Total 28 100,0 h Dan lain-lain (pulsa
4.2.3 Simbol Perilaku Budaya Organisasi
Simbol Perilaku adalah budaya organisasi yang menjadi ciri bagaimana anggota-anggota organisasi berperilaku dalam sebagian besar waktunya di perusahaan, terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak serta bergaul dengan sesama anggota organisasi berdasarkan adat tata kelakuan seperti upacara/ritual, tradisi/kebiasaan, dan penghargaan/hukuman. Sifatnya diamati dan didokumentasikan. Simbol perilaku tersebut dapat dilihat pada tabel-tabel berikut ini:
Tabel IV.23
Pelaksanaan Rutinitas Upacara No
Runtinitas upacara Frekuensi Persentase
% a Apel pagi 1 Ya 1 3,6 2 Tidak 27 96,4 Total 28 100,0 b Apel sore 1 Ya 1 3,6 2 Tidak 27 96,4 Total 28 100,0
c Penerimaan pegawai baru 1 Ya 7 25,0
2 Tidak 21 75,0 Total 28 100,0 d Pelantikan pejabat/manager baru 1 Ya 24 85,7 2 Tidak 4 14,3 Total 28 100,0
e Dan lain-lain (hari kemerdekaan, hari listrik nasional)
1 Ya 19 67,9
2 Tidak 9 32,1
Total 28 100,0
Sumber: P.21/FC.45/FC.46/FC.47/FC.48/FC.49
Tabel IV.23 menunjukkan pelaksanaan rutinitas upacara yang ada di PT. PLN. Adapun rutinitas upacara seperti diuraikan dibawah ini:
a. Rutinitas upacara apel pagi. Responden sebanyak 27 orang dengan tingkat keabsahan 96,4% menyatakan bahwa rutinitas upacara seperti apel pagi tidak dilaksanakan di kantor PLN, sedangkan responden 1 orang dengan tingkat keabsahan 3,6% menyatakan bahwa rutinitas upacara seperti apel pagi ada/iya. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa rutinitas seperti upacara apel pagi tidak ada dilaksanakan pada kantor PLN.
b. Rutinitas upacara apel sore. Responden sebanyak 27 orang dengan tingkat keabsahan 96,4% menyatakan bahwa rutinitas upacara seperti apel sore tidak dilaksanakan di kantor PLN, sedangkan responden 1 orang dengan tingkat keabsahan 3,6% menyatakan bahwa rutinitas upacara seperti apel sore ada/iya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rutinitas seperti upacara apel sore tidak ada dilaksanakan pada kantor PLN.
c. Rutinitas upacara penerimaan pegawai baru. Responden sebanyak 21 orang dengan tingkat keabsahan 75,0% menyatakan bahwa rutinitas upacara seperti penerimaan pegawai baru tidak dilaksanakan di kantor PLN, sedangkan responden 7 orang dengan tingkat keabsahan 25,0% menyatakan bahwa rutinitas upacara seperti penerimaan pegawai baru ada/iya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rutinitas seperti upacara apel sore tidak ada dilaksanakan pada kantor PLN.
d. Rutinitas upacara pelantikan pejabat/manager baru. Responden sebanyak 24 orang dengan tingkat keabsahan 85,7% menyatakan bahwa rutinitas upacara seperti pelantikan pejabat/manager baru iya/ada dilaksanakan di kantor PLN, sedangkan responden 4 orang dengan tingkat keabsahan 14,3% menyatakan bahwa rutinitas upacara seperti pelantikan pejabat/manager tidak dilaksanakan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rutinitas seperti pelantikan pejabat/manager baru ada dilaksanakan pada kantor PLN.
e. Rutinitas upacara lainnya (hari kemerdekaan, hari listrik nasional). Responden sebanyak 19 orang dengan tingkat keabsahan 67,9% menyatakan bahwa rutinitas upacara lainnya (hari kemerdekaan, hari listrik nasional) iya/ada dilaksanakan di kantor PLN, sedangkan responden 9 orang dengan tingkat keabsahan 32,1% menyatakan bahwa rutinitas upacara lainnya (hari kemerdekaan, hari listrik nasional) tidak dilaksanakan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rutinitas seperti pelantikan pejabat/manager baru ada dilaksanakan pada kantor PLN.
