BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2. Siklus II
Pada siklus II ini tindakan yang dilakukan peneliti sama halnya dengan siklus sebelumnya, yaitu meliputi perencanaan, tindakan dan observasi serta refleksi. Sebagai kegiatan pendahuluan guru menjelaskan kembali langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe group investigation dalam membahas mata pelajaran K3LH. Berikut ini adalah uraian tahapan pelaksanaan pada siklus II:
a. Perencanaan
Pada tahap perencanaan dalam siklus II ini hal yang pertama dilakukan ialah membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tentang materi yang akan diajarkan. Rencana pelaksanaan pembelajaran disusun oleh peneliti dan guru mata pelajaran yang sebelumnya RPP tersebut dikonsultasikan terlebih dahulu kepada pembimbing.
Selanjutnya, peneliti menyusun materi pembelajaran yang akan diajarkan dan menyiapkan lembar observasi untuk mengetahui keberhasilan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation pada siklus II. Lembar observasi ini akan digunakan oleh peneliti sebagai pedoman dalam mengobservasi kelas dan tingkat keaktifan serta kemampuan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
Setelah itu, peneliti menyusun dan menyiapkan soal yang akan digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami materi.
Soal tersebut berupa posttest untuk menilai seberapa kemampuan siswa
dalam memahami materi yang akan diajarkan ataupun tes setelah pembelajaran berlangsung. Sebelum memulai pembelajaran, sebelumnya peneliti dan guru beserta observer bersama-sama memberikan motivasi untuk meningkatkan semangat belajar siswa di dalam kelas sehingga siswa mampu mengikuti pelajaran dengan baik agar tercipta suasana pembelajaran yang kondusif.
b. Tindakan dan Observasi
Tindakan pada siklus II dilaksanakan selama dua kali pertemuan, pertemuan pertama dilakukan pada hari Senin, tanggal 19
Mei 2014 pukul 08.30 sampai 11.00 dan dilanjutkan pada hari Senin, 26 Mei 2014 pukul 08.30 sampai 11.00.
1) Kegiatan Awal
a) Peneliti membuka pelajaran dengan memberikan salam dan berdoa
b) Peneliti mengecek kesiapan siswa serta presensi kehadiran c) Peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran
2) Kegiatan Inti
Peneliti menjelaskan kembali tentang kronologi pembelajaran Kooperatif tipe Group Investigation dan memberikan motivasi kepada peserta didik agar suasana kelas menjadi aktif dan kondusif. Selesai memotifasi peserta didik, peneliti mengevaluasi hasil Investigasi untuk mengetahui keaktifan peserta didik. Peneliti membagi kelompok dan membagi topik masing-masing tiap kelompok sesuai materi yang telah ditentukan.
Kemudian, peneliti memaparkan beberapa materi tentang macam-macam api dan alat pemadam kebakaran. Pada saat peneliti menjelaskan materi, sebagian besar peserta didik dapat mengikuti penjelasan materi dengan baik sehingga suasana belajar menjadi kondusif.
Selanjutnya peneliti mengarahkan peserta didik untuk membentuk kelompok sesuai dengan pembagian anggota di pertemuan sebelumnya dan menginvestigasi tugas kelompok yang sudah diberikan.
Tabel 11. Grup belajar siklus II
Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3
RW ATWS ADH IR JRS TCS EHB KFF KJJP MFAN APP IAI RDFAP DWA HAW
Kelompok 4 Kelompok 5 Kelompok 6
SR FAG FG THB MF FNS GNS PDP RYK AMA MA RY MM SAS MWR
Kelompok 1 dan 4 membahas tentang Sifat-sifat Api, kelompok 2 dan 5 membahas materi Pencegahan Timbulnya Kebakaran, sedangkan kelompok 3 dan 6 membahas materi tentang Alat Keselamatan Pelindung Kebakaran.
