BAB IV. PELAKSANAAN PENELITIAN, KELAYAKAN
C. Deskrispi Data
3. Sikap Tanggung Jawab Siswa Sebelum
Pengambilan data sikap tanggung jawab sebelum dilaksanakannya pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan menggunakan kuesioner. Jumlah pernyataan kuesioner ada 20 butir pernyataan. Nilai yang diperoleh adalah :
Tabel 4.8 Data Skor Kuesioner Sikap Tanggung Jawab Siswa Sebelum Penggunaan Model STAD
Siswa Skor Nilai Kategori Siswa Skor Nilai Kategori
S2 57 71.25 T S15 62 77.50 T S3 69 86.25 ST S16 63 78.75 T S4 59 73.75 T S17 71 83.75 ST S5 61 76.25 T S18 62 77.50 T S6 59 73.75 T S19 63 78.75 T S7 62 77.50 T S20 52 65.00 T S8 62 77.50 T S21 59 73.75 T S9 65 81.25 ST S22 64 80.00 T S10 69 86.25 ST S23 63 78.75 T S11 70 87.50 ST S24 60 75.00 T S12 56 70.00 T S25 67 83.75 ST S13 63 78.75 T b. Statistik
Data tersebut dapat diringkas sebagai berikut:
Tabel 4.9 Statistik Kuesioner Sikap Tanggung Jawab Siswa Sebelum Penggunaan Model STAD
Mean : 77.7 Nilai Terendah : 65
Median : 77.5 Nilai Tertinggi :87.5
Modus : 78.75
c. Kategori
Dalam kasus ini akan diambil 4 kategori sikap. Berikut ini tabel distribusi frekuensi berdasarkan rumusan di bab III:
Tabel 4.10 Distribusi Frekuensi Kuesioner Sikap Tanggung Jawab Siswa Sebelum Penggunaan Model STAD
Kategori Skor Frekuensi Persentase
Sangat Rendah 25 – 43.74 - -
Rendah 43.75 – 62.49 - -
Tinggi 62.50 – 81.24 19 76%
Sangat Tinggi 81.25 – 100 6 24%
Gambar 4.1 Histogram Distribusi Frekuensi Kuesioner Sikap Siswa Sebelum Penggunaan Model STAD
Gambar 4.1 menunjukkan bahwa sikap tanggung jawab siswa sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan kategori tinggi lebih banyak dari kategori sangat tinggi. Dari tabel 4.10 dapat dilihat untuk kategori sangat rendah dan rendah tidak ada atau 0%, sedangkan untuk kategori tinggi 76% dan kategori sangat tinggi 24%. Secara keseluruhan atau rata-rata sikap tanggung jawab keseluruhan siswa adalah 77.7 Sehingga kategori sikap tanggung jawab siswa sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah tinggi.
4. Sikap Tanggung Jawab Siswa Sesudah Penggunaan Model STAD a. Data Mentah
Pengambilan data sikap tanggung jawab sesudah dilaksanakannya pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran
kooperatif tipe STAD dengan menggunakan kuesioner. Jumlah pernyataan kuesioner ada 30 butir pernyataan. Nilai yang diperoleh adalah :
Tabel 4.11 Data Skor Kuesioner Sikap Tanggung Jawab Siswa Sesudah Penggunaan Model STAD
Siswa Skor Nilai Kategori Siswa Skor Nilai Kategori
S1 102 85 ST S14 88 73.33 T S2 92 76.67 T S15 92 76.67 T S3 103 85.83 ST S16 87 72.5 T S4 94 78.33 T S17 104 86.67 ST S5 93 77.5 T S18 102 85 ST S6 82 68.33 T S19 85 70.83 T S7 93 77.5 T S20 79 65.83 T S8 103 85.83 ST S21 95 79.17 T S9 97 80.83 T S22 98 81.67 ST S10 92 76.67 T S23 93 77.5 T S11 89 74.17 T S24 102 85 ST S12 85 70.83 T S25 100 83.33 ST S13 85 70.83 T b. Statistika
Data tersebut dapat diringkas sebagai berikut:
