• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL OBSERVASI DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Penelitian

2. Siklus pertama

Penelitian siklus pertama dilaksanakan hari Sabtu tanggal 20 Oktober 2012 pada jam ke- 4 dan 5 (pukul 09.20-10.40) di ruang multimedia. Materi pembelajaran adalah kebijakan fiskal. Berikut ini diuraikan penerapan model penerapan kooperatif tipe TGT pada siklus pertama.

a. Perencanaan

Dalam tahap ini dilakukan persiapan dan perencanaan pembelajaran kooperatif tipe TGT. Berikut ini langkah-langkah perencanaan yang diterapkan pada siklus pertama.

1) Peneliti dan guru mitra menggali data awal tentang karakteristik siswa untuk memetakan siswa berdasarkan kemampuan akademiknya. Pemetaan tersebut menjadi dasar

untuk membagi siswa dalam satu kelompok yang heterogen. Cara pembentukan kelompok yaitu dengan menggunakan rata-rata nilai UTS dan ulangan harian. Setiap kelompok terdiri dari 6 orang, dimana kemampuan antara satu dengan yang lain berbeda. Ada 6 kelompok yang terbentuk, diantaranya kelompok fiskal, kelompok berimbang, kelompok surplus, kelompok defisit, kelompok pajak, kelompok dinamis. Nama anggota kelompok dapat di lihat (lampiran 19, hal 206).

2) Peneliti mempersiapkan perangangkat pembelajaran yang akan digunakan. Meliputi : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), dan hadiah. Berikut uraian masing-masing perangkat pembelajaran:

a) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Peneliti membuat RPP berisi tentang standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran,dan evaluasi. RPP ini dibuat untuk satu kali pertemuan. RPP menguraikan secara rinci langkah-langkah kegiatan yang akan dilaksanakan selama proses pembelajaran. Hal ini akan membantu guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. RPP dapat dilihat pada (lampiran 11a, hal. 179)

b) Lembar Kerja Siswa (LKS)

Lembar kerja siswa yaitu materi tentang kebijakan fiskal dan soal-soal yang harus dikerjakan siswa di dalam kelompok. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat belajar dalam tim, berdiskusi dan berbagi pengetahuan antara siswa yang satu dengan siswa lain dalam satu kelompok (lampiran 12a, hal 192)

c) Pembagian Kelompok

Jumlah kelompok ada 6, masing-masing kelompok ada 6 orang. Tiap meja dibentuk melingkar, dikelilingi kursi dan dilengkapi dengan papan nama kelompok.

d) Hadiah

Hadiah dimaksudkan sebagai penghargaan bagi kelompok yang mendapatkan skor terbaik pada saat games dan turnamen dilaksanakan. Hadiah yang diberikan berupa alat-alat tulis.

b. Tindakan

Pada tahap tindakan, peneliti menerapkan pembelajaran kooperatif tipe TGT sesuai dengan rencana tindakan. Langkah-langkah pada tahap ini sebagai berikut:

1) Membagi siswa dalam kelompok

Pembentukan kelompok dilakukan oleh guru pada awal perencanaan pembelajaran. Jumlah kelompok yang dibentuk

adalah 6 kelompok siswa dengan anggota masing-masing kelompok 6 orang. Pada tahap ini guru mempersilahkan siswa untuk berkumpul dengan kelompoknya dan meminta mereka untuk menempati meja yang telah diberi papan nama kelompok. 2) Lembar Kerja Siswa (LKS)

Setelah siswa duduk dengan anggota kelompoknya masing-masing, guru melakukan apersepsi dengan mengulas materi pelajaran yang telah dipelajari di pertemuan yang lalu dan

mengaitkan dengan materi pembelajaran yang akan

dilaksanakan yaitu kebijakan fiskal. Guru menjelaskan dengan menggunakan model presentasi. Setiap kelompok mendapatkan satu LKS dan dua ringkasan materi. LKS berisi ringkasan materi kebijakan fiskal dan latihan soal yang nantinya akan dikerjakan oleh kelompok dan dikumpulkan. Sedangkan materi hanya berisi ringkasan materi saja.

