• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

3. Siklus I

Penelitian tindakan pada Siklus I dilaksanakan tiga kali pertemuan. Siklus I dilaksanakan pada hari Kamis-Sabtu, 28-30 Mei 2015. Tema yang diajarkan pada Siklus I adalah tanah airku. Adapun tahap perencanaan pada Siklus I meliputi kegiatan sebagai berikut.

1) Melakukan koordinasi dengan guru kelas tentang kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani melalui permainan tradisional di kelompok B2. Guru kelas bertindak sebagai pelaksana tindakan dan peneliti sebagai observer.

2) Membuat Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang akan digunakan guru sebagai acuan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran.

3) Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam permainan tradisional. Menggunakan karpet ingkling dan gacok yang dipersiapkan oleh observer. 4) Menyiapkan lembar pengamatan untuk melihat tingkat perkembangan

kebugaran jasmani anak melalui permainan tradisional. b. Pelaksanaan Siklus I

1) Pertemuan I Tindakan I

Pertemuan I dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 28 Mei 2015. Tema pembelajaran disampaikan yaitu tanah airku dengan sub tema lambang negara.

55

Tindakan yang dilakukan adalah bermain ingkling dengan karpet ingkling yang sudah dipersiapkan oleh observer. Sebelum bermain guru menjelaskan tentang tata cara bermain dan aturan dalam permainan ingkling. Selanjutnya anak mencoba satu per satu secara bergantian dengan tertib dan saling menjaga teman. Sehingga semua anak dapat mencobanya dan saat bermain tidak saling berebut. Hal tersebut menimbulkan rasa peduli terhadap teman, saling menjaga, dan tertib serta dapat meningkatkan kebugaran jasmani anak.

Skenario dan pelaksanaan permainan tradisional tindakan I pertemuan I yaitu, anak-anak dikondisikan untuk duduk di atas karpet secara bersama-sama, dan guru mempersiapkan alat dan bahan yang digunakan, lalu guru menjelaskan tentang cara bermain dan aturan dalam permainan ingkling. Selanjutnya guru memberi contoh untuk ingkling ke depan dua kali, ke belakang dua, ke kiri dua kali dan ke kanan dua kali, lalu anak-anak mencoba untuk ingkling bersama-sama dan diulang beberapa kali. Guru memperlihatkan karpet ingkling, lalu guru memberi contoh cara bermainnya dan anak-anak mencoba satu persatu. Kemudian guru mengajak anak-anak untuk bermain ingkling menggunakan karpet ingkling di dalam kelas secara bergantian dengan urutan sesuai absen.

Guru dan peneliti mengamati cara anak bermain, ada beberapa anak yang belum dapat mempertahankan keseimbangannya, ada juga yang kurang lincah saat bermain namun ada 6 anak yang sudah bisa bermain dengan baik dan dapat memberi contoh kepada temannya. Tetapi ada 2 anak yang belum mau untuk mencoba bermain ingkling bersama teman-temannya dan kedua anak ini berusaha untuk mengganggu temannya saat bermain. Selain itu ada juga anak yang

56

mencoba bermain beberapa kali. Anak ini sangat antusias saat bermain. Pada pelaksanaan pertemuan I menggunakan tidakan I guru agak kerepotan karena anak belum terkondisi dengan baik, ada anak yang bercanda sendiri ada juga yang berebut bermain ingkling karena tidak sabar menunggu giliraan. Selain itu karpet ingkling yang digunakan hanya 1 yang digunakan untuk bergantian.

Evaluasi kegiatan dilakukan dengan tanya jawab tentang keseruan bermain ingkling, dan guru menghargai usaha anak dengan memberikan reward berupa pujian kepada semua anak yang mau mencoba dan juga memberi hadiah makanan kecil untuk semua anak.

2) Pertemuan II Tindakan I

Pertemuan II dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 29 Mei 2015. Tema pembelajaran yang disampaikan yaitu tanah airku dengan sub tema lambang negara. Tindakan yang dilakukan di pertemuan II adalah bermain ingkling dengan model karpet ingkling yang lebih sedikit rumit. Pada pertemuan II anak bermain ingkling dengan karpet ingkling yang berbeda dengan kemarin. Selanjutnya anak mencoba satu per satu secara bergantian dengan tertib dan saling menjaga teman. Semua anak dapat mencobanya dan saat bermain tidak saling berebut, sehingga menimbulkan rasa peduli terhadap teman, saling menjaga, dan tertib serta dapat meningkatkan kebugaran jasmani anak. Skenario dan pelaksanaa permainan tradisional tindakan I pertemuan II yaitu anak-anak dikondisikan untuk duduk melingkar sembari guru mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Guru mengkomunikasikan dan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan oleh anak yaitu bermain ingkling.

