• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

1. Bagi Lembaga Pendidikan

Khususnya kepada MIN Sumberrejo, MI Muhammadiyah Danurejo, dan MI An-Nur Deyangan dan semua MI di kecamatan Mertoyudan hendaknya:

a. Dapat memahami Implementasi konsep dan prinsip-prinsip pembelajaran di Madrasah

b. Mempunyai komitmen terhadap Implementasi konsep dan prinsip-prinsip pembelajaran di Madrasah

c. Dapat memotivasi guru di Madrasah 2. Bagi guru

a. Dapat menambah wawasan pembelajaran yang terencana b. Dapat memotivasi untuk peningkatan kinerja

Mulyasa E. Menejemen berbasis Sekolah. Bandung: Zakariya, 2002.

Sindhvad Swetal P. School Principals as Instructional Leaders: An Investigation of School Leadership Capacity in the Philipine. A Desertation Submited To The Faculty of Graduate School of University of Minnesota, 2009.

Departemen Agama RI, Supervisi Madrasah Aliyah. Direktorat Pembinaan Kelembagaan Jakarta: Proyek Binbaga Islam, 1998.

Osakwe, Regina N. Supervisory Functions of Secondary School Principals and Factors Competing With These Functions, Departement Of Educational Administration And Policy Studies, Faculty Of Education, Delta State University. Abraka: Nigeria, 2013.

Lunenburg Fred C. The Principals as Instructional Leader,National Forum of Educational and Supervision Journal Volume 27. Number 4, 2010.

Babatope Kolade Oyewoledan Hezeikh Ogbomida Alonge. Principals’ Instructional Supervisory Role Performance and Teacher’ Motivation in Ekiti Central Senatorial District of Ekiti State, Nigeria, Departement of Educational Studies & Management Faculty of Education, University of Benin. Benin City: Nigeria, 2013

Aisiyah Nastiti Nasiatul. Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar Melalui Gugus. Tesis, 2007.

Priatna. Pengaruh Kepemimpinan dan Kecerdasan Emosional Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru. Tesis, 2005.

Satiman. Pengembangan Teknis Supervisi Klinis. Tesis, 2009.

Arifin Zainul. Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam Kabupaten Magetan JawaTimur. Tesis, 2003.

Nawawi Hadari. Administrasi Pendidikan. Jakarta: Gunung Agung, 1981.

Sagala Syaiful. Supervisi Pembelajaran dalam Provesi Pendidikan. Bandung: Alfabeta, 2010.

Sahertian Piet A. Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusi. Jakarta: PT RinekaCipta, 2000.

Bafadal Ibrahim. Supervisi Pengajaran Teori dan Aplikasinya dalam Membina Profesional Guru., Jakarta: BumiAksara, 1992.

Sutrisna,Oteng. Administrasi Pendidikan dan Teoritis untuk Praktek Profesiona., Bandung: Angkasa, 1989.

Thoib Amindan Robie Ahmad. ,Standar Supervisi Pendidikan pada Madrasah Tsanawiyah,Jakarta: Kementerian Agama RI, 2005.

Mulyasa E. Manajemen Berbasis Sekolah Konsep Strategi dan Implementasi. Bandung: Rosdakarya, 2002.

Daryanto. Administrasi Pendidika. Jakarta: RinekaCipta, 2001.

Ngalim Purwanto. Administras dan Supervisi Pendidika. ,Bandung: Rosdakarya, 2003.

Kementerian Agama RI. Pedoman Pelaksanaan Supervisi Pendidikan. Jakarta: Direktorat Jenderal Kelembagaam Agama Islam, 2003.

Kementerian Agama RI. Peningkatan Supervisi dan Evaluasi pada Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta Dirjen Binbaga Islam: Direktorat Madrasah dan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Umum, 2003.

Hidayat, Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan. Jakarta: BinaAksara, 1988. Ahmad S. Sistem Manajemen Kinerja ( Performance Management System) Panduan Praktis Untuk Merancang dan Meraih Kinerja Prima, Bandung: Gramedia Pustaka Utama, 2002.

Kemendikbud. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka Wojowasito. KamusUmumInggris-Indonesia. Jakarta:Cypres, 1972.

