• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

1.2 Transit Sheed

tangkapannya pada kapal lain. Apabila kapal tersebut mendaratkan hasil tangkapan, akan membutuhkan biaya yang lebih mahal. Sehingga kapal tersebut akan menitipkan hasil tangkapannya ke kapal lain sementara kapal tersebut mencari fishing ground lain agar hasil tangkapannya memenuhi palka. Sementara kapal yang dititipkan hasil tangkapan, akan mendaratkan hasil tangkapan di PPS Nizam Zachman Jakarta. Pada saat ikan diberikan kepada kapal pengangkut dikenakan biaya penitipan. Kapal pengangkut mengangkut ikan dari beberapa kapal. Setelah palka kapal pengangkut terisi, kapal akan melakukan bongkar hasil tangkapan di PPSNZJ.

1.2 Transit Sheed

Kapal pengangkut membongkar hasil tangkapan di transit sheed. Transit menyediakan jasa bongkar ikan. Ada enam transit sheed yang khusus melayani bongkar ikan tuna di PPS Nizam Zacman Jakarta, yaitu transit 2, transit 9, transit 16, transit 17, transit 21, transit 26. Biasanya nelayan pemilik atau yang biasa disebut dengan pemilik ikan sudah berlangganan di transit tertentu. Jadi setiap bongkar, tentunya pemilik ikan akan selalu bongkar di transit langganan. Selain pemilik ikan, para pembeli termasuk PT AWIndo juga mempunyai transit langganan. PT AWIndo banyak memasok ikan dari transit 16. Jadi setiap ada bongkar ikan di transit langganan tentu PT AWIndo akan membeli sesuai dengan jumlah kebutuhan. Jumlah pasokan ikan tuna perhari rata-rata 200 ekor. Apabila dalam satu transit tidak mendapatkan pasokan 200 ekor, maka PT AWIndo akan memasok ikan dari transit yang lainnya.

Proses penerimaan bahan baku ikan tuna di transit sheed dibagi menjadi beberapa tahap yaitu :

1) Pembongkaran ikan tuna

Pembongkaran ikan tuna dilakukan pada pagi hari jam 08.00 sampai 14.00 WIB. Kapal yang akan bongkar sudah merapatkan kapalnya ke tempat pembongkaran.. Pembongkaran ikan tuna dilakukan dengan mengggunakan bantuan katrol. Proses pengangkatan hasil tangkapan dari palka dipindahkan ke bagian geladak. Kemudian ikan tuna satu persatu dipindahkan ke transit sheed. 2) Pemindahan ikan tuna ke transit sheed

Pemindahan ikan tuna dari kapal menuju transit dilakukan dengan menggunakan papan peluncur dan atap terpal untuk melindungi ikan agar tidak terkena cahaya matahari secara langsung.

3) Sortasi

Sortasi ikan tuna dilakukan untuk memilih ikan tuna segar yang memenuhi kualitas ekspor. Proses sortasi dilakukan secara organoleptik (penampakan, kulit, mata, tekstur, dan kekenyalan daging, serta warna daging). Proses sortasi dilakukan oleh pekerja yang telah mengerti dan memahami kualitas ikan tuna yang memenuhi kualitas ekspor (Ilhami 2013). Proses sortasi dilakukan oleh pemilik ikan dan karyawan perusahan yang akan memasok ikan tuna. Hal ini dilakukan untuk memastikan grade dari ikan tuna.

Ada dua karyawan dari PT AWIndo yang bertugas untuk menentukan grade

ikan tuna sebelum dibeli oleh PT AWIndo. Satu orang bertugas untuk menentukan

grade ikan tuna dan satu orang lainnya bertugas mencatat ikan tuna yang dibeli oleh PT AWIndo. Karyawan yang bertugas untuk menentukan grade ikan tuna sebelum dibeli disebut dengan checker. Checker menentukan grade ikan tuna

13 dengan menggunakan alat yang disebut coring tube. Caranya dengan menusukkan

coring tube ke sampel daging bagian ekor dan belakang sirip ventral. Hal ini dilakukan supaya tidak terjadi kerusakan pada ikan tuna dan menghindari kesalahan penentuan grade. Perbedaan grade menurut Hardiana (2009) dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3 Perbedaan klasifikasi kualitas mutu (grade) ikan tuna

