mining contractor in Indonesia and provides a broad range of services such as exploration, drilling, contract mining and logistical support to Indonesia’s coal mining industry.
Graha Saptaindra Sejati
JL. Letjen TB Simatupang Kav. 18, Jakarta 12430 Phone: +6221-769-3378
kaitannya dengan keselamatan kerja. Seluruh karyawan baru diwajibkan untuk mengikuti kegiatan induksi yang intensif untuk memperkenalkan mereka kepada konsep dan peralatan keselamatan, serta ketentuan dan peraturan perusahaan yang diterapkan di seluruh lapangan dalam rangka melindungi keselamatan mereka. Setelah itu, para karyawan juga mengikuti sesi-sesi berikutnya dimana kinerja keselamatan dievaluasi secara berkala. Selain bagi karyawan baru, induksi keselamatan juga diadakan bagi tamu lapangan yang memasuki kawasan tambang.
Atas prestasi dalam perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja karyawan, Adaro telah mendapat pengakuan dari Kementrian Pertambangan dan Sumber Daya Energi serta dianugerahi penghargaan Pratama untuk Keselamatan Pertambangan dari tahun 2001 – 2005 sebelum penghargaan tersebut ditiadakan dan juga telah memenangkan penghargaan Aditama di tahun 2009.
Dalam mengukur kinerja keselamatan kerja, Adaro menggunakan Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR), suatu standar yang diakui secara internasional. Standar ini mengukur angka Lost Time Injury per satu juta manhours yang dipakai dibagi dengan total manhours dimana pihak yang cidera memiliki satu hari atau satu shift kerja penuh.
Di tahun 2010, jumlah Lost Time Injury menurun menjadi 15 dari 23 di tahun sebelumnya. Sebagai akibatnya, LTIFR juga menurun dari 0,65 pada tahun 2009 menjadi 0,36 di tahun 2010, yang merupakan tingkat LTIFR yang rendah menurut standar internasional.
Loss Time Injury
Frequency Rate 2009 YoY
Aktual Rencana 2009 2010
LTI 23 9 00 00
LTIFR 0,65 0,5 00 00
Manajemen
Lingkungan
P
Pengelolaan wilayah penambangan dengan tujuan meminimalkan dampak lingkungan merupakan prioritas utama perusahaan.Untuk itu, perencanaan manajemen lingkungan yang komprehensif sudah dibuat untuk memastikan bahwa pelaksanaan semua aspek manajemen lingkungan, selain mematuhi standar internasional, juga sesuai dengan peraturan Pemerintah Indonesia yang diterapkan secara seksama oleh Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Reklamasi Tanah
Reklamasi tanah di seluruh wilayah yang terkena dampak operasi penambangan dilakukan dalam beberapa tahap baik sebelum, selama dan setelah berakhirnya operasi penambangan di masing-masing wilayah.
Pertama-tama, sebelum penambangan dilakukan, lapisan tanah bagian atas dikupas dan digunakan baik sebagai penutup tempat penimbunan overburden secara bertahap atau disimpan di tempat penyimpanan lapisan tanah atas untuk penempatan dipakai di kemudian hari. Seiring penimbunan overburden, permukaannya dikontur untuk meminimalkan tingkat kemiringan dan sedapat mungkin mengikuti kontur aslinya. Pada periode ini, drop structure dan sistem drainase air dibuat dalam daerah yang direklamasi untuk membantu pengendalian erosi serta untuk mengarahkan aliran air ke kolam pengendap untuk memungkinkan pemisahan sedimen dan pengendalian tingkat keasaman (ph) sebelum dikeluarkan ke saluran air di sekitarnya.
Segera setelah proses pengisian dan pembentukan kontur selesai, dilakukan penanaman baik secara manual atau dengan menggunakan sistem penyemprotan benih yang melekat pada truk atau yang disebut hydro-seeding. Kegiatan ini dilakukan sesegera mungkin karena lapisan penutup ini sangat penting untuk meminimalkan erosi pada saat dilakukan penanaman tahap kedua.
