Eka Ramayana Br Pinem
JENUH MELIHAT SIKAP AYAHNYA YANG BERLEBIHAN KEPADANYA. ANGELEA PERGI MENINGGALKAN RUMAH. KEYNA INGIN AGAR KAKAKNYA ITU KEMBALI KE RU- MAH AGAR BISA BERKUMPUL BERSAMA-SAMA LAGI. ANGELEA KEMBALI KE RUMAH DAN AYAHNYA SUDAH TAHU BAGAIMANA MENYIKAPINYA.
ANGELEA MEMINTA IZIN KEPADA AYAHNYA UNTUK PERGI BERMAIN BERSAMA TEMAN-TEMANNYA. 1. Angelea : “Yah.. aku nanti sore pergi main ya” (pintanya
dengan suara manja)
2. Ayah : “Mau pergi kemana?” (menjawab sambil mem- baca buku)
3. Angelea : “Main ke mall yah.. mau beli kuciran sambil lihat-lihat baju”
4. Ayah : “Oo yasudah tapi jangan pulang malem ya”
(sambil melihat kearah Angelea)
5. Angelea : “ Iya yah..” (sambil tersenyum)
ANGELEA PERGI KE MALL TETAPI SAMPAI JAM SE- TENGAH DELAPAN MALAH BELUM PULANG. AYAH DAN IBUNYA MULAI KHAWATIR.
6. Ibu : “Yah Lea kenapa belum pulang?” (tanyanya dengan nada khawatir)
7. Ayah : “Tadi katanya tidak pulang malam kok, Bu.” 8. Ibu : “Tapi ini sudah malam, Yah.”
9. Ayah : “Bentar lagi juga pulang, Bu.” TIBA-TIBA ADA YANG MENGETUK PINTU
10. Ayah : “Coba lihat bu siapa yang datang, mungkin itu Lea”
IBUNYA BERJALAN MENGARAH KE PINTU. 11. Ibu : “Kenapa pulangnya malam, Nak?”
12. Angelea : “Anu, Bu tadi jalanan macet jadi harus menung- gu.”(sambil berjalan menuju tempat ayah duduk)
13. Ayah : “Kenapa pulangnya telat, Lea?”
14. Angelea : “Maaf yah, tadi macet jadi pulangnya telat” 15. Ayah : “Yasudah sana masuk kamar, jangan lupa cuci
tangan dan kakinya” 16. Angelea : “Iya, Yah”
KEESOKAN HARINYA ANGELEA JUGA MEMINTA IZIN UNTUK PERGI DENGAN BERBAGAI ALASAN. HAMPIR DA- LAM SATU MINGGU SEKITAR EMPAT KALI PERGI KELUAR RUMAH.
17. Ayah : “Bu tolong buatkan Ayah kopi” (teriak)
18. Ibu : “Kopi susu atau kopi hitam, Yah?” 19. Ayah : “Kopi susu”
LEA DATANG MENEMUI AYAHNYA. 20. Ayah : “Mau kemana, Nak?”
21. Angelea : “Emm anu yah mau ngerjain tugas” (jawabnya dengan sedikit ragu-ragu)
22. Ayah : “Kenapa sore begini?”
23. Angelea : “Tadi siang soalnya ada tugas lain, Yah.” 24. Ayah : “Ooo ya sudah kalau begitu, tapi jangan pulang
terlalu malam.”
25. Angelea : “Iya Ayahku.” (sambil mencium tangan ayahnya lalu pergi)
IBU DATANG DENGAN MEMBAWA KOPI SUSU YANG DIMINTA OLEH AYAH TADI.
26. Ibu : “Ini Yah kopinya” (sambil meletakkkannya di- meja)
27. Ayah : “Makasih, Bu”
28. Ibu : “Pergi kemana Lea, Yah?”
30. Ibu : “Ooo ngerjain tugas”
31. Ayah : “Tapi, Bu, Ayah ngerasa kok ada yang aneh ya?”
32. Ibu : “Aneh kenapa?”
33. Ayah : “Lea, kenapa akhir-akhir ini terlalu sering pergi ya?”
34. Ibu : “Ibu gak tau, Yah, kan dia selalu berpamitan sama ayah. ibu pikir kalo ayah ngasih ijin ber- arti Ayah tau dia mau ngapain”
35. Ayah : “Dia bilang sih kalo gak main ya ngerjain tugas ke rumah temannya”
36. Ibu : “Ya kalau ayah gak percaya, ayah cari tau ke- mana dia sebenarnya”
KESOKAN HARINYA SORE SEKITAR JAM 15.00 AYAH PU- LANG KERJA, AYAHNYA MANDI LALU MENEMANI IBU YANG INGIN MEMASAK DIDAPUR. LEA DATANG MENE- MUI MEREKA DI DAPUR DENGAN MEMBAWA TAS SAMPING.