Karakteristik Grade A Grade B Grade C Grade D Mata Bersih, terang,

dan menonjol Bersih, terang, dan menonjol Bersih, agak keruh, dan agak tenggelam Mata keruh dan tenggelam Kulit Kulit normal,

warna bersih, dan cerah Kulit normal, warna bersih, dan sedikit lendir Kulit sedikit terkelupas, warna bersih, dan berlendir Kulit mulai tidak normal (terkelupas), dan berlendir Bau Bau ikan segar Bau ikan segar Bau ikan

kurang segar dan ada bau lain

Bau ikan tidak segar, dan ada bau lain Tekstur daging Keras, kenyal, elastis (bigeye), lebih lembut dan elastis (yellow fin), jaringan daging tidak pecah Agak kenyal dan elastis, jaringan daging tidak pecah Agak lunak, kurang elastis, jaringan daging agak sedikit pecah Lunak, jaringan daging pecah

Warna daging Warna daging merah tua seperti bunga mawar (bigeye), warna daging merah seperti darah segar atau buah semangka (yellow fin),

yake tidak ada

Warna daging merah agak terang, ada sedikit yake Warna daging kurang merah, ada yake Warna daging merah pudar agak kecoklatan, ada yake

Kondisi ikan Penampakan bagus dan utuh, tidak ada kerusakan fisik

Penampakan bagus dan utuh, tidak ada kerusakan fisik Ikan tidak utuh (ada sedikit cacat) Terjadi kerusakan fisik padaa tubuh ikan (daging sobek) Sumber : Hardiana (2009)

Ikan tuna yang sudah dipilih langsung diangkut menggunakan mobil pengangkut menuju perusahaan. Pembayaran dilakukan setelah ikan dibawa ke perusahaan. Pada saat checker memilih ikan, checker mencatat jumlah ikan dan

14

grade ikan yang akan dibeli. Checker kemudian memberikan nota kepada pemilik ikan atas sejumlah ikan yang telah dibeli. Nota tersebut nantinya dijadikan sebagai bukti bahwa perusahan telah membeli ikan sejumlah yang ada di nota. Pemilik ikan datang ke kantor perusahan untuk menerima pembayaran.

1.3 PT AWIndo International

PT AWIndo International merupakan pelaku rantai yang melakukan kegiatan mengolah bahan baku ikan tuna menjadi produk selanjutnya (seperti loin, saku, cube, steak, dan groundmeat). PT AWIndo International memasok ikan tuna dari beberapa transit yang ada di PPS Nizam Zachman Jakata. Jenis ikan tuna yang sering dipasok yaitu ikan tuna jenis yellowfin(Thunnus albacares),albacore (Thunnus alalunga), dan bigeye (Thunnus obesus). Sebagian besar produk dari PT AWIndo International dipasarkan melaui buyer atau agen-agen luar negeri. Negara yang sering membeli produk dari PT AWIndo International yaitu Eropa, Amerika, Canada, Jepang, Korea, China, Rusia, dan Vietnam. Ada beberapa produk yang diproduksi oleh PT AWIndo International. Produk yang ada di PT AWIndo International disajikan pada Tabel 4.

Tabel 4 Produk di PT AWIndo International Jenis ikan Jenis produk

Tuna Tuna loin CO, tuna loin natural, steak tuna CO, ground meat, tuna CO groundmeat, tuna CO chunk, tuna cube, tuna saku CO (saku A1, saku A2, saku A3)

Oilfish Oil fish fillet skin less, oilfish fillet skin on, oilfish rough skin steak skin on, oilfish HGT

Swordfish Swordfish DWT On

Marlin Marlin loin skin less, marlin loin skin on Blueshark

Wahoo Mahi-mahi

Blueshark steak on bone on Wahoo

Mahi-mahi

Sumber : PT AWIndo International (2014)

Beberapa produk yang diproduksi oleh PT AWIndo International disajikan pada Gambar 4.