Tabel 4.12 Statistik Skor Kuesioner Sikap Tanggung Jawab Siswa Sesudah Penggunaan Model STAD
Mean : 77.83 Nilai Terendah : 65.83
Median : 77.5 Nilai Tertinggi :86.67
Modus : 85 c. Kategori
Dalam kasus ini akan diambil 4 kategori sikap. Berikut ini tabel distribusi frekuensi berdasarkan rumusan di bab III:
Tabel 4.13 Distribusi Frekuensi Kuesioner Sikap Tanggung Jawab Siswa Sesudah Penggunaan Model STAD
Kategori Skor Frekuensi Persentase
Sangat Rendah 25 – 43.74 - - Rendah 43.75 – 62.49 - - Tinggi 62.50 – 81.24 17 68% Sangat Tinggi 81.25 – 100 8 32% Jumlah 25 100%
Gambar 4.2 Histogram Distribusi Frekuensi Kuesioner Sikap Siswa Sesudah Penggunaan Model STAD
Gambar 4.2 menunjukkan bahwa sikap tanggung jawab siswa sesudah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan kategori tinggi lebih banyak dari kategori sangat tinggi. Dari tabel 4.13 dapat dilihat untuk kategori sangat rendah dan rendah tidak ada atau 0%, sedangkan untuk kategori tinggi 68% dan kategori sangat tinggi 32%. Secara keseluruhan atau rata-rata sikap tanggung jawab keseluruhan siswa adalah 77.83 Sehingga kategori sikap tanggung jawab siswa sesudah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah tinggi.
5. Prestasi Belajar Sebelum Penggunaan Model STAD a. Data Mentah
Pengambilan data prestasi belajar sebelum dilaksanakannya pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan menggunakan nilai ulangan bilangan bulat yang dibuat oleh guru mata pelajaran. Siswa yang mengikuti ulangan berjumlah 25 siswa. Nilai yang diperoleh adalah :
Tabel 4.14 Data Prestasi Belajar Siswa Sebelum Penggunaan Model STAD
Siswa Nilai Kategori Siswa Nilai Kategori
S1 44 R S14 40 R S2 36 R S15 28 R S3 36 R S16 84 ST S4 80 ST S17 60 T S5 88 ST S18 28 R S6 56 T S19 20 SR S7 64 T S20 40 R S8 44 R S21 64 T S9 88 ST S22 95 ST S10 28 R S23 20 SR S11 0 SR S24 48 R S12 84 ST S25 36 R S13 95 ST b. Statistika
Data tersebut dapat diringkas sebagai berikut:
Tabel 4.15 Statistik Prestasi Belajar Siswa Sebelum Penggunaan Model STAD
Median : 44 Nilai Tertinggi :95 Modus : 36
c. Kategori
Dalam kasus ini akan diambil 4 kategori nilai prestasi belajar. Berikut ini tabel distribusi frekuensi berdasarkan rumusan di bab III:
Tabel 4.16 Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar Siswa Sebelum Penggunaan STAD
Kategori Skor Frekuensi Persentase
Sangat Rendah 0 – 24 3 12%
Rendah 25 – 49 11 44%
Tinggi 50 – 74 4 16%
Sangat Tinggi 75 – 100 7 28%
Jumlah 25 100%
Gambar 4.3 Histogram Distribusi Prestasi Belajar Siswa Sebelum Penggunaan Model STAD
Gambar 4.3 menunjukkan bahwa lebih dominan siswa dengan kategori rendah prestasi belajarnya sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Dari tabel 4.16 dapat dilihat untuk
kategori sangat rendah 12%, kategori rendah 44%, kategori tinggi 16%, dan kategori sangat tinggi 28%. Secara keseluruhan atau rata-rata prestasi belajar yang didapat siswa adalah 52.24 Sehingga kategori prestasi belajar siswa sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah rendah.
