BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2. Siklus II
a. Perencanaan
1) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
Peneliti membuat rencana pelaksanaan pembelajaran tentang materi mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang yang mengacu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ada dalam silabus kurikulum tingkat satuan pendidikan. Standar kompetensi yang diambil yaitu menyelidiki sifat-sifat kesebangunan dan simetri. Sedangkan kompetensi dasar yang diambil adalah mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang.
Rencana pelaksanaan pembelajaran pada siklus II ini dibagi menjadi tiga pertemuan, yaitu pertemuan pertama membahas tentang memberi contoh bangun ruang yang ada di sekeliling,
menjelaskan bentuk bangun datar yang ada di sekeliling dan mengelompokkan bangun datar yang di temukan, pertemuan kedua membahas mengidentifikasi sifat-sifat bangun datar dan pertemuan ketiga ini adalah evaluasi. Siklus II pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin, 13 Mei 2013 , siklus II pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu, 15 Mei 2013 dan siklus II pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Mei 2013. 2) Menyusun lembar kerja siswa (LKS)
Dalam melakukan kegiatan pembelajaran, siswa akan lebih mudah menyerap pembelajaran jika pembelajaran tersebut dibawakan secara runtut. Lembar kerja siswa merupakan salah satu sarana untuk mengupayakan keruntutan suatu kegiatan pembelajaran agar siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan. Lembar kerja siswa ini akan sangat membantu dalam kegiatan kerja kelompok, yaitu berisi tentang kegiatan yang dilakukan dalam pembelajaran dan langkah-langkah dalam kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.
3) Menyusun soal evaluasi dan kunci jawaban
Pada dasarnya penelitian tindakan kelas yang dilakukan peneliti ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V SDN Adisucipto 1 mata pelajaran Matematika menggunakan Pendekatan PMRI sehingga alat ukur yang digunakan untuk
mengetahui tingkat prestasi belajar siswa adalah dengan soal evaluasi.
Pada siklus II ini untuk mengetahui sejauh mana siswa menangkap materi pembelajaran dengan pendekatan PMRI maka pada akhir siklus diberikan tes evaluasi. Soal evaluasi berjumlah 5 soal uraian yang 1 soalnya terdiri dari 3 jawaban . Soal evaluasi ini juga dilengkapi dengan kunci jawaban, sehingga sudah memiliki patokan.
4) Menyusun penilaian
Penilaian penting untuk mengetahui skor yang telah dicapai siswa dalam tes evaluasi. Sehingga dapat diketahui hasil prestasi belajar yang telah dicapai siswa. Pada siklus II ini penilaian dirumuskan sebagai berikut:
5) Menyiapkan lembar kuisoner kedisiplinan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar. Penelitian tindakan kelas ini selain mengukur prestasi siswa juga mengukur kedisipinan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar.
b. Pelaksanaan
1) Siklus II Pertemuan 1
Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin, 13 Mei 2013 yang berlangsung selama 2 jam. Sebelum pelajaran dimulai
guru kelas V terlebih dulu memberutahukan siswa bahwa hari ini akan diadakan penelitian pembelajaran matematika. Guru memberi penjelasan tentang pembelajaran yang akan dilakukan supaya anak-anak bisa mengikuti dan pembantu peneliti dalam penelitian.
Guru mengawali pembelajaran dengan mengucapkan salam, megabsen siswa, serta berusaha menarik perhatian siswa. Kemudian Guru melakukan apersepsi, Guru menuliskan materi pembelajaran yang akan di pelajari bersama yaitu mengenai bangun ruang.
