• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

B. Pemeriksa Keabsahan Data

1. Siklus I

b. Perencanaan

Pada tahapan perencanaan ini, diawali dengan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dilengkapi dengan Lembar Kerja Siswa (LKS), dan materi yang diajarkan pada siklus I ini adalah tentang pelaku ekonomi, dari definisi, peranan pelaku ekonomi (rumah tangga keluarga, perusahaan). Selanjutnya RPP yang telah dibuat didiskusikan dengan guru mata pelajaran yang bersangkutan. Kegiatan selanjutnya adalah menyiapkan soal tes awal (pretest) dan tes akhir (postest), lembar observasi untuk guru dan siswa.

c. Tindakan

Pada siklus pertama, proses pembelajaran diawali dengan memberikan salam, mengabsen, apersepsi, motivasi kepada siswa setelah itu guru memberikan soal pretes kepada siswa sebanyak 14 soal yang berbentuk soal pilihan ganda, siswa diberikan waktu selama 15 menit untuk mengerjakan. Tujuan dari pretes adalah untuk mengukur seberapa jauh kemampuan dan pemahaman siswa akan materi yang akan dipelajari, selain

itu pretes juga nantinya digunakan untuk melihat adakah peningkatan hasil belajar siswa-siswi di kelas. Setelah pretes selesai dilaksanakan, mulailah pembahasan materi IPS dengan menggunakan model pembelajaran terbalik

(reciprocal teaching) dan membentuk siswa menjadi beberapa kelompok dengan jumlah masing-masing anggota kelompok berjumlah 5 orang. Penentuan kelompok dilakukan secara secara acak oleh guru dikarenakan jika siswa yang menentukan kelompoknya sendiri pasti akan berkelompok dengan teman dekatnya sendiri. Pengelompokan ini dipergunakan pada saat siswa melakukan diskusi kelompok dalam mengerjakan LKS yang sudah disediakan oleh guru, di dalam kelompok diskusi ini guru meminta siswa untuk (merangkum materi yang sedang dipelajari, membuat pertanyaan, membuat prediksi jawaban, serta mengklasifikasikan hal-hal yang sulit) selama kegiatan berdiskusi peneliti berkeliling untuk memantau jalannya aktivitas siswa. Setelah melakukan diskusi, guru memilih kelompok secara acak untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas dengan cara menjadi guru siswa, selama siswa melakukan aktivitasnya guru membimbing siswa. Dilanjutkan dengan penguatan tentang materi yang telah dipelajari dan di diskusikan, disampaikan oleh guru dan kegiatan pembelajaran diakhiri dengan penilaian antar kelompok setelah itu guru melaksanakan postes (tes akhir). Siklus pertama dilakukan selama 2 kali pertemuan, yaitu 2 x 40 menit per pertemuan.

d. Observasi

Pada tahap observasi, alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi guru dan lembar observasi aktivitas siswa. Lembar observasi guru diisi oleh kolaborator untuk menjadi alat kontrol guru dalam mengajar yang dijadikan bahan evaluasi pula dalam melakukan tindakan pada setiap siklusnya sebagai refleksi sedangkan lembar observasi siswa diisi oleh peneliti untuk mengetahui interaksi siswa dengan guru (peneliti) selama

proses belajar mengajar. Berikut adalah kegiatan observasi yang dilakukan peneliti :

Tabel 4.7

Lembar Observasi aktivitas guru Siklus I.

No Aspek yang diamati Nilai

1 2 3 4

I Membuka Pelajaran

1. Mengkondisikan kesiapan kelas dan kesiapan siswa 

2. Apersepsi 

3. Memotivasi siwa 

4. MemberikanPre test

5. Menyampaikan tujuan pembelajaran

II Kegiatan Inti

6. Menjelaskan materi pembelajaran a. Kualitas bahasa b. Sitematika penulisan c. Penggunaan waktu   

7. Menggunakan alat atau media pembelajaran

8. Menggunakan model pembelajaran “Reciprocal Teaching”

a. Membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil

b. Membagikan bahan diskusi

c. Memperagakan menjadi guru siswa

 

d. Memilih kelompok secara acak untuk mempresentasikan hasil diskusi

e. Membimbing siswa dalam melakukan aktifitas menjadi guru siswa

 

9. Kualitas interaksi pembelajaran a. Bahasa tubuh

b. Suara

c. Pemusatan perhatian kepada siswa

 

10. Kualitas pengelolaan kelas

a. Pengelolaan kesiapan siswa dalam pembelajaran

b. Pengelolaan suasana siswa dalam pembelajaran

11. Siswa menanyakan hal-hal yang kurang dipahami

III Kegiatan Penutup

12. Menyimpulkan hasil pembelajaran 

13. Menutup kegiatan pembelajaran

IV Penilaian Evaluasi

14. Pemberian tes (post test)

Total 12 + 48 + 4 = 64 Rata-rata 2,78 Keterangan : 1 = Kurang ` 2 = Cukup 3 = Baik 4 = Sangat Baik

Hasil observasi aktivitas guru dalam proses pembelajaran IPS pada siklus I sudah cukup“2,78”. Guru harus lebih meningkatkan lagi dari segi

kesiapan pengelolaan kesiapan dan suasana siswa dalam pembelajaran. Belum lagi kualitas tubuh dan bahasa serta penggunaan waktu yang kurang maksimal karena Pada saat kegiatan pembelajaran masih banyak siswa-siswi yang gaduh ditambah suara guru yang kecil, banyak siswa-siswa-siswi yang belum paham dengan model pembelajaran terbalik (reciprocal teaching) dan masih ada kelompok siswa yang mengandalkan temannya yang pintar dan aktif.