6. Prestasi Belajar Kuis 1 Saat Penggunaan Model STAD a. Data Mentah
Pengambilan data prestasi belajar kuis 1 saat dilaksanakannya pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Siswa yang mengikuti kuis 1 berjumlah 25 siswa. Nilai yang diperoleh adalah :
Tabel 4.17 Data Prestasi Belajar Kuis 1 Saat Penggunaan Model STAD
Siswa Skor Nilai Kategori Siswa Skor Nilai Kategori
S1 13 86.67 ST S14 14 93.33 ST S2 10 66.67 T S15 11.5 76.67 ST S3 10 66.67 T S16 15 100 ST S4 13 86.67 ST S17 15 100 ST S5 15 100 ST S18 3 20 SR S6 10 66.67 T S19 4 26.67 R S7 15 100 ST S20 6 40 R S8 5 33.33 R S21 15 100 ST S9 13 86.67 ST S22 15 100 ST S10 15 100 ST S23 5 33.33 R S11 2 13.33 SR S24 15 100 ST
Siswa Skor Nilai Kategori Siswa Skor Nilai Kategori
S12 15 100 ST S25 15 100 ST
S13 15 100 ST
b. Statistik
Data tersebut dapat diringkas sebagai berikut:
Tabel 4.18 Statistik Prestasi Belajar Kuis 1 Saat Penggunaan Model STAD
Mean : 75.87 Nilai Terendah : 13.33
Median : 86.67 Nilai Tertinggi : 100
Modus : 100
c. Kategori
Dalam kasus ini akan diambil 4 kategori nilai prestasi belajar. Berikut ini tabel distribusi frekuensi berdasarkan rumusan di bab III:
Tabel 4.19 Distribusi Frekuensi Prestasi Kuis 1 Penggunaan Model STAD
Kategori Skor Frekuensi Persentase
Sangat Rendah 0 – 24 2 8%
Rendah 25 – 49 4 16%
Tinggi 50 – 74 3 12%
Sangat Tinggi 75 – 100 16 64%
Gambar 4.4 Histogram Distribusi Prestasi Belajar Siswa Kuis I Saat Penggunaan Model STAD
Gambar 4.4 menunjukkan bahwa lebih dominan siswa dengan kategori sangat tinggi prestasi belajar kuis 1 saat menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD. Dari tabel 4.19 dapat dilihat untuk kategori sangat rendah 8%, kategori rendah 16%, kategori tinggi 12%, dan kategori sangat tinggi 64%. Secara keseluruhan atau rata-rata prestasi belajar yang didapat siswa adalah 75.87. Sehingga kategori prestasi belajar siswa kuis 1 saat menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah sangat tinggi.
7. Prestasi Belajar Kuis 2 Saat Penggunaan Model STAD a. Data Mentah
Pengambilan data prestasi belajar kuis 2 saat dilaksanakannya pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran
kooperatif tipe STAD. Siswa yang mengikuti kuis 2 berjumlah 25 siswa. Nilai yang diperoleh adalah :
Tabel 4.20Data Prestasi Belajar Kuis 2 Saat Penggunaan Model STAD
Siswa Skor Nilai Kategori Siswa Skor Nilai Kategori
S1 15 100 ST S14 15 100 ST S2 11 73.33 T S15 13 86.67 ST S3 14 93.33 ST S16 15 100 ST S4 15 100 ST S17 13 86.67 ST S5 13 86.67 ST S18 15 100 ST S6 15 100 ST S19 5 33.33 R S7 15 100 ST S20 14 93.33 ST S8 9 60 T S21 15 100 ST S9 13 86.67 ST S22 15 100 ST S10 15 100 ST S23 13 86.67 ST S11 6 40 R S24 15 100 ST S12 15 100 ST S25 15 100 ST S13 15 100 ST b. Statistik
Data tersebut dapat diringkas sebagai berikut:
Tabel 4.21 Statistik Prestasi Belajar Kuis 2 Saat Penggunaan Model STAD
Mean : 89.07 Nilai Terendah : 33.33
Median : 100 Nilai Tertinggi : 100
Modus : 100
c. Kategori
Dalam kasus ini akan diambil 4 kategori nilai prestasi belajar. Berikut ini tabel distribusi frekuensi berdasarkan rumusan di bab III:
Tabel 4.22 Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar Kuis 2 Siswa Saat Penggunaan Model STAD
Kategori Skor Frekuensi Persentase
Sangat Rendah 0 – 24 - - Rendah 25 – 49 2 8% Tinggi 50 – 74 2 8% Sangat Tinggi 75 – 100 21 84% Jumlah 25 100%
Gambar 4.5 Histogram Distribusi Prestasi Belajar Siswa Kuis II Saat Penggunaan Model STAD
Gambar 4.5 menunjukkan bahwa lebih dominan siswa dengan kategori sangat tinggi prestasi belajar kuis 2 saat menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD. Dari tabel 4.22 dapat dilihat untuk kategori sangat rendah 0%, kategori rendah 2%, kategori tinggi 2%, dan kategori sangat tinggi 84%. Secara keseluruhan atau rata-rata prestasi belajar yang didapat siswa adalah 89.07. Sehingga kategori prestasi belajar siswa kuis 2 saat menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah sangat tinggi.
