Simpulan
Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Pola konsumsi rumah tangga di Kabupaten Bogor memiliki urutan mulai dari yang banyak dikonsumsi adalah ikan-telur-unggas-susu-daging untuk semua golongan pendapatan. Semakin tinggi golongan pendapatan maka semakin besar nilai proporsi konsumsi dan proporsi pengeluarannya. Total kecukupan konsumsi setara protein hewani masyarakat di Kabupaten Bogor pada tahun 2012 sebesar 10.24 gr/kapita/hari dan masih berada di atas target konsumsi pangan protein hewani
2. Elastisitas harga sendiri pangan sumber protein hewani yang diteliti memiliki sifat inelastis untuk semua golongan pendapatan. Nilai elastisitas harga terbesar dimiliki oleh ikan dan elastisitas harga terkecil dimiliki oleh daging jenis ruminansia. Elastisitas silang menunjukkan bahwa secara keseluruhan komoditi pangan sumber protein hewani memiliki hubungan komplementer. Nilai elastisitas pengeluaran pangan sumber protein hewani merupakan barang normal. Semakin tinggi golongan pendapatannya maka nilai elastisitas pengeluarannya semakin stabil.
3. Kenaikan harga daging sapi menyebabkan permintaan terhadap komoditi pangan sumber protein hewani lainnya menurun. Selain itu, semakin meningkatnya harga daging sapi maka kecukupan konsumsi setara protein hewani masyarakat semakin berkurang. Apabila harga daging sapi naik sebesar 5.5 persen maka konsumsi protein hewani masyarakat turun menjadi 9.92 gr/kapita/hari dan 9.67 gr/kapita/hari pada kenaikan harga 9.7 persen. Nilai tersebut berada di atas target pemerintah sebesar 7.2 gr/kapita/hari. Ketika harga daging sapi naik sebesar 50.8 persen, kecukupan konsumsi masyarakat bernilai 7.25 gr/kapita/hari dan memiliki nilai yang sama dengan target konsumsi pangan protein hewani yang ditetapkan oleh pemerintah. Akibatnya, kenaikan harga sebesar 50.8 persen menjadi batas maksimum pemerintah dalam menaikkan harga daging sapi untuk dapat memenuhi target konsumsi protein hewani. Implikasinya, jika pemerintah menaikkan harga lebih tinggi dari 50.8 persen maka kecukupan konsumsi masyarakat berada dibawah target pemerintah dan dapat berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat.
26
Saran
Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian adalah sebagai berikut:
1. Kepada pemerintah yaitu dengan adanya peningkatan harga daging sapi dapat mempengaruhi daya beli masyarakat terhadap pangan sumber protein hewani sehingga pemerintah diharapkan dapat mengontrol harga pangan sumber protein hewani supaya target konsumsi pangan protein hewani dapat tercapai. Pemerintah dapat mengontrol harga daging sapi salah satunya dengan memperluas peran Bulog.
2. Pemerintah diharapkan dapat menjaga agar kenaikan harga daging sapi tidak lebih dari 50.8 persen untuk dapat mencapai target konsumsi pangan protein hewani.
3. Pemerintah juga diharapkan dapat mengendalikan permintaan dan penawaran terhadap pangan sumber protein hewani agar konsumsi masyarakat dapat lebih stabil dan merata. Pengendalian tersebut dapat dilakukan dengan memperkuat produksi domestik dengan upaya mempermudah akses pembiayaan dan pemberian insentif bagi peternak, membenahi infrastruktur distribusi, serta mengembangkan riset di bidang teknologi dan meningkatkan transparansi dalam mekanisme impor.
27
DAFTAR PUSTAKA
Anindita, R. 2008. Pendekatan Ekonomi untuk Analisis Harga. Jakarta (ID): Kencana Prenada Media Group.
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2013. Persentase pengeluaran rata-rata per kapita sebulan menurut kelompok barang, Indonesia, 1999, 2002-2013. Jakarta (ID): BPS RI.
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2013. Jawa Barat dalam angka 2013. Bandung (ID): BPS Provinsi Jawa Barat.
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2013. Kabupaten Bogor dalam angka 2013. Bogor (ID): BPS Kabupaten Bogor.
Deaton A, Muellbauer J. 1980. An almost ideal demand system. The American
Economic Review. 70(3): 312-325.