Hasil diskusi yang telah di bahas setiap kelompoknya kemudian dipresentasikan didepan kelas sama seperti dengan presentasi pada siklus I, ketua kelompok bertanggung jawab atas anggotanya saat presentasi berlangsung, kemudian setiap kelompok diberikan kesempatan bertanya kepada kelompok yang sedang mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Kelompok lain diperbolehkan memberikan pendapat atau saran terkait tentang materi yang disampaikan.
3) Kegiatan Akhir
Setelah kelompok 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 selesai mempresentasikan hasil diskusinya, peneliti mengevaluasi dan menyimpulkan hasil pembelajaran, selanjutnya peneliti memberikan soal posttest 2 selama 30 menit. Kemudian, peneliti menutup pelajaran dan memberikan salam.
c. Refleksi
Hasil penelitian tindakan pada siklus II menunjukan adanya peningkatan prestasi belajar serta keaktifan peserta didik. Rancangan perbaikan pada siklus I dapat berjalan dengan baik di siklus II. Peserta didik mulai terbiasa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation. Hal yang demikian ini membuat peserta didik dapat belajar secara maksimal.
Media yang digunakan siswa setelah diberikan motivasi kepada guru pun meluas, rata-rata siswa aktif mencari sumber belajar yang luas, siswa mulai menggunakan atau memanfaatkan internet sebagai media untuk mencari sumber belajar. Serta keaktifan berdiskusi dengan kelompok maupun kelompok lain terjadi komunikasi yang aktif. Guru tidak lagi menjelaskan materi, tetapi keberadaan guru di dalam kelas hanya sebagai fasilitator. Guru hanya memberikan saran jika di salah satu kelompok bertanya.
Peningkatan kreativitas, emosional dan keatifan siswa saat peroses pembelajaran juga berdampak pada hasil belajar, yaitu dengan melakukan posttest. Nilai yang didapatkan siswa sangat memuaskan, 90% siswa mendapatkan skor lebih dari kriteria ketuntasan minimum (KKM). Data kreativitas, emosional, keaktifan dan hasil belajar dapat dilihat sebagai berikut:
1) Data Observasi
Hasil Observasi proses tindakan pembelajaran siklus II dapat dilihat pada tabel 12, 13, dan 14.
Tabel 12. Data kreativitas siswa (siklus II)
No Aspek Penilaian Hasil Pengamatan Presentase SB B K SK
1
Selalu mempertimbangkan informasi baru dan ide yang tidak lazim dengan pikiran terbuka
6 14 8 2 66,67 %
2
Selalu membangun keterkaitan, khususnya antara hal-hal yang berbeda
9 15 6 0 80 %
3
Selalu menghubung-hubungkan berbagai hal dengan bebas
6 14 8 2 66,67 %
4
Selalu menerapkan imajinasi pada setiap situasi untuk menghasilkan hal baru dan berbeda
9 15 6 0 80 % 5 Selalu mendengarkan intuisi 9 14 7 0 76,67 %
Hasil presentase pada tabel 12 tentang kreativitas siswa pada siklus II yaitu siswa yang mendapatkan skor baik dan sangat baik sudah melebihi setengah dari jumlah keseluruhan siswa. Presentase paling rendah terlihat pada aspek penilaian menghubung-hungungkan berbagai hal dengan bebas dan mengungkapkan ide baru yaitu kurang lebih hanya 60%. Namun aspek penilaian lainya sudah mencapai lebih dari 70%. Hal ini disebabkan adanya pemanfaatan media secra luas dan maksimal contohnya pada pemanfaatan internet. Dengan memanfaatkan media tersebut siswa dapat menggambarkan atau dapat mengeluarkan imajinasi terkait dengan materi pelajaran. Terdapat empat siswa yang mendapatkan kategori 1 (sangat kurang) sedangkan lainya siswa lebih berkreativitas terutama saat mendiskusikan materi tentang sifat-sifat api, pencegahan timbulnya
kebakaran, alat keselamatan pelindung kebakaran. Siswa
berkreativitas bawasanya siswa dapat membedakan macam-macam api dan berimajinasi cara pemadaman api yang ditimbulkan dari
berbagai aspek serta siswa dapat mengatur atau membuat skema tentang pencegahan timbulnya kebakaran seperti pada gudang penyimpanan.
