• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1. Siklus I

a. Perencanaan

1) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)

Peneliti membuat rencana pelaksanaan pembelajaran tentang materi mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar yang mengacu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ada dalam silabus kurikulum tingkat satuan pendidikan. Standar kompetensi yang diambil yaitu menyelidiki sifat-sifat kesebangunan dan simetri. Sedangkan kompetensi dasar yang diambil adalah mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar.

Rencana pelaksanaan pembelajaran pada siklus I ini dibagi menjadi tiga pertemuan, yaitu pertemuan pertama membahas tentang memberi contoh bangun datar yang ada di sekeliling, menjelaskan bentuk bangun datar yang ada di sekeliling dan mengelompokkan bangun datar yang di temukan, pertemuan kedua membahas mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar dan pertemuan ketiga ini adalah evaluasi. Siklus I pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin, 6 Mei 2013, siklus I pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu, 8 Mei 2013 dan siklus I pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Jumat, 11 Mei 2013.

2) Menyusun lembar kerja siswa (LKS)

Dalam melakukan kegiatan pembelajaran, siswa akan lebih mudah menyerap pembelajaran jika pembelajaran tersebut dibawakan secara runtut. Lembar kerja siswa merupakan salah satu sarana untuk mengupayakan keruntutan suatu kegiatan pembelajaran agar siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan. Lembar kerja siswa ini akan sangat membantu dalam kegiatan kerja kelompok, yaitu berisi tentang kegiatan yang dilakukan dalam pembelajaran dan langkah-langkah dalam kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.

3) Menyusun soal evaluasi dan kunci jawaban

Pada dasarnya penelitian tindakan kelas yang dilakukan peneliti ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas

V SDN AdiSucipto 1 Yogyakarta mata pelajaran Matematika menggunakan Pendekatan PMRI sehingga alat ukur yang digunakan untuk mengetahui tingkat prestasi belajar siswa adalah dengan soal evaluasi.

Pada siklus I ini untuk mengetahui sejauh mana siswa menangkap materi pembelajaran dengan pendekatan PMRI maka pada akhir siklus diberikan tes evaluasi. Soal evaluasi berjumlah 5 soal uraian yang 1 soalnya terdiri dari 3 jawaban . Soal evaluasi ini juga dilengkapi dengan kunci jawaban, sehingga sudah memiliki patokan.

4) Menyusun penilaian

Penilaian penting untuk mengetahui skor yang telah dicapai siswa dalam tes evaluasi. Sehingga dapat diketahui hasil prestasi belajar yang telah dicapai siswa. Pada siklus I ini penilaian dirumuskan sebagai berikut:

5) Menyiapkan lembar kuisoner kedisiplinan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar

Penelitian tindakan kelas ini selain mengukur prestasi siswa juga mengukur kedisipinan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar.

b. Pelaksanaan

1) Siklus 1 Pertemuan 1

Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin, 6 Mei 2013 yang berlangsung selama 2 jam. Sebelum pelajaran dimulai guru kelas V terlebih dulu memberitahukan siswa bahwa hari ini akan diadakan penelitian pembelajaran matematika. Guru memberi penjelasan tentang pembelajaran yang akan dilakukan supaya anak-anak bisa mengikuti dan pembantu peneliti dalam penelitian.

Guru mengawali pembelajaran dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar, mengabsen siswa, serta berusaha menarik perhatian siswa dengan memberi motivasi siswa. Guru membacakan peraturan-peraturan yang telah disepakati selama mengikuti pembelajaran. Kemudian Guru melakukan apersepsi, Guru menuliskan materi pembelajaran yang akan di pelajari bersama yaitu mengenai bangun ruang. Pelaksanaan pembelajaran matematika dengan menggunakan PMRI pada pertemuan pertama adalah sebagai berikut :

a) Penggunaan konteks “ Dunia Nyata ”

Guru memulai pembelajaran dengan mengajak siswa mengamati benda-benda di sekitar sekolah yang termasuk bangun datar.

b) Penggunaan model-model

Setelah guru mengingatkan kembali bentuk dan jenis bangun datar, guru membimbing siswa dalam menemukan

konsep matematika melalui alat peraga yaitu papan tulis. Guru menunjuk pojok papan tulis sebagai titik sudut dan tepi papan tulis sebagai sisi. Guru menggambarkan bangun persegi panjang didepan papan tulis untuk memberikan penjelasan tentang sisi dan titik sudut. Guru menggambar bangun persegi panjang di depan papan tulis untuk membandingkan dengan papan tulis. Siswa memperhatikan penjelasan guru dengan antusias, kemudian guru memberi nama masing-masing titik susut dengan menggunakan huruf kapital. Guru menggambarkan beberapa bangun datar dan meminta siswa untuk memberikan nama titik sudut, dan menghitung banyak sudut dan sisi bangun datar yang di gambar.