Penanaman secara manual hanya dilakukan terhadap bibit yang tumbuh dengan cepat, sementara hydro-seeding menggunakan benih rumput, covercrops dan tanaman cepat tumbuh yang dicampur dengan pupuk, bahan tambahan lainnya dan air di dalam wadah, sebelum disemprotkan pada permukaan lahan reklamasi yang siap ditanami.
Setelah proses revegatasi stabil dan lapisan penutupnya sudah mencukupi untuk meminimalkan kemungkinan erosi, dilakukan penanaman vegetasi sekunder yang tumbuh lebih lambat, termasuk berbagai jenis tanaman timber dan tanaman lain yang dapat meningkatkan kualitas tanah dan secara bersamaan terus menghilangkan erosi melalui perakaran.
Di beberapa wilayah, Adaro telah memberikan lahan yang sudah direhabilitasi kepada masyarakat setempat supaya dapat digunakan untuk kegiatan pertanian. Adaro juga telah bekerjasama dengan mereka dalam beberapa proyek, misalnya budidaya sayuran, kebun buah, serta penanaman tanaman komersial lainnya. Selain itu, Perusahaan juga berpartisipasi dalam sejumlah proyek penelitian dan pengembangan untuk membuat manajemen rehabilitasi lingkungan yang lebih baik, khususnya dalam pengembangan berbagai tanaman untuk produksi biodiesel. Proyek yang terbesar dalam kegiatan ini dilakukan di bawah kerja sama dengan Komatsu dari Jepang, yang telah menanami 10 hektar lahan yang direhabilitasi dengan pohon jarak, suatu jenis tanaman yang dapat diolah menjadi biodiesel. Pabrik penyulingan awal sudah mulai dibangun dan akan memproduksi biodiesel mulai pertengahan 2011. Hasilnya akan dicampur dengan bahan bakar diesel dan digunakan untuk alat berat yang digunakan dalam operasi penambangan.
2009 2010 Proyek sampai Saat ini
Rehabilitasi (ha) 293 270 1.475
Lahan yang Terganggu - Tambang (ha)
459 595 2.368
Lahan yang Terganggu - Lainnya (ha)
687 1.019 4.616
Lahan yang Terganggu Bersih (ha)
853 1.344 5.509
Pengelolaan Air
Kualitas air dan pengendalian aliran air merupakan bagian penting dari manajemen lingkungan dalam operasi penambangan untuk menghindari kontaminasi terhadap perairan dan sungai di daerah setempat dan juga menghindari erosi tanah. Adaro telah menerapkan sistem pengawasan dan pengolahan aliran air untuk memastikan bahwa air yang sudah diproses memenuhi standar kualitas lingkungan.
Air limbah yang berasal dari air hujan dan air tanah di wilayah tambang terbuka dialirkan ke kolam pengaman yang dibuat khusus dan dipompa dari kolam ke sistem drainase yang permanen dan dipadatkan, yang mengalir ke dalam kolam penahan berkapasitas tinggi untuk ditampung sebelum diproses secara kimia. Dari sini, air dialirkan ke beberapa kolam pengendap dan kolam pengolahan yang mengelilingi area penambangan, yang kini sudah mencapai lebih dari 450 hektar dengan kapasitas pengelolaan air sebesar 6 juta meter kubik. Kolam-kolam ini dirancang untuk menampung air drainase ke tempat penambangan terbuka yang dihasilkan oleh curah hujan tahunan sebesar 3.000 mm.
Di kolam pengendap utama, air diolah dengan flokulan dan koagulan untuk memisahkan zat padat tersuspensi yang kemudian lepas dan tenggelam ke dasar kolam. Air bening yang dihasilkan dari proses ini kemudian melewati kolam pengolahan dimana air diproses secara kimia untuk memastikan adanya keseimbangan bahan kimia dan pH yang baik sebelum dilepaskan ke saluran air di wilayah sekitar.