8. Prestasi Belajar Sesudah Penggunaan Model STAD a. Data Mentah
Pengambilan data prestasi belajar sesudah dilaksanakannya pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan menggunakan nilai ulangan bilangan pecahan yang dibuat oleh peneliti yang sudah divalidasi pakar. Siswa yang mengikuti ulangan berjumlah 25 siswa. Nilai yang diperoleh adalah :
Tabel 4.23 Data Prestasi Belajar Sesudah Penggunaan Model STAD
Siswa Skor Nilai Kategori Siswa Skor Nilai Kategori
S1 41 91.11 ST S14 40 88.89 ST S2 15 33.33 R S15 25 55.56 T S3 21 46.67 R S16 42 93.33 ST S4 45 100 ST S17 43 95.56 ST S5 45 100 ST S18 28 62.22 T S6 42 93.33 ST S19 39 86.67 ST S7 45 100 ST S20 10 22.22 SR S8 21 46.67 R S21 45 100 ST S9 45 100 ST S22 45 100 ST S10 41 91.11 ST S23 20 44.44 R S11 3 6.67 SR S24 37.5 83.33 ST S12 45 100 ST S25 43 95.56 ST S13 45 100 ST b. Statistika
Tabel 4.24 Statistik Prestasi Belajar Siswa Sesudah Penggunaan Model STAD
Mean : 77.47 Nilai Terendah : 6.67
Median : 91.11 Nilai Tertinggi :100
Modus : 100
c. Kategori
Dalam kasus ini akan diambil 4 kategori nilai prestasi belajar. Berikut ini tabel distribusi frekuensi berdasarkan rumusan di bab III:
Tabel 4.25 Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar Siswa Sesudah Penggunaan STAD
Kategori Skor Frekuensi Persentase
Sangat Rendah 0 – 24 2 8%
Rendah 25 – 49 4 16%
Tinggi 50 – 74 2 8%
Sangat Tinggi 75 – 100 17 68%
Jumlah 25 100%
Gambar 4.6 Histogram Distribusi Prestasi Belajar Siswa Sesudah Penggunaan Model STAD
Gambar 4.5 menunjukkan bahwa lebih dominan siswa dengan kategori sangat tinggi prestasi belajarnya sesudah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Dari tabel 4.25 dapat dilihat untuk kategori sangat rendah 8%, kategori rendah 16%, kategori tinggi 8%, dan kategori sangat tinggi 68%. Secara keseluruhan atau rata-rata prestasi belajar yang didapat siswa adalah 77.47. Sehingga kategori prestasi belajar siswa sesudah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah sangat tinggi. Berdasarkan data prestasi belajar tersebut, disajikan hasil ketuntasan yang diperoleh siswa berdasarkan KKM yang digunakan sekolah yaitu KKM ≥ 75.
