• Tidak ada hasil yang ditemukan

Simbol-Simbol Nasional

IDENTITAS NASIONAL INDONESIA

F. Simbol-Simbol Nasional

 Lagu Kebangsaan: Indonesia Raya  Bendera Nasional: Merah Putih  Simbol Negara: Burung Garuda  Bahasa Nasional: Bahasa Indonesia

G. Penutup

Identitas nasional dibentuk oleh berbagai elemen-elemen seperti teritori, sejarah budaya, politik, ekonomi dan sejarah. Elemen-elemen ini bersifat unik yang menandai perbedaan antara satu bangsa dengan bangsa yang lainnya. Melalu identitas nasional, semua warga bangsa memiliki perasaan kesamaan dan membangun solidaritas.

Indonesia sebagai sebuah bangsa juga memiliki identitas-identitas yang memiliki wilayah kedaulatan yang pasti, sejarah yang unik, sistem politik, budaya, dan sistem ekonomi. Elemen-elemen ini membedakan Indonesia dari bangsa-bangsa lainnya di dunia.

111 Referensi

Anthony D. Smith (1991), National Identity, England: Penguin Books

Ruth Wodak, Rudolf de Cillia, Martin Reisigl and Karin Liebhard (2003), The Discursive Construction of National Identity, Edinbugrh: Edingburghh University Press

Manuels Castells (1997), The Power of Identity, Malden: Blackwell Publishing Ltd

Montserra Guibernau, (2004), Anthony D. Smith on nations and national identiy: a critical assessment, Nations and Nationalisme 10 (1/2), 2004, 125- 141 ©

ASEAN 2004

http://homepage.univie.ac.at/herbert.preiss/files/Guibernau_Smith_on_nations_and_ national_identity.pdf

James D. Fearon, What is the Identity, lihat https://web.stanford.edu/group/fearon- research/cgi-bin/wordpress/wp-content/uploads/2013/10/What-is-Identity-as-we-now-use-the-word-.pdf

112

BAB XII

NASIONALISME

A. Pendahuluan

Diskursus atau wacana tentang nasionalisme selalu menarik untuk dibicarakan. Menarik karena hal ini berkaitan erat dengan pertarungan jati diri, harga diri dan martabat luhur bangsa sebagai suatu kenyataan yang kita alami sebagai manusia dalam realitas kehidupan. Isu nasionalisme semakin menarik saja diberi perhatian, ketika kehidupan berbangsa dan bernegara menuntut setiap individu untuk memiliki sikap, cara pandang dan keyakinan yang kukuh terhadap masa depan bangsanya berdasarkan apa yang terjadi di masa silam dan saat kini, hic et nunc1. Ketika para individu di dalam suatu negara tidak peduli lagi pada masa depan nasib bangsanya sendiri, maka nasionalisme bangsa bersangkutan sedang tergerus, kolaps

bahkan melorot ke titik nadir yang memprihatinkan. Sementara ketika individu-individu merasa bangga sebagai bagian dari identitas suatu bangsa, rela

berkorban tanpa pamrih bahkan berespon untuk peduli pada situasi bangsa yang terpuruk dan chaos, maka nasionalisme dikatakan sedang mekar harum mewangi.

Pada tataran yang lebih mendalam, nasionalisme akan melecut seseorang individu sebagai warga negara untuk memiliki sikap patriotik. Kata patriotik ini sebetulnya berasal dari kata bahasa latin patria yang artinya tanah air. Jiwa patriotik artinya jiwa yang memiliki cinta yang tinggi bahkan cinta yang berkobar-kobar penuh semangat pada tanah air sendiri, cinta akan ibu pertiwi yang merahimi dan melahirkan individu yang menjadi bagian dari suatu negara. Hampir semua negara di dunia ini merelakan diri untuk membela negaranya jika negara dalam keadaan darurat-bahaya diserang musuh. Misalnya para pemuda-pemudi dapat saja secara sukarela mewajibkan dirinya ikut wajib militer (wamil) atau gerakan kemanusiaan dan lain sebagainya untuk membela martabat bangsanya.