Pelaksanaan pembelajran matematika dengan menggunakan PMRI pada pertemuan pertama adalah sebagai berikut :
a) Penggunaan konteks “ Dunia Nyata ”
Guru memulai pembelajaran dengan mengajak siswa mengamati benda-benda di sekitar sekolah yang termasuk bangun ruang b) Penggunaan model-model
Setelah guru mengingatkan kembali bentuk dan jenis bangun datar, guru membimbing siswa dalam menemukan konsep matematika melalui alat peraga yaitu kardus sereal. Guru menunjukkan bagisn-bagian kardus sereal yang merupaka (sisi, rusuk dan titik sudut). Guru mrnggambarkan bangun yang menyerupai kardus sereal tersebut, dan menjelaskan bagian sisi, rusuk dan titik sudut. Siswa memperhatikan penjelasan guru dengan antusias, kemudian guru memberi nama masing-masing
titik sudut dengan menggunakan huruf kapital. Guru menggambarkan beberapa bangun ruang dan meminta siswa untuk menghitung sisi, rusuk dan titik sudutnya.
c) Penggunaaan produksi dan kontruksi
Diskusi menghabiskan waktu hampir 30 menit, tiap kelompok masih ada yang belum paham tentang pemberian nama bangun, sisi, rusuk dan titik sudut, masih ada siswa yang betanya-tanya tentang bagaimana memberi nama sebuah bangun ruang. Dalam satu kelompok terlihat satu atau dua orang yang aktif yang lain masih belum aktif.
d) Penggunaan interaksi
Guru meminta siswa untuk berkelompok menjadi 5 kelompok, tipa kelompok 5-6 anak. Diskusi kelompok tersebut dapat mengakibatkan interaksi yang baik antara siswa dalam pemecahan masalah. Pada saat siswa menemukan suatu permasalahan siswa dapat menanyakan secara langsung kepada guru atau peneliti. Setalah kegiatan diskusi selesai, peneliti meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas agar diketahui oleh seluruh siswa. Pada saat setiap kelompok presentasi hasil diskusinyam ada siswa yang memperhatikan dan ada juga siswa yang ribut sendiri dengan bergurau dengan temannya.
e) Penggunaan keterkaitan
Kegiatan selanjutnya adalah guru dan siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari bersama yaitu mengenal bentuk dan jenis bangun ruang serta menghitung jumlah sisi, rusuk dan titik sudut bangun ruang. Setelah peneliti mengomentari dan meluruskan jawaban-jawaban siswa, peneliti dan siswa menyimpulkan bahwa ada bermacam-macam bentuk bangun ruang dan setiap bangun ruang memiliki sisi, rusuk dan titik sudut keculai lingkaran
Kesimpulan yang dapat ditarik dalam pembelajaran matematika pada prtemuan pertama ini adalah ada beberapa siswa yang kurang perduli terhadap matematika, hal ini terlihat dari tanggapan dan respon siswa-siswa tesebut yang masih rendah. Siswa yang di tunjuk mewakili kelompoknya untuk mempresentasikan hasil diskusi mempunyai antuasiasme yang tinggi.
2) Siklus II Petemuan kedua
Pertemuan kedua pada siklus pertama dilaksanakan pada hari rabu, tanggal 15 Mei 2013, yang berlangsung selama 2 jam pelajaran. Sebelum pembebelajarn dimulai, guru mengkondisikan siswa dan berusaha menarik perhatian siswa terlebih dahulu, gutu
menanyakan “apakah kalian sudah siap untuk belajar?” semua siswa menjawab: “siap!”, kemudain guru membuka pelajaran
dengan membaca salam dan mengabsen siswa. Guru menyampaikan apersepsi dengan mengulas materi sebelumnya .
Kegiatan inti yang dilakukan pada pertemuan kedua ini adalah :
a) Penggunaan konteks : “Dunia Nyata ”
Pembelajaran dimulai dengan konteks dunia nyata dengan cara siswa menyebutkan kembali contoh-contoh bangun ruang yang ada disekitar kita dan menyebutkan berapa jumlah sisi, rusuk dan titik sudut bangun ruang. Proses pembelajaran menggunakan pengalaman siswa sebelumya.