[Ditjennak dan Keswan] Direktoral Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2011. Rencana strategi, direktoral jendral peternakan dan kesehatan hewan 2010-2014 [internet]. [waktu dan tempat pertemuan tidak diketahui]. Jakarta (ID): Ditjennak dan Keswan, hlm 1-58; [diunduh pada 2014 Maret 1]. Tersedia pada: http://ditjennak.deptan.go.id/download.php-file-renstra-setditjen.pdf.
[DPR RI] Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. 1999. UU perlindungan konsumen[internet]. [waktu dan tempat pertemuan tidak diketahui]. Jakarta (ID): DPR RI, hlm 1-54; [diunduh pada 2014 Maret 1]. Tersedia pada: http://www.esdm.go.id/prokum/uu/1999/uu-8-1999.pdf.
Eakins JM, Gallagher LA. 2003. Dynamic almost ideal demand systems: an empirical analysis of alcohol expenditure in Ireland. Applied Economics, 35(9), pp1025-1036.
Jabarin AS, Al-Karablieh EK. 2011. Estimating the fresh vegetables demand system in Jordan: a linear approximate almost ideal demand system. Journal of
Agricultural Science and Technology. 5(3): 322-331.
Jiumpanyarach W. 2011. Estimation of demand system in an AIDS model: The opportunity of exporting thai agricultural products. European Journal of
Business and Economics. 5: 63-67, 2013.
[Kemendag] Kementerian Perdagangan. 2013. Peraturan menteri perdagangan Nomor 46/M-DAG/PER/8/2013 tentang ketentuan impor dan ekspor hewan dan produk hewan [internet]. [waktu dan tempat pertemuan tidak diketahui]. Jakarta (ID): Sekertariat Jederal Kementerian Perdagangan, hlm 1-41; [diunduh pada 2014 Februari 28]. Tersedia pada: http://www.kemendag.go.id/files/regulasi/2013/08/30/46m-dagper82013-id-1378131055.pdf.
[Kemendag] Kementerian Perdagangan. 2014. Tabel harga kebutuhan pokok nasional [internet]. Jakarta (ID): Kemendag; [diunduh 2014 Feb 7]. Tersedia pada: http://www.kemendag.go.id/id/economic-profile/prices/national-price-table. [Kementan] Kementerian Pertanian. 2010. Peraturan Menteri Pertanian nomor:
19/Permentan/OT.140/2/2010 tentang pedoman umum program swasembada daging sapi 2014 [internet]. [waktu dan tempat pertemuan tidak diketahui]. Jakarta (ID): Kementan, hlm 1-56; [diunduh pada 2014 Maret 1]. Tersedia pada:http://ews.kemendag.go.id/download.aspxfile-permentan19_2010.pdf. Nicholson, W. 2002. Mikroekonomi Intermediate dan Aplikasinya; Edisi Kedelapan.
28
Nugraha A. 2001. Diversifikasi pangan pokok di Indonesia: penerapan model almost ideal demand system untuk permintaan pangan pokok [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Rahardja P, Manurung M. 2006. Teori Ekonomi Mikro; Suatu Pengantar, Edisi Ketiga. Jakarta (ID): Universitas Indonesia.
Rismayanthi, C. 2011. Perhitungan nilai kalori bahan makanan (calory intake/energy input) [internet]. [waktu dan tempat pertemuan tidak diketahui]. hlm 1-18; [diunduh pada 2014 Februari 28]. Tersedia pada: http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/perhitungan-nilai-kaori-bahan-makanan-Compatibility-Mode.pdf.
Suyatno. 2010. Daftar komposisi bahan makanan (DKBM) Indonesia [internet];hlm 1-25; [diunduh pada 2014 Februari 28]. Tersedia pada: http://suyatno.blog.undip.ac.id/files/2010/04/DKBM-Indonesia.pdf.
Tash M, Shahraki J, Jangi SN. 2012. Estimating the almost ideal demand system model for rural households in Iran. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences. 2(8): 344-355.