c) Penggunaaan produksi dan kontruksi

Diskusi menghabiskan waktu hampir 30 menit, tiap kelompok masih ada yang belum paham tentang pemberian nama bangun, sisi dan titik sudut, masih ada siswa yang betanya-tanya tentang bagaimana memberi nama sebuah bangun datar . Dalam satu kelompok terlihat satu atau dua orang yang aktif yang lain masih belum aktif.

d) Penggunaan interaksi

Guru meminta siswa untuk berkelompok menjadi 5 kelompok, tipa kelompok 5-6 anak. Diskusi kelompok tersebut dapat mengakibatkan interaksi yang baik antara siswa dalam pemecahan masalah. Pada saat siswa menemukan suatu

permasalahan siswa dapat menanyakan secara langsung kepada guru atau peneliti. Setalah kegiatan diskusi selesai, peneliti meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas agar diketahui oleh seluruh siswa. Pada saat setiap kelompok presentasi hasil diskusinyam ada siswa yang memperhatikan dan ada juga siswa yang ribut sendiri dengan bergurau dengan temannya.

e) Penggunaan keterkaitan

Kegiatan selanjutnya adalah guru dan siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari bersama yaitu mengenal bentuk dan jenis bangun datar, sisi dan titik sudut. Setelah peneliti mengomentari dan meluruskan jawaban-jawaban siswa, peneliti dan siswa mnyimpulkan bahwa ada bermacam-macam bentuk bangun datar dan setiap bangun datar memiliki sisi dan titik sudut keculai lingkaran.

Kesimpulan yang dapat ditarik dalam pembelajaran matematika pada prtemuan pertama ini adalah ada beberapa siswa yang kurang perduli terhadap matematika, hal ini terlihat dari tanggapan dan respon siswa-siswa tesebut yang masih rendah. Siswa yang di tunjuk mewakili kelompoknya untuk mempresentasikan hasil diskusi mempunyai antuasiasme yang tinggi.

2) Petemuan kedua

Pertemuan kedua pada siklus pertama dilaksanakan pada hari rabu, tanggal 8 Mei 2013, yang berlangsung selama 2 jam pelajaran. Sebelum pembebelajarn dimulai, guru mengkondisikan siswa dan berusaha menarik perhatian siswa terlebih dahulu, guru menanyakan

“apakah kalian sudah siap untuk belajar?” semua siswa menjawab: “siap!”, kemudian guru membacakan beberapa peraturan selama

mengikuti kegiatan belajar matematika. Kemudain guru membuka pelajaran dengan membaca salam dan mengabsen siswa. Guru menyampaikan apersepsi dengan mengulas materi sebelumnya. Guru juga membacakan kembali peraturan yang telah disepakati diawal pertemuan. Kegiatan inti yang dilakukan pada pertemuan kedua ini adalah :

a) Penggunaan konteks : “ Dunia Nyata ”

Pembelajaran dimulai dengan konteks dunia nyata dengan cara siswa menyebutkan kembali contoh-contoh bangun datar yang ada disekitar kita. Proses pembelajaran menggunakan pengalaman siswa sebelumya.

Guru meminta siswa menyebutkan contoh-contoh bangun segitiga dalam kehidupan sehari-hari. “anak-anak sering menemukan bangun segitiga berupa apa saja?, salah seorang

“penggaris segitiga” pada pertemuan ini alat peraga yang

digunakan macam-macan media bangun datar. b) Penggunaan model-model

Tahap selanjutnya adalah guru meminta siswa berkelompok. Setiap kelompok diberi nama dengan nama bangun datar (persegi, persegi panjang, segitiga, lingkaran, trapesium, jajar genjang, layang-layang, dan belah ketupat). Kemudian setiap kelompok dibagi media bangun datar, kemudian siswa menggunakan media tersebut untuk mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar.

c) Penggunaaan produksi dan kontstruksi

Diskusi kelompok berlangsung selama 35 menit. Siswa mengidentifikasi sifat bangun datar menggunakan media bangun datar yang disediakan guru. Kemudian membacakan hasil diskusi didepan kelas, guru meminta siswa untuk memperhatikan temannya yang sedang presentasi, guru mengecek dan

membahasnya bersama. Guru bertanya kepada siswa “ apakah masih ada yang belum paham?”, tidak ada” jawab semua siswa.

d) Penggunaan Interaksi

Siswa sudah dapat bekerja sama dengan anggota lain daat diskusi kelompok, siswa sudah mulai aktif, walaupun masih ada siswa yang pasif.