37. Ibu : “Mau kemana lagi hari ini, Nak?” 38. Angelea : “Mau main, Bu”
39. Ibu : “Kok main terus sih?”
40. Angelea : “Besok kan libur bu jadi gapapa lah Lea main. Boleh kan, Yah?”
41. Ayah : “Iya boleh tapi inget jangan pulang malam banget”
42. Angelea : “Iya ayah aku gak akan pulang malam banget” 43. Ibu : “Tapi, Yah… (melihat kea rah ayah, sambil
kebingungan)
44. Ayah : “Sudah sana, nanti keburu sore banget” (me- motong percakapan Ibu)
LEA PERGI, KIRA-KIRA SUDAH SAMPAI PINTU GERBANG. AYAH MENGATAKAN KEPADA IBU.
45. Ayah : “Tadi Ayah udah minta tolong ke teman kantor ayah untuk cari tahu apa yang Lea lakukan” (dengan nada yang sedikit berbisik)
46. Ibu : “Siapa yang ayah suruh?”
47. Ayah : “Itu mas Arman, dia hari ini gak ada kerjaan makanya ayah minta tolong sama dia”
48. Ibu : “Ooo yang itu. Trus ayah gimana ngasih kabar ke Mas Arman?”
49. Ayah : “Tadi ayah udah atur semuanya, jadi Ibu gak usah khawatir”
KEYNA DATANG MENGHAMPIRI IBU DAN AYAH.
50. Keyna : “Ada apa yah? Kok kelihatannya sedang ada pembicaraan yang serius dengan ibu?”
51. Ayah : “Tidak ada apa-apa nak, ini Cuma masalah di kantor “
52. Keyna : “Oohh kirain ada sesuatu yang penting” 53. Ibu : “Kamu udah mandi belum?”
54. Keyna : “Belum, Bu” (tertawa kecil)
55. Ibu : “Hmm pantesan, yasudah mandi dulu sana” 56. Keyna : “Iya, Bu.”
KEYNA PERGI MANDI SEDANGKAN AYAH DAN IBUNYA MASIH DI DAPUR. DERING TELPON AYAH BERBUNYI TER- YATA YANG MENELPON ADALAH MAS ARMAN.
57. Ayah : “Halo selamat sore”
58. Mas Arman : “Halo selamat sore juga, Pak”
59. Ayah : “Bagaimana man? Kamu melihat Angelia?” 60. Mas Arman : “Iya pak saya melihat dia, tadi saya nunggu di
depan gang ternyata dia dijemput oleh cowok” 61. Ayah : “Apa cowok? Siapa man? Kamu kenal orang-
nya?”
62. Mas Arman : “Iya cowok, Pak, saya tidak kenal tapi kalo di- lihat wajahnya itu sepertinya teman sebaya Lea
63. Ayah : “Ooo, yasudah kalau begitu nanti coba saya Tanya ke Lea. Makasih ya, Man”
64. Mas Arman : “Iya pak sama-sama” 65. Ibu : “Cowok apa, Yah?”
66. Ayah : “Katanya Lea dijemput sama cowok didepan gang rumah” (menjawab sambil sedikit emosi) 67. Ibu : “Apa cowok? Kok Lea gak pernah cerita ke Ibu?“ 68. Ayah : “Ah sudahlah Bu nanti kita tanyakan langsung
ke Lea saja”
KEYNA LEWAT DENGAN MEMAKAI HANDUK DIKEPALANYA.
69. Ibu : “Sudah selesai mandinya, Nak?” 70. Keyna : “Sudah, Bu.”
71. Ibu : “Yasudah kalau gitu masuk kamar gih, trus jangan lupa ngerjain tugas dan belajar.” 72. Keyna : “Iya Bu, aku kemar dulu ya Yah, Bu.”