57

Guru memperkenalkan tentang permainan yang akan dimainkan yaitu ingkling yang membedakan dengan hari kemarin adalah pola ingkling yang digunakan. Guru menjelaskan tentang cara bermain dan aturan dalam permainan ingkling. Guru memperlihatkan karpet ingkling, lalu guru meminta salah seorang anak yang berani untuk memberi contoh cara bermain kepada teman lainnya, setelah itu anak-anak mencoba satu persatu. Kemudian guru membagi anak menjadi 2 kelompok sesuai jenis kelamin, ketika anak lelaki bermain maka untuk anak perempuan dipersilahkan duduk dipinggir dan memperhatikan anak lelaki bermain dan sebaliknya. Untuk menentukan urutan bermain anak-anak melakukan hompimpah (hompimpah dilakukan perkelompok). Kemudian guru mengajak anak-anak untuk bermain ingkling menggunakan karpet ingkling di dalam kelas secara bergantian dengan urutan sesuai hompimpah.

Pada permainan pertemuan kedua menggunakan tindakan I ini anak sudah mulai terkondisi terlihat saat bermain sudah dapat menunggu giliran sesuai nomor urut dan hompimpah yang sudah dilakukan, dalam melakukan hompimpah ini terjadi interaksi antar anak-anak, anak yang sudah faham membantu anak lain yang belum faham. Selain itu, masih ada dua anak yang belum mau untuk mencoba bermain ingkling dengan teman-temannya. Kedua anak ini masih suka menganggu temannya saat bermain, terkadang mereka juga memperhatikan ketika temannya bermain, tetapi saat diberi kesempatan untuk bermain kedua anak ini tersenyum malu dan berlari di belakang temannya.

Evaluasi kegiatan dilakukan dengan bertukar pendapat antara anak lelaki dan perempuan, yaitu ketika guru menanyakan permainan yang dilakukan anak laki-

58

laki maka anak perempuan yang menjawab dan sebaliknya, dan guru memberikan reward berupa pujian kepada semua anak yang melakukan ingkling dengan baik dan yang berusaha melakukan ingkling dan juga memberi hadiah makanan kecil untuk semua anak.

3) Pertemuan III Tindakan II

Pertemuan III dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 30 Mei 2015. Tema pembelajaran yang disampaikan yaitu tanah airku dengan sub tema pahlawan. Tindakan yang dilakukan di pertemuan III adalah bermain dingklik oglak-aglik. Sebelum bermain guru menjelaskan tentang tata cara bermain dan aturan dalam permainan dingklik oglak-aglik. Selanjutnya anak mencoba untuk melompat- lompat dengan berputar menggunakan satu kaki diangkat ke atas dengan tertib dan saling menjaga teman, sehingga menimbulkan rasa peduli terhadap teman, saling menjaga, dan tertib serta dapat meningkatkan kebugaran jasmani anak.

Skenario dan pelaksanaan permainan tradisional tindakan I pertemuan III yaitu guru mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan, anak-anak dikondisikan untuk duduk berkelompok tiga anak. Selanjutnya guru mengkomunikasikan dan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan oleh anak yaitu bermain dingklik oglak-aglik. Guru menjelaskan tentang cara bermain dan aturan dalam permainan dingklik oglak-aglik. Guru memberi contoh cara membuat kaitan kaki dan cara bermain dengan dibantu oleh 3 anak sebagai contoh, dan dilakukan secara perlahan dan diulang sampai semua anak paham. Setiap kelompok mencoba untuk melompat dengan satu kaki dan bergerak memutar. Guru membantu anak untuk untuk membuat formasi dingklik oglak-

59

aglik dari menerobos dan mengkaitkan kaki untuk membentuk posisi yang kokoh. Kemudian anak-anak bermain dingklik oglak-anglik dengan menyanyikan tembang dingklik oglak-aglik.

