• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBARAN PEMIKIRAN MODERN DAN HASIL PEMIKIRAN

5.1 Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka gambaran pemikiran modern yang terdapat dalam tokoh Pambudi sebagai berikut:

1. Pemikiran tentang kemampuan manusia 2. Pemikiran tentang memperhitungkan sesuatu 3. Pemikiran tentangperencanaan

4. Pemikiran tentang harga diri

5. Pemikiran tentang ilmu pengetahuan dan teknologi

Hasil pemikiran modern yang ditunjukkan oleh tokoh Pambudi yaitu:

1. Hasil pemikiran tentang kemampuan manusia

Hasilnya adalah Pambudi yakin pada kemampuan diri sendiri, yaitu mampu menangkap seseorang yang mencurigakan dan itu adalah Bagol, pencuri yang terkenal di desanya.

2. Hasil pemikiran tentang memperhitungkan sesuatu

a. Pambudi menyamakan Pak Dirga dengan lurah sebelumnya, yaitu pembohong karena selalu melanggar akan pidato yang telah diucapkannya sendiri.

c. Perkiraan Pambudi mengenai kedewasaan dalam tingkah laku Sanis yang masih gadis terbukti benar, yaitu sudah mampu menykai lawan jenis.

3. Hasil pemikiran tentangperencanaan

a. Pambudi berhasil mengiklankan pas foto dan surat keterangan tidak mampu di Harian Kalawarta untuk menghimpun bantuan dana dari masyarakat.

b. Pambudi berhasil mengumpulkan dana dari para donatur dan dermawan dari rencana dengan mengiklankan pas foto dan surat keterangan tidak mampu di harian Kalawarta sebesar Rp2.162.350,00. c. Pambudi mengundurkan diri dari pekerjaannya di lumbung koperasi

disebabkan rencananya untuk membuat koperasi menjadi badan usaha yang dapat dipercaya tidak berjalan.

d. Pambudi mengetahui siapa yang telah menyuruh Bagol untuk mengguna-gunai keluarga Pambudi dan hasilnya adalah Pak Dirga, lurah desanya sendiri.

4. Hasil pemikiran tentang harga diri

a. Pambudi mampu menolak secara tegas bahwa Pambudi tidak ingin ikut campur dalam urusan berbuat curang yang direncanakan lurahnya. b. Pambudi mendapat apresiasi dari pimpinan dan staf harian Kalawarta

5. Hasil pemikiran tentang ilmu pengetahuan dan teknologi

iklan yang dimohonkan oleh Pambudi kepada harian Kalawarta menjadi laris dibaca oleh kalangan masyarakat khususnya Kota Yogya yang akhirnya membuat masyarakat tahu mengenai Mbok Ralem.

5.2 Saran

Kajian ini terbatas karena hanya membahas gambaran pemikiran modern dan hasil yang didapatkan dari pemikiran modern yang ditunjukkan oleh tokoh Pambudi dalam novel Di Kaki Bukit Cibalak karya Ahmad Tohari. Oleh karena itu, peneliti berikutnya perlu mengembangkan agar dapat mengetahui lebih dalam mengenai pemikiran modern dengan menggunakan teori Sigmund Freud dengan aspek id, ego dan superego. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan pada kalangan pelajar dan juga mahasiswa mengenai pemikiran modern.

BAB II

KONSEP, LANDASAN TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep

Konsep digunakan sebagai dasar penelitian yang menentukan arah suatu topik pembahasan. Penelitian ini melibatkan beberapa konsep, antara lain sebagai berikut:

2.1.1 Novel

Menurut Abdul Rozak, Zaidan,dkk. (2007:136) novel adalah jenis prosa yang mengandung unsur tokoh, alur, latar rekaan yang menggelarkan kehidupan manusia atas dasar sudut pandang pengarang dan; mengandung nilai hidup, diolah dengan teknik lisahan dan ragaan yang menjadi dasar konvensi penulisan. Novel dibuat berdasarkan hasil rekayasa imajinasi pengarang atau berdasarkan kehidupan nyata seseorang yang diangkat untuk dapat dijadikan sebagai sebuah cerita.