Pada saat presentasi kelompok, siswa masih tetap semangat untuk memperhatikan temannya yang sedang mempresenatasikan hasil diskusi kelompoknya. Guru bertanya

kepada siswa “apakah ada yang masih belum pagham dengan materi yang telah dipelajari”, sudah ” jawab semua siswa.

e) Penggunaan keterkaitan

Penyelesaian soal-soal tentang bangun datar tidak lepas dari topik lain dalam matematika. Pada pertemuan kedua ini, materi bangun datar terkait dengan pengukuran. Pada akhir kegiatan guru mengigatkan siswa membawa penggaris dan busur pada setiap pelajaran matematika.

3) Pertemuan ketiga

Pada pertemuan ketiga ini dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 10 Mei 2013. Pada pertemuan ketiga ini peneliti sudah menyiapkan soal evaluasi yang berguna untuk mengetahui kemampuan siswa masing-masing. Kegiatan yang dilakukan dalam pertemuan ketiga ini adalah guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan mengabsen siswa. Kemudian guru menyampaikan kegiatan hari ini yaitu evaluasi . Sebelum evaluasi dimulai guru membacakan peraturan selama mengerjakan soal evaluasi. Soal evalusi dibagikan dengan cara meletakan dimeja dan siswa tidak dipersilahkan untuk membuka sebelum ada aba- aba dari Guru. Setelah guru selesai membagi soal evaluasi siswa

dipersilahkan membuka dan mengerjakan soal evaluasi. Bagi siswa yang kurang jelas dengan soal siswa dipersilahkan bertanya pada guru. Setelah semua selesai mengerjakan soal siswa mengumpulkan soal dengan cara mengummpulkan dari belakang ke depan. Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan salam dan berdoa. c. Observasi/ Pengamatan

Pengamatan dilakukan oleh peneliti. Pelaksanaan pengamatan dilakukan selama pembelajaran berlangsung. Adapun hal yang didapat oleh peneliti dalam pengamatan selama pembelajaran berlangsung sama dengan siklus I masih banyak siswa yang belum bisa mengerjakan soal gerak-gerik siswa selama mengerjakan soal-soal latihan. S ituasi tersebut disebabkan karena siswa masih belum memahami materi. Peneliti sendiri telah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI.

d. Refleksi

Berdasarkan hasil penelitian pada siklus dan sesuai dengan perencanaan tindakan kelas penelitian, maka pada akhir pembelajaran siklus kedua akan diadakan refleksi dari pembelajaran yang telah selesai dilaksanakan. Refleksi ini dilakukan untuk bahan perbaikan bagi siklus berikutnya. Beberapa catatan yang diambil berdasarkan pengamatan peneliti, hasil kuisoner dan hasil evaluasi dijadikan peneliti pertimbangan dallam pelaksanaan pembelajaran.

Pelaksanaan pembelajaran pada siklus kedua ini masih banyak yang perlu diperbaiki, akan tetapi ada beberapa hal yang tetap

digunakan pda siklus kedua yaitu penggunaan konteks “dunia nyata”

agar matematika menjadi lebih dekat dan lebih bermanfaat bagi siswa dengan penggunaan alat peraga yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan belajar dalam bentuk kelompok bertujuan supaya siswa merasa lebih santai dan tidak tegang serta siswa lebih aktif bekerja sama selama proses pembelajaram, karena selama ini hanya siswa-siswa yang pandai dan sedang saja yang aktif sedang yang lainnya masih pasif, masih malu dan msih takut untuk berpendapat maupun untuk maju dan masih ada juga siswa yang msih mengandalakan siswa lain dalm menjawab soal-soal latihan.

Presentasi di depan dapat menolong siswa untuk lebih berani dalam menyampaikan pendapat sekaligus mengomentari jawaban temanya. Penggunaan soal-soal yng berhubungan dengan lingkungan sekitar atau pengamatan terhadap suatu gambar bertujuan untuk mengetahui kecermatan dan ketelitian siswa terhadap lingkungan sekitar atau gambar. Oleh karena itu, pada pembelajaran siklus kedua peneliti akan tetap menggunakan pendekatan realistik.

Berdasarkan hasil pembelajaran pada siklus I, ternyata siklus I belum mencapai dengan indikator keberhasilan maka peneliti akan melanjutkan pada siklus II. Hal ini dikarenakan bahwa siswa belum

berinteraksi secara aktif dalam kegiatan pembelajaran., dan banyak siswa yang belum disiplin mengikuti pembelajaran, serta masih banyak siswa yang belum mencapai KKM. Oleh karena itu, sebelum peneliti melanjutkan pada siklus II peneliti merevisi perangkat pembelajaran yang digunakan dalam penelitian yang meliputi RPP, bahan ajar, dan LKS. Peneliti akan bekerjasama dengan guru untuk melaksanaan pembelajaran pada siklus II dengan menggunakan pendekatan PMRI. Upaya perbaikan pada siklus ke II nanti adalah melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran yang berlangsung dengan mampu berinteraksi dengan teman satu kelompoknya

Dokumen terkait