• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Akuntansi Penjualan

BAB II PT. TAUKO MEDAN

C. Sistem Akuntansi Penjualan

Kegiatan penjualan pada PT. Tauko Medan terdiri dari penjualan tunai dan penjualan kredit. Dalam transaksi penjualan tunai, barang atau jasa akan diserahkan oleh perusahaan kepada pembeli apabila perusahaan telah menerima kas dari pembeli. Kegiatan penjualan secara tunai ditangani oleh perusahaan melalui sistem penjualan tunai.Sedangkan penjualan kredit yang dilakukan oleh perusahaan ini, hanya terjadi kepada satu cabangnya.

Dari pendapat diatas dapat diketahui bahwa penjualan terbagi atas penjual tunai dan penjualan kredit. Sistem akuntansi penjualan tersebut dalam penerapannya menggunakan dokumen – dokumen yang menurut Mulyadi (2001;215) terdiri dari : a. Jurnal penjualan b. Kartu piutang c. Kartu persediaan d. Jurnal umum e. Kartu gudang

Dari pendapat diatas dapat diketahui bahwa dokumen tersebut digunakan untuk lebih menjafga keamanan jalannya penerapan sistem akuntansi penjualan tersebut.

1. Sistem Akuntansi Penjualan Tunai

Kegiatan penjualan secara tunai ini ditangani oleh perusahaan melalui sistem penjualan tunai. Penjualan tunai biasanya dicatat pada register kas

20

dan poada akhir keja akan dijumlah. Penjualan tunai semacam ini dapat dicatat sebagai berikut :

Kas xxx

Penjualan xxx

Sumber penerimaan kas terbesar suatu perusahaan dagang, berasal dari transaksi penjualan tunai. Berdasarkan sistem pengendalian intern yang baik, sistem penerimaan kas dari penjualan tunai mengharuskan : 1. Penerimaan kas dalam bentuk tunai harus segera disetor ke bank dalam

jumlah penjualan dengan cara melibatkan pihak lain selain kasir untuk melakukan internal check.

2. Penerimaan kas dari penjualan tunai dilakukan melalui transaksi kertu kredit, yang melibatkan bank penerbit kartu kredit dalam pencatatan transaksi penerimaan kas.

Fungsi yang terkait dalam sistem penerimaan kas dari penjualan tunai adalah :

1. Fungsi Penjualan

Fungsi ini bertanggung jawab untuk menerima order dari pembeli, mengisi faktur penjualan tunai, dan menyerahkan faktur tersebut kepada pembeli untuk kepentingan pembayaran harga barang ke fungsi kas.

2. Fungsi Kas

Fungsi ini bertanggung jawab sebagai penerima kas dari pembeli. 3. Fungsi Gudang

Fungsi ini bertanggung jawab untuk menyiapkan barang yang di pesan oleh pembeli serta menyerahkan barang tersebut ke fungsi pengiriman. 4. Fungsi Pengiriman

Dalam funsi ini bertanggung jawab untuk membungkus barang dan menyerahkan barang yang telah dibayar harganya kepada pembeli. 5. Fungsi Akuntansi

Fungsi ini bertanggung jawab sebagai pencatat transaksi penjualan dan penerimaan kas dan membuat laporan penjualan.

Penjualan tunai terjadi bilamana pembeli melakukan pembayaran harga barang terlebih dahulu sebelum barang diserahkan. Bagian – bagian organisasi yang terlibat dalam penjualan tunai adalah :

a. Bagian Penjualan

Bagian ini adalah pegawai toko, berfungsi menerima order atau pesanan dari pembeli, mengisi faktur penjualan tunai dan menyerahkan kepada pembeli untuk pembayaran ke bagian keuangan.

b. Bagian Keuangan

Yaitu kasir, bertanggung jawab menyerahkan barang kepada pembeli setelah dilakukan pembayaran.Apabila permintaan dalam kuantitas atau jumlah yang banyak, diserahkan ke bagian pengiriman untuk diantarkan oleh supir kepda pembeli.