Tuna saku dalam kemasan

Tuna cube dalam kemasan

15

Ground meat Tuna steak dalam kemasan

Albacore loin skin less

Loin tuna skin on Tuna loin dalam kemasan Blueshark steak skin on bone on

Marlin loin skin less Marlin loin skin on Marlin loin skinless Gambar 4 Beberapa produk yang diproduksi oleh PT AWIndo International

1.4 Trio Eagle Logistik

Trio Eagle Logistik merupakan perusahaan yang bergerak di bidang

freight forwarder. Freight forwarder merupakan suatu usaha perusahaan perdagangan jasa pengelola muatan yang bertindak selaku atau atas nama pemilik barang (shipper) serta memberikan konsultasi dalam penentuan jalur dan biaya pengangkutan. Freight forwarder melakukan kegiatan yang berhubungan dengan perdagangan pengurusan bea dan cukai, pemeriksa atas barang dengan melakukan pungutan yang diperlukan. Freight forwarder biasanya akan menunjukkan kepada para penggunanya, pilihan-pilihan yang paling menguntungkan mengenai pelabuhan muat, pelabuhan tujuan, jenis kapal, rute tarif, dan jasa lain dalam pengiriman barang serta imbalan atau balas jasa sesuai perjanjian (Ismantho HW 2003). Trio Eagle Logistik menyediakan jasa kontainer. PT AWIndo menggunakan jasa kontainer dari Trio Eagle Logistik untuk mengirim produk ke negara-negara tujuan.

16

1.5 Agen Luar Negeri

Agen luar negeri atau buyer memesan produk di PT AWIndo International sesuai dengan permintaaan pasar. Komunikasi antara buyer danpihak PT AWIndo dilakukan melalui internet. PT AWIndo menawarkan jenis dan spesifikasi produk, tetapi agen luar negeri juga bisa memesan produk sesuai dengan permintaan pasar. Dalam hal ini dilakukan tawar menawar mengenai harga, jenis produk, dan ukuran produk. Apabila kedua belah pihak sudah sepakat maka pemesanan oleh agen luar negeri langsung disiapkan oleh PT AWIndo International sesuai dengan jadwal pengiriman. Ada beberapa agen luar negeri yang membeli produk yang ada di PT AWIndo. Salah satu agen luar negeri atau buyer yaitu Hilo Fish Company yang berasal dari Amerika.

1.6 Supermarket

Setelah membeli produk dari PT AWIndo International, ada agen luar negeri yang langsung mendistribusikan ke supermarket dan ada yang masih mengolah lagi produk yang sudah dibeli dari PT AWIndo Internasional. Supermarket membeli produk dari agen luar negeri dan kemudian menjualnya kepada konsumen akhir. Di Supermarket inilah terjadi kegiatan jual beli. Konsumen luar negeri bisa langsung membeli produk yang nantinya akan dikonsumsi.

1.7 Konsumen

Setelah melalui rantai yang panjang, tentunya tujuan akhir suatu produk adalah konsumen. Konsumen merupakan pelaku terakhir dari rantai pasok. Konsumen dari produk ini adalah konsumen yang berada di negara Eropa, Amerika, Canada, Jepang, Korea Selatan, China, Rusia, dan Vietnam.

2 Sasaran Rantai

Sasaran rantai membahas mengenai sasaran pasar. Sasaran pasar untuk ikan tuna adalah pasar ekspor. Ikan tuna yang telah ditangkap dibagi menjadi

grade tertentu. Ikan tuna grade A umumnya adalah ikan tuna yang memiliki kualitas yang paling baik. Ikan Tuna grade A ini biasanya langsung diekspor ke negara Jepang melalui transit sheed. Sedangkan ikan tuna yang mempunyai grade

B,C,D biasanya masuk ke perusahaan untuk diolah agar menambah nilai kualitasnya. Di PT AWIndo International, ikan tuna yang dipasok biasanya ikan tuna yang mempunyai grade B, C, dan D. Ikan-ikan tersebut kemudian diolah. Setelah diolah, ikan yang awalnya mempunyai grade B bisa berubah menjadi

grade A. Contoh produk yang ada di PT AWIndo yaitu tuna loin, tuna chunk, tuna

groundmeat, tuna saku, tuna cube, marlin, oilfish, swordfish, dan mahi-mahi. PT AWIndo International sudah memiliki tujuan pasar dari produk-produk yang dihasilkan. Negara yang sering menjadi tujuan pasar yaitu Eropa (Rusia, Italia), Amerika, Asia (Jepang, Korea Selatan, China, Israel, dan Vietnam). Namun, PT AWIndo belum melakukan survey pasar untuk mengetahui keinginan konsumen akhir terhadap produk-produk yang dihasilkan. Selama ini, PT AWIndo membuat produk sesuai dengan permintaan dari buyer atau agen luar negeri. Ada karakteristik jenis produk ikan tuna yang dibeli buyer atau agen luar dari setiap negara. Karakteristik produk yang dibeli masing-masing negara disajikan pada Tabel 5 .