Pada permainan dingklik oglak-aglik ini masih banyak anak yang kesusahan saat membuat kaitan kaki, tetapi anak-anak merasa antusias untuk terus mencoba permainan ini sehingga beberapa anak dapat membuat kaitan kaki dan bermain dingklik oglak-aglik. Anak-anak yang sudah bisa membuat kaitan kaki dan bermain dingklik oglak-aglik membantu temannya yang belum bisa dengan membantu menunjukkan mengkaitkan dan menjelaskan, disini terjadi saling interaksi yaitu anak-anak saling mengobrol bagaimana cara membuat kaitannya. Dalam permainan ini anak yang pada pertemuan sebelumnya belum mau mencoba, di permainan ini salah satu dari kedua anak mau mencoba dan bermain dengan temannnya, hanya saja anak yang satunya belum mau mencoba dan masih suka mengganggu temannya saat bermain. Ketika diberi kesempatan sendiri untuk mencoba anak tersebut masih malu-malu dan berlari, tetapi terkadang memperhatikan temannya bermain.

Evaluasi kegiatan dilakukan dengan cara tanya jawab kesulitan yang dialami saat bermain dingklik oglak-aglik, dan guru memberikan reward acungan jempol, tanda bintang dan sebagainya kepada anak saat kegiatan berlangsung, sehingga anak lebih termotivasi.

c. Observasi Siklus I

Berdasarkan hasil pengamatan, aktivitas anak dalam mengikuti kegiatan permainan tradisional menggunakan permainan ingkling dan dingklik oglak-aglik.

60

Anak dibebaskan untuk bermain ingkling dan dingkling oglak-aglik sesuai aturan yang sudah disepakati dengan bahan dan alat yang sudah disediakan oleh guru, dengan mengamati indikator yaitu komponen kebugaran jasmani anak dalam permainan tradisional meliputi kekuatan, keseimbangan, dan kelincahan. Hasil observasi kebugaran jasmani anak Siklus I dapat dilihat pada Tabel 11 halaman 61. Hasil rekapitulasi pada Tabel 11 dapat dilihat pada Tabel 12 di halaman 61.

Dari tabel 12, diperoleh keterangan bahwa anak yang memiliki kriteria mulai berkembang ada 4 anak dengan persentase yang diperoleh 19.05%. Keempat anak tersebut memperoleh jumlah skor dari 10-18 dari skor maksimal 36. Keempat anak tersebut sudah mampu ingkling dan mengangkat satu kaki ke atas, namun ketika diaplikasikan dalam sebuah permainan anak belum dapat menjaga keseimbangan, saat diminta untuk berbalik arah secara cepat anak masih kesusahan dan saat bermain anak belum dapat konsisten mengangkat satu kaki. Anak yang berada pada kriteria berkembang sesuai harapan ada 6 anak dengan persentase yang diperoleh 28.57%. Keenam anak tersebut sudah mampu menjaga konsisten kaki, keseimbangan dan dapat berbalik arah secara cepat. Sedangkan anak yang berada pada kriteria berkembang sangat baik ada 11 anak dengan presentase yang diperoleh 52.38%. Sebelas anak tersebut sudah mampu secara mandiri bermain ingkling dan dingklik oglak-aglik. Dari hasil di atas diperjelas melalui gambar 4 di halaman 62.

Dari gambar 4 dapat diketahui bahwa hasil tindakan pada Siklus I meningkat menjadi kriteria mulai berkembang sebesar 19.05%, berkembang sesuai harapan sebesar 28.57% dan berkembang sangat baik sebesar 52.38%, jadi pada Siklus I

61

kebugaran jasmani anak meningkat menjadi 52.38% sehingga meningkat pada kriteria berkembang sesuai harapan.

Tabel 11. Hasil Observasi Kebugaran Jasmani Anak Siklus I No Nama

Anak

Skor Kebugaran Jasmani Anak

Setiap Pertemuan Jumlah % Kriteria I II III

1 Al 8 10 10 28 78% Berkembang Sangat Baik

2 Bl 3 3 4 10 28% Mulai Berkembang

3 Dh 6 7 6 19 53% Berkembang Sesuai Harapan

4 Ss 9 10 10 29 81% Berkembang Sangat Baik

5 Fk 6 7 7 20 56% Berkembang Sesuai Harapan

6 Es 3 6 7 16 44% Mulai Berkembang

7 Fh 5 6 7 18 50% Mulai Berkembang

8 Jn 8 10 10 28 78% Berkembang Sangat Baik 9 Ns 8 10 10 28 78% Berkembang Sangat Baik 10 Fb 8 10 10 28 78% Berkembang Sangat Baik 11 Mv 10 10 11 31 86% Berkembang Sangat Baik 12 Mh 8 9 9 26 72% Berkembang Sesuai Harapan 13 Fd 9 10 10 29 81% Berkembang Sangat Baik 14 Wd 8 10 10 28 78% Berkembang Sangat Baik 15 Rn 7 8 9 24 67% Berkembang Sesuai Harapan 16 Nt 9 10 10 29 81% Berkembang Sangat Baik 17 Pt 6 8 8 22 61% Berkembang Sesuai Harapan