1

Istilah ini artinya kini dan di sini, suatu keterangan temporalitas waktu yang menentukan eksistensi manusia dalam dinamika historisitasnya.

113

Sebagai suatu fenomena sejarah, nasionalisme bertumbuh dalam berbagai

bentuknya yang variatif dari bangsa ke bangsa yang hidup di planet bumi ini. Di Inggris, Portugis, Prancis dan Spanyol sebagian besar akar ideologi nasionalisme

bertumbuh di atas kukuhnya kekuasaan monarik-monarki, sedangkan di Eropa Continent khususnya Eropa Tengah dan Eropa Timur, nasionalisme dibangun di atas dasar-dasar yang non-politis lalu ujung-ujungnya dibelokkan juga ke nation-state yang berkarakter politis juga. Namun, banyak pakar politik mengklaim bahwa sesungguhnya nasionalisme mendapat bentuk yang paling jelas untuk pertama kalinya pada pertengahan abad ke-18 dalam wujud revolusi Perancis dan Amerika. Revolusi ini semakin memberikan ruang gerak leluasa dan tanah subur luar biasa bagi

tumbuhnya iklim nasionalisme di berbagai belahan dunia ini termasuk kita di Republik Indonesia tercinta ini.

Nasionalisme Indonesia. Masih relevankah kita bicara tentang nasionalisme Indonesia ketika hubungan-hubungan antarnegara semakin cepat bertempo tinggi dalam gelombang besar bernama transnasional melampaui batas-batas frontier2? Masih urgenkah kita bicara tentang nasionalisme ketika dunia ini sudah bermetamorfosis layaknya sebuah kampung kecil saja, di mana batas-batas antarnegara semakin tidak jelas dan kabur? Apalagi kecepatan teknologi komunikasi dan gelombang transportasi global membuat mobilitas antarwarga negara sudah

melampaui berbagai tapal batas yang tidak memiliki ketebalan alias menipis? Dan memasuki era di Tahun 2015 ini, negara-negara ASEAN termasuk kita warga

Indonesia sudah mulai sesering mungkin berjumpa dengan warga negara lain dalam konteks ASEAN Community? Terbentuklah warga negara transnasional, warga negara global, warga negara universal, warga negara dunia! Lalu di manakah kita harus menempatkan nasionalisme itu dalam situasi persilangan antarnegara yang semakin cepat dan bertempo tinggi ini yang telah terlanjur menjadi suatu fenomena lazim dalam pengalaman hidup bersama dalam ruang-ruang sosialitas kita?

Nasionalisme Indonesia masih tetap penting bahkan sangat penting! Nasionalisme sungguh suatu istilah yang menyejarah: menguasai masa lalu, menyertai masa kini dan membentang menuju horizon masa depan yang terbuka untuk kita.

2

114

Bahkan nasionalisme bagi kita orang Indonesia menjadi isu seksi dan sensual ketika hubungan antarnegara semakin cepat menerpa eksistensi kita. Karena di situ kita tidak hanya bicara soal bisnis, soal kerja profesional atau soal kerjasama bilateral atau

multilateral cooperation saja, tetapi juga kita bicara tentang identitas diri (self identity). Ketika hubungan antarnegara semakin intensif, nasionalismelah yang

bisa memberikan kekhasan, pesona dan daya tarik di dalam hubungan intersubjektivitas itu sehingga hubungan itu menjadi estetis, etis, interesan dan eksotik. Kalau begitu bukan masalah (not a problem) jika kita harus bicara tentang nasionalisme! Bahkan wacana tentang nasionalisme penting, urgen dan relevan sepanjang masa.

Pada topik bab ini kita akan membahas konsepsi tentang nasionalisme, bentuk-bentuk nasionalisme, gerakan nasionalisme dan secara khusus kita akan merefleksikan kualitas nasionalisme kita sendiri sebagai bagian dari entitas Indonesia. Nasionalisme Indonesia akan kita refleksikan untuk menemukan makna hakikinya bagi eksistensi kita sebagai warga negara Indonesia nasionalis. Semua gagasan dan tema ini akan diuraikan lebih lanjut di dalam bagian-bagian berikut ini.