• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Akuntansi Utama Perusahaan Jasa Konstruksi

Dalam dokumen AKHMAD RUSYDI (Halaman 33-45)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Sistem Akuntansi Utama Perusahaan Jasa Konstruksi

1. Kerangka Penyusunan Laporan Keuangan Standar Perusahaan Jasa

Konstruksi Menurut Priantahara (2010).

Kerangka penyusunan standar raporan keuangan perusahaan jasa konstruksi dibuat untuk mempermudah cara orang-orang dibagian akuntansi dalam menyusun laporan keuangan. Berikut ini merupakan tampilan dari bagan laporan keuangan perusahaan jasa konstruksi.

a. Budget

Budget merupakan satuan proses perencanaan dan pengendalian kegiatan operasi perusahaan yang dinyatakan dalam satuan kegiatan dan satuan uang, yang bertujuan untuk memproyeksikan operasi perusahaan tersebut. Adapun manfaat. Penyusunan budget adalah sebagai berikut:

1) Adanya Perancanaan terPadu

2) Sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan perusahaan 3) Sebagai alat koordinasian pekerja

5) Sebagai alat evaluasi kegiatan perusahaan

Laporan keuangan jasa konstruksi yang telah dibuat, dapat digunakan sebagai dasar pembuatan budget pada tahun berikutnya.

Gambar 1.1 Kerangka penyususnan laporan Keuangan

Sumber : Prianthara ( )

b. Sistem Akuntansi Penjualan

Penjualan pada perusahaan jasa konstruksi berupa penjuatan jasa. Misalnya jasa pembuatan gedun& jasa pembuatan bangunan, dan lain-lain.

Pekerjaan yangdiperoleh dimulaidari suatu tender baik dari BUMN maupun BUMS. Setelah melalui tahap tender barulah Sistem Akuntansi Penjualan Jasa Sistem Akuntansi Pembelian Sistem Akuntansi Aktiva Tetap Sistem Akuntansi Penjualan Jasa Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan Sistem Akuntansi Aktiva Lain -lain Sistem Akuntansi Kas Neraca Lana-Rugi Arus Kas Catatan Atas Laporan Keuangan Perubahan Equitas Bukti Transaksi Jurnal Buku Besar Neraca Saldo Budgget

dibuatkan kontrak kerja antara kedua belah pihak. Kegiatan penjualan terdiri dari transaksi penjualan jasa secara persen (%) kontrak selesai. Dalam transaksi penjualan menurut persen (%) kontrak selesai, pelaksanaan proyek akan dilaksaqakan apabila tender disetujui oleh ke dua belah pihak. Prosedur yang digunakan dalam sistem Akuntansi Penjualan dijelaskan lebih lanjut pada bab berikutnya.

a. Sistem Akuntansi Pembelian

Sistem akuntansi pembelian digunakan dalam perusahaan untuk pengadaan barang yang diperlukan untuk memperlancar operasional perusahaan yang berupa alat/material. Sistem akuntasi untuk mencatat terjadinya pembelian terdiri dari:

1) Prosedur permintaan pembelian 2) Prosedur penerimaan barang 3) Prosedur pencatatan utang

d. Sistem Akunfansi Aktiva Tetap

Aktiva tetap adalah kekayaan perusahaan yang memiliki wujud, mempunyai masa manfaat ekonomis lebih dari satu tahun, dan diperoleh perusahaan untuk melaksanakan kegiatan perusahaan, bukan untuk dijual kembali. Karena kekayaan ini mempunyai wujud, sering kali aktiva tetap disebut dengan aktiva tetap berwujud (tangible fixed asset).

e. Sistem Akuntansi Kas

Kas merupakan suatu alat pertukaran dan juga sering digunakan sebagai ukuran dalam akuntansi. Kas meliputi uang tunai dan instrument atau alat-alat pembayaran yang diterima oleh umum, baik yang ada di dalam perusahaan maupun yang disimpan di bank. Kas terdiri dari uang kertas, uang logam, cek yang belum disetorkan, simpanan dalam bentuk giro atau bilyet, travelle’s check, cashier's check, bank draft dan money order.