3) Games

Guru membacakan prosedur serta peraturan yang harus

dilaksanakan oleh masing-masing kelompok sebelum

dilaksanakan games. Games dalam siklus I yaitu make a match atau lebih dikenal dengan menjodohkan. Sebelum permainan dimulai, setiap siswa memakai callcard. Selain itu setiap siswa juga mendapatkan nomor yang akan digunakan untuk maju ketika games berlangsung. Soal games berjumlah 12 soal. Setiap

siswa mendapatkan giliran 2 soal. Apabila siswa mendapat nomor urut 1 maka siswa tersebut harus mengerjakan soal nomor 1 dan 7, nomor 2 maka harus mengerjakan soal nomor 2 dan 8, begitu seterusnya sampai nomor urut 6 maka harus mengerjakan soal nomor 6 dan 12. Soal dan jawaban tersedia di dalam kotak yang telah disediakan di depan. Pengerjaan ditandai dengan bunyi peluit 1 kali, dan diakhiri dengan tanda peluit 2 kali. Setiap jawaban yang benar akan memperoleh skor 100, jika jawaban salah maka akan memperoleh skor 0. Waktu pengerjaan untuk setiap soal adalah dua menit. Peraturan games dapat dilihat di lampiran 14, hal 200.

4) Turnamen

Turnamen dilaksanakan setelah games selesai. Turnamen pada siklus I yaitu cerdas cermat. Soal pada turnamen berjumlah 10 soal dan akan dibacakan oleh guru. Pada turnamen ini, kelompok saling berebut menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Kelompok yang menunjukkan bendera terlebih dahulu akan mendapat kesempatan menjawab soal turnamen terlebih dahulu. Jika jawaban salah, maka kesempatan menjawab akan diberikan kepada kelompok lain. Jika jawaban benar maka akan mendapat skor 100 dan jika jawaban salah maka skor akan dikurangi 100.

5) Penghargaan Kelompok

Skor yang diperoleh masing-masing kelompok dalam games dan turnamen dicatat dalam lembar penilaian kelompok. Pada tahap akhir dilakukan penjumlahan skor jawaban dan penghargaan kelompok. Pada siklus pertama ini, juara I adalah kelompok berimbang dengan total skor 1.300, juara II adalah kelompok pajak dengan total skor 1.000, dan juara III adalah kelompok defisit dengan total skor 900. Masing-masing juara mendapatkan hadiah berupa buku, pulpen, dan tipek (juara I), tempat pensil dan pulpen (juara II), serta penggaris dan pensil (juara III). Kelompok lain yang tidak mendapatkan juara mendapatkan hadiah berupa makanan ringan.

c. Observasi

Hasil observasi dalam penelitian tindakan kelas siklus I ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

1) Pengamatan terhadap guru

Observasi dilaksanakan bersamaan dengan tindakan pada siklus I. Hasil observasi dapat dilihat pada catatan anekdotal di lampiran 1b hal. 154. Aktivitas guru selama proses pembelajaran pada siklus I disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 5.4

Aktivitas Guru pada Siklus I

No Deskriptor Ya Tidak

1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT

2 Guru mengorganisasikan bahasan yang bersifat umum menjadi pokok bahasan yang lebih sempit untuk membantu siswa memahami materi dalam pembelajaran tipe TGT di kelas

3 Guru memberikan materi yang akan dipelajari dalam kegiatan belajar mengajar melalui presentasi kelas

√ 4 Guru ikut berperan dalam

pembentukan kelompok TGT

√ 5 Guru memberikan dorongan motivasi

kepada siswa agar terlibat aktif dalam diskusi kelompok, games dan

turnamen

6 Guru memberikan pengarahan kepada siswa dalam pengerjaan lembar kegiatan

√ 7 Guru memotivasi siswa agar ada kerja

sama yang baik antar individu di dalam kelompok diskusinya

√ 8 Guru mengamati atau mengobservasi

proses pembelajaran dalam kegiatan diskusi kelompok

√ 9 Guru berinteraksi dengan siswa, dan

melibatkan diri dalam kelompok serta menjawab pertanyaan yang diajukan siswa secara perorangan

