• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

B. Deskripsi Permasalahan Penelitian

2. Siklus II

Pada siklus I hasil pembelajaran kemampuan menghitung perkalian masih belum tuntas. Oleh karena itu, kegiatan penelitian tindakan kelas ini dilanjutkan ke siklus II dengan harapan pada siklus II dapat memperbaiki kelemahan-kelemahan pada siklus I.

Kegiatan penelitian tindakan pada siklus II dilaksanakan 2 kali pertemuan yaitu pada tanggal 4 dan 12 Maret 2011 yang diikuti oleh 38 siswa. Alokasi waktu

0 5 10 15 20 25 0-19 20-39 40-59 60-79 80-100 1 1 8 7 21 IntervalNilai IntervalNilai IntervalNilai IntervalNilai IntervalNilai IntervalNilai

commit to user

49

yang digunakan yaitu 3 x 35 menit. Kegiatan dari siklus II ini adalah sabagai berikut:

a. Tahap Perencanaan

Berdasarkan hasil refleksi pelaksanaan pada siklus I telah diketahui bahwa ada peningkatan kemampuan berhitung siswa terhadap materi perkalian tetapi belum maksimal. Hal tersebut ditunjukkan pada beberapa siswa yang belum tuntas dalam pembelajaran Matematika pada materi perkalian.

Hal-hal yang perlu diperbaiki guru dalam pembelajaran Matematika menggunakan metode jarimatika sebagai upaya untuk mengatasi berbagai

kekurangan yang ada adalah sebagai berikut: memberikan arahan kembali kepada siswa tentang formasi jarimatika atau langkah-langkah yang digunakan dalam pembelajaran menggunakan metode jarimatika, pada saat pembelajaran peneliti meminta siswa maju secara individual dalam mendemonstrasikan formasi jarimatika dan menghitung perkalian dengan menggunakan metode jarimatika. Selain itu, peneliti memberikan bimbingan secara individu kepada siswa yang masih belum menguasai jarimatika perkalian 6-10.

Dengan berpedoman pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD 2006 Kelas II, peneliti melakukan langkah-langkah perencanaan pembelajaran

Matematika dengan menerapkan metode jarimatika sebagai berikut: 1) Mempelajari KTSP dan Silabus Kelas II SD

Standar Kompetensi

3. Melakukan perkalian dan pembagian bilangan sampai dua angka. Kompetensi Dasar

3.1 Melakukan perkalian bilangan yang hasilnya bilangan dua angka. 2) Peneliti bersama dengan guru merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan beberapa indikator sebagai berikut: 3.1.1 Mengenal perkalian sebagai penjumlahan berulang.

3.1.2 Mengalikan bilangan sampai dengan 100 dengan berbagai cara. 3.1.3 Menyelesaikan masalah yang mengandung perkalian.

commit to user

50

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dilaksanakan dua kali pertemuan dan masing-masing pertemuan dalam waktu tiga jam pelajaran (3 x 35 menit). Adapun RPP siklus II dapat dilihat pada lampiran 7 halaman 82

3) Peneliti dan guru membuat LKS dan lembar evaluasi. 4) Membuat lembar observasi guru dan siswa.

b. Pelaksanaan Tindakan

Pada tahap ini peneliti melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode jarimatika sesuai dengan Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah disusun. Pembelajaran pada siklus II dilaksanakan 2 kali pertemuan.

1) Pertemuan Pertama

Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 4 Maret 2011. Pada pertemuan ini materi yang diajarkan adalah perkalian. Berikut ini dipaparkan kondisi ril yang dialami selama proses pembelajaran berlangsung.

Sebagai kegiatan awal guru dan siswa berdoa bersama, mengabsen siswa, dan mengkondisikam kelas. Pada tahap eksplorasi, guru melakukan apersepsi dengan cara mengajak siswa bernyanyi ”satu dikali satu” secara bersama-sama dengan tujuan untuk memusatkan perhatian siswa serta memotivasi dan mengarahkan minat siswa untuk mengikuti pembelajaran. Pada awal pembelajaran guru menanyakan kepada siswa tentang perkalian bilangan ”1 x 1 = ...., 2 x 2 =...., 3 x 3 =....”. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, lalu mengadakan tanya jawab dengan siswa tentang contoh perkalian dalam kehidupan sehari-hari. Guru meminta beberapa siswa untuk membuat soal perkalian di papan tulis dan siswa lain yang mengerjakan. Guru mengingatkan tentang penggunaan jarimatika untuk menghitung perkalian. Guru meminta siswa mendemonstrasikan formasi jarimatika, kemudian meminta beberapa siswa menghitung perkalian dengan menggunakan jarimatika.

