Simpulan
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pekerja paruh waktu, PMA, dan PMDN memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap penyerapan tenaga kerja di sembilan sektor utama di Indonesia pada taraf nyata 5 dan 10 persen. Untuk variabel produktifitas sendiri memiliki pengaruh yang signifikan dan negattif terhadap penyerapan tenaga kerja di sembilan sektor ekonomi Indonesia pada taraf nyata 5 persen. Untuk mempersiapkan diri agar
42
Indonesia siap menghadapi MEA 2015 nanti, banyak hal yang harus diperhatikan agar penyerapan tenaga kerja di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan hasil analisis SWOT, strategi yang dapat dilakukan oleh Indonesia dengan memanfaatkan peluang saat mendekati MEA 2015 ini adalah dengan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya, meningkatkan produktivitas dari sistem perekonomian hulu hingga hilir, dan dukungan pemerintah untuk dapat membantu meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Dengan peluang asing atau MEA 2015 nanti, Indonesia dapat memanfaatkan hal tersebut untuk menutupi kelemahan- kelemahan yang mengakibatkan penyerapan tenaga kerja di Indoenesia buruk. Strategi tersebut dapat berupa meningkatkan keahlian dann keterampilan tenaga kerja, pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat luas, serta perbaikan infrastruktur dan administrasi yang dapat menarik investasi masuk ke Indonesia.
Untuk strategi Indonesia sendiri dalam menghadapi ancaman penyerapan tenaga kerja dari luar dapat berupa pengalokasian tenaga kerja berdasarkan bakat dan keahliannya, penyuluhan bagi indutsri produk setengah jadi untuk menambahkan nilai tambah, serta penerapan regulasi yang adil dan efektif untuk mengawasi penyerapan tenaga kerja di Indonesia, terutama saat MEA 2015 nanti. Untuk pembentukan strategi peneyrapan tenaga kerja di Indonesia dalam upaya mengubah kelemahan menjadi kekuatan dalam menghadapi ancaman dari luar adalah dengan memberikan dukungan bagi sektor kecil atau home industries dari pihak pemerintah maupun pihak swasta, pertukaran tenaga ahli dari dan ke Indonesia, serta insentif kerja sama yang perlu dilakukan perusahaan asing serta domestik untuk menciptakan kesejahteraan bersama dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja setingi-tingginya.
Saran
1. Pemanfaatan sektor agroindustri secara maksimal, dimana input produksi dari sektor pertanian dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan sektor ini mampu menyerap tenaga kerja lebih tinggi.
2. Perbaikan dari sistem birokrasi dan infrastruktur di Indonesia untuk membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari proses produksi. 3. Peningkatan produktivitas tenaga kerja perlu diupayakan semaksimal
mungkin. Namun, perlu diperhatikan bahwa dalam meningkatkan produktivitas jangan sampai terjadi pengurangan tenaga kerja. Oleh karena itu, output harus ditingkatkan melebihi peningkatan penggunaan tenaga kerja.
4. Peningkatan kualitas dan kemampuan tenaga kerja indonesia dengan mengadakan berbagai pelatihan keahlian dan keterampilan, untuk membentuk angkatan kerja yang berdaya saing.
5. Pemerintah mampu menciptakan lingkungan produksi atau usaha yang sehat agar dapat membentuk iklim investasi yang kondusif.
6. Pembentukan regulasi yang efektif dan efisien bagi faktor produksi baik modal maupun tenaga kerja terutama saat MEA 2015.
7. Penggiatan kerjasama antara perusahaan asing dan domestik untuk menciptakan keuntungan bersama
43
DAFTAR PUSTAKA
Afrida B. 2003. Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta: Penerbit Gahlia Indonesia
Ananta A. 1990. Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta: LDFE-UI
Aulia W. 2013. Interaksi Permintaan dan Penawaran Tenaga kerja. http://wadeau.blogspot.com/2013/11/.html. [diunduh 2014 Mar 15]: Bogor Bellante Don dan Mark Jackson. 1990. Ekonomi Ketenaga kerjaan. Jakarta:
Lembaga Penerbit Universitas Indonesia
[BPS] Badan Pusat Statistik. Berbagai tahun publikasi. Statistic Indonesia. Jakarta (ID): BPS
[Depkeu] Departemen Keuangan. 2014. ASEAN Free Trade Area (AFTA). [diunduh 2014 jun 04] : http://www.tarif.depkeu.go.id/Others/hi=AFTA
Dumairy. 1997. Perekonomian Indonesia. Jakarta: Penerbit Erlangga
Eko P Widoyoko. 2011. Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Gujarati D. 2006. Essentials of Econometrics Third Edition. United States Military Academy, West Point (US): McGraw-Hill International Edition.