10 Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memecahkan masalah dan mencari sumber informasi secara mandiri

11 Guru tidak berinteraksi dengan siswa, tidak menjelaskan cara kerja

kelompok, tugas yang harus dikerjakan dan kerjasama di dalam kelompok

12 Guru membiarkan siswa membuat kegaduhan di dalam kelas dan berkeliling dari satu kelompok ke kelompok lain sehingga suasana kelas menjadi tidak kondusif

13 Guru hanya berinteraksi dan memperhatikan kelompok tertentu saja yang mengalami kesulitan

√ 14 Guru dan siswa sama-sama asyik

dengan pekerjaannya masing-masing

sehingga suasana kelas menjadi kaku. 15 Guru meninggalkan kelas disaat siswa

bekerja di dalam kelompok sehingga tidak ada pengawasan

√ 16 Guru tidak melakukan evaluasi hasil

pembelajaran

√ 17 Guru memberikan motivasi kepada

siswa agar terlibat aktif dalam turnamen

√ 18 Guru memberikan penghargaan bagi

kelompok yang memiliki skor terbaik √ 19 Guru melakukan evaluasi terhadap

peningkatan hasil belajar melalui pretest dan posttest

Pada tabel 5.4 menunjukkan bahwa secara umum guru mampu melaksanakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan baik. Guru juga menjelaskan pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan tujuan untuk memberikan gambaran kepada siswa tentang model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Setelah kegiatan awal dilaksanakan, guru meminta siswa untuk duduk sesuai kelompok yang telah dibentuk. Guru memberikan dorongan motivasi kepada siswa agar terlibat aktif dalam kelompok, games dan turnamen. Setelah diskusi kelompok, games dan turnamen selesai, guru memberikan penghargaan bagi kelompok yang mendapat nilai terbaik. Pada akhir pembelajaran, guru melakukan evaluasi pembelajaran dan membagikan kuesioner motivasi dan lembar refleksi untuk mengetahui peningkatan motivasi siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan

mengetahui kesan-kesan siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe TGT yang baru saja dilaksanakan.

2) Pengamatan terhadap kelas

Hasil observasi dapat dilihat pada catatan anekdotal di lampiran 2b (hal. 166). Instrumen pengamatan kelas dalam proses pembelajaran pada siklus I disajikan dalam tabel berikut ini:

Tabel 5.5

Instrumen Pengamatan Kelas siklus I

No Deskriptor Ya Tidak

1 Kelas terdiri dari banyak siswa yang memiliki kemampuan belajar dan asal usul yang berbeda-beda

√ 2 Ada sejumlah aturan yang harus ditaati

oleh para siswa √

3 Siswa mengalami kesulitan dalam

menyelesaikan tugas yang diberikan. √

4 Buku-buku dan fasilitas pembelajaran mudah ditemukan siswa di kelas (sekolah)

√ 5 Kerja di dalam kelompok terhambat

dikarenakan beberapa siswa yang tidak ikut terlibat (malas) serta membuat kegaduhan di dalam kelas

