BAB III METODE PENELITIAN
B. Hasil Penelitian
2. Siklus I
Kegiatan yang dilakukan dalam perencanaan ini adalah sebagai berikut. 1) Membuat RPP mata pelajaran Matematika materi penjumlahan dan
pengurangan bilangan bulat.
2) Membuat media pembelajaran manik – manik.
3) Menyusun lembar observasi untuk menilai aktivitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran menggunakan media manik - manik.
79 5) Membuat soal evaluasi.
b. Pelaksanaan Tindakan
Pada siklus I, dilakukan dalam dua kali pertemuan. Pembelajaran menggunakan media manik – manik untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.
1) Pertemuan 1
Siklus I pertemuan ke-1 dilakukan pada hari Senin, 13 Februari 2017. Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan alokasi waktu 2 x 35 menit sesuai dengan RPP yang telah dirancang dengan SK, KD dan indikator sebagai berikut. Standar Kompetensi
Menjumlah dan mengurangkan bilangan bulat Kompetensi Dasar
5.2 Menjumlahkan bilangan bulat Indikator
a) Menjumlahkan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif. b) Menjumlahkan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif. c) Menjumlahkan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif.
Adapun langkah – langkah pembelajarannya adalah sebagai berikut. a) Kegiatan Awal
80
Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama dan presensi. Kemudian melakukan apersepsi kepada siswa. Setelah itu guru menyampaikan materi yang akan dipelajari yaitu tentang penjumlahan bilangan bulat.
b) Kegiatan Inti
Pada kegiatan inti diawali dengan siswa diperkenalkan konsep bilangan bulat dengan media manik – manik. Siswa ditunjukan manik – manik kuning bernilai positif dan manik – manik merah bernilai negatif. Bilangan nol ditandai penggabungan manik - manik kuning dan merah. Selanjutnya, guru menjelaskan materi penjumlahan bilangan bulat sesuai dengan indikator pada RPP. Materi yang dijelaskan yaitu meliputi konsep penjumlahan, penjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif , penjumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif, dan penjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif menggunakan media manik – manik. Materi penjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif dengan contoh penjumlahan 3 + 5 yang dijelaskan oleh guru menggunakan media manik – manik. Materi berikutnya penjumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif dengan contoh penjumlahan (-3) + (-5) yang dijelaskan oleh guru menggunakan media manik – manik. Penjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif dengan contoh penjumlahan 3 + (-5) yang dijelaskan guru menggunakan media manik - manik. Setelah guru menyampaikan semua materi, siswa diberi kesempatan
81
mempraktekan media manik – manik di depan kelas dengan soal – soal operasi penjumlahan yang diberikan oleh guru.
Siswa dibagi menjadi 5 kelompok yang masing – masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Setiap kelompok dibagikan LKS, potongan manik – manik yang nantinya di tempel pada lembar kerja siswa, dan lem yang digunakan untuk menempel. Setelah selesai mengerjakan LKS, masing – masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
c) Penutup
Guru menanyakan hal – hal yang belum dipahami siswa. Kemudian guru membagikan soal evaluasi untuk dikerjakan siswa secara individu. Guru menutup pembelajaran dengan berdoa dan salam.
2) Pertemuan 2
Siklus I pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Selasa, 14 Februari 2017. Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan alokasi waktu 2 x 35 menit sesuai dengan RPP yang telah dirancang dengan SK, KD dan indikator sebagai berikut. Standar Kompetensi
Menjumlah dan mengurangkan bilangan bulat Kompetensi Dasar
5.3 Menjumlahkan bilangan bulat Indikator
82
b) Menjumlahkan bilangan positif dengan bilangan nol. c) Menjumlahkan bilangan negatif dengan bilangan nol.