f. Sistem Akuntansi Penggaiian dan Pengupahan

Sistem penggaiian pada perusahaan-perusahaan bervariasi, namun demikian pada umumnya digolongkan ke dalam:

1) Sistem gaji tetap

2) Sistem gaji tetap dan variasi 3) Sistem upah variabel

Catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem akuntansi penggajian dan pengupahan adalah sebagai berikut:

a) Jurnal Umum

Jurnal ini digunakan untuk mencatat transaki biayaSiaya yang dikeluarkan untuk merekrut tenaga keria baru. Misalnya: Biaya iklan.

b) Jurnal Pengeluaran Kas

Jurnal ini digunakan untuk mencatat biaya gaji yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk para pekerja atau karyawannya.

g. Sistem Akuntansi Aktiva Lain-lain

Sistem akuntansi ini Klasifikasi aktiva lain'lain digunakan untuk menampung poepos aktiva tidak lancar yang tidak dapat dikelompokkan dalam klasifikasi di atas. Misalnya: Pembangunan dalam Proses (PDP) yang akan dicatat ke dalam jurnal umum.

h. Sistem Akuntansi Biaya

Sistem akuntansi biaya merupakan suatu sistem pengorbanan sumber daya ekonomis tertentu untuk memperoleh sumber daya ekonomi yang lain. Sistem akuntansi biaya meliputi bebenpa prosedur yang dimulai dari pencatatan bahan-bahan yang dibeli sampai pada distribusi % proyek selesai.

Catatan yang digunakan dalam sistem akuntansi biaya adalah sebagai berikut:

1) Jurnal pembelian

Jurnal ini digunakan untuk mencatat pembelian yang dilakukan dalam kegiatan operasionat perusahaan.

2) Jurnal Umum

Jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi biaya-biaya yang dikeluarkan untuk pembiayaan proyek tertentu. Misalnya: biaya iklan.

3) Jurnal Pengeluaran Kas

Jurnal ini digunakan untuk mencatat pengeluaran kas atas biaya-biaya yang terjadi pada perusahaan jasa konstruksi.

2. Model Neraca

Neraca adalah laporan yang menunjukkan posisi keuangan dari suatu perusahaan pada saat tertentu. Posisi keuangan ini meliputi keadadn aktiva, kewajiban dan ekuitas dari suatu perusahaan. Dengan cara menghubungkan pos-pos tertentu dalam neraca, kita ilapat menilai keadaan likuiditas, solvabilitas dan fleksibilitas keuangan perusahaan. Oleh karena itu, neraca harus disusun secara sistematis dengan menggunakan klasifikasi yang sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Klasifikasi dan penyajian pos-pos dalam neraca dilakukan sebagai berikut.

a. Aktiva Lancar. Disajikan sesuai dengan urutan likuiditasnya, artinya pos yang segera dapat dicairkan menjadi uang tunai disajikan di urutan paling atas.

b. lnvestasi.

Investasi perusahaan pada perusahaan anak atau pada perusahaan afiliasi harus disajikan secara terpisah.

c. Aktiva tetap.

Dapat dibedakan menjadi aktiva tetap berwujud dan aktiva tidak berwujud. Pos-pos aktiva tetap disajikan dalam neraca menurut kekekalannya. Aktiva tetap yang umurnya paling panjang disajikan paling atas, sedangkan aktiva tetap yang umurnya lebih pendek disajikan di bawahnya.

d. Aktiva lain-lain.

Klasifikasiaktiva lain-lain digunakan untuk menampung pos-pos aktiva tidak lancar yang tidak dapat dikelompokkan dalam klasifikasi di atas.

e. Kewajiban lancar.