18 Hl 3 5 6 14 39% Mulai Berkembang

19 Rz 8 10 10 28 78% Berkembang Sesuai Baik 20 Rf 8 8 9 25 69% Berkembang Sesuai Harapan 21 Jn 8 10 10 28 78% Berkembang Sangat Baik Tabel 12. Rekapitulasi Data Kebugaran Jasmani Anak Siklus I

No Kriteria Jumlah Anak Persentase

1 Belum berkembang - -

2 Mulai berkembang 4 19.05%

3 Berkembang sesuai harapan 6 28.57%

62 0 19.05 28.57 52.38 0 10 20 30 40 50 60 BB MB BSH BSB

Gambar 4. Grafik Persentase Kebugaran Jasmani Anak Siklus I b. Refleksi

Kegiatan refleksi ini dimaksudkan sebagai bahan masukan pada perencanaan Siklus selanjutnya. Dari refleksi Siklus I ini memberikan perubahan yang lebih baik terhadap proses pembelajaran dan hasil Siklus II. Setelah diadakannya refleksi, pada Siklus I memberikan informasi bahwa permainan tradisional menggunakan dua jenis permainan yaitu ingkling dan dingklik oglak-aglik memberikan kesempatan kepada anak untuk meningkatkan kekuatan, keseimbangan dan kelincahan anak dengan cara yang menyenangkan. Adapun kendala yang dihadapi pada pelaksanaan Siklus I, yaitu:

1) Jumlah guru kurang sehingga sulit mengkondisikan.

2) Anak kurang memahami cara dan aturan bermain, karena penjelasan yang kurang jelas.

Berdasarkan hasil tersebut, peneliti membuat rencana kegiatan pada Siklus II. Rencana kegiatan Siklus II disusun untuk lebih mengoptimalkan permainan tradisional.

63

Pada pelaksanaan Siklus II akan dilakukan perbaikan seperti berikut 1) Anak diberi pengawasan lebih agar anak dapat terkondisi dengan baik.

2) Anak diberi penjelasan cara dan aturan bermain sekaligus contoh beberapa kali sehingga anak dapat mengikuti permainan dengan baik sesuai peraturan permainan.

3) Pada Siklus II permainan tradisional juga dibuat kompetisi secara berkelompok agar anak lebih semangat dan termotivasi

c. Hipotesis Tindakan Siklus II

Melalui refleksi dan perbaikan yang dilakukan pada Siklus II, maka permainan tradisional dengan menggunakan permainan ingkling dan dingklik oglak-aglik dapat meningkatkan kebugaran jasmani anak kelompok B2 TK ABA Keringan.

4. Siklus II a. Perencanaan

Pelaksanaan Siklus II sama dengan Siklus I yaitu 3 kali pertemuan pada hari Rabu-Kamis, tanggal 3-5 Juni 2015. Tema yang digunakan pada Siklus II berbeda dengan Siklus I yaitu alam semesta. Adapun tahap perencanaan pada Siklus II meliputi kegiatan sebagai berikut:

1) Melakukan koordinasi dengan guru kelas tentang kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani melalui permainan tradisional di kelompok B2. Guru kelas bertindak sebagai pelaksana tindakan dan peneliti sebagai observer.

64

2) Membuat Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang digunakan guru sebagai acuan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran.

3) Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam permainan tradisional, menggunakan permainan ingkling dan dingklik oglak-aglik.

