• Tidak ada hasil yang ditemukan

Simpulan

1. Pelaku utama rantai pasok ikan tuna di PT AWIndo International secara berurutan terdiri dari nelayan pemilik, pelaku transit sheed, PT AWIndo International, Trio Eagle Logistik, agen luar negeri, supermarket luar negeri, konsumen akhir. Secara umum rantai pasok ikan tuna sudah baik namun masih belum optimal. Sehingga peningkatan performa penting dilakukan agar rantai pasok ikan tuna dapat berjalan dengan lancar. Performa rantai perlu ditingkatkan pada aspek identifikasi pelaku-pelaku usaha yang berperan dalam rantai pasok, survey konsumen akhir terhadap kualitas produk yang dihasilkan, dan kendaraan angkut menuju perusahaan

2. Pengelola Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta terdiri atas dua kelembagaan yaitu Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan Perum Perindo Cabang Jakarta. Keduanya berperan penting dalam mendukung rantai pasok ikan tuna. Peran UPT dalam kegiatan rantai pasok yaitu pelayanan STBLKK, LBPI, SPB, SHTI, pemeliharaan sarana dan prasarana, penyeleggaraan CPIB, pelaksanaan pengumpulan data, dan inspeksi pembongkaran ikan. Peran Perum Perindo Cabang Jakarta dalam kegiatan rantai pasok yaitu pelayanan jasa tambat labuh, pengelolaan listrik, sarana telekomuniksi, air, SPBB, perbekalan kapal, bengkel, dok, galangan kapal,

transit sheed, dan penyewaan lahan.

Saran

1. PT AWIndo International perlu membentuk divisi yang menaungi manajemen rantai pasok

2. Perlu adanya kajian lebih lanjut mengenai manajemen rantai pasok, evaluasi rantai pasok dan bagaimana strategi terbaik untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di sepanjang rantai pasok.

27

DAFTAR PUSTAKA

Febrina A. 2012. Efisiensi Waktu Penanganan Tuna Dari Proses Pembongkaran Sampai Pengemaan pada Industri Tuna Segar dan Loin di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta. [Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Indrajit RE, R Djokopranoto. 2002. Konsep Manajemen Supply Chain. Cara Baru Memandang Mata Rantai Penyediaan Barang. Jakarta (ID) : Grasindo. Hardiana PK. 2009. Evaluasi Risiko Semi-Quantitatie Kadar Histamin Ikan Tuna

pada Proses Pembongkaran di Transit dan Pengolahan Produk Tuna Loin Beku. [Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Ismanthono HW. 2003. Kamus Istilah Ekonomi Populer. Jakarta (ID) : PT Kompas Media Nusantara.

[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2013. Kelautan dan Perikanan Dalam Angka 2013.Pusat Data, Statistik, dan Informasi. Jakarta (ID) : KKP. [KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan, Direktorat Pemasaran Luar Negeri. 2014. Pasar Tuna Global Saat ini (World Tuna Trade Conference, 21-22 Mei 2014 Bangkok-Thailand). Aviable from : http://www.wpi.kkp.go.id/. Accessed : 2014, October, 10.

Marimin, Maghfiroh N. 2010. Aplikasi Teknik Pengambilan Keputusan dalam Manajemen Rantai Pasok. Bogor (ID): IPB Press.

Mulyadi S. 2005. Ekonomi Kelautan. Jakarta (ID) : Rajagrafindo Persada.

Ilhami HA. 2013. Analisis Bahaya dan Titik Kendali Kritis pada Penanganan Tuna Loin Beku di PT AWIndo International. [Skripsi]. Jatinangor (ID): Universitas Padjadjaran.

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor PER.08/MEN/2012 tentang Kepelabuhanan Perikanan.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2013 tentang Perusahaan Umum (PERUM) Perikanan Indonesia.

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Perikanan.

Satria A. 2002. Pengantar Sosiologi Masyarakat Pesisir. Jakarta (ID): Pustaka Cisendo.

Siagian Y M. 2005. Aplikasi Supply Chain Management Dalam Dunia Bisnis. Jakarta (ID): Grasido.

Usman R. 2001. Aspek-aspek Hkum Perbankan Indonesia, Jakarta (ID) : PT Gramedia Pustaka Utama

Wibowo B, Kusrianto A. 2010. Menembus Pasar Ekspor, Siapa Takut. Jakarta (ID): PT Elex Media Komputindo.