Pos-pos kewajiban lancar disajikan sesuai dengan urutan likuditasnya. Utang lancar yang segera dibayar disajikan dalam urutan teratas.

f. Kewajiban jangka panjang.

Penyajian kewajiban jangka panjang harus mengungkapkan ikatan-ikatan yang ada dalam kontrak utang jangka panjang yang bersangkutan, seperti tingkat bunga, tanggal jatuh tempo, aktiva yang dijadikan jaminan dan sebagainya.

g. Ekuitas

Ekuitas merupakan bagian hak pemilik dalam perusahaan, yaitu hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Ekuitas disajikan dalam neraca berdasarkan kekekalannya.Jenis modal yang sifatnya paling kekal disajikan paling atas, dan yang kurang kekal disajikan di bawahnya.

Neraca dapat disusun dalam dua bentuk: yaitu bentuk skontro dan bentuk stafel. Bentuk skontro, artinya menyusun harta pada sisi kiri dan utang pada sisi kanan atau sebelah menyebelah. Sedangkan bentuk stafel sering disebut dengan bentuk laporan, yaitu menempatkan harta pada bagian atas neraca dan utang dengan modal di bagian bawahnya. Di bawah ini merupakan model neraca perusahaan jasa konstruksi dengan bentuk skontro.

3. Model Laba Rugi

a. Penyajian laporan laba rugi dapat dilakukan dalam 2 bentuk sebagai berikut.

1) Bentuk multiple step (langkah bertahap). 2) Bentuk single step (langkah tunggal).

b. Dalam bentuk Langkah Bertahap laporan laba rugi berisi informasi sebagai berikut.

1) Penjualan.

2) Harga Pokok Penjualan atau Beban Penyediaan Jasa. 3) Laba Kotor.

4) Beban Usaha. 5) Laba Usaha.

6) Pendapatan dan Beban Lain-lain. 7) Laba Sebelum Pos Luar Biasa. 8) Pos-pos Luar Biasa.

9) Pengaruh Kumulatif dari Perubahan Prinsip Akuntansi. 10) Laba Sebelum Pajak Penghasilan.

11) Pajak Penghasilan. 12) Laba Bersih.

Pada laporan laba rugi bentuk langkah tunggal hanya dikenal satu jenis laba saja, yaitu laba bersih. Untuk menggambarkan perubahan hak milik perusahaan yang tertanam dalam perusahaan, perlu disusun Laporan Ferubahan Ekuitas. Laporan ini dapat digabungkan dengan Laporan Laba Rugi, apabila informasi perubahan jumlahnya tidak banyak. Dalam perseroan laporan ini sering disebut Laporan Perubahan Laba Ditahan karena umumnya perubahan modal terjadi pada pos Laba Ditahan saja. Namun, apabila perubahan juga terjadi pada pos-pos modal pemilik yang lain maka perlu disusun laporan perubahan ekuitas secara lengkap. Adapun model Laba-Rugi dengan menggunakan bentuk single step (langkah tunggal) adalah berikut.

4. Model Perubahan Ekuitas

Perusahaan harus menyajikan laporan peubahan ekuitas sebagai komponen utama laporan keuangan, yang menunjukkan:

a. Laba atau rugi bersih periode yang bersangkutan.

b. Setiap pos pendapatan dan beban, keuntungan atau kerugian beserta jumlahnya yang berdasarkan PSAK terkait diakui secara langsung dalam ekuitas.

c. Pengaruh komulatif dari perubahan kebijakan akuntansi dan perbaikan terhadap kesalahan mendasar sebagaimana diatur dalam PSAK terkait.

d. Transaksi modal dengan pemilik dan distribusi kepada pemilik. e. Saldo akumulasi laba atau rugi pada awal dan akhir periode serta

perubahannya.

f. Rekonsiliasi antara nilai tercatat dan masing-masing jenis modal saham, agio dan cadangan pada awal dan akhir periode yang mengungkapkan secara terpisah setiap perubahan.