Adapun langkah – langkah pembelajarannya adalah sebagai berikut. a) Kegiatan Awal
Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama dan presensi. Kemudian melakukan apersepsi dengan bertanya tentang materi yang telah dipelajari sebelumnya. Setelah itu guru menyampaikan materi yang akan dipelajari yaitu penjumlahan bilangan bulat.
b) Kegiatan Inti
Pada kegiatan inti diawali dengan tanya jawab materi sebelumnya yaitu tentang konsep bilangan bulat dengan media manik – manik. Kemudian guru melanjutkan materi penjumlahan bilangan bulat sesuai dengan indikator pada RPP menggunakan media manik – manik. Materi yang dijelaskan oleh guru meliputi penjumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif, penjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan nol, dan penjumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan nol menggunakan media manik – manik. Materi penjumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif dengan contoh penjumlahan (-3) + 5 yang dijelaskan guru menggunakan media manik – manik. Materi berikutnya penjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan nol dengan contoh penjumlahan 3 + 0 yang dijelaskan guru menggunakan media manik – manik. Penjumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan nol dengan contoh
83
penjumlahan (-3) + 0 yang dijelaskan guru menggunakan media manik - manik. Setelah guru menyampaikan semua materi, siswa diberi kesempatan mempraktekan media manik – manik di depan kelas dengan soal – soal operasi penjumlahan yang diberikan oleh guru.
Siswa dibagi menjadi 5 kelompok yang masing – masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Setiap kelompok dibagikan LKS, potongan manik – manik yang nantinya di tempel pada lembar kerja siswa, dan lem yang digunakan untuk menempel. Setelah selesai mengerjakan LKS, masing – masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
d) Penutup
Guru menanyakan hal – hal yang belum dipahami siswa. Kemudian guru membagikan soal evaluasi untuk dikerjakan siswa secara individu. Guru menutup pembelajaran dengan berdoa dan salam.
c. Hasil Belajar Siklus I
Hasil tes diperoleh data berupa angka – angka mengenai jumlah skor yang diperoleh masing – masing siswa terhadap soal yang dikerjakan setelah diterapkannya tindakan. Adapun hasil dari siklus I adalah sebagai berikut.
84
Tabel 10. Daftar Nilai Evaluasi Siklus 1 Pertemuan 1
No Inisial Subyek Nilai Pra Siklus Keterangan
1 WR 100 TUNTAS 2 HK 60 BELUM TUNTAS 3 LP 80 TUNTAS 4 HR 50 BELUM TUNTAS 5 LM 40 BELUM TUNTAS 6 NL 60 BELUM TUNTAS 7 AM 80 TUNTAS 8 AZ 80 TUNTAS 9 DF 90 TUNTAS 10 ES 100 TUNTAS 11 FD 50 BELUM TUNTAS 12 MF 80 TUNTAS 13 MH 100 TUNTAS 14 NF 100 TUNTAS 15 RS 90 TUNTAS 16 SM 90 TUNTAS 17 SL 50 BELUM TUNTAS 18 TN 50 BELUM TUNTAS 19 KS 60 BELUM TUNTAS 20 AM 100 TUNTAS 21 LH 60 BELUM TUNTAS 22 NH 80 TUNTAS 23 RK 60 BELUM TUNTAS 24 RP 80 TUNTAS Nilai Tertinggi 100 Nilai Terendah 40 Rata – rata Kelas 74,58 Ketuntasan Kelas 58,33%
85
Tabel 11. Daftar Nilai Evaluasi Siklus 1 Pertemuan 2 No Inisial Subyek Nilai Pra Siklus Keterangan
1 WR 100 TUNTAS 2 HK 100 TUNTAS 3 LP 80 TUNTAS 4 HR 50 BELUM TUNTAS 5 LM 80 TUNTAS 6 NL 80 TUNTAS 7 AM 80 TUNTAS 8 AZ 80 TUNTAS 9 DF 90 TUNTAS 10 ES 100 TUNTAS 11 FD 80 TUNTAS 12 MF 60 BELUM TUNTAS 13 MH 80 TUNTAS 14 NF 100 TUNTAS 15 RS 70 TUNTAS 16 SM 80 TUNTAS 17 SL 60 BELUM TUNTAS 18 TN 80 TUNTAS 19 KS 60 BELUM TUNTAS 20 AM 100 TUNTAS 21 LH 60 BELUM TUNTAS 22 NH 80 TUNTAS 23 RK 60 BELUM TUNTAS 24 RP 60 BELUM TUNTAS Nilai Tertinggi 100 Nilai Terendah 50 Rata – rata Kelas 77,92 Ketuntasan Kelas 70,83%
Dari hasil belajar tersebut dapat dihitung persentase ketuntasan siswa. Hasil perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.
86
Tabel 12. Persentase Ketuntasan Siswa Siklus I
No Klasifikasi Ketuntasan
Pertemuan ke-1 Pertemuan ke-2 Frekuensi Persen Frekuensi Persen
1 TUNTAS 14 58,33% 17 70,83%
2 BELUM
TUNTAS 10 41,67% 7 29,17%
Dari data di atas menunjukan bahwa setelah pembelajaran matematika materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat menggunakan media manik – manik, terjadi peningkatan peresentase siswa yang tuntas KKM. Hal tersebut dibuktikan pada pertemuan ke-1 ketuntasan 58,33% dan meningkat pada pertemuan ke-2 yaitu menjadi 70,83%. Hasil tes dari siklus I merupakan hasil dari pertemuan ke-1 dan pertemuan ke-2. Pembelajaran dengan menggunakan media manik – manik meningkatkan persentase ketuntasan daripada sebelum dilakukan tindakan. Hal itu dapat dilihat dari tabel di bawah ini.
Tabel 13. Persentase Ketuntasan Siswa Pra Siklus dan Siklus I
No Klasifikasi Ketuntasan
Pra Siklus Siklus I
Frekuensi Persen Frekuensi Persen
1 TUNTAS 10 41,67% 17 70,83%
2 BELUM
TUNTAS
14 58, 33%
7 29,17%
Apabila digambarkan dalam diagram maka persentase ketuntasan siswa pada saat pra siklus dan siklus I adalah sebagai berikut
87 0.00% 10.00% 20.00% 30.00% 40.00% 50.00% 60.00% 70.00% 80.00%
Pra Siklus Siklus I
Tuntas
Belum
Tuntas
29.17% 70.83% 41.67% 58.33%Gambar 2. Diagram Persentase Ketuntasan Pra Siklus dan Siklus I
Dari diagram diatas menunjukan bahwa persentase ketuntasan siswa meningkat dari pra siklus ke siklus I. Persentase ketuntasan pada pra siklus adalah 41,67%, sedangkan persentase ketuntasan pada siklus I adalah sebesar 70,83%. Peningkatan ketuntasan belajar siswa diikuti dengan peningkatan rata – rata siswa yaitu pada pra siklus sebesar 58,96 meningkat pada siklus I yaitu menjadi 77,92. Meskipun demikian, persentase ketuntasa belajar siswa belum mencapai target yaitu sebesar 90%, sehingga perlu diperbaiki pada siklus II.
88 d. Observasi
1. Observasi Guru
Observasi yang dilakukan kepada guru bertujuan untuk mengetahui aktivitas guru saat melaksanakan proses pembelajaran matematika materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat menggunakan media manik – manik.
Terdapat 15 butir pengamatan yang dilakukan untuk guru. Pemberian skor yaitu dengan memberikan skor 4 sebagai skor tertinggi dan skor 1 sebagai skor terendah. Skor maksimum adalah 60 dan skor minummnya adalah 15. Pada siklus I observasi yang dilakukan sebanyak 2 kali observasi, yaitu pada pertemuan ke-1 dan pertemuan ke-2. Dari hasil observasi tersebut, diambil satu kali pertemuan yang memperoleh hasil terbaik. Berikut ini merupakan hasil observasi aktivitas guru pada siklus I.
Tabel 14. Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I No Aspek yang diamati
Jumlah Skor Pertemuan
ke-1
Pertemuan ke-2 1 Menyiapkan media dan materi pembelajaran 2 3
2 a. Melakukan salam, doa, dan presensi 3 3
b. Kesesuaian apresepsi dengan materi ajar 2 2 c. Menyampaikan materi pokok yang akan
dipelajari 2 2
d. Menyampaikan tujuan pembelajaran 2 2
3 a. Penguasaan materi pembelajaran 2 3
b. Melaksanakan pembelajaran inovatif 2 2
c. Membuat siswa aktif dalam
pembelajaran 1 2
d. Memantau kemajuan belajar siswa 2 2
e. Memimpin diskusi kelas 2 2
f. Menggunakan bahasa yang baik, benar
89 No Aspek yang diamati
Jumlah Skor Pertemuan ke-1 Pertemuan ke-2 4 a. Melakukan refleksi 2 2
b. Mengajak siswa menyimpulkan materi
pembelajaran 1 2
c. Memberikan penilain hasil belajar 2 3
Skor Total 29 35
Skor Maksimum 60 60
Persentase Keseluruhan 48,33% 58,33%
Berdasarkan tabel di atas untuk menghitung persentase keseluruhan aktivitas guru yaitu skor total dibagi dengan skor maksimum dan dikalikan 100%, seperti yang terdapat pada bab 3. Dari perhitungan di atas, dapat diketahui bahwa persentase kesulurah aktivitas guru pada siklus I pertemuan ke-1 adalah 48,33% dan pertemuan ke-2 adalah 58,33%. Hasil tersebut dapat digambarkan pada diagram berikut ini.
0.00% 10.00% 20.00% 30.00% 40.00% 50.00% 60.00% Pertemuan ke-1 Pertemuan ke-2 Persentase Aktivitas Guru Siklus I
90
Dari diagram di atas, dapat diketahui bahwa aktivitas guru pada siklus I diambil perolehan terakhir pada pertemuan ke-2 yaitu sebesar 58,33%. Berdasarkan kategori hasil observasi yang tertulis pada bab III persentase aktivitas guru sebesar 58,33% termasuk dalam kategori kurang. Perolehan tersebut juga tergolong masih masih rendah yaitu hanya 58,33% dibandingkan dengan persentase aktivitas minimal yang harus dicapai yaitu sebesar 80%. Oleh karena itu, hal tersebut menjadi bahan evaluasi pada siklus berikutnya.
2. Observasi Siswa
Observasi yang dilakukan kepada siswa bertujuan untuk mengetahui aktivitas siswa saat proses pembelajaran matematika materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat menggunakan media manik – manik. Untuk mengobservasi aktivitas siswa peneliti dibantu satu observer, sehingga ada 2 observer.
Terdapat 12 butir pengamatan yang dilakukan untuk siswa. Pemberian skor yaitu dengan memberikan skor 4 sebagai skor tertinggi dan skor 1 sebagai skor terendah. Untuk setiap siswa skor maksimumnya adalah 48 dan skor minummnya adalah 15. Sedangkan skor untuk seluruh siswa, skor maksimumnya adalah 1152 dan skor minimumnya adalah 288. Pada siklus I observasi yang dilakukan sebanyak 2 kali observasi, yaitu pada pertemuan ke-1 dan pertemuan ke-2. Dari hasil observasi tersebut, diambil satu kali pertemuan yang memperoleh hasil
91
terbaik. Berikut ini merupakan hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I, untuk masing – masing siswa dapat dilihat pada lampiran.
Tabel 15. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I
No Aspek yang diamati
Jumlah Skor Semua Siswa
Pertemuan ke-1
Pertemuan ke-2
1 Siswa aktif bertanya 38 42
2 Siswa aktif menjawab pertanyaan 31 37
3 Siswa aktif mengemukakan pendapat 26 33
4 Siswa aktif bekerja sama dalam kelompok 50 59 5 siswa bertanggungjawab terhadap tugas
kelompok 52 59
6 Siswa saling membantu dalam kelompok 50 62
7 Siswa antusias mengikuti pembelajaran 58 65
8 Siswa mendengarkan penjelasan guru 54 60
9 Siswa menggunakan media pembelajaran 37 48
10 Siswa mengerjakan tugas tepat waktu 47 59
11 Siswa tertib mengikuti pembelajaran 44 56
12 Siswa mematuhi perintah guru 44 51
Skor Total 531 631
Skor Maksimum 1152 1152
Persentase Keseluruhan 46,09% 54,77% Berdasarkan tabel di atas untuk menghitung persentase keseluruhan aktivitas siswa yaitu skor total dibagi dengan skor maksimum dan dikalikan 100%, seperti yang terdapat pada bab III. Dari perhitungan di atas, dapat diketahui bahwa persentase kesulurah aktivitas siswa pada siklus I pertemuan ke-1 adalah 46,09% dan pertemuan ke-2 adalah 54,77%. Hasil tersebut dapat digambarkan pada diagram berikut ini.
92 40.00% 42.00% 44.00% 46.00% 48.00% 50.00% 52.00% 54.00% 56.00% Pertemuan ke-1 Petemuan ke-2 Persentase Aktivitas Siswa Siklus I
Gambar 4. Diagram Persentase Aktivitas Siswa Siklus I
Dari diagram di atas, dapat diketahui bahwa aktivitas siswa pada siklus I diambil perolehan terakhir di pertemuan ke-2 yaitu sebesar 54,77%. Berdasarkan kategori hasil observasi yang tertulis pada bab III persentase aktivitas siswa sebesar 54,77% termasuk dalam kategori sangat kurang. Perolehan tersebut juga tergolong masih masih rendah yaitu hanya 54,77% dibandingkan dengan persentase aktivitas minimal yang harus dicapai yaitu sebesar 80%. Oleh karena itu, hal tersebut menjadi bahan evaluasi pada siklus berikutnya.
e. Refleksi
Refleksi dilakukan peneliti pada akhir siklus I bersama dengan guru. Hasil refleksi ini dijadikan acuan agar pelaksanaan proses pembelajaran matematika, materi operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat menggunakan
93
media manik – manik dapat lebih meningkat lagi kualitas pembelajarannya. Berdasarkan hasil pengamatan, hasil evaluasi dan diskusi dengan guru yang sekaligus sebagai kolaborator pada siklus I ini, ada beberapa hal penting yang dapat direfleksikan ke dalam tindakan selanjutnya.
Catatan pentingyang pertama, media manik - manik yang digunakan masih kurang efektif. Media manik – manik tidak menempel dengan baik di papan tulis, sehingga ketika di tempel di papan tulis media manik – manik seringkali jatuh. Hal tersebut mengganggu guru dalam menjelaskan materi menggunakan media manik – manik. Untuk mengatasi hal tersebut yang dapat dilakukan yaitu menggunakan perekat yang baik supaya media manik – manik dapat menempel di papan tulis dengan baik.
Kedua, beberapa siswa belum aktif bekerja secara berkelompok, dikarenakan kelompok tidak sesuai dengan yang diinginkan. Untuk mengatasinya, guru memeberikan pengertian kepada siswa tentang kerjasama yang baik dan tidak boleh membeda – bedakan antar teman.
Ketiga, masih ada siswa yang merasa bosan sehingga mereka kurang memperhatikan materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Untuk menanganinya misalnya dengan memberikan ice breaking ditengah pelajaran. Misalkan mengajak siswa untuk bernyanyi marina menari sambil bergerak.
Keempat, masih kurangnya keberanian siswa untuk bertanya dan mengemukakan pendapatnya. Untuk mengatasi itu guru memberikan motivasi –
94
motivasi dan melakukan pendekatan kepada siswa. Selain itu, guru juga memberikan memberikan umpan dengan cara guru bertanya terlebih dahulu kepada siswa untuk menciptakan komunikasi diantara mereka.
3. Siklus II