Wicaksono D A. 2010. Analisis Strategi Rantai pasok Udang Vaname (Studi Kasus Petani Plasma Tambak Pandu Karawang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat). [Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

28

Lampiran 1 Sumberdaya fisik yang dimliki beberapa pelaku rantai pasok

Kantor PT AWIndo Intenational

Transit sheed di PPS Nizam Zachman Jakarta

Ruang proses frozen di PT AWIndo International Ruang proses fresh di PT

AWIndo International

Kontainer yang digunakan untuk mengekspor produk

Ikan tuna di dalam

29 Lampiran 2 Modifikasi penilaian check list

Uraian (Wicaksono 2010) Uraian (dimodifikasi) 1 Identifikasi tujuan pasar

komoditas-komoditas potensial (unggulan nasional dan unggulan daerah)

Identifikasi tujuan pasar produk ikan tuna

2 Identifikasi alur rantai pasokan komoditas-komoditas potensial

3 Identifikasi pelaku-pelaku usaha yang berperan dalam rantai pasokan

Identifikasi pelaku-pelaku usaha yang berperan dalam rantai pasok 4 Kondisi rantai pasokan pasar komoditas

yang ada telah efisien

5 Kondisi rantai pasokan pasar komoditas yang ada sudah transparan

6 Komunikasi antar pelaku dalam setiap tingkatan rantai pasokan telah berjalan dengan baik

Komunikasi antar pelaku dalam setiap tingkatan rantai pasok telah berjalan dengan baik

7 Pernah dilakukan survey pasar untuk mengetahui keinginan konsumen terhadap kualitas produk yang dihasilkan

Pernah dilakukan survey konsumenn akhir untuk mengetahui keinginan konsumen terhadap kualitas produk yang dihasilkan

8 Komoditas perikanan yang sudah dihasilkan sudah memenuhi keinginan konsumen baik harga, mutu, maupun kontinuitasnya

9 Pelaku usaha dalam setiap mata rantai pasokan telah menerima harga yang wajar/adil

Pelaku dalam setiap mata rantai pasok telah menerima harga yang wajar/ adil

10 Produk yang dihasilkan telah memiliki posisi tawar yang tinggi terhadap pedagang/tengkulak/pengumpul

11 Telah teridentifikasi Champion dalam setiap rantai pasokan

12 Sistem pembayaran dalam rantai pasokan sudah berjalan dengan baik (tidak merugikan produsen)

Sistem pembayaran dalam rantai pasok sudah berjalan dengan baik 13 Alur informasi produk/pasar telah

berjalan dengan baik dalam rantai pasokan

Aliran informasi produk/pasar telah berjalan dengan baik dalam rantai pasok

14 Sarana dan prasarana pasca panen kondisinya memadai

Tersedia sarana pembongkaran ikan

15 Proses distribusi produk dari produsen sampai ke konsumen telah berjalan dengan baik

Aliran produk dari produsen sampai ke konsumen telah berjalan dengan baik

16 Produsen/petani memahami konsumen sasaran komoditi yang diusahakan (ekspor, industri, supermarket, pasar induk, pasar tradisional)

Nelayan memahami sasaran komoditi yang diusahakan adalah ekspor

30

17 Menerapkan GAP/SOP budidaya dalam usaha tani menciptakan nilai tambah 18 Sistem pembagian harga/margin ada

pola kemitraan

19 Dalam hubungan efektif antar pelaku tersedia tenaga pendamping

20 Kebijakan untuk mendorong investasi 21 Peraturan-peraturan bersifat diinvestasi

(pungutan, retribusi)

22 Tersedianya SDM petani Tersedianya SDM nelayan

23 Tersedianya SDM penyuluh di lokasi Tersedianya SDM di transit sheed

24 Ada SDM pendamping dari mitra (TPK)

Tersedianya SDM di PT AWIndo 25 Prasarana kondisi jalan usaha tani :

Rusak Sedang Bagus

Tersedianya prasarana jalan di pelabuhan

26 Prasarana jalan ke usaha tani : Trailer

Truk Pick up Container

Kendaraan angkut menuju perusahaan menggunakan pendingin

27 Tersedia prasarana pasar : Tersedia Tempat pelelangan ikan Tempat pelelangan ikan

Sub tempat pelelangan ikan Pasar penampung sementara

28 Ada prasarana coldstorage Ada prasarana coldstorage 29 Ada prasarana jaringan telepon Ada prasarana jaringan telepon 30 Ada prasarana jaringan listrik Ada prasarana jaringan listrik 31 Tersedia kios saprodi

32 Ada kelembagaan kelompok tani Ada kelembagaan pemerintah 33 Tersedia kelembagaan institusi

perikanan

34 Tersedia kelembagaan institusi penyuluhan

35 Tersedia kelembagaan institusi penelitian

36 Tersedia kelembagaan pembiayaan 37 Tersedia koperasi petani

38 Tersedia sistem penyebaran informasi jaringan komunikasi :

Tersedia sistem penyebaran informasi jaringan komunikasi Telepon

Media cetak Internet TV Radio

31 39 Tersedia sistem informasi pasar Tersedia sistem informasi pasar 40 Sosial budaya kearifan lokal /adat yang

mendukung

41 Tersedianya sosial budaya, organisasi sosial masyarakat

42 Tersedianya sistem keamanan lingkungan

Tersedianya sistem keamanan produk

32

Dokumen terkait