Perubahan ekuitas perusahaan menggambarkan peningkatan atau penurunan asset bersih atau kekayaan selama periode bersangkutan berdasarkan prinsip pengukuran tertentu yang dianut dan harus diungkapkan dalam laporan keuangan. Laporan perubahan ekuitas, kecuali untuk perubahan yang berasal dari transaksi dengan pemegang saham seperti setoran modal dan pembayaran deviden, menggambarkan jumlah keuntungan dan kerugian yang berasal dari kegiatan perusahaan selama periode yang bersangkutan.

5. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang menyajikan informasi tentang penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan dalam suatu periode akuntansi. Tujuan laporan arus kas adalah menyediakan informasi sumber dan penggunaan kas dan setara kas selama periode akuntansi serta rekonsiliasi kas di awal periode dengan kas di akhir periode ditambah saldo setara kas. Bentuk umum dari laporan arus kas menunjukkan penerimaan dan pengeluaran kas yang terbagi ke dalam tiga kategori, yakni: arus kas yang berasal dari aktivitas operasi; arus kas yang berasal aktivitas investasi dan arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan.

Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan (principal revenue producing activities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Arus kas yang berasal dari aktivitas operasi dapat dilaporkan dengan menggunakan di antara dua metode baik langsung maupun tidak langsung. Aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas. Aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan. Arus kas dari aktivitas operasi berasal dari aktivitas produksi normal perusahaan dan penjualan barang dan jasa. Arus kas dari aktivitas investasi berasal dari aktivitas pembelian atau penjualan aktiva tetap, bangunan, peralatan, piutang wesel dan investasi. Arus kas dari aktivitas pendanaan berasal dari kenaikan atau penurunan pendanaan utang

dan pendanaan ekuitas dan dari pembayaran deviden kepada pemegang saham.

Laporan arus kas merupakan laporan yang relatif masih baru, efektif berlaku di lndonesia sejak tahun 1994. Laporan arus kas dapat disusun dengan menggunakan metode langsung atau metode tidak langsung. PSAK No.2 mengimbau agar laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung. Klasifikasi arus kas bervariasi di antara berbagai negara. Tetapi pada umumnya terdapat 3 kategori arus kas, yaitu

a. arus kas dari aktivitas operasional b. arus kas dari aktivitas investasi, dan

c. arus kas dari aktivitas pendanaan (financing).

Standar akuntansi lnggris membuat klasifikasi arus kas yang paling lengkap. Di lnggris arus kas dikelompokkan menjadi delapan kategori. Ada delapan pola arus kas. Arus kas operasional yang positif menunjukkan kondisi keuangan lebih baik dari pada arus kas operasional yang negatif. Arus kas investasi yang negatif menunjukkan perusahaan sedang melakukan perluasan usaha, sedangkan apabila arus kas investasi negatif menggambarkan perusahaan berusaha mencari dana untuk menutup defisit arus kas operasional. Arus kas pendanaan yang positif menunjukkan perusahaan mencari sumber pendanaan dari luar untuk menutup defisit arus operasional atau ultyk nielakukan ekspansi. Sedangkan arus kas pendanaan yang negatif mentihjukkan perusahaan sedang melunasi pinjaman kepada para kreditor atau mengembalikan modalnya kepada para pemegang saham.

6. Catatan Atas Laporan Keuangan

Selain pos-pos yang terdapat dalam buku besar perusahaan, dalam neraca juga perlu disajikan informasi tambahan yang dapat berupa peristiwa bersyarat, kebijaksanaan penilaian dan kebijaksanaan akuntansi yang digunakan, kontrak-kontrak jangka panjang dan peristiwa kemudian. Teknik penyajian informasi tambahan dapat dilakukan dalam bentuk tanda kurung, catatan kaki, skedul pendukung, referensi silang dan rekening kontrak.

Dalam dokumen AKHMAD RUSYDI (Halaman 33-45)

Dokumen terkait