22

c. Bagian Akuntansi

Berfungsi untuk mencatat transaksi penjualan dan penerimaan kas serta membuat laporan penjualan, bagian ini dilakukan oleh administrasi.

Bukti – bukti yang dipergunakan dalam sistem penjualan tunai adalah :

1. Faktur penjualan 2. Bukti setor bank 3. Pita register

Catatan – catatan yang diperlakukan untuk sistem penjualan tunai, adalah :

1. Jurnal penjualan 2. Jurnal penerimaan kas 3. Jurnal umum

4. kartu gudang

Sistem akuntansi penjualan pada PT. Tuko Medan dilakukan oleh bagian penjualan setelah menerima order atau pesanan pelanggan, kemudian pegawai toko membuat atau megisi faktur penjualan tunai dan menyerahkannya kepada pembeli untuk diproses di bagian kasir, dimana kasir bertanggung jawab dalam penyerahan barang kepada pembeli. Selanjutnya bagian administrasi akan mencatat transaksi penjualan ke dalam jurnal dan membuat laporan penjualan.

Laporan yang berhubungan dengan penjualan tunai adalah laporan mengenai penjualan secara periodik, menurut jenis barang, juga mengenai banyaknya (kuantitas) penjualan, yang memberikan informasi yang dibutuhkan pihak – pihak yang berkepentingan dengan penjualan tersebut.Di perusahaan ini, setiap transaksi dilaporkan kepada Direktur seminggu sekali.

Pada sistem penjulan ini di pergunakan bukti – bukti sebagai berikut : faktur penjualan, bukti setor bank, dan pita register kas. Selain itu diperlakukan juga catatan – catatan yang terdiri dari : jurnal penjualan, jurnal penerimaan kas, jurnal umum dan kartu gudang.

Pengertian penjualan tunai menurut Mulyadi (2001;455) adalah :“penjualan yang dilaksanakan oleh perusahaan dengan cara mewajibkan pembeli melakukan pembayaran oleh perusahaan dengan cara mewajibkan pembeli melakukan harga barang terlebih dahulu sebellum barang diserahkan oleh perusahaan kepada pembeli.”

Sumber penerimaan kas terbesar suatu perusahaan dagang, berasal dari transaksi penjualan tunai. Berdasarkan sistem pengendalian intern yang baik, sistem penerimaan kas dari penjualan tunai mengharuskan : 1. Penerimaan kas dalam bentuk tunai harus segera disetor ke bank dalam

jumlah penjualan dengan cara melibatkan pihak lain selain kasir untuk melakukan internal check.

2. Penerimaan kas dari penjualan tunai dilakukan melalui transaksi kertu kredit, yang melibatkan bank penerbit kartu kredit dalam pencatatan transaksi penerimaan kas.

24

Fungsi yang terkait dalam sistem penerimaan kas dari penjualan tunai adalah :

1. Fungsi Penjualan

Fungsi ini bertanggung jawab untuk menerima order dari pembeli, mengisi faktur penjualan tunai, dan menyerahkan faktur tersebut kepada pembeli untuk kepentingan pembayaran harga barang ke fungsi kas.

2. Fungsi Kas

Fungsi ini bertanggung jawab sebagai penerima kas dari pembeli. 3. Fungsi Gudang

Fungsi ini bertanggung jawab untuk menyiapkan barang yang di pesan oleh pembeli serta menyerahkan barang tersebut ke fungsi pengiriman. 4. Fungsi Pengiriman

Dalam fungsi ini bertanggung jawab untuk membungkus barang dan menyerahkan barang yang telah dibayar harganya kepada pembeli. 5. Fungsi Akuntansi

Fungsi ini bertanggung jawab sebagai pencatat transaksi penjualan dan penerimaan kas dan membuat laporan penjualan.

