Dalam mengemban tugas sebagai lembaga pendidikan yang menghasilkan lulusan yang mempunyai kompetensi di bidangnya, maka PS Fisika telah mencanangkan standar mutu di dalam pelaksanakan proses belajar mengajar. Standar mutu berisi janji dan tekad program studi untuk mencapai visi dan misi, sasaran, dan tujuan yang telah ditetapkan. Untuk mencapai janji-janji tesebut, PS Fisika berupaya untuk selalu meningkatkan mutu di dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, kualitas dosen dan tenaga pendukung, kurikulum yang berbasis kompensi, sarana dan prasarana. Usaha-usaha untuk peningkatan mutu dalam pelaksanaan proses pembelajaran dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berkompensi seperti yang tercantum dalam sasaran dan tujuan program studi.
Sistem penjaminan mutu akademik (SPMA) di PS Fisika memastikan kesesuai standar akademik yang telah dicanangkan. Penjaminan mutu akademik dapat dilihat dari: a) Kepatuhan terhadap kebijakan akademik, standar akademik, peraturan akademik serta manual mutu akademik, b) Kepastian bahwa proses belajar mengajar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, c) Kepastian setiap mahasiswa memiliki pengalaman belajar sesuai dengan spesifikasi program studi, d) Kepastian bahwa lulusan memiliki kompetensi sesuai dengan yang ditetapkan di setiap jurusan/program studi, e) Fleksibilitas kurikulum untuk
40
mengakomodasi minat setiap mahasiswa untuk memprogram mata kuliah pilihan lintas jurusan/fakultas, f) Relevansi program pendidikan dan penelitian dengan tuntutan masyarakat, dunia kerja dan profesional, f) Pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi menjadi agen perubahan.
Penjaminan mutu akademik di program studi dilakukan oleh unit jaminan mutu (UJM) yang bersifat ad hoc. Struktur organisasi UJM terdiri dari ketua dan anggota yang terdiri dari para dosen dan mahasiswa yang diwakili Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Fisika. Unit Jaminan Mutu bertugas membantu Ketua Jurusan dalam peningkatan mutu melalui: a) penyusunan dokumen (Spesifikasi Program Studi (SP), Manual Prosedur (MP), Instruksi Kerja (IK) yang sesuai dengan Standar Akademik, Manual Mutu Akademik dan Manual Prosedur di tingkat fakultas), b) penyusunan Laporan Evaluasi Diri Jurusan, c) penyiapan Audit Internal Mutu Akademik (AIMA), d) peningkatan mutu jurusan berkelanjutan berdasarkan rumusan koreksi. Ketua Jurusan bertanggungjawab atas terjaminnya mutu akademik di jurusan.
Program studi Fisika telah mempunyai beberapa dokumen mutu akademik antara lain: Spesifikasi Program Studi, Kompetensi Lulusan, dan 5 Manual Prosedur terutama yang berkaitan dengan PBM yang didukung dengan 8 Instruksi Kerja. Penyusunan dokumen-dokumen tersebut dilakukan oleh tim UJM melalui proses pendampingan, audit sistem dan audit kepatuhan oleh auditor internal UB. Sistem penjaminan mutu berdasarkan dokumen-dokumen yang ada tersebut sudah disosialisasikan kepada dosen, karyawan, dan mahasiswa serta mulai diimplementasikan. Kesesuaian antara implementasi dengan dokumen juga akan diaudit secara rutin. Evaluasi internal (evaluasi diri) dalam rangka jaminan mutu tersebut dilakukan secara berkala dan hasilnya dimanfaatkan untuk peningkatan atau pemeliharaan mutu institusi. Pemanfaatan hasil evaluasi diri dan kapatuhan dokumen mutu dengan implemetasinya dapat digunakan untuk standarisai eksternal (BAN PT).
Analisis KKPA Kekuatan
Kesadaran akan pentingnya jaminan mutu akademik di PS Fisika sudah didukung dengan adanya dokumen-dokumen untuk mendapatkan kesesuaian antara capaian dengan standar yang telah ditetapkan, kesesuaian dengan kebutuhan pengguna, atau pemenuhan janji sesuai dengan visi dan misi program studi.
41
Kelemahan
Belum adanya sistem yang mengatur mekanisme yang mengatur apabila terjadi ketidaksesuaian antara impementasi dengan standar mutu yang sudah tersusun di dalam dokumen mutu .