2.1.2 Tokoh

Tokoh adalah pelaku yang mengemban atau menjalankan peristiwa dalam cerita rekaan sehingga peristiwa itu menjalin suatu cerita (Aminuddin, 2000:85). Tokoh utama merupakan pemeran dalam suatu cerita yang memegang peran penting atau utama. Tokoh senantiasa hadir dalam setiap kejadian dan dapat ditemui dalam setiap halaman karya sastra. Karya sastra yang dimaksud dapat

berupa novel dan cerpen. Tokoh dalam karya sastra selalu mempunyai sikap, sifat, tingkah laku, atau watak-watak tertentu.

2.1.3 Gambaran

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, gambaran adalah uraian, keterangan, atau penjelasan terhadap sesuatu hal.

2.1.4 Pemikiran Modern

Menurut Alex Inkeles (dalam Weiner, 1986:88), pemikiran modern adalah proses berpikir dan bertindak dengan cara-cara tertentu mengikuti arus perkembangan zaman. Berpikir modern berarti menerima segala bentuk perubahan dari mulai proses berpikir dan bertindak sesuai perkembangan zaman.

2.1.5 Psikologi

Menurut asal katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu psyche yang berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu. Jadi secara umum, psikologi berarti ilmu jiwa. Gardner (dalam Sarwono, 2010:6) mengartikan psikologi sebagai ilmu yang mempelajari respons yang diberikan oleh makhluk hidup terhadap lingkungannya.

2.2 Landasan Teori

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori psikologi sastra dan teori modernisasi sebagai alat yang digunakan dalam menganalisis data penelitian.

2.2.1 Psikologi Sastra

Psikologi sastra merupakan gambaran jiwa manusia yang diperlihatkan dalam bentuk tulisan. Pendekatan psikologi memiliki tiga pendekatan yaitu: 1. pendekatan ekspresif yang menekankan pengekspresian ide-ide ke dalam karya sastra, 2. pendekatan tekstual yang menekankan pada psikologi tokoh, 3. Pendekatan reseptif yang mengkaji psikologi pembaca (Endraswara, 2008:99). Objek dalam penelitian ini menekankan pada pendekatan tekstual yaitu melalui jiwa atau aspek psikologis tokoh yang ditampilkan dalam karya sastra itu.

Psikologi secara sempit dapat diartikan sebagai ilmu tentang jiwa. Menurut Sigmund Freud, ada tiga komponen kepribadian, yaitu Id yang selalu berprinsip mau memenuhi kesenangannya sendiri (pleasure principle), ego yang selalu berorientasi pada kenyataan (reality principle), dan super ego yang selalu berpatokan pada norma-norma yang baku (moral standard). Ketiga komponen tersebut menjadi dasar manusia untuk bergerak menyalurkan energi naluri ke dalam energi gerak untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya terjadi dalam kehidupan nyata dan pastinya juga terjadi dalam kehidupan dunia fiksi. Ketiganya juga saling berkaitan dalam membentuk totalitas dan tingkah laku manusia.

Psikologi dan sastra keduanya berfungsi untuk memperkaya pengalaman manusia dan keduanya juga berusaha menyadarkan manusia untuk dapat mengenal dirinya sendiri. Fenomena sastra sebagai cermin kepribadian sastra merupakan karya kreatif dari sebuah proses pemikiran untuk menyampaikan ide, pengalaman dan sistem berpikir atau teori.

Maka dari itu, psikoanalisa yang dikembangkan oleh Sigmund Freud dapat diterapkan dalam kajian kesusateraan. Penganalisisan karya sastra dengan kajian psikoanalisa Sigmund Freud dilakukan untuk mengkaji pergolakan jiwa dalam tokoh karya sastra yang juga memiliki keinginan dan kebutuhan layaknya manusia dalam kehidupan nyata. Analisis Psikoanalisa digunakan karena tokoh-tokoh dalam karya sastra merupakan sebuah cerminan dari kehidupan nyata sehingga mampu mewakili perwatakan manusia yang diaplikasikan dalam bentuk cerita. Kegiatan mengkaji pergolakan jiwa tokoh karya sastra perlu pengamatan yang jeli dan teliti.

