BAB III METODE PENELITIAN
3.2 Prosedur Penelitian
3.2.2 Siklus Kedua
3.2.2.1 Perencanaan
a. Tujuan perbaikan, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA kelas V SD yang meliputi: membuka pembelajaran, membimbing siswa mempresen-tasikan hasil diskusi, memberikan penguatan terhadap hasil kinerja siswa, siswa lebih aktif menanggapi apersepsi, menanggapi hasil diskusi dari kelompok lain, dan menyimpulkan pembelajaran yang telah dilalui.
b. Skenario Perbaikan: menerapkan langkah-langkah model Somatic Auditory Visualization Intellectually berbantuan mind mapping dengan revisi pada siklus berupa: (1) guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dari materi yang dipelajari, (2) guru mendorong terjadinya interaksi antarsiswa dan saling memberikan tanggapan dan bertanya tentang hal yang belum dipahami, (3) guru menyampaikan petunjuk membuat mind mapping secara jelas dan memberikan bimbingan secara individual pada siswa yang masih kesulitan, (4) guru memberikan penguatan terhadap hasil diskusi siswa, (5) guru memperhatikan pengalokasian waktu sesuai dengan perencanaan. c. Isi Kegiatan, meliputi:
1. Menelaah materi pembelajaran IPA kelas V semester 2 yaitu pada KD 7.5 mendeskripsikan perlunya penghematan air untuk pertemuan pertama dan KD 7.6 mengidentifikasi peristiwa alam yang terjadi di Indonesia dan dampaknya bagi makhluk hidup dan lingkungan untuk pertemuan kedua.
2. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai indikator yang telah ditetapkan dengan model Somatic Auditory Visualization Intellectually berbantuan Mind Mapping.
3. Menyiapkan sumber belajar berupa buku-buku pelajaran IPA kelas V dan media pembelajaran.
4. Menyiapkan alat evaluasi pembelajaran berupa lembar soal evaluasi dan lembar kerja siswa.
5. Menyiapkan lembar observasi keterampilan guru, aktivitas siswa, lembar catatan lapangan dan lembar wawancara dalam penerapan model Somatic Auditory Visualization Intellectually berbantuan Mind Mapping.
3.2.2.2 Pelaksanaan Tindakan 3.2.2.2.1 Pertemuan 1
Kegiatan secara menyeluruh dari rencana pelaksanaan tindakan siklus I pertemuan 2 dengan materi pokok pentingnya air bagi kehidupan dan perlunya penghematan air adalah sebagai berikut.
1. Guru mengkondisikan siswa, memberi salam, meminta salah satu siswa untuk memimpin doa dan mengecek kehadiran siswa.
2. Guru memotivasi siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran, guru mengajak siswa bernyanyi:
Bangun tidur ku terus mandi Tidak lupa menggosok gigi
Habis mandi matikan kran Selalu hemat dan tidak boros
3. Guru melakukan apersepsi dengan bertanya: “Apakah yang terjadi apabila air di bumi ini habis ?” dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu
siswa dapat menyebutkan kegunaan air bagi kehidupan manusia,
menyebutkan cara penghematan air, dan melakukan pembiasaan
menghemat air di sekolah dan di rumah.
4. Guru menyampaikan materi pentingnya air bagi kehidupan manusia berbantuan mind mapping.
5. Siswa memperhatikan penjelasan yang disampaikan guru (Auditory) 6. Siswa menyimak mind map dengan seksama (Visualization)
7. Siswa mencatat setiap penjelasan penting yang disampaikan guru (Somatic) 8. Guru dan siswa melakukan tanya jawab berkaitan tentang “apa sajakah
kegunaan air bagi kehidupan? Mengapa kita perlu menghemat air? Bagaimana cara kita untuk menghemat air? (Auditory dan Intellectually) 9. Guru membentuk kelompok, setiap kelompok beranggotakan 5-6 orang. 10. Guru membagikan LKS (Lembar Kerja Siswa) kepada setiap kelompok. 11. Siswa mendiskusikan LKS yang diberikan oleh guru. (Auditory dan
Intellectually)
12. Siswa mengumpulkan informasi melalui buku atau sumber-sumber lainnya (Somatic)
13. Guru meminta setiap kelompok membuat mind mapping berdasarkan jawaban yang telah didiskusikan.
14. Guru menyampaikan petunjuk membuat mind mapping secara jelas. 15. Siswa berdiskusi menyusun gagasan dan informasi dengan membuatnya
16. Siswa membuat mind mapping berdasarkan jawaban LKS yang telah didiskusikan (Somatic, Visualization, dan Intellectually)
17. Siswa mempresentasikan hasil mind mapping ke depan kelas (Somatic, Auditory, dan Visualization)
18. Setiap kelompok memberi komentar terhadap hasil diskusi kelompok yang lain (Auditory)
19. Guru memberikan penguatan terhadap hasil diskusi kelompok.
20. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami.