Selanjutnya untuk observasi kegiatan siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.8 dibawah ini:

Tabel 4.8

Lembar Observasi Aktivitas Kelompok Siswa Siklus I

Kelompok : 1

No Kategori pengamatan Skor

1 2 3 4

1 Kesiapan mengikuti pembelajaran 

2 Tingkat pemahaman kejelasan guru 

3 Berusaha menyelesaikan bahan diskusi sesuai waktu yang diberikan

4 Bekerjasama dalam kelompok masing-masing 

5 Kualitas menjadi guru siswa menjelaskan hasil pengisian bahan diskusi

6 Kualitas memimpin diskusi 

7 Keaktifan bertanya

8 Keaktifan menjawab

9 Aktivitas mengikuti metode pembelajaran 

10 Ketepatan waktu mengumpulkan hasil jawaban bahan diskusi

Total skor 18/40 = 0,45x100% = 45%

Skor maksimum 40

Tabel diatas menunjukkan bahwa aktivitas kelompok siswa pada siklus I untuk kelompok 1 tidak tercapai, sedangkan untuk kelompok lainnya dapat dilihat pada lampiran. Dan persentase hasil ketercapaian aktivitas kelompok siswa dapat dilihat pada tabel 4.9 dibawah ini.

Tabel 4.9

Persentase Ketercapaian Aktivitas Siswa Siklus I

Kelompok Total Skor Persentase Keterangan

1 18 45% Tidak Tercapai 2 26 65% Tercapai 3 23 57% Tidak Tercapai 4 28 70% Tercapai 5 26 65% Tercapai 6 22 55% Tidak Tercapai 7 20 50% Tidak Tercapai

Rata-rata 23 58% Tidak Tercapai

Keterangan :

1. Skor aktivitas kelompok siswa a. Skor maksimum = 40

b. Skor minimum = 10

c. Skor rata-rata = 26 atau 65%

2. Skor rata-rata 26 atau 65% dijadikan sebagai patokan ketercapaian

65% = Tercapai65 % = Tidak tercapai

Berdasarkan tabel 4.9 diatas dapat dilihat bahwa kelompok 1 dan 7 masih cukup jauh dari standar ketercapaian hal ini dilihat dari persentase yang didapat yaitu kurang dari 65% yaitu 45% dan 50% hampir semua aspek perlu ditingkatkan lagi. Kelompok 3 dan 6 lebih baik dari kelompok 1,7 karena persentase yang didapat 55% dan 57% ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan lagi seperti bekerjasama kelompok, keaktifan bertanya dan keaktifan menjawab.

Kelompok 2 dan 5 sudah cukup baik dibandingkan kelompok 1,3,6,7 hal ini dapat dilihat persentase yang didapat yaitu 65% namun ada beberapa yang perlu ditingkatkan lagi seperti kerjasama kelompok, menjelaskan hasil diskusi kelompok. Perolehan persentase terbesar didapatkan oleh kelompok 4 sebesar 70% siswa terlihat lebih siap mengikuti pelajaran. Namun ada beberapa yang perlu di tingkatkan lagi yaitu keaktifan bertanya dan ketepatan waktu mengumpulkan hasil diskusi.

Berdasarkan hasil observasi dari seluruh aktivitas kelompok pada saat siklus I didapatkan bahwa rata-rata aktivitas kelompok siswa masih kurang bekerjasama dengan anggota kelompoknya masing-masing, kualitas menjelaskan hasil diskusi, keatifan bertanya dan keaktifan menjawab pertanyaan. Hal ini dijadikan patokan pada saat siklus II. Pembelajaran harus dilanjutkan karena baru tiga kelompok yang dapat dikatakan baik aktivitasnya, sedangkan kelompok lain diharapkan dapat meningkat aktivitas kelompoknya pada saat siklus II.

d. Refleksi

Pada tahap selanjutnya yaitu tahap refleksi, peneliti dan guru mata pelajaran yang bertindak sebagai observer membahas dan mengevaluasi pembelajaran yang telah dilakukan pada siklus pertama. Dalam pembahasan dan evaluasi peneliti dan guru dapat melihat apakah proses pembelajaran yang dilakukan pada siklus pertama sudah sesuai dengan perencanaan, apakah urutan proses pembelajaran sesuai dengan RPP yang

dibuat dan apakah proses pembelajaran yang sudah dilakukan mencapai tujuan yang tertuang dalam indikator pembelajaran.