2.2.2 Teori Modernisasi

Modernisasi sering ditandai dengan perubahan-perubahan, baik itu dari segi lingkungan, masyarakat, kebutuhan hidup, dan juga tingkah laku. Proses modernisasi ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan. Dengan adanya proses modernisasi, maka masyarakat dapat merasakan perubahan dalam sisi kehidupannya secara bertahap setiap waktunya. (Schoorl, 1980:2).

Tantawi (2015:129) mengatakan bahwa modernisasi adalah perubahan nilai, yaitu dari nilai lama kepada nilai baru. Ini mengartikan bahwa nilai lama dianggap sudah tidak sesuai dengan tuntutan zaman sedangkan nilai baru dianggap lebih baik dan menguntungkan.

Modernisasi melahirkan suatu sikap-sikap tertentu yang menandai manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Masyarakat yang mengalami proses

Weiner, 1986), modern diartikan sebagai suatu kecenderungan individu dalam bertindak dengan cara-cara tertentu. Menurut Alex Inkeles, setidaknya ada sembilan tema yang mendasari definisi-definisi bagi manusia modern yaitu:

1. Penerimaan hal-hal Baru

Manusia modern memiliki kesediaan untuk menerima pengalaman baru dan keterbukaannya bagi pembaharuan dan perubahan.

2. Dunia Opini

Memiliki kesanggupan untuk membentuk atau mempunyai pendapat mengenai sejumlah persoalan-persoalan dan hal-hal yang timbul disekitarnya maupun di dunia luar.

a. Demokratis, dalam arti sadar akan keragaman sikap dan opini disekitarnyadan tidak menutup diri dengan menyangka bahwa semua orang mempunyai pendapat yang sama dengan dirinya.

b. Menerima pendapat-pendapat yang berbeda tanpa perlu tegas atau keras menolaknya karena khawatir kalau pendapat-pendapat itu akan menghancurkan pandangan-pandangan dunianya.

c. Tidak menerima opini secara otokratis dan hierarkis. Manusia modern mendengarkan ide-ide dari orang yang lebih tinggi kedudukannya ataupun lebih rendah kedudukannya. Ide dari pihak manapun didengar dan dihargai sama, serta hanya dinilai berdasarkan kualitas idenya saja.

3. Konsepsi Waktu

a. Manusia modern berorientasi waktu kekinian dan masa depan, bukannya masa lampau.

b. Manusia modern selalu tepat waktu.

c.Manusia modern memiliki waktu-waktu tetap (terjadwal) sehingga hidupnyaterencana dan teratur.

4. Perencanaan

Manusia modern menginginkan terlibat dalam perencanaan akan hal-hal yang berkaitan dengan hidupnya dan organisasi, serta menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar.

5. Keyakinan akan Kemampuan Manusia

Manusia modern percaya bahwa siapa saja mampu belajar menguasailingkungan agar mendukung dirinya dalam mencapai tujuan. 6. KemampuanMemperhitungkan Sesuatu

Manusia modern mampu dalam memperhitungkan situasi ketika dihadapkan pada suatu masalah. Dengandemikian makakeberhasilan dalam menyelesaikan masalah bukan tergantung dari kualitas dan karakter seseorang, tetapikarena pendekatan yang digunakan oleh manusia untuk mengarahkan.

7. Harga Diri

Manusia modern adalah manusia yang menyadari akan martabat atau kedudukan,baik dirinya maupun orang lain, sehingga akan memberikan penghargaan yangsesuai dengannya.

8. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Manusia modern akan lebih percaya pada hasil-hasil ilmu pengetahuan danteknologi.

Keadilan

Manusia modern percaya bahwa ganjaran-ganjaran seharusnya diberikan sesuai dengan tindakan-tindakan, bukan karena hal-hal atau sifat-sifat yang dimiliki seseorang yang tidak ada hubungannya dengan tindakannya.