21. Siswa bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran yang telah dilalui. 22. Siswa mengerjakan tes evaluasi.
3.2.2.2.2 Pertemuan 2
Kegiatan secara menyeluruh dari rencana pelaksanaan tindakan siklus I pertemuan 2 dengan materi pokok peristiwa alam di Indonesia dan dampaknya bagi makhluk hidup dan lingkungan adalah sebagai berikut.
1. Guru mengkondisikan siswa, memberi salam, meminta salah satu siswa untuk memimpin doa dan mengecek kehadiran siswa.
2. Guru memotivasi siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran, guru mengajak siswa menyanyikan lagu “Naik-naik ke Puncak Gunung”
3. Guru melakukan apersepsi dengan bertanya: “pernahkan kalian melihat
berita di televisi tentang peristiwa gunung meletus?” dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menyebutkan peristiwa alam yang terjadi di
cara mencegah bencana banjir, dan menjelaskan penyebab tanah
longsor.
4. Guru menyampaikan materi peristiwa alam yang terjadi di Indonesia berbantuan mind mapping
5. Siswa memperhatikan penjelasan yang disampaikan guru (Auditory) 6. Siswa menyimak mind map dengan seksama (Visualization)
7. Siswa mencatat setiap penjelasan penting yang disampaikan guru (Somatic)
8. Guru dan siswa melakukan tanya jawab berkaitan tentang “apa saja peristiwa alam yang terjadi di Indonesia? Apakah peristiwa alam berdampak positif? (Auditory dan Intellectually)
9. Guru membentuk kelompok, setiap kelompok beranggotakan 5-6 orang. 10. Guru membagikan LKS (Lembar Kerja Siswa) kepada setiap kelompok 11. Siswa mendiskusikan LKS yang diberikan oleh guru. (Auditory dan
Intellectually)
12. Siswa melakukan percobaan sederhana tentang peristiwa gunung meletus (Somatic dan Visualization)
13. Siswa mengumpulkan informasi melalui buku atau sumber lain (Somatic) 14. Guru meminta setiap kelompok membuat mind mapping berdasarkan
jawaban yang telah didiskusikan.
15. Guru menyampaikan petunjuk membuat mind mapping secara jelas. 16. Siswa berdiskusi menyusun gagasan dan informasi dengan membuatnya
17. Siswa membuat mind mapping berdasarkan jawaban LKS yang telah didiskusikan (Somatic, Visualization, dan Intellectually)
18. Siswa mempresentasikan hasil mind mapping ke depan kelas (Somatic, Auditory, dan Visualization)
19. Setiap kelompok memberi komentar terhadap hasil diskusi kelompok yang lain (Auditory dan Intellectually)
20. Guru memberikan penguatan terhadap hasil diskusi kelompok.
21. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami.
22. Siswa bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran yang telah dilalui. 23. Siswa mengerjakan tes evaluasi.
3.2.2.3 Pengamatan
Kegiatan pengamatan pada siklus kedua ini meliputi:
1. Melakukan pengamatan keterampilan guru dan aktivitas siswa menggunakan lembar observasi selama pembelajaran IPA dengan menggunakan model Somatic Auditory Visualization Intellectually berbantuan Mind Mapping.
2. Melakukan pengumpulan data hasil belajar siswa setelah menggunakan model Somatic Auditory Visualization Intellectually berbantuan Mind Mapping. 3.2.2.4 Refleksi
Berdasarkan pelaksanaan, dan observasi siklus II, pembelajaran IPA melalui model Somatic Auditory Visualization Intellectually berbantuan Mind Mapping siklus II memiliki kelebihan dan kekurangan yang akan dirinci sebagai berikut.
3.2.2.4.1 Kelebihan Siklus II
Kelebihan siklus II ini yakni: guru sudah menyampaikan materi pelajaran berbantuan mind mapping dan membimbing setiap kelompok dalam membuat mind mapping dengan maksimal dibuktikan dengan perolehan rata-rata skor 4. Saat pembelajaran berlangsung, siswa memperhatikan penjelasan guru dengan menyimak mind mapping dan mencatat hal-hal penting tentang materi yang sedang dipelajari dengan baik dan mendapat rata-rata skor 3,45. Selain itu, siswa juga telah membuat mind mapping dengan kreatif dan mendapatkan rata-rata skor sebesar 3,5. Skor tinggi juga diperoleh pada indikator berdiskusi secara kelompok mengenai tugas yang diberikan guru dan mempresentasikan hasil diskusi dengan perolehan rata-rata skor sebesar 3,3. Selain itu, ketuntasan hasil belajar siswa juga telah mencapai 83,19%.
3.2.2.4.2 Kekurangan Siklus II
Pembelajaran pada siklus II ini, tidak terdapat kekurangan yang berpengaruh terhadap pencapaian hasil keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa. Dikarenakan indikator keberhasilan keterampilan guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa sudah terpenuhi maka Penelitian Tindakan Kelas (PTK) diakhiri pada siklus II.