Munawir Ahmad Warson. Al-Munawir Kamus Arab-Indonesia, Yogyakarta: Pondok. Pesantren Al-Munawir, 1984.

Muhammad Al-Ghozali Abu Hamid, Ihya ‘Ulum al-Din Juz 1. Singapura: Dal Sulaiman Mara’Itt. Kementerian Agama RI, Al Qura’an dan Terjemahannya, Jakarta: ProyekPenpadan Kitab Suci Al-Qur’an, 1980.

Muhtar Heri Jauhari. Fiqih Pendidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005. Kementerian Agama RI. Motivasi dan Etos Kerja, Jakarta, 2004.

Kementerian Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya, Jakarta: Proyek Penggandaan Kitab Suci Al-Qur’an, 1996.

Sukardi, MetodologiPendidikan. Jakarta: BumiAksara, 2009.

Subana M. Dan Sudrajat. Dasar-dasa Penelitian Ilmiah. Bandung: PustakaSetia, 2001.

J.Moleong Lexy, Metodologi Penelitian Kualitati.Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009.

S.Nasution,Metodologi Penelitian Naturalisti Kualitatif. Bandung: Transito,2003. Sukmadinata Nana Syaodih, Metode Penelitian Pendidika. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008.

DOKUMENTASI

CATATAN WAWANCARA Hari/Tanggal : Rabu, 4 Maret 2015

Tempat : Ruang Kepala MIN Sumberrejo Pukul : 11.00-12.00

Nara Sumber : H.Anas Azis, S.Pd. MM.

Jenis Data : Gambaran umum dan Pemahaman Prinsip-prinsip Supervisi Pembelajaran

Peneliti : Bagaimana Pemahaman bapak tentangkonsep-konsep daRI prinsip-prinsip supervisi pembelajaran ?

Nara Sumber : Usaha dari pihak Sekolah/Madrasah dalam hal ini adalah Kepala Sekolah dalam memimpin guru-guru dan tenaga kependidikan lain, untuk memperbaiki pengajaran termasuk memberi stimulus kepada bawahan/guru dalam mengembangkan kemampuan guru-guru untuk mengelola proses belajar mengajar demi pencapaian tujuan pengajaran di sekolah.

Prinsip Ilmiah

Menurut Bapak KM.1

Prinsip ilmiah dilaksanakan harus terencana terlebih dahulu, sehingga jika direncakan terlebih dahulu diharapkan bias teratur dan tidak terputus atau bias berkelanjutan. Perencanaan ini haruspasti dan terstruktur. Kegiatan supervisi

LAMPIRAN 1

dengan prinsip ilmiah dilaksanakan secara obyektif yang didasarkan pada pengamatan yang nyata. Kegiatan Supervises ini berdasarkan hasil kajian kebutuhan guru, kekurangan guru bukan dari perkiraan atau tafsiran perorangan. Kegiatan ini menggunakan alat untuk memberikan informasi sebagai umpan balik dan juga sebagai penilaian terhadap proses belajar mengajar.

Prinsip Demokratis 1). Menurut Bapak KM.1

Prinsip deomokrasi mengutamakan musyawarah dalam memecahkan masalah. Segala sesuatu dalam kegiatan supervise ini diselesaikan dengan musyawarah, sehingga seorang supervisor tidak bersifat otoriter. Dengan prinsip demokrasi ini mengutamakan kepentingan bersama bukan kepentingan pribadi. Layanan kepentingan ini diberikan kepada guru berdasarkan jalinan hubungan kemanusiaan, sehingga seorang pendidik merasa nyaman .

Prinsip Kerjasama Menurut KM.1

Usaha yang dilakukan secara bersama antara kepala dan guru dalam sebuah organisasi atau lembaga pendidikan. Dalam hal ini adanya pengertian antara kepala dan guru sehingga bias terjalin kerjasama dengan baik, dengan harapan tercipta situasi kegiatan belajar mengajar denga baik

Peneliti : Bagaimana Komitmen bapak tentang konsep-konsep dan prinsip prinsip supervisi pembelajaran ?

Nara Sumber : bahwa pelaksanaan supervise pembelajaran sebaiknya 2 kali setiap semester untuk tiap guru.