Modernisasi tercipta dikarenakan adanya dorongan oleh keinginan untuk : a. Hidup praktis atau lebih nyaman.

b. Meningkatkan efisiensi kerja dan meningkatkan produksi.

c. Mendapatkan sesuatu lebih banyak (nilai tambah), lebih bermutu, lebih bagus, lebih hemattenaga, lebih baik.

2.3 Tinjauan Pustaka

Penelitian terhadap novel Di Kaki Bukit Cibalak karya Ahmad Tohari sudah pernah dilakukan oleh peneliti sebelumnya, tetapi menggunakan teori yang berbeda, sedangkan dengan teori psikologi sastra belum pernah dikaji sebelumnya. Tinjauan pustaka bertujuan untuk mengetahui keaslian karya ilmiah, karena pada dasarnya suatu penelitian berasal dari acuan yang mendasarinya. Untuk mengetahui keaslian penelitian ini, dipaparkan beberapa tinjauan pustaka yang telah dimuat dalam bentuk skripsi. Tinjauan pustaka tersebut sebagai berikut.

Ayuatma Nirmala Utami, dkk. (2014) dalam jurnalnya yang berjudul ”Novel Di Kaki Bukit Cibalak karya Ahmad Tohari: Analisis Sosiologi Sastra” membahas tentang kehidupan masyarakat di Desa Tanggir dengan segala permasalahannya yang cukup kompleks. Kesimpulan dalam novel ini adalah

seiring berkembangnya zaman, masuk dan menyatunya budaya luar dengan budaya Indonesia, Jawa, maupun Banyumas, banyak mempengaruhi perubahan sosial masyarakat. Keterlibatan Pambudi dalam pemerintahan desa Tanggir menjadikannya tokoh yang sangat berpengaruh dalam cerita. Sanis juga dianggap menarik karena karakternya sebagai gadis desa yang cantik, lugu, dan kisah cintanya dengan Pambudi yang berumur jauh diatasnya, serta nasibnya yang menjadi korban poligami Pak Dirga. Selain itu, muncul pula beberapa perubahan sosial di Tanggir. Masyarakat mulai berubah menjadi lebih konsumtif yang kemudian meluas menjadi permasalahan politik. Cerita tentang politik dianggap sangat menarik, politik merupakan satu hal yang tidak dapat terlepas dari kehidupan.

Astoto Adi (2010) mahasiswa dari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dalam skripsinya yang berjudul ”Masyarakat Miskin Dalam Novel Di Kaki Bukit Cibalak karya Ahmad Tohari: Sebuah Kajian Sosiologi Sastra”. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah masyarakat miskin dikategorikan dalam kelompok para petani, pemungut sampah, pengumpul gabah dan kuli bangunan. Keterbatasan lapangan kerja menjadi faktor utama masyarakat desa Tanggir memilih pekerjaan tersebut menjadi pekerjaan tetap mereka sehari-hari.

Bakti Sutopo (2008) dalam jurnalnya yang berjudul ”Beberapa Jejak Kelisanan Dalam Novel Di Kaki Bukit Cibalak Karya Ahmad Tohari: Perspektif Walter J. Ong” membahas tentang sastra tulis yang dipengaruhi oleh tradisi lisan dalam novel Di Kaki Bukit Cibalak. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah novel Di Kaki Bukit Cibalak karya Ahmad Tohari merupakan salah satu bentuk karya sastra yang dihasilkan dalam budaya tulis yang mendapatkan pengaruh unsur

persaingan), homeostatis (penyeimbang), konservatif (bersifat tradisional), kopius (berlebihan), beralur episodik (secara alami) dan terdapat ajaran moral.