Handoyo, H. 2013. Konsep Ketenaga kerjaan.
http://thedeathzombie.blogspot.com. [diunduh 2014 Mar 21]: Bogor
Kaufman dan Julie Hotchkiss. 1999. The Economics of Labour Markets. Fifth edition. The Dryden Press
Sinungan Muchdarsyah. 1992. Manajemen Dana Bank. Jakarta: Bumi Aksara Mulyadi S. 2000. Ekonomi Sumber Daya Manusia dalam Perspektif
Pembangunan. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Nordhaus W. 2005. The Sources of the Productivity Rebound and the
Manufacturing Employment Puzzle, NBER Working Paper 11354
Payaman J Simanjuntak. 1998. Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta: LPFEUI
Pearce, John A. dan R. B. Robinson. 2008. Manajemen Strategis – Formulasi, Implementasi dan Pengendalian. 10 ed. Jakarta: Penerbit Salemba Empat [Pustadinaker] Pusat Data dan Informasi Ketenaga kerjaan. 2014. Peraturan
Menteri Tenaga kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia. [diunduh 2014 Mar 25] : http://jdih.depnakertrans.go.id/data_puu/gabungan_oke.pdf
Ravianto. 1986. Produktivitas dan Seni Usaha. Jakarta: Binaman Teknika Aksara Riyanto J. 1986. Produktivitas Tenaga kerja. Jakarta: SIUP
44
Siregar, H. 2006. Perbaikan Struktur dan Pertumbuhan Ekonomi: Mendorong Investasi dan Menciptakan Lapangan Kerja. Jurnal Ekononomi Politik dan Keuangan. INDEF: Jakarta
Sudarsono dkk. 1988. Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta: Karunia
Sukirno S. 1994. Pengantar Teori Makroekonomi. edisi kedua. PT. Rajawali Grasindo Persada: Jakarta
Sukirno S. 2000. Makroekonomi Modern. Jakarta: PT Raja Grafindo
Suparmono. 2004. Pengantar Ekonomika Makro. Yogyakarta: Unit Penerbitan dan Percetakan (UPP) AMP YKPN
45 Lampiran1 Realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman
modal dalam negeri (PMDN)
Sumber: BPS 2012
PMA PMDN
Tahun (juta US$) Tahun (miliar Rp)
2008 2009 2010 2011 2012 2008 2009 2010 2011 2012 154.3 158.5 833.4 1263.9 1677.6 1238.5 2662 9056.4 9267.1 9888.1 181.4 304.5 2200.5 3619.2 4255.4 519.2 1793.9 3075 6899.2 10480.9 4515.2 3831.1 3337.4 6789.5 11769.9 15914.8 19434.3 25612.6 38553.8 49889.1 26.9 349.2 1428.6 1864.9 1514.6 519.8 3442.7 4929.8 9134.7 3796.8 426.7 518.3 618.4 353.7 239.6 881.2 2765.8 67.6 598.2 4586.6 739.1 1012.5 1120.2 1068.2 1251.8 833.4 1799.1 506.7 723 2045.4 8529.9 4170.4 5072.1 3798.9 2808.2 429.2 809.2 13787.7 8130.1 8612 174.9 309.5 1050.4 198.7 401.8 0.8 122.8 261.7 732.7 58 123.1 161.2 553.8 517.5 645.8 26.4 5010.1 3328.8 1621.9 2825.1
46
Lampiran 2. Hasil Uji Chow pada model Fixed EffectsModel dan Uji Hausman pada Random Effects Model
Hasil uji Chow
Redundant Fixed Effects Tests Equation: FIX1
Test cross-section fixed effects
Effects Test Statistic d.f. Prob.
Cross-section F 360.096243 (8,32) 0.0000
Hasil Uji Hausman
Correlated Random Effects - Hausman Test Equation: REM
Test cross-section random effects
Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. d.f. Prob. Cross-section random 11.393802 4 0.0225
47 Lampiran 3. Hasil Uji Asumsi Klasik (Uji Multikolinearitas dan uji Normalitas)
Uji Multikolinearitas
LNY LNPW LNPROD LNPMDN LNPMA
LNY 1.000000 0.965833 -0.818505 0.170958 0.137075 LNPW 0.965833 1.000000 -0.822404 0.180859 0.080616 LNPROD -0.818505 -0.822404 1.000000 -0.156805 0.095917 LNPMDN 0.170958 0.180859 -0.156805 1.000000 0.565475 LNPMA 0.137075 0.080616 0.095917 0.565475 1.000000 Uji Normalitas 0 1 2 3 4 5 6 7 8 -0.08 -0.06 -0.04 -0.02 0.00 0.02 0.04 0.06
Series: Standardized Residuals Sample 2008 2012 Observations 45 Mean -5.96e-18 Median 0.007555 Maximum 0.067544 Minimum -0.078274 Std. Dev. 0.038268 Skewness -0.284773 Kurtosis 2.223837 Jarque-Bera 1.737772 Probability 0.419419
48
RIWAYAT HIDUP
Penulis, Arti Ilhami, lahir di Tasikmalaya pada tanggal 12 Agustus 1992. Penulis merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, dari pasangan Sobirin dan Momi Maryani. Penulis merupakan lulusan dari SDN Pengadilan 2, kemudian tahun 2007 penulis lulus dari SMPN 8 Kota Bogor, dan Lulus dari SMAN 6 Bogor. Kemudian penulis diterima sebagai mahasiswa departemen ilmu ekonomi, Fakulktas Ekonomi dan Manajemen, IPB, melalui jalur PMDK.
Selama berada di Departemen Ilmu Ekonomi IPB, penulis tergabung dengan himpro HIPOTESA periode 2011-2012 dengan memasuki divisi DNA sebagai sekretaris.