KEYNA PERGI KE KAMAR, AYAH PERGI KERUANG TAMU DAN IBU MENYELESAIKAN MASAKANNYA. DI RUANG TAMU AYAH MEMBACA-BACA BUKU SAMBIL MENUNG- GU ANGELEA PUALANG. TEPAT PUKUL 19.45 ANGELEA PULANG.
73. Ayah : “Darimana kamu?”
74. Angelea : “Main yah, tadi kan Lea udah izin ke Ayah” 75. Ayah : “Pergi naik apa tadi?”(dengan nada yang sedikit
marah)
76. Angelea : “Naik motor.” 77. Ayah : “Sama siapa?” 78. Angelea : “Sama teman Lea” 79. Ayah : “Cowok atau cewek?” 80. Angelea : “Cowok”
81. Ayah : “Kamu itu ya, Ayah mengijinkan kamu main bukan berarti kamu bisa bebas. Apalagi pergi
sama cowok, kalau kamu kenapa-kenapa bagai- mana?”
82. Angelea : “Ya ampun yah, itukan teman kelasnya Lea” 83. Ayah : “Teman kelas atau siapapun itu bukan berarti
kamu bisa jalan sama dia”
84. Angelea : “Tapi yah itu Cuma teman kelas jadi wajar dong Lea sama dia main bareng”
85. Ayah : “Kamu ini dikasih tau malah ngelawan orang tua” (menjawab dengan nada keras)
86. Angelea : “Ayah kenapa sih? Itu Cuma teman kelas Ayahh”
(menjawab dengan nada jengkel)
IBU DATANG DARI DAPUR
87. Ibu : “Ada apa ini? Kok ribut-ribut?”
88. Angelea : “Ini lho bu, tadi kan Lea dijemput sama teman sekolah Lea, dia cowok. Tapi ayah malah marah gak jelas”
89. Ibu : “Hus gak boleh ngomong kayak gitu”
90. Angelea : “Biarin masa jalan sama teman kelas aja gak boleh”
91. Ayah : Kamu ini ngomongnya gak sopan” (hampir mau menampar Lea)
92. Angelea : “Ayah mau nampar Lea? Ini yah tampar aja” 93. Ibu : “Sudah nak jangan ngomong begitu”
KEYNA KELUAR DARI KAMAR KARENA MENDENGAR KERIBUTAN.
94. Keyna : “Ada apa, Kak?”
ANGELEA LARI PERGI KELUAR DARI RUMAH. IBU BER- USAHA MENGEJARNYA TAPI TIDAK DAPAT MENAHAN- NYA. AYAH DAN KEYNA MENYUSUL DARI BELAKANG. 95. Ibu : “Lihat tuh, Yah, gara-gara Ayah dia pergi. Lagi-
sama teman kelasnya. Mau kita cari kemana dia? 96. Ayah : “Tapi bu, ayah gak suka kalau dia berteman dengan cowok apalagi nggak bilang ke Ayah” 97. Ibu : “Harusnya ayah ngertiin anak, namanya juga anak SMA hal seperti itu wajar” (menjawab dengan nada jengkel)
98. Ayah : “Maaf Bu, Ayah berlebihan ke Lea” 99. Keyna : “Bu kemana Kak Lea?”
100. Ibu : “Nggak tau, Nak” 101. Keyna : “Coba ditelepon, Bu”
SAMBIL BERJALAN KE RUMAH, IBU MENELPON LEA, ME- MINTA MAAF DAN MENYURUHNYA PULANG. SAMPAI 15 MENIT KEMUDIAN LEA PULANG KE RUMAH.
102. Ayah : “Maafin ayah nak, sikap ayah terlalu berlebih- an”
103. Lea : “Melihat ke arah Ayah!” (hanya diam) 104. Ibu : “Sudahlah nak, Ayah sudah meminta maaf” 105. Ayah : “Maafin Ayah, Nak.”