Berdasarkan tinjauan pustaka tersebut, dapat diketahui bahwa penelitian terhadap novel Di Kaki Bukit Cibalak karya Ahmad Tohari dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra belum pernah dilakukan sebelumnya. Dalam penelitian yang akan diteliti adalah tentang pemikiran modern tokoh utama dan yang membedakan penelitian ini terhadap penelitian terdahulu adalah teoriyang digunakan dalam menganalisis objek yang akan diteliti, yaitu novel Di Kaki Bukit Cibalak. Dengan demikian, keaslian atau kebenaran penelitian ini dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sastra selalu identik dengan ungkapan perasaan dan pikiran. Sebuah karya sastra tercipta akibat adanya hubungan antar tokoh dalam cerita dan situasi sosial pada zaman karya sastra itu diciptakan. Perilaku tokoh dalam setiap cerita sangat berbeda-beda, sehingga dari setiap cerita yang disampaikan dapat menggambarkansifat-sifat tokoh dalam cerita.

Pada hakikatnya karya sastra adalah suatu media yang mendayagunakan bahasa untuk mengungkapkan tentang kehidupan manusia. Oleh sebab itu, sebuah karya sastra pada umumnya berisi tentang permasalahan yang melingkupi kehidupan manusia. Kemunculan sastra dilatarbelakangioleh adanya dorongan dasar manusia untuk mengungkapkan eksistensi dirinya. (Sarjidu, 2004:2).

Sastra merupakan sebuah gambaran tingkah laku manusia yang dideskripsikan dalam bentuk tulisan. Sastra merupakan ungkapan pribadi manusia yang berdasarkan dari pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, atauyang dapat membangkitkan pesona dengan alat bahasa. Sastra menghasilkan karya seni dan beraneka ragam, salah satunya yaitu novel.

Modernisasi juga bagian dari proses perubahan tingkah laku manusia. Modernisasi melahirkan suatu sikap-sikap tertentu yang menandai manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Masyarakat yang mengalami proses modernisasi ini

disebut masyarakat modern.Seringkali pembaca dikaburkan oleh cara pengarang dalam menyampaikan maksudnya, salah satunya melalui tokoh yang memiliki perilaku beragam. Pemikiran-pemikiran yang timbul membuat perilaku tokoh menyesuaikan diri dengan kondisi dan situasi yang dihadapi.

Ahmad Tohari menggambarkan tokoh Pambudi dalam novel Di Kaki Bukit Cibalak, yaitu ketika menghadapi persoalan-persoalan di desanya, yaitu desa Tanggir. Mulai dari permasalahan lumbung koperasi desa yang tidak dijalankan dengan semestinya, sampai Pambudi menolong Mbok Ralem yang mengidap penyakit kanker dengan membuat penggalangan dana melalui iklan di harian Kalawarta yang mana membuat berita tentang iklan itu sampai membuat pemerintah memberi peringatan kepada kepala desa Tanggir yang tidak mau tahu akan masyarakatnya yang sedang menderita sampai-sampai hanya masyarakat biasa seperti Pambudi yang sudi menolongnya.

Penulis tertarik menganalisis pemikiran modern tokoh utamadalam novel Di Kaki Bukit Cibalakdisebabkan oleh penulis ingin meneliti dan mengetahui lebih dalam novel ini dari tinjauan psikologi sastra. NovelDi Kaki Bukit Cibalakbelum pernah dianalisis secara psikologi sastra. Penulis menganalisisnya terbatas hanya pada naskahnya saja, sehingga penelitian ini akan membahas tentang gambaran pemikiran modern tokoh utama pada novel Di Kaki Bukit Cibalak karya Ahmad Tohari.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian ini, masalah pokok yang akan dibicarakan dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimanakah gambaran pemikiran modern pada tokoh utama dalam novel Di Kaki Bukit Cibalak karya Ahmad Tohari?

2. Apa saja hasil dari pemikiran modern yang terdapat dalam novel Di Kaki Bukit Cibalak karya Ahmad Tohari?

1.3 Batasan Masalah

Batasan perlu dilakukan agar ruang lingkup penelitian masalah terarah dan jelas sesuai dengan tujuan. Batasan masalah dalam penelitian ini menekankan pada pengungkapan gambaran pemikiran modern tokoh utama dalam novel Di Kaki Bukit Cibalak karya Ahmad Tohari.