Komitmen Afektif ( affective commitment )

1). Menurut KM.1

Berkaitan dengan emosional, identifikasi, dan keterlibatan karyawan di dalam suatu organisasi. komitmen afektif merupakan proses perilaku dimana melalui hal tersebut seseorang akan berfikir mengenai hubungan mereka dengan organisasi dalam hal nilai dan kesatuan tujuan.

Komitmen merupakan perasan yang kuat dan erat dari seseorang terhadap tujuan dan nilai suatu organisasi dalam hubugannya dengan peran mereka terhadap upaya pencapaian tujuan dan nilai-nilai tersebut.

Bapak KM.1 berkomitmen bahwa pelaksanaan supervise pembelajaran sebaiknya 2 kali setiap semester untuk tiap guru. Bentuk komitmen guru dalam organisasi yang dominan adalah komitmen afektif, diikuti komitmen normatif dan komitmen continue

Guru MIN Sumberrejo mempunyai perilaku yang cukup baik ( positif ). Sebagai seorang pendidik mereka merasa bahwa apa yang mereka kerjakan nantinya akan ada hubungannya dengan kemajuan pada diri siswa. Mereka beranggapan bahwa hubungan antara dewan guru dengan madrasah merupakan

LAMPIRAN 1

suatu kesatuan yang harus dikerjakan secara bersama-sama. Tanpa kerjasama tujuan dari madrasah tidak akan tercapai. Sehingga pada diri dewan guru MIN Sumberrejo timbul hasrat untuk mencintai terhadap tugasnya sebagai pendidik dan berusaha meningkatkan diri sebagai guru profesional.

Komitmen Normatif ( normative commitment )

Menurut KM.1

Persepsi seseorang atas biaya dan resiko dengan meninggalkan organisasi saat ini.Berarti komponen yang berdasarkan persepsi karyawan tentang kerugian yang akan dihadapinya jika meninggalkan organisasi. Karyawan dengan dasar organisasi tersebut disebabkan karena karyawan tersebut membutuhkan organisasi.

Perasan dari dewan guru MIN Sumberrejo hampir sama yaitu mempunyai kewajiban apa yang bisa diberikan kepada madrasah. Dewan guru juga

mempunyai keinginan untuk tinggal di madrasah dengan melaksanakan tugas, loyalitas yang tinggi dan mempunyai kewajiban moral.

Hal ini ditunjukkan mereka merasa memiliki madrasah meningkat, sehingga berpengaruh terhadap

peningkatan prestasi kerja dan untuk memajukan madrsasah. Komitmen Berkelanjutan ( continuance commitment )

Menurut KM.1

Sebuah dimensi moral yang didasarkan pada perasaan wajib dan tanggung jawab pada organisasi tempat ia bekerja. Seiring dengan suasana madrasah yang kondusif dewan guru MIN Sumberrejo merasa semakin mencintai terhadap pekerjaannya. Mereka bedrpikiran bahwa seandainya suatu saat ada mutasi kerja dari atasan, mereka merasa rugi apabila meninggalkan madrasah yang sudah dijadikan mereka tempat bekrja bertahun-tahun. Mereka merasa sudah menyatu dengan teman dan lembaga. Karena MIN Sumberrejo merupakn barometer bagi MI yang ada di wilayah Mertoyudan, seandainya para guru dimutasi akan merasa rugi, tetapi

Apabila itu memang sudah aturan dari atasan, maka mereka telah mempersiapkan diri dengan ilmu yang diperoleh di MIN Sumberrejo

Peneliti : Bagaimana Implementasi/penerapan prinsip-prinsip supervise pembelajaran?