106. Angelea : (tersenyum) “Iya, Yah maafin Lea juga.”
Eka Ramayana BR Pinem. Lahir di Kabanjahe, 18 Oktober 1999. Saat ini beralamat di Semaki Kulon, Umbulharjo 1/383. Alamat sekolah di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta yang berlokasi di Jalan Dr. Sutomo. Jika ingin berkorespondensi dengan Eka Ramayana dapat menghubungi HP: 085362870141
PAGI-PAGI BUTA KHRISNA DIBANGUNKAN OLEH MAMA- NYA UNTUK BERSIAP SEKOLAH TAK LUPA DIINGATKAN SHOLAT SHUBUH DAHULU.
1. Mama Ikke: “Khrisna, Bangun Nak… Matahari sudah mulai muncul, bisa bisa nanti kamu terlambat ke se- kolah.”
2. Khrisna : “Iya mah,khrisna on the way bangun”
3. Mama Ikke: ”Kamu tu aneh aneh saja pake kata on the way, wkkwkkwk. Yasudah cepet mandi jangan lupa sholat subuh dulu, Mama sudah mau berangkat ke kantor.”
4. Khrisna : “Apa mah? Jam segini sudah mau berangkat kerja? Yang benar saja? Khrisna terlalu pagi jam segini” 5. Mama Ikke: ”Iya, Nak, Mama ada meeting dadakan dengan client penting Mama, Jadi hari ini Mama nggak bisa antar kamu.”
6. Khrisna : “Tapi, Mah, Khrisna pengen diantar Mama hari ini. Lagipula Mama kan kemarin juga sudah bilang iya ke Khrisna.”
7. Mama Ikke: “Aduh Khrisna sayang, Mama minta maaf lain kali Mama antar ya sekolahnya, sudah Mama mau berangkat.”
SAHABAT
Fara Rizka Ramadhona
8. Khrisna : “Ya sudah Mah, hati hati dijalan ya Mah.” 9. Mama Ikke: “Terima kasih Nak, itu uangnya udah Mama
kasih di atas laci, sarapan sudah disiapin bi’ Imah ya.”
10. Khrisna : “Iya, Mah.”
DI SEKOLAH KHRISNA BERMAIN GAME DI SETIAP PELAJARAN
11. Rio : “Wah hebat bener kamu Khris, sudah sampe level sini saja. Kamu bermain terus, ya?” 12. Khrisna : “Enggak juga, kalau ada waktu senggang aja” 13. Rio : “Ah tidak mungkin, Jika hanya waktu seng-
gang, tidak mungkin secepat itu Khris.” 14. Khrisna : “Iya benar, Rio aku bermain hanya waktu seng-
gang, hanya saja 75% waktuku itu waktu seng- gang hahhhahah.”
15. Rio : “Lah sudah gila kamu, Kalau waktu senggang mu segitu pantas saja bisa secepat itu.”
16. Khrisna : “Makanya dengerin dulu dong penjelasan ku hehehhehe.”
17. Angga : “Lalu sisa waktumu yang 25% Itu buat apa? Buat pacaran, ya?”
18. Laras : “Hayo…Khrisna dengan anak sebelah itu ya?” 19. Sandra : “Dengan gadis sebelah yang putih, pendek, ber-
kacamata dan berlesung pipi kan?”
20. Merry : “Atau dengan gadis berkulit hitam manis di seberang kelas?”
21. Rio : “Atau dengan gadis yang…..”
22. Khrisna : “Sudah sudah, apa apaan sih kalian.. 25% ku untuk belajar.”
23. Andra : “Ah yang benar saja.”
24. Khrisna : “Masih tidak percaya? Apa kalian tidak melihat prestasiku? bukanya aku sombong tapi hanya membuktikan.”
25. Ardhan : “Khrisna, Khrisna kami disini hanya bercanda, kami paham kamu selalu 3 besar dikelas, Anak OSN Matematika juga, kan?”
26. Laras : “Iya khris, Kami tau kok prestasi mu dan kami tidak meragukan lagi kecerdasanmu, Kami hanya bercanda jangan serius dong, santai aja kali Khris.”
SEMUA TERTAWA
27. Khrisna : “Hahahhaah iya iya aku juga bercanda.” 28. Merry : “Lalu kapan waktu buat keluargamu? apa di-
gabung juga di waktu 75% itu?” 29. Khrisna : “Nothing.”