√ 6 Beberapa siswa hanya mengandalkan

siswa lain dalam kerja kelompok √

7 Para siswa tampak antusias dengan kerja

kelompoknya. √

8 Para siswa berperan aktif dalam aktivitas

pembelajaran tipe TGT

9 Banyak siswa yang bertanya kepada

guru jika menghadapi kesulitan √

10 Tujuan pembelajaran di dalam kelas

tidak dapat dipahami dengan jelas √

11 Siswa mempunyai rasa ingin tahu yang

tinggi √

12 Sebagian besar siswa telah memiliki

Tabel 5.5 menunjukkan bahwa suasana kelas cukup kondusif dalam proses pembelajaran. Hal tersebut dapat dilihat ketika guru menerapkan beberapa peraturan yang harus ditaati siswa agar tercipta suasana kelas yang kondusif, siswa pun mengikuti peraturan-peraturan yang diterapkan. Ada 2 kelompok yang belum mematuhi peraturan yang berlaku. Para siswa pun tampak antusias dalam kerja kelompoknya, serta ikut berperan aktif dalam aktivitas pembelajaran TGT. Kondisi yang demikian akan mendukung proses pembelajaran ke arah yang lebih baik.

3) Pengamatan terhadap siswa

Hasil observasi terhadap siswa dapat dilihat dalam catatan anekdotal pada lampiran 3b (hal. 168). Untuk mengetahui perilaku siswa selama proses pembelajaran pada siklus I disajikan dalam tabel 5.6 dan untuk mengetahui tingkat keaktifan siswa dapat dilihat pada tabel 5.7.

13 Kelas ini terdiri dari berbagai individu yang tidak mengenal satu sama lain dengan baik

√ 14 Sebagian besar siswa menganggap

materi yang diberikan sulit √

15 Kelas dapat terorganisir dengan baik √ 16 Selama kegiatan pembelajaran

berlangsung para siswa saling memberikan pendapat atau masukan bagi tercapainya tujuan yang diharapkan

Tabel 5.6

Observasi Kegiatan Belajar Siswa Dalam Kelompok (Secara Umum) Siklus I

No Deskriptor Ya Tidak

1 Seluruh perhatian diarahkan pada materi diskusi dalam kelompok

√ 2 Semua kelompok antusias mengikuti games

dan turnamen

√ 3 Saling bertukar pikiran dan pendapat saat

diskusi

4 Berbagi tugas dalam pengerjaan √

5 Pertanyaan yang diajukan ada kaitannya dengan pembelajaran

√ 6 Menjawab pertanyaan sesuai dengan maksud

dan tujuan pertanyaan

√ 7 Menghargai saran dan pendapat teman lainnya √

Tabel 5.7

Hasil Observasi Keaktifan Siswa atau Keterlibatan Siswa dalam Proses Pembelajaran Siklus I

No Komponen yang

diobservasi

Keadaan Awal Capaian Target

Jumlah % Jumlah % %

1 Siswa mengajukan

pertanyaan kepada guru/kelompok mengenai materi yang diajarkan 6 17,65 25 71,43 75 2 Siswa menjawab petanyaan guru/kelompok 23 67,65 35 100 75 3 Siswa mengemukakan/menang gapi pendapat 4 11,76 27 77,14 75

4 Siswa mengerjakan soal latihan yang diberikan pada waktu kerja kelompok

16 47,06 30 85,71 75

5 Siswa mendiskusikan jawaban yang telah

Tabel 5.6 menunjukkan bahwa pada saat pembelajaran, seluruh perhatian siswa tertuju pada materi pelajaran. Pada saat dilaksanakan games dan turnamen semua kelompok sangat antusias mengikutinya. Dalam hal diskusi kelompok, seluruh siswa dalam kelompok saling bertukar pikiran dan pendapat serta berbagi tugas dalam pengerjaan tugas. Ketika mereka ada kesulitan dalam pembelajaran, mereka mengajukan pertanyaan yang ada kaitannya dengan pembelajaran. Dan ketika guru atau teman lain bertanya, mereka menjawab pertanyaan sesuai dengan maksud dan tujuan pertanyaan. Selain itu mereka juga dapat menghargai saran dan pendapat dari teman lainnya.