Nara Sumber : dilaksanakan dengan sasaran utama para guru dan personil sekolah yang lain dengan tujuan para guru dapat meningkatkan kinerja demi tercapainya pelayanan yang optimal terhadap siswa sehingga para siswa dapat meningkatkan prestasi belajar anak. Menurut KM.1

Untuk Implementasi/penerapan prinsip-prinsip supervise pembelajaran menurut KM.1 yaitu dilaksanakan dengan sasaran utama para guru dan personil sekolah yang lain dengan tujuan para guru dapat meningkatkan kinerja demi

LAMPIRAN 1

tercapainya pelayanan yang optimal terhadap siswa sehingga para siswa dapat meningkatkan prestasi belajar anak.Para guru setelah disupervisi yang tadinya datang siang/terlambat, sekarang sudah biasa datang lebih awal.Peningkatan juga dialami dalam pembuatan perangkat pembelajaran, mencintai tugasnya sebagai pendidik, berusaha meningkatkan diri sebagai guru profesional, merasa memiliki madrasah semakin meningkat, bekerja terorganisir dan sistematis

Peneliti : Apa Faktor pendukung dan penghambat dari pelaksanaan supervise?

Nara Sumber : Faktor pendukung yang ada adalah, SDM yang memadai,

kemauan dari SDM yang ada, semangat mengabdi dari para guru. LAMPIRAN 1

Sedangkan tentang kendala dalam pelaksanaan prinsip-prinsip supervise pembelajaran adalah Pelaksanaan supervise yang telah terjadwal kadang tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal karena banyak kegiatan kepala madrsah dan lainnya

Peneliti : Apa dampak dari penerapan konsep dan prinsip supervise pembelajaran?

Nara Sumber : - Dapat meningkatkan hasil pembelajaran yang diharapkan -Dapat mengetahui kekurangan-kekurangan dalam hal

membuat perencanaan, pelaksanaan KBM dan Evaluasi pembelajaran

-Dapat menyampaikan kendala-kendala yang dialami selama melaksanakan tugas, khususnya berkaitan dengan keadaan pserta didik

-Dapat menemukan solusi terhadap masalah yang dihadapi -Pembelajaran lebih bervariasi, metode dan kreatifitas guru

lebih meningkat. Pendapat lainnya adalah

- Dapat meningkatkan pembelajaran di sekolah dalam hal rencana, proses dan evaluasi serta hasil pembelajaran -.Menumbuhkan kreatifitas atau inovasi dalam

pembelajaran

-.Menambah wawasan atau membuka lebar terhadap peningkatan SDM, profesional guru

-.Dapat menjebatani atau menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran

- .Meluruskan atau menjawab kesalahan atau ketidabenaran konsep dan prinsip pembelajaran.

LAMPIRAN 2 KM2.MU DOKUMENTASI

CATATAN WAWANCARA Hari/Tanggal : Kamis , 5 Maret 2015

Tempat : Ruang Kepala MI Muh. Danurejo Pukul : 11.00-12.00

Nara Sumber : Sri Mulyani, S.Pd.I

Peneliti : Bagaimana Pemahaman ibu tentangkonsep-konsep dan prinsip prinsip supervisi pembelajaran ?

Nara Sumber :Konsep-konsep dan prinsip-prinsip supervisi pembelajaran ,sangat setuju untuk dilaksanakan, dengan prinsip-prinsip supervise dapat meningkatkan kinerja guru dalam menjalankan tugas-tugasnya. Menurut Ibu KM.2MU dengan prinsip ilmiah:

Supervisi dilaksanakan ilmiah dengan sistematis, obyektif, dan menggunakan instrument (alat) . Kegiatan ini bersifat pasti, teratur dan berkesinambungan atau berkelanjutan. Tetapi walaupun sudah disupervisi, seorang guru harus sudah menjadi pendidik yang professional, meskipun kegiatan supervise masih berkelanjutan. Kegiatan supervise ini bertujuan untuk menjaga kualitasseorang guru. Seorang guru dalam menjalankan tugasnya pasti menemukan kesulitan. Maka dengan supervise ini diharapkan bias memecahkan permasalahan dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam hal ini

seorang supervisor tidak boleh menyimpulkan sebuah permasalahan tanpa menindaklanjuti

fakta yang ada. Alat yang digunakan dalam memberikan informasi bias berupa alat perekam, angket, observasi dan percakapan pribadi. Menurut KM.2MU dengan prinsip Demokrasi

kerukunan antara guru dan kepala. Kegiatan ini juga menjunjung tinggi

harga diri dan martabat guru yang dalam bahasa jawa “ Nguwongke Wong”. Supervisi dengan prinsip demokrasi ini dapat diterima dengan baik oleh guru. Dengan prinsip ini tujuan supervisi pendidikan dapat tercapai