Peluang
Membuka kesempatan bagi PS Fisika untuk memperoleh penilaian standar mutu dari lembaga-lembaga penjamin mutu seperti BAN-PT, sertifikat ISO9000, dan lainnya. Ancaman
Kompetisi dari program studi dari perguruan tinggi lain baik dalam dan luar negeri yang menjanjikan pendidikan dengan mutu akademik yang tinggi. Persaingan yang sangat ketat dari lulusan untuk memperoleh pekerjaan.
M. Lulusan
M.1. Kompetensi Lulusan dan Hasil Pembelajaran
Lulusan merupakan suatu hasil dari sistem pembelajaran yang berlangsung pada suatu institusi akademik dan sebagai indikator keberhasilan sistem belajar mengajar dan kualitas dari lembaga pendidikan itu sendiri. PS Fisika sebagai lembaga penyelenggara pendidikan menghasilkan lulusan dengan profil yang dapat dilihat dari Lampiran M. Dari data kelulusan mahasiswa pada lima tahun terakhir dapat dilihat bahwa lulusan mempunyai indeks prestasi kumulatif (IPK) rata-rata 3,03 dari angka maksimal 4 (Lampiran M Gambar M1) kecuali pada tahun kelulusan 2007/2008. Persentase kelulusan yang mempunyai IPK di atas 3,00 adalah 60,9%, 55,7%, 58,5%, 64,4%, dan 42,4% untuk kelulusan mahasiswa lima tahun terakhir. Pada tahun 2007/2008 terdapat penurunan IPK rata-rata kelulusan, yaitu 2,97 dengan kelulusan dengan IPK di atas 3,00 adalah 42,4%. Secara keseluruhan IPK rata-rata lulusan PS Fisika untuk lima tahun terakhir adalah l 3,03 dengan lulusan dengan IPK diatas 3 adalah sebanyak 56,4% (Lampiran M Gambar M2).
Dilihat dari lama studi, lulusan PS Fisika memerlukan waktu lebih dari 5 tahun untuk menyelesaikan studinya (Lampiran M Tabel M1). Data kelulusan lima tahun terakhir menunjukkan bahwa mahasiswa PS Fisika menempuh waktu rata-rata 5,3 tahun untuk kelulusan tahun 2003/2004, 5,5 tahun untuk kelulusan 2004/2005, 5,4 tahun untuk kelulusan 2005/2006, 5,5 tahun kelulusan 2006/2007, dan 5,9 tahun untuk kelulusan 2007/2008. Rata-rata waktu tempuh mahasiswa PS Fisika untuk menyelesaikan studinya adalah 5,5 tahun.
42
Lamanya waktu untuk untuk menyelesaikan studi merupakan hal kurang memuaskan bagi PS Fisika. Akan tetapi melihat dengan tingginya IPK kelulusan merupakan suatu fenomena yang lain. Kemungkinan besar yang dapat dilihat dari hal tersebut adalah mahasiswa lebih fokus untuk menaikkan IPK daripada menyelesaikan studinya dengan cepat dengan mengulang mata kuliah yang dinilai rendah. Hal ini bisa jadi karena tuntutan lapangan kerja yang mensyaratkan lulusan dengan IPK di atas 3,00.
Waktu untuk mengerjakan skripsi bagi mahasiwa PS Fisika adalah 22% dari lulusan mengerjakan skipsi kurang dari 6 bulan, 23% dari lulusan memerlukan waktu 6 sampai 9 bulan, 20% dari lulusan menyelesaikan skripsi dengan waktu antara 9 sampai 12 bulan, dan 36% dari mengerjakan skripsi dengan waktu lebih 12 bulan (Lampiran M Gambar M3). Dari data tersebut dapat dilihat bahwa sebagian besar mahasiswa PS Fisika memerlukan waktu lebih dari 6 bulan untuk menyelesaikan skripsi dari yang seharusnya 6 bulan. Lamanya menyelesaian skripsi harus menjadikan perhatian yang serius bagi PS Fisika untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar terutama di dalam pengerjaan dan penulisan skripsi. Hal yang lain perlu diperhatikan adalah saat pengerjaan proyek untuk skripsi harus dimonitor dengan ketat. Untuk itu perlu keseriusan mahasiswa dan dosen pembimbing untuk bersama-sama meningkatkan profesionalisme masing-masing untuk mempercepat waktu penyelesaian pengerjaan skripsi.