Tabel 4.26 Ketuntasan Prestasi Belajar Siswa pada Tes Akhir
Siswa Nilai Keterangan Siswa Nilai Keterangan
S1 91.11 Tuntas S14 88.89 Tuntas
S2 33.33 Tidak Tuntas S15 55.56 Tidak Tuntas
S3 46.67 Tidak Tuntas S16 93.33 Tuntas
S4 100 Tuntas S17 95.56 Tuntas
S5 100 Tuntas S18 62.22 Tidak Tuntas
S6 93.33 Tuntas S19 86.67 Tuntas
S7 100 Tuntas S20 22.22 Tidak Tuntas
S8 46.67 Tidak Tuntas S21 100 Tuntas
S9 100 Tuntas S22 100 Tuntas
S10 91.11 Tuntas S23 44.44 Tidak Tuntas
S11 6.67 Tidak Tuntas S24 83.33 Tuntas
S12 100 Tuntas S25 95.56 Tuntas
Dari tabel 4.26 diperoleh jumlah siswa yang tuntas sebanyak 17 siswa, dan jumlah siswa yang tidak tuntas sebanyak 8 siswa. Nilai terendah yang didapat siswa adalah 6.67 dan nilai tertinggi siswa adalah 100. Persentase ketuntasan siswa pada tes akhir adalah 68%., dimana ada 17 siswa yang telah memenuhi KKM.
D. Pembahasan
1. Sikap Tanggung Jawab Siswa
Dari tabel 4.9 dengan 25 siswa yang mengisi kuesioner sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD didapat nilai terendah adalah 65 dan nilai tertinggi adalah 87.5. Jika dilihat secara keseluruhan, maka rata-rata sikap tanggung jawab siswa sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah 77.7. Berdasarkan tabel 4.10, terdapat 19 siswa dengan kategori tinggi, dan 6 siswa dengan kategori sangat tinggi.
Dari tabel 4.12 dengan 25 siswa mengisi kuesioner sesudah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD didapat nilai terendah 65.83 dan nilai tertinggi adalah 86.67. Jika dilihat secara keseluruhan maka rata-rata sikap tanggung jawab siswa sesudah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah 77.83. Berdasarkan tabel 4.13 terdapat 17 siswa dengan kategori tinggi dan 8 siswa dengan kategori sangat tinggi.
Berdasarkan hasil yang didapat, menunjukkan tidak mengalami peningkatan signifikan terhadap sikap tanggung jawab siswa. Sikap tanggung jawab siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dilihat dari rata-rata nilai kuesioner dan pengamatan observer. Artinya, pembelajaran matematika secara umum, siswa mau menerima dengan baik pembelajaran yang telah dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran tersebut. Dari data yang didapat terdapat peningkatan sikap tanggung jawab siswa dan penurunan sikap tanggung jawab siswa secara individu. Siswa yang mengalami peningkatan berjumlah 15 siswa, dan 10 siswa mengalami penurunan sikap tanggung jawab siswa. Faktor yang membuat sikap tanggung jawab siswa menurun karena siswa kurang berminat dengan adanya pembelajaran kelompok, siswa tidak lebih paham materi yang diberikan pada saat model STAD, dan tingkat kesadaran siswa akan sikap tanggung jawab masih kecil.
Dari pengamatan, didapat data bahwa secara umum siswa sudah mempersiapkan diri untuk menerima pembelajaran matematika. Siswa juga memperhatikan apa yang dipresentasikan oleh guru. Di dalam kelompok terdapat diskusi antar siswa. Dan siswa saling membantu ketika ada teman kelompok yang belum memahami materi dan menyelesaikan soal LAS. Dan saat kelompok merasa ada kesulitan, siswa menanyakan kepada kelompok lain atau ke guru. Sehingga, mulai terlihat keaktifan siswa dalam
pembelajaran. Saat diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok, setiap kelompok antusias untuk mempresntasikan di hadapan kelompok yang lain. Namun, ketika diminta untuk menanggapi dan menanyakan hasil presntasi kelompok, tidak ada satupun siswa yang bertanya atau menanggapi. Secara garis besar siswa mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran dengan baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa mempunyai sikap tanggung jawab saat mengikuti proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
2. Prestasi Belajar Siswa
Pada hasil tes awal dilakukan oleh guru dengan mengambil nilai ulangan dengan materi bilangan bulat. Nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 95, dan nilai terendah yang diperoleh adalah 0. Berdasarkan dengan kategori prestasi belajar, maka rata-rata kelas berada pada kategori rendah. Hal ini disebabkan karena masih banyak siswa yang belum memahami materi bilangan bulat. Pada nilai kuis I yaitu dengan materi operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan diperoleh nilai tertinggi adalah 100 dan nilai terendah 13.33 dengan nilai rata-rata kelas adalah 75.87. Berdasarkan dengan kategori prestasi belajar, maka disimpulkan bahwa nilai rata-rata kelas pada kategori sangat tinggi.