Tabel 5.7 menjelaskan bahwa siswa yang mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran tipe TGT berjumlah 35 siswa. Pada siklus I ini jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan kepada guru maupun kelompok mengenai materi yang diajarkan berjumlah 25 siswa (71,43%), jumlah tersebut mengalami peningkatan dari keadaan awal yang hanya 6 siswa (17,65%). Hal tersebut dikarenakan materi yang digunakan merupakan materi baru dan siswa baru mempelajari pada siklus I ini, sehingga banyak siswa yang mengajukan pertanyaan baik kepada guru maupun kepada

ditulis pada lembar jawaban

6 Siswa mencatat materi yang diberikan oleh guru

teman kelompoknya. Akan tetapi komponen ini belum mencapai target yang ditetapkan yaitu 75%. Karena masih ada siswa yang masih cenderung diam saja mendengarkan temannya yang bertanya kepada guru atau teman satu kelompoknya. Siswa menjawab pertanyaan dari guru/kelompok berjumlah 35 siswa (100%). Komponen ini sudah mencapai target yang diharapkan, bahkan komponen ini sudah melibatkan semua siswa dalam kelas Hal tersebut dikarenakan pada awal pembelajaran guru mengatakan akan ada penghargaan kepada siswa/kelompok yang aktif bertanya ketika proses pembelajaran berlangsung. Selain itu pada saat games siswa harus maju satu per satu untuk mengerjakan soal yang telah dikerjakan. Ketika turnamen, masing-masing perwakilan kelompok juga harus menjawab pertanyaan dari guru.

Untuk komponen siswa mengungkapkan/menanggapi pendapat berjumlah 27 siswa (77,14%). Komponen ini sudah mencapai target yang diharapkan. Siswa mengemukakan pendapat dan menanggapi pendapat ketika guru melakukan presentasi menjelaskan materi pembelajaran dan ketika mengerjakan LKS dalam kelompok. Siswa yang mengerjakan soal latihan yang diberikan pada waktu kerja kelompok berjumlah 30 siswa (85,71%). Komponen tersebut telah mencapai target yang ditetapkan. Hasil ini melebihi target sebesar 10,71%. Hal ini terjadi karena sebagian siswa merasa tertantang untuk mengerjakan soal-soal yang diberikan, selain itu siswa juga

dituntut untuk mengerjakan soal dengan waktu yang ditetapkan yaitu 15 menit walaupun masih ada beberapa siswa yang hanya berdiam diri dan menyerahkan pekerjaan kelompok pada temannya. Pada komponen siswa mendiskusikan jawaban yang telah ditulis pada lembar jawaban berjumlah 24 siswa (68,57%), hal tersebut belum mencapai target yang ditetapkan. Pada komponen ini beberapa siswa mendiskusikan jawaban yang telah ditulisnya dengan teman satu kelompok sebelum pekerjaan tersebut dikumpulkan dan dikoreksi, akan tetapi masih ada siswa yang hanya menyerahkan hasil pekerjaan kelompok kepada temannya untuk diteliti lagi. Pada komponen siswa mencatat materi yang diberikan oleh guru, ada 29 siswa (82,86%) yang mencatat materi yang telah diberikan dan dijelaskan oleh guru. Hal tersebut sudah mencapai target yang telah ditetapkan. Siswa sudah mempunyai kesadaran diri untuk mencatat materi yang telah diberikan dan dijelaskan oleh guru. Siswa merasa membutuhkan materi tersebut, karena tidak semua materi mendapat penjelasan yang cukup di buku paket.

Dapat disimpulkan dari 6 komponen keaktifan dan keterlibatan siswa ada 2 komponen keaktifan atau keterlibatan siswa yang belum mencapai target yang ditentukan, yaitu siswa mengajukan pertanyaan kepada guru/kelompok mengenai materi yang diajarkan dan siswa mendiskusikan jawaban yang telah ditulis pada lembar jawaban. Hal tersebut dikarenakan ada siswa yang masih cenderung

diam saja mendengarkan temannya yang bertanya kepada guru atau teman satu kelompoknya dan siswa hanya mengandalkan teman kelompok untuk mendiskusikan jawaban yang telah ditulis pada lembar jawaban. Sedangkan untuk 4 komponen lainnya sudah mencapai target yang ditetapkan yaitu 75%, bahkan ada yang melebihi target yang diharapkan. Karena masih ada 2 komponen yang belum mencapai target yang diharapkan, maka diperlukan tindak lanjut yaitu siklus II.