Menurut KM.2MU dengan prinsip kerjasama Dalam suatu lembaga, instansi harus ada kerjasama antara

staf/karyawan, guru yang satu dengan yang lain. Kegiatan ini bias menstimulus guru sehingga mereka merasa tumbuh bersama. Maksud dari kerjasama ini seluruh guru dalam kegiatan pengumpulan data, analisa data dan perbaikan serta pengembangan proses kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan cara kerjasama seluruh dewan guru

LAMPIRAN 2

Menurut KM.2MU dengan komitmen berkelanjutan:

Dewan guru MI Muhammadiyah Danurejo juga mersa membutuhkan madrasah, sehingga madrasah diibaratkan sebagai rumah ke dua setelah rumah pribadinya. Di sisi lain para guru juga merasa jika sampai keluar/ meninggalkan madrasah lalu berpikir dua kali, apa mereka bisa bekerja di tempat lain dengan ijazah yang mereka miliki karena mereka mayoritas guru non Pns. Komitmen ini juga sangat dirasakan bahwa dalam menjalankan tugas dan kewajiban dari kinerja guru memungkinkan sorang guru memiliki jabatan yang berkesinambungan dan bisa menduduki pada level tertentu

Peneliti :Bagaimana Komitmen bapak tentang konsep-konsep dan prinsip-prinsip supervisi pembelajaran ?

Nara Sumber :dalam melaksanakan supervise pembelajaran sebaiknya dilaksanakan 2 kali dalam satu tahun berlaku untuk tiap guru. Menurut KM.2.MU dengan komitmen afektif:

Pada tingkat ini merupakan tingkat dimana tujuan individu dan nilai menyatu dengan organisasi yang diperkirakan secara langsung mempengaruhi keinginan individu untuk tetap tinggal dalam organisasi. Sehingga karyawan dengan afektif tinggi masih bergabung dengan organisasi karena keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi.

Komitmen afektif yang kuat akan tetap tinggalbersama organisasi dikarenakan mereka ingin tinggal.

Dalam melaksanakan supervise pembelajaran sebaiknya dilaksanakan 2 kali dalam satu tahun berlaku untuk tiap guru dan berkelanjutan.

Secara emosional guru MI Muhammadiyah Danurejo ingin selalu bergabung dengan madrasah. Hal ini dapat dilihat dengan adanya kesiapan, semangat kerja guru, walaupun semuanya guru perempuan tapi mereka mempunyai semangat cukup tinggi. Mereka cukup kerasan berada/ bekerja di madrasah. Mereka biasanya kalau disupervisi sudah siap, karena guru merasa bertanggung jawab atas kewajiban yang harus dijalani sebagai seorang guru, maka semua yang perlu disiapkan untuk supervisi adalah hasil nilai yang pernah dikerjakan guru, tampil maksimal untuk prestasi yang maksimal.

Menurut KM.2MU :

Semua dewan guru MI Muhammadiyah Danurejo mempunyai loyalitas terhadap tugas-tugas madrsah. Dalam diri mereka rasa tanggung jawab terhadap suatu pekerjaan cukup tinggi, sehingga timbullah perasaan memberikan seuatu yang berguna bagi madrsasah. Bagaimanapun guru di MI Muhaammadiyah Danurejo

memiliki komitmen untuk melakukan sesuatu yang terbaik untuk madrasah. Supervisi yang sudah dilakukan memberikan nilai lebih bagi guru dan mereka mempunyai perasaan kewajiban untuk memberikan sumbangan bagi kemajuan madrasah.

Menurut KM.2MU dengan komitmen berkelanjutan:

Dewan guru MI Muhammadiyah Danurejo juga mersa membutuhkan madrasah, sehingga madrasah diibaratkan sebagai rumah ke dua setelah rumah pribadinya. Di sisi lain para guru juga merasa jika sampai keluar/ meninggalkan madrasah lalu berpikir dua kali, apa mereka bisa bekerja di tempat lain dengan ijazah yang mereka miliki karena mereka mayoritas guru non Pns. Komitmen ini juga sangat dirasakan bahwa dalam menjalankan tugas dan kewajiban dari kinerja guru memungkinkan sorang guru memiliki jabatan yang berkesinambungan dan bisa menduduki pada level tertentu

Peneliti :Bagaimana Implementasi/penerapan prinsip-prinsip supervise pembelajaran?