30. Mery : “Kok Nothing sih Khris?”
31. Khrisna : “Mama Papaku terlalu sibuk dengan pekerja- anya, Sedangkan Kakakku bersekolah di Ban- dung.”
32. Sandra : “Loh tapi bukanya Mama mu di Jogja hanya Papamu yang berada di Jakarta, Khris?” 33. Khrisna : “Iya Mama memang di Jogja tapi seperti tidak
di Jogja, seperti tadi pagi. Mama kemarin sudah bilang mau mengantar tapi, tadi pagi pagi buta ada meeting dadakan dan tidak jadi meng- antarkanku.”
34. Sandra : “Aduh aku minta maaf sudah membuatmu sedih, aku tidak tahu, maafkan aku khris.“
35. Khrisna : “Tidak apa apa San,kamu tidak salah.”
36. Laras : “Sudah ayoo kita bernyanyi saja, hitung hitung menghibur Khrisna biar nggak sedih dan ngi- langin rasa bosen kita juga kan?“
37. Rio : “Laras bener itu, Ayo nyanyi aja masak mau sedih sedihan, ntar malah jadi acara “Jika aku menjadi” atau enggak “Katakan putus” hhahahahh.”
38. Ardhan : “Atau malah Tukar nasib hahahaha...” 39. Andra : ”Jangan-jangan minta tolong.”
40. Merry : “Aduh kalian ini malah nglawak, sudah sudah ayo berdiri dan bernyanyi, Yea.”
SEMUA TERTAWA DAN BERNYANYI SESAMPAINYA KHRISNA DIRUMAH...
41. Bi Imah : “Loh mas Khrisna sudah pulang, tumben Mas pulang malam?”
42. Khrisna : “Iya, Bi tadi masih ngerjaiin tugas.” 43. Bi ‘Imah : “Tapi sudah ijin dengan Mama kan, Mas?“ 44. Khrisna : “Belum bi, Buat apa ijin? Toh Khrisna mau pu-
lang jam berapa aja Mama nggak peduli.” 45. Bi ‘Imah : “Loh jangan gitu to mas, Mama itu sayang sekali
sama mas Khrisna dan Mbak Winda.”
46. Khrisna : “Ah, yang benar saja, kalau Mama sayang aku? 47. Bi ‘Imah : “Sambil menyodorkan makanan “sudah dimakan dulu Mas,nanti keburu dingin makanannya nggak enak.”
48. Khrisna : “Iya Bi, Kalau khrisna pikir piker ya Bi, Nggak ada tu yang peduli sama khrisna paling hanya Bi’ Imah dan Fahrisa sahabatku.”
49. Bi’ Imah : “Lah mas mikirnya salah, banyak sekali yang peduli sama Mas terutama Papah, Mama dan Mbak Winda Mas.”
50. Khrisna : “Buktinya Mama Papah lebih sayang sama pe- kerjaan daripada anak anaknya.”
51. Bi ‘Imah : “Sudah, jangan terlalu di rasakan, makanya di- habisin terus mandi, baunya gak tahan nih Bibi’ hehehheh.”
52. Khrisna : “Ah, Bi’ Imah bercardaanya nggak lucu tau… Btw Mama sudah pulang Bi’?”
53. Bi’Imah : “Lucu lucu aja kalau mas ketawa hahhahaha, Btw itu apa ya Mas? Bibi’ nggak tahu.”
54. Khrisna : “Aduh Bibi’ kurang gaul nih, Btw itu by the way
apa ya Bi… kayak ngomong ngomong gitu lho Bi kurang lebih”
55. Bi ‘Imah : “Iya deh Bibi kurang gawl, besok otak bibi mau di update dulu ya, kamu sih aneh aneh aja ngo- mongnya pake bahasa gaul segala”
56. Khrisna : “hahaha, eh pertanyaan khrisna belum dijawab, Mama udah pulang belum? “
57. Bi’Imah : “Oh iya, Bibi lupa.. Belum Mas, Mama belum pu- lang.. paling ya bentar lagi pulang.. ada apa, Mas? 58. Khrisna : “Nggak apa apa Bi, Cuma nanya aja… Salah
po? enggak kan? “ 59. Bi ‘Imah : “Enggak kok Mas.”
60. Khrisna : “Yaudah Bi, Khrisna capek mau mandi terus tidur, belajarnya besok pagi aja, ngantuk banget nih Bi” 61. Bi ‘Imah : “Siap Mas, Mau disiapin air hangat tidak Mas
buat mandi?”