d. Refleksi

Pada tahap ini dilaksanakan evaluasi, pemaknaan dan penyimpulan hasil observasi dengan menggunakan model pembelajaran TGT. Refleksi yang dilakukan merupakan refleksi segera setelah pertemuan berakhir sekaligus sebagai refleksi pada akhir siklus pertama. Refleksi dilakukan pada guru mitra dan siswa. Berikut ini dipaparkan hasil refleksi siklus pertama.

1) Kesan guru terhadap perangkat pembelajaran dan model pembelajaran kooperatif tipe TGT

Tabel 5.8 Instrumen Refleksi Refleksi Guru Mitra terhadap

Komponen Pembelajaran Model TGT siklus I

No Uraian Komentar

1 Penilaian guru terhadap komponen pembelajaran dan penggunaan model pembelajaran kooperatif yang diterapkan

Cukup bagus, tetapi guru harus pintar mengelola kelas sehingga siswa tidak liar

2 Penilaian guru terhadap aktivitas siswa dalam kegiatan

Sangat antusias, siswa sangat menikmati

pembelajaran kooperatif tipe TGT

3 Hambatan yang mungkin

ditemui dalam menerapkan pembelajaran kooperatif tipe TGT

Kelas terlalu ramai, sehingga diperlukan

adanya ruangan

khusus. 4 Manfaat yang diperoleh dalam

merencanakan dan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe TGT

Lebih mudah memahami materi pelajaran

5 Keberhasilan yang telah dicapai ketika diterapkannya

pembelajaran kooperatif tipe TGT tersebut

Siswa lebih mudah menangkap materi pelajaran

6 Hal-hal mana saja yang masih perlu ditingkatkan dan

diperbaiki dalam pembelajaran kooperatif tipe TGT

Fasilitas soal pada saat games belum

memadahi sarananya. 7 Apakah siswa berminat

mengikuti pembelajaran

kooperatif tipe TGT selanjutnya seperti yang diterapkan di dalam kelas?

Sangat berminat

Tabel 5.8 menunjukkan refleksi guru mitra terhadap model pembelajaran kooperatif tipe TGT setelah melakukan tindakan kelas, dimana refleksi tersebut berisi tentang kesan guru mitra ketika penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT siklus I. Kesan guru mitra terhadap komponen pembelajaran yang telah diterapkan secara umum cukup bagus, tetapi masih perlu persiapan yang lebih matang lagi. Disamping itu, situasi kelas yang ramai perlu dikontrol sehingga siswa tidak begitu liar. Situasi kelas yang ramai dan timbul kegaduhan ketika games maupun turnamen sehingga memerlukan ruangan khusus untuk penerapan model pembelajaran kooperatif tipe

TGT ini sehingga tidak mengganggu kelas lain. Menurut pendapat guru yang tertulis dari refleksi, model pembelajaran kooperatif tipe TGT ini sangat bagus untuk diterapkan karena dengan penerapan model pembelajaran ini, siswa lebih cepat untuk memahami materi pembelajaran. Selain itu guru mitra juga berminat apabila akan diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT.

2) Kesan siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe TGT Tabel 5.9

Instrumen Refleksi Siswa terhadap Komponen Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Siklus I

No Aspek yang diamati

Skala Penilaian Sangat Senang Senang Tidak Senang Sangat Tidak Senang 1 Bagaimanakah

perasaan anda tentang proses pembelajaran dengan menggunakan metode TGT (topik pembahasan, media pembelajaran, situasi kelas, penampilan guru, lingkungan kelas,dll)? 51,43% 48,57% - - Ya Tidak 2

Apakah anda berminat mengikuti

pembelajaran dengan menggunakan metode TGT?