Tabel 13. Data emosional siswa (siklus II)
No Aspek Penilaian Hasil Pengamatan Presentase SB B K SK 1 Empati 8 13 8 1 70 % 2 Mengungkapkan dan memahami 12 14 4 0 86,67 % 3 Mengendalikan amarah 12 14 4 0 86,67 % 4 Kemandirian 8 14 8 0 73,33 % 5 Kemampuan menyesuaikan diri 8 18 3 1 86,67 % 6 Disukai 8 18 3 1 86,67 % 7 Kemampuan memecahkan masalah 12 14 4 0 86,67 % 8 Ketekunan 9 14 7 0 76,67 % 9 Kesetiakawanan 7 16 7 0 76,67 % 10 Keramahan 5 20 5 0 83,33 % 11 Sikap hormat 8 13 8 1 70 %
Jika dilihat dari tabel 13 tentang emosional siswa pada siklus II telah memenuhi indikator keberhasilan, yaitu lebih dari 70%. Ssetelah memberikan motivasi kepada siswa pada siklus II, emosional siswa meningkat, hal tersebut dikarenakan pengaruhnya memberikan motivasi siswa sebelum memulai pelajaran kepada siswa. Sehingga siswa bersemangat dalam melakukan proses pembelajaran. Terdapat emapat siswa yang mendapat skor penilaian 1 (sangat kurang) sedangkan siswa lainya telah dapat mengatur daya pikir emosional. Pada siklus ke II ini siswa lebih aktif berdiskusi dengan kelompok maupun kelompok lain. Skor tertinggi yaitu pada aspek penilaian mengungkapkan dan memahami, mengendalikan amarah, dan kemampuan memecahkan masalah, hal ini disebakan setelah diberi
motivasi siswa lebih berfikir kritis dan siswa dapat mengatur kerja kelompok, sehingga masing-masing kelompok terlihat aktif berdiskusi. Tabel 14. Data keaktifan siswa (siklus II)
No Aspek Penilaian Hasil Pengamatan Presentase (%) SB B K SK
1
Perhatian Siswa Terhadap Penjelasan Guru dan Kelompok Lain
8 13 8 1 70 % 2 Keaktifan Mencatat Materi 8 14 8 0 73,33 % 3 Keaktifan Bertanya 6 20 3 1 86,67 % 4 Keaktifan Menjawab Pertanyaan 9 15 6 0 80 % 5 Keaktifan Berdiskusi Dengan Kelompok Maupun Kelompok Lain
12 14 4 0 86,67 %
6
Keaktifan Kerjasama Dengan Kelompok Maupun Kelompok Lain
8 18 3 1 86,67 % 7 Keaktifan Mengajukan Pendapat 6 14 8 2 66,67 % 8 Mendengarkan Presentasi Kelompok Lain 7 16 7 0 76,67 % 9 Kemampuan Menyampaikan Hasil Materi Diskusi. 5 20 5 0 83,33 % 10 Bersemangat dalam mengikuti pelajaran 9 14 7 0 76,67 % Presentase deskripsi pada tabel 9 dapat diketahui bahwa dari 30 siswa yang mendapat skor kriteria 3 (baik) dan 4 (sangat baik) terdapat pada indikator penilaian tentang keaktifan peserta didik dalam memperhatikan penjelasan guru dan kelompok lain sebanyak 21 peserta didik atau 70% dari jumlah siswa, keaktifan mencatat materi 22 peserta didik atau 73,33% dari jumlah siswa, keaktifan bertanya 26 peserta didik atau 86,67% dari jumlah siswa, keaktifan menjawab pertanyaan 24 peserta didik atau 80% dari jumlah siswa, keaktifan berdiskusi kelompok dan kelompok lain 26 peserta didik atau 86,67% dari jumlah siswa, keaktifan kerjasama kelompok dan kelompok lain 26
pendapat 20 peserta didik atau 66,67% dari jumlah siswa, keaktifan mendengar presentasi kelompok lain 23 peserta didik atau 76,67% dari jumlah siswa, kemampuan menyampaikan materi hasil diskusi 25 peserta didik atau 83,33% dari jumlah siswa, dan keaktifan untuk bersemangat dalam mengikuti pelajaran 23 peserta didik atau 76,67% dari jumlah siswa. Pada aspek penilaian keaktifan peserta didik maka peserta didik telah terjadi keaktifan komunikasi antara kelompok satu ke kelompok lainnya serta kepada guru.