Apa dampak dari penerapan konsep dan prinsip supervise pembelajaran?

Nara Sumber : Penerapan prinsip-prinsip supervise pembelajaran, Sudah dilaksanakan secara obyektif dengan menggunakan instrument supervise pembelajaran yang ada.

Menurut KM.2MU

Penerapan prinsip-prinsip supervise pembelajaran, menurut KM2.MU Sudah dilaksanakan secara obyektif dengan menggunakan instrument supervise pembelajaran yang ada. Implementasi dari kinerja guru sudah cukup disiplin serta adanya kemauan dalam melengkapai administrasi, mau menerima masukan saran yang bersifat membangun

Peneliti : Apa Faktor pendukung dan penghambat dari pelaksanaan supervise?

Nara Sumber : a. Faktor pendukung:- Supervisor yang professional - Guru yang professional

- Sarana prasarana yang memadai

b. Faktor penghambat: - Sarana prasarana yang kurang memadai - Waktu yang terbatas/kurang memadai

Beliau juga berpendapat bahwa beberapa factor yang dapat mendukung dalam hal ini yaitu diantaranya:

a. Kualitas dalam kegiatan belajar mengajar b. Kualitas dalam manajemen waktu

c. Media belajar yang mendukung prestasi siswa d. Kesiapan guru

LAMPIRAN 2

e. Jadwal

f. Kesiapan pengawasan dari instasi terkait Faktor penghambat yang seiring dijumpai adalah: a. SDM yang rendah

b. Kurangnya sumber dan alat

c. Kurangnya motivasi kepala madrasah

d. Kurangnya supervisor yang sesui dengan bidang yang ada Peneliti : Apa dampak dari penerapan konsep dan prinsip supervise

pembelajaran?

Nara Sumber : dampak dari adanya konsep dan superevisi pembelajaran bagi guru dapat lebih meningkatkan kualitas guru dalam aspek kegiatan belajar mengajar sehingga konsep dari guru akan lebih mudah diterima oleh siswa . Sedangkan bagi siswa akan dapat menimbulkan pengaruh positip terhadap kemajuan belajar mereka sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar anak dan siswa dapat berkreasi sesuai imajinasi dan kreatifitas anak yang positip dan mandiri

DOKUMENTASI CATATAN WAWANCARA Hari/Tanggal : Selasa , 9 Maret 2015

Tempat : Ruang Kepala MI An-Nur Deyangan Pukul : 11.00-12.00

Nara Sumber : Bambang Sutrisno, S.Pd.I

Peneliti : Bagaimana Pemahaman bapak tentangkonsep-konsep dan prinsip- prinsip supervisi pembelajaran ?

Nara Sumber : konsep dan prinsip supervise pembelajaran merupakan perangkat bagi supervisor dalam melaksanakan tugas supervise agar terarah dan tepat sasaran.

Dengan menggunakan prinsip ilmiah Kegiatan ini berdasarkan data yang obyektif diperoleh dalam kenyataan pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar. Sebagai alat supervise dengan prinsip ilmiah ini berupa alat perekam data, angket, observasi dan percakapan pribadi. Dalam pelaksanaanya kegiatan ini dilakukan secara sistematis, direncanakan dan terus menerus.

Menurut KM.3MA dengan prinsip Demokrasi:

Kegiatan supervise dengan prinsip demokratis selalu menjunjung tinggi musyawarah, memperhatikan hubungan social antara manusia, tidak memaksakan kehendak, dan supervisor tidak boleh

LAMPIRAN 3

mempunyai sifat terlalu menjaga image sehingga tidak terdapat jurang pemisah anatar atasan dam bawahan.