17 Tabel 5 Karakteristik produk yang dibeli oleh setiap negara

Negara Karakteristik produk Eropa Grade A : steak & loin

Amerika Grade B : steak, loin, cube, ground meat Jepang Grade A : steak & loin

Rusia Grade B : fillet, loin, steak China Grade B : fillet, loin, steak

Vietnam Krimson

Korea Fillet

Israel Loin natural

Sumber : PT AWIndo International (2014)

Tabel 5 menjelaskan mengenai produk yang paling banyak dipesan dari masing-masing negara. Namun tidak hanya produk itu saja yang selalu dibeli oleh masing-masing negara. Pemesanan produk oleh buyer atau agen luar negeri kepada PT AWIndo International berdasarkan permintaan pasar di negara masing-masing.

Dalam mengekspor produk-produk ikan tuna, ada beberapa persyaratan yang harus dipersiapkan oleh suatu industri pengolahan. Persyaratan Pasar Amerika Serikat untuk produk frozen tuna (KKP 2014) yaitu :

1) Setiap perusahaan yang mengekspor produk tuna beku dan tuna kaleng harus mengisi NOAA Form 370 Fisheries Certificate of Origin dan disampaikan kepada U.S. Customs and Border Protection (CBP). Form ini tidak disyaratkan kepada fresh tuna.

2) Sejak 13 Juli 2013 telah berlaku efekti Dolphin Safe labeling regulations.

3) Setiap perusahaan harus mengisi Harmonized tariff Schedule for selected tuna and tuna products

4) HACCP Certificate sesuai dengan 123.12 special requirements for imported products

5) Importer verification

6) Health certificate atau Sertifikat Kesehaatan

7) Sertifikat pendukung lainnya sebagai extra guarantee bisa seperti BRC and/or IFS certification dll.

Persyaratan pasar Uni Eropa untuk produk fresh dan frozen tuna (KKP 2014) yaitu :

1) Harus merupakan Approved Country Establishments

2) Produk harus dilengkapi dengan catch certificate atau Sertifikat Hasil Tangkapan Ikansebagai bukti pendukung combat illegal fishing

3) Kandungan bakterial harus memenuhi persyaratan sebagaimana Regulation (EC) No 2073/2005.

4) Contamination restricted and tested . Produk tuna pada umumnya harus diuji sebelum dikapalkan, dimungkinkan diuji di laboratorium buyer atau yang ditunjuk oleh buyer. Jenis uji heavy metals lead, cadmium, mercury; dioxins.

5) Memiliki food safety certification yang merupakan implementasi HACCP dan sertifikat pendukung lainnya sebagai extra guarantee bisa seperti BRC and/or IFS certification

18

7) Eco-labelled fishery products sebagai sertifikat pendukung. Seperti MSC (Marine Stewardship Council) sebagai major certification scheme.

Persyaratan Pasar Jepang untuk produk fresh dan frozen tuna (KKP 2014) yaitu :

1) Import approval atau persetujuan impor 2) Certificate of statistics

3) Fishing certificate atau Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan 4) Certificate of re-export to obtain acknowledgment by customs. 5) Memenuhi syarat-syarat food safety act dan lulus test inspection.

3 Sumberdaya Rantai

Sumberdaya laut Indonesia sangat melimpah. Sumberdaya ikan tuna masih bisa dimanfaatkan dengan baik. Pengembangan usaha perikanan tuna masih sangat potensial. Sumberdaya yang digunakan dalam rantai pasok ini adalah ikan tuna. Sumberdaya rantai dalam rantai pasok ikan tuna terdiri dari sumberdaya fisik, sumberdaya teknologi, dan sumberdaya manusia. Sumberdaya fisik yang ada dalam lingkup rantai pasok ikan tuna adalah sumberdaya fisik yang dimiliki oleh para pelaku rantai pasok meliputi kapal dan alat tangkap longline, gedung

transit sheed, kantor dan ruang proses PT AWIndo International, sarana angkut ikan, serta jalan transportasi (Lampiran 1). Kelemahan sumberdaya fisik yang ada pada rantai pasok ikan tuna adalah sarana angkut yang digunakan dari

transit sheed menuju ke PT AWIndo International. Sarana angkut yang digunakan tidak ada pendingin, namun hanya menggunakan truk beratap terpal. Walaupun jarak dari transit sheed menuju PT AWIndo relatif dekat, seharusnya sarana pengangkut menggunakan pendingin agar rantai dingin ikan tuna tetap terjaga.