Tahap elaborasi dimulai guru dengan membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang tiap kelompok terdiri dari 2 anak. Guru memasangkan siswa yang belum menguasai jarimatika dengan siswa yang sudah menguasai jarimatika. Guru membagikan lembar kerja kelompok dan meminta siswa yang sudah bisa jarimatika mengajari temannya yang belum bisa.

commit to user

51

Selanjutnya pada tahap konfirmasi, tiap kelompok mengumpulkan hasil kerjanya. Guru meminta tiap kelompok maju secara bergantian. Kelompok yang lain menanggapi. Kelompok terbaik diberi penghargaan berupa tanda bintang oleh guru.

Pada kegiatan akhir, guru memberikan soal evaluasi untuk dikerjakan secara individu. Hasil evaluasi dibahas bersama-sama dan dinilai oleh guru. Sebagai tindak lanjut, guru memberikan PR yang berkaitan dengan materi.

2) Pertemuan Kedua

Pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2011. Pada pertemuan yang ke-2 ini materi yang diajarkan adalah mengalikan bilangan 6-10 dengan berbagai cara.

Pada kegiatan awal guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa. Setelah itu guru melakukan presensi dan mengkondisikan kelas. Pada tahap eksplorasi agar suasana kelas menjadi lebih semangat dan hidup, guru mengajak siswa bernyanyi lagu “Belajar Dimana-mana”. Guru menuntun siswa untuk menggali pengalamannya dari pertemuan yang lalu dengan beberapa pertanyaan lisan. Guru memberikan masalah yang mengandung perkalian dalam kehidupan sehari-hari dan meminta siswa untuk memecahkan masalah itu. Siswa mengulangi formasi jarimatika. Beberapa siswa diminta maju untuk menuliskan kalimat matematika dan jawaban dari soal cerita yang dibacakan guru. Tiap siswa diberikan lembar kerja individu. Siswa yang mengalami kesulitan dibimbing oleh guru.

Setelah selesai mengerjakan tugas individu, pada tahap elaborasi siswa diminta berkelompok (terdiri dari 4-5 anak). Siswa dalam satu kelompok saling mengoreksi jawaban dari temannya. Masuk pada tahap konfirmasi, setiap siswa mengumpulkan hasil kerjanya kemudian guru meminta setiap siswa maju secara individu. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa yang maju. Siswa yang menjawab paling cepat dan paling benar mendapat penghargaan berupa tanda bintang dari guru.

commit to user

52

Pada kegiatan akhir, guru memberikan soal evaluasi untuk dikerjakan secara individu. Hasil evaluasi dibahas bersama-sama dan dinilai oleh guru. Sebagai tindak lanjut, guru memberikan PR yang berkaitan dengan materi.

c. Observasi

Pada tahap ini peneliti mengadakan pengamatan terhadap sikap, perilaku siswa selama pembelajaran berlangsung serta keterampilan guru dalam mengajar dengan metode jarimatika pada materi perkalian. Dari hasil observasi aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran siklus II selama dua kali pertemuan diperoleh hasil sebagai berikut:

1) Hasil Observasi Bagi Siswa

Dari data observasi pada lampiran 10 halaman 93 dalam kegiatan pembelajaran di kelas II siklus II selama dua kali pertemuan diperoleh hasil observasi sebagai berikut:

a) Kemampuan siswa dalam menerima pelajaran dinilai sangat baik oleh observer. Hal ini karena banyak siswa yang sudah terampil menggunakan jarimatika setelah mereka terus berlatih dengan senang hati.

b) Perhatian siswa terhadap pelajaran yang disampaikan guru sangat baik. c) Perhatian, minat, dan motivasi terhadap penjelasan guru dalam kategori baik. Siswa tampak semangat menggunakan jarimatika karena mereka tidak perlu lagi melakukan penjumlahan berulang.

d) Siswa aktif dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini tampak dari siswa yang cukup bersemangat dalam menjawab pertanyaan guru, maju ke depan kelas, dan banyak menunjukkan jari saat guru memberikan pertanyaan.

e) Keberanian siswa mengajukan pertanyaan dan pendapat sangat baik. Banyak siswa yang bertanya jika mengalami kesulitan.

f) Kerja sama dalam kelompok sangat baik. Siswa yang sudah mahir jarimatika merasa senang apabila dapat membantu temannya yang belum terampil menggunakan jarimatika.

commit to user

53

g) Dalam mengerjakan tugas individu/kelompok, siswa tampak bersungguh-sungguh dan dinilai sangat baik oleh observer.

h) Keberanian siswa mempresentasikan hasil tugas dalam kategori sangat baik. Banyak yang sudah menguasai jarimatika sehingga saat diminta maju, mereka sangat antusias.

i) Kemauan dalam berdiskusi baik.

j) Rasa tanggung jawab terhadap kelompok sangat baik.

Berdasarkan data di atas dapat ditunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran siklus II dalam kategori baik.