62. Khrisna : “Enggak usah Bi, Terimakasih ya tawaranya” 63. Bi ‘Imah : “Oke, Mas.”
BI IMAH SAMBIL MEMBERSIHKAN MEJA MAKAN DAN BER- BICARA “KASIAN ANAK SEBAIK MAS KHRISNA KURANG PERHATIAN DARI PAPA MAMANYA, PADAHAL JARANG ADA ANAK SEBAIK MAS KHRISNA, SUDAH PINTAR, BAIK, SHOLEH, DAN SELALU MENGHARGAI ORANG LAIN HALAH HALAH……” KETIKA BI IMAH SELESAI MEM- BERSIHKAN MEJA MAKAN DAN AKAN BERANJAK KE DAPUR TIBA TIBA MAMA IKKE PULANG DARI KANTOR. 64. Bi ‘imah : “Eh Nyonya, Baru pulang.”
65. Mama Ikke: “Iya nih Bi, capek banget, nih badan” 66. Bi ‘Imah : “Mau saya pijit nya?”
67. Nyonya : “Enggak usah Bi,saya mau istirahat saja.” 68. Bi ‘Imah : “Mau makan dulu nggak Nyah? Saya siapin
69. Nyonya : “Boleh Bi, disini saja.”
70. Bi ‘Imah : “O iya, saya ambilkan sebentar kok, Nyah.” 71. Nyonya : “Ok, Bi.” (sambil bermain Hp)
72. Bi’ Imah : “Ini, nyonya makananya soup Ikan patin ala Imah.“ 73. Nyonya : “Makasih ya Bi’, O iya Khrisna Sudah pulang ,Bi’?” 74. Bi’ Imah : “Sudah, Nyah. Sudah makan juga mungkin se-
karang baru mandi.” 75. Nyonya : “Barusan Bi pulangnya?“
76. Bi ‘Imah : “Ya sekitar 1 jam yang lalu Nyah, Tadi pulang makan terus bilang mau mandi terus mau tidur gitu katanya Mas Khrisna Nyah.”
77. Nyonya : “Oke oke Bi, makasih ya Bi.”
78. Bi ‘Imah : “Sama sama Nyah, kalau gitu Imah pamit ke dapur dulu, ya.”
79. Nyonya : “ya Bi.“
SEPULUH MENIT KEMUDIAN
80. Mama Ikke: “Bi’ Imah ini sudah selsai ya, tolong diberesin saya mau ke kamar istirahat, capek semua ba- dan saya.”
81. Bi’ Imah : “Iya Nyah, nanti Imah bereskan, siap, Nyah.”
PAGI HARI BERIKUTNYA, PADA JAM ISTIRAHAT PERTAMA DI SALAH SATU SUDUT SEKOLAH ADA KHRISNA DAN LAURENT
82. Khrisna : “Eh Laurent, Pagii.”
83. Laurent : “Eh khrisna, Ngucapinya harus double gitu ya? Di chat sama langsung?”
84. Khrisna : “Iya dong, Biar sah.”
85. Laurent : “Apa sih Khris, kayak ijab aja ada sah sah nya heheh, udah ah aku mau ke kelas dulu.” 86. Khrisna : “Loh kok buru buru, padahal masih mau ngo-
87. Laurent : “Iya e, soalnya masih ada presentasi yang harus diselesaiin.”
88. Khrisna : “Ya udah deh, Duluan aja.” 89. Laurent : “Bye.”
90. Khrisna : “Bye.”
BEBERAPA MENIT KEMUDIAN SETELAH LAURENT PERGI, MONIC PUN LEWAT
91. Monic : “Eh Khrisna, maaf ya aku nggak paketan jadi- nya, nggak bisa balesin cepet tadi malem.” 92. Khrisna : “Eh Monic, iya nggak apa apa hehehehe woles
aja kali Cuy.”