29 Lampiran 1 Perintah (editor) membuat model AIDS dalam program SAS
Data sasolah;set work.sasolah; proc syslin SUR;
a: model w1 = lnP1 lnP2 lnP3 lnP4 lnP5 lnyi lnart D1 D2; b: model w2 = lnP1 lnP2 lnP3 lnP4 lnP5 lnyi lnart D1 D2; d: model w4 = lnP1 lnP2 lnP3 lnP4 lnP5 lnyi lnart D1 D2; e: model w5 = lnP1 lnP2 lnP3 lnP4 lnP5 lnyi lnart D1 D2; srestrict a.lnP1+ a.lnP2 + a.lnP3+ a.lnP4+ a.lnP5 = 0; srestrict b.lnP1+ b.lnP2 + b.lnP3+b.lnP4+ b.lnP5 = 0; srestrict d.lnP1+ d.lnP2 + d.lnP3+d.lnP4+ d.lnP5 = 0; srestrict e.lnP1+ e.lnP2 + e.lnP3 +e.lnP4+ e.lnP5 = 0; srestrict a.lnP2 = b.lnP1;
srestrict a.lnP4 = d.lnP1; srestrict a.lnP5 = e.lnP1; srestrict b.lnP4 = d.lnP2; srestrict b.lnP5 = e.lnP2; srestrict d.lnP5 = e.lnP4; weight wert;
run;
proc sort data = sasolah; by D1 D2;
proc summary data = sasolah; by D1 D2;
var w1 w2 w3 w4 w5; weight wert;
output out = aa1 mean=; proc print data = aa1; run;
proc summary data = sasolah; var w1 w2 w3 w4 w5;
weight wert;
output out = aa1 mean=; proc print data = aa1; run;
30
Lampiran 2 Estimasi regresi permintaan pangan protein hewani dengan model AIDS (output SAS)
The SAS System The SYSLIN Procedure
Seemingly Unrelated Regression Estimation Cross Model Covariance
A B D E A 1.37567 0.0501 -0.3700 -0.7372 B 0.05015 12.1550 -1.6708 -3.3372 D -0.37000 -1.6708 22.2519 -5.3905 E -0.73716 -3.3372 -5.3905 19.3583
Cross Model Correlation
A B D E A 1.00000 0.01226 -0.06687 -0.14285 B 0.01226 1.00000 -0.10159 -0.21755 D -0.06687 -0.10159 1.00000 -0.25972 E -0.14285 -0.21755 -0.25972 1.00000
Cross Model Inverse Correlation
A B D E A 1.03459 0.04072 0.12226 0.18840 B 0.04072 1.08167 0.18792 0.28994 D 0.12226 0.18792 1.11782 0.34867 E 0.18840 0.28994 0.34867 1.18055
Cross Model Inverse Covariance
A B D E A 0.752063 0.009958 0.022097 0.036508 B 0.009958 0.088990 0.011426 0.018902 D 0.022097 0.011426 0.050235 0.016800 E 0.036508 0.018902 0.016800 0.060984
31 System Weighted MSE 1.3279
Degrees of freedom 4470 System Weighted R-Square 0.5962
Model A Dependent Variable W1 Label W1
The SAS System The SYSLIN Procedure
Seemingly Unrelated Regression Estimation Parameter Estimates
Parameter Standard Variable
Variable DF Estimate Error t Value Pr > |t| Label Intercept 1 -0.12355 0.035791 -3.45 0.0006 Intercept lnp1 1 0.008941 0.000180 49.68 <.0001 lnp1 lnp2 1 -0.00111 0.000104 -10.67 <.0001 lnp2 lnp3 1 -0.00393 0.000159 -24.74 <.0001 lnp3 lnp4 1 -0.00283 0.000151 -18.72 <.0001 lnp4 lnp5 1 -0.00108 0.000107 -10.12 <.0001 lnp5 lnyi 1 0.022578 0.003133 7.21 <.0001 lnyi lnart 1 0.007433 0.002925 2.54 0.0112 lnart D1 1 -0.00408 0.004014 -1.02 0.3094 D1 D2 1 -0.00288 0.005003 -0.58 0.5651 D2 Model B Dependent Variable W2 Label W2 Parameter Estimates