4) Permainan dibuat kompetisi secara berkelompok agar anak lebih semangat, tertarik dan termotivasi.

b. Pelaksanaan Tindakan Siklus II 1) Pertemuan I

Pertemuan I dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 3 Juni 2015. Pada pertemuan I tema pembelajaran yang disampaikan yaitu alam semesta dengan sub tema pelangi, awan, bulan, dan bintang. Pada pertemuan keempat Siklus kedua, anak dalam satu kelas diajak untuk bermain dingklik oglak-aglik dan ingkling, dalam satu kelas dibagi menjadi dua kelompok, setiap kelompok memainkan permainan yang berbeda, misal kelompok 1 bermain dingklik oglak-aglik maka kelompok 2 bermain ingkling dan nanti bertukar permainan setelah semua anak dalam kelompok tersebut mencoba bermain, jadi semua anak dapat mencobanya dan saat bermain tidak saling berebut, sehingga menimbulkan rasa peduli terhadap teman, saling menjaga, dan tertib serta dapat meningkatkan kebugaran jasmani anak.

a) Tindakan I

Tindakan satu adalah permaian ingkling, guru menjelaskan cara, aturan dan tahap-tahap dalam bermain ingkling. Jadi untuk kelompok yang bermain ingkling saat bermain mereka akan bergantian sampai semua teman dalam kelompoknya

65

bermain lalu dilakukan permainan dengan menggunakan suit/hompimpah untuk menentukan yang bermain terlebih dahulu. Dalam permainan ingkling ini guru menyediakan 2 karpet ingkling yang dapat digunakan untuk anak bermain. Sebelum bermain anak-anak menentukan siapa yang bermain dulu dengan hompimpah dan suit, dan ketika ada anak yang bermain teman yang lain saling mendukung dan mengawasi jika ada anak yang menginjak garis atau gaco keluar kotakan. Guru dan peneliti berkeliling untuk mengamati setiap permaianan anak, kemudian guru memuji anak yang dapat memainkan dengan benar.

b) Tindakan II

Tindakan dua adalah permainan dingklik oglak-aglik, guru menjelaskan cara, aturan dan tahap-tahap dalam bermain dingklik oglak-aglik. Setelah anak-anak dalam kelompok dingklik oglak-aglik ini faham aturanya, lalu guru membagi anak dalam kelompok kecil lagi yaitu dalam 1 kelompok berisi 3 anak. Kemudian anak- anak bermain sesuai aturan dan kesepakatan yang ada. Dalam permainan ini anak- anak saling membantu bagaimana cara membuat kaitan kaki agar mudah dan tidak mudah lepas, mereka mencoba berbagai cara dengan menggonta ganti tumpuan kaki, ada juga yang berpegangan teman atau berpegangan tembok dulu setelah kaitan kaki jadi mereka lalu bermain dingklik oglak-aglik dengan melepas pegangan. Guru dan peneliti berkeliling untuk mengamati setiap permaianan anak, kemudian guru memuji anak yang dapat memainkan dengan benar.

Evaluasi kegiatan, guru tanya jawab tentang permainan yang sudah dilakukan anak, dan guru memberikan reward berupa pujian kepada semua hasil karya anak hasilnya bagus-bagus dan juga memberi hadiah pensil untuk semua anak.

66 2) Pertemuan II

Pertemuan II dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 4 Juni 2015. Pada pertemuan II tema pembelajaran yang disampaikan yaitu alam semesta dengan sub tema air, api, dan angin. Dalam pertemuan dua Siklus dua, anak-anak diajak bermian secara kompetisi berkelompok, jadi dalam satu kelas anak-anak dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yaitu dalam 1 kelompok berisikan 3 orang anak. Dalam permainan kompetisi ini nanti anak-anak menyelesaikan dua permaian sekaligus yaitu anak-anak bermian dingkling oglak-aglik satu putaran lalu dilanjutkan dengan bermain ingkling bergantian dalam satu kelompok. Kelompok yang dapat menyelesaikan permainan terlebih dahulu dan benar aturannya maka menjadi pemenangnya. Dari kompetisi ini diharapkan dapat meningkatkan kebugaran jasmani anak.

a) Tindakan I

Pada tindakan satu pada pertemuan ini guru menjelaskan aturan dan cara permainannya, setelah faham anak-anak satu kelas dibagi dalam kelompok yaitu 3 anak dalam satu kelompok. Dalam permainan ini anak-anak bermain dingklik oglak-aglik secara berkelompok (1 kelompok berisi 3 anak), mereka akan membuat formasi permainan dinglik oglak-aglik dan memainkannya satu kali putaran sambil bernyanyi, bila kaitan kaki lepas sebelum nyanyian selesai maka anak-anak mengulang membuat dari awal, setelah selesai bermain dingklik oglak- aglik lalu berganti bermain ingkling. Pada permainan ini anak-anak sangat antusias dan dalam setiap kelompok mereka saling berdiskusi bagaimana cara