2) Hasil Observasi Bagi Guru

Observasi tidak hanya dilaksanakan pada aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran tetapi juga ditujukan pada aktivitas peneliti sebagai guru. Dari data

observasi pada lampiran 9 halaman 92 dalam siklus II selama dua kali pertemuan diperoleh hasil observasi terhadap guru sebagai berikut:

a) Penampilan guru di depan kelas dinilai sangat baik oleh observer.

b) Guru sudah menyampaikan materi dengan lancar, jelas, dan tidak terburu-buru.

c) Pengelolaan kelas sudah baik, sehingga suasana kelas dapat terkontrol dengan baik.

d) Cara guru merespon pertanyaan dan pendapat siswa baik.

e) Dalam memberikan pujian dan perayaan keberhasilan siswa sudah baik. Guru juga memberikan penghargaan bagi siswa yang berhasil mengerjakan tugas dari guru dengan baik.

f) Interaksi dengan siswa sudah baik.

g) Kemampuan guru dalam memotivasi siswa berada dalam kategori sangat baik.

h) Guru sudah memberikan bimbingan secara menyeluruh, baik bimbingan individu maupun kelompok.

commit to user

54

i) Pengelolaan waktu oleh guru cukup baik.

j) Variasi metode pembelajaran yang digunakan guru cukup baik.

Berdasarkan data di atas dapat ditunjukkan bahwa kinerja guru dalam kegiatan

pembelajaran siklus II dalam kategori baik. d. Refleksi

Pada siklus II juga dilakukan diskusi yang mendalam terhadap deskripsi data seperti yang dilaksanakan pada siklus I. Pada siklus I kemauan siswa untuk menerima pelajaran masih kurang terlihat, siswa masih belum begitu antusias terhadap pembelajaran yang dilaksanakan, siswa kurang aktif bertanya dan berpendapat, keberanian siswa maju masih kurang karena mereka belum terbiasa menggunakan jarimatika. Namun pada siklus II kemauan siswa untuk menerima pelajaran cukup tinggi karena siswa lebih antusias terhadap pembelajaran yang dilaksanakan, keaktifan siswa menjawab pertanyaan guru berada dalam kategori tinggi, keberanian siswa maju dalam melakukan kegiatan unjuk kerja sudah tinggi. Demikian juga dalam mengerjakan soal perkalian dengan menggunakan metode jarimatika, siswa sudah tidak mengalami kesulitan, secara keseluruhan siswa sudah memperlihatkan aktivitas yang baik. Kemampuan siswa dalam menghitung perkalian juga sudah meningkat.

Hal tersebut dapat dilihat dari hasil yang diperoleh siswa setelah menggunakan metode jarimatika pada siklus II dapat dilihat pada lampiran 8 halaman 90. Data frekuensi hasil evaluasi Matematika setelah menggunakan metode jarimatika pada siklus II dapat dilihat pada tabel 4.

commit to user

55

Tabel 4. Data Nilai Kemampuan Menghitung Perkalian Siswa Kelas II Semester 2 SD Negeri 3 Pringanom Pada Siklus II

No Interval Nilai Frekuensi (fi)

Nilai

Tengah (xi) fi.xi

Persentase (%) Keterangan 1 80-100 27 90 2430 71,05 Tuntas 2 60-79 6 69,5 417 15,79 Tuntas 3 40-59 5 49,5 247,5 13,16 Belum Tuntas 4 20-39 0 29,5 0 0 Belum Tuntas 5 0-19 0 9,5 0 0 Belum Tuntas Jumlah 38 3094,5 100 Nilai rata-rata = 3094,5 : 38 = 81,43 Ketuntasan klasikal = 33 : 38 x 100% = 86,84 %

Dari tabel 4, dapat disajikan dalam bentuk grafik pada gambar 10 sebagai berikut:

Gambar 10. Grafik Nilai Kemampuan Menghitung Perkalian Siswa Kelas II Semester 2 SD Negeri 3 Pringanom Pada Siklus II

Dari hasil penelitian silklus II, maka peneliti mengulas bahwa berdasarkan indikator kinerja yang ditetapkan, peneliti dikatakan berhasil bila rata-rata prestasi belajar siswa secara individu menunjukkan nilai minimal 60 dan ketuntasan secara

0 5 10 15 20 25 30 0-19 20-39 40-59 60-79 80-100 0 0 5 6 27 IntervalNilai IntervalNilai IntervalNilai IntervalNilai IntervalNilai IntervalNilai

commit to user

56

klasikal minimal 80% dilihat dari nilai rata-rata kelas pada materi perkalian. Pembelajaran Matematika menggunakan metode jarimatika sudah berhasil tetapi apabila dilihat dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) masih ada siswa yang belum tuntas. Jadi kesimpulannya hasil penelitian siklus II sudah dapat dikatakan berhasil, sebab jumlah siswa secara individu yang mendapatkan nilai sekurang-kurangnya 60 (KKM) sudah mencapai 80% dan secara klasikal nilai rata-rata siswa dikategorikan lebih dari cukup bahkan dapat dikatakan baik. Ditunjukkan pula oleh peningkatan terhadap kemampuan menghitung perkalian yang signifikan. Dari fakta tersebut maka penelitian tindakan kelas ini dianggap cukup dan diakhiri pada siklus II.

Dokumen terkait