Sumberdaya teknologi berhubungan dengan penerapan teknologi untuk menciptakan produk ikan tuna yang bermutu baik. PT AWIndo International sudah menerapkan sistem keamanan produk perikanan dalam memenuhi persyaratan International dan Indonesia pada sistem mutu HACCP atau Manajemen Keamanan Pangan yaitu :

1) USFDA (US Food and Drug Administration), digunakan untuk menembus pasar Amerika

2) UE Regulation 852/2004 and UE Guidance Document on Implementation of HACCP digunakan untuk menembus pasar Uni Eropa

3) ISO 22000, merupakan sistem manajemen keselamatan pangan yang diterapkan dalam produk pangan

4) KEP 01/MEN/2007 tentang Persyaratan Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan pada Proses Produksi, Pengolahan, dan Distribusi

Sistem keamanan produk ini digunakan untuk memenuhi persyaratan ekspor dan permintaan pembeli. Dalam mendukung penerapan teknologi, PT AWIndo memiliki beberapa fasilitas yang disediakan. Fasilitas yang ada di PT AWIndo International disajikan pada Tabel 6.

19 Tabel 6 Fasilitas yang ada di PT AWIndo International

Fasilitas Jumlah

Cold storage 3

Air Blast Freezer 3

Chiling room 1 Mesin vacum 6 Mesin bensol 8 Mesin Skinless 1 Mesin groundmeat 1 Mobil ikan 6 Mobil dinas 6

Sumber : PT AWIndo International (2014)

Sumberdaya manusia yang terlibat dalam rantai pasok ikan tuna adalah sumberdaya manusia yang ada pada pelaku rantai pasok. Ada banyak nelayan pemilik kapal yang menjual ikan ke PT AWIndo International. Nelayan pemilik kapal mempunyai beberapa kapal longline. Dalam mengoperasikan kapal longline ada 15 sampai 20 ABK. Dalam setiap transit sheed memiliki karyawan berjumlah 20 sampai 30 pekerja. Sedangkan jumlah karyawan di PT AWIndo sekitar 200 orang. Sumberdaya manusia yang ada pada setiap pelaku rantai pasok sangat mendukung keberlangsungan aktifitas rantai pasok ikan tuna.

4 Manajemen Rantai

Manajemen rantai membahas dua aspek yaitu sistem transaksi dan pemilihan mitra.

4.1 Sistem Transaksi

Sistem transaksi yang diterapkan PT AWIndo International dengan buyer

atau agen luar negeri adalah pembayaran ekspor with L/C usance bagi pembeli baru dan Telegraphic Transfer (TT) bagi pelanggan yang sudah lama. Letter of credit atau L/C adalah cara pembayaran berupa kesanggupan membayar dari bank penerbit kepada bank penerima, yang pembayarannya hanya dapat dilakukan oleh bank penerbit jika penerima menyerahkan kepada bank penerbit dokumen-dokumen yang sesuai dengan persyaratan pada L/C (Wibowo B dan Adi Kusrianto 2010). Pembayaran ekspor with L/C usance dilakukan pada jangka waktu tertentu, biasanya 45 hari terhitung dari tanggal penerbitan bill of lading. Maka bank penerbit akan membayar ke eksportir setelah 45 hari dari tanggal bill of lading. Pada pembayaran TT, pembeli membayar secara tunai atau melakukan

telegraphic transfer kepada eksportir, sebelum atau sewaktu barang dimuat. Sistem transaksi yang diterapkan PT AWIndo International dengan pemasok atau nelayan pemilik yaitu dengan menggunakan giro. Giro adalah sarana pembayaran, yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan mempergunakan warkat perintah pembayaran, seperti cek, bilyet giro, atau sarana perintah pembayaran lainnya (Usman 2001). Nelayan pemilik diberi cek pada saat PT AWIndo memasok ikan di transit sheed. Dalam rentan waktu maksimal dua minggu nelayan pemilik datang ke kantor PT AWIndo International untuk menerima giro. Setelah menerima giro maka uang pembayaran dapat dicairkan.