Menurut KM.3MA dengan prinsip kerjasama:

Seorang suprvisor dan guru mengutamakan kerjasama, dengan harapan mereka bias merasa tumbuh bersama. Kegiatan yang ada di sekolahan dilakukan dengan cara kejasama. Dengan demikian bias tercipta kondisi belajar mengajar yang lebih baik

Peneliti : Bagaimana Komitmen bapak tentang konsep-konsep dan prinsip-prinsip supervisi pembelajaran ?

Nara Sumber :berpendapat mendukung penuh konsep dan prinsip-prinsip supervise pembelajaran karena sangat membantu tugas supervisor untuk memperbaiki proses dan pelaksanaan pembelajaran dan hasil penelitian.

Menurut KM.3MA dengan komitmen afektif:

Hal senada disampaikan KM.3Ma, berpendapat mendukung penuh konsep dan prinsip-prinsip supervise pembelajaran karena sangat membantu tugas supervisor untuk memperbaiki proses dan pelaksanaan pembelajaran dan hasil penelitian.Perasaan cinta terhadap suatau organisasi yang memunculkan kemauan untuk tetap tinggal da membina hubungan sosial serta menghargai nilai hubungan dengan organisasi karena telah menjadi anggota.Kepala Madrasah An-Nur Deyangan merasa lebih mudah dalam

mengarahkan dewan guru dalam melaksanakan tugasnya. Mereka dewan guru merasa punya tanggung jawab yang besar terhadap madrasah dan ingin mewujudkan visi misi madrasah yang mana memiliki tujuan yang sama dengan tujuan individu mereka.

Menurut KM.3MA

Tipe ini mungkin berasal dari kebudayaan individu atau etik kerja, karena mereka merasa bertanggung jawab untuk tetap tinggal dalam organisasi. Perasaan loyalitas dan tugas mendasari komitmen normatif yang mempengaruhi individu untuk tetap tinggal dalam organisasi karena itu memang kewajiban mereka.

Kepala Madrasah MI An-Nur Deyangan merasa mempunyaikeleluasaan dalam mengarahkan dewan guru dengan memberikan tuntutan pemenuhan kewajiban sebagai komitmen atau konsekuensi terhadap apa yang telah mereka dapatkan dari madrasahsehingga ada keseimbangan antara hak dan kewajiban. Menurut KM.3MA

Mereka merasa bahwa mereka harus tinggal bersama, ini berlaku pada karyawan yang komitmennya kuat. Dala hal ini Kepala Madrasah dapat secara profesional untuk mengambil atau menentukan berbagai kebijakan sehingga para guru masih selalu solid terhadap madrasah karena mereka mempunyai banyak

LAMPIRAN 3

harapan yang akan dapat dicapai sesuai dengan keinginan dan kemampuan guru untuk mempertahanka tetap tinggal di Madrasah Peneliti : Bagaimana Implementasi/penerapan prinsip-prinsip supervise

pembelajaran?

Apa dampak dari penerapan konsep dan prinsip supervise pembelajaran?

Menurut KM.3MA

Implementasi dari KM.3MA adalah konsep dan prinsip pembelajaran akan dijadikan sebagai acuan guru dalam mempersiapkan, melaksanakan dan melaporkan hasil pembelajaran serta mewujudkan tujuan pembelajaran, hal ini bias dibuktikan dengan kesadaran dalam pembuatan Prota, Promes danRpp. Dengan supervisi tentunya guru merasa mendapatkan perhatian khusus sehingga akan selalu berupaya melaksanakan tugasnya secara profesional.

Nara Sumber : konsep dan prinsip pembelajaran akan dijadikan sebagai acuan guru dalam mempersiapkan, melaksanakan dan melaporkan hasil pembelajaran serta mewujudkan tujuan pembelajaran

Peneliti : Apa Faktor pendukung dan penghambat dari pelaksanaan supervise?

Nara Sumber : Faktor Pendukung:

a. Tersedianya supervisor yang professional

b. Tersedianya tenaga pendidik yang berkompeten dibidang masing-masing

c. Terpenuhinya sarana dan prasarana pembelajaran Faktor Penghambat:

a. Guru tidak mengoptimalkan sarana prasarana yang tersedia b. Keterbatasan waktu supervise karena tugas tambahan

Adapun kendala dari pelaksanaan prinsip-prinsip supervise

Dokumen terkait