Air limbah yang berasal dari stockpile batubara di sekitar wilayah operasi penambangan dimasukkan ke dalam saringan batubara halus untuk melepaskan bahan batubara padatan, dimana setelah itu air memasuki sistem pengolahan air limbah utama untuk tahap proses akhir.
Pengawasan kualitas air dilakukan melalui semua tahapan pengolahan dengan penekanan khusus pada pH, ketentuan oksigen biokimia, kekeruhan, dan besi sulfat.
Adaro telah membawa sistem pengolahan airnya selangkah lebih maju dengan mendirikan tambahan fasilitas pengolahan air yang kini dapat memproduksi air minum yang berkualitas dan tidak hanya digunakan untuk pasokan air minum oleh perusahaan dan kontraktor, tetapi juga dipompa ke pipa Adaro yang menyalurkannya ke masyarakat sekitar.
Pengendalian Kualitas Udara
Adaro memantau kualitas udara di sekitar operasi penambangan di Tutupan dan di sepanjang jalan pengangkutan batubara menuju Kelanis secara seksama dan berkesinambungan untuk memastikan bahwa metode yang digunakan untuk mengendalikan kadar debu efektif dalam memenuhi semua peraturan yang berlaku sampai mencapai standar internasional dan meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat di sekitar lokasi operasi.
Pengendalian kadar debu di wilayah tambang dan di daerah dimana batubara ditimbun dilakukan terutama dengan menyemprotkan air dari tanker berjalan dan titik penyemprotan tetap dengan frekuensi penyiraman yang disesuaikan untuk memperhitungkan perbedaan curah hujan berdasarkan musimnya. Selain itu, agen aglomerasi dalam larutan disemprotkan ke penimbunan batubara statis di Kelanis sebagai tindakan pengendalian debu tambahan.
Sejak jalan pengangkutan batubara sepanjang 75 kilometer yang menghubungkan wilayah tambang dan Kelanis diaspal, tingkat air debu berkurang sehingga penyemprotan air tidak diperlukan lagi.
Tetapi, masih dilakukan pemantauan yang ketat.
Pengelolaan Limbah
Pengelolaan limbah berfokus pada penanganan dan pembuangan minyak bekas pakai, oli, dan produk hidrokarbon lainnya dari bengkel yang mengerjakan pemeliharaan dan pemeriksaan peralatan.
Setiap bengkel memiliki sistem drainase yang terbuat dari beton untuk membawa minyak ini ke sistem perangkap minyak yang menampung minyak sampai mulai mengental. Pada saat ini, minyak yang lebih ringan seperti minyak tanah dan diesel dipisahkan ke dalam tangki khusus sebelum dipompa ke dalam drum yang bertanda khusus. Minyak bekas pakai, termasuk minyak mesin, peralatan dan hidrolik segera dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam drum, dan kemudian drum-drum ini bersama-sama dengan drum yang berisi minyak dari sistem drainase ditempatkan dalam penyimpanan yang
tertutup sebelum dijual kepada pihak ketiga yang telah mendapat lisensi untuk menangani limbah tersebut dari Pemerintah.
Limbah padat dan sampah dari seluruh operasi dikumpulkan dalam kontainer khusus dan dipisahkan menjadi sampah organik dan sampah daur ulang, kemudian diantarkan ke Pemerintah setempat untuk dilakukan proses pembuangan.
Prestasi yang Membanggakan
Di tahun 2010, Adaro menerima penghargaan PROPER dengan Green Rating untuk tiga tahun berturut-turut dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk pengakuan atas pengelolaan daerah penambangan yang dilakukan secara sadar lingkungan dan tetap mengutamakan keselamatan. Penghargaan ini merupakan peringkat tertinggi yang pernah diterima oleh perusahaan penambangan batubara dan merupakan bukti prioritas Perusahaan dalam mempertahankan tingkat pengelolaan lingkungan yang tertinggi.