Parameter Standard Variable Variable DF Estimate Error t Value Pr > |t| Label Intercept 1 0.351204 0.104773 3.35 0.0008 Intercept lnp1 1 -0.00111 0.000104 -10.67 <.0001 lnp1 lnp2 1 0.016529 0.000307 53.76 <.0001 lnp2 lnp3 1 -0.00720 0.000340 -21.16 <.0001 lnp3 lnp4 1 -0.00470 0.000302 -15.55 <.0001 lnp4 lnp5 1 -0.00352 0.000249 -14.11 <.0001 lnp5 lnyi 1 -0.00930 0.009215 -1.01 0.3129 lnyi lnart 1 0.009684 0.008660 1.12 0.2637 lnart D1 1 0.015412 0.011930 1.29 0.1966 D1 D2 1 -0.02568 0.014695 -1.75 0.0808 D2
32
Model D Dependent Variable W4 Label W4
The SAS System The SYSLIN Procedure
Seemingly Unrelated Regression Estimation Parameter Estimates
Parameter Standard ariable Variable DF Estimate Error t Value Pr > |t| Label Intercept 1 0.385388 0.140768 2.74 0.0063 Intercept lnp1 1 -0.00283 0.000151 -18.72 <.0001 lnp1 lnp2 1 -0.00470 0.000302 -15.55 <.0001 lnp2 lnp3 1 -0.00588 0.000506 -11.62 <.0001 lnp3 lnp4 1 0.016825 0.000570 29.54 <.0001 lnp4 lnp5 1 -0.00341 0.000340 -10.03 <.0001 lnp5 lnyi 1 -0.02093 0.012405 -1.69 0.0918 lnyi lnart 1 -0.03737 0.011681 -3.20 0.0014 lnart D1 1 0.045948 0.016133 2.85 0.0045 D1 D2 1 0.030981 0.019886 1.56 0.1195 D2 Model E Dependent Variable W5 Label W5 Parameter Estimates
Parameter Standard Variable Variable DF Estimate Error t Value Pr > |t| Label Intercept 1 -0.01008 0.132043 -0.08 0.9391 Intercept lnp1 1 -0.00108 0.000107 -10.12 <.0001 lnp1 lnp2 1 -0.00352 0.000249 -14.11 <.0001 lnp2 lnp3 1 -0.00684 0.000389 -17.58 <.0001 lnp3 lnp4 1 -0.00341 0.000340 -10.03 <.0001 lnp4 lnp5 1 0.014847 0.000392 37.83 <.0001 lnp5 lnyi 1 0.021820 0.011609 1.88 0.0604 lnyi lnart 1 -0.02695 0.010876 -2.48 0.0134 lnart D1 1 0.020730 0.015043 1.38 0.1685 D1 D2 1 0.002154 0.018536 0.12 0.9075 D2
33 The SAS System
The SYSLIN Procedure
Seemingly Unrelated Regression Estimation Parameter Estimates
Parameter Standard Variable Variable DF Estimate Error t Value Pr > |t| Label RESTRICT -1 104253.0 2887.820 36.10 <.0001 RESTRICT -1 7288.315 1426.683 5.11 <.0001 RESTRICT -1 -1639.56 952.5432 -1.72 0.0852 RESTRICT -1 10222.54 1194.439 8.56 <.0001 RESTRICT -1 12368.65 2056.543 6.01 <.0001 RESTRICT -1 -1266.81 1468.479 -0.86 0.3886 RESTRICT -1 10339.41 1701.799 6.08 <.0001 RESTRICT -1 242.4459 1854.749 0.13 0.8961 RESTRICT -1 -1088.23 2233.434 -0.49 0.6263 RESTRICT -1 3248.651 1651.614 1.97 0.0491
The SAS System
Obs D1 D2 TYPE FREQ W1 W2 W3 W4 W5 1 0 0 0 184 0.009775 0.07431 0.64256 0.24941 0.03372 2 1 0 0 789 0.010852 0.17523 0.43053 0.24088 0.14252 3 1 1 0 152 0.071089 0.20041 0.27312 0.20525 0.25013
The SAS System
Obs TYPE FREQ W1 W2 W3 W4 W5 1 0 1125 0.016794 0.16187 0.44518 0.23771 0.13844
Keterangan :
W1: rata-rata proporsi pengeluaran daging jenis ruminansia W2: rata-rata proporsi pengeluaran daging unggas
W3: rata-rata proporsi pengeluaran daging ikan W4: rata-rata proporsi pengeluaran telur