Berdasarkan data tabel 12, 13, dan 14 Dilihat dari data observasi peserta didik menunjukkan bahwa kreativitas, emosional dan keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran dengan
model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation
menghasilkan nilai yang optimal. 2) Hasil Belajar
Gambar 16. Diagram Hasil Posttest Siklus II
Hasil belajar siswa diperoleh dari nilai posttest pada siklus II, hasil data posttest diikuti sebanyak 30 peserta didik dengan alokasi waktu selama 30 menit (25 butir soal). Nilai hasil belajar dapat dilihat pada tabel 15.
90%
10%
Tuntas Tidak Tuntas
Tabel 15. Hasil Belajar siklus II No Nama Siswa
(Inisial) Nilai KKM 1 ATWS 80 Tuntas
2 ADH 92 Tuntas
3 AMA 68 Tidak Tuntas
4 APP 88 Tuntas 5 DWA 84 Tuntas 6 EHB 76 Tuntas 7 FNS 84 Tuntas 8 FAG 76 Tuntas 9 FS 84 Tuntas 10 GNS 92 Tuntas 11 HAW 80 Tuntas 12 IR 80 Tuntas 13 IAI 84 Tuntas 14 JRS 88 Tuntas 15 KFF 84 Tuntas 16 KJJP 84 Tuntas 17 MFAN 76 Tuntas 18 MA 84 Tuntas 19 MM 64 Tidak Tuntas 20 MF 72 Tidak Tuntas 21 MWR 76 Tuntas 22 PDP 80 Tuntas 23 RDFAP 88 Tuntas 24 RW 92 Tuntas 25 RYK 92 Tuntas 26 RY 84 Tuntas 27 SAS 76 Tuntas 28 SR 88 Tuntas 29 THB 76 Tuntas 30 TCS 96 Tuntas
Deskripsi berdasarkan tabel 11 dan diagram hasil posttest Siklus 1 dapat diketahui bahwa dari 30 siswa di kelas X Teknik Pemesinan 2 SMK Muhammadiyah Yogyakarta yang mendapat nilai yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) atau memperoleh nilai ≥ 75 dan dikatakan tuntas sebanyak 27 (dua puluh tujuh) siswa atau 90%, sedangkan sebanyak 3 (tiga) siswa atau 10% mendapat nilai di bawah KKM atau memperoleh nilai < 75. Dari hasil posttest 2 nilai tertinggi yang diperoleh adalah 96 dan nilai terendah yang
diperoleh ialah 64. Jumlah nilai rata-rata (mean) pada hasil posttest 2 adalah 82,26.
Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe pembelajaran Group Investigation dalam siklus II ini sudah memenuhi kriteria yang diharapkan. Nilai kreativitas, emosional dan keaktifan peserta didik sudah memenuhi skor rata-rata diatas 70%, dan pada indikator keberhasilan prestasi belajar, lebih dari 80% dari jumlah keseluruhan siswa sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu ≥ 75. Aspek-aspek pendukung peningkatan kreativitas, emosional, keaktifan dan prestasi belajar siswa yaitu pengolahan kelas yang baik, menerapkan metode pembelajaran yang tepat, dan kemempuan guru dalam menangani permasalahan, aspek-aspek tersebut membuat kelas menjadi aktif dan terjadinya komunikasi dua arah antara guru dan siswa. Ketercapaikan hasil belajar dan keaktifan siswa pada siklus II maka pembahasan materi dicukupkan sampai dengan siklus II.