Pada nilai kuis II yaitu dengan materi operasi perkalian dan penjumlahan bilangan pecahan diperoleh nilai tertinggi adalah 100 dan nilai terendah 33.33
dengan nilai rata-rata kelas adalah 89.07. Berdasarkan dengan kategori prestasi belajar, maka dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata kelas pada kategori sangat tinggi.
Dan nilai tes akhir yaitu dengan materi operasi penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian pecahan diperolrh nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 6.67 dengan nilai rata-rata kelas adalah 77.47. Berdasarkan dengan kategori prestasi belajar, maka dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata kelas pada kategori tinggi. Dari data tes akhir yang diperoleh jumlah siswa yang tuntas sebanyak 17 siswa, dan jumlah siswa yang tidak tuntas sebanyak 8 siswa. Persentase ketuntasan siswa pada tes akhir adalah 68%., dimana ada 17 siswa yang telah memenuhi KKM. Dari tes akhir ini bisa dikatakan berhasil karena lebih dari setengah jumlah siswa memahami materi sehingga mendapat nilai baik, walaupun belum sempurna.
Dari prestasi belajar tersebut dapat dikatakan bahwa pretasi belajar yang diperoleh siswa sesuai harapan, ini berarti siswa memiliki sikap tanggung jawab untuk memahami materi untuk menyelesaikan soal-soal yang diberikan. Selain prestasi belajar peneliti juga memberikan penghargaan kelompok yang diperoleh dari nilai setiap individu dari masing-masing kelompok. Dari nilai yang diperoleh siswa maka didapatkan penghargaan kelompok sebagai berikut.
Tabel 4.27 Penghargaan Kelompok
Kelompok Rata-Rata Skor Penghargaan
1 ( Hijau ) 28 Super Team
2 ( Kuning ) 22.5 Great Team
3 ( Ungu ) 30 Super Team
4 ( Merah) 23.75 Great Team
5 ( Biru ) 26.25 Super Team
6 ( Pink ) 28.75 Super Team
Untuk perhitungan lengkap perhagaan kelompok dapat dilihat pada lampiran. Dan dari tabel di atas, diperoleh untuk kelompok dengan penghargaan Super Team sebanyak 4 kelompok yaitu kelompok 1 ( Hijau ) , 3 ( Ungu ), 5 ( Biru ), dan 6 ( Pink ) untuk penghargaan Great Team sebanyak 2 kelompok yaitu kelompok 2 ( Kuning ), dan 4 ( Merah).
E. Pendalaman Hasil Penelitian
Pengelompokkan sikap tanggung jawab siswa terhadap prestasi belajar siswa adalah sebagai berikut :
Tabel 4. 28 Pengelompokkan Sikap Tanggung Jawab dan Prestasi Belajar Siswa
Prestasi Belajar Matematika Siswa
Tinggi (T) Rendah (R) S ik a p T a n g g u n g J a w a b S is wa T in g g i (T ) S1,S4,S5,S7,S9,S17, S21,S22,S25 Jumlah: 9 S3,S8,S18,S23,S24 Jumlah: 5 R en d a h ( R ) S6,S10,S12,S13,S16 Jumlah: 5 S2,S11,S14,S15,S19, S20 Jumlah: 6
Sikap Tanggung Jawab: T jika Hasil Belajar: T jika .11
Siswa yang akan di wawancara adalah siswa dengan :
3. Kategori sikap tanggung jawab rendah prestasi belajar tinggi yaitu S6,S10,S12,S13,S16
4. Kategori sikap tanggung jawab tinggi prestasi belajar rendah yaitu S3,S8,S18,S23,S24
5. Kategori sikap tanggung jawab tinggi prestasi belajar tinggi yaitu S22
6. Kategori sikap tanggung jawab rendah prestasi belajar rendah yaitu S11
Berikut adalah hasil transkrip wawancara dengan 12 siswa:
Pertanyaan 1 : Apa yang kamu rasakan dengan diadakannya pembelajaran kelompok seperti kemarin?