W5: rata-rata proporsi pengeluaran susu art : anggota rumah tangga
Pi : Harga Komoditi i
yi : Pendapatan Riil ( )
34
Lampiran 3 Koefisien pendugaan model permintaan pangan protein hewani dengan retriksi untuk golongan pendapatan secara umum di Kabupaten Bogor, 2012
Parameter Daging Unggas Ikan Telur Susu
αi -0.1236 0.3512 0.1298 0.3854 -0.0101 bi 0.0226 -0.0093 -0.0746 -0.0209 0.0218 wі 0.0168 0.1619 0.4452 0.2377 0.1384 biwi 0.0004 -0.0015 -0.0332 -0.0050 0.0030 Eii -0.4902 -0.8886 -0.9789 -0.9083 -0.9146 Eiy 2.3444 0.9425 0.8324 0.9120 1.1576 wj 0.0168 0.0168 0.0168 0.0168 0.0168 0.1619 0.1619 0.1619 0.1619 0.1619 0.4452 0.4452 0.4452 0.4452 0.4452 0.2377 0.2377 0.2377 0.2377 0.2377 0.1384 0.1384 0.1384 0.1384 0.1384 Biwj 0.0004 -0.0002 -0.0013 -0.0004 0.0004 0.0037 -0.0015 -0.0121 -0.0034 0.0035 0.0101 -0.0041 -0.0332 -0.0093 0.0097 0.0054 -0.0022 -0.0177 -0.0050 0.0052 0.0031 -0.0013 -0.0103 -0.0029 0.0030 Link matrik 1 β γ 4 5 1 0.009 -0.001 -0.014 -0.003 -0.001 β -0.001 0.017 -0.026 -0.005 -0.004 γ -0.004 -0.007 -0.024 -0.006 -0.007 4 -0.003 -0.005 -0.028 0.017 -0.003 5 -0.001 -0.004 -0.023 -0.003 0.015
35 Lampiran 4 Koefisien pendugaan model permintaan pangan protein hewani dengan retriksi untuk golongan pendapatan rendah di Kabupaten Bogor, 2012
Parameter Daging Unggas Ikan Telur Susu
αi -0.1236 0.3512 0.1298 0.3854 -0.0101 bi 0.0226 -0.0093 -0.0746 -0.0209 0.0218 wі 0.0098 0.0743 0.6426 0.2494 0.0337 biwi 0.0002 -0.0007 -0.0480 -0.0052 0.0007 Eii -0.1079 -0.7683 -0.9625 -0.9116 -0.5815 Eiy 3.3099 0.8748 0.8839 0.9161 1.6471 wj 0.0098 0.0098 0.0098 0.0098 0.0098 0.0743 0.0743 0.0743 0.0743 0.0743 0.6426 0.6426 0.6426 0.6426 0.6426 0.2494 0.2494 0.2494 0.2494 0.2494 0.0337 0.0337 0.0337 0.0337 0.0337 Biwj 0.0002 -0.0001 -0.0007 -0.0002 0.0002 0.0017 -0.0007 -0.0055 -0.0016 0.0016 0.0145 -0.0060 -0.0480 -0.0134 0.0140 0.0056 -0.0023 -0.0186 -0.0052 0.0054 0.0008 -0.0003 -0.0025 -0.0007 0.0007 Link matrik 1 β γ 4 5 1 0.009 -0.001 -0.014 -0.003 -0.001 β -0.001 0.017 -0.026 -0.005 -0.004 γ -0.004 -0.007 -0.024 -0.006 -0.007 4 -0.003 -0.005 -0.028 0.017 -0.003 5 -0.001 -0.004 -0.023 -0.003 0.015
36
Lampiran 5 Koefisien pendugaan model permintaan pangan protein hewani dengan retriksi untuk golongan pendapatan menengah di Kabupaten Bogor, 2012
Parameter Daging Unggas Ikan Telur Susu
αi -0.1236 0.3512 0.1298 0.3854 -0.0101 bi 0.0226 -0.0093 -0.0746 -0.0209 0.0218 wі 0.0109 0.1752 0.4305 0.2409 0.1425 biwi 0.0002 -0.0016 -0.0321 -0.0050 0.0031 Eii -0.1987 -0.8964 -0.9808 -0.9092 -0.9176 Eiy 3.0805 0.9469 0.8267 0.9131 1.1531 wj 0.0109 0.0109 0.0109 0.0109 0.0109 0.1752 0.1752 0.1752 0.1752 0.1752 0.4305 0.4305 0.4305 0.4305 0.4305 0.2409 0.2409 0.2409 0.2409 0.2409 0.1425 0.1425 0.1425 0.1425 0.1425 Biwj 0.0002 -0.0001 -0.0008 -0.0002 0.0002 0.0040 -0.0016 -0.0131 -0.0037 0.0038 0.0097 -0.0040 -0.0321 -0.0090 0.0094 0.0054 -0.0022 -0.0180 -0.0050 0.0053 0.0032 -0.0013 -0.0106 -0.0030 0.0031 Link matrik 1 β γ 4 5 1 0.009 -0.001 -0.014 -0.003 -0.001 β -0.001 0.017 -0.026 -0.005 -0.004 γ -0.004 -0.007 -0.024 -0.006 -0.007 4 -0.003 -0.005 -0.028 0.017 -0.003 5 -0.001 -0.004 -0.023 -0.003 0.015
37 Lampiran 6 Koefisien pendugaan model permintaan pangan protein hewani dengan retriksi untuk golongan pendapatan atas di Kabupaten Bogor, 2012
Parameter Daging Unggas Ikan Telur Susu
αi -0.1236 0.3512 0.1298 0.3854 -0.0101 bi 0.0226 -0.0093 -0.0746 -0.0209 0.0218 wі 0.0711 0.2004 0.2731 0.2053 0.2501 biwi 0.0016 -0.0019 -0.0204 -0.0043 0.0055 Eii -0.8968 -0.9082 -1.0127 -0.8971 -0.9625 Eiy 1.3176 0.9536 0.7268 0.8980 1.0872 wj 0.0711 0.0711 0.0711 0.0711 0.0711 0.2004 0.2004 0.2004 0.2004 0.2004 0.2731 0.2731 0.2731 0.2731 0.2731 0.2053 0.2053 0.2053 0.2053 0.2053 0.2501 0.2501 0.2501 0.2501 0.2501 Biwj 0.0016 -0.0007 -0.0053 -0.0015 0.0016 0.0045 -0.0019 -0.0150 -0.0042 0.0044 0.0062 -0.0025 -0.0204 -0.0057 0.0060 0.0046 -0.0019 -0.0153 -0.0043 0.0045 0.0056 -0.0023 -0.0187 -0.0052 0.0055 Link matrik 1 β γ 4 5 1 0.009 -0.001 -0.014 -0.003 -0.001 β -0.001 0.017 -0.026 -0.005 -0.004 γ -0.004 -0.007 -0.024 -0.006 -0.007 4 -0.003 -0.005 -0.028 0.017 -0.003 5 -0.001 -0.004 -0.023 -0.003 0.015 Keterangan : αi : Intercept
bi : Pendapatan riil (Lnyi)
wі : Rata-rata proporsi pengeluaran Eii : Elastisitas harga sendiri
38
RIWAYAT HIDUP
Penulis bernama Zulfati Rahma Magistra, lahir di Kebumen 6 Mei 1992. Penulis adalah anak pertama dari empat bersaudara. Penulis merupakan putri dari Bapak Suharman dan Ibu Nur Khasanah. Penulis dibesarkan di Kelurahan Jaticempaka Kecamatan Pondok Gede, Kabupaten Bekasi.
Penulis memulai pendidikan formal mulai dari Taman Kanak-Kanak di TK Tunas Nusantara pada tahun 1996. Dilanjutkan ke jenjang pendidikan Sekolah Dasar di SDN Jatibening VIII Bekasi pada tahun 1998. Kemudian pada tahun 2004 penulis melanjutkan pendidikan ke SMP 109 Jakarta hingga tahun 2007. Setelah itu pada tahun 2007 penulis melanjutkan pendidikan di SMA 71 Jakarta hingga lulus pada tahun 2010. Pada tahun yang sama, penulis menempuh jalur Ujian Talenta Masuk (UTM) untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan. Penulis mulai aktif dan masuk menjadi mahasiswa IPB pada 28 Juni 2010. Selama di IPB, penulis masuk menjadi anggota lembaga intra kampus Himpunan Profesi dan Peminat Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (Hipotesa) ESP IPB. Penulis juga mengikuti kegiatan eksternal kampus berupa klub fotografi ilmu ekonomi (THE CHEPHOT) pada divisi Learning and Discussion (LD) sebagai bendahara divisi.