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah :

1. Mendeskripsikan gambaran pemikiran modern tokoh utama dalam novelDi Kaki Bukit Cibalakkarya Ahmad Tohari.

2. Mengungkap hasil dari pemikiran modern dalam novel Di Kaki Bukit Cibalak karya Ahmad Tohari.

1.5 Manfaat Penelitian

Diharapkan penelitian ini memberi manfaat:

1. Bidang Teoretis

a. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan, masukan, serta gambaran yang lebih luas mengenai pentingnya pemikiran modern, bukan hanya dalam dunia fiksi, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

b. Menjadi dasar untuk penelitian selanjutnya, terutama dalam menganalisis pemikiran modern yang tercermin dari perilaku tokoh dalam karya sastra.

2. Bidang Praktis

a. Hasil penelitian ini dapat menambah wawasan pembaca tentang pemikiran modern yang terdapat dalam novel Di Kaki Bukit Cibalak karyaAhmad Tohari.

b. Hasil penelitian ini dapat membantu pembaca untuk memahami dan menikmati novel Di Kaki Bukit Cibalak karya Ahmad Tohari.

GAMBARAN PEMIKIRAN MODERN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL DI KAKI BUKIT CIBALAK KARYA AHMAD TOHARI: ANALISIS

PSIKOLOGI SASTRA

Oleh: Doni Syahputra

Departemen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Karya sastra merupakan hasilkreatifitaspengarang. Dalam karya sastra, termasuk novel dapat tergambar kepribadian tokoh cerita, khususnya tokoh utama. Pengarang menulis sebuah karya bukan hanya sekedar untuk menimbulkan perasaan senang kepada pembaca dan pendengar, tetapi juga ingin menyampaikan sebuah pesan tentang pemahaman dan pandangan terhadap kejadian dan aksi para tokoh karya sastra tersebut. Gambaran pemikiran modern dapat dideskripsikan dengan menggunakan tinjauan psikologis astra yakni teori Sigmund Freud.Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pemikiran modern tokoh Pambudi. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan, yaitu memperoleh data melalui buku-buku. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif, yaitu tahap mengklasifikasikan data dan menyajikan data. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa gambaran pemikiran modern pada tokoh Pambudi terdiri atas yakin akan kemampuan manusia, perhitungan, perencanaan, hargadiri, dan percaya pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini tampak pada cara Pambudi dalam menyikapi suatu masalah dan caranya untuk mengatasi masalah itu. Hasil pemikiran modern juga berkaitan dengan kelima pemikiran modern yang terdapat pada tokoh Pambudi.

GAMBARAN PEMIKIRAN MODERN TOKOH UTAMA

DALAMNOVELDI KAKI BUKIT CIBALAK KARYA AHMAD

TOHARI: ANALISIS PSIKOLOGI SASTRA

SKRIPSI

DONI SYAHPUTRA

110701052

DEPARTEMEN SASTRA INDONESIA

FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2016

PERNYATAAN

GAMBARAN PEMIKIRAN MODERN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL DI KAKI BUKIT CIBALAK KARYA AHMAD TOHARI: ANALISIS

PSIKOLOGI SASTRA

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang saya buat adalah murni, benar-benar hasil karya sendiri, tidak pernah diajukan sebelumnya untuk meraih gelar kesarjanaan di Perguruan Tinggi lain, dan saya bertanggung jawab secara akademis atas apa yang saya tulis. Apabila pernyataan yang saya perbuat ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi.