Dari proses pembelajaran pada siklus pertama banyak hambatan yang terjadi yaitu, peneliti kurang menguasai kondisi dan keadaan kelas ketika awal masuk sehingga siswa sulit untuk berkonsentrasi ketika akan memulai pelajaran, siswa masih banyak yang tidak mau berdiskusi dengan kelompoknya dan masih mengandalkan temannya yang pintar dan aktif, dan siswa pun terdengar masih sangat gaduh ketika guru menjelaskan manfaat pembelajaran dan langkah-langkah pembelajaran.

Rencana perbaikan pada siklus I yaitu memberikan suasana kelas lebih santai agar siswa tidak tegang dan takut, guru lebih bisa menyesuaikan kondisi dan keadaan kelas, guru lebih meningkatkan lagi dan memberikan penguatan kepada siswa yang tidak mau berdiskusi dengan cara memberikan semangat dan motivasi pada siswa untuk melakukan diskusi , memberikan reward kepada kelompok yang berani tampil untuk menjadi guru siswa di depan kelas, dan guru lebih tegas lagi untuk menghadapi siswa yang ribut.

Pembelajaran IPS Terpadu dengan menggunakan model pembelajaran terbalik (reciprocal teaching) bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS Terpadu siswa. Data hasil belajar IPS siswa (pretes dan postes) pada siklus I dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.10

Daftar Nilai Siswa Siklus I

No Nama Siswa

Siklus I

N-Gain I Kategori

Pretes Postes

1 Adriel Akbar 14 71 0,69 Sedang

3 Ammar Ryan R 50 92 0,84 Tinggi

4 Andri Iriansyah 57 64 0,16 Rendah

5 Asya 57 86 0,67 Sedang

6 Dahlia Rahmawati 78 86 0,36 Sedang

7 Dian Prisma Agung 42 78 0,62 Sedang

8 Dzauqy Khusnan Azazi 36 57 0,36 Sedang

9 Faisal Akbar 42 78 0,62 Sedang

10 Fajar Ramadhan 57 64 0,16 Rendah

11 Faris Andreyana 36 78 0,65 Sedang

12 Fauziah Arsella 36 78 0,65 Sedang

13 Gunawan A.F 42 85 0,74 Tinggi

14 Hilda Hidayanti 42 64 0,16 Rendah

15 Jhustine Octavianie 42 78 0,62 Sedang

16 Muhammad Arya Putra 14 86 0,84 Tinggi

17 Muhammad Hafiz Nuddin 64 92 0,77 Tinggi

18 Nadia Aurel. I 36 78 0,67 Sedang

19 Nur Dewi Kania Cecilia 36 78 0,67 Sedang

20 Nur Khofifah 57 71 0,33 Sedang

21 Pinkan Mamesah 36 78 0,66 Sedang

22 Raflie. D 50 86 0,7 Tinggi

23 Ridwan.S 36 71 0,55 Sedang

24 Salsabila 57 78 0,49 Sedang

26 Sindi Wulandari 42 92 0,86 Tinggi

27 Triyawan. S 57 78 0,49 Sedang

28 Yossy Amrizal. P 36 64 0,44 Sedang

Jumlah 1252 2175 16,12

Rata-rata 44,71 77,39 0,56 Sedang

Rata-rata rendah 52 64 0,16

Rata-rata sedang 43,89 75,89 0,56

Rata-rata tinggi 43,66 88,83 0,79

Dari data di atas

N-Gain Kriteria Renda

26 42 92 0,86 T 27 57 78 0,49 S 28 36 64 0,44 S 1252 2175 16,12 44,71 77,39 0,56 S 52 64 0,16 43,89 75,89 0,56 43,66 88,83 0,79

tas dapat disimpulkan bahwa :

11%

68% 21%

Gambar 4.1 N-Gain Siklus I

dah N-Gain Kriteria Sedang N-Gain Kriteria T

26 Sindi Wulandari 42 92 0,86 Tinggi

27 Triyawan. S 57 78 0,49 Sedang

28 Yossy Amrizal. P 36 64 0,44 Sedang

Jumlah 1252 2175 16,12 Rata-rata 44,71 77,39 0,56 Sedang Rata-rata rendah 52 64 0,16 Rata-rata sedang 43,89 75,89 0,56 Rata-rata tinggi 43,66 88,83 0,79 a Tinggi

Pada gambar diatas dari jumlah 28 siswa, 3 siswa NGainnya tergolong rendah (11%), 19 siswa NGainnya tergolong sedang (68%) dan hanya 6 siswa NGainnya tergolong tinggi (21%). Selain itu dapat dijelaskan hasil belajar pada siklus I diperoleh hasil belajar pretesdan postes dengan rata-rata pretes 44,71 dan postes 77,39. Pada siklus I ini terdapat 8 siswa (29 %) nilai postes belum memenuhi kriteria ketuntasan belajar (KKM) dan 20 siswa (71 %) nilai postes sudah memenuhi KKM. Sehingga hasil belajar pada siklus I belum tercapai dan perlu dilanjutkan ke siklus selanjutnya dengan perbaikan dari kekurangan yang pada siklus I ini karena acuannya adalah semua siswa harus memenuhi kriteria ketuntasan belajar (KKM) yaitu 77.

Dokumen terkait