Tabel 4.29 Jawaban Responden Pertanyaan 1
Responden Respon
S13 Lebih memahami materi, senang bisa membantu teman, dan pembelajarannya tidak membosankan mbak.
S22 Lebih seru, lebih berinteraksi dengan guru dan teman, sbar menghadapi teman yang mengalami kesulitan.
S3 Senang sama paham mbak
S6 Senang bisa belajar dalam kelompok.
S24 Senang mbak bisa bermain sambil belajar aku bisa sambil cerita sama teman-teman mbak.
S23 Senang mbak, karena bisa melatih diri sendiri.
S11 Senang mbak, dapat pengetahuan, terus pelajarannya jadi menarik mbak.
pelajaran matematika.
S10 Asyik kok mbak belajar bareng teman itu, jadi lebih semangat. S12 Ada senang ada sebel mbak, senengnya bisa bareng temen, tapi
sebelnya saat ada temen yang ga paham-paham.
S18 Senang mbak, lebih gampang masuknya, kalau pas sama bu Lia kadang ada yang tidak paham, di kelompok dijelasin sama teman yang sudah paham.
S16 Ada senang, susah, sebel mbak. Senangnya karena bisa diskusi bareng teman. Susahnya pas ngajarin, sebelnya kalau yang diajarin pada ga paham-paham.
Dari pertanyaan 1, peneliti dapat menyimpulkan semua anak yang diwawancara menunjukkan sikap positif dengan adanya proses belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
Pertanyaan 2 : Apakah dengan pembelajaran kelompok ada gunanya untuk kamu dan teman-temanmu?
Tabel 4.30 Jawaban Responden Pertanyaan 2
Responden Respon
S13 Ada, interaksi antara guru dengan siswa, dan antara siswa dengan siswa lebih aktif dalam pembelajaran
S22 Ada, lebih ga malu, jujur, bantu temen, lebih sabar juga mbak
S3 Ada mbak, bisa lebih paham, lebih mudeng.
S6 Ada mbak, lebih mudeng
S24 Ada gunanya mbak, bisa nambah wawasan, bisa mendengarkan dan menambah pemikiran teman dalam satu kelompokdan satu kelas dan yang pasti lebih paham mbak
S23 Ada mbak, yang tadinya tidak jelas jadi lebih paham
S11 Ada gunanya, bisa mengerti rumus-rumus dan cara mengerjakan soal.
S8 Tambah pengetahuan, tambah wawasan, lebih paham tentang
materi yang diajarkan.
S10 Ada mbak, lebih paham dari yang biasanya kurang paham jadi paham setelah ada pembelajaran dalam kelompok
S12 Ada gunanya mbak, bisa berbagi ilmu dan lebih sabar
Responden Respon
paham, lebih mudeng, dan lebih gampang mengerjakan soal, kalau buat aku biar lebih teliti, kalau aku salah biasanya pada di- complain
Dari pertanyaan kedua, peneliti dapat menyimpulkan bahwa semua anak yang diwawancara memiliki sikap tanggung jawab untuk memahami materi dengan proses belajar yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
Pertanyaan 3 : Apakah kamu ikut ketika berdiskusi dalam kelompok? Tabel 4.31 Jawaban Responden Pertanyaan 3
Responden Respon
S13 Ikut, pasti mbak .