20

4.2 Pemilihan Mitra

Pemilihan mitra dalam rantai pasok ikan tuna bertujuan untuk menjalin terciptanya kerjasama yang saling menguntungkan. Hubungan antara manufaktur dengan supplier mempunyai keuntungan bagi kedua belah pihak. Manufaktur dalam rantai pasok ini adalah PT AWIndo International sudah memiliki perjanjian atau kontrak dengan supplier yaitu nelayan pemilik, sehingga terdapat kepastian harga produk untuk nelayan sebagai supplier. Sehingga kedua belah pihak dapat menerima harga yang adil. Syaratnya PT AWIndo harus memasok ikan dari pemasok setiap ada kegiatan bongkar ikan. Pemilihan mitra ditentukan dengan melihat pihak mana yang mampu memproduksi sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan, penawaran harga yang sesuai, kerjasama yang baik dalam jangka panjang, dan mempunyai pembeli yang sama dengan PT AWIndo International. Selain bekerjasama dengan pelaku rantai pasok, PT AWIndo International juga bekerjasama dengan beberapa perusahaan dalam mendukung pembuatan produk ikan tuna. Beberapa perusahaan yang bekerjasama dengan PT AWIndo International dalam mendukung pembuatan produk disajikan pada Tabel 7.

Tabel 7 Daftar Perusahaan yang Bekerjasama dengan PT AWIndo International

Nama Perusahaan Jenis Produk

PT Dwipa Plastik vacum

PT Langgeng Plastik PE

PT Petra Erka Perkasa Karton

PT Putra Agung Kreasi Karton

PT Ketapang Kimia Bahan-bahan kimia

PT Tiragas CO

Sumber : PT AWIndo International (2014)

5 Proses Bisnis Rantai

Proses bisnis rantai ditinjau berdasarkan aspek hubungan proses bisnis antar anggota rantai pasok dan pola distribusi.

5.1 Hubungan Bisnis Antara Pelaku Rantai Pasok

Hubungan antara anggota rantai pasok dalam aktifitas bisnisnya adalah hubungan bisnis yang menyatukan pemasok, pegusaha, distributor, retail, pengecer, hingga konsumen akhir dalam alur sebuah rantai pasok untuk dapat menghasilkan suatu produk (ikan tuna) dan mendistribusikan produk tersebut dengan jumlah yang tepat, waktu yang tepat, kualitas yang baik, dan dengan biaya yang efisien untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Kekuatan dari hubungan bisnis antar pelaku rantai pasok adalah hubungan bisnis yang terjalin baik antar pelaku rantai pasok. Hubungan bisnis yang tejalin baik antar pelaku pasok terjadi karena para pelaku rantai pasok telah mengenal cukup lama antar pelaku rantai pasok. Sehingga sudah saling percaya dan hubungan bisnis terjalin dengan baik dan lancar.

Hubungan bisnis yang terjadi di dalam rantai pasok ikan tuna ditinjau dari proses pull/push. Pada proses tarik (pull), proses dilakukan untuk merespon pesanan konsumen, kemudian proses dorong (push), proses dilakukan untuk mengantisipasi pesanan konsumen yang akan datang (Marimin dan Maghfiroh 2010). Keuntungan proses pull adalah penjual dapat mengurangi biaya dan

21 mengurangi produk yang menumpuk akibat kelebihan stok. Sedangkan pada proses push, penjual berusaha menyediakan produk di gudangnya guna mengantisipasi datangnya pesanan dari pembeli. Sehingga dapat melayani pesanan konsumen dengan cepat. Hubungan bisnis yang terjadi dalam rantai pasok ikan tuna di PT AWIndo International dapat dilihat pada Gambar 5.

Gambar 5 Skema hubungan bisnis di dalam rantai pasok

5.2 Pola Distribusi

5.2.1 Aliran Produk

Supply chain management, mengutamakan arus barang antar perusahaan, mulai dari awal kegiatan sampai produk akhir, sedangkan orientasinya atas dasar kerjasama dan mengusahakan hubungan serta koordinasi antar proses dari perusahaan mitra guna menunjang kegiatan proses sampai ke tangan konsumen (Siagian MY 2005). Produk yang didistribusikan dalam rantai pasok adalah ikan tuna yang berkualitas. Proses distribusi diawali dengan kegiatan operasi penangkapan oleh nelayan buruh. Selanjutnya hasil tangkapan didaratkan dan bongkar di transit sheed di PPSNZJ. Kemudian nelayan pemilik menjual ikan tuna ke PT AWIndo International. Pada saat di transit sheed, pemilik ikan dan pegawai dari PT AWIndo International ikan tuna melakukan sortasi dan grading.

Dokumen terkait