Tabel IV.24
Makna Upacara-Upacara Yang Ada di PLN
No
Maksud Upacara Frekuensi
Persentasi % 1 Agar para karyawan mengetahui ada
perubahan/pergantian pejabat dalam perusahaan 1 3,6 2 Dapat memotivasi untuk lebih giat dalam
bekerja dan lainnya 1 3,6
3 Media untuk penyampaian informasi 1 3,6
4 Mempererat hubungan sesama 1 3,6
5 Memperingati hari bersejarah
2 7,1
6 Memperkenalkan management baru 1 3,6
7 Mengenalkan diri 1 3,6
8 Mengenang perjuangan para pahlawan 2 7,1
9 Mengetahui perkembangan perusahaan 1 3,6
10 Meningkatkan kebersamaan dan menjunjung
tinggi nilai Pancasila 1 3,6
11 Peringatan mengenang jasa pahlawan
1 3,6
12 Rasa nasionalisme 1 3,6
13 Rutinitas kerja 3 10,7
14 Saling mengenal satu dengan yang lain 1 3,6
15 Sebagai konsolidasi 1 3,6
16 Sebagai rutinitas kegiatan perusahaan 1 3,6
17 Silahturahmi 4 14,3
18 Temu ramah dan berbagi pengetahuan
1 3,6
19 Untuk mengenal para pejabat baru 3 10,7
Total 28 100,0
Sumber: P.22/FC.50
Tabel IV.24 menunjukkan beberapa ragam pernyataan yang diberikan oleh responden. Pertanyaan ini merupakan pertanyaan terbuka, sehingga responden berkesempatan menyatakan ide/pendapat mereka sendiri. Dari tabel di atas dapat
ditarik kesimpulan, bahwa responden yang paling banyak menyatakan maksud dilaksanakannya upacara-upacara seperti pelantikan pejabat/manager baru dan upacara hari kemerdekaan serta hari listrik nasional adalah sebagai silahturahmi sebanyak 4 orang dengan tingkat keabsahan 14,3%, sebanyak 3 orang dengan tingkat keabsahan 10,7% menyatakan untuk mengenal para pejabat baru, responden 2 orang dengan tingkat keabsahan 7,1% menyatakan untuk mengenang perjuangan para pahlawan dan memperingati hari bersejarah, dan responden 1 orang dengan tingkat keabsahan 3,6% menyatakan agar para karyawan mengetahui ada perubahan/pergantian pejabat dalam perusahaan, memotivasi untuk lebih giat dalam bekerja dan lainnya, media penyampaian informasi, mempererat hubungan sesama, memperkenalkan management baru, mengenalkan diri, mengetahui perkembangan perusahaan, meningkatkan kebersamaan dan menjunjung tinggi nilai Pancasila, peringatan mengenang jasa pahlawan, rasa nasionalisme, saling mengenal satu dengan yang lain, sebagai konsolidasi, temu ramah dan berbagi pengetahuan.
Tabel IV.25
Rutinitas Kegiatan Perusahaan No
Kegiatan perusahaan Frekuensi Persentase % a Rapat mingguan 1 Ya 14 50,0 2 Tidak 14 50,0 Total 28 100,0 b Rapat bulanan 1 Ya 25 89,3 2 Tidak 3 10,7 Total 28 100,0 c Rapat tahunan 1 Ya 26 92,9 2 Tidak 2 7,1 Total 28 100,0 d Rapat divisi 1 Ya 25 89,3 2 Tidak 3 10,7 Total 28 100,0
e Dan lain-lain (rapat kerja, rapat koordinasi)
1 Ya 19 67,9
2 Tidak 9 32,1
Total 28 100,0
Sumber: P.23/FC.51/FC.52/FC.53/FC.54/FC.55
Tabel IV.25 menunjukkan pelaksanaan rutinitas kegiatan perusahaan yang ada di PT. PLN. Adapun rutinitas kegiatan perusahaan seperti diuraikan dibawah ini:
a. Rapat mingguan. Responden 14 orang dengan tingkat keabsahan 50,0% menyatakan bahwa rutinitas rapat mingguan dilaksanakan di kantor PLN dan responden 14 orang lainnya dengan tingkat keabsahan yang sama yaitu 50,0% menyatakan bahwa rutinitas rapat mingguan tidak dilaksanakan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rutinitas rapat mingguan kadang dilaksanakan dan kadang tidak selalu dilaksanakan setiap minggu.
b. Rapat bulanan. Responden sebanyak 25 orang dengan tingkat keabsahan 89,3% menyatakan bahwa rutinitas rapat bulanan dilaksanakan di kantor PLN dan responden 3 orang lainnya dengan tingkat keabsahan 10,7% menyatakan bahwa rutinitas rapat bulanan tidak dilaksanakan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rutinitas rapat bulanan selalu dilaksanakan dalam tiap bulannya dan merupakan agende rutinitas setiap karyawan. Hal ini penting karena dengan adanya rapat, setiap karyawan dapat berperan aktif dalam mengetahui perkembangan perusahaan.
c. Rapat tahunan. Responden sebanyak 26 orang dengan tingkat keabsahan 92,9% menyatakan bahwa rutinitas rapat tahunan dilaksanakan di kantor PLN dan responden 2 orang lainnya dengan tingkat keabsahan 7,1% menyatakan bahwa rutinitas rapat tahunan tidak dilaksanakan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rutinitas rapat tahunan selalu dilaksanakan dalam tiap tahunnya dan merupakan agende rutinitas setiap karyawan. Hal ini penting karena dengan adanya rapat, setiap karyawan dapat berperan aktif dalam mengetahui perkembangan perusahaan.
c. Rapat lainnya (rapat kerja, rapat koordinasi). Responden sebanyak 19 orang dengan tingkat keabsahan 67,9% menyatakan bahwa rutinitas rapat lainnya (rapat kerja, rapat koordinasi) dilaksanakan di kantor PLN dan responden 9 orang lainnya dengan tingkat keabsahan 32,1% menyatakan bahwa rutinitas rapat lainnya (rapat kerja, rapat koordinasi) tidak dilaksanakan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rutinitas rapat lainnya (rapat kerja, rapat koordinasi) selalu dilaksanakan
dalam tiap tahunnya dan merupakan agende rutinitas setiap karyawan. Hal ini penting karena dengan adanya rapat, setiap karyawan dapat berperan aktif dalam mengetahui perkembangan perusahaan.
Tabel IV.26 Arti/Maksud Rapat
No Arti/maksud rapat Frekuensi %
a Menyampaikan informasi/perintah 1 Sangat setuju 9 32,1 2 Setuju 17 60,7 3 Kurang setuju 2 7,1 4 Tidak setuju 0 0 Total 28 100,0