67

membuat formasi dingkling oglak-aglik agar dapat bertahan 1 putaran sehingga tidak mengulang.

b) Tindakan II

Pada tindakan dua anak-anak bermain ingkling, setelah bermain dingklik oglak-aglik selesai satu putaran lalu anak-anak langsung melanjutkan bermain ingkling secara bergantian dalam kelompok tersebut, dalam permainan ingkling ini tidak menggunakan gacuk sehingga anak hanya melewati setiap kotakan sesuai cara bermainanya. Pada permainan ini anak-anak berdiskusi menentukan urutan pemain, sehingga saat bermain tidak berebut, dan teman dalam satu kelompok saling menyemangati agar dapat menyelesaikan ingkling dengan baik yaitu tidak menginjak garis, bila menginjak garis maka akan diulang dari awal. Dalam permainan ini kelompok yang dapat menyelesaikan terlebih dahulu yang menjadi pemenangnya.

Evaluasi kegiatan dilakukan dengan mengulang kembali permainan yang sudah dimainkan anak-anak tadi, dan guru bertanya kesan anak dengan permainan tadi. Bagi kelompok yang menang maka mendapat hadiah dari guru, dan bagi anak yang belum menang guru juga memberikan reward berupa pujian kepada anak-anak dan juga memberi hadiah makanan kecil untuk semua anak.

3) Pertemuan III

Pertemuan III dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 5 Juni 2015, guru melakukan tanya jawab mengenai tema alam semesta dan sub tema siang dan malam. Dalam pertemuan tiga ini, anak-anak diajak bermain secara kompetisi berkelompok seperti pada pertemuan kedua Siklus kedua, jadi dalam satu kelas

68

anak-anak dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yaitu dalam 1 kelompok berisikan 3 orang anak. Dalam permainan kompetisi ini nanti anak-anak menyelesaikan dua permaian sekaligus yaitu anak-anak akan bermain ingkling bergantian dalam satu kelompok bila semua anak dalam satu kelompok sudah bermain ingkling lalu dilanjutkan dengan bermain dingkling oglak-aglik satu putaran. Kelompok yang dapat menyelesaikan permaian terlebih dahulu dan benar aturannya maka menjadi pemenangnya. Dari kompetisi ini diharapkan dapat meningkatkan kebugaran jasmani anak.

a) Tindakan I

Pada tindakan satu, guru menjelaskan aturan dan cara permainannya, setelah faham anak satu kelas dibagi dalam kelompok yaitu 3 anak dalam satu kelompok. Dalam permainan ini anak-anak akan bermain permianan ingkling secara bergantian dalam satu kelompok, setelah anak dalam satu kelompok itu selesai bermain ingkling lalu dilanjutkan bermain dingklik oglak-aglik. Pada permainan ingkling ini anak bersemangat untuk bermain dan lebih berhati-hati sehingga tidak ada anak yang mengulang ingkling dari awal karena menginjak garis, anak-anak yang lain bersorak-sorak menyemangati temannya yang sedang bermain.

b) Tindakan II

Pada tindakan dua anak-anak bermain dingklik oglak-aglik, setelah bermain ingkling selesai secara berkelompok (1 kelompok berisi 3 anak), mereka membuat formasi permainan dingklik oglak-aglik dan memainkannya satu kali putaran sambil bernyanyi, sehingga kelompok yang dapat menyelesaikan terlebih dahulu yang menjadi pemenangnya. Dalam bermain dingklik oglak-aglik kebanyakan

69

anak dapat memainkannya sehingga dalam kompetisi anak-anak terampil memainkannya dan tidak ada yang mengulangi karena ikatan lepas di tengah bernyanyi, anak-anak terlihat senang dan kompak menyelesaikan permainan.

Evaluasi kegiatan dilakukan dengan mengulas kembali permainan yang sudah dimainkan anak-anak tadi, dan guru bertanya kesan anak dengan permainan tadi. Bagi kelompok yang menang maka mendapat hadiah dari guru, dan bagi anak yang belum menang guru juga memberikan reward berupa pujian kepada anak- anak dan juga memberi hadiah makanan kecil untuk semua anak.

c. Observasi Siklus II

Berdasarkan hasil pengamatan, aktivitas anak dalam mengikuti permainan

Dokumen terkait