• Tidak ada hasil yang ditemukan

Simpulan

Dari uraian hasil penelitian tentang pengaruh perilaku wirausaha terhadap kinerja usaha pengrajin tempe Kabupaten Grobogan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa :

1. Karakteristik pengrajin tempe di Kabupaten Grobogan sebagian besar termasuk dalam kategori tua yang menamatkan pendidikan formalnya ditingkat SD. Namun meskipun demikian pengrajin mampu bersaing hingga dapat memasarkan tempenya ditingkat luar kecamatan, bahkan ke luar kota. 2. Perilaku wirausaha yang dimiliki pengrajin tempe di Kabupaten Grobogan

36

komitmen memiliki peran besar dalam keberlangsungan usaha mereka, bahkan menjadi budaya yang diturunkan ke generasi pengrajin tempe setelahnya. Bermodal pengetahuan teknis dan keterampilan memproduksi yang baik pengrajin dapat meningkatkan kinerja usahanya sehingga memilih tetap berproduksi meskipun keadaan bahan baku semakin mahal. Meskipun pengetahuan manajemen serta keterampilan dalam mengelola keuangan masih kurang.

3. Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku dan kinerja usaha pada pengrajin tempe di Kabupaten Grobogan. Perilaku wirausaha pengrajin berhubungan kuat terhadap kinerja usaha baik dari aspek pertumbuhan usaha maupun penerimaan usaha.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian perilaku wirausaha pada pengrajin tempe di Kabupaten Grobogan maka terdapat beberapa saran sebagai bahan pertimbangan baik untuk pengrajin tempe, pemerintah maupun penelitian selanjutnya:

1. Pengrajin tempe hendaknya lebih meningkatkan keterampilan yang dimiliki baik berupa keterampilan manajemen pemasaran terlebih promosi serta perbaikan dalam manajemen keuangan agar kinerja usaha dapat tercapai dengan maksimal.

2. Pemerintah dapat ikut berperan dalam meningkatkan kesejahteraan pengusaha dengan mengadakan pelatihan untuk meningkatkan sikap dan keterampilan yang dimiliki pengrajin tempe.

3. Penelitian ini hanya terbatas pada menganalisis hubungan antara perilaku wirausaha pengrajin tempe dengan kinerja usahanya dengan menggunakan analisis korelasi person. Alat analisis yang digunakan memiliki kelemahan dalam hal mengetahui pengaruh antar variabel. Sehingga untuk penelitian selanjutnya dapat menggunakan alat analisis yang lebih baik seperti SEM untuk bisa mengetahui pengaruh perilaku wirausaha terhadap kinerja usaha secara langsung.

37

DAFTAR PUSTAKA

Alma B. 2008. Pengantar Bisnis. Bandung (ID): Alfabeta . 2010. Kewirausahaan. Bandung (ID): Alfabeta

Ambarinanti M. 2007. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi dan Ekspor Beras Indonesia [Skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor

Azwar S. 2013. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta (ID): Pustaka Belajar

Azzahra R. 2009. Perilaku Wirausaha Mahasiswa Institut Pertanian Bogor Peserta Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) dan Program Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa (PPKM) [Skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor

[BAPPEDA] Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Grobogan. 2013. Penduduk Miskin Kabupaten grobogan. http://grobogan.go.id/penduduk-miskin.html Penduduk Miskin Kabupaten Grobogan Th 2013. [diakses 4 Mei 2014]

Bird M.J. 1996. Entrepreneurial Behavior. Singapore (SG): Irwin Mc Graw Hill [BPS] Badan Pusat Statistik. 2014. Jumlah Angkatan Kerja, Penduduk Bekerja,

Pengangguran, TPAK dan TPT, 1986–2013 [internet]. [diakses 2014 Mei 28]. Tersedia pada: http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php? kat=1&tabel=1&daftar= 1&id_subyek=06&notab=5

________________________. 2014. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin, Garis Kemiskinan, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1), dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Menurut Provinsi, Maret 2013 [internet]. [diakses 2014 Mei 12]. Tersedia pada: http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php? kat=1&tabel=1&daftar=1&id_subyek=23&notab=1

[BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Grobogan. 2013. Grobogan Dalam Angka. Purwodadi : PD. Purwa Aksara

[BPTP] Badan Litbang Pertanian Jawa Tengah. 2013. Kepala Badan Litbang Pertanian dan Rumah Kedelai Grobogan [Internet]. [Diakses 2014 Mei 26]. Tersedia pada : http://jateng.litbang.deptan.go.id/ind/index.php? option=com_content&view=article&id=469:kepala-badan-litbang-pertanian-dan-rumah-kedelai-grobogan&catid=4:info-aktual

Brigham JC. 1991. Social Psychology, 2nd edition. New York (US): HarperCollins Publisher Inc.

Bygrave WD. 1994. The Portable MBA in Entrepreneurship. New York (US): John Willey & Sons, Inc.