93. Monic : “Shap shap, aku duluan ke kelas aja, masih mau latian tari jadinya nggak bisa ngobrol lama” 94. Khrisna : “Yah, padahal masih ada hal aku omongin nih,
tapi ya gapapa deh lagipula kelas kita sebelahan gampang ntar.“
95. Monic : “Oke, ku duluan ya, Khris.”
RIO, ARDHAN, ANDRA PUN DATANG DAN MENGHAMPIRI KHRISNA
96. Rio : “Ada yang baru ditinggal nih, sama cewek se- berang.”
97. Ardhan : “ Eitts, ditinggal sama anak sebelah juga.” 98. Andra : “Dua duanya dong? Aduh atit hati ya …uww
kasian banget sih.“
99. Khrisna : “Apaan sih, baru sial mungkin hari ini, gapapa lah masih ada waktu, selo mah selo.”
100. Rio : “Main kalem ya Khris?” 101. Khrisna : “Kalem kepala anda Rio.“
TAK LAMA KEMUDIAN GROMBOLAN LARAS, SANDRA, MERRY PUN DATANG
102. Laras : “Eh, kalian ayo masuk kelas, sudah bel” 103. Merry : “Iya ayo, Nanti dimarahin Bu Nur baru tau
Rasa lho.”
PULANG SEKOLAH LARAS DAN KHRISNA BERTEMU 104. Khrisna : “Eh, Lar, ada apa tumben ngajak ketemuanya
pulang sekolah nggak main kerumah aja” 105. Laras : “Iya Khris, Soalnya Aku habis ini masih ada kerja
kelompokke rumah Rio” 106. Khrisna : “Emang mau cerita apa lar?” 107. Laras : “Bukan tentang aku sih Khris.” 108. Khrisna : “Terus?“
109. Laras : “Mau ngasih saran ke kamu sih….hmm.“ 110. Khrisna : “Aku? Why? Tentang apa?”
111. Laras : “Hiih.. Sabar Khris, satu satu tanyanya nggak usah beruntun tanyanya hmm.“
112. Khrisna : “Iya Lar, maaf to.”
113. Laras : “Oke, Jadi gini Khris tadi aku nggak sengaja perhatiin kamu waktu istirahat pertama, kamu ketemuan sama Monic sama Laurent nah aku jadi agak bingung nih, kamu sebenernya sama Laurent apa sama Monic, jangan dua duanya dong kalau kayak gitu kan sama aja kayak main- an cewek, nggak baik tau Khris, cewek kan juga punya hati dan perasaan, Nggak bisa dong buat mainan, Karma Khris karma.”
114. Khrisna : “Maksudku nggak gitu Lar, aku juga nggak ada niatan mainan perasaan cewek gitu.”
115. Laras : “Lalu apa? Kamu kenapa jadi playboy sih se- lama 5 tahun aku sahabatan sama kamu kayak- nya dulu setia banget romantic lagi, ini kenapa jadi Playboy sih, Laras nggak suka ya sahabat Laras kayak gini sikapnya.”
116. Khrisna : “Jujur ya, Lar aku butuh perhatian dengan cara aku deketin banyak cewek aku banyak perhati-
an juga, gitu Lar, aku jawab sejujur jujurnya tapi aku nggak ada niatan untuk semacam itu Lar.” 117. Laras : “Enggk gitu caranya Khris, semuanya ada jalan keluarnya lagipula kamu kan semua semua ada, uang banyak, motor bagus, sepatu ganti terus, hp baru terus kurang apa coba, bersyukur masih banyak diluar sana yang serba kekurangan.” 118. Khrisna : “Kurang satu Lar, kasih sayang Papa Mama.
Aku bersyukur aku serba ada, tapi aku ngrasa semuanya percuma kalau Papa Mama nggak ada waktu sedikit pun buat aku, aku ngrasa Papa Mama nggak sayang aku lar.“
119. Laras : “Ya tuhan, Khrisna Khrisna gini ya aku kasih pengertian sama kamu,kamu tu terlalu negative thingking sih Papa Mamamu tu sayang banget sama kamu ataupun sama Kakakmu, buktinya Papa Mama kamu rela kerja keras buat kalian” 120. Khrisna : “Buat aku sama Mbak Winda? Maksu kamu?
Nggak salah lar? Sok tau kamu.“
121. Laras : ”Dengerin dulu Khris, Iya dong demi kalian mau buat siapa lagi? Uangnya juga buat pendidikan kalian kan lagipula pasti buat masa depan kalian dan rasa sayng orangtua cara menyampaikanya beda beda kali Khris, dengan cara memenuhi kebutuhan mu dan bekerja keras menurutku itu