Ya Tidak 3 Apakah selama bekerja dalam kelompok saya: mendengarkan orang lain 100% - mengajukan pertanyaan 42,86% 57,14% menyampaikan ide-ide saya 60% 40% mengorganisasikan kelompok 62,85% 37,15% mengacaukan kegiatan - 100% melamun - 100% Komentar

(Silahkan isi dan uraikan komentar anda)

4

Hambatan apa yang anda temui selama melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan metode TGT?

Ramai, ada anggota yang belum aktif, perbedaan pendapat antar anggota kelompok, ada kelompok yang curang saat games.

Komentar

5

Keuntungan apa yang telah anda capai ketika diterapkannya

pembelajaran

kooperatif tipe TGT tersebut.

Dapat melatih kerjasama, kejujuran,

bisa lebih mengerti materi

pembelajaran, dapat bertukar pendapat dengan teman, bisa berfikir lebih cepat, ketelitian, dan lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran.

Komentar

6

Menurut anda hal-hal mana saja yang masih perlu ditingkatkan dan

diperbaiki dalam

pembelajaran

kooperatif tipe TGT.

Keaktifan anggota kelompok,

kerjasama setiap anggota kelompok, keseriusan, sikap saling menghargai pendapat oranglain, dan kejujuran.

Komentar

7

Apakah anda berminat mengikuti

pembelajaran dengan menggunakan metode TGT?

97,14% siswa berminat mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode TGT,alasannys karena model pembelajaran tersebut menarik, bisa belajar dan bermain dan 2,86% siswa tidak berminat dengan alasan kelas

menjadi ramai sehingga tidak bisa konsentrasi

Komentar

8

Manfaat apa yang anda peroleh dengan mempelajari topik kebijakan fiskal untuk kehidupan sehari-hari?

Dapat belajar mengatur pengeluaran, lebih mengetahui tentang kebijakan fiskal.

Berdasarkan tabel 5.9 tampak bahwa sebagian besar siswa sangat senang dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT yang diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Hal lain yaitu mengenai minat siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT, 34 siswa atau 97,14% merasa berminat mengikuti pembelajaran dengan model TGT dan 1 orang siswa atau 2,86% tidak berminat untuk mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Untuk siswa yang tidak setuju mempunyai alasan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT keadaan kelas menjadi gaduh sehingga konsentrasi untuk mengikuti proses pembelajaran menjadi terganggu. Untuk aspek lain yaitu mendengarkan orang lain dalam kelompok, semua siswa mendengarkan orang lain dalam kelompok, misalnya ada teman yang berpendapat ketika menjawab soal-soal LKS. Dalam hal mengajukan pertanyaan 15 siswa atau 42,86% mengajukan pertanyaan apabila ada materi yang belum dimengerti kepada anggota kelompok lain, sedangkan 20 siswa (57,14%) mengungkapkan dalam refleksi tidak mengajukan pertanyaan

kepada anggota kelompok. Aspek menyampaikan ide-ide, 21 siswa (60%) telah ikut ambil bagian dalam hal menyampaikan ide-ide, dan 14 siswa (40%) tidak ikut ambil bagian dalam hal menyampaikan ide-ide. Pada aspek mengorganisasikan kelompok, 22 siswa (62,85%) ikut mengorganisasikan kelompok, sedangkan 13 siswa (37,15%) tidak ikut mengorganisasikan kelompok. Untuk aspek mengacaukan kegiatan dan melamun semua siswa atau 100% menuliskan dalam lembar refleksi tidak. Dengan demikian dapat dikatakan siswa ikut berperan aktif dan memperhatikan dalam proses pembelajaran.

Adapun hambatan yang sering dialami siswa dalam siklus I ini adalah keadaan kelas yang ramai, ada anggota kelompok yang

Dokumen terkait