M.2. Kesuaian Kompetensi Lulusan
Kompetensi lulusan PS Fisika pada masyarakat pemakai (stakeholders) dapat dilihat dari waktu tunggu dari lulusan PS Fisika untuk mendapatkan pekerjaan (lihat Lampiran M Gambar M4). Lulusan PS Fisika sebagian besar memerlukan waktu kurang dari 2 bulan untuk mendapatkan pekerjaan, beberapa di antaranya sudah mendapatkan pekerjaan sebelum mereka menyelesaikan studinya. Persentase lulusan PS Fisika yang mendapatkan pekerjaan kurang dari 2 bulan adalah 49%. Sedangkan lulusan yang memerlukan waktu 2 sampai 6 bulan untuk mendapatkan perkerjaan adalah 28%. Lulusan dengan waktu tunggu untuk pekerjaan 6 sampai 12 bulan adalah 12%, dan 11% dari lulusan memerlukan waktu lebih dari 12 bulan untuk mendapatkan pekerjaan. Secara keseluruhan sebagian besar lulusan PS Fiska terserap pada dunia kerja yang ada.
Kompetensi lulusan juga diindikasikan dengan besarnya gaji pertama yang diterima lulusan (lihat Lampiran M Gambar M5). Data terakhir yang diterima menunjukkan lulusan PS Fisika yang menerima gaji antara Rp 500.000,- sampai Rp 1.000.000,- adalah sebanyak 28%. Lulusan yang menerima gaji pertama antara Rp.1.000.000,- sampai Rp. 2.000.000,-
43
sebanyak 23%. Sebanyak 35% dari lulusan PS Fisika menerima gaji pertama antara Rp. 2.000.000,- sampai Rp. 5.000.000,-. Sedang lulusan yang menerima gaji pertama lebih dari Rp.5.000.000,- sebesar 14%. Besaran gaji pertama yang diterima oleh lulusan PS Fisika menunjukkan bahwa lulusan PS Fisika mendapatkan apresiasi yang cukup baik di dalam dunia kerja dalam bentuk besar gaji pertama yang cukup besar.
Salah satu indikator yang lainnya tentang kompetensi lulusan PS Fisika pada masyarakat pemakai adalah kesesuai bidang pekerjaannya dengan latar belakang ilmu yang dimiliki pada saat belajar. Dari data alumni yang masuk ke program studi terlihat sebagian besar lulusan PS Fisika bekerja sesuai dengan latar belakang ilmu yang dipelajari (lihat Lampiran M Gambar M6). 46% dari lulusan bekerja sangat sesuai dengan ilmu yang diperlajari dan 20% dari lulusan menyatakan bahwa pekerjaan yang sedang digeluti sesuai dengan ilmu yang diperlajari. Sedangkan lulusan yang bekerja kurang sesuai dengan ilmunya adalah 18% dan 14% dari lulusan bekerja tidak sesuai dengan bidang ilmunya. Sisanya, 2% dari lulusan tidak yakin akan kesesuaian antara pekerjaan yang ditekuni dengan latar belakang ilmunya. Secara keseluruhan lulusan PS Fisika mendapatkan pekerjaan yang sangat sesuai dan sesuai dengan ilmu yang dipelajari di PS Fisika.
M.3. Kepuasan Lulusan
Kepuasan pengguna (Stake holders) terhadap lulusan PS Fisika belum dapat disajikan secara valid karena keterbatasan data dari pengguna yang sampai pada PS Fisika pada saat dilakukan tracer study. Dari data yang masuk, sebagian besar stakeholders menunjukkan kepuasannya terhadap lulusan PS Studi. PS Fisika akan tetap mengirimkan kuesioner kepada stakeholders untuk mendapatkan informasi tentang kepuasannya terhadap lulusan.
Analisa KKPA Kekuatan
Lulusan PS Fisika mempunyai kompetensi akademik yang bagus dengan kelulusan dengan IPK yang cukup tinggi. Begitu hal dengan kompetensi dengan dunia kerja yang ada, dimana sebagian besar lulusan PS Fisika bekerja sesuai dengan latar belakang pengetahuan yang diperlajari di PS Fisika dan sebagian besar lulusan mendapatkan apresiasi dengan gaji pertama yang tinggi dan waktu tunggu untuk mendapatkan pekerjaan yang pendek.
44
Kelemahan
Masa penyelesaian studi masih cukup lama, begitu juga halnya dengan waktu untuk mengerjakan skripsi.
Peluang
Kompetensi akademik lulusan yang bagus membuka kesempatan lulusan untuk mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi dan pekerjaan yang diinginkan.
Ancaman
Keadaan perekonomian global yang lesu membuat menyempitnya lapangan pekerjaan dan meningkatnya biaya kuliah.
N. Penelitian, Publikasi, Skripsi/Tesis/Disertasi, Pengabdian kepada Masyarakat,