Guru meminta siswa menyebutkan contoh-contoh bangun yang ruang yang menyerupai balik dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak sering menemukan benda tempat pensil? pada pertemuan ini alat perga yang digunakan yaitu macam-macam media bangun ruang.
b) Penggunaan model-model
Tahap selanjutnya adalah guru meminta siswa berkelompok. Kelompok sama dengan kelompok sebelumnya,setiap kelompok diminta mengelompokkan bangun ruang yang mereka temukan apakah termasuk dalam bangun ruang( balok,kubus,bola,kerucut atau tabung)
c) Penggunaaan produksi dan kontstruksi
Diskusi kelompok berlangsung selama 35 menit. Siswa mengidentifikasi sifat bangun ruang menggunakan media
bangun yang dibagi oleh guru. Kemudian membacakan hasil diskusi didepan kelas, guru meminta siswa untuk memperhatikan temanya yang sedang presentasi, gur mengecek
dan mambahasnya. Guru bertanya kepada siswa “apakah masih ada yang belum paham?”, “tidak ada” jawab semua siswa.
d) Penggunaan Interaksi
Siswa sudah dapat bekerja sama dengan anggota lain daat diskusi kelompok, siswa sudah mulai aktif, walaupun masih ada siswa yang pasif.
Pada saat presentasi kelompok, siswa masih tetap semangat untuk memperhatikan temannya yang sedang mempresenatasikan hasil diskusi kelompoknya. Guru bertanya kepada siswa “apakah ada yang masih belum pagham dengan materi yang telah dipelajari”, sudah ” jawab semua siswa.
e) Penggunaan keterkaitan
Penyelesaian soal-soal tentang bangun ruang tidak lepas dari topik lain dalam matematika. Pada pertemuan kedua ini, materi bangun ruang terkait dengan pengukuran. Pada akhir kegiatan guru mengigatkan siswa membawa penggaris dan busur pada setiap pelajaran matematika.
3) Pertemuan ketiga
Pada pertemuan ketiga ini dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Mei 2013. Pada pertemuan ketiga ini peneliti sudah menyiapkan
soal evaluasi yang berguna untuk mengetahui kemampuan siswa masing-masing. Kegiatan yang dilakukan dalam pertemuan ketiga ini adalah
Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan mengabsen siswa. Kemudian guru menyampaikan kegiatan hari ini yaitu evaluasi. Sebelum evaluasi dimulai guru membacakan peraturan selama mengerjakan soal evaluasi. Soal evalusi dibagikan dengan cara meletakan dimeja dan siswa tidak dipersilahkan untuk membuka sebelum ada aba- aba dari Guru. Setelah guru selesai membagi soal evaluasi siswa dipersilahkan membuka dan mengerjakan soal evaluasi. Bagi siswa yang kurang jelas dengan soal siswa dipersilahkan bertanya pada guru. Setelah semua selesai mengerjakan soal siswa mengumpulkan soal dengan car mengummpulkan dari belakang ke depan. Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan salam dan berdoa.
c. Observasi/ Pengamatan
Pengamatan dilakukan oleh peneliti. Pelaksanaan pengamatan dilakukan selama pembelajaran berlangsung. Adapun hal yang didapat oleh peneliti dalam pengamatan selama pembelajaran berlangsung adalah pada evaluasi siklus II ini anak-anak sudah terlihat disiplin dalam mengerjakan, mereka mengerjakan soal evaluasi secara individu tidak telihat anak yang berdsikusi dengan teman selama evaluasi berlangsung.
d. Refleksi
Berdasarkan hasil pembelajaran pada siklus II, siswa dalam proses pembelajaran matematika sudah berinteraksi secara aktif pada saat kerja kelompok. Semua siswa juga mengikuti pembelajaran dengan antusias terlihat ketika sejumlah kelompok bertanya kepada guru mengenai hal yang belum jelas. Begitu pula dengan kedisiplinan siswa sudah mencapai indikator keberhasilan. Salah satu hal yang menunjukan kedisiplinan siswa pada saat mengikuti pembelajaran di kelas adalah pada saat guru sedang menjelaskan siswa memperhatikan dengan tenang.