Medan, Maret 2016

Doni Syahputra

GAMBARAN PEMIKIRAN MODERN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL DI KAKI BUKIT CIBALAK KARYA AHMAD TOHARI: ANALISIS

PSIKOLOGI SASTRA

Oleh: Doni Syahputra

Departemen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Karya sastra merupakan hasilkreatifitaspengarang. Dalam karya sastra, termasuk novel dapat tergambar kepribadian tokoh cerita, khususnya tokoh utama. Pengarang menulis sebuah karya bukan hanya sekedar untuk menimbulkan perasaan senang kepada pembaca dan pendengar, tetapi juga ingin menyampaikan sebuah pesan tentang pemahaman dan pandangan terhadap kejadian dan aksi para tokoh karya sastra tersebut. Gambaran pemikiran modern dapat dideskripsikan dengan menggunakan tinjauan psikologis astra yakni teori Sigmund Freud.Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pemikiran modern tokoh Pambudi. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan, yaitu memperoleh data melalui buku-buku. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif, yaitu tahap mengklasifikasikan data dan menyajikan data. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa gambaran pemikiran modern pada tokoh Pambudi terdiri atas yakin akan kemampuan manusia, perhitungan, perencanaan, hargadiri, dan percaya pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini tampak pada cara Pambudi dalam menyikapi suatu masalah dan caranya untuk mengatasi masalah itu. Hasil pemikiran modern juga berkaitan dengan kelima pemikiran modern yang terdapat pada tokoh Pambudi.

PRAKATA

Pujisyukurkepada Allah S.W.T. yang

telahmemberikanbegitubanyakberkahkepadapenulissehinggaakhirnyadapat

menyelesaikan skripsi ini. SegalaanugerahdariAllah S.W.T. yangtelahmenuntundanmenguatkanpenulisdalammenghadapisegalakendaladalam

menyelesaikanstudi di Universitas Sumatera Utara.

Skripsiiniditulissebagaisyaratuntukmemperolehgelarsarjana di DepartemenSastra Indonesia FakultasIlmuBudaya USU. Adapun judul skripsi ini

adalah ”Gambaran Pemikiran Modern Tokoh Utama Novel Di Kaki Bukit Cibalak Karya Ahmad Tohari: Analisis Psikolog iSastra”. Saatmelewati proses penyelesaianskripsiini,

penulisbanyakmenemukankesulitantetapipenulisjugabanyakmendapatbantuanberu padukungan, nasihat, perhatian, bimbingan, danjugadoa. Untukitudengansegalakerendahanhatipenulismengucapkanterimakasihkepada:

1. Prof. Dr. Runtung Sitepu, S.H, M.Hum., sebagai Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Rosmayati sebagai Wakil Rektor I, Dr. dr. Muhammad Fidel Ganis Siregar sebagai Wakil Rektor II, Drs. Mahyuddin K. M. Nasution, M.IT, Ph.D sebagai Wakil Rektor III, Prof. Dr. Bustami Syam sebagai Wakil Rektor IV, dan Ir. Luhut Sihombing sebagai Wakil Rektor V, terima kasih atas kesempatan dan fasilitas yang telah penulis gunakan selama kuliah di Universitas Sumatera Utara. 2. Dr. SyahronLubis, M.A., sebagaiDekanFakultasIlmuBudaya, Prof. M.

SyamsulTarigansebagaiPembantuDekan II, dan Drs. Yuddi Adrian Mulia, M.A. sebagaiPembantuDekan III di Fakultas Ilmu Budaya USU. 3. Prof. Dr. IkhwanuddinNasution, M.Si., sebagaiketuaDepartemenSastra

Indonesia dan Drs. HarisSutanLubis, M.S.P., sebagaisekretarisDepartemenSastra Indonesia, FakultasIlmuBudaya USU

yang telahmemberikanbanyakinspirasiselamamenjadimahasiswa di DepartemenSastra Indonesia.

4. Drs. IsmaTantawi, M.A., sebagaidosenpembimbing I dan Drs. HarisSutanLubis, M.S.P., sebagaidosenpembimbing II penulis yang senantiasamembimbingdanmemberikanmasukankepadapenulisdalammen yelesaikanskripsiini.

5. Alm. Dra. Keristiana, M.Hum.,sebagaidosenpembimbing akedemik (PA)

semasa hidupnya senantiasamembimbingdanmemberikanmasukankepadapenulisselamame

ngikutiperkuliahan di DepartemenSastra Indonesia FakultasIlmuBudaya USU.

6. BapakdanIbupengajar di DepartemenSastra Indonesia

FakultasIlmuBudaya USU yang

Dokumen terkait