami oleh pasien pasca berobat ke Rumah Sakit. Hal ini tentu saja meningkatkan kepuasan pasien, sehingga responden memiliki sikap setuju bahwasanya pelaksanaan pelayanan kesehatan telah berhasil meningkatkan kepuasan peserta.

Responden yang kurang setuju bahwa pelaksanaan pelayanan kesehatan di RSUD Lukas Hilisimaetano telah berhasil meningkatkan kepuasan peserta, yakni berjumlah 22 responden. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti dengan beberapa responden yang kurang setuju, alasannya adalah karena tidak selalu responden mengalami kesembuhan total setelah memanfaatkan

106

pelayanan kesehatan yang diberikan oleh dokter, walaupun tidak ada efek samping yang dialami. Sehingga, responden merasa kurang puas terhadap pelayanan kesehatan tersebut. Hal inilah juga yang membuat responden kurang setuju bahwa pelaksanaan pelayanan kesehatan di RSUD Lukas Hilisimaetano telah berhasil meningkatkan kepuasan peserta.

Sebanyak 17 responden tidak setuju bahwa pelaksanaan pelayanan kesehatan di RSUD Lukas Hilisimaetano telah berhasil meningkatkan kepuasan peserta. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden yang tidak setuju, alasannya adalah karena penyakit yang diderita tidak sepenuhnya dapat ditangani oleh dokter di RSUD Lukas Hilisimaetano, sehingga harus dirujuk lagi ke Rumah Sakit lain yang memiliki ketersediaan obat-obatan, alat-alat medis yang lebih lengkap dan canggih serta dokter spesialis yang ahli dibidangnya. Hal inilah yang membuat responden tidak mendapatkan kepuasan dari pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh RSUD Lukas Hilisimetano.

8. Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan

Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan di lapangan oleh peneliti, keseluruhan responden memiliki sikap setuju bahwa pelaksanaan pelayanan kesehatan di RSUD Lukas Hilisimaetano perlu ditingkatkan mutu pelayanannya. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti dengan beberapa responden, adapun pelaksanaan pelayanan kesehatan yang perlu dibenahi yaitu baik dari segi fisik maupun manajemen pelayanan rumah sakit. Dari segi fisik yang terutama ketersediaan obat-obatan dan

107

kelengkapan alat-alat kesehatan atau medis yang mendukung terlaksananya pelayanan kesehatan yang maksimal bagi pasien.

Manajemen pelayanan kesehatan rumah sakit perlu dibuatnya suatu peraturan yang lebih membangun kedisiplinan petugas rumah sakit, tidak hanya kedisiplinan dalam waktu, tetapi dari kedisiplinan penampilan dan kerapian juga penting. Selain itu, ketersediaan dokter baik umum dan spesialis haruslah memadai, sehingga kualitas konsultasi medis dan pengobatan yang diberikan pun semakin tinggi, yang kemudian akan menambah tingkat kepuasan pasien dan berpengaruh juga pada peningkatan tipe Rumah Sakit.

Dokumen terkait