S22 Ikut mbak, selalu.
S3 Ikut diskusi mbak
S6 Ikut mbak
S24 Ikut dalam diskusi mbak
S23 Ikut mbak
S11 Ikut berdiskusi mbak
S8 Ikut diskusi mbak
S10 Ikut diskusi mbak
S12 Ikut dalam diskusi mbak
S18 Ikut kok mbak
S16 Iya ikut mbak.
Dari pertanyaan ketiga, peneliti dapat menyimpulkan bahwa semua anak yang diwawancara memiliki sikap tanggung jawab untuk memahami materi dengan mengikuti diskusi saat pembelajaran kelompok menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
Pertanyaan 4: Ketika kamu tidak paham, apakah kamu bertanya ke teman dalam kelompok? Atau bertanya dengan guru? Atau hanya diam saja?
Tabel 4.32 Jawaban Responden Pertanyaan 4
Responden Respon
S13 Iya tanya mbak. Pertamanya tanya kelompok lain atau tanya ke Bu Lia langsung mbak.
S22 Iya mbak tanya guru sama tanya teman
S3 Tanya teman mbak
S6 Tanya sama teman terus kalau tidak jelas lagi diam, terus dicoba dipahami sendiri di rumah setelah pulang sekolah.
S24 Tanya teman dalam kelompok, kalau tidak jelas lagi baru tanya ke guru
S23 Tanya ke guru sama teman mbak
S11 Menanyakan ke teman, kalau teman belum paham tanya ke Bu Lia
mbak
S8 Tanya sama teman terus ke guru kalau masih belum paham mbak
S10 Tanya ke teman sekelompok, nanti kalau sama-sama belum jelas tanya ke guru
S12 Tanya langsung ke guru mbak
S18 Tanya sama guru langsung mbak
S16 Tanya ke teman, tanya ke guru
Dari pertanyaan keempat, peneliti dapat menyimpulkan bahwa semua anak yang diwawancara memiliki sikap tanggung jawab individu untuk memahami materi saat tidak jelas hampir semua siswa berusaha bertanya dengan teman atau guru.
Pertanyaan 5 : Ketika temanmu tidak paham dan kamu sudah paham materi itu, apakah kamu membantu temanmu agar temanmu paham materi itu?
Tabel 4.33 Jawaban Responden Pertanyaan 5
Responden Respon
S13 Iya jelasin bareng-bareng mbak
S22 Iya selalu membantu teman yang belum mengerti dan belum paham
S3 Iya mbak bantu
S6 Membantu mbak
S24 Kalau sudah paham ya membantu mbak, kalau sama-sama belum
paham tanya ke guru
S23 Kalau bisa ya membantu mbak
S11 Sedikit membantu, tapi malah saya yang sering dibantu S8 Ikut membantu, tapi saya seringnya dibantu mbak
S10 Membantu mbak
S12 Iya mbak dibantu
S18 Bantuin mbak
S16 Iya mbak membantu
Dari pertanyaan kelima, peneliti dapat menyimpulkan bahwa semua anak yang diwawancara memiliki sikap tanggung jawab kelompok, saat ada teman yang belum memahami materi, siswa berusaha untuk membantu teman yang lain pada kelompok agar paham materi yang diajarkan. Hal ini juga menunjukkan sikap bekerja sama antar kelompok.
Pertanyaan 6 : Jika esok hari ada pembelajaran matematika, apakah kamu belajar matematika? Atau hanya saat ada ulangan saja?
Tabel 4.34 Jawaban Responden Pertanyaan 6
Responden Respon
S13 Kadang mbak, kalau lagi mood, malam harinya belajar mbak, tapi kalau moodnya jelek ya tidak belajar mbak
S22 Tergantung sama mood sama tergantung kondisi mbak
S3 Iya, tiap ada pelajaran matematika pagi harinya, kalau ada acara, tugas, apa ulangan yang lain tidak belajar matematika
S6 Kalau ada ulangan aja mbak
S24 Belajar walaupun tidak ada ulangan mbak saat malam hari sebelum