Catatan akuntansi yang digunakan dalam penjualan tunai adalah : 1. Jurnal Penjualan

Jurnal penjualan digunakan oleh fungsi akuntansi untuk mencatat dan meringkas data penjualan.Jika perusahaan menjual berbagai macam produk dan manjemen memerlukan informasi penjualan setiap jenis

produk yang dijualnya selama jangka waktu tertentu, dalam jurnal penjualan disediakan satu kolom untuk setiap jenis produk guna meringkas informasi penjualan menurut jenis produk tersebut.

2. Jurnal penerimaan kas

Jurnal penerimaan kas digunakan oleh fungsi akuntansi untuk mencatat penerimaan kas dari penjualan tunai.

3. Jurnal umum

Jurnal ini digunakan oleh fungsi akuntansi untuk mencatat harga pokok produk yang dijual.

4. Kartu persediaan

Kartu persediaan digunakan oleh fungsi akuntansi untuk mencatat berkurangnya harga pokok produk yang dijual.Kartu persediaan ini juga untuk mengawasi mutasi dan persediaan barang yang disimpan di gudang.

5. Kartu gudang

Catatan ini tidak termasuk sebagai catatan akuntansi karena hanya berisi data kuantitas persediaan yang disimpan di gedung.

2. Sistem Akuntansi Penjualan Kredit

Pengertian penjualan kredit menurut Mulyadi (2001;210) adalah :“Penjualan yang dilaksanakan oleh perusahaan dengan cara mengirimkan barang sesuai dengan order yang diterima dari pembeli dan untuk jangka waktu tertentu perusahaan mempunyai tagihan kepada pembeli tersebut.”

26

Kegiatan penjualan secara kredit ditangani oleh perusahaan melalui sistem penjualan kredit.Untuk menghindari tidak tertagihnya piutang, setiap penjualan kredit yang pertama kepada seorang pembeli selalu didahului dengan analisis terhadap dapat atau tidaknya pembeli tersebut diberi kredit.

Catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem penjualan kredit adalah :

a. Jurnal Penjualan

Catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat transaksi penjualan, baik secara tunai maupun kredit.Jika perusahaan menjual beberapa macam produk dan manajemen memrlukan informasi penjualan menurut jenis produk, dalam jurnal penjualan dapat disediakan kolom– kolom untuk mencatat penjualan menurut jenis produk tersebut.

b. Kartu Piutang

Catatan akuntansi ini merupakan bukti pembantu yang berisi rincian mutasi piutang perusahaan kepada tiap – tiap debiturnya

c. Kartu Gudang

Catatan ini diselenggarakan oleh fungsi gudang untuk mencatat mutasi dan persediaan fisik barang yang disimpan di gudang

d. Jurnal Umum

Catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat harga pokok produk yang dijual selama periode akuntansi tertentu.

Penjualan kredit merupakan suatu cara dimana barang diserahkan sesuai order atau permintaan pembeli sebelum pembeli membayar dan selama masa itu perusahaan mempuyai piutang dari pembeli.

Bukti – bukti yang dipergunakan dalam sistem akuntansi penjualan kredit adalah :

1. Surat order pembelian dan tembusannya 2. Faktur dan tembusannya

Catatan – catatan sistem penjualan kredit yaitu : 1. Jurnal penjualan

2. Buku besar piutang dan buku besar pembantu 3. Kartu gudang

4. Jurnal umum

Laporan yang berhubungan dengan penjualan kredit adalah laporan mengenai penjualan kredit secara periodik. Sistem akuntansi penjualan kredit yang dilakukan oleh PT. Tauko Medan masih bersifat sederhana, diaman hanya dilakukan kepada satu cabangnya. Penjualan ini terjadi apabila barang pada cabangnya habis, dan dilakukan permintaan dari cabang.

Adapun catatan – catatan yang diperlukan dalam sistem penjualan ini adalah : jurnal penjualan, jurnal penerimaan kas, jurnal umum dan kartu gudang.

28

Dokumen terkait