Cahyadi W. 2009. Kedelai Kasiat dan Teknologi. Jakarta (ID): Bumi Aksara Day GS. 1990. Market-Driven Strategy: Processes For Creating Value. New

York (US): The Free Press A. Division of McMillan Inc

Dharmanthi R. 2009. Analisis Strategi Pengembangan usaha Pada Primer Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (PRIMKOPTI) Kota Bogor [Skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor

38

[Dinpertan] Dinas Pertanian (ID). 2013. Mendukung Kedaulatan Pangan Nasional.

http://dinpertan.grobogan.go.id/informasi/berita-terkini/170-ketahanan-pangan.html [diakses, 7 Februari 2014]

Dirlanudin. 2010. Perilaku Wirausaha dan Keberdayaan Pengusaha Kecil Industri Agro: Kasus di Kabupaten Serang Provinsi Banten [disertasi]. Bogor (ID): Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor

Druker FP. 1994. Inovation and entrepreneurship, Practicer and Principle. rusdi naib,penerjemah. Jakarta (ID): gelora aksara pratama.

Firdaus M. 2008. Manajemen Agribisnis. Jakarta (ID): Bumi Aksara

Gibson JL, Ivancevich JM, Doonelly JH. 1995. Organisasi dan Manajemen, Perilaku, Struktur dan Proses. Edisi ke empat. Dialihbahasakan oleh Djoerban Wahid. Jakarta (ID): Penerbit Erlangga

Grobogan. 2011. Letak dan Luas Wilayah Kabupaten Grobogan. http://grobogan.go.id/profil-daerah/kondisi-geografi/381-letak-dan-luas-wilayah-kabupaten-grobogan.html [diakses, 4 Desember 2013]

Hakim R. 1998. Dengan Wirausaha Menepis Krisis. Jakarta (ID): Gramedia Hardian W. 2011. Analisis Karakteristik dan Perilaku Wirausaha Pedagang

Martabak Manis Kaki Lima di Kota Bogor [Skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor

Hendro. 2011. Dasar-dasar Kewirausahaan. Jakarta (ID): Erlangga. Indrawijaya AI. 1986. Perilaku Organisasi. Bandung (ID): Sinar Baru Kasmir. 2006. Kewirausahaan. Jakarta (ID): PT Raja Grafindo Persada

Kast FE, Rosenzweig J.E. 1995. Organisasi dan Manajemen . Dialih bahasakan oleh Hasyim Ali. Jakarta (ID): Bumi Aksara

Kementrian Negara Koperasi dan UKM. 2014. Perkembangan Data Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dan Usaha Besar (UB) Tahun 2011-2012 [Internet]. [2014 Mei 20]. Tersedia pada: http://www.depkop.go.id/index.php? option=com_phocadownload&view=section&id=17:data-umkm&Itemid=93 Lunardi AG. 1981. Pendidikan Orang Dewasa. Jakarta (ID): PT. Gramedia Mar’at. 1982. Sikap Manusia: Perubahan dan Pengukuran. Bandung (ID): Ghalia

Indonesia

Marbun BN. 1993. Kekuatan dan Kelemahan Pengusaha Kecil. Jakarta (ID): PT Pustaka Binaman Pressindo

Meredith GG, Nelson RE, Nick PA. 1996. Kewirausahaan Teori dan Praktek. Dialihbahasakan oleh Andre Asparsayogi. Jakarta (ID): Pustaka Binaman Pressindo

Murhardjani. 2004. Pemberdayaan Pengrajin Tahu Tempe (Kajian Pengrajin Tahu Tempe di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta [Tugas Akhir]. Bogor (ID): Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor

Nazir M. 2003. Metode Penelitian. Jakarta (ID): Penerbit Ghalia Indonesia

Nugrayasa Oktavio. 2013. Problematika Harga Kedelai di Indonesia. http://setkab.go.id/artikel-10045-.html [diakses 10 mei 2014]

Nugroho BA. 2005. Strategi Jitu Memilih Metode Statistik Penelitian dengan SPSS. Yogyakarta (ID): Penerbit ANDI

Pambudy R. 1999. “Perilaku Komunikasi, Perilaku Wirausaha Peternak Dan Penyuluh Dalam Sistem Agribisnis Peternakan Ayam.” Disertasi Doktor, Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Bogor (ID)

39 Perry TS. 1995. How Small Firm Innovation: Designing A Culture for Creativity.

Research-Technology Management, March-April

Rahadian D. 2002. Hubungan Perilaku Wirausaha Peternak dengan Produktivitas Kelompok Peternak Domba Garut [Skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor

Rahayu S. 2005. Aplikasi SPSS Versi 12.00 dalam Riset Pemasaran. Bandung (ID): Alfabeta

Rakhmat J. 2001. Psikologi Komunikasi Edisi Revisi. Bandung (ID): Remaja Rosda Karya.

Riyanti BPD. 2003. Kewirausahaan dari Sudut Pandang Psikologi kepribadian. Jakarta (ID): Gramedia Widiasarana Indonesia

Rovicky. 2013. Hari Tempe Sedunia. http://www.jurnas.com/halaman/20/2013-06-07/250003 [diakses 8 Maret 2014]

Salkind NJ. 1985. Theories of Human Development. New York (US): John Wiley & Sons Inc.

Sapar. 2006. Faktor-Faktor Yang berhubungan Dengan Perilaku Kewirausahaan Pedagang Kakilima(Kasus Pedagang Kakilima Pemakai Gerobak Usaha Makanan di Kota Bogor) [Disertasi]. Bogor (ID): Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor

Satya LD. 2010. Pengaruh Sikap dan Norma Subyektif Terhadap Intensi Menjadi Wirausaha Sukses (Studi Kasus : Usaha Mikro Kecil Menengah Agribisnis di Kecamatan Ciampea, Bogor). [Sekripsi]. Bogor (ID): Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.

Sudijono A. 2006. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta (ID): PT RajaGrafindo Persada.

Sudjatmoko A. 2009. Panduan Lengkap Wirausaha, Cara Cerdas Menjadi Pengusaha Hebat. Jakarta (ID): Visimedia

Suharyadi dkk. 2007. Kewirausahaan : Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda. Jakarta (ID): Salemba Empat

Sutrisno E. 2006. Studi Profil Industri Tempe Berdasarkan Tingkat Kesuksesan (Studi Kasus Industri Tempe di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor) [Skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Thoha M. 1998. Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta

(ID): RajaGrafindo Persada.

Tika MP. 2006. Metode Riset Bisnis. Jakarta (ID): PT Bumi Aksara

Warnaningsih MK. 2011. Analisis Modernitas Sikap Kewirausahaan dan hubungannya dengan Kinerja Unit Usaha Kecil Tahu Serasi Bandung (Studi Kasus Unit Usaha Kelmpk Wanita Tani Damai, Kecamatan Bandungan, Kabupaten semarang) [Skripsi]. Bogor (ID): Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor

Wibowo Singgih. Dkk. 2002. Pedoman Mengelola Perusahaan Kecil. Jakarta (ID): penebar Swadaya

Winardi. 2003. Entrepreneur dan Entrepreneurship. Bogor (ID): Penerbit Kencana

Zimmerer TW, Norman MS. 2005. Pengantar Kewirausahaan dan Manajemen Bisnis Kecil. alih bahasa Edina Cahyaningsih Tarmidzi. Jakarta (ID): PT. Indek, Kelompok Gramedia. Terjemahan dari: Essentials of Entrepreneurship and small business management

40

41 Lampiran 1 Hasil uji Reliabilitas Kuesioner

Uji Reliabilitas Sikap Wirausaha

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 30 100.0

Excludeda 0 .0

Total 30 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

0.867 28

Uji Reliabilitas Keterampilan Wirausaha

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 30 100.0

Excludeda 0 .0

Total 30 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

42

Uji Reliabilitas Kinerja Usaha Case Processing Summary

N %

Cases Valid 30 100.0

Excludeda 0 .0

Total 30 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

0.857 8

Uji Reliabilitas Keseluruhan

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 30 100.0

Excludeda 0 .0

Total 30 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

43 Lampiran 2 Hasil output uji korelasi pearson perilaku wirausaha terhadap kinerja

usaha

Correlations

pengetahuan Sikap keterampilan pertum.usaha Pener. usaha

Pengetahuan Pearson Correlation 1 .722 ** .701** .454* .449* Sig. (2-tailed) .000 .000 .010 .011 N 31 31 31 31 31 Sikap Pearson Correlation .722 ** 1 .781** .644** .526** Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .002 N 31 31 31 31 31 Keterampilan Pearson Correlation .701 ** .781** 1 .590** .528** Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .002 N 31 31 31 31 31 pertum.usaha Pearson Correlation .454 * .644** .590** 1 .686** Sig. (2-tailed) .010 .000 .000 .000 N 31 31 31 31 31

Pener. usaha Pearson

Correlation .449

* .526** .528** .686** 1

Sig. (2-tailed) .011 .002 .002 .000

N 31 31 31 31 31

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

44

Lampiran 3 Hasil uji kenormalan Uji Kenormalan

H0: residual menyebar normal H1: residual tidak menyebar normal

Terima H0 jika p-value > 0.05, artinya residual menyebar normal

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 31

Normal Parametersa Mean .0000000

Std. Deviation 8.01773734

Most Extreme Differences Absolute .095

Positive .063

Negative -.095

Kolmogorov-Smirnov Z .527

Asymp. Sig. (2-tailed) 0.944

a. Test distribution is Normal.

Hasil uji statistik menunjukan p-value 0.944 > 0.05, artinya residual telah menyebar normal

45 Lampiran 4 Dokumentasi penelitian

Salah seorang pengrajin tempe Kantor Primkopti Grobogan

Stok bahan baku tempe berupa kedelai Peralatan pembuatan tempe yang sederhana

46

Dokumen terkait