BAB III METODE PENELITIAN
B. Hasil Penelitian
3. Siklus II
Kegiatan yang dilakukan dalam perencanaan sebagai refleksi dari siklus I adalah sebagai berikut.
1) Membuat RPP mata pelajaran Matematika materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.
2) Memperbaiki media manik – manik, dengan mengganti perekatnya agar dapat ditempel dan dilepas dengan mudah.
3) Menyusun lembar observasi untuk menilai aktivitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran menggunakan media manik - manik.
4) Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS). 5) Membuat soal evaluasi.
b. Pelaksanaan Tindakan
Pada siklus II, dilakukan dalam dua kali pertemuan. Pembelajaran menggunakan media manik – manik untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.
95 1) Pertemuan 1
Siklus II pertemuan ke-1 dilakukan pada hari Senin, 20 Februari 2017. Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan alokasi waktu 2 x 35 menit sesuai dengan RPP yang telah dirancang dengan SK, KD dan indikator sebagai berikut. Standar Kompetensi
Menjumlah dan mengurangkan bilangan bulat Kompetensi Dasar
5.3 Mengurangkan bilangan bulat Indikator
a) Mengurangkan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif yang pengurangnya lebih kecil dari pada terkurang.
b) Mengurangkan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif yang pengurangnya lebih besar dari pada yang terkurang.
c) Mengurangkan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif yang pengurangnya sama dengan yang terkurang.
d) Mengurangkan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif yang pengurangnya lebih kecil dari yang terkurang.
e) Mengurangkan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif yang pengurangnya lebih besar dari yang terkurang.
96 a) Kegiatan Awal
Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama dan absensi. Kemudian melakukan apersepsi tentang pengurangan bilangan bulat kepada siswa. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari yaitu tentang pengurangan bilangan bulat. Setelah itu guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
b) Kegiatan Inti
Pada kegiatan inti guru mengeluarkan media manik – manik dan menanyakan lagi kepada siswa aturan dan cara menggunakan media manik – manik untuk melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Kemudian guru menjelaskan materi tentang operasi pengurangan bilangan bulat sesuai dengan indikator pada RPP dengan media manik – manik. Petama, guru menjelaskan materi operasi pengurangan bilangan bulat yaitu konsep pengurangan bilangan bulat menggunakan media manik – manik. Kedua, materi pengurangan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif yang pengurangnya lebih kecil dari yang terkurang dengan contoh pengurangan 5 – 3 yang dijelaskan guru menggunakan media manik – manik. Ketiga, materi pengurangan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif yang pengurangnya lebih besar dari pada yang terkurang dengan contoh 3 – 5 yang dijelaskan guru menggunakan manik – manik. Keempat, materi pengurangan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif yang pengurangnya sama dengan yang terkurang dengan contoh 3 – 3 yang
97
dijelaskan guru menggunakan manik – manik. Kelima, materi pengurangan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif yang pengurangnya lebih kecil dari yang terkurang , pengurangan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif yang pengurangnya lebih besar dari yang terkurang. Setelah semua materi telah dijelaskanm siswa diberi kesempatan ke depan kelas untuk mencoba mempraktekan media manik – manik dengan soal – soal operasi pengurangan yang diberikan oleh guru. Setelah itu, di tengah - tengah pembelajaran guru memberikan ice breaking untuk membangkitkan semangat siswa.
Siswa dibagi menjadi 5 kelompok yang masing – masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Kelompok masih sama dengan sebelumnya. Setiap kelompok dibagikan LKS, potongan manik – manik yang nantinya di tempel pada lembar kerja siswa, dan lem yang digunakan untuk menempel. Setelah selesai mengerjakan LKS, masing – masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
e) Penutup
Guru menanyakan hal – hal yang belum dipahami siswa. Guru mengajak siswa untuk menyimpulkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Kemudian guru membagikan soal evaluasi untuk dikerjakan siswa secara individu. Setelah selesai mengerjakan soal evaluasi siswa mengumpulkan soal evaluasi untuk dikoreksi guru. Guru menutup pembelajaran dengan berdoa dan salam.
98 2) Pertemuan 2
Siklus II pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Selasa, 21 Februari 2017. Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan alokasi waktu 2 x 35 menit sesuai dengan RPP yang telah dirancang dengan SK, KD dan indikator sebagai berikut. Standar Kompetensi
Menjumlah dan mengurangkan bilangan bulat Kompetensi Dasar
5.3 Mengurangkan bilangan bulat Indikator
a) Mengurangkan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif yang pengurangnya sama dengan yang terkurang.
b) Mengurangkan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif. c) Mengurangkan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif. d) Mengurangkan bilangan bulat positif dengan bilangan nol.
e) Mengurangkan bilangan bulat negatif dengan nol.
Adapun langkah – langkah pembelajarannya adalah sebagai berikut. a) Kegiatan Awal
Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama dan presensi. Kemudian melakukan apersepsi dengan bertanya tentang materi yang telah dipelajari sebelumnya. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari yaitu
99
masih sama dengan petemuan ke-1 pengurangan bilangan bulat. Setelah itu, guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
b) Kegiatan Inti
Guru mengeluarkan media manik – manik dan kembali menanyakan siswa tentang aturan dan cara penggunaan media manik – manik. Kemudian guru menjelaskan materi pengurangan bilangan bulat sesuai dengan indikator pada RPP dengan media manik – manik. Pertama, materi yang dijelaskan yaitu pengurangan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif yang pengurangnya sama dengan yang terkurang dengan contoh (-3) – (-3) yang dijelaskan guru menggunakan media manik – manik. Kedua, materi pengurangan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif dengan contoh 5 – (-3) yang dijelaskan menggunakan media manik – manik. Ketiga, pengurangan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif dengan contoh (-5) – 3 yang dijelaskan menggunakan manik – manik. Keempat, pengurangan bilangan bulat positif dengan bilangan nol dengan contoh 3 – 0 yang dijelaskan menggunakan media manik – manik. Kelima, materi pengurangan bilangan bulat negatif dengan nol dengan contoh (-3) – 0 yang dijelaskan menggunakan manik – manik. Setelah semua materi telah dijelaskan, siswa diberi kesempatan untuk mencoba mempraktekan media manik – manik dengan soal – soal tentang operasi pengurangan hilangan bulat yang diberikan oleh guru. Setelah itu guru memberikan ice breaking untuk membangkitkan semangat siswa.
100
Siswa dibagi menjadi 5 kelompok yang masing – masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Setiap kelompok dibagikan LKS, potongan manik – manik yang nantinya di tempel pada lembar kerja siswa, dan lem yang digunakan untuk menempel. Setelah selesai mengerjakan LKS, masing – masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
c) Penutup
Guru menanyakan hal – hal yang belum dipahami siswa. Guru mengajak siswa untuk menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Kemudian guru membagikan soal evaluasi untuk dikerjakan siswa secara individu. Setelah selesai siswa mengumpulkan soal evaluasi untuk dikoreksi guru. Guru menutup pembelajaran dengan berdoa dan salam.
c. Hasil Belajar Siklus II
Hasil tes diperoleh data berupa angka – angka mengenai jumlah skor yang diperoleh masing – masing siswa terhadap soal yang dikerjakan setelah diterapkannya tindakan. Adapun hasil dari siklus II adalah sebagai berikut.
Tabel 16. Daftar Nilai Evaluasi Siklus II Pertemuan 1
No Inisial Subyek Nilai Pra Siklus Keterangan
1 WR 90 TUNTAS 2 HK 100 TUNTAS 3 LP 60 BELUM TUNTAS 4 HR 80 TUNTAS 5 LM 90 TUNTAS 6 NL 60 BELUM TUNTAS
101
No Inisial Subyek Nilai Pra Siklus Keterangan
7 AM 100 TUNTAS 8 AZ 80 TUNTAS 9 DF 100 TUNTAS 10 ES 90 TUNTAS 11 FD 80 TUNTAS 12 MF 100 TUNTAS 13 MH 100 TUNTAS 14 NF 100 TUNTAS 15 RS 100 TUNTAS 16 SM 90 TUNTAS 17 SL 60 BELUM TUNTAS 18 TN 70 TUNTAS 19 KS 80 TUNTAS 20 AM 100 TUNTAS 21 LH 60 BELUM TUNTAS 22 NH 80 TUNTAS 23 RK 60 BELUM TUNTAS 24 RP 90 TUNTAS Nilai Tertinggi 100 Nilai Terendah 60 Rata – rata Kelas 84,17 Ketuntasan Kelas 79,12%
Tabel 17. Daftar Nilai Evaluasi Siklus II Pertemuan 2
No Inisial Subyek Nilai Pra Siklus Keterangan
1 WR 100 TUNTAS 2 HK 90 TUNTAS 3 LP 80 TUNTAS 4 HR 60 BELUM TUNTAS 5 LM 90 TUNTAS 6 NL 70 TUNTAS 7 AM 90 TUNTAS 8 AZ 90 TUNTAS 9 DF 100 TUNTAS
102
No Inisial Subyek Nilai Pra Siklus Keterangan
10 ES 100 TUNTAS 11 FD 80 TUNTAS 12 MF 100 TUNTAS 13 MH 80 TUNTAS 14 NF 90 TUNTAS 15 RS 80 TUNTAS 16 SM 100 TUNTAS 17 SL 80 TUNTAS 18 TN 80 TUNTAS 19 KS 90 TUNTAS 20 AM 100 TUNTAS 21 LH 60 BELUM TUNTAS 22 NH 90 TUNTAS 23 RK 80 TUNTAS 24 RP 90 TUNTAS Nilai Tertinggi 100 Nilai Terendah 60 Rata – rata Kelas 86,25 Ketuntasan Kelas 91,67%
Dari hasil belajar tersebut dapat dihitung persentase ketuntasan siswa. Hasil perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut
Tabel 18. Persentase Ketuntasan Siswa Siklus II
No Klasifikasi Ketuntasan
Pertemuan ke-1 Pertemuan ke-2 Frekuensi Persen Frekuensi Persen
1 TUNTAS 19 79,12% 22 91,67%
2 BELUM
TUNTAS 5 20,83% 2 8,33%
Dari data di atas menunjukan bahwa setelah pembelajaran matematika materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat menggunakan media manik – manik, terjadi peningkatan peresentase siswa yang tuntas KKM. Hal tersebut
103
dibuktikan pada pertemuan ke-1 ketuntasan 79,12% dan meningkat pada pertemuan ke-2 yaitu menjadi 91,67%. Hasil tes dari siklus I merupakan hasil dari pertemuan ke-1 dan pertemuan ke-2, diambil dari hasil pertemuan terakhir yaitu pertemuan ke-2 sehingga hasil tes pada siklus II yaitu ketuntasan siswa mencapai 91,67%. Dapat disimpulkan bahwa sudah mencapai standar ketuntasan minimal yaitu sebesar 90%. Demikian halnya dengan rata – rata kelas siswa mengalami peningkatan di setiap pertemuan pada siklus II. Pembelajaran dengan menggunakan media manik – manik meningkatkan persentase ketuntasan yang lebih baik pada siklus II dibandingkan pada siklus I ataupun pra siklus. Hal itu dapat dilihat dari tabel di bawah ini.
Tabel 19. Persentase Ketuntasan Siswa Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II
No Klasifikasi Ketuntasan
Pra Siklus Siklus I Siklus II
Frekuensi Persen Frekuensi Persen Frekuensi Persen
1 TUNTAS 10 41,67% 17 70,83% 22 91,67%
2 BELUM
TUNTAS 14 58,33% 7 29,17% 2 8,33%
Apabila digambarkan dalam diagram maka persentase ketuntasan siswa pada saat pra siklus, siklus I dan siklus II adalah sebagai berikut.
104 0.00% 10.00% 20.00% 30.00% 40.00% 50.00% 60.00% 70.00% 80.00% 90.00% 100.00%
Pra Siklus Siklus I Siklus II
Tuntas
Belum Tuntas
41.67% 58.33% 70.83% 29.17% 91.67% 8.33%Gambar 5. Diagram Ketuntasan Siswa Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II
Dari diagram diatas menunjukan bahwa persentase ketuntasan siswa meningkat dari pra siklus ke siklus I dan meningkat pada siklus II. Persentase ketuntasan siswa pada pra siklus adalah 41,67%, sedangkan persentase ketuntasan siswa pada siklus I adalah sebesar 70,83% dan meningkat lagi pada siklus II yaitu mencapai 91,67% . Peningkatan ketuntasan belajar siswa juga diikuti dengan peningkatan rata – rata siswa yaitu pada pra siklus sebesar 58,96 meningkat pada siklus I yaitu menjadi 77,92 dan meningkat lagi pada siklus II yaitu sebesar 86,25. Diagram peningkatan rata – rata siswa dapat dilihat di bawah ini.
105 0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00 80.00 90.00
Pra Siklus Siklus I Siklus II
Peningkatan Nilai Rata-Rata Siswa 58.96
77.92
86.25
Gambar 6. Diagram Peningkatan Nilai Rata – Rata Siswa Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II
d. Observasi 1) Observasi Guru
Observasi yang dilakukan kepada guru bertujuan untuk mengetahui aktivitas guru saat melaksanakan proses pembelajaran matematika materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat menggunakan media manik – manik.
Terdapat 15 butir pengamatan yang dilakukan untuk guru. Pemberian skor yaitu dengan memberikan skor 4 sebagai skor tertinggi dan skor 1 sebagai skor terendah. Skor maksimum adalah 60 dan skor minummnya adalah 15. Pada siklus II observasi yang dilakukan sebanyak 2 kali observasi, yaitu pada pertemuan ke-1 dan pertemuan ke-2. Dari hasil observasi tersebut, diambil dari hasil perolehan
106
pada pertemuan yang terakhir yaitu pertemuan ke-2. Berikut ini merupakan hasil observasi aktivitas guru pada siklus II.
Tabel 20 . Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus II
No Aspek yang diamati
Jumlah Skor Pertemuan
ke-1
Pertemuan ke-2 1 Menyiapkan media dan materi pembelajaran 3 3
2 a. Melakukan salam, doa, dan presensi 4 4
b. Kesesuaian apresepsi dengan materi ajar 3 3 c. Menyampaikan materi pokok yang akan
dipelajari 4 4
d. Menyampaikan tujuan pembelajaran 3 4
3 a. Penguasaan materi pembelajaran 3 4
b. Melaksanakan pembelajaran inovatif 2 3
c. Menggunakan media pembelajaran yang
efektif dan efisien 3 4
d. Membuat siswa aktif dalam
pembelajaran 2 3
e. Memantau kemajuan belajar siswa 3 3
f. Memimpin diskusi kelas 3 4
g. Menggunakan bahasa yang baik, benar
dan jelas 4 4
4 a. Melakukan refleksi 3 3
b. Mengajak siswa menyimpulkan materi
pembelajaran 3 3
c. Memberikan penilain hasil belajar 3 4
Skor Total 46 53
Skor Maksimum 60 60
Persentase Keseluruhan 76,67% 88,33%
Berdasarkan tabel di atas untuk menghitung persentase keseluruhan aktivitas guru yaitu skor total dibagi dengan skor maksimum dan dikalikan 100%, seperti yang terdapat pada bab 3. Dari perhitungan di atas, dapat diketahui bahwa persentase kesulurah aktivitas guru pada siklus II pertemuan ke-1 adalah 76,67%
107
dan pertemuan ke-2 adalah 88,33%. Hasil tersebut dapat digambarkan pada diagram berikut ini.
70.00% 72.00% 74.00% 76.00% 78.00% 80.00% 82.00% 84.00% 86.00% 88.00% 90.00% Pertemuan ke-1 Pertemuan ke-2 Persentase Aktivitas Guru Siklus II
Gambar 7. Diagram Persentase Aktivitas Guru Siklus II
Dari diagram di atas, dapat diketahui bahwa aktivitas guru pada siklus II diambil perolehan perolehan terakhir di pertemuan ke -2 yaitu sebesar 88,33%. Hasil tersebut sudah melebihi persentase minimal aktivitas yang harus dicapai guru yaitu sebesar 80%. Berdasarkan kategori hasil observasi yang tertulis pada bab III persentase aktivitas guru sebesar 88,33% termasuk dalam kategori baik sekali.
Dari hasil penelitian bahwa persentase aktivitas guru dalam proses pembelajaran mengalami peningkatan pada siklus I ke siklus II. Persentase aktivitas guru pada siklus I yaitu sebesar 58,33% dan pada siklus II meningkat
108
menjadi 88,33%. Peningkatan aktivitas guru dapat dilihat pada diagram di bawah ini. 0.00% 10.00% 20.00% 30.00% 40.00% 50.00% 60.00% 70.00% 80.00% 90.00% Siklus I Siklus II Persentase Aktivitas Guru
Gambar 8. Diagram Peningkatan Aktivitas Guru Siklus I dan Siklus II
2) Observasi Siswa
Observasi yang dilakukan kepada siswa bertujuan untuk mengetahui aktivitas siswa saat proses pembelajaran matematika materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat menggunakan media manik – manik. Untuk mengobservasi aktivitas siswa peneliti dibantu satu observer, sehingga ada 2 observer.
Terdapat 12 butir pengamatan yang dilakukan untuk siswa. Pemberian skor yaitu dengan memberikan skor 4 sebagai skor tertinggi dan skor 1 sebagai skor terendah. Untuk setiap siswa skor maksimumnya adalah 48 dan skor minummnya
109
adalah 15. Sedangkan skor untuk seluruh siswa, skor maksimumnya adalah 1152 dan skor minimumnya adalah 288. Pada siklus II observasi yang dilakukan sebanyak 2 kali observasi, yaitu pada pertemuan ke-1 dan pertemuan ke-2. Dari hasil observasi tersebut, diambil satu kali pertemuan yang memperoleh hasil terbaik. Berikut ini merupakan hasil observasi aktivitas siswa pada siklus II, untuk masing – masing siswa dapat dilihat pada lampiran.
Tabel 21. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus II
No Aspek yang diamati
Jumlah Skor Semua Siswa Pertemuan
ke-1
Pertemuan ke-2
1 Siswa aktif bertanya 59 76
2 Siswa aktif menjawab pertanyaan 58 72
3 Siswa aktif mengemukakan pendapat 49 72
4 Siswa aktif bekerja sama dalam kelompok 76 91 5 siswa bertanggungjawab terhadap tugas
kelompok 75 90
6 Siswa saling membantu dalam kelompok 78 92
7 Siswa antusias mengikuti pembelajaran 81 93
8 Siswa mendengarkan penjelasan guru 74 90
9 Siswa menggunakan media pembelajaran 69 85
10 Siswa mengerjakan tugas tepat waktu 73 81
11 Siswa tertib mengikuti pembelajaran 68 79
12 Siswa mematuhi perintah guru 68 76
Skor Total 828 997
Skor Maksimum 1152 1152
Persentase Keseluruhan 71,87% 86,54%
Berdasarkan tabel di atas untuk menghitung persentase keseluruhan aktivitas siswa yaitu skor total dibagi dengan skor maksimum dan dikalikan 100%, seperti yang terdapat pada bab 3. Dari perhitungan di atas, dapat diketahui
110
bahwa persentase kesulurah aktivitas siswa pada siklus II pertemuan ke-1 adalah 71,87% dan pertemuan ke-2 adalah 86,54%. Hasil tersebut dapat digambarkan pada diagram berikut ini.
0.00% 10.00% 20.00% 30.00% 40.00% 50.00% 60.00% 70.00% 80.00% 90.00% Pertemuan ke-1 Pertemuan ke-2 Persentase Aktivitas Siswa Siklus II
Gambar 9. Diagram Peningkatan Aktivitas Siswa Siklus II
Dari diagram di atas, dapat diketahui bahwa aktivitas siswa pada siklus II diambil perolehan terakhir di pertemuan ke-2 yaitu sebesar 86,54%. Hasil tersebut sudah melebihi persentase minimal aktivitas yang harus dicapai siswa yaitu sebesar 80%. Berdasarkan kategori hasil observasi yang tertulis pada bab 3 persentase aktivitas siswa sebesar 86,54% termasuk dalam kategori baik sekali. Dari hasil penelitian bahwa persentase aktivitas siswa dalam proses pembelajaran mengalami peningkatan pada siklus I ke siklus II. Persentase aktivitas siswa pada
111
siklus I yaitu sebesar 54,77% dan pada siklus II meningkat menjadi 86,54%. Peningkatan aktivitas siswa dapat dilihat pada diagram di bawah ini.
0.00% 10.00% 20.00% 30.00% 40.00% 50.00% 60.00% 70.00% 80.00% 90.00% Siklus I Siklus II Peningkatan Aktivitas Siswa
Gambar 10. Diagram Peningkatan Aktivitas Siswa Siklus I dan Siklus II
e. Refleksi
Refleksi dilakukan peneliti pada akhir siklus II bersama dengan guru. Hasil refleksi ini dijadikan acuan agar pelaksanaan proses pembelajaran matematika, materi operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat menggunakan media manik – manik dapat lebih meningkat lagi kualitas pembelajarannya. Dari pelaksanaan siklus II, nampak aktivitas pembelajaran menjadi lebih baik karena permasalahan pada siklus I dapat diperbaiki pada siklus II ini. Adapun perbaikan tersebut adalah sebagai berikut.
112
a) Media manik – manik menggunakan perekat yang lebih baik, sehingga dapat menempel dengan baik di papan tulis dan tidak jatuh lagi ketika di tempel. b) Guru memeberikan pengertian kepada siswa tentang kerjasama yang baik dan
tidak boleh membeda – bedakan antar teman. Sehingga siswa dapat bekerjasama di dalam kelompok dengan baik.
c) Guru memberikan ice breaking ditengah – tengah pembelajaran. Misalnya dengan mengajak siswa untuk bernyanyi marina menari sambil bergerak. d) Guru memberikan motivasi dan pendekatan kepada siswa supaya mereka
berani untuk bertanya dan mengemukakan pendapat. Selain itu, guru juga memberikan upan dengan cara melakukan tanya jawab dengan siswa sehingga